• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

LAPORAN KINERJA

INSTANSI PEMERINTAH

PENGADILAN NEGERI PANGKALAN BUN

KELAS IB

Jl. Sutan Syahrir No. 16 Pangkalan Bun 74111

Telpon (0532) 21014 Fax (0532) 21179

(3)

i

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Laporan Kinerja Mahkamah Agung Republik Indonesia merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas 9 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, yang secara teknis berpedoman pada Peraturan Kementerian PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Memenuhi surat Sekretaris Mahkamah Agung Nomor

1931A/SEK/OT.01.2/11/2020 tanggal 27 November 2020 perihal Penyampaian Dokumen SAKIP, telah disusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2020. Laporan kinerja ini merupakan bentuk akuntabilitas kinerja dari pelaksanaan tugas dan fungsi, antara lain sebagai alat penilaian kinerja, wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun dan wujud transparansi serta petanggungjawaban kepada masyarakat pecari keadilan serta merupakan alat kendali dan alat pemacu peningkatan kinerja setiap unit organisasi di lingkungan Pengadilan Negeri Pangkalan Bun. Kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun diukur atas dasar penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan indikator keberhasilan pencapaian sasaran strategis sebagaimana telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020.

Seperti diketahui bahwa Pengadilan Negeri Pangkalan Bun sebagaimana terurai dalam DIPA Tahun 2020 terdapat 3 (tiga) program yaitu:

a) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung;

(4)

ii

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

b) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana di Lingkungan Mahkamah Agung c) Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum.

Dengan adanya Program-program yang berfungsi untuk mencapai Visi dan Misi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun yang mengacu dari pada Visi dan Misi Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah dan Mahkamah Agung RI, maka Pengadilan Negeri Pangkalan Bun berupaya untuk menyusun Indikator Kinerja Utama yang nantinya akan berfungsi untuk perencanaan dan evaluasi sesuai dengan Perencanaan Strategis (RENSTRA) Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Periode 2020-2024. Salah satu bentuk pengevaluasi Rencana Kerja Tahunan yang merupakan penjabaran dari RENSTRA adalah LKjIP Tahun 2020 dan Perjanjian Kinerja Tahun 2021 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun.

Semoga dengan adanya LKjIP ini memberikan semangat untuk terus mencapai kinerja yang maksimal demi terwujudnya Visi dan Misi Mahkamah Agung Republik Indonesia umumnya dan visi dan misi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun khususnya. Kami berharap agar LKjIP 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun ini dapat menjadi media pertanggungjawaban kinerja serta peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas kinerja pada beberapa tahun selanjutnya, sehingga dapat mendukung kinerja Mahkamah Agung RI secara keseluruhan dalam mewujudkan Good Governance dan

Clean Goverment. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan

bimbingan kepada kita semua, khususnya Pengadilan Negeri Pangkalan Bun dalam mewujudkan visi misinya dan tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta membantu penyusunan laporan ini.

Pangkalan Bun, 25 Januari 2021 Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Bun,

MUHAMMAD RAMDES, SH. NIP. 19671214 199203 1 001

(5)

iii

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Pengadilan Negeri Pangkalan bun sebagai salah satu Badan Pelaksana Kekuasaan Kehakiman dan sebagai voorpost Mahkamah Agung RI bertugas menerima, memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara pada tingkat pertama baik perkara pidana maupun perdata, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan Undang–Undang Nomor 49 Tahun 2009 jo Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 jo Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum beserta Penjelasannya yang meliputi penyelesaian sengketa pidana dan perdata.

Seluruh program kerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun didasarkan pada tujuan, sasaran strategis, indikator kinerja dan target kinerja yang telah ditetapkan pada Perjanjian Kinerja dengan Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya serta Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020-2024 secara konsisiten, terus menerus dan berkesinambungan.

Secara keseluruhan, tingkat pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun adalah sebesar 83,75%.

Rincian capaian kinerja masing-masing indikator tiap sasaran strategis tersebut dapat diilustrasikan dalam tabel berikut:

Sasaran Strategis I

Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Persentase Sisa Perkara Perdata yang Diselesaikan 100% 100% 100%

Persentase Sisa Perkara Pidana yang Diselesaikan 100% 100% 100% Persentase Perkara Perdata yang Diselesaikan Tepat Waktu 90% 88,59% 98,43%

Persentase perkara pidana yang diselesaikan tepat waktu 90% 94,32% 104,80%

Persentase Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding

92% 91,63% 99,60%

(6)

iv

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Sasaran Strategis I

Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Persentase Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

45% 20% 44,44%

Persentase perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali

90% 88% 97,78%

Persentase Perkara Pidana Anak yang Diselesaikan dengan Diversi

5% 0% 0%

Index Kepuasan Pencari Keadilan 85% 93% 109,41%

Rata-Rata Capaian Kinerja Pada Sasaran Strategis I 83,83%

Sasaran Strategis II

Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Persentase salinan putusan perdata yang dikirim kepada

para pihak tepat waktu 100% 100% 100%

Persentase salinan putusan pidana yang dikirim kepada

para pihak tepat waktu 100% 100% 100%

Persentase perkara yang diselesaikan melalui mediasi 10% 10,53% 105,3% Persentase berkas perkara yang dimohonkan Banding,

Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu 100% 97,30% 97,30% Persentase putusan perkara yang menarik perhatian

masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah perkara diputus

100% 0% 0%

(7)

v

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Sasaran Strategis III

Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Persentase perkara prodeo yang diselesaikan Nihil Nihil Nihil Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung

pengadilan

100% 108% 108%

Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum (Posbakum)

100% 100% 100%

Rata-Rata Capaian Kinerja Pada Sasaran Strategis III 104%

Sasaran Strategis IV

Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Persentase putusan perkara perdata yang ditindaklanjuti (dieksekusi)

50% 33,33% 66,66%

(8)

vi

LkjIP Tahun 2019 Pengadilan Ne LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

KATA PENGANTAR ... i

RINGKASAN EKSEKUTIF ... iii

DAFTAR ISI ... vi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 2

B. Kedudukan, Wewenang, dan Fungsi ... 2

BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 9

A. Rencana Stretegis 2020-2024 ... 10

B. Rencana Kinerja Tahun 2020 ... 11

C. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ... 12

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 14

A. Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 15

B. Realisasi Anggaran ... 47

BAB IV PENUTUP ... 50

LAMPIRAN ... 53

DAFTAR ISI

(9)

1

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

BAB I

(10)

10

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

A. Rencana Strategis 2020-2024

Rencana kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun menjadi landasan dan titik awal dari rangkaian kegiatan kerja yang tidak lepas dari semangat visi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun sebagai berikut :

“Terwujudnya Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Yang Agung”

Perumusan visi ini dapat dijadikan sebagai pedoman dan arahan yang tepat dan fokus bagi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun dalam mencapai keberhasilan organisasi. Perumusan visi juga merupakan wujud komitmen Pengadilan Negeri Pangkalan Bun untuk selalu memperbaiki kualitas pelayanan. Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan misi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun yaitu :

1. Menjaga Kemandirian Badan Peradilan.

2. Memberikan Pelayanan Hukum yang Berkeadilan Kepada Pencari Keadilan. 3. Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Badan Peradilan.

