• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALIS KECELAKAAN LALU LINTAS PADA JALAN ARTERI TUBAN/KM 0,000 - REMBANG/KM 47,900. Tri Surya Fendi 1, Saiful Arfaah 2 ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALIS KECELAKAAN LALU LINTAS PADA JALAN ARTERI TUBAN/KM 0,000 - REMBANG/KM 47,900. Tri Surya Fendi 1, Saiful Arfaah 2 ABSTRAK"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

52 ANALIS KECELAKAAN LALU LINTAS

PADA JALAN ARTERI TUBAN/KM 0,000 - REMBANG/KM 47,900 Tri Surya Fendi1, Saiful Arfaah2

1

Mahasiswa Program Penelitian Teknik Sipil Universitas Darul Ulum Jombang 2Dosen Program Penelitian Teknik Sipil Universitas Darul Ulum Jombang

ABSTRAK

Tuban adalah kabupaten yang terletak di bagian utara barat Provinsi Jawa Timur. Tuban memiliki posisi strategis karena berada di jalur persimpangan lintas utara Pulau Jawa. Seiring dengan bertambahnya penduduk di Kabupaten Tuban tiap tahunnya menyebabkan kebutuhan transportasi juga semakin meningkat, khususnya kendaraan bermotor. Bertambahnya kendaraan bermotor, secara tidak langsung dapat memperbesar resiko bertambahnya permasalahan lalu lintas yaitu berhubungan dengan kapasitas jalan, sehingga terjadi kemacetan dan kecelakaan, yang akan berdampak pada turunnya kinerja jalan.

Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu kejadian di jalan raya yang tidak dapat disangka dan diduga kapan terjadinya dan dimana lokasi kejadiannya yang menyebabkan kerugian materiil dan non materiiil yaitu korban jiwa. Faktor-faktor penyebab kecelakaan terdiri dari: (1) pengemudi (kurang berhati-hati, mengantuk, mabuk, ugal-ugalan, lengah, penglihatan, kurang memperhatikan, dan melanggar rambu-rambu lalu lintas), (2) lingkungan dan jalan (pejalan kaki, material yang ada di jalan, dan kondisi jalan yang berlubang/rusak), dan (3) kendaraan (rem rusak, ban bocor/halus, dan lampu kendaraan).

Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan data yang diperoleh berupa data sekunder dari Satlantas Polres Tuban dari bulan Januari 2010 sampai dengan bulan Desember 2015 dan data primer berupa data kondisi daerah rawan kecelakaan, perilaku pengguna kendaraan bermotor, aspek perkerasan dan geometrik jalan, data lalu lintas harian.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan arteri Tuban-Rembang adalah faktor pengemudi (96.55%), faktor jalan dan lingkungan (2.40%), faktor kendaraan (0.68%), faktor alam (0.37%). Lokasi blackspot adalah di jalan raya Tuban-Bulu KM 44-46 di Desa Bulujowo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Solusi untuk mengurangi kecelakaan dari faktor pengemudi diantaranya : memasang rambu peringatan batas kecepatan, rambu hati-hati dan papan himbauan daerah rawan kecelakaan, memasang Warning Ligth pada daerah rawan kecelakaan, meningkatkan kegiatan patroli oleh anggota Satlantas maupun Polsek jajaran pada daerah rawan laka lantas untuk mencegah terjadinya laka lantas.

Kata Kunci: Lalu Lintas, Daerah Rawan Kecelakaan (Blacksite), Titik Rawan Kecelakaan (Blackspot), Kabupaten Tuban

1. PENDAHULUAN

Ruas jalan Tuban-Rembang adalah termasuk jalan arteri. Jalan arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk (akses) dibatasi secara berdaya guna. Tapi kenyataan dilapangan berdasarkan kenyataan hasil pengamatan pada ruas jalan Tuban-Rembang terdapat pasar, tempat pelelangan ikan, wisata pantai, terminal bus, alon-alon kota, dan industri mulai dari industri rumahan sampai industri besar, sehingga banyak aktivitas pengguna kendaraan yang selalu melewati ruas jalan tersebut, sehingga kondisi lalu lintas semakin padat. Dengan semakin padatnya kapasitas jalan yang mengakibatkan kemacetan dan kemungkinan akan terjadi kecelakaan lalu lintas. Kondisi ruas jalan yang kurang berfungsi dengan baik, sisi ruas jalan ada yang digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti pasar tumpah, pedagang kaki lima, parkir di bahu jalan. Pada jalan tertentu terdapat proyek pelebaran jalan, jalan yang bergelombang, tetapi penerangan dan rambu lalu lintas sudah terpasang.

