_Menimbang. Mengingat 1984; MEM UTUSKAN. Menetapkan. Pasal 1. Pasal 2 ( 1) Hu tang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah saldo rata-

Teks penuh

(1)

d •r. "" (>

?�

M � rn � � � . 1•1 00 tO � m m i;-f r l � .,

� � �

.ri: � () � G U � � n \·· l•·f (J' If\ M m ,,, � � :I

.

0

p �� 0< "' ., �ij f:; p,

:·l

� " " " ll � :: � ii � " " � ll � " � II f• " I! Z u w � � " u II �l " � II m " " " " " " " " " " n " " " " " " .n " " " " " " " " " " " " " " " " I " " I " I I I " " " " " " " " " " " " " " I " I I �.::: i� f� �� �� I'! iJ II Z li � JI �: !I l•l :: � I I I ti \-l II � 11 �. I! �

:: �

1 " I " I I I I " " " I " I " " " " " 1: '."<' " I I " il �� ! � � � ... � � • � a " ' d r: ri··"' 1·1 :1 �' NI r: Ul r1 ·� ;1 :-, t-orn ti) u CD r: .... C: r1 rJ 0. ... ,-: � .o

.�· i:: �(I �I I <'I <IJ r. �1 � �" .... � ru '-' Vl ttJ flS )! B � ·�!:� ::1 .a tll �;· �1 -� � ."I. fl Ir) ··� ··-" err.:..-.. r: c t'l r! !'! ('j "tl ·.-1 � �-. " d i:: :j f1' rA r'J r-: �.J ti') µ ' . ru ru :ti 'O ''I p.1�1

� -� .g r.�

Q) i.' cu c �.., (1, •'1 " " H \'I ., l•ll " . , ··< ,, ,, ru 0 c: v ., " � ., .. ,: '" " ,• " H ,., ::.i �-� !· .• r.� ., '·

��

1

:

� . ;o g

·

"d ·• a -� ,, � " "' . ,, tO /,; .. , · < ,, :> " ,. ''· 0 ,, " " "" " ru� ,., r1 . ,., � w � r� "' '· ' I t: .,, " ... '" H ., " ., ,. H i:: ··' llj /') 1.1 '" tr. «O •' M' I• !.' � l .. ; .... I• tJ :.: I• v v "' ·� l•

i'i

" :,; � � ·� t � ,., ' �� � " ... '" {� ,, :> 'J '" ,'I. d .. " c:: (\! , .. r: tf' ::1 t: �·r. t'U � 'I rJ n rJ li G oi � ,,, "' �- I.< 1 :-- ·.� �' ! 0 :I tl'l �·!) L: ''l 'U t: ••I ···: <'..' �-. !� c: :; "' ro r·. c ,• : : �· • J E! ., " " (\, c: ('\ •·I N' 1-1 I! r.: � 1·: !!l 1.1 ,, :1 .·,; J "11 !\1 : • �. '. )I ::: ., .• ,, 1.; ( � ( . "' Ol r·; :,1 . l . , :� ,., " ·� " ,, ,, � � c � � � � " d " � r.: � .... 1-c"J I� (10 l:: 'JJ rl 1'!1 � :1 t-Ot"' r: LI t(I :· ::> r.: rn i·� Cl.,, �·: l-1 I: ru :lt '.'! ·.� r:: ';'(I .::i I rJ Ill U r.: :-: � .,. f\l \.! p, 111 c•! ro · ::1 ]..1 ·•·" u � r.: �-·

�-

·

� -� !;.

·.! n ,.., � ,.1 � r.: r.: r: .. , '·'' !;' -�· :: [\/'I '>, .,/ r.: r.: ,, I� "� l'I �) IJ (/J LI 1•: rJ r\1 Qt tl II? (', �� ·� g : : L: f".l t: 1J w \1.! t! .,..: ... ,.., n . .. , " n "' c ,., " " :.' n " "' " ,., !l. ' ,. r·� :� " ,, • " • 1ll " • I • • " I " " " " " " " " " " " " " • " " " " " " ' • " • " . • • " • " • " " " " I " " ' " " " " " • ' " • • • . • • . • I " I • ' • " I " • " " " " " ' " I " ' ' " " " " . " • • • I • • " I • " " " • " " " " . • ' • ' • . . " ' " . I 1: " z 0 ;-c

u

H

[j

GI

q f:1 �1 H: !'� I• q "• n.