4. Meningkatkan Kredibilitas dan Transparansi Badan Peradilan.

Potensi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dianalisa untuk menunjang perencanaan yang tepat sehingga akan mendorong peningkatan kinerja khususnya dari segi akuntabilitas. Mengingat pentingnya pelaksanaan tugas pengadilan yang efektif dan efisien, Pengadilan Negeri Pangkalan Bun menetapkan sasaran strategis 2015-2019 sebagai berikut :

1. Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan, dan akuntabel 2. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara

3. Meningkatkan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan 4. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.

4 Sasaran strategis tersebut merupakan sasaran yang akan dicapai Pengadilan Negeri Pangkalan Bun dalam tahun 2020-2024. Untuk mewujudkannya visi dan misi serta sasaran strategis, maka Pengadilan Negeri Pangkalan bun mempunyai program, sebagai berikut :

(11)

11

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

2. Program Dukungan Manajmeen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung

3. Program Peningkatan sarana dan Prasarana

B. Rencana Kinerja Tahun 2020

Rencana Kinerja Tahun 2020 telah disinkronkan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) tersebut serta mengembangkan sasaran-sasaran yang menjadi isu strategis Pengadilan Negeri Pangkalan Bun pada tahun 2020, maka dapat diperinci sebagai berikut :

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel

Persentase Sisa Perkara Perdata yang Diselesaikan

100%

2. Persentase Sisa Perkara Pidana yang Diselesaikan

100%

3. Persentase Perkara Perdata yang

Diselesaikan Tepat Waktu

90%

4. Persentase perkara pidana yang

diselesaikan tepat waktu

90%

5. Persentase Perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Banding

92%

6. Persentase Perkara Yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

45%

7. Persentase perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali

90%

8. Persentase Perkara Pidana Anak yang Diselesaikan dengan Diversi

5%

9. Index Kepuasan Pencari Keadilan 85%

10. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

Persentase Salinan Putusan Perkara Perdata yang dikirim kepada Para Pihak tepat waktu

100%

11. Persentase Salinan Putusan Perkara Pidana yang dikirim kepada Para Pihak Tepat Waktu

100%

12. Persentase Perkara yang Diselesaikan Melalui Mediasi

10%

13. Persentase Berkas Perkara yang

Dimohonkan Banding, Kasasi, dan PK yang Diajukan Secara Lengkap dan Tepat Waktu

100%

(12)

12

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Perhatian Masyarakat yang Dapat Diakses Secara Online dalam Waktu 1 Hari Setelah Putus

15. Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

Persentase Perkara Prodeo yang Diselesaikan

NIHIL

16. Persentase Perkara yang Diselesaikan di Luar Gedung Pengadilan

100%

17. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum)

100%

18. Meningkatnya Kepatuhan terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Perkara Perdata yang Ditindak lanjuti (Dieksekusi)

50%

C. Perjanjian Kinerja Tahun 2020

Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus perjanjian kinerja antara lain adalah meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri, serta menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi.

Hasil reviu Rencana Strategis 2020-2024 belum sepenuhnya disesuaikan dengan Indikator Kinerja Utama, namun dalam Perjanjian Kinerja Pengadilan Negeri Tahun 2020 telah diselaraskan dengan sasaran-sasaran hasil reviu yang akan dicapai Pengadilan Negeri Pangkalan Bun tahun 2020.

Perjanjian Kinerja Tahun 2020 telah disinkronkan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) tersebut serta mengembangkan sasaran-sasaran yang menjadi isu strategis Pengadilan Negeri Pangkalan Bun pada tahun 2020 serta target yang ada pada Rencana Kinerja Tahun 2020 yang telah disesuaikan, maka dapat diperinci sebagai berikut :

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel

Persentase Sisa Perkara Perdata yang Diselesaikan

100%

2. Persentase Sisa Perkara Pidana yang Diselesaikan

100%

3. Persentase Perkara Perdata yang

Diselesaikan Tepat Waktu

(13)

13

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

4. Persentase perkara pidana yang

diselesaikan tepat waktu

90%

5. Persentase Perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Banding

92%

6. Persentase Perkara Yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

45%

7. Persentase perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali

90%

8. Persentase Perkara Pidana Anak yang Diselesaikan dengan Diversi

5%

9. Index Kepuasan Pencari Keadilan 85%

10. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

Persentase Salinan Putusan Perkara Perdata yang dikirim kepada Para Pihak tepat waktu

100%

11. Persentase Salinan Putusan Perkara Pidana yang dikirim kepada Para Pihak Tepat Waktu

100%

12. Persentase Perkara yang Diselesaikan Melalui Mediasi

10%

13. Persentase Berkas Perkara yang

Dimohonkan Banding, Kasasi, dan PK yang Diajukan Secara Lengkap dan Tepat Waktu

100%

14. Persentase Putusan Perkara yang Menarik Perhatian Masyarakat yang Dapat Diakses Secara Online dalam Waktu 1 Hari Setelah Putus

100%

15. Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

Persentase Perkara Prodeo yang Diselesaikan

NIHIL

16. 2

Persentase Perkara yang Diselesaikan di Luar Gedung Pengadilan

100%

17. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum)

100%

18. Meningkatnya Kepatuhan terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Perkara Perdata yang Ditindak lanjuti (Dieksekusi)

(14)

2

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

A. Latar Belakang

Peningkatan kapasitas dan kapabilitas kinerja organisasi merupakan hasil yang diharapkan pada reformasi birokrasi di area akuntabilitas ini. Untuk itu perlu adanya pengukuran pada tiap sasaran strategis dengan indikator kinerjanya sehingga bisa diperoleh gambaran progres kerja yang mencerminkan kinerja lembaga.

Pengadilan Negeri Pangkalan Bun senantiasa berupaya mengoptimalkan pencapaian kinerja secara periodik dengan menyusun laporan untuk memberikan informasi kinerja yang terukur serta pengungkapan yang memadai dari harsil analisis terhadap pengukuran kinerja, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi sebagai upaya perbaikan berkesinambungan dalam meningkatkan kinerja di waktu yang akan datang. Pertanggung jawaban kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun ini merupakan amanat dari peraturan perundang-undangan yang mewajibkan setiap instansi baik di tingkat pusat maupun daerah harus melaporkan pencapaian kinerja atas kewenangan utamya sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020 ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, dan secara teknis berpedoman pada Peraturan Kementrian PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

B. Kedudukan, Wewenang dan Fungsi

1. Kedudukan

Kabupaten Kotawaringin Barat awalnya merupakan wilayah hukum Pengadilan Negeri Sampit. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Nomor : J.B.1/11/5 tanggal 3 Juni 1965, terbentuklah Pengadilan Negeri di Kabupaten Kotawaringin Barat sehingga terpisah dari Pengadilan Negeri Sampit dan mulai tahun 1965 berdiri Pengadilan Negeri Pangkalan Bun yang berkedudukan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Berdasarkan Undang-undang nomor : 8 tahun 1980, terbentuklah Pengadilan Tinggi Palangka Raya dengan wilayah hukum meliputi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun berubah menjadi di bawah Pengadilan Tinggi Palangka Raya, yang

(15)

3

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

sebelumnya berada di bawah Pengadilan Tinggi Banjarmasin yang meliputi wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 36/KMA/SK/II/2017, Pengadilan Negeri Pangkalan Bun berubah dari Kelas II menjadi Kelas IB.