(2)

53 Berdasarkan data dari Polres Tuban, Jumat (26/12) angka laka lantas pada tahun 2015 naik sekitar 8 persen jika dibandingkan dengan tahun 2014. Untuk tahun 2015 laka lantas di wilayah Tuban menelan korban meninggal dunia 202 orang, luka berat 45 orang, dan luka ringan 1.407 orang. Sedangkan, pada tahun 2014 korban meninggal dunia 206 orang, luka berat 38 orang, dan luka ringan 1.232 orang. Pada tahun 2014 untuk jumlah laporannya 976 laporan, dan tahun 2015 mencapai 1.065 laporan. Naiknya angka laka lantas tersebut disebabkan makin tingginya volume kendaraan. Sedangkan, ruas jalan tetap. Selain itu, penyebab laka lantas terbanyak adalah faktor human error atau kelalaian pengemudi. Penyebab laka lantas ini paling banyak disebabkan oleh faktor manusia sendiri.

Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul “Analisa Kecelakaan Lalu Lintas Pada Jalan Arteri Tuban/Km 0,000-Rembang/Km 47,900”.

2. PERUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang masalah tersebut, maka dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut :

1. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kecelakaan llalu lintas pada jalan arteri Tuban-Rembang?

2. Dimanakah lokasi blackspot di jalan arteri Tuban-Rembang?

3. Bagaimana solusi untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan arteri Tuban-Rembang?

3. TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan di jalur Tuban-Rembang. 2. Untuk mengetahui lokasi blackspot di jalan arteri Tuban-Rembang.

3. Untuk mencari solusi mengurangi angka kecelakaan di jalan arteri Tuban-Rembang.

4. BATASAN MASALAH

Batasan-batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian ini dilakukan di ruas jalan arteri Tuban-Rembang pada lokasi yang telah di tentukan.

2. Penelitian ini memerlukan survey di lokasi untuk mengamati kejadian-kejadian yang mungkin dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas seperti:

a) Karakteristik lalu lintas.

b) Menghitung lalu lintas kendaraan.

c) Rambu-rambu, marka jalan, dan penerangan. d) Perilaku pengguna kendaraan bermotor. e) Aspek perkerasan jalan.

f) Aspek geometrik (alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal)

3. Data kecelakaan menggunakan data sekunder tahun 2011 - 2015 yang diperoleh dari satlantas Tuban.

4. Penelitian terfokus pada data yang dapat mendukung gambaran daerah rawan kecelakaan lalu lintas pada lokasi yang telah ditentukan.

(3)

54 A. Pengertian Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan lalu lintas menurut UU RI Pasal 1 No. 22 tahun 2009 adalah suatu peristiwa di jalan raya tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. Di dalam terjadinya suatu kejadian kecelakaan selalu mengandung unsur ketidak sengajaan dan tidak disangka serta akan menimbulkan perasaan terkejut, heran dan trauma bagi orang yang mengalami kecelakaan tersebut. Apabila kecelakaan terjadi dengan disengaja dan telah direncanakan sebelumnya, maka hal ini bukan merupakan kecelakaan lalu lintas, namun digolongkan sebagai suatu tindakan kriminal baik penganiayaan atau pembunuhan yang berencana.

B. Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan adalah suatu kejadian yang disebabkan oleh banyak faktor, yang pada dasarnya disebabkan oleh kurang efektifnya gabungan dari faktor-faktor utama, yaitu : pemakai jalan (manusia), kendaraan, kondisi jalan dan lingkungan. Ada tiga unsur dasar yang menentukan keamanan jalan raya, yaitu: kendaraan, pengemudi serta fisik jalan itu sendiri.

C. Klasifikasi Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan itu sendiri pada dasarnya memiliki pemahaman bahwa unsur terpenting dalam sebuah kecelakaan lalu lintas adalah korban manusia, maka klasifikasi kecelakaan didasari pada tingkat keparahan korban (degree of severity). Berikut klasifikasi kecelakaan:

1. Kecelakaan Fatal

Dimana terdapat korban kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa/meninggal dunia (fatal accindent), meskipun hanya 1 orang.

