III-1
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Sejauhmana Rencana Strategis (Renstra) maupun Rencana Kinerja Tahunan (RKT)/ Perjanjian Kinerja Tahun 2014 telah dicapai perlu dipertanggungjawabkan melalui media akuntabilitas kinerja. Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Akuntabilitas kinerja tersebut terdiri dari tahapan perencanaan, pengukuran, evaluasi, analisis dan pelaporan.
A. Kerangka Pengukuran dan Evaluasi Kinerja
engacu pada ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2013 tentang Perubahan Lampiran Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, kinerja Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung diukur berdasarkan tingkat pencapaian sasaran. Tingkat pencapaian sasaran diperoleh dari pembandingan target dengan realisasi masing-masing indikator sasaran. Realisasi indikator sasaran merupakan agregrasi pencapaian kinerja dari masing-masing program/kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencapaian sasaran strategis dimaksud.
Indikator sasaran yang ditetapkan merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) keberhasilan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi dari BPLH Kota Bandung. Indikator tersebut setidak-tidaknya telah mencerminkan Keluaran (output) maupun Hasil (outcome) dari program/kegiatan yang dilaksanakan BPLH Kota Bandung. Indikator keluaran adalah segala sesuatu berupa produk/jasa sebagai hasil
langsung dari pelaksanaan kegiatan.
Indikator hasil adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung).
III-2
Dalam pengukuran kinerja, perhitungan tingkat capaian sasaran (target) berdasarkan formulasi sebagai berikut :
Tabel 3. 1 Tingkat Pencapaian Kinerja No Skala Capaian Kinerja Keterangan
1 < 100 % Tidak Tercapai
2 = 100 % Tercapai
3 > 100 % Melebihi Target
B. Indikator Kinerja
ndikator kinerja yang menjadi variabel dalam pengukuran kinerja Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung (BPLH) terdiri 4 (empat) sasaran dan 11 (sebelas) indikator Kinerja Utama. Indikator-indikator kinerja tersebut telah selaras dengan indikator-indikator kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Bandung Tahun 2013-2018. Berdasarkan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan pula melalui Keputusan Kepala BPLH Kota Bandung Nomor : 660/331.1-BPLH tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) di Lingkungan Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung rincian indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut :
Sasaran 1 (terjaganya kualitas lingkungan sehingga tetap memenuhi baku mutu lingkungan) terdiri dari 3 indikator (tingkat kualitas udara ambien memenuhi baku mutu, tingkat emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menurun, dan jumlah sungai utama memenuhi status mutu kelas IV golongan B);
Sasaran 2 (meningkatnya pengelolaan sampah perkotaan berbasis teknologi ramah lingkungan) terdiri dari 3 indikator (cakupan sampah yang dikelola secara landfill, cakupan sampah yang dikelola dengan pola 3R, dan cakupan sampah yang dikonversi menjadi energi dengan teknologi ramah lingkungan)
Sasaran 3 (terjaganya kelestarian dan fungsi lingkungan hidup) terdiri dari 2 indikator (tingkat muka air tanah (MAT), jumlah mata air yang terlindungi)
Sasaran 4 (BPLH mendapatkan penilaian pengelolaan keuangan dan kinerja yang wajar dan baik) terdiri dari 3 indikator (nilai evaluasi AKIP, Pengelolaan barang/aset dan, temuan pengelolaan anggaran oleh BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti)
III-4
C. Proses Pengukuran Kinerja
engukuran kinerja merupakan proses pembandingan antara realisasi kinerja dengan target kinerja yang ditetapkan dalam dokumen rencana kinerja. Dokumen rencana kinerja Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung berupa Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang dalam proses Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah selanjutnya ditetapkan menjadi dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2014. Dokumen tersebut dalam sistem penganggaran berbasis kinerja mengalami proses perubahan yang biasanya dilakukan pada triwulan keempat tahun berjalan. Berdasarkan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan pula melalui Keputusan Kepala BPLH Kota Bandung Nomor : 660/331.1-BPLH tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) di Lingkungan Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, maka capaian kinerja Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung dalam Tahun 2014 adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Capaian Kinerja Berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) BPLH Kota Bandung Tahun 2014
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Capaian Kinerja Tahun 2014
Target Capaian Sumber Data
1 2 3 4 5 6 7
1 Terjaganya kualitas lingkungan sehingga tetap memenuhi baku mutu lingkungan
Tingkat kualitas udara ambien titik pantau memenuhi baku mutu
% 50 96 Pencatatan hasil
monitoring oleh BPLH Kota Bandung
Tingkat emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menurun
% 2 6,23 Hasil inventarisasi dan
kajian oleh BPLH Kota Bandung
III-5
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Capaian Kinerja Tahun 2014
Target Capaian Sumber Data
1 2 3 4 5 6 7
Jumlah sungai utama kualitas airnya memenuhi status mutu kelas IV golongan B
% 12,50 0 Hasil pengolahan data
pemantauan kualitas sungai oleh BPLH Kota Bandung 2 Meningkatnya pengelolaan sampah perkotaan berbasis teknologi ramah lingkungan
Cakupan sampah yang dikelola secara landfill
% 69 69 Pencatatan
operasional PD. Kebersihan
Cakupan sampah yang dikelola dengan pola Reduce, Reuse, Recycle (3R )
% 18 18 Rekapitulasi data dari
masing-masing
kecamatan dan pencatatan BPLH serta operasional PD. Kebersihan
Cakupan sampah dikonversi menjadi energi dengan teknologi ramah lingkungan
% 2 0,23 Pendataan di
masing-masing operasional WTE oleh BPLH Kota Bandung
3 Terjaganya kelestarian dan fungsi lingkungan hidup
Tingkat muka air tanah (MAT) meningkat
Bawah Muka Tanah (BMT)
-31,30 -31,30 Hasil kajian mengenai tingkat penurunan muka air tanah
Mata air yang terlindungi % 20 20 Laporan pelaksanaan
kegiatan perlindungan mata air
III-6
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Capaian Kinerja Tahun 2014
Target Capaian Sumber Data
1 2 3 4 5 6 7
4 BPLH mendapatkan penilaian pengelolaan keuangan dan kinerja yang wajar dan baik
Persentase tertib administrasi barang/aset daerah
% 100 100 Berita Acara Hasil
rekonsiliasi barang dengan Simda Barang di DPKAD
Persentase temuan pengelolaan anggaran dari BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti % 100 100 Berita acara penyelesaian tindak lanjut temuan BPK/ inspektorat
Nilai evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP)
Angka 70 65,29 Hasil evaluasi AKIP
oleh inspektorat
III-7
1. Pencapaian Sasaran 2: Meningkatnya Pengelolaan Sampah Perkotaan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan adalah sebesar
74,33%.
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2014 %
Tahun 2018
(Akhir Renstra) %
Target Realisasi Target Realisasi
1. Cakupan sampah yang dikelola secara landfill % 69,00 69,00 100,00 35,00 69,00 2,85 2. Cakupan sampah yang dikelola dengan pola 3 R % 18,00 18,00 100,00 20,00 18,00 90,00 3. Cakupan sampah yang dikonversi menjadi energi
dengan teknologi ramah lingkungan % 1,00 0,23 23,00 17,00 0,23 1,35
2. Pencapaian Sasaran 3: Terjaganya Kelestarian dan Fungsi Lingkungan Hidup adalah sebesar 100%.
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2014 %
Tahun 2018
(Akhir Renstra) %
Target Realisasi Target Realisasi
1. Tingkat muka air tanah (MAT) meningkat meter -31,30 -31,30 100,00 -31,18 -31,30 20,00
2. Jumlah mata air yang terlindungi % 20,00 20,00 100,00 100 20,00 20,00
3. Pencapaian Sasaran 4: Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi
adalah sebesar 97,76%.