Pengadilan Negeri Pangkalan Bun terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat, beralamat di Jalan Sutan Syahrir nomor 16, Pangkalan Bun, Kode Pos 74111, Telp (0532) 21014, Fax. (0532) 21179. Berdasarkan Surat Keputusan Mahkamah Agung RI Nomor 200/KMA/SK/X/2018 tanggal 8 Oktober 2018 tentang Kelas, Tipe, dan Daerah Hukum Pengadilan Tingkat Pertama dan Pengadilan Tingkat Banding Pada Empat Lingkungan Peradilan memutuskan bahwa Daerah Hukum Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Kelas IB meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara.

2. Tugas Pokok

Pengadilan Negeri Pangkalan Bun sebagai salah satu lembaga peradilan tingkat pertama dibawah Mahkamah Agung Republik Indonesia dan sekaligus sebagai kawal depan Mahkamah Agung mempunyai rencana kerja, program kerja, dan kalender kerja yang merupakan penjabaran umum dalam rangka kerja periodik dengan berpedoman pada Buku I dan Buku II Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan yang disusun oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia, maupun keputusan-keputusan yang berkaitan dengan tugas kerja jajaran Peradilan Umum disesuaikan dengan kondisi setempat.

Kedudukan Pengadilan Negeri Pangkalan Bun secara organisatoris, administratif dan finansial serta teknis yudisial berada di bawah pembinaan dan pengawasan Mahkamah Agung melalui Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah, sesuai ketentuan pasal 13 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman jo KEPPRES No. 21 Tahun 2004 tentang Pengalihan Organisasi, Administrasi dan Finansial di lingkungan Peradilan Umum dan Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Agama ke Mahkamah Agung dan UU No. 8 Tahun 2004 tentang Peradilan Umum jo Undang-undang Nomor 49 Tahun 2009.

Tugas Pokok Pengadilan Negeri sebagai salah satu Badan Pelaksana Kekuasaan Kehakiman adalah menerima, memeriksa, memutus, dan menyelesaikan setiap perkara

(16)

4

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

yang diajukan kepadanya oleh para pencari keadilan di tingkat pertama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2004 jo Undang-undang Nomor 49 Tahun 2009 tentang Peradilan Umum beserta Penjelasannya.

3. Fungsi

Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud, maka Pengadilan Negeri mempunyai fungsi, antara lain sebagai berikut :

1) Fungsi Mengadili (judicial power), yakni memeriksa dan mengadili perkara-perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri tingkat pertama dalam wilayah hukumnya.

2) Fungsi Administratif, yakni menyelenggarakan administrasi umum, keuangan, dan kepegawaian serta lainnya untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok teknis peradilan dan administrasi peradilan.

3) Fungsi Pengelolaan Barang Milik Negera, yakni menyelenggarakan administrasi pengelolaan Barang Milik Negera yang ada pada Pengadilan Negeri Pangkalan Bun.

4) Fungsi Pengawasan, yakni mengadakan pengawasan internal Pengadilan Negeri Pangkalan Bun atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera, Panitera Muda, Panitera Pengganti, Jurusita/Jurusita Pengganti di daerah hukumnya, serta pengawasan dalam hal fungsi kesekretariatan serta pembangunan.

5) Fungsi Penyampaian, yakni penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan dibidang tugas dan fungsinya kepada Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah.

Fungsi Pembinaan, yakni memberikan pengarahan, bimbingan dan petunjuk kepada jajaran Pengadilan Negeri yang berada di wilayah hukumnya, baik menyangkut teknik yustisial, administrasi peradilan, maupun administrasi umum, perlengkapan, keuangan, kepegawaian, dan pembangunan.

Sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun mempunyai peran yang strategis untuk menciptakan supremasi hukum yang mandiri,

(17)

5

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

efektif, efisien serta mendapat kepercayaan publik, profesional dalam memberikan pelayanan hukum yang berkualitas, etis terjangkau dan biaya rendah bagi masyarakat serta mampu menjawab panggilan pelayanan publik. Untuk melaksanakan tugas dan fungsi ini, diperlukan kerja organisasi yang terstruktur dan berjenjang dalam pelaksanaan tugas. Sesuai Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.7 Tahun 2015 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan, Struktur Organisasi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun terdiri dari:

Dasar dari penyusunan Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah ini adalah Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja

KETUA

Abu Achmad Sidqi Amsya, SH.

WAKL KETUA (kosong) SEKRETARIS Husni Thamrin, ST. KEPALA SUBBAGIAN PERENCANAAN, TEKNOLOGI INFORMASI DAN PELAPORAN (kosong) KEPALA SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN, ORGANISASI, DAN TATA LAKSANA Chanro Simamora, SH. KEPALA SUBBAGIAN UMUM DAN KEUANGAN Deni Nurmansyah, SE. PANITERA Yohanis, SH. PANITERA MUDA PIDANA Ucok Richon Maniik, SH. PANITERA MUDA PERDATA Jurmani, SH. PANITERA MUDA HUKUM Haryanto PANITERAN PENGGANTI Patmawaty, SH. JURUSITA PENGGANTI Rosilawati, SE. HAKIM 1. Heru Karyono, SH. 2. Muhammad Ikhsan, SH. 3. Iqbal Albanna, SH., MH.

(18)

6

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Instansi Pemerintah. Pengadilan Negeri Pangkalan Bun merupakan lembaga peradilan tinggkat pertama untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat diwilayah hukumnya. Untuk memenuhi Pelayanan kepada masyarakat ini diperlukan suatu sistem keterbukaan informasi di lembaga Mahkamah Agung dan Peradilan di bawahnya. Untuk hal tersebut Ketua Mahkamah Agung telah menggariskan suatu Keputusan tentang Keterbukaan Informasi di Peradilan berdasarkan SK Nomor 144/KMA/SK/VIII/2007 yang kemudian diubah dengan SEMA Nomor 06 Tahun 2010 dan SK Nomor 01-144/KMA/SK/I/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan. Dalam hal keterbukaan informasi ini, Mahkamah Agung telah melakukan kebijakan progresif yang belum banyak dilakukan oleh lembaga negara atau lembaga publik lainnya. Keputusan tersebut bahkan ditetapkansebelum diundangkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Adapun informasi publik yang bersumber dari badan publik telah pula dikeluarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dasar filosofis lahirnya undang-undang ini, antara lain:

1) Bahwa informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional;

2) Bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik;

3) Bahwa keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik;

4) Bahwa pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi.