2. Kecelakaan Berat

Dimana terdapat korban kecelakaan yang mengalami luka-luka berat (serious injury accident), meskipun hanya 1 orang.

3. Kecelakaan Ringan

Dimana terdapat korban kecelakaan yang mengalami luka-luka ringan (slight injury accident), meskipun hanya 1 orang.

4. Kecelakaan Lain-lain

Dimana tidak terdapat korban manusia baik luka-luka ringan sampai yang meninggal dunia dalam kecelakaan, namun hanya berupa kerugian material saja (property damage accident).

Sementara itu Iskandar (1995) menyatakan bahwa kecelakaan lalu lintas dapat pula dilihat dari type kejadiannya yaitu: kecelakaan kendaraan tunggal, kecelakaan pejalan kaki, kecelakaan membelok lebih dari dua kendaraan, kecelakaan membelok dua kendaraan, dan kecelakaan tanpa gerakan membelok. Lebih dari itu kecelakaan lalu lintas berdasarkan pada cara terjadinya, penyebab, serta kondisi korban. Berdasarkan cara terjadinya kecelakaan dapat disebabkan karena hilang kendali, tabrakan di jalan, dan bukan tabrakan di jalan. Kemudian penyebab terjadinya karena manusia, kendaraan, jalan dan lingkungan. Sedangkan kondisi korban dapat berakibat fatal, berat, dan ringan.

(4)

55 D. Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas

Daerah yang mempunyai angka kecelakaan tinggi, resiko kecelakaan tinggi dan potensi kecelakaan tinggi pada suatu ruas jalan dapat disebut daerah rawan kecelakaan (Dewanti, 1998). Penggolongan ruas jalan tertentu dikatakan masuk dalam kategori daerah rawan kecelakaan lalu lintas, memiliki beberapa istilah yang digunakan sebagai kriteria. Daerah rawan kecelakaan ini dapat diidentifikasi pada lokasi jalan tertentu (black-spot) maupun pada ruas jalan tertentu (black-site). Kriteria umum yang dapat digunakan untuk menentukan black-spot dan black-site (Dewanti, 1998) :

1. Black-spot, adalah lokasi pada jaringan jalan yang frekuensi kecelakaan atau jumlah kecelakaan lalu lintas dengan korban mati, atau kriteria kecelakaan lainnya, per tahun lebih besar daripada jumlah minimal yang ditentukan.

2. Blacksite, adalah wilayah jaringan jalan yang mengalami frekuensi kecelakaan, atau kematian, atau kriteria kecelakaan lain, per tahun lebih besar dari jumlah minimal yang ditentukan.

6. METODOLOGI

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan mencatat data yang ada di lapangan. Data-data yang diperlukan ada dua yaitu:

1. Data sekunder seperti: jumlah kecelakaan dan profil kecelakaan (faktor penyebab kecelakaan, usia pelaku, kendaraan yang terlibat, kondisi korban, jenis kelamin pelaku, pekerjaan pelaku, dan kelengkapan SIM)

2. Data primer seperti karakteristik lalu lintas (proporsi kendaraan), panjang ruas jalan, lalu lintas harian rata-rata, mengamati perilaku pengguna kendaraan bermotor, kelengkapan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan penerangan, aspek perkerasan jalan (kondisi jalan di lapangan), dan aspek geometrik jalan (alinyemen horizontal dan vertikal).

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah data kecelakaan lalu lintas dari awal Januari tahun 2011 sampai dengan akhir Desember tahun 2015 di Satlantas kabupaten Tuban, sedangkan untuk sampel merupakan data kecelakaan lalu lintas khususnya di ruas jalan arteri Tuban-Rembang.

Data Primer

1. Karakteristik lalu lintas.

Melakukan survey dan mengamati arus, kecepatan, dan volume kendaraan yang melintas.

2. Rambu-rambu, marka dan penerangan jalan.

Dengan melakukan survey dan mengamati serta mendokumentasikan keadaan rambu-rambu, marka jalan dan penerangan di sepanjang ruas jalan Tuban-Rembang. 3. Perilaku pengguna kendaraan bermotor.

Saat melakukan survey, peneliti juga mengamati perilaku pengguna kendaraan bermotor yang melintas.

4. Aspek perkerasan jalan dan geometrik.

Mengamati serta mendokumentasikan kondisi aspek jalan dan geometrik jalan arteri Tuban-Rembang.

