• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRODUKSI BERAS PROVINSI ACEH HASIL INDUSTRI PENGGILINGAN PADI JAN APR 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PRODUKSI BERAS PROVINSI ACEH HASIL INDUSTRI PENGGILINGAN PADI JAN APR 2012"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

No. 42/09/12/Th I, 03 September 2012

P

RODUKSI

B

ERAS

P

ROVINSI

A

CEH

H

ASIL

I

NDUSTRI

P

ENGGILINGAN

P

ADI

J

AN

A

PR

2012

PRODUKSI BERAS PROVINSI ACEH JANUARI

APRIL 2012 SEBANYAK 201.605,53 TON

I. Pendahuluan

Produksi beras provinsi Aceh yang dirilis ini merupakan hasil dari Pendataan Industri Penggilingan Padi Tahun 2012 (PIPA12).

Industri Penggilingan padi adalah industi manufaktur yang mengubah bahan baku gabah menjadi beras (baik beras pecah kulit maupun beras siap dikonsumsi), atau mengubah bahan baku beras pecah kulit menjadi beras, atau mengubah beras menjadi beras yang mutunya lebih baik.

 Produksi beras provinsi Aceh pada bulan Januari–April 2012 sebanyak 201.605,53 ton, dari gabah yang digiling di industri penggilingan padi sebanyak 329.699,23 ton. Produksi beras terbanyak di kabupaten Aceh Besar, yaitu sebanyak 41.289,02 ton dari gabah yang digiling sebanyak 61.772,60 ton. Produksi beras paling sedikit di kota Banda Aceh yaitu sebanyak 0,25 ton dari gabah yang digiling sebanyak 0,40 ton.

 Produksi beras provinsi Aceh pada bulan April 2012 sebanyak 61.270,86 ton, dari gabah yang digiling di industri penggilingan padi sebanyak 99.766,68 ton. Produksi beras terbanyak di kabupaten Pidie, yaitu sebanyak 11.926,67 ton, dari gabah yang digiling sebanyak 20.204,54 ton. Produksi beras paling sedikit di kota Subulussalam, yaitu sebanyak 1,75 ton dari gabah yang digiling sebanyak 3,87 ton.

 Produksi beras provinsi Aceh pada bulan Mei 2011–April 2012 sebanyak 554.811,42 ton, dari gabah yang digiling di industri penggilingan padi sebanyak 901.594,91 ton. Produksi beras terbanyak di kabupaten Aceh Besar, yaitu sebanyak 118.955,94 ton, dari gabah yang digiling sebanyak 177.339,02 ton. Produksi beras paling sedikit di kota Banda Aceh, yaitu sebanyak 0,48 ton dari gabah yang digiling sebanyak 0,77 ton.

 Populasi industri penggilingan padi sebanyak 3.233 perusahaan/usaha, yang terdiri dari 2.585 perusahaan/usaha penggilingan padi tetap dan sebanyak 648 perusahaan/usaha industri penggilingan padi keliling. Populasi industri penggilingan padi terbanyak di kabupaten Aceh Utara, yaitu sebanyak 561 perusahaan dan populasi paling sedikit di kota Banda Aceh, yaitu sebanyak 1 perusahaan/usaha.

 Persentase banyaknya beras yang dihasilkan dari gabah yang digiling adalah sebesar 61,54 persen. Persentase terbesar di kabupaten Aceh Barat Daya, yaitu sebesar 70,07 persen, dan persentase paling kecil di kota Subulussalam yaitu sebesar 44,00 persen.

(2)

Pendataan dilakukan secara sensus lengkap (complete enumeration) dan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota dan sejumlah 3.233 perusahaan/usaha. Pendekatan pendataan dilakukan melalui pendekatan perusaan/usaha dan rumah tangga. Sasaran pencacahan adalah semua perusahaan industri penggilingan padi, baik yang berlokasi tetap maupun keliling. Sasaran pencacahan meliputi industi besar (tenaga kerja >99 orang), industri sedang (tenaga kerja 20-99 orang), industri kecil (tenaga kerja 5-19 orang), dan industri mikro (tenaga kerja 1-4 orang).