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2014 %
Tahun 2018
(Akhir Renstra) %
III-8
1. Nilai evaluasi AKIP Angka 70,00 65,29 93,27 71,00 65,29 91,96
2. Temuan pengelolaan anggaran oleh BPK/Inspektorat
yang ditindaklanjuti % 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
III-9
D. Evaluasi dan Analisis Kinerja
erdasarkan tingkat capaian kinerja, maka terdapat sasaran yang telah tercapai, tidak tercapai, maupun melebihi target sebagaimana tabel berikut :
Tabel 3.3 Pencapaian Sasaran BPLH Kota Bandung Tahun 2014
No Sasaran Strategis Pencapaian
Sasaran Keterangan
1 Terjaganya kualitas lingkungan (udara, air dan tanah) sehingga tetap memenuhi baku mutu lingkungan adalah sebesar 170,00%
170 % Melebihi target
2 Meningkatnya Pengelolaan Sampah Perkotaan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan adalah sebesar 74,33%.
74,33 % Tidak Tercapai
3 Terjaganya Kelestarian dan Fungsi Lingkungan Hidup adalah sebesar 100%.
100 % Tercapai
4 Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi
adalah sebesar 97,76%.
97,76 % Tidak Tercapai
(Sumber : Pengolahan Data BPLH, 2014)
Adapun analisis pencapaian dari masing-masing sasaran strategis dapat diuraikan sebagai berikut :
Pencapaian sasaran strategis 1 : Terjaganya kualitas lingkungan (udara, air dan
tanah) sehingga tetap memenuhi baku mutu lingkungan adalah sebesar 170 %.
Tingkat capaian kinerja tersebut diindikasikan dari realisasi atas pencapaian 3 Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagaimana tabel berikut ini :
III-10
Tabel 3.4 Pencapaian Kinerja Sasaran 1 dan perbandingan dengan Target Akhir Tahun Renstra BPLH Kota Bandung
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2014 % Capaian
Tahun 2018
(Akhir Renstra) % Capaian Target Realisasi Target Realisasi
1. Tingkat kualitas udara ambien memenuhi baku mutu
% 50,00 96,00 192,00 70,00 96,00 137,14 2. Tingkat emisi Gas
Rumah Kaca (GRK) menurun
% 2,00 6,38 318,00 10,00 6,38 63,80 3. Jumlah sungai
utama memenuhi status mutu kelas IV golongan B
% 12,50 0,00 0,00 17,00 0,00 0,00
(Sumber : Pengolahan Data BPLH, 2014)
Kualitas Udara Ambien Tahun 2014 sebesar 96,00% telah memenuhi baku mutu dari target 50,00% atau 192%.
Pengukuran kualitas udara ambien dalam ruangan (indoor) dan luar ruangan (roadside) dilakukan mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor KEP-48/MENLH/11/1996 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 50 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebauan.
Dalam tahun 2014, data kualitas udara Kota Bandung merupakan simpulan dari hasil pemantauan kualitas udara dalam ruangan (indoor) dan luar ruangan (roadside) sesaat yang dilakukan pada beberapa titik pantau. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara dalam ruangan pada 17 (tujuh belas) titik pantau dari rencana 18 (delapan belas) titik pantau, dan pemantauan kualitas udara luar ruangan pada 27 (dua puluh tujuh) titik pantau diperoleh simpulan sebagaimana terlihat dalam tabel 3.5, tabel 3.6, dan tabel 3.7.
III-11
Tabel 3.5 Kualitas Udara Ambien Dalam Ruang (Indoor) Tahun 2014 (Parameter Fisika)
III-12
Tabel 3.6 Kualitas Udara Ambien Dalam Ruang (Indoor) Tahun 2014 (Parameter Kimia)
III-13 Tabel 3.7
III-14 (Sumber : BPLH Kota Bandung, 2014)
Angka realisasi kualitas udara ambien sebesar 96,00% tersebut berada diatas apabila dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya (2013) yakni sebesar 85,46% berarti mengalami kenaikan sebesar 10,54%. Realisasi rata-rata kualitas udara ambien sesaat pada titik pantau dalam tahun 2014 pada kisaran 96,00% tersebut apabila dibandingkan dengan realisasi rata-rata kualitas udara ambien titik pantau di kota lain Tahun 2013 dan 2014 dapat dilihat pada tabel sebagaimana berikut :
III-15
(Sumber : Kementerian Lingkungan Hidup RI, 2014)
Tingkat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Kota Bandung tahun 2014 sebesar 6,38% telah memenuhi baku mutu dari target 2,00% atau 318%.
Tingkat penurunan emisi gas rumah kaca Kota Bandung dalam tahun 2014 adalah sebesar 6,38% apabila dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya (2013) yakni sebesar 2% berarti mengalami kenaikan sebesar 4,38% pada tahun ini. Realisasi tingkat penurunan emisi gas rumah kaca Kota Bandung tahun 2014 pada kisaran 6,38% tersebut belum dapat dibandingkan dengan realisasi tingkat penurunan emisi gas rumah kaca di kota lain di Jawa Barat karena belum diperolehnya data.
III-16
Sektor Sub Sektor
Emisi GRK (Gg CO2eq/tahun)
2013 2014 Selisih Keterangan
Energi
Industri 63.41 56.91 -6.5 TURUN Penurunan pemakaian LPG oleh industri Transportasi 1394.98 1442.67 47.69 NAIK Kenaikan jumlah kendaraan bermotor
Rumah Tangga 690.95 454.44 -236.51 TURUN Penurunan pemakaian LPG oleh rumah tangga
Pertanian Kehutanan dan Penggunaan Lahan Lainnya
Fermentasi Enterik 4.62 2.94 -1.68 TURUN Perubahan Jumlah Ternak (terutama unggas) Pengelolaan Kotoran
Ternak 0.94 2.37 1.43 NAIK Perubahan Jumlah Ternak (terutama unggas) Penanaman Padi 4.73 8.09 3.36 NAIK Naiknya luas panen sawah
Penggunaan Urea 13.86 13.86 0 TETAP Asumsi Tidak Ada Perubahan Penggunaan
Urea, karena ketidaktersediaan data
Pengelolaan Limbah
Pengolahan Limbah
Padat secara Biologi 0.00238 15.72 15.71762 NAIK
Kenaikan pengolahan sampah dengan biodigester dan pengomposan
Limbah Cair Domestik 116.64 147 30.36 NAIK Kenaikan jumlah penduduk Limbah Cair Industri 13.85 13.02 -0.83 TURUN Penurunan jumlah industri tekstil
TOTAL EMISI 2303.98 2157.01 -146.97 TURUN
SERAPAN TANAMAN dan HUTAN 153,08 153.08 61.71 TETAP
NET EMISI 2150,9 2003.93 -208.68 TURUN
III-17
Kualitas Air 16 Sungai Utama Kota Bandung Tidak Ada yang Memenuhi Kualitas Air Kelas IV Golongan B Sesuai SK. Gubernur Jawa Barat No. 39 Tahun 2000 atau 0%.
Pengukuran kualitas air sungai dilakukan mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Status mutu air adalah tingkat kondisi mutu air yang menunjukkan kondisi cemar atau kondisi baik pada suatu sumber air dalam waktu tertentu dengan membandingkan dengan baku mutu air yang ditetapkan. Dalam tahun 2014, data kualitas air dari 16 (enam belas) sungai di Kota Bandung menunjukkan belum adanya sungai yang memenuhi status mutu kelas IV golongan B sesuai kategori menurut SK. Gubernur Jawa Barat sebagaimana dapat dilihat dalam tabel D.4. Namun demikian, ditemukan adanya perbaikan kualitas air pada sungai Cikapundung Hilir dan sungai Cibiru Hilir yakni dari semula Kelas IV golongan D menjadi Kelas IV golongan C, sedangkan kualitas air sungai lainnya masih sama dengan tahun sebelumnya yakni Kelas IV golongan C.
