• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI DAN METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MATERI DAN METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MATERI DAN METODE PENELITIAN

Materi

Bahan eksperimen untuk video instruksional dan demonstrasi cara berupa materi tentang pesan pengendalian hama Penggerak Buah Kakao (PBK) yang teridiri dari : permasalahan hama buah kakao, ciri-ciri hama PBK, petunjuk penggunaan pupuk dan cara pengendalian hama PBK.

Materi Video Instruksional

Materi video instruksional, di kemas dalam campact disc (CD) standar. Materi didesain menggunakan format kronologis, metode ceramah oleh presenter (Koordinator PPL Salahutu) yang dibantu dengan bahan peraga, alat peraga, dan peraga. Materi tersebut disusun dalam bentuk naskah (shoting script) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pengambilan gambar dilakukan di areal tanaman kakao milik petani yang berlokasi di Desa Tulehu Kecamatan Salahutu Maluku Tengah, menggunakan kamera produksi standar. Penyuntingan gambar menggunakan personal komputer (PC) dan software video editing standar adobe premier

pro 6.5.

Instrumen (alat bantu) eksperimen menggunakan compact disc player dan televisi 20 inci. Selengkapnya materi video instruksional dalam bentuk naskah dan kemasan compact disc pada lampiran 2.

Materi Demonstrasi Cara

Demonstrasi cara adalah metode/cara penyampaian informasi oleh presenter, dimana presenter merupakan titik sentral dan dibantu alat peraga, dan petani sebagai audiensnya. Metode ini seringkali digunakan untuk memperagakan inovasi pertanian sebagai proyek percontohan.

Materi demonstrasi cara disiapkan dalam bentuk naskah, yang disampaikan oleh presenter (Koordinator PPL Maluku Tengah) yang dibantu dengan bahan peraga, alat peraga, dan peraga. Selengkapnya naskah demonstrasi cara pada lampiran 3.

(2)

Metode Penelitian

Lokasi

Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Amahai Maluku Tengah Provinsi Maluku. Pemilihan lokasi atas dasar pertimbangan bahwa lokasi tersebut mudah dijangkau, kondisi sosial ekonomi cukup baik, potensi kakao cukup memadai dan fasilitas penunjang cukup tersedia. Lama waktu adalah tiga (3) bulan terhitung dari bulan Juni sampai dengan Agustus tahun 2005.

Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experimental, dimana target populasinya adalah para petani kakao di Kabupaten Maluku Tengah. Pemilihan desain ini atas pertimbangan jumlah populasi target (petani kakao), penyesuaian dengan metode penyuluhan yang diterapkan selama ini, pengontrolan terhadap beberapa peubah pengamatan, dan pemberian perlakuan (treatment) sesuai dengan kebiasaan petani dalam menerima informasi. Secara spesifik, penelitian ini menggunakan desain separate sample pretest-postest yang secara rinci digambarkan sebagai berikut (Van Dalen, 1973):

Dimana : O = Observasi/pengukuran

X1 = Perlakuan Video instruksional

X2 = Perlakuan Demonstrasi cara

R = Random/pengacakan

R : 0 0 R : 0 X1 0

(3)

Subyek dan Prosedur Penelitian

Subyek penelitian ini adalah petani kakao dalam wilayah binaan BPP Kecamatan Amahai. Subyek penelitian dipilih secara acak sebanyak 60 (enam puluh) orang. Kemudian dibagi dalam 3 (tiga) kelompok eskperimen. Masing-masing kelompok terdiri dari 20 (dua puluh) petani yaitu kelompok eksperimen (K1) diberi perlakuan keragaan video instruksional, kelompok eksperimen (K2)

diberi perlakuan keragaan demonstrasi cara, dan kelompok kontrol (K0) tanpa

perlakuan.

Prosedur eksperimen yang menggambarkan tahapan-tahapan penelitian dari awal hingga akhir adalah sebagai berikut :

1. Observasi awal terhadap petani kakao di lokasi penelitian, dimaksudkan untuk menjejagi pengetahuan mereka tentang usahatani kakao dan permasalaha n yang berkaitan dengan materi yang diperagakan. Penjejagan ini diperlukan dalam menentukan isi materi video instruksional dan demontrasi cara yang digunakan dalam penelitian.

2. Pembuatan materi video instruksional, dimulai dari pembuatan naskah

(shoting script), pengambilan gambar (shoting), dan penyuntingan gambar.

Sedangkan pembuatan materi demonstrasi cara, disiapkan dalam bentuk naskah penyuluhan.

3. Uji coba media, dimaksudkan untuk mengetahui kualitas gambar dan suara, serta materi yang di presentasekan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kekurangannya, agar dapat dilakukan perbaikan, sebelum di eksperimenkan. 4. Pengukuran awal (pre-test), untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal

subjek penelitian, dilakukan terhadap tiga kelompok petani subjek penelitian yaitu 2 kelompok eksperimen (K1 dan K2) dan 1 kelompok kontrol (K0),

dengan menggunakan kuesioner pengukur tingkat pengetahuan.