II. Produksi Beras dan Banyaknya Gabah yang Digiling Perusahaan/Usaha Industri Penggilingan

Padi pada Bulan Januari

April 2012

Produksi beras pada bulan Januari–April 2012 sebanyak 201.605,53 ton dari gabah yang digiling sebanyak 329.699,23 ton oleh perusahaan/usaha industri penggilingan padi di seluruh provinsi Aceh.

Urutan 5 (lima) kabupaten yang memproduksi beras paling banyak pada bulan Januari–April 2012 adalah:

1. Kabupaten Aceh Besar, beras sebanyak 41.289,02 ton, dari gabah sebanyak 61.772,60 ton. 2. Kabupaten Pidie, beras sebanyak 37.654,55 ton, dari gabah sebanyak 63.278,80 ton. 3. Kabupaten Aceh Utara, beras sebanyak 33.652,86 ton, dari gabah sebanyak 61.501,66 ton. 4. Kabupaten Bireuen, beras sebanyak 23.705,96 ton, dari gabah sebanyak 38.573,69 ton. 5. Kabupaten Aceh Timur, beras sebanyak 22.712,21 ton, dari gabah sebanyak 38.027,06 ton.

Urutan 5 (lima) kabupaten/kota yang memproduksi padi paling sedikit pada bulan Januari–April 2012 adalah:

1. Kota Banda Aceh , beras sebanyak 0,25 ton, dari gabah sebanyak 0,40 ton.

2. Kabupaten Aceh Singkil, beras sebanyak 29,08 ton, dari gabah sebanyak 53,85 ton. 3. Kota Subulussalam, beras sebanyak 41,51 ton, dari gabah sebanyak 94,40 ton. 4. Kabupaten Bener Meriah, beras sebanyak 64,34 ton, dari gabah sebanyak 111,46 ton. 5. Kabupaten Simeulue, beras sebanyak 84,51 ton, dari gabah sebanyak 129,72 ton.

Gambar 1

Produksi Beras dan Banyaknya Gabah yang Digiling Januari–April 2012 (Ton)

Gabah Beras 329,699.23 201,605.53 Gabah Beras

(3)

III. Produksi Beras dan Banyaknya Gabah yang Digiling Perusahaan/Usaha Industri Penggilingan

Padi pada Bulan April 2012

Produksi beras pada bulan April 2012 sebanyak 61.270,86 ton dari gabah yang digiling sebanyak 99.766,67 ton oleh perusahaan/usaha industri penggilingan padi di seluruh provinsi Aceh.

Urutan 5 (lima) kabupaten yang memproduksi beras paling banyak pada bulan April 2012 adalah: 1. Kabupaten Pidie, beras sebanyak 11.926,67 ton, dari gabah sebanyak 20.204,54 ton.

2. Kabupaten Aceh Utara, beras sebanyak 11.177,99 ton, dari gabah sebanyak 19.706,97 ton. 3. KabupatenAceh Besar, beras sebanyak 10.943,69 ton, dari gabah sebanyak 16.345,75 ton. 4. Kabupaten Aceh Timur, beras sebanyak 6.615,24 ton, dari gabah sebanyak 10.875,06 ton. 5. Kabupaten Bireuen, beras sebanyak 6.389,53 ton, dari gabah sebanyak 10.408,28 ton.