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

K

EP

UTUSAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK

iN

DONESIA

NOMOR : 1002/KMK.04/1984

T E N T A N G

PENENTUAN PERBANDINGAN ANTARA HUTANG DAN MODAL SENDIRI UNTUK KEPERLUAN PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN.

·

_

Menimbang

Mengingat

· Menetapkan

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

a. bahwa besamya perbanciingan antara hutang dan modal sendiri yang diperbolehk:an untulc keperluan pengenaan pajak merupakan petun­ julc mengenai keadaan perusahaan dan harus

diperhatikan dalam penghitungan Pajak P.eng­

hasilan;

b. bahwa oleh k

m

na itu dipandang perlu menge­

luarkan keputusan tentang besarnya perban­ dingan antara hutang dan modal sendiri;

Pasal ·

18

ayat

(1 )

Undang-undang Pajak Peng­

hasilan

1984;

MEM

UTUSKAN

KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK IN­ DONESIA TENTANG PENENTUAN PERBANDINGAN ANT ARA HUT ANG DAN MODAL SENDIRI UNTUK KEPERLUAN PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN.

Pasal 1

Untuk keperluan penghitungan Pajak Penghasilan besarnya perban­ dingan antara hutang dan modal sendiri (debt equity ratio) ditetap­

kan setinggi-tingginya tiga dibanding satu ( 3 :

1 ).

Pasal 2

( 1 )

Hu tang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah saldo

(2)

. . --- ··-·

rata pada tiap akhir bulan yang dihitung dari semua hutang baik

hutang jangka panjang maupun hutang jangka pendek, selain

hutang dagang.

·

1

(2)

Modal sendiri sebagaimana dimaksud dalain Pasal I adalahjumlah;

modal yang disetor pada akhir tahun pajak termasuk la�a yang tidak dan/atau belum dibagikan.

Pasal

3

Dalam hal besarnya perbandingan hutang dan modal sendiri melebihi

besarnya perbandingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

1,

bunga

yang dapat dikurangkan sebagai biaya adalah sebesar bunga atas

hutang yang perbandingannya terhadap modal sendiri sesuai dengan

perbandmgan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

1.

Pasal

4

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, Keputusan ini dimuat dalam Berita

Negara Republik Indonesia.

2�40

Ditetapkan di : J A K A R T A

Pada tanggal :

8

Oktober

1984

MENTER! KEUANGAN,

RADIUS PRAWIRO

P E NJE L AS A N A T AS

KJ:;PUTUSAN MENTERI KEU ANGAN REPUBLIK

DONESIA

No, : 1002/KMK.04/1984

Tanggal : 8 Oktober 1984

T E N TAN G

PENENTU AN PERBANDINGAN ANTARA HU TANG DAN MODAL SENDIRI U NTU K KEPERLUAN PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN

J. UM UM

Untuk menghindarkan terjadinya pembebanan biaya yang tidak wajar sebagai akibat adanya modal sendiri yang terselubung di­ dalam perkiraan hutang perusahaan. Hal ini akan mengakibatkan, bahwa bunga yang dicantumkan sebagai biaya sebagian terdiri dari laba terselubung yang seharusnya tidak boleh dibebankan.

II. Pasal 1

Perbandingan antara hutang dan modal sendiri sebesar rupakan batas tertinggi yang diperkenankan.

Pasal 2

Ayat

(1)

,

me-Untuk kepeduan penghitungan pajak penghasilan saldo rata­ rata hutang pada tiap akhir bulan selama satu tahun mem­ berikan gambaran yang lebih baik tentang besarnya hutang dalam tahun yang bersangkutan, daripada saldo hutang pada

akhir tahun dalam menentukan besar perbandingan (ratio)

antara hutang dan modal sendiri.

Dengan hutang jangka panjang, dimaksud disini hutang

dengan jangka waktu pelunasan pinjaman selama lebih

dari .;atu tahun

Dengan hutang Jangka pendek, dimaksud disini hutang dengan jangka waktu pelunasan pinjaman selama kurang atau sama dengan satu tahun.

(3)

. . --- ··-·

rata pada tiap akhir bulan yang dihitung dari semua hutang baik

hutang jangka panjang maupun hutang jangka pendek, selain

hutang dagang.