Tabel 4 Kualitas Air Sungai Tahun 2014
III-18
Grafik Perubahan Kualitas Air Sungai Kota Bandung Tahun 2014
Keterangan : A = 1
B = 2 (SK Gub) Target Renstra C = 3
D = 4
Pada sungai Cikapundung Hilir Tahun 2013 kualitas airnya menunjukan Kelas IV golongan D dan pada tahun 2014 meningkat menjadi Kelas IV Golongan C ada perbaikan dari Golongan D menjadi Golongan C. Sedangkan untuk Cikiley Hilir tidak terjadi perubahan kondisinya tetap pada tahun 2013 dan 2013 kelas IV Golongan D
Grafik Perubahan Kualitas Air Sungai Kota Bandung Tahun 2014
Pada Tahun 2013 kualitas air sungai Cibiru Hilir masuk kedalam kelas IV Golongan D tetapi pada tahun 2014 ada peningkatan menjadi kelas IV Golongan C tetapi untuk Cibuntu hilir tidak mengalami perubahan tetap pada kelas IV golongan D.
Grafik Kualitas Air Sungai Kota Bandung Tahun 2014
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 0 1 2 3 4 5 2013 2014 SK GUB 0 1 2 3 4 5 2013 2014 SK GUB
III-19
Rendah capaian kinerja tahun 2014 yang hanya sebesar 53,33% tersebut disebabkan beberapa hal antara lain:
Kualitas air sungai utama yang ada di Kota Bandung sangat dipengaruhi oleh kualitas air sungai Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat karena sungai-sungai Kota Bandung merupakan bagian hilir bukan hulu, terutama aktifitas yang dilakukan di daerah hulu dan sekitar sempadan sungai. Rendahnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha yang membuang limbah
cair dan sampah ke dalam sungai.
Kepedulian masyarakat yang masih kurang serta masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki sarana pengolah limbah cair domestik karena keterbatasan lahan, masyarakat membuang limbah cair domestiknya ke sungai terutama untuk masyarakat yang tinggal di sempadan sungai dan tidak terlayani oleh sistem sewerage air limbah domestik perkotaan.
Perlunya perencanaan sistem pengangkutan pada daerah kumuh dan penempatan Tempat Pembuangn Sementara (TPS) sampah mengingat sarana pemindahan dan pewadahan sampah menjadi tantangan dalam penempatan dan operasionalnya.
Berbagai upaya dilakukan untuk menyadarkan masyarakat dan kalangan pelaku
-40 -35 -30 -25 -20 -15 -10 -5 0 Ci k ap u n d u n g H u lu Ci k ap u n d u n g H il ir Ci kap un du ng Kl t… Ci kap un du ng Kl t… Ci te p u s H u lu Ci te p u s H il ir Ci par un gp un g… Ci par un gp un g… Ci d u ri an H u lu Ci d u ri an H il ir Ci k il e y H u lu Ci k il e y H il ir Ci cad a s H u lu Ci cad a s H il ir Ci p an ja lu H u lu Ci p an ja lu H il ir Ci p am o ko lan H u lu Ci p am o ko lan H il ir Ci n am b o H u lu Ci n am b o H il ir Ci b ir u H u lu Ci b ir u H il ir Ci b u n tu H u lu Ci b u n tu H il ir Ci k e n d al H u lu Ci k e n d al H il ir Ci sar at e n H u lu Ci sar at e n H il ir Ci h al a ra n g H u lu Ci h al a ra n g H il ir AK C icad as H u lu AK C icad as H il ir S ko r
Mutu Air dengan Metode STORET
PP No. 82 Tahun 2001 Kelas IV
Skor
III-20
usaha agar peduli terhadap lingkungan diantaranya dengan melakukan :
1. Kampanye sungai bersih dengan membuat komitmen bersama dan keterpaduan program antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan perguruan tinggi/pelajar;
2. Melakukan beberesih sungai dengan kerjabakti dilokasi sempadan sungai di Kota Bandung;
3. Menata sempadan sungai menjadi ruang publik yang menarik dengan harapan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.
4. Penyediaan sarana dan prasarana persampahan terutama tempat sampah, roda sampah, motor sampah, mobil penyapu jalan dan lain sebagainya.
III-21
Penataan Sempadan Sungai Cidurian
III-22
III-23
III-24
Program dan kegiatan yang diselenggarakan dalam tahun 2014 untuk mewujudkan sasaran strategis “Terjaganya kualitas lingkungan (udara, air dan tanah) sehingga tetap memenuhi baku mutu lingkungan” tersebut yaitu 6 (enam) program dan 24 (dua puluh empat) kegiatan dari rencana 4 (empat) program dan 25 (dua puluh lima) kegiatan. Keempat program tersebut telah menyerap biaya sebesar Rp10.164.275.622,00 atau 80,51% dari total anggaran sebesar Rp12.624.605.000,00.
1). Capaian kinerja kegiatan dari lingkup Program Peningkatan Pengendalian Polusi, dapat diikhtisarkan sebagai berikut :
(1). Kegiatan Pengujian Emisi Kendaraan Bermotor
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 274.562.500,00 atau 91,52% dari anggaran Rp 300.000.000,00 dengan keluarannya yaitu terpantaunya emisi gas buang 2.756 unit kendaraan bermotor atau 100,22% dari target sebanyak 2.750 unit.
Tabel 5
Uji Emisi Kendaraan Bermotor Tahun 2014
Hasil kegiatan tersebut yaitu kualitas udara luar ruangan (roadside) sesaat pada sebagian besar titik pantau memenuhi baku mutu lingkungan.
2). Capaian kinerja kegiatan dari lingkup Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup dapat diikhtisarkan sebagai berikut :
III-25 (1). Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura.
Realisasi biaya yang diserap untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 580.759.633,00 atau 95,21% dari anggaran sebesar Rp 610.000.000,00 dengan keluaran berupa 15 (lima belas) komponen penilaian Kota Sehat telah terpenuhi pada titik pantau atau 100% dari target.
Hasil atas kegiatan ini yaitu Kota Bandung belum termasuk menjadi salah satu Kota Sehat (Adipura). Hasil penilaian Adipura Kota Bandung tahun 2013-2014 adalah sebesar 71,09 dan meraih penghargaan Best Effort Adipura atas upaya yang dilakukakan dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup perkotaan. Namun demikian nilai 71,09 belum memenuhi standar pencapaian penghargaan Adipura yaitu nilai ≥ 75.
(2). Pemantauan Kualitas Lingkungan
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 343.814.133,00 atau 46,00% dari anggaran Rp747.500.000,00 dengan keluaran berupa :
Data kualitas udara ambien dalam ruangan (indoor) pada 18 (delapan belas) titik pantau atau 100% dari target.
Data kualitas udara ambien luar ruangan (outdoor) pada 27 (dua puluh tujuh) titik pantau atau 100% dari target.
Data kualitas udara dari 31 (tiga puluh satu) sumber pencemar emisi sumber tidak bergerak atau 38,75% dari target 80 (delapan puluh). 100 orang pelaku usaha atau 66,67% dari target 150 orang telah
mendapat sosialisasi tentang pengelolaan lingkungan hidup lingkup kegiatan usaha bagi.
Gambar 2
III-26
Gambar 3
Pemantauan Kualitas Udara Roadside Jl. Padjadjaran (Depan Gedung Wyataguna)
Gambar 4
Pemantauan Kualitas Udara Indoor Rumah Sakit Santosa Internasional
III-27
Gambar 5
Pemantauan Kualitas Udara Indoor Bandung Electronic Centre
Gambar 6
Pemantauan Kualitas Udara Dari Sumber Tidak Bergerak PT. Dirgantara Indonesia
III-28
Gambar 7
Pemantauan Kualitas Udara Dari Sumber Tidak Bergerak PT. Naga Mas
Hasil atas kegiatan tersebut yaitu data kualitas udara ambien dalam ruangan, luar ruangan dan emisi sumber tidak bergerak pada titik pantau telah seluruhnya digunakan sebagai bahan masukan kebijakan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan.