Undang-undang ini secara garis besar memuat hal-hal sebagai berikut: ketentuan umum, asas dan tujuan, hak dan kewajiban pemohon/pengguna informasi dan badan publik, informasi yang wajib disediakan dan diumumkan, informasi yang dikecualikan,mekanisme memperoleh informasi, komisi informasi, ketentuan pidana dan lain-lain. Dalam ketentuan umumnya dirumuskan bahwa yang dimaksud informasi

(19)

7

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun nonelektronik.

Adapun informasi publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan undang-undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Untuk memastikan terlaksananya undang-undang keterbukaan informasi dan surat keptusan tersebut, Mahkamah Agung juga telah menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 06 Tahun 2010 tentang Instruksi Implementasi Keterbukaan Informasi di Lingkungan Peradilan. Selain itu untuk meningkatkan SDM aparatur pengadilan, Mahkamah Agung mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 14 Tahun 2011 tentang tentang Dokumen Elektronik Sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung.

Demikian pula mengenai pelaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, maka diperlukan alokasi dana untuk dapat memberi kelancaran bagi pelaksanaannya. Alokasi dana pada tahun 2020 berasal dari APBN yaitu sebesar Rp. 4.378.348.000,- (Empat Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Tiga Ratus Empat Puluh Delapan Ribu Rupiah) yang terbagi 2 DIPA, yaitu : DIPA 01. Badan Administrasi Umum MARI Rp. 4.261.613.000,- (Empat Milyar Dua Ratus Enam Puluh Satu Juta Enam Ratus Tiga Belas Ribu Rupiah) dan DIPA 03. Dirjen Badilum MARI Rp. 116.735.000,- (Seratus Enam Belas Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah).

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) ini menggambarkan pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun selama tahun 2020 sebagai acuan untuk perbaikan kinerja di masa yang akan datang dan sebagai dasar penyusunan Rencana Strategi Tahun 2020-2024. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Permenpan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis

(20)

8

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020 adalah sebagai berikut :

KATA PENGANTAR RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

Menggambarkan secara ringkas mengenai latar belakang, aspek strategi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Tugas Pokok dan Fungsi, dan Struktur Organisasi;

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Menjelaskan Rencana strategis Pengadilan Negeri Pangkalan Bun tahun 2020-2024, Reviu Indikator Kinerja Utama 2020-2024, Perjanjian Kinerja Tahun 2021 dan Rencana Kinerja Tahun 2022.

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Menjelaskan analisis pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020 berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020. Pengukuran Kinera adalah perbandingan target dan realisasi kinerja di tahun 2020, uraian analisis akuntabilitas kinerja.

BAB IV PENUTUP

Menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari laporan akuntabilitas kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020, saran dan harapan yang ingin dicapai untuk tahun mendatang.

(21)

2

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

A. Latar Belakang

Peningkatan kapasitas dan kapabilitas kinerja organisasi merupakan hasil yang diharapkan pada reformasi birokrasi di area akuntabilitas ini. Untuk itu perlu adanya pengukuran pada tiap sasaran strategis dengan indikator kinerjanya sehingga bisa diperoleh gambaran progres kerja yang mencerminkan kinerja lembaga.

Pengadilan Negeri Pangkalan Bun senantiasa berupaya mengoptimalkan pencapaian kinerja secara periodik dengan menyusun laporan untuk memberikan informasi kinerja yang terukur serta pengungkapan yang memadai dari harsil analisis terhadap pengukuran kinerja, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi sebagai upaya perbaikan berkesinambungan dalam meningkatkan kinerja di waktu yang akan datang. Pertanggung jawaban kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun ini merupakan amanat dari peraturan perundang-undangan yang mewajibkan setiap instansi baik di tingkat pusat maupun daerah harus melaporkan pencapaian kinerja atas kewenangan utamya sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020 ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, dan secara teknis berpedoman pada Peraturan Kementrian PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

B. Kedudukan, Wewenang dan Fungsi

1. Kedudukan

Kabupaten Kotawaringin Barat awalnya merupakan wilayah hukum Pengadilan Negeri Sampit. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Nomor : J.B.1/11/5 tanggal 3 Juni 1965, terbentuklah Pengadilan Negeri di Kabupaten Kotawaringin Barat sehingga terpisah dari Pengadilan Negeri Sampit dan mulai tahun 1965 berdiri Pengadilan Negeri Pangkalan Bun yang berkedudukan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Berdasarkan Undang-undang nomor : 8 tahun 1980, terbentuklah Pengadilan Tinggi Palangka Raya dengan wilayah hukum meliputi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun berubah menjadi di bawah Pengadilan Tinggi Palangka Raya, yang

(22)

3

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

sebelumnya berada di bawah Pengadilan Tinggi Banjarmasin yang meliputi wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 36/KMA/SK/II/2017, Pengadilan Negeri Pangkalan Bun berubah dari Kelas II menjadi Kelas IB.

Pengadilan Negeri Pangkalan Bun terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat, beralamat di Jalan Sutan Syahrir nomor 16, Pangkalan Bun, Kode Pos 74111, Telp (0532) 21014, Fax. (0532) 21179. Berdasarkan Surat Keputusan Mahkamah Agung RI Nomor 200/KMA/SK/X/2018 tanggal 8 Oktober 2018 tentang Kelas, Tipe, dan Daerah Hukum Pengadilan Tingkat Pertama dan Pengadilan Tingkat Banding Pada Empat Lingkungan Peradilan memutuskan bahwa Daerah Hukum Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Kelas IB meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara.

2. Tugas Pokok

Pengadilan Negeri Pangkalan Bun sebagai salah satu lembaga peradilan tingkat pertama dibawah Mahkamah Agung Republik Indonesia dan sekaligus sebagai kawal depan Mahkamah Agung mempunyai rencana kerja, program kerja, dan kalender kerja yang merupakan penjabaran umum dalam rangka kerja periodik dengan berpedoman pada Buku I dan Buku II Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan yang disusun oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia, maupun keputusan-keputusan yang berkaitan dengan tugas kerja jajaran Peradilan Umum disesuaikan dengan kondisi setempat.

Kedudukan Pengadilan Negeri Pangkalan Bun secara organisatoris, administratif dan finansial serta teknis yudisial berada di bawah pembinaan dan pengawasan Mahkamah Agung melalui Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah, sesuai ketentuan pasal 13 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman jo KEPPRES No. 21 Tahun 2004 tentang Pengalihan Organisasi, Administrasi dan Finansial di lingkungan Peradilan Umum dan Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Agama ke Mahkamah Agung dan UU No. 8 Tahun 2004 tentang Peradilan Umum jo Undang-undang Nomor 49 Tahun 2009.

Tugas Pokok Pengadilan Negeri sebagai salah satu Badan Pelaksana Kekuasaan Kehakiman adalah menerima, memeriksa, memutus, dan menyelesaikan setiap perkara

(23)

4

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

yang diajukan kepadanya oleh para pencari keadilan di tingkat pertama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2004 jo Undang-undang Nomor 49 Tahun 2009 tentang Peradilan Umum beserta Penjelasannya.

3. Fungsi

Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud, maka Pengadilan Negeri mempunyai fungsi, antara lain sebagai berikut :

1) Fungsi Mengadili (judicial power), yakni memeriksa dan mengadili perkara-perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri tingkat pertama dalam wilayah hukumnya.