5. Tahapan perlakuan sebagai berikut : kelompok eksperimen (K1) diberi materi

melalui media video instruksional menggunakan alat bantu compact disc

player dan televisi 20 inci ; kelompok eksperimen (K2) di beri materi melalui media demonstrasi cara oleh penyuluh, di areal perkebunan kakao milik petani ; dan kelompok kontrol (K0) tidak diberi perlakuan

(4)

6. Pengukuran akhir (post-test), untuk mengetahui tingkat pengetahuan subjek penelitian (K1 dan K2) dan kelompok kontrol, setelah diberi perlakuan

materi.

7. Tahapan terakhir adalah pengumpulan data subyek penelitian (petani) kelompok eksperimen (K1), meliputi data : karakteristik personal, perilaku

komunikasi, dan persepsi tentang video instruksional.

Selengkapnya, tahapan-tahapan penelitian tersebut di atas diilustrasikan pada gambar berikut :

Pengumpulan Data

Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data-data primer dan sekunder. Data primer terdiri dari : tingkat pengetahuan petani tentang materi eksperimen, karakteristik personal, perilaku komunikasi, dan persepsi

Observasi Awal

Pembuatan Materi Penelitian

Kelompok Eksperimen (K1 dan K2) Perlakuan Kelompok Kontrol Pretest (Pengukuran Awal) K0 = Tanpa Perlakuan K1 = Materi Video Instruksional

K2 = Materi Demonstrasi Cara

Post-test (Pengukuran Akhir)

Pengumpulan Data

Karakteristik Personal , Perilaku Komunikasi, dan Persepsi

Uji Media

Gambar 2 Tahapan Penelitian

(5)

video instruksional. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi/dinas terkait. Secara rinci Tabel 1 menyajikan pengumpulan jenis data, sumber data, dan metode pengumpulan data.

Tabel 1. Jenis Data, Sumber Data, dan Metode Pengumpulan Data

Jenis Data Sumber Data Metode Pengumpulan

Data

Data Primer :

1. Pengetahuan awal (pre-test)

Responden (K1, K2, dan K0)

Pengisian daftar pertanyaan

2. Pengetahuan akhir (post-test)

Responden (K1, K2, dan K0)

Pengisian daftar pertanyaan

3. Karakteristik personal Responden (K1) Wawancara dan pengisian

daftar pertanyaan

4. Perilaku komunikasi Responden (K1) Wawancara dan pengisian

daftar pertanyaan 5. Persepsi video

instruksional

Responden (K1 dan K2)

Wawancara dan pengisian daftar pertanyaan

Data Sekunder : 1. Populasi dan

perkembangan kakao

Dinas Pertanian dan Perkebunan Maluku Tengah

Wawancara dan direktori tahun terakhir

2. Jumlah petani, penyuluh, dan kegiatan penyuluhan

Dinas Pertanian dan Perkebunan Maluku Tengah

Wawancara dan direktori tahun terakhir

3. Kependudukan, infrastruktur dan geografis

BPS Maluku Tengah Maluku Tengah dalam angka

tahun 2004 dan pengamatan lapangan

4. Kepemilikan media -media komunikasi hiburan dan informasi

Masyarakat (petani) Wawancara dan pengamatan

lapangan

Data primer dikumpulkan menggunakan dua macam daftar pertanyaan, meliputi :

1. Daftar pertanyaan untuk mengukur pengetahuan petani (tes pengetahuan), untuk pre-test dan post-test, berjumlah 32 nomor yang disusun secara terstruktur sesuai materi eksperimen, dan diberi dua pilihan jawaban benar atau salah yang disusun selang seling dengan jumlah yang seimbang.

(6)

2. Daftar pertanyaan untuk mengumpulkan data karakteristik personal dan perilaku komunikasi, disusun dalam bentuk gabungan antara pertanyaan-pertanyaan terbuka dan tertutup. Sedangkan daftar pertanyaan-pertanyaan tentang persepsi video instruksional disusun secara ordinal dengan menggunakan skala likert. Defenisi Operasional dan Pengukurannya

Secara operasional, data primer dikumpulkan berdasarkan peubah-peubah penelitian, yang didefinisikan sebagai berikut :

X1. Karakteristik personal adalah ciri-ciri khusus petani yang meliputi :

X1.1. Pendidikan adalah hasil dari kegiatan belajar di sekolah-sekolah formal

yang pernah dicapai petani, dikategorikan ke dalam : Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), dan Perguruan Tinggi, yang dinyatakan dalam satuan tahun.