(3). Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 207.777.300,00 atau 83,11% dari anggaran Rp 250.000.000,00 dengan keluaran berupa :
65 (enam puluh lima) orang perwakilan pengelola hotel dan apartemen atau 100% dari target telah mendapat sosialisasi izin lingkungan dan pembinaan implementasi dokumen lingkungan untuk kegiatan hotel dan apartemen.
III-29
Gambar 8
Sosialisasi Izin Lingkungan dan Efektifitas Penegakan Hukum Lingkungan Bagi Dunia Usaha
75 (tujuh puluh lima) orang perwakilan pelaku usaha bidang industri, rumah sakit dan lain-lain atau 100% dari target telah mendapat sosialisasi izin lingkungan dan pembinaan implementasi dokumen lingkungan untuk kegiatan dan usaha bidang industri, rumah sakit dan lain-lain.
150 kegiatan/usaha atau 100% dari target telah mendapat pembinaan dan pengawasan kebijakan bidang lingkungan hidup.
Hasil atas kegiatan ini yaitu meningkatnya pelaku usaha yang mentaati ketentuan-ketentuan pengelolaan lingkungan hidup.
(4). Pengelolaan B3 dan Limbah B3.
Realisasi biaya dalam rangka pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu sebesar Rp 409.075.900,00 atau 64,42% dari anggaran Rp 635.000.000,00 dengan keluaran terdiri dari :
1 (satu) dokumen kajian tentang kualitas tanah atau 100% dari target. 1 (satu) dokumen kajian tentang pengaruh dampak limbah B3
terhadap lingkungan atau 100% dari target.
1 (satu) dokumen Raperwal tentang Pengelolaan Limbah B3 atau 100% dari target.
Hasil atas kegiatan tersebut :
III-30
sebagai bahan masukan kebijakan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan tahun 2015 atau 100% dari target.
1 (satu) dokumen kajian tentang pengaruh dampak limbah B3 terhadap lingkungan telah dimanfaatkan sebagai bahan masukan kebijakan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan tahun 2015 atau 100% dari target.
1 (satu) dokumen Raperwal tentang Pengelolaan Limbah B3 telah dimanfaatkan sebagai bahan masukan penyusunan Peraturan Walikota tentang Pengelolaan Limbah B3 dalam tahun 2015 atau 100% dari target.
(5). Pengkajian Dampak Lingkungan
Realisasi biaya dalam rangka pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu sebesar Rp 229.119.400,00 atau 91,65% dari anggaran Rp 250.000.000,00 dengan keluaran berupa :
1 (satu) dokumen KLHS terhadap masterplan persampahan Kota Bandung atau 100% dari target.
1 (satu) dokumen potensi ekonomi usaha berbasis sampah atau 100% dari target.
1 (satu) dokumen potensi pengembangan Biodigister atau 100% dari target.
Hasil atas kegiatan ini yaitu dokumen KLHS terhadap masterplan persampahan telah 100% dimanfaatkan sebagai bahan masukan untuk penyusunan kebijakan program pengelolaan sampah. Dokumen potensi pengembangan Biodigister telah 100% dimanfaatkan sebagai bahan masukan penyusunan kebijakan program pengembangan biodigester di Kota Bandung, dan dokumen potensi ekonomi usaha berbasis sampah telah 100% dimanfaatkan sebagai bahan masukan penyusunan kebijakan sistem pengelolaan sampah berbasis ecopreneur dalam rangka terwujudnya Tamansari Eco Village.
(6). Peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper).
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 262.729.900,00 atau 87,58% dari anggaran Rp 300.000.000,00 dengan keluaran berupa 10
III-31
(sepuluh) perusahaan yang beroperasi di Kota Bandung telah dilakukan penilaian peringkat kinerja perusahaannya atau 100% dari target. Hasil atas kegiatan tersebut yaitu perusahaan yang memperoleh proper emas sebanyak 1 (satu) perusahaan yaitu PT. Biofarma, proper hijau sebanyak 3 (tiga) perusahaan yaitu PT. Pindad, PT. Pertamina Ujungberung, PT. Pertamina Husein Sastranegara, sedangkan proper biru diraih oleh 6 (enam) perusahaan yaitu PT. Kimia Farma, PT. Grantex, PT. Tanabe, PT. Nikatsu Elektronik, RS Borromeous dan RSUP Hasan Sadikin.
(7). Koordinasi Pengelolaan Prokasih/ Superkasih.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 549.845.100,00 atau 78,55% dari anggaran Rp 700.000.000,00 dengan keluaran terdiri dari :
Data kualitas air 46 sungai prokasih atau 100% dari target.
Data kualitas limbah cair dari 40 sumber pencemar atau 100% dari target.
1 (satu) dokumen kajian tentang beban pencemar Sungai Cikapundung atau 100% dari target.
Tabel 6
III-33
Hasil atas kegiatan ini yaitu data kualitas air sungai prokasih dan kualitas limbah cair dari 40 sumber pencemar serta dokumen kajian tentang beban pencemar Sungai Cikapundung telah 100% dimanfaatkan sebagai bahan masukan kebijakan program pengendalian pencemaran air di Kota Bandung.
(8). Pengembangan Produksi Ramah Lingkungan.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 372.440.990,00 atau 65,57% dari anggaran Rp 568.000.000,00 dengan keluaran berupa kampanye lingkungan mengenai Peraturan Daerah Kota Bandung No. 17 Tahun 2013 tentang Penggunaan Kantong Plastik Ramah Lingkungan di 3 (tiga) mall di Kota Bandung yaitu Istana Plaza, Trans Studio Mall dan Cihampelas Walk.
Hasil atas kegiatan tersebut yaitu :
Di Istana Plaza, tenant yang masih menggunakan kantong plastik konvensional adalah 70,6%;
Di Cihampelas Walk, tenant yang masih menggunakan kantong plastik konvensional adalah 71,2%;
Di Trans Studio Mall, tenant yang masih menggunakan kantong plastik konvensional adalah 78,3%.
(9). Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 293.276.362,00 atau 97,76% dari anggaran Rp 300.000.000,00 dengan keluaran berupa :
1 (satu) dokumen Rancangan Peraturan Walikota Bandung tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan Akibat Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup atau 100% dari target.
1 (satu) dokumen Rancangan Peraturan Walikota Bandung tentang Tata Cara Penerapan Sanksi Administratif di Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup atau 100% dari target.
Hasil atas kegiatan ini yaitu Rancangan Peraturan Walikota Bandung tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan Akibat Dugaan
III-34
Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup dan Rancangan Peraturan Walikota Bandung tentang Tata Cara Penerapan Sanksi Administratif di Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah diserahkan kepada Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bandung untuk diproses menjadi Peraturan Walikota.
(10). Koordinasi Penyusunan Amdal.
Realisasi biaya dalam rangka pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu sebesar Rp 488.349.548,00 atau 88,79% dari anggaran Rp 550.000.000,00 dengan keluaran terdiri dari :
100 peserta meliputi 14 SKPD anggota komisi Penilai AMDAL dan perwakilan asosiasi kegiatan/usaha serta pelaku usaha/kegiatan di Kota Bandung atau 100% dari target telah mendapatkan sosialisasi mekanisme izin lingkungan, dan mekanisme penegakan hukum lingkungan bagi dunia usaha.
30 orang pimpinan dan anggota Komisi Penilai Amdal (KPA) atau 100% dari target telah mendapat bimtek penilaian Amdal.
1 (satu) aplikasi website atau 100% dari target. Hasil atas kegiatan tersebut yaitu :
40 orang anggota KPA peserta sosialisasi atau 100% dari target telah dapat melakukan penilaian Amdal sesuai ketentuan.