2) Fungsi Administratif, yakni menyelenggarakan administrasi umum, keuangan, dan kepegawaian serta lainnya untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok teknis peradilan dan administrasi peradilan.

3) Fungsi Pengelolaan Barang Milik Negera, yakni menyelenggarakan administrasi pengelolaan Barang Milik Negera yang ada pada Pengadilan Negeri Pangkalan Bun.

4) Fungsi Pengawasan, yakni mengadakan pengawasan internal Pengadilan Negeri Pangkalan Bun atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera, Panitera Muda, Panitera Pengganti, Jurusita/Jurusita Pengganti di daerah hukumnya, serta pengawasan dalam hal fungsi kesekretariatan serta pembangunan.

5) Fungsi Penyampaian, yakni penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan dibidang tugas dan fungsinya kepada Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah.

Fungsi Pembinaan, yakni memberikan pengarahan, bimbingan dan petunjuk kepada jajaran Pengadilan Negeri yang berada di wilayah hukumnya, baik menyangkut teknik yustisial, administrasi peradilan, maupun administrasi umum, perlengkapan, keuangan, kepegawaian, dan pembangunan.

Sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun mempunyai peran yang strategis untuk menciptakan supremasi hukum yang mandiri,

(24)

5

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

efektif, efisien serta mendapat kepercayaan publik, profesional dalam memberikan pelayanan hukum yang berkualitas, etis terjangkau dan biaya rendah bagi masyarakat serta mampu menjawab panggilan pelayanan publik. Untuk melaksanakan tugas dan fungsi ini, diperlukan kerja organisasi yang terstruktur dan berjenjang dalam pelaksanaan tugas. Sesuai Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.7 Tahun 2015 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan, Struktur Organisasi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun terdiri dari:

Dasar dari penyusunan Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah ini adalah Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja

KETUA

Abu Achmad Sidqi Amsya, SH.

WAKL KETUA (kosong) SEKRETARIS Husni Thamrin, ST. KEPALA SUBBAGIAN PERENCANAAN, TEKNOLOGI INFORMASI DAN PELAPORAN (kosong) KEPALA SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN, ORGANISASI, DAN TATA LAKSANA Chanro Simamora, SH. KEPALA SUBBAGIAN UMUM DAN KEUANGAN Deni Nurmansyah, SE. PANITERA Yohanis, SH. PANITERA MUDA PIDANA Ucok Richon Maniik, SH. PANITERA MUDA PERDATA Jurmani, SH. PANITERA MUDA HUKUM Haryanto PANITERAN PENGGANTI Patmawaty, SH. JURUSITA PENGGANTI Rosilawati, SE. HAKIM 1. Heru Karyono, SH. 2. Muhammad Ikhsan, SH. 3. Iqbal Albanna, SH., MH.

(25)

6

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Instansi Pemerintah. Pengadilan Negeri Pangkalan Bun merupakan lembaga peradilan tinggkat pertama untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat diwilayah hukumnya. Untuk memenuhi Pelayanan kepada masyarakat ini diperlukan suatu sistem keterbukaan informasi di lembaga Mahkamah Agung dan Peradilan di bawahnya. Untuk hal tersebut Ketua Mahkamah Agung telah menggariskan suatu Keputusan tentang Keterbukaan Informasi di Peradilan berdasarkan SK Nomor 144/KMA/SK/VIII/2007 yang kemudian diubah dengan SEMA Nomor 06 Tahun 2010 dan SK Nomor 01-144/KMA/SK/I/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan. Dalam hal keterbukaan informasi ini, Mahkamah Agung telah melakukan kebijakan progresif yang belum banyak dilakukan oleh lembaga negara atau lembaga publik lainnya. Keputusan tersebut bahkan ditetapkansebelum diundangkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Adapun informasi publik yang bersumber dari badan publik telah pula dikeluarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dasar filosofis lahirnya undang-undang ini, antara lain:

1) Bahwa informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional;

2) Bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik;

3) Bahwa keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik;

4) Bahwa pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi.

Undang-undang ini secara garis besar memuat hal-hal sebagai berikut: ketentuan umum, asas dan tujuan, hak dan kewajiban pemohon/pengguna informasi dan badan publik, informasi yang wajib disediakan dan diumumkan, informasi yang dikecualikan,mekanisme memperoleh informasi, komisi informasi, ketentuan pidana dan lain-lain. Dalam ketentuan umumnya dirumuskan bahwa yang dimaksud informasi

(26)

7

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun nonelektronik.

Adapun informasi publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan undang-undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Untuk memastikan terlaksananya undang-undang keterbukaan informasi dan surat keptusan tersebut, Mahkamah Agung juga telah menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 06 Tahun 2010 tentang Instruksi Implementasi Keterbukaan Informasi di Lingkungan Peradilan. Selain itu untuk meningkatkan SDM aparatur pengadilan, Mahkamah Agung mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 14 Tahun 2011 tentang tentang Dokumen Elektronik Sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung.

Demikian pula mengenai pelaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, maka diperlukan alokasi dana untuk dapat memberi kelancaran bagi pelaksanaannya. Alokasi dana pada tahun 2020 berasal dari APBN yaitu sebesar Rp. 4.378.348.000,- (Empat Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Tiga Ratus Empat Puluh Delapan Ribu Rupiah) yang terbagi 2 DIPA, yaitu : DIPA 01. Badan Administrasi Umum MARI Rp. 4.261.613.000,- (Empat Milyar Dua Ratus Enam Puluh Satu Juta Enam Ratus Tiga Belas Ribu Rupiah) dan DIPA 03. Dirjen Badilum MARI Rp. 116.735.000,- (Seratus Enam Belas Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah).

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) ini menggambarkan pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun selama tahun 2020 sebagai acuan untuk perbaikan kinerja di masa yang akan datang dan sebagai dasar penyusunan Rencana Strategi Tahun 2020-2024. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Permenpan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis

(27)

8

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020 adalah sebagai berikut :

KATA PENGANTAR RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

Menggambarkan secara ringkas mengenai latar belakang, aspek strategi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Tugas Pokok dan Fungsi, dan Struktur Organisasi;

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Menjelaskan Rencana strategis Pengadilan Negeri Pangkalan Bun tahun 2020-2024, Reviu Indikator Kinerja Utama 2020-2024, Perjanjian Kinerja Tahun 2021 dan Rencana Kinerja Tahun 2022.

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Menjelaskan analisis pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020 berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020. Pengukuran Kinera adalah perbandingan target dan realisasi kinerja di tahun 2020, uraian analisis akuntabilitas kinerja.

BAB IV PENUTUP

Menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari laporan akuntabilitas kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020, saran dan harapan yang ingin dicapai untuk tahun mendatang.