X1.2. Pengalaman adalah lamanya petani berusahatani, yang dinyatakan dalam

satuan tahun ;

X1.3. Umur adalah lamanya waktu hidup yang dinyatakan dalam satuan

tahun ;

X2. Perilaku komunikasi adalah kebiasaan petani dalam memperoleh dan

menerima informasi dari berbagai sumber informasi yang tersedia, yang diukur berdasarkan lamanya :

X2.1. Menonton televisi dalam satuan jam selama satu minggu bulan

penelitian.

X2.2. Mendengar radio dalam satuan jam selama satu minggu bulan penelitian.

X2.3. Membaca koran dalam satuan jam selama satu minggu bulan penelitian.

X2.4. Kontak dengan penyuluh dalam satuan jam selama satu minggu bulan

penelitian.

X2.5. Kontak dengan sesama petani dalam satuan jam selama satu minggu bulan

(7)

X3. Persepsi adalah pandangan/interpretasi petani tentang video instruksional

sebagai media saluran informasi, dikaitkan dengan kondisi dirinya dimana dia berasal. Pengukurannya melalui 4 (empat) indikator sebagai berikut :

X3.1. Daya tarik, yaitu persepsi tentang tampilan gambar, suara, teks, dan

sunur-unsur pesan pada video instruksional, yang diukur dengan skala ordinal.

X3.2. Pemahaman, yaitu persepsi tentang kemudahan memahami materi yang

ditampilkan video instruksional, yang diukur dengan skala ordinal.

X3.3. Penerimaan, yaitu persepsi tentang peluang menerima video instruksional

sebagai media informasi pertanian, yang diukur dengan skala ordinal.

X3.4. Keterlibatan, yaitu persepsi tentang tingkat partisipasi petani dalam

menerima informasi melalui video instruksional, yang diukur dengan skala ordinal.

Y. Peningkatan pengetahuan adalah skor akhir cara mengendalikan hama penggerek buah kakao (PBK), yang diperoleh subyek penelitian = 50 (lima puluh) dari pengetahuan awal.

Validitas dan Reliabilitas

Pengukuran validitas dilakukan dengan cara : menganalisis data dan informasi tentang khalayak sasaran (petani), baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif ; dan merujuk pendapat pakar sesuai bidang keahliannya. Sedangkan pengukuran reliabilitas instrument, menggunakan koefisien reliabilitas

Cronbach`Alpha, dengan rumus : (Arikunto, 1998).

N ? s2item

a = 1 -

N-1 s2item

a = koefisien reliabilitas Cronbach`Alpha N = banyaknya pertanyaan

s2total = ragam dari skor s2item = ragam dari pertanyaan

(8)

Uji Coba dan Evaluasi Media

Uji coba dan evaluasi media video instruksional, dimaksudkan untuk mengetahui kelayakannya sebagai bahan eksperimen. Kegiatan uji coba dan evaluasi media dilakukan dengan metode antara lain :

1. Metode Face Validity yaitu uji coba produk draft pada komisi pembimbing ; 2. Metode Open House yaitu uji coba produk yang sudah jadi (berbentuk

kemasan video) kepada 10 orang petani, dan Penyuluh lapangan, untuk meminta tanggapan mereka atas beberapa aspek seperti : kejelasan gambar, kejelasan suara, dan materi- materi yang dipresentasekan.

Pengolahan Data, Analisa Data, dan Pengujian Hipotesis

Pengolahan data, analisa data, dan pengujian hipotesis menggunakan komputer (PC) dengan beberapa program aplikasi sederhana seperti Microsoft excel dan SPSS ver 12. Beberapa prosedur statistika digunakan dalam pengolahan dan analisa data. Deskripsi data dianalisis dengan prosedur statistik deskriptif, yang meliputi frekwensi-distribusi, dan nilai tengah sebaran.

Pengujian hipotesis dilakukan melalui pengujian variasi tingkat pengetahua n antar kelompok eksperimen dengan prosedur analisis kovarians (ANKOVA), dan pengujian hubungan secara non parametrik dengan prosedur korelasi spearman. Secara rinci, pengolahan data melalui tahapan-tahapan berikut :

1. Pendistribusian data tingkat pengetahuan awal dan peningkatan pengetahuan kelompok eksperimen (K1 dan K2), dan kelompok kontrolnya (K0), disusun

berurutan sesuai urutan responden. Jawaban yang benar diberi skor 1, dan yang salah diberi skor 0, kemudian total skor masing- masing responden dikonversi berdasarkan skala 0 - 100 ;

2. Perhitungan rataan skor dan deviasi pengetahuan awal dan peningkatan pengetahuan kelompok eksperimen (K1 dan K2), dan kelompok kontrol (K0) ;

3. Pendistribusian data karakteristik personal, perilaku komunikasi dan persepsi tentang video instruksional, kelompok eksperimen (K1) ;