60 orang pelaku usaha/kegiatan telah memahami mekanisme izin lingkungan, dan mekanisme penegakan hukum lingkungan bagi dunia usaha.
Aplikasi website telah 100% dimanfaatkan dalam operasional website BPLH Kota Bandung.
(11). Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan Hidup.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 242.823.500,00 atau 97,13% dari anggaran Rp 250.000.000,00 dengan keluaran berupa 12 (duabelas) kasus permasalahan lingkungan yang berasal dari pengaduan masyarakat terkait permasalahan lingkungan telah ditangani atau 100% dari target.
III-35
Hasil atas kegiatan ini yaitu kasus permasalahan lingkungan yang berasal dari pengaduan masyarakat telah 100% dapat diselesaikan permasalahannya.
(12). Gerakan Penghijauan.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 295.423.750,00 atau 98,47% dari anggaran Rp 300.000.000,00 dengan keluaran berupa 830 bibit tanaman produktif atau 100% dari target, dan 400 buku “Pohon di Taman Kota Bandung” atau 100% dari target. Bibit tanaman produktif tersebut terdiri dari 450 bibit pohon manga dan 250 bibit rumpun bambu Jepang.
Gambar 9
Pengadaan Bibit Tanaman Produktif Tahun 2014
Hasil atas kegiatan ini yaitu gerakan penghijauan di 3 (tiga) kecamatan telah meningkat atau 100% dari target. Ketiga kecamatan yang gerakan penghijauannya meningkat tersebut terdiri dari Kecamatan Arcamanik; Kecamatan Panyileukan dan Kecamatan Cibiru.
III-36
Gambar 10
Distribusi Bibit Tanaman Produktif Tahun 2014
(13). Perencanaan Sistem Air Limbah dan Sanitasi di Sempadan Sungai Utama Kota Bandung.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 157.279.800,00 atau 31,46% dari anggaran Rp 500.000.000,00 dengan keluaran berupa laporan Koordinasi Sistem pengelolaan Air Limbah dan Sanitasi di Kota Bandung dengan stakeholder penyedia sarana sanitasi, SKPD, sekolah dan komunitas, serta dokumen kajian Inventarisasi dan identifikasi kondisi sanitasi di sempadan sungai. Akan tetapi Belanja Bahan Percontohan pembuatan IPAL mengalami gagal lelang karena tidak ada peminat pada batas waktu yang telah ditentukan.
Hasil atas kegiatan ini yaitu peningkatan kebersihan sungai, melalui kegiatan kolaborasi antar berbagai elemen.
(14). Peningkatan Sarana dan Prasarana Bidang Lingkungan Hidup (DAK dan Pendamping DAK)
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 1.345.389.000,00 atau 87,99% dari anggaran DAK sebesar Rp 1.528.980.000,00 dan sebesar Rp 242.990.140,00 atau 81,00% dari anggaran pendamping DAK Rp 300.000.000,00 dengan keluaran berupa 75 unit Gerobak Sampah, 100 set
III-37
Tempat Sampah, 60 unit Komposter dan 25 unit Hidroponik, 3 unit mesin pencacah sampah, 2 unit mesin pengepres sampah plastik, 2 unit mesin pencuci kresek, penataan di 3 TPS, bantuan gudang bank sampah, dan bibi tanaman hisan pelindung serta produktif.
Hasil atas kegiatan ini yaitu .meningkatnya pengangkutan dan pengolahan sampah dari mulai sumber timbulan yaitu rumah tangga sampai ke TPS. 3). Capaian kinerja kegiatan dari lingkup Program Peningkatan Kualitas dan Akses
Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup dapat diikhtisarkan sebagai berikut :
(1). Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan
Realisasi biaya yang diserap untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 645.931.300,00 atau 96,41% dari anggaran sebesar Rp 670.000.000,00.
Hasil atas kegiatan ini yaitu :
- Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kota Bandung Tahun 2014;
- Edukasi Masyarakat di Bidang Lingkungan Hidup, berupa kegiatan Workshop Penerapan Eco Office Pada SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Dihadiri oleh perwakilan SKPD, Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bandung;
- Pembuatan Iklan tentang Perubahan Iklim dan penayangannya di 3 (tiga) stasiun TV (TVRI Bandung, Bandung TV dan PJTV).
(2). Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 194.338.398,00 atau 64,78% dari anggaran Rp 300.000.000,00 dengan keluaran berupa tersusunnya 1 dokumen SLHD Kota Bandung tahun 2014 dan terupdatenya informasi kegiatan BPLH dalam website www. BPLH.go.Id termasuk masukan dan saran dari masyarakat berkaitan dengan kegiatan BPLH Kota Bandung dan 1 (satu) dokumen Laporan Penerapan SPM Bidang Lingkungan Hidup Kota Bandung Tahun 2014.
Realisasi hasil atas kegiatan ini adalah informasi mengenai lingkungan hidup Kota Bandung terkini telah diinformasikan ke ruang publik melalui 2 media yakni buku SLHD Kota Bandung 2013 dan internet di
III-38
www.bplh.go.Id atau 100% dari target yang ditetapkan.
(3). Peningkatan Kapasitas Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL).
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 700.631.518,00 atau 82,43% dari anggaran Rp 850.000.000,00 dengan keluaran berupa 25 sekolah telah diberikan sosialisasi, workshop dan pembinaan peningkatan kapasitas sekolah berbudaya lingkungan.
Realisasi hasil atas kegiatan tersebut yaitu 25 sekolah telah meningkat kapasitas kebersihan lingkungannya atau 250% dari target. Hal ini ditandai dengan diperolehnya predikat Sekolah Berbudaya Lingungan/Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat dan Nasional.
(4). Penyelenggaraan Air Quality Monitoring System (AQMS)
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 0,00 atau 0% dari anggaran Rp 98.000.000,00 dengan keluaran nihil dari yang seharusnya berupa 1 (satu) dokumen kualitas udara harian dari peralatan AQMS atau
III-39
0% dari target. Hal ini disebabkan belum adanya kepastian kepemilikan atas peralatan AQMS sehingga kegiatan tidak dapat dibiayai.
Hasil atas kegiatan tersebut yaitu nihil karena dokumen kualitas udara harian yang berasal dari peralatan AQMS belum tersedia.
4). Capaian kinerja kegiatan dari lingkup Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Energi dapat diikhtisarkan sebagai berikut :
(1). Inventarisasi, Identifikasi Data Pengelolaan Energi
Realisasi biaya yang diserap untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 243.082.950,00 atau 97,23% dari anggaran sebesar Rp 250.000.000,00 dengan keluaran berupa 1 (satu) dokumen ratio elektrifikasi (RE) Kota Bandung atau 100% dari target, kampanye penghemat energi melalui peringatan hari energi dan earth hour dan Inventarisasi dan pemantauan audit energi bangunan dan gedung perkantoran di Kota Bandung.
Hasil atas kegiatan tersebut yaitu sebagai bahan dalam pengelolaan kebijakan energi antara lain penghematan energi listrik dan petunjuk teknis pelaksanaan audit energi bangunan.
(2). Kebijakan Pengelolaan Energi
Realisasi biaya yang diserap untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 1.486.402.150,00 atau 94,98% dari anggaran sebesar Rp 1.565.000.000,00 dengan keluaran berupa percontohan biodigester sebanyak 14 unit atau 100% dari target.
Hasil atas kegiatan tersebut yaitu terkelolanya sampah organik sebanyak 3.000 kg/hari atau setara dengan 3 ton/hari.
(3). Kajian Energi Listrik Non PLN di Kota Bandung
Realisasi biaya yang diserap untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 536.932.350,00 atau 99,04% dari anggaran sebesar Rp 542.125.000,00 dengan keluaran berupa Kajian pembangkit listrik tenaga Biomassa, Pembuatan percontohan penerangan jalan tenaga surya (PLTS), dan laporan pelaksanaan sosialisasi tentang energi baru terbarukan atau 100% dari target.