(28)

9

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

BAB II

PERENCANAAN

KINERJA

(29)

10

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

A. Rencana Strategis 2020-2024

Rencana kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun menjadi landasan dan titik awal dari rangkaian kegiatan kerja yang tidak lepas dari semangat visi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun sebagai berikut :

“Terwujudnya Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Yang Agung”

Perumusan visi ini dapat dijadikan sebagai pedoman dan arahan yang tepat dan fokus bagi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun dalam mencapai keberhasilan organisasi. Perumusan visi juga merupakan wujud komitmen Pengadilan Negeri Pangkalan Bun untuk selalu memperbaiki kualitas pelayanan. Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan misi Pengadilan Negeri Pangkalan Bun yaitu :

1. Menjaga Kemandirian Badan Peradilan.

2. Memberikan Pelayanan Hukum yang Berkeadilan Kepada Pencari Keadilan. 3. Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Badan Peradilan.

4. Meningkatkan Kredibilitas dan Transparansi Badan Peradilan.

Potensi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dianalisa untuk menunjang perencanaan yang tepat sehingga akan mendorong peningkatan kinerja khususnya dari segi akuntabilitas. Mengingat pentingnya pelaksanaan tugas pengadilan yang efektif dan efisien, Pengadilan Negeri Pangkalan Bun menetapkan sasaran strategis 2015-2019 sebagai berikut :

1. Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan, dan akuntabel 2. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara

3. Meningkatkan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan 4. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.

4 Sasaran strategis tersebut merupakan sasaran yang akan dicapai Pengadilan Negeri Pangkalan Bun dalam tahun 2020-2024. Untuk mewujudkannya visi dan misi serta sasaran strategis, maka Pengadilan Negeri Pangkalan bun mempunyai program, sebagai berikut :

(30)

11

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

2. Program Dukungan Manajmeen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung

3. Program Peningkatan sarana dan Prasarana

B. Rencana Kinerja Tahun 2020

Rencana Kinerja Tahun 2020 telah disinkronkan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) tersebut serta mengembangkan sasaran-sasaran yang menjadi isu strategis Pengadilan Negeri Pangkalan Bun pada tahun 2020, maka dapat diperinci sebagai berikut :

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel

Persentase Sisa Perkara Perdata yang Diselesaikan

100%

2. Persentase Sisa Perkara Pidana yang Diselesaikan

100%

3. Persentase Perkara Perdata yang

Diselesaikan Tepat Waktu

90%

4. Persentase perkara pidana yang

diselesaikan tepat waktu

90%

5. Persentase Perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Banding

92%

6. Persentase Perkara Yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

45%

7. Persentase perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali

90%

8. Persentase Perkara Pidana Anak yang Diselesaikan dengan Diversi

5%

9. Index Kepuasan Pencari Keadilan 85%

10. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

Persentase Salinan Putusan Perkara Perdata yang dikirim kepada Para Pihak tepat waktu

100%

11. Persentase Salinan Putusan Perkara Pidana yang dikirim kepada Para Pihak Tepat Waktu

100%

12. Persentase Perkara yang Diselesaikan Melalui Mediasi

10%

13. Persentase Berkas Perkara yang

Dimohonkan Banding, Kasasi, dan PK yang Diajukan Secara Lengkap dan Tepat Waktu

100%

(31)

12

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Perhatian Masyarakat yang Dapat Diakses Secara Online dalam Waktu 1 Hari Setelah Putus

15. Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

Persentase Perkara Prodeo yang Diselesaikan

NIHIL

16. Persentase Perkara yang Diselesaikan di Luar Gedung Pengadilan

100%

17. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum)

100%

18. Meningkatnya Kepatuhan terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Perkara Perdata yang Ditindak lanjuti (Dieksekusi)

50%

C. Perjanjian Kinerja Tahun 2020

Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus perjanjian kinerja antara lain adalah meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri, serta menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi.

Hasil reviu Rencana Strategis 2020-2024 belum sepenuhnya disesuaikan dengan Indikator Kinerja Utama, namun dalam Perjanjian Kinerja Pengadilan Negeri Tahun 2020 telah diselaraskan dengan sasaran-sasaran hasil reviu yang akan dicapai Pengadilan Negeri Pangkalan Bun tahun 2020.

Perjanjian Kinerja Tahun 2020 telah disinkronkan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) tersebut serta mengembangkan sasaran-sasaran yang menjadi isu strategis Pengadilan Negeri Pangkalan Bun pada tahun 2020 serta target yang ada pada Rencana Kinerja Tahun 2020 yang telah disesuaikan, maka dapat diperinci sebagai berikut :

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel

Persentase Sisa Perkara Perdata yang Diselesaikan

100%

2. Persentase Sisa Perkara Pidana yang Diselesaikan

100%

3. Persentase Perkara Perdata yang

Diselesaikan Tepat Waktu

(32)

13

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

4. Persentase perkara pidana yang

diselesaikan tepat waktu

90%

5. Persentase Perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Banding

92%

6. Persentase Perkara Yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

45%

7. Persentase perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali

90%

8. Persentase Perkara Pidana Anak yang Diselesaikan dengan Diversi

5%

9. Index Kepuasan Pencari Keadilan 85%

10. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

Persentase Salinan Putusan Perkara Perdata yang dikirim kepada Para Pihak tepat waktu

100%

11. Persentase Salinan Putusan Perkara Pidana yang dikirim kepada Para Pihak Tepat Waktu

100%

12. Persentase Perkara yang Diselesaikan Melalui Mediasi

10%

13. Persentase Berkas Perkara yang

Dimohonkan Banding, Kasasi, dan PK yang Diajukan Secara Lengkap dan Tepat Waktu

100%

14. Persentase Putusan Perkara yang Menarik Perhatian Masyarakat yang Dapat Diakses Secara Online dalam Waktu 1 Hari Setelah Putus

100%

15. Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

Persentase Perkara Prodeo yang Diselesaikan

NIHIL

16. 2

Persentase Perkara yang Diselesaikan di Luar Gedung Pengadilan

100%

17. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum)

100%

18. Meningkatnya Kepatuhan terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Perkara Perdata yang Ditindak lanjuti (Dieksekusi)

(33)

14

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

(34)

15

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

A. Capaian Kinerja Tahun 2020

Capaian kinerja diukur dengan cara membandingkan realisasi dengan target setiap Indikator yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja. Secara keseluruhan capaian kinerja Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Tahun 2020 dinyatakan “berhasil” dengan capaian 100% dari target yang telah ditetapkan. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing Indikator dapat dilihat pada tabel berikut :

No

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

1. Terwujudnya Proses

Peradilan yang Pasti,

Transparan, dan Akuntabel

Persentase Sisa Perkara Perdata

yang Diselesaikan

100%

2.

Persentase Sisa Perkara Pidana

yang Diselesaikan

100%

3.

Persentase Perkara Perdata yang

Diselesaikan Tepat Waktu

90%

4.

Persentase perkara pidana yang

diselesaikan tepat waktu

90%

5.

Persentase Perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum

Banding

92%

6.

Persentase Perkara Yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

45%

7.

Persentase perkara yang Tidak

Mengajukan Upaya Hukum

Peninjauan Kembali

90%

8.

Persentase Perkara Pidana Anak

yang Diselesaikan dengan Diversi

5%

9.

Index Kepuasan Pencari Keadilan

85%

10. Peningkatan Efektivitas

Pengelolaan Penyelesaian

Perkara

Persentase Salinan Putusan

Perkara Perdata yang dikirim

kepada Para Pihak tepat waktu

100%

11.