4. Perhitungan rataan dan deviasi data karakteristik personal, perilaku komunikasi, dan persepsi tentang video instruksional ;

(9)

5. Mengelompokan data tingkat pengetahuan awal dan peningkatan pengetahuan kelompok eksperimen (K1 dan K2), dan kelompok kontrol (K0), yang

disejajarkan berdasarkan urutan-urutan responden ;dan

6. Mengelompokkan data peningkatan pengetahuan, persepsi tentang video instruksional, karakteristik personal, dan perilaku komunikasi, kelompok eksperimen (K1), yang disejajarkan berdasarkan urutan-urutan responden ;

Tahapan selanjutnya adalah analisis data dan pengujian hipotesis, dijelaskan sebagai berikut :

1. Pengujian perbedaan variasi skor tingkat pengetahuan awal dan peningkatan pengetahuan antara kelompok eksperimen (K1 dan K2) dengan kelompok

kontrol (K0) menggunakan prosedur analisis kovarians (ANKOVA).

2. Pengujian keefektivan video instruksional berdasarkan peningkatan pengetahuan dilakukan dengan cara menguji perbedaan dan atau kesamaan variasi data peningkatan pengetahuan kelompok eksperimen K1 dengan K2,

dengan analisis kovarians (ANKOVA). Pengambilan keputusan dilakukan sebagai berikut :

a) Terima hipotesis, bila variasi besaran skor peningkatan pengetahuan antar K1 dengan K2 tidak berbeda (Fhit < F(0,05)(v1,v2) ), berarti media video

instruksional sama efektif dengan media demonstrasi cara oleh penyuluh dalam meningkatkan pengetahuan petani.

b) Tolak hipotesis, bila variasi besaran skor peningkatan pengetahuan K1 dengan K2 berbeda, (Fhit > F(0,05)(v1,v2)), berarti media video

instruksional tidak efektif dalam meningkatkan pengetahuan petani. 4. Pengujian keefektivan video instruksional berdasarkan hubungan persepsi

tentang video instuksional, karakteristik personal, dan perilaku komunikasi dengan peningkatan pengetahuan petani, dilakukan dengan cara mengukur hubungan secara non parametrik, menggunakan koefisien korelasi spearman (?), dengan rumus (Sugiyono, 1999) :

6? bi2

? = 1 -

(10)

a. Pengukuran hubungan berpedoman pada kategori sebagai berikut : a) Bila kooefisien korelasi pada rank : 0,00 – 0,199, hubungan tidak

berarti.

b) Bila kooefisien korelasi pada rank : 0,20 – 0,399, hubungan rendah c) Bila kooefisien korelasi pada rank : 0,40 – 0,599, hubungan sedang. d) Bila kooefisien korelasi pada rank : 0,60 – 0,799, hubungan kuat. e) Bila kooefisien korelasi pada rank : 0,80 – 1,000, hubungan sangat

kuat.

b. Pengambilan keputusan dilakukan sebagai berikut :

f) Terima hipotesis, bila signifikansi koefisien korelasi berada di antara taraf signifikan 0,00 – 0,05

g) Tolak hipotesis, bila signifikansi koefisien korelasi lebih besar dari taraf signifikan 0,05

Gambar

Gambar 2  Tahapan Penelitian
Tabel 1. Jenis Data,  Sumber Data, dan  Metode Pengumpulan Data

Referensi

Dokumen terkait

Bukankah Tuhan berfirman, “Dan segala-galanya Kami ciptakan serba berpasangan agar kamu dapat merenungkan kekuasaan Kami” (QS. Jika sesuatu diciptakan sebagai

Dalam hal penyaluran dana manajemen mengutamakan prinsip prudential atau prinsip kehati-hatian dengan tujuan agar tetap aman dan menguntungkan.. amanah dari para

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kinerja Keuangan Pendapatan Daerah Kota Samarinda secara umum dikatakan cukup baik.Hal ini dibuktikan (a) Varians Pendapatan Daerah

Because phthalates do not chemically bind to plastic they can be washed off, evaporate, and readily migrate to food, drinking water, and beverages, mostly from packaging

Gyakori- ságukat jól érzékelteti, hogy már a középmagyar kor folyamán majdnem minden harma- dik embernek valamilyen foglalkozásra utaló családneve volt (H AJDÚ 2003: 800), s

sp.9, dan Pleurotus sp.7 pola pita isoenzim terdapat di anoda (+), sedangkan untuk jenis Pleurotus sp.1 dari dua pola pita yang ada terdapat pada sisi katoda (-).. Jumlah

Berdasarkan latar belakang diatas maka akan dikembangkan suatu alternatife untuk pencarian data digital untuk pengenalan wajah dengan citra sebagai acuan pencariannya dan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa metode ekstraksi ciri statistik dan ciri morfologi mampu mengklasifikasikan jenis kategori inti sawit