III-40
Hasil atas kegiatan tersebut yaitu adanya sutau model dalam pengembangan energi baru terbarukan, serta meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai energi baru terbarukan dalam rangka penghematan dan substitusi energi.
Pencapaian sasaran : Meningkatnya Pengelolaan Sampah Perkotaan
Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan adalah sebesar 74,33%.
Tingkat capaian sasaran strategis sebesar 74,33% diindikasikan dari realisasi atas pencapaian kinerja 3 (tiga) indikator
berikut ini :
Cakupan sampah yang dikelola secara landfill sebesar 69,00% atau 100% dari target sebesar 69,00%. Angka realisasi ini apabila dibandingkan dengan realisasi tahun
2013 mengalami penurunan sebesar 1,00% yakni dari semula 70,00% menjadi 69,00%. Penurunan tersebut bukan dalam arti negatif, karena direncanakan bahwa pengelolaan sampah untuk tahun-tahun mendatang lebih diarahkan kepada 3R dan dikonversi menjadi energi dengan teknologi yang ramah lingkungan, sehingga mengurangi beban sampah Kota Bandung yang harus diangkut dan dikelola secara landfill di TPA. Angka realisasi tersebut apabila dibandingkan dengan target RPJMD Pemerintah Kota Bandung Tahun 2014 maka
sama besar atau 100% dari target, sedangkan apabila dibandingkan dengan realisasi capaian SKPD penanggung jawab urusan wajib lingkungan hidup di Jawa Barat lainnya belum dapat diperbandingkan karena belum diperoleh datanya.
Cakupan sampah yang dikelola dengan pola 3R dalam tahun 2014 adalah sebanyak 18,00% dari target sebesar 18,00%. Angka realisasi ini jika
III-41
dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 2,00% yakni dari semula 16,00% menjadi 18,00%. Peningkatan tersebut disebabkan didorong oleh adanya kegiatan Bank Sampah lebih kurang 110 unit dan pengelolaan sampah dari mulai sumber timbulan yaitu rumah tangga dengan menggunakan komposter dan takakura. Pada tahun 2014 pun terdapat 6 Model Kawasan Bebas Sampah (KBS) dengan aktifitas pengelolaan sampah 3R
antara lain pengomposan, Bank Sampah, aktifasi lubang biopori dengan sampah organik, serta lainnya. Angka realisasi tersebut apabila dibandingkan dengan target RPJMD Pemerintah Kota Bandung Tahun 2014 sama besar atau 100% dari target,
sedangkan apabila dibandingkan dengan realisasi capaian SKPD penanggung jawab urusan wajib lingkungan hidup di Jawa Barat lainnya belum dapat diperbandingkan karena belum diperoleh datanya.
Cakupan sampah yang dikonversi menjadi energi dengan teknologi ramah lingkungan dalam tahun 2014 adalah 0,23% dari target sebesar 1,00%. Angka realisasi ini belum dapat dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 karena baru direncanakan untuk dicapai dan dilakukan pengukuran. Angka realisasi cakupan sampah yang dikonversi menjadi energi dengan teknologi ramah lingkungan tahun 2014 sebesar 0,23% apabila dibandingkan dengan target RPJMD Pemerintah Kota Bandung Tahun 2014 sebesar 1,00% maka lebih kecil sebesar 0,67 atau 23% dari target, sedangkan apabila dibandingkan dengan realisasi capaian SKPD penanggung jawab urusan wajib lingkungan hidup di Jawa Barat lainnya belum dapat diperbandingkan karena belum diperoleh datanya.
III-42
1). Capaian kinerja kegiatan dari lingkup Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan :
(1). Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaaan Persampahan
Realisasi biaya kegiatan ini adalah sebesar Rp 5.524.294.180,00 atau 99,54% dari anggaran sebesar Rp 5.550.000.000,00 dengan keluaran terdiri dari :
28 unit gerobak sampah atau 100% dari target. 3 (tiga) unit TPS baru atau 100% dari target.
132 (seratus tigapuluh dua) unit motor sampah atau 100% dari target. Hasil atas kegiatan adalah dari ketiga keluaran tersebut diatas telah dimanfaatkan untuk menunjang pengangkutan sampah dari sumber sampah menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di Kota Bandung.
(2). Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan
Realisasi biaya kegiatan ini adalah sebesar Rp 0,00 atau 0% dari anggaran Rp 470.000.000,00 dengan keluarannya nihil, dikarenakan tidak dilakukan kegiatan Pengawasan Pembangunan Infrastruktur Pengelolaan Sampah atau 100% dari target.
Hasil atas kegiatan ini belum dapat terwujud dikarenakan masih ada kendala yaitu belum jelasnya keberlanjutan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah.
(3). Bimbingan Teknis Persampahan.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah Rp 275.052.250,00 atau 74,34% dari anggaran Rp 370.000.000,00 dengan keluaran berupa laporan pelaksanaan bimbingan teknis kepada 200 (seratus) orang penggiat Bank Sampah atau 100 % dari target.
Hasil atas kegiatan tersebut yaitu terbentuknya 30 (tiga puluh) unit Bank Sampah skala kelurahan atau 100% dari target.
III-43
(4). Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan. Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 1.187.118.590,00 atau 94,97% dari anggaran Rp 1.250.000.000,00 dengan keluaran berupa 30 (tiga puluh) Rukun Warga dari 6 (enam) kelurahan telah mendapatkan sosialisasi pengelolaan sampah skala Rukun Warga atau 100% dari target. Hasil atas kegiatan ini yaitu 6 (enam) RW atau 100 % dari target telah berperan serta dalam meningkatkan kebersihan lingkungannya masing-masing.
Pencapaian sasaran : Terjaganya Kelestarian dan Fungsi Lingkungan
Hidup adalah sebesar 100,00%.
Tingkat capaian sasaran strategis sebesar 50,00% diindikasikan dari realisasi atas pencapaian kinerja 2 (dua) indikator berikut ini :
Realisasi tingkat Muka Air Tanah (MAT) dalam tahun 2014 setinggi minus 31,30 meter atau 100% dari target setinggi minus 31,30 meter. Angka realisasi ini apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 mengalami kenaikan setinggi 0,03 meter yakni dari
semula minus 31,33 meter menjadi minus 31,30 meter. Kenaikan tersebut antara lain disebabkan antara lain telah dilakukannya penanaman pohon, penambahan sumur resapan dan lubang resapan biopori serta pengendalian penggunaan air tanah di Kota Bandung. Angka realisasi tersebut apabila dibandingkan dengan target RPJMD Pemerintah Kota Bandung Tahun 2014 maka sama besar atau 100% dari target tingkat Muka Air Tanah (MAT) minus 31,30 meter, sedangkan apabila dibandingkan dengan realisasi capaian SKPD penanggung jawab urusan wajib lingkungan hidup di Jawa Barat lainnya belum dapat diperbandingkan karena belum diperoleh datanya.
Realisasi mata air yang telah terlindungi pada tahun 2014 adalah 5 titik mata air atau 20% dari target 25 (lima) titik mata air. Ke-5 titik mata air tersebut
III-44
yaitu: mata air Cisero, Cikondang, Pasantren I, Pasantren II, dan Seke Kaler. Lokasi mata air tersebut berada di wilayah Kecamatan Cibeunying Kaler, dimana kegiatan yang dilakukan antara lain penghijauan di sekitar mata air dalam rangka menambah penyerapan air, perlindungan terhadap kondisi fisik mata air, pengendalian pemanfaatan mata air oleh penduduk sekitar, sosialisasi mengenai pentingnya keberadaan mata air sebagai cadangan sumber air tanah. Kegiatan yang dilakukan berkolaborasi dengan masyarakat dalam suatu kegiatan Jaga Seke. Angka realisasi ini jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 yaitu 1 titik mata air maka mengalami kenaikan yang sangat signifikan yaitu 4 titik atau 400%.