Persentase Salinan Putusan

Perkara Pidana yang dikirim

kepada Para Pihak Tepat Waktu

100%

12.

Persentase Perkara yang

Diselesaikan Melalui Mediasi

10%

(35)

16

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

No

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

Dimohonkan Banding, Kasasi, dan

PK yang Diajukan Secara Lengkap

dan Tepat Waktu

14.

Persentase Putusan Perkara yang

Menarik Perhatian Masyarakat

yang Dapat Diakses Secara Online

dalam Waktu 1 Hari Setelah Putus

100%

15. Meningkatnya Akses

Peradilan bagi Masyarakat

Miskin dan Terpinggirkan

Persentase Perkara Prodeo yang

Diselesaikan

NIHIL

16.

Persentase Perkara yang

Diselesaikan di Luar Gedung

Pengadilan

100%

17.

Persentase Pencari Keadilan

Golongan Tertentu yang

Mendapat Layanan Bantuan

Hukum (Posbakum)

100%

18. Meningkatnya Kepatuhan

terhadap Putusan

Pengadilan

Persentase Putusan Perkara

Perdata yang Ditindak lanjuti

(Dieksekusi)

50%

Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target indikator kinerja sasaran, namun demikian juga terdapat beberapa indikator kinerja sasaran yang belum berhasil diwujudkan pencapaian targetnya pada tahun 2020 ini. Indikator kinerja tersebut yang belum berhasil diwujudkan dilakukan beberapa analisis dan evaluasi agar terdapat perbaikan di masa yang akan datang. Berikut ini adalah penjelasaan dari masing-masing indikator kinerja pada tiap sasaran strategi.

Sasaran ini ditetapkan untuk mengukur keberhasilan Pengadilan Negeri Pangkalan Bun dalam memberikan peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel. Sasaran ini terdiri dari 5 indikator, sebagaimana digambarkan pada tabel dibawah ini :

Sasaran : Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti,

Transparan dan Akuntabel

(36)

17

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel

Persentase Sisa Perkara Perdata yang Diselesaikan

100% 100% 100%

2. Persentase Sisa Perkara Pidana yang Diselesaikan

100% 100% 100%

3. Persentase Perkara Perdata yang Diselesaikan Tepat Waktu

90% 88,59% 98,43%

4. Persentase perkara pidana yang diselesaikan tepat waktu

90% 94,32% 104,80%

5. Persentase Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding

92% 91,63% 99,60%

6. Persentase Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

45% 20% 44,44%

7. Persentase perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali

90% 88% 97,78%

8. Persentase Perkara Pidana Anak yang Diselesaikan dengan Diversi

5% 0% 0%

9. Index Kepuasan Pencari Keadilan 85% 93% 109,41%

Analisis atas capaian indikator-indikator kinerja sasaran ini sebagai berikut:

Sasaran : Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel Indikator Kinerja ke-1 : Persentase Sisa Perkara Perdata Yang Diselesaikan

 Persentase sisa perkara Perdata yang diselesaikan adalah perbandingan jumlah sisa perkara Perdata yang diselesaikan dengan jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan.

 Indikator ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyelesaian sisa perkara Perdata di tahun 2019.

 Sisa perkara adalah perkara Perdata yang belum diputus pada saat periode pelaporan dilakukan.

(37)

18

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

2020 2019 2018

Persentase sisa perkara Perdata

yang diselesaikan 100 % 100% 100% 100% 100%

Sisa perkara Perdata adalah jumlah perkara Perdata yang belum selesai di tahun sebelumnya. Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah sisa perkara Perdata yang harus diselesaikan dengan jumlah sisa perkara Perdata yang harus diselesaikan. Jumlah sisa perkara tahun 2019 sebanyak 7 dan jumlah sisa perkara pada tahun 2019 yang sudah diselesaikan pada tahun 2020 sebanyak 7 perkara.

Jumlah Sisa Perkara yang diselesaikan

Jumlah Sisa Perkara yang Harus diselesaikan x 100% = 7

7 x 100%

= 100% Tabel

Persentase Sisa Perkara Perdata Yang Diselesaikan Tahun 2018-2020

Tahun Jenis Perkara Sisa Perkara yang harus diseleisai-kan Sisa Perkara Yang Diselesai-kan Target Reali sasi Capaian (%) 2018 Perdata 9 9 100% 100% 100% 2019 Perdata 14 14 100% 100% 100% 2020 Perdata 7 7 100% 100% 100%

Sisa perkara Perdata tahun 2019 adalah sebanyak 7 perkara. Dari jumlah tersebut telah diselesaikan semuanya di tahun 2020, sehingga jumlah capaian untuk indikator persentase sisa perkara Perdata yang diselesaikan tahun 2020 sebesar 100%. Indikator kinerja ini selalu tercapai setiap tahunnya karena memang penanganan perkara tidak boleh lebih dari 5 bulan sehingga sisa perkara Perdata tahun sebelumnya pasti bisa diselesaikan tepat waktu.

(38)

19

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Sasaran : Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel Indikator Kinerja ke-2 : Persentase Sisa Perkara Pidana Yang Diselesaikan

 Persentase sisa perkara Pidana yang diselesaikan adalah perbandingan jumlah sisa perkara yang diselesaikan dengan jumlah sisa perkara Pidana yang harus diselesaikan.

 Indikator ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyelesaian sisa perkara Pidana di tahun 2019.

 Sisa perkara adalah perkara Pidana yang belum diputus pada saat periode pelaporan dilakukan

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

2020 2019 2018

Persentase sisa perkara Pidana

yang diselesaikan 100 % 100% 100% 100% 100%

Sisa perkara Pidana adalah jumlah perkara Pidana yang belum selesai di tahun sebelumnya. Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah sisa perkara Pidana yang harus diselesaikan dengan jumlah sisa perkara Pidana yang harus diselesaikan. Jumlah sisa perkara Pidana tahun 2019 sebanyak 46 dan jumlah sisa perkara Pidana pada tahun 2019 yang sudah diselesaikan pada tahun 2020 sebanyak 46 perkara.

Jumlah Sisa Perkara yang diselesaikan

Jumlah Sisa Perkara yang Harus diselesaikan x 100% = 46

46 x 100%

= 100% Tabel

Persentase Sisa Perkara Pidana Yang Diselesaikan Tahun 2018-2020

Tahun Jenis Perkara Sisa Perkara yang harus diseleisai-kan Sisa Perkara Yang Diselesai-kan Target Reali sasi Capaian (%) 2018 Pidana 72 72 100% 100% 100% 2019 Pidana 62 62 100% 100% 100% 2020 Pidana 46 46 100% 100% 100%

(39)

20

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Sisa perkara Pidana tahun 2019 adalah sebanyak 46 perkara. Dari jumlah tersebut telah diselesaikan semuanya di tahun 2020, sehingga jumlah capaian untuk indikator persentase sisa perkara Pidana yang diselesaikan tahun 2020 sebesar 100%. Indikator kinerja ini selalu tercapai setiap tahunnya karena memang penanganan perkara tidak boleh lebih dari 5 bulan sehingga sisa perkara Pidana tahun sebelumnya pasti bisa diselesaikan tepat waktu.