Urutan 5 (lima) kabupaten/kota yang memproduksi beras paling sedikit pada bulan April 2012 adalah:

1. Kota Subulussalam, beras sebanyak 1,75 ton, dari gabah sebanyak 3,87 ton. 2. Kabupaten Aceh Singkil, beras sebanyak 6,96 ton, dari gabah sebanyak 12,87 ton. 3. Kabupaten Bener Meriah, beras sebanyak 18,09 ton, dari gabah sebanyak 31,26 ton. 4. Kabupaten Simeulue, beras sebanyak 25,19 ton, dari gabah sebanyak 38,86 ton. 5. Kabupaten Aceh Tengah, beras sebanyak 42,27 ton, dari gabah sebanyak 70,27 ton.

Gambar 2

Produksi Beras dan Banyaknya Gabah yang Digiling April 2012 (Ton) Gabah Beras 99,766.68 61,270.86 Gabah Beras

IV. Produksi Beras dan Banyaknya Gabah yang Digiling Perusahaan/Usaha Industri Penggilingan

Padi pada Bulan Mei 2011

April 2012

Produksi beras pada bulan Mei 2011–April 2012 sebanyak 554.811,42 ton dari gabah yang digiling sebanyak 901.594,91 ton oleh perusahaan/usaha industri penggilingan padi di seluruh Provinsi Aceh.

Urutan 5 (lima) kabupaten yang memproduksi beras paling banyak pada bulan Mei 2011–April 2012 adalah:

1. Kabupaten Aceh Besar, beras sebanyak 118.955,94 ton, dari gabah sebanyak 177.339,02 ton. 2. Kabupaten Aceh Utara, beras sebanyak 97.296,27 ton, dari gabah sebanyak 174.546,24 ton. 3. Kabupaten Pidie, beras sebanyak 92.352,66 ton, dari gabah sebanyak 154.358,50 ton. 4. Kabupaten Bireuen, beras sebanyak 69.304,46 ton, dari gabah sebanyak 112.961,48 ton.

(4)

5. Kabupaten Aceh Timur, beras sebanyak 60.070,98 ton, dari gabah sebanyak 99.552,54 ton.

Gambar 3

Produksi Beras dan Banyaknya Gabah yang Digiling Mei 2011–April 2012 (Ton)

Gabah Beras 901,594.91

554,811.42

Gabah Beras

Urutan 5 (lima) kabupaten/kota yang memproduksi beras paling sedikit pada bulan Mei 2011– April 2012 adalah:

6. Kota Banda Aceh, beras sebanyak 0,48 ton, dari gabah sebanyak 0,77 ton. 7. Kota Subulussalam, beras sebanyak 49,75 ton, dari gabah sebanyak 113,05 ton. 8. Kabupaten Aceh Singkil, beras sebanyak 133,48 ton, dari gabah sebanyak 247,96 ton. 9. Kabupaten Bener Meriah, beras sebanyak 209,78 ton, dari gabah sebanyak 362,53 ton. 10. Kabupaten Simeulue, beras sebanyak 220,86 ton, dari gabah sebanyak 339,17 ton.

Tabel 1

Banyaknya Gabah yang Digiling dan Beras yang Dihasilkan Menurut Kabupaten (Ton)

Kabupaten/Kota Periode Mei'11-April'12 Periode Januari-April'12 Periode April'12 Gabah Beras Gabah Beras Gabah Beras