Angka realisasi tersebut apabila dibandingkan dengan target RPJMD Pemerintah Kota Bandung Tahun 2014 maka sama besar atau 100% dari target, sedangkan apabila dibandingkan dengan realisasi capaian SKPD penanggung jawab urusan wajib lingkungan hidup di Jawa Barat lainnya belum dapat diperbandingkan karena belum diperoleh datanya.
Pencapaian sasaran Terjaganya sumber daya air secara berkelanjutan dalam tahun 2013 ini dilakukan melalui pelaksanaan 2 program kerja yakni program perlindungan dan konservasi sumber daya alam yang diimplementasikan dalam 4 kegiatan, dan program pengelolaan bidang air tanah yang diimplementasikan dalam 1 kegiatan. 1). Capaian kinerja kegiatan dari lingkup Program Perlindungan dan Konservasi
Sumber Daya Alam dapat diikhtisarkan sebagai berikut :
(1). Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumber-Sumber Air.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah
sebesar Rp
348.682.610,00 atau 87,17% dari anggaran Rp 400.000.000,00 dengan keluaran berupa terdiri dari :
III-45
2 (dua) unit sumur resapan dalam atau 100% dari target.
250 (dua ratus lima puluh) bibit tanaman penghijauan atau 100% dari target.
500 (lima ratus) unit alat biopori. Hasil atas kegiatan ini yaitu :
Bertambahnya cadangan air tanah dangkal, dengan indikator meningkatnya level muka air tanah;
Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam konservasi sumber daya air.
(2). Pengendalian Dampak Perubahan Iklim.
Realisasi biaya dalam rangka pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu sebesar Rp 652.788.400,00 atau 75,73% dari anggaran Rp 862.000.000,00 dengan keluaran berupa :
Kajian Penyusunan Inventarisasi dan Strategi Pengendalian Bahan Perusak Ozon (BPO) di Kota Bandung;
Monitoring Penerapan Eco Office pada 72 SKPD di Kota Bandung; Rencana Aksi Daerah dalam Menghadapi Perubahan Iklim;
Pembelian bibit tanaman produktif (260 pohon lengkeng,260 pohon mangga, 282 pohon matoa).
Hasil atas kegiatan ini yaitu :
Dapat terhitungnya penurunan gas penyebab efek rumah kaca yaitu 6,38 % dari target penurunan per tahun 2 %;
Adanya bahan kebijakan dalam Aksi Penurunan Gas Penyebab Efek Rumah Kaca;
Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam adaptasi terhadap perubahan iklim dan upaya penurunan Gas Penyebab Efek Rumah Kaca.
(3). Peningkatan Konservasi Daerah Tangkapan Air dan Sumber - Sumber Air. Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 311.426.098,00 atau 98,55% dari anggaran Rp 316.000.000,00 dengan keluaran berupa terbangunnya 15 (lima belas) unit sumur resapan dangkal atau 100% dari
III-46
target, 45 (empat puluh lima) unit alat biopori atau 100% dari target dan 1.725 (seribu tujuh ratus dua puluh lima) bibit tanaman produktif. Kelima belas unit sumur resapan dangkal tersebut terletak di Kecamatan Cibiru sebanyak 6 unit, Kecamatan Andir sebanyak 3 unit, Kecamatan Regol sebanyak 3 unit, dan Kecamatan Bojongloa Kidul sebanyak 3 unit, sedangkan 1.725 bibit tanaman produktif dimaksud terdiri dari 550 bibit pohon rambutan, 500 bibit pohon matoa (rambutan irian) dan 692 bibit pohon mangga.
Hasil atas kegiatan ini yaitu kelima belas unit sumur resapan dangkal yang dibangun tersebut telah dimanfaatkan 100% dari target telah dimanfaatkan sebagai daerah tangkapan air, sedangkan empat puluh lima unit alat bio pori telah dimanfaatkan seluruhnya atau 100% dari target.
(4). Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Sumber Daya Air
Realisasi biaya untuk kegiatan ini adalah Rp 601.674.000,00 atau 85,95% dari anggaran Rp 700.000.000,00 dengan keluaran terdiri dari :
Monitoring Sumur produksi dan pencatatan volume air tanah; Input data Nilai Perolehan Air (NPA);
Penyusunan kajian inventarisasi dan pendataan pengguna air tanah; Kampanye melalui leaflet, brosur, banner dll.
Hasil atas kegiatan ini yaitu tertib pemanfaatan air tanah dalam rangka konservasi air tanah, dengan indikator meningkatnya level muka air tanah. (5). Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem.
Realisasi biaya untuk kegiatan tersebut adalah sebesar Rp 219.005.750,00 atau 99,55% dari anggaran Rp 220.000.000,00 dengan keluaran berupa tersusunya profil keanekaragaman hayati dan ekosistem 16 kecamatan tahun 2014 atau 100% dari target, dan 12 bulan pemeliharaan tanaman penghijauan di Green House BPLH Kota Bandung atau 100% dari target. Hasil atas kegiatan tersebut yaitu profil keanekaragaman hayati dan ekosistem 16 kecamatan tahun 2014 telah dimanfaatkan sebagai bahan masukan kebijakan perlindungan dan konservasi sumber daya alam tahun 2015.
III-47
(6). Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Perlindungan dan Konservasi SDA.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini yaitu sebesar Rp 791.041.610,00 atau 87,89% dari anggaran sebesar Rp 900.000.000,00 dengan keluaran terdiri dari :
1 (satu) unit sumur ASR atau 100% dari target.
20 (dua puluh) unit sumur resapan dangkal atau 100% dari target. 1 (satu) unit sumur resapan dalam atau 100% dari target
250 (dua ratus lima puluh) bibit tanaman penghijauan atau 100% dari target.
500 (lima ratus) unit alat bio pori atau 100% dari target. Hasil atas kegiatan ini yaitu :
Bertambahnya cadangan air tanah dangkal, dengan indikator meningkatnya level muka air tanah;
Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam konservasi sumber daya air.
(7). Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Realisasi biaya untuk kegiatan ini yaitu sebesar Rp 2.648.591.550,00 atau 94,59% dari anggaran sebesar Rp 2.800.000.000,00 dengan keluaran berupa :
Pengadaan dan pemasangan Automatic Meter Reading (AMR); Sosialisasi pengunaan alat AMR;
Upgrade/maintenance alat AMR..
Hasil atas kegiatan ini yaitu tertib pemanfaatan air tanah dalam rangka konservasi air tanah, dengan indikator meningkatnya level muka air tanah. (8). Inventarisasi Komunitas Burung
Realisasi biaya untuk kegiatan ini yaitu sebesar Rp 193.596.700,00 atau 96,80% dari anggaran sebesar Rp 200.000.000,00 dengan keluaran berupa:
Penyusunan kajian peningkatan kuantitas dan kualitas habitat fauna khas Kota Bandung;
III-48
Sosialisasi pengenalan flora dan fauna khas Kota Bandung ke siswa sekolah lanjutan atas.
Hasil atas kegiatan ini sebagai bahan dalam rangka pelaksanaan kebijakan pengelolaan keanekaragaman hayati di Kota Bandung, khususnya untuk flora dan fauna khas Kota Bandung.
2). Capaian kinerja kegiatan dari lingkup Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam dapat diikhtisarkan sebagai berikut :
(1). Perencanaan dan Penyusunan Program Pembangunan Pengendalian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.