Sasaran : Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel Indikator Kinerja ke-3 : Persentase Perkara Perdata Yang Diselesaikan Tepat Waktu

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara Perdata yang diselesaikan tepat waktu dengan jumlah perkara Perdata yang harus diselesaikan. Sisa perkara Perdata tahun 2019 sebanyak 7 perkara dan perkara Perdata masuk pada tahun 2020 sebanyak 142 perkara. Perkara Perdata yang diselesaikan pada tahun 2020 sebanyak 132 perkara. Dimana sumber data yang digunakan adalah Laporan Pelaksanaan Kegiatan. Detail perolehan Persentase perkara Perdata yang diselesaikan tepat waktu sebagai berikut :

Jumlah Perkara yang diselesaikan tahun berjalan

Jumlah Perkara yang ada x 100% = 132

(142+7) x 100%

= 132

149 x 100%

= 88,59%

Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2014, jangka waktu penanganan perkara untuk pengadilan tingkat pertama adalah maksimal 5 (lima) bulan. Untuk itu jumlah perkara yang harus diselesaikan adalah perkara yang masuk dari bulan Agustus tahun sebelumnya sampai dengan bulan Juli di tahun berjalan, karena perkara yang masuk di bulan Agustus s.d Desember di tahun berjalan memiliki batas waktu penyelesaian perkara hingga tahun berikutnya sehingga akan lebih tepat jika dihitung sebagai kinerja di tahun berikutnya.

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

2020 2019 2018

Persentase perkara Perdata yang

(40)

21

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Capaian kinerja pada indikator kinerja ini dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 sedikit mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan proses penyelesaian perkara Perdata bisa lebih cepat karena adanya SIPP dan MIS sehingga monitoring dan evaluasi perkara menjadi lebih mudah dan tidak ada penyelesaian perkara yang melebihi 5 bulan.

Tabel :

Persentase Perkara Perdata Yang Diselesaikan Tepat Waktu

Tahun Jenis Perkara Perkara Yang Harus Diselesaikan Perkara Yang Diselesaikan Tepat Waktu

Target Realisasi Capaian (%)

2018 Perdata 172 158 90% 91,86% 102,07%

2019 Perdata 136 129 90% 94,85% 105,39%

2020 Perdata 149 132 90% 88,59% 98,43%

Perkara Perdata yang diselesaikan tepat waktu di tahun 2020 adalah sebanyak 132 perkara, perkara yang harus diselesaikan adalah sebanyak 149 perkara. Sehingga realisasi persentase perkara Perdata yang diselesaikan tepat waktu adalah sebesar 88,59% dan capaiannya sebesar 98,43%. Jumlah ini sedikit mengalami penurunan dari tahun 2019 karena realisasinya menurun dari 94,85% menjadi 88,59%. Adapun capaian juga mengalami penurunan dibandingkan dengan capaian tahun 2018 sebesar 102,07% dan tahun 2019 sebesar 105,39%.

Sasaran : Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel Indikator Kinerja ke-4 : Persentase Perkara Pidana Yang Diselesaikan Tepat Waktu

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara Pidana yang diselesaikan tepat waktu dengan jumlah perkara Pidana yang harus diselesaikan. Sisa perkara Pidana tahun 2019 sebanyak 46 perkara dan perkara Pidana masuk pada tahun 2020 sebanyak 359 perkara. Perkara Perdata yang diselesaikan pada tahun 2020 sebanyak 382 perkara. Dimana sumber data yang digunakan adalah Laporan Pelaksanaan Kegiatan. Detail perolehan Persentase perkara Perdata yang diselesaikan tepat waktu sebagai berikut :

(41)

22

LkjIP Tahun 2020 Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Jumlah Perkara yang diselesaikan tahun berjalan

Jumlah Perkara yang ada x 100% = 382

(359+46) x 100%

= 382

405 x 100%

=94,32 %

Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2014, jangka waktu penanganan perkara untuk pengadilan tingkat pertama adalah maksimal 5 (lima) bulan. Untuk itu jumlah perkara yang harus diselesaikan adalah perkara yang masuk dari bulan Agustus tahun sebelumnya sampai dengan bulan Juli di tahun berjalan, karena perkara yang masuk di bulan Agustus s.d Desember di tahun berjalan memiliki batas waktu penyelesaian perkara hingga tahun berikutnya sehingga akan lebih tepat jika dihitung sebagai kinerja di tahun berikutnya.

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

2020 2019 2018

Persentase perkara Pidana yang

diselesaikan tepat waktu 90 % 94,32 % 104,80% 99,59% 99,57%

Capaian kinerja pada indikator kinerja ini dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 cenderung mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan proses penyelesaian perkara Perdata bisa lebih cepat karena adanya SIPP dan MIS sehingga monitoring dan evaluasi perkara menjadi lebih mudah dan tidak ada penyelesaian perkara yang melebihi 5 bulan.

Tabel :

Persentase Perkara Pidana Yang Diselesaikan Tepat Waktu

Tahun Jenis Perkara Perkara Yang Harus Diselesaikan Perkara Yang Diselesaikan Tepat Waktu

Target Realisasi Capaian (%)

2018 Pidana 597 535 90% 89,61% 99,57%

2019 Pidana 444 398 90% 89,63% 99,59%

2020 Pidana 405 382 90% 94,32 % 104,80%

Perkara Pidana yang diselesaikan tepat waktu di tahun 2020 adalah sebanyak 382 perkara, perkara yang harus diselesaikan adalah sebanyak 405 perkara. Sehingga

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian pada BUSN devisa dalam pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2011-2013 menunjukkan bahwa faktor profil risiko dengan rasio Non Perform

Uji validitas dilakukan untuk mengevaluasi dan menguji data yang telah dikumpulkan, agar memastikan bahwa data tersebut merupakan data-data yang.. Beberapa jenis uji validitas

PENERAPAN TEKNIK PAPAN CERITA (STORYBOARD) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK (STUDI ESKSPERIMEN KUASI PADA KELAS XI SMA NEGERI 6 BANDUNG TAHUN AJARAN 2014/2015)

Meski namanya clay (tanah liat), yang dipakai bukanlah tanah liat biasa. Animasi ini memakai plasticin, bahan lentur seperti permen karet yang ditemukan pada tahun 1897.

Tabel 43 Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 43 Tabel 44 Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi, Anak Balita, Dan Ibu Nifas Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas

Penyerapan Nitrogen dan Fosfor Rumput Laut di Teluk Gerupuk Berdasarkan laju penyerapan nutrien (N dan P), biomassa panen, dan luasan area bu- didaya, maka dapat dilakukan estimasi

Berdasarkan data diatas disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan dan Penggunaan pembersih genitalia dengan kejadian keputihan pada mahasiswi

Yang dilaporkan pengukuran kinerja pembukuan hanya atas 9 PAKEM, karena pada tahun 2008 masih menyisakan dana Rp 428 juta yang harus dimanfaatkan sebelum pencairan BLM PAKET