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Kabupaten Simeulue 339,17 220,86 129,72 84,51 38,86 25,19 Kabupaten Aceh Singkil 247,96 133,48 53,85 29,08 12,87 6,96 Kabupaten Aceh Selatan 5.540,07 3.322,14 1.143,28 665,80 376,47 220,46 Kabupaten Aceh Tenggara 18.657,16 11.608,13 6.282,59 3.898,24 1.633,96 1.003,16 Kabupaten Aceh Timur 99.552,54 60.070,98 38.027,06 22.712,21 10.875,06 6.615,24 Kabupaten Aceh Tengah 1.558,04 926,89 302,23 181,66 70,27 42,27 Kabupaten Aceh Barat 11.599,68 6.958,01 4.286,69 2.572,80 1.436,97 861,34 Kabupaten Aceh Besar 177.339,02 118.955,94 61.772,60 41.289,02 16.345,75 10.943,69 Kabupaten Pidie 154.358,50 92.352,66 63.278,80 37.654,55 20.204,54 11.926,67 Kabupaten Bireuen 112.961,48 69.304,46 38.573,69 23.705,96 10.408,28 6.389,53 Kabupaten Aceh Utara 174.546,24 97.296,27 61.501,66 33.652,86 19.706,97 11.177,99 Kabupaten Aceh Barat Daya 36.318,84 25.447,75 14.229,77 9.962,81 4.908,47 3.433,67 Kabupaten Gayo Lues 4.734,23 2.669,12 1.528,68 855,58 508,11 284,83 Kabupaten Aceh Tamiang 33.926,11 21.410,33 13.774,25 8.740,57 3.632,04 2.304,39 Kabupaten Nagan Raya 10.806,51 6.797,05 3.815,88 2.362,94 1.225,57 760,44 Kabupaten Aceh Jaya 3.236,91 1.741,94 1.138,50 603,75 326,55 173,04 Kabupaten Bener Meriah 362,53 209,78 111,46 64,34 31,26 18,09 Kabupaten Pidie Jaya 29.429,69 18.540,27 9.667,60 6.102,07 5.408,60 3.398,97

(5)

Kota Banda Aceh 0,77 0,48 0,40 0,25 0 0 Kota Sabang - - - - Kota Langsa 23.807,31 15.523,51 8.428,16 5.513,65 2.094,23 1.368,26 Kota Lhokseumawe 2.159,10 1.271,62 1.557,96 911,38 517,99 314,93 Kota Subulussalam 113,05 49,75 94,40 41,51 3,87 1,75 Provinsi Aceh 901.594,91 554.811,42 329.699,23 201.605,53 99.766,68 61.270,86

V. Banyaknya Populasi Industri Penggilingan Padi

Banyaknya populasi industri penggilingan padi di provinsi Aceh sebanyak 3.233 perusahaan/usaha, yang terdiri dari 2.585 perusahaan/usaha industri penggilingan padi tetap dan 648 perusahaan/usaha industri penggilingan padi keliling.

Urutan 5 (lima) kabupaten yang terdapat populasi industri penggilingan padi paling banyak adalah: 1. Aceh Utara, sebanyak 561 perusahaan/usaha.

2. Bireuen, sebanyak 402 perusahaan/usaha. 3. Pidie, sebanyak 384 perusahaan/usaha. 4. Aceh Timur, sebanyak 267 perusahaan/usaha. 5. Nagan Raya, sebanyak 225 perusahaan/usaha.

Urutan 5 (lima) kabupaten/kota yang terdapat populasi industri penggilingan padi paling sedikit adalah:

1. Kota Banda Aceh, sebanyak 1 perusahaan/usaha. 2. Kota Lhokseumawe, sebanyak 9 perusahaan/usaha. 3. Kota Subulussalam, sebanyak 21 perusahaan/usaha. 4. Kabupaten Aceh Singkil, sebanyak 21 perusahaan/usaha. 5. Kota Langsa, sebanyak 22 perusahaan/usaha.

Banyaknya populasi industri penggilingan padi dan persentase banyaknya beras yang dihasilkan dari gabah yang digiling tertera pada tabel 2.

VI. Persentase Banyaknya Beras yang Dihasilkan dari Gabah yang Digiling

Persentase banyaknya beras yang dihasilkan dari gabah yang digiling adalah sebesar 61,54 persen. Urutan 5 (lima) kabupaten/kota yang memiliki persentase banyaknya beras yang dihasilkan dari gabah yang digiling paling besar adalah:

1. Kabupaten Aceh Barat Daya, sebesar 70,07 persen. 2. Kabupaten Aceh Besar, sebesar 67,08 persen. 3. Kota Langsa, sebesar 65,20 persen.