Realisasi biaya untuk kegiatan ini yaitu sebesar Rp 450.637.224,00 atau 90,13% dari anggaran sebesar Rp 500.000.000,00 dengan keluaran berupa tersusunnya 1 (satu) dokumen kajian “Resiko Terhadap Perubahan Iklim” atau 100% dari target, 1 (satu) dokumen kajian “Pohon Sebagai Cadangan Carbon di Kota Bandung” atau 100% dari target, dan 231 (dua ratus tiga puluh satu) bibit tanaman pelindung.
Hasil atas kegiatan ini yaitu dua dokumen kajian tersebut telah dimanfaatkan sebagai masukan pelaksanaan aksi daerah dalam adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Adapun bibit tanaman pelindung dimaksud telah dimanfaatkan untuk penghijauan Ruang Terbuka Hijau di 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Cibiru dan Kecamatan Bojongloa Kidul. (2). Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam rehabilitasi dan pemulihan
cadangan SDA
Realisasi biaya untuk kegiatan ini yaitu sebesar Rp 909.052.300,00 atau 95,69% dari anggaran sebesar Rp 1.000.000.000,00 dengan keluaran terdiri dari :
Pelaksanaan community development;
Pembuatan sumber air bersih, sumur resapan dan sistem pengolahan air bersih.
Hasil atas kegiatan ini yaitu bertambahnya sarana dan prasarana air bersih untuk masyarakat dan meningkatnya peran serta masyarakat dalam
III-49
E.
Akuntabilitas Keuangan Tahun 2014
Total anggaran BPLH Kota Bandung pada Tahun 2014 sebesar Rp. 38.938.980.000,- (tiga puluh delapan milyar sembilan ratus tiga puluh delapan juta sembilan ratus delapan puluh ribu rupiah) terdiri dari :
Belanja tidak langsung : Rp. 4.850.000.000,- (empat milyar delapan ratus lima puluh juta rupiah)
Belanja langsung : Rp. 34.088.980.000,- (tiga puluh empat milyar delapan puluh delapan juta sembilan ratus delapan puluh ribu rupiah)
Jumlah program non urusan sebanyak 5 program dan 22 kegiatan
Jumlah program urusan wajib lingkungan hidup sebanyak 8 program dan 40 kegiatan
Realisasi anggaran belanja langsung sebesar Rp. 28.811.264.159,- (dua puluh delapan milyar delapan ratus sebelas juta dua ratus enam puluh empat ribu seratus lima puluh sembilan rupiah) atau 84,52 % dari total anggaran belanja langsung.
Dalam rangka evaluasi efektifitas dan efisiensi capaian kinerja dengan penyerapan anggaran BPLH Kota Bandung Tahun 2014 maka dilakukan analisis perbandingan sebagaimana matriks berikut :
III-50
MATRIKS PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA DENGAN PENYERAPAN ANGGARAN PER SASARAN BPLH KOTA BANDUNG TAHUN 2014
No Sasaran Kinerja
Indikator
Kinerja Satuan
Capaian Kinerja Penyerapan Anggaran
Target Realisasi Persentase (%) Program/Kegiatan Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 Terjaganya kualitas lingkungan sehingga tetap memenuhi baku mutu lingkungan Tingkat kualitas udara ambien titik pantau memenuhi baku mutu Persentase 50 % titik pantau 96 % 192 % 1. Program Peningkatan Pengendalian Polusi Udara; 2. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan LH; 3. Program Perlindungan dan Konservasi SDA; 4. Program Rehabilitasi
dan Pemulihan
Cadangan SDA;
5. Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi SDA dan LH; 6. Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Energi. 300.000.000 6.058.500.000 862.000.000 500.000.000 1.820.000.000 792.125.000 274.562.500 4.275.385.525 652.788.400 450.637.224 1.540.901.216 780.015.300 91,52 % 70,57 % 75,73 % 90,13 % 84,66 % 98,47 % Tingkat emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menurun Persentase 2 % 6,38 % 319 % Jumlah sungai utama kualitas airnya memenuhi status mutu kelas IV golongan B Persentase 17 % dari 16 sungai utama 0 % 0 %
III-51
No Sasaran Kinerja
Indikator
Kinerja Satuan
Capaian Kinerja Penyerapan Anggaran
Target Realisasi Persentase (%) Program/Kegiatan Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2 Meningkat-nya pengelolaan sampah perkotaan berbasis teknologi ramah lingkungan Cakupan sampah yang dikelola secara Landfill Persentase 69 % 69 % 100 % 1. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan; 2. Program pengendalian pencemaran dan perusakan LH; 3. Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Energi. 7.640.000.000 1.828.980.000 1.565.000.000 6.986.465.020 1.588.379.140 1.486.402.150 91,45 % 86,85 % 94,98 % Cakupan sampah yang dikelola dengan pola 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Persentase 18 % 18 % 100 % Cakupan sampah dikonversi menjadi energi dengan teknologi ramah lingkungan Persentase 2 % 0,23 % 23 %
III-52
No Sasaran Kinerja
Indikator
Kinerja Satuan
Capaian Kinerja Penyerapan Anggaran
Target Realisasi Persentase (%) Program/Kegiatan Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 3 Terjaganya kelestarian dan fungsi lingkungan hidup Tingkat muka air tanah (MAT) meningkat Bawah Muka Tanah (BMT) -31,30 Bawah Muka Tanah (BMT) -31,30 Bawah Muka Tanah (BMT) 100 % 1. Program Pengelolaan Bidang Air Tanah; 2. Program Perlindungan
dan Konservasi SDA; 3. Program Rehabilitasi dan Pemulihan cadangan SDA. 750.000.000 5.536.000.000 950.000.000 546.167.460 5.114.018.318 909.052.300 72,82 % 92,38 % 95,69 % Jumlah mata air yang terlindungi Persentase 20 % dari 25 titik mata air 20 % (5 titik mata air) 100 %
RATA-RATA CAPAIAN KINERJA SASARAN 3 (%) : 100 % RATA-RATA PENYERAPAN ANGGARAN (%) : 91 %
4 BPLH mendapat-kan penilaian pengelola-an keuangan dan kinerja yang wajar dan baik Persentase tertib administra-si barang/ aset daerah
Persentase 100 % 100 % 100 % 1. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.
600.000.000 527.048.748 87,84 % Persentase temuan pengelolaan anggaran dari BPK/ Inspektorat yang ditindak-lanjuti Persentase 100 % 100 % 100 %
III-53
No Sasaran Kinerja
Indikator
Kinerja Satuan
Capaian Kinerja Penyerapan Anggaran
Target Realisasi Persentase (%) Program/Kegiatan Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nilai evaluasi Akuntabili-tas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Angka 70 65,29 93,27 %
III-54
G. Strategi Pemecahan Masalah
alam tahun 2014 ini, pencapaian target-target kinerja Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung menunjukkan telah optimal meskipun dalam proses pencapaiannya masih dijumpai beberapa permasalahan dan hambatan seperti :
Perilaku pelaku usaha dan masyarakat dalam membuang limbah industri dan rumah tangga masih belum mengindahkan aturan yang berlaku sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan.
Penyelenggaraan kegiatan usaha masih banyak yang belum memenuhi persyaratan baik administrasi maupun teknis lingkungan.
Sumber daya organisasi baik yang berupa SDM maupun dana belum dapat memenuhi kebutuhan penyelenggaraan urusan/kewenangan bidang lingkungan. Agar terdapat peningkatan kinerja dan akuntabiltas kantor perlu adanya strategi pemecahan masalah untuk mengatasi permasalahan dan hambatan seperti yang dikemukakan diatas. Strategi tersebut antara lain :
Meningkatkan upaya-upaya yang bersifat peningkatan pemahaman dan kesadaran pelaku usaha dan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi maupun desiminasi.
Meningkatkan pengawasan baik yang bersifat pengendalian maupun monitoring penyelenggaraan kegiatan usaha.
Mengupayakan peningkatan kualitas SDM organisasi maupun pendanaan melalui pengiriman pegawai dalam kegiatan bimbingan teknis maupun pelatihan.