·

1

(2)

Modal sendiri sebagaimana dimaksud dalain Pasal I adalahjumlah;

modal yang disetor pada akhir tahun pajak termasuk la�a yang tidak dan/atau belum dibagikan.

Pasal

3

Dalam hal besarnya perbandingan hutang dan modal sendiri melebihi

besarnya perbandingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

1,

bunga

yang dapat dikurangkan sebagai biaya adalah sebesar bunga atas

hutang yang perbandingannya terhadap modal sendiri sesuai dengan

perbandmgan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

1.

Pasal

4

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, Keputusan ini dimuat dalam Berita

Negara Republik Indonesia.

2�40

Ditetapkan di : J A K A R T A

Pada tanggal :

8

Oktober

1984

MENTER! KEUANGAN,

RADIUS PRAWIRO

P E NJE L AS A N A T AS

KJ:;PUTUSAN MENTERI KEU ANGAN REPUBLIK

DONESIA

No, : 1002/KMK.04/1984

Tanggal : 8 Oktober 1984

T E N TAN G

PENENTU AN PERBANDINGAN ANTARA HU TANG DAN MODAL SENDIRI U NTU K KEPERLUAN PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN

J. UM UM

Untuk menghindarkan terjadinya pembebanan biaya yang tidak wajar sebagai akibat adanya modal sendiri yang terselubung di­ dalam perkiraan hutang perusahaan. Hal ini akan mengakibatkan, bahwa bunga yang dicantumkan sebagai biaya sebagian terdiri dari laba terselubung yang seharusnya tidak boleh dibebankan.

II. Pasal 1

Perbandingan antara hutang dan modal sendiri sebesar rupakan batas tertinggi yang diperkenankan.

Pasal 2

Ayat

(1)

,

me-Untuk kepeduan penghitungan pajak penghasilan saldo rata­ rata hutang pada tiap akhir bulan selama satu tahun mem­ berikan gambaran yang lebih baik tentang besarnya hutang dalam tahun yang bersangkutan, daripada saldo hutang pada

akhir tahun dalam menentukan besar perbandingan (ratio)

antara hutang dan modal sendiri.

Dengan hutang jangka panjang, dimaksud disini hutang

dengan jangka waktu pelunasan pinjaman selama lebih

dari .;atu tahun

Dengan hutang Jangka pendek, dimaksud disini hutang dengan jangka waktu pelunasan pinjaman selama kurang atau sama dengan satu tahun.

(4)

Dengan hutang dagang dimaksud disini hutang atas barang dagangan dan atas pembelian baiian baku untulc pengolahan

industri, yang jangka waktunya · tidak melampaui ···enam

bulan dan biasanya tidak memperhituhgkan bunga atas kredit pembelian tersebut. Hutang Dagang ini, tidak dimasukkan pada penghitungan saldo akhir hutang tiap-tiap bulari. Demi­

kian pula penghitungan saldo akhir hutang tiap-tiap' bulan

seperti yang diuraikan di atas.

Ayat

(2)

Dengan modal sendiri dimaksud jumlah yang benar-benar

telah disetor kedalam perusahaan

p

ada akhir tahun, jadi

bukan besar modal statuter (modal menurut akte pendirian) dan bulcan modal yang ditempatkan.

Dalam menghitung modal sendiri, ditambahkan pula laba yang belum dibagikan.

Pasal 3

Untulc dapat menghitung besarnya bunga yang diperboleh­ kan dibebankan sebagai biaya, dalam menghitung besamya penghasilan yang terhutang pajak, dengan cara menghitung

besarnya perbandingan hutang dan modal s

e

ndiri terlebih

dahulu, diberikan contoh sebagai berikut :

CONTOH:

Mutasi hutang pada perusahaan X adalah sebagai berikut:

1-1-1984 Saldo hutang: - Jangka panjang =Rp. lDO juta

- jangka pendek =Rp. 150 juta

Rp. 250 juta

Diketahui bahwa mutasi hutang dalam tahun 1984 adalah sbb :

10- l-1984penambahan hutang jangka pendek

Rp. 5- 2-1984 penambahan hutang dagang

Rp. 10- 3-1984 hutang dagang

Rp.

7- 4-1984penambahan hutang pajak

Rp. 20- 6-1984penambahan hutang jangka panjang

Rp.