4. Kabupaten Simeulue, sebesar 65,12 persen. 5. Kabupaten Aceh Tamiang, sebesar 63,11 persen.

Urutan 5 (lima) kabupaten/kota yang memiliki banyaknya beras yang dihasilkan dari gabah yang digiling paling kecil adalah:

1. Kota Subulussalam, sebesar 44,00 persen. 2. Kabupaten Aceh Jaya, sebesar 53,81 persen. 3. Kabupaten Aceh Singkil, sebesar 53,83 persen. 4. Kabupaten Aceh Utara, sebesar 55,74 persen. 5. Kabupaten Gayo Lues, sebesar 56,38 persen.

(6)

Tabel 2

Banyaknya Populasi Industri Penggilingan Padi dan Persentase Banyaknya Beras yang Dihasilkan dari Gabah yang Digiling Menurut Kabupaten

Kabupaten/Kota Banyaknya Populasi Industri Penggilingan Padi

Persentase banyaknya beras yang dihasilkan dari gabah

yang digiling Tetap Keliling Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5)

Kabupaten Simeulue 135 16 151 65.12 Kabupaten Aceh Singkil 21 - 21 53.83 Kabupaten Aceh Selatan 99 6 105 59.97 Kabupaten Aceh Tenggara 88 2 90 62.22 Kabupaten Aceh Timur 246 21 267 60.34 Kabupaten Aceh Tengah 71 3 74 59.49 Kabupaten Aceh Barat 190 3 193 59.98 Kabupaten Aceh Besar 164 42 206 67.08 Kabupaten Pidie 256 128 384 59.83 Kabupaten Bireuen 173 229 402 61.35 Kabupaten Aceh Utara 430 131 561 55.74 Kabupaten Aceh Barat Daya 109 - 109 70.07 Kabupaten Gayo Lues 122 6 128 56.38 Kabupaten Aceh Tamiang 85 6 91 63.11 Kabupaten Nagan Raya 223 2 225 62.90 Kabupaten Aceh Jaya 72 14 86 53.81 Kabupaten Bener Meriah 23 4 27 57.87 Kabupaten Pidie Jaya 34 26 60 63.00

Kota Banda Aceh 1 - 1 62.21

Kota Sabang - - - -

Kota Langsa 15 7 22 65.20

Kota Lhokseumawe 8 1 9 58.90

Kota Subulussalam 20 1 21 44.00

Referensi

Dokumen terkait

JURUSAN GI)I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA JADWAL UTS BLOK , UAS BLOK , DAN UTS SEMESTER GENAP TA.. No Mata Kuliah JML MHS

Namun, percobaan perlakuan ancymidol pada cv Srinyonya pada berbagai taraf ternyata tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah

ekstrovet, sedangkan contoh perempuan cenderung bersifat/kepribadian feminin/ introvet; (2) pendidikan ayah yang tinggi cenderung berhubungan dengan pendidikan ibu yang

Bagi guru, penelitian ini dapat memberikan sumbangan kerangka berpikir dalam bidang pengajaran di sekolah, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan menulis argumentasi.. Selain itu,

Menurut Tilaar (2004 : 19) “Paradigma pendidikan nasional yang baru harus dapat mengembangkan tingkah laku yang menjawab tantangan internal dan global. Paradigma tersebut

Karena dakwah melalui media cetak buletin ini di edarkan dengan materi-materi yang ringan dengan pengajaran- pengajaran yang baik sesuai dengan Al-Qur‟an dan Hadits,

Genotipe sorgum manis yang memiliki karakter bobot biomas batang dengan tingkat adaptasi paling luas pada lingkungan yang bervariasi dan berkorelasi tinggi terhadap produksi

Hasan Tholkhah, Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Keluarga.. 1) Pendidikan dan pembelajaran tentang ajaran yang mencakup konsep keyakinan (aqidah), peribadatan (ritual) dan