12- 9-1984penambahan hutang jangka pendek

Rp. 2642 75 juta 100 juta 20 juta 25 juta 200 juta 60 juta

l0-10-1984 pengurangan hutang jangka pendek 8:11-1984--hutang klaim atas barang yang dijual

10-11-1984.pengurangan hutang jangka panjang '

20-12-1984 hutang dagang

penambahan hutang jangka pendek

Rp. SO juta

Rp. _ 5 juta

Rp .. ; 35 juta

Rp. 100 juta

Rp. "'juta

Diketahui pula bahwa :

Modal statuter ... =Rp. 100 juta

Modal ditempatkan ... .'... =Rp. 80 juta Modal disetor ... = Rp.

Cadangan laba ... =Rp. 50 juta

Laba yang ditahan (termasuk laba tahun her- =Rp. 25 juta

jalan).

= Rp.

75 juta

75 juta

Jumlah modal sendiri ... . = Rp. 150 juta

Dengan demikian maka : '

Rata-rata hutang yang menjadi dasar. penghitungan besarnya perbandingan antara hutang dan modal sendiri adalah :

Saldo hutang per 311-1984 =

sda 29 2 1984 = sda 31 3-1984 sda 30 4-1984 = sda 31-5-1984 = sda 31-6-1984 = sda 31-7-1984 = sda 31-8-1984 ::o sda 30-9-1984 = sda 31-10-1984 = sda 30-11-1984 = sda 31 12-1984 = Rp. 325 juta ( = 250+75) Rp 325 juta Rp. 325 juta Rp 360 juta Rp. 160 juta Rp. 560 juta ( =360+200) Rp 560 juta Rp. 560 juta Rp. 620 juta

(

= 560+60) Rp 570 juta ( = 620 - 50) Rp 535 juta ( = 570 35) Rp. 540 juta

(

= 535+5) = Rp 5.640 juta

R ata-rata hutang =Rp. 5.640 j1.:ta = Rp. 470 juta

---

12

---. -

-=--=--=--=--=--=--=--Perbandingan hutang dan modal yang diperbolehkan adalah = 3

:

1

J adi hutang yang diperkenankan dan bunganya boleh dikurangkan sebagai biaya = 3 X Rp. 150 juta = Rp. 450 juta.

Sedangkan bunga dari hutang selebihnya, yaitu dari hutang sebesar

(5)

Dengan hutang dagang dimaksud disini hutang atas barang dagangan dan atas pembelian baiian baku untulc pengolahan

industri, yang jangka waktunya · tidak melampaui ···enam

bulan dan biasanya tidak memperhituhgkan bunga atas kredit pembelian tersebut. Hutang Dagang ini, tidak dimasukkan pada penghitungan saldo akhir hutang tiap-tiap bulari. Demi­

kian pula penghitungan saldo akhir hutang tiap-tiap' bulan

seperti yang diuraikan di atas.

Ayat

(2)

Dengan modal sendiri dimaksud jumlah yang benar-benar

telah disetor kedalam perusahaan

p

ada akhir tahun, jadi

bukan besar modal statuter (modal menurut akte pendirian) dan bulcan modal yang ditempatkan.

Dalam menghitung modal sendiri, ditambahkan pula laba yang belum dibagikan.

Pasal 3

Untulc dapat menghitung besarnya bunga yang diperboleh­ kan dibebankan sebagai biaya, dalam menghitung besamya penghasilan yang terhutang pajak, dengan cara menghitung

besarnya perbandingan hutang dan modal s

e

ndiri terlebih

dahulu, diberikan contoh sebagai berikut :

CONTOH:

Mutasi hutang pada perusahaan X adalah sebagai berikut:

1-1-1984 Saldo hutang: - Jangka panjang =Rp. lDO juta

- jangka pendek =Rp. 150 juta

Rp. 250 juta

Diketahui bahwa mutasi hutang dalam tahun 1984 adalah sbb :

10- l-1984penambahan hutang jangka pendek

Rp. 5- 2-1984 penambahan hutang dagang

Rp. 10- 3-1984 hutang dagang

Rp.

7- 4-1984penambahan hutang pajak

Rp. 20- 6-1984penambahan hutang jangka panjang

Rp.

12- 9-1984penambahan hutang jangka pendek

Rp. 2642 75 juta 100 juta 20 juta 25 juta 200 juta 60 juta

l0-10-1984 pengurangan hutang jangka pendek 8:11-1984--hutang klaim atas barang yang dijual

10-11-1984.pengurangan hutang jangka panjang '

20-12-1984 hutang dagang

penambahan hutang jangka pendek

Rp. SO juta

Rp. _ 5 juta

Rp .. ; 35 juta

Rp. 100 juta

Rp. "'juta

Diketahui pula bahwa :

Modal statuter ... =Rp. 100 juta

Modal ditempatkan ... .'... =Rp. 80 juta Modal disetor ... = Rp.

Cadangan laba ... =Rp. 50 juta

Laba yang ditahan (termasuk laba tahun her- =Rp. 25 juta

jalan).

= Rp.

75 juta

75 juta

Jumlah modal sendiri ... . = Rp. 150 juta

Dengan demikian maka : '

Rata-rata hutang yang menjadi dasar. penghitungan besarnya perbandingan antara hutang dan modal sendiri adalah :

Saldo hutang per 311-1984 =

sda 29 2 1984 = sda 31 3-1984 sda 30 4-1984 = sda 31-5-1984 = sda 31-6-1984 = sda 31-7-1984 = sda 31-8-1984 ::o sda 30-9-1984 = sda 31-10-1984 = sda 30-11-1984 = sda 31 12-1984 = Rp. 325 juta ( = 250+75) Rp 325 juta Rp. 325 juta Rp 360 juta Rp. 160 juta Rp. 560 juta ( =360+200) Rp 560 juta Rp. 560 juta Rp. 620 juta

(

= 560+60) Rp 570 juta ( = 620 - 50) Rp 535 juta ( = 570 35) Rp. 540 juta

(

= 535+5) = Rp 5.640 juta

R ata-rata hutang =Rp. 5.640 j1.:ta = Rp. 470 juta

---

12

---. -

-=--=--=--=--=--=--=--Perbandingan hutang dan modal yang diperbolehkan adalah = 3

:

1

J adi hutang yang diperkenankan dan bunganya boleh dikurangkan sebagai biaya = 3 X Rp. 150 juta = Rp. 450 juta.

Sedangkan bunga dari hutang selebihnya, yaitu dari hutang sebesar

(6)

Rp. 20 ju ta Rp

(

= 4 70 - 45 0 ) ju ta tidak diperbolehkan dikurangkan

sebagai biaya.

Bunga yang dibebankan dalam laporan keuangan 1984 misalkan = ·

Rp. 94 juta.

* Bunga yang diperbolehkan dibebankan sebagai biaya

=

Rp. 450 jutaX Rp. 94 juta = Rp. 90 juta.

R.P,475Tuta-* Bunga yang tidak diperbolehkan dibebankan sebagai biaya

=

!3:�J_Ql_���

Rp. 94 ju ta = Rp. 4 juta. Rp. 470juta Pasal 4 Cukup

jelas

2644

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR I 1015/KMK.OS/1984

. .

T E N T A N G

KERINGANAN BEA MASUK DAN PAJAK PENJUALAN IMPOR

ATAS PEMASUKAN KERTAS DAN KERTAS KARTON SEBAGAI BAHAN BAKU UNTUK INDUSTRI ROKOK.

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Mernbaca

: Nota Dinas Direktur Jenderal Bea dan Cukai

No : ND-1758/BC.424/1984 tanggal 11 Sep­ tember 1984.

Menirnbang

: bahwa untuk pembuatan kemasan rokok yang

Mengingat

berfungsi sebagai pelindung dalarn produknya diperlukan jenis �rtas kemasan yang berkwalitas tinggi dan masih di impor oleh PT. Gudang Garam, sehingga dipandang perlu untuk rnemberikan keringanan Bea Masuk dan PPn lmpor atas pemasukannya.

1. Undang-undang Tarip Indonesia Stbl. 1924 No. 487 sebagaimana telah diubah dan di­ tambah;

2. Ordonansi Bea Stbl 1931 No. 471 sebagai­ mana telah diubah dan ditarnbah;

3. Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 1969 (Lembaran Negara tahun 1969 No. 7) jo. , Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 1973 (Lembaran Negara tahun 1973 No. 4);

4. Keputusan Menteri Keuangan Republik In­ donesia No. : KEP-38/MK/111/1/1973 tang­ gal 31 J anuari 1973 jo. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. : KEP-39/ MK/11/1/1973 tanggal 31Januari1973.

Figur

Memperbarui...

Referensi

  1. 18 ayat
Related subjects :