(5)

56 Dengan melakukan survey dan menghitung jumlah kendaraan yang melintas, perhitungan dilakukan di satu titik lokasi yang dianggap memliki tingkat kecelakaan tinggi.

Data Sekunder

Pengumpulan data sekunder ini diawali dengan meminta ijin kepada pihak kepolisian untuk mengambil data kecelakaan di Satlantas dengan cara membuat surat ijin dari Universitas kemudian diajukan ke pihak Satlantas bagian kecelakaan lalu lintas. Dari data tersebut dapat diperoleh data kecelakaan yang terjadi pada jalan arteri Tuban-Rembang.

Analisis Data

Proses analisa data dilakukan melalui tiga alur kegiatan yang berlangsung secara berurutan, yaitu:

1. Menyederhanakan data (data reduction) 2. Penyajian data (data display)

3. Penarikan kesimpulan

7. ANALISA DAN PEMBAHASAN

Tabel 7.1 : Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan

No. Faktor Penyebab Tahun Persentase (%)

2011 2012 2013 2014 2015 Total 1 2 3 4 Pengemudi

Jalan dan Lingkungan Kendaraan Alam 848 0 0 0 947 8 11 12 925 26 8 1 946 26 3 1 1042 57 11 4 4708 117 33 18 96.55 2.40 0.68 0.37 J u m l a h 848 978 960 976 1114 4876 100

Sumber : Data Satlantas Polres Tuban

Gambar 7.1 : Grafik Persentase Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Per Tahun Berdasarkan analisa dari data yang diperoleh, faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas paling tinggi adalah faktor pengemudi sebesar 96,55% , kedua faktor jalan dan lingkungan sebesar 2,40% , faktor kendaraan sebesar 0,68% , faktor alam sebesar 0,37%. 96.55% 2.40% 0.68% 0.37% 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% 120.00%

Pengemudi Jalan dan

Lingkungan

Kendaraan Alam

(6)

57 Tabel 7.2 : Faktor Kecelakaan Yang Mempengaruhi Pengemudi

No. Faktor Pengemudi

Tahun Persent ase (%) 2011 2012 2013 2014 2015 Tota l 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lengah Lelah Mengantuk Sakit Tidak Tertib Tekanan Psikolog Pengaruh Obat Pengaruh Alkohol Batas Kecepatan X X X X X X X X X 947 0 4 0 39 0 0 0 0 925 0 3 0 40 0 0 0 2 829 1 8 0 104 0 0 1 3 487 2 7 17 519 0 0 2 8 3100 3 22 17 702 0 0 3 13 80.75 0.08 0.56 0.43 17.78 0.00 0.00 0.08 0.33 J u m l a h X 990 970 946 1042 3948 100

Sumber : Data Satlantas Polres Tuban

Gambar 7.2 : Grafik Faktor Kecelakaan Yang Mempengaruhi Pengemudi

Berdasarkan analisa dari data yang diperoleh, sebagian besar faktor penyebab kecelakaan yang mempengaruhi faktor pengemudi adalah pengemudi lengah dengan persentase sebesar 80,75% , pengemudi tidak tertib sebesar 17,78% , pengemudi mengantuk sebesar 0,56% , pengemudi sakit sebesar 0,43%, batas kecepatan sebesar 0,33% , pengemudi lelah sebesar 0,08% dan pengaruh alkohol sebesar 0,08% .

Tabel 7.3 : Usia Pelaku Kecelakaan

No. Usia Tahun Persentase (%)

2011 2012 2013 2014 2015 Total 1 2 3 4 5 6 05-15 tahun 16-25 tahun 26-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun 51-60 tahun 31 192 198 187 124 83 40 339 156 211 176 109 41 344 121 195 147 95 35 314 116 184 137 112 44 337 107 184 193 122 191 1526 698 961 777 521 4.09 32.65 14.93 20.56 16.62 11.15 J u m l a h 1290 1731 1547 1476 1654 4674 100

Sumber : Data Satlantas Polres Tuban 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 2012 2013 2014 205 Lengah Lelah Mengantuk Sakit Tidak Tertib Psikolog Obat Alkohol Batas Kecepan

(7)

58 Gambar 7.3 : Grafik Usia Pelaku Kecelakaan

Dari analisa yang dilakukan penulis, yang banyak melakukan kecelakaan adalah usia 16-25 tahun dengan persentase sebesar 32,65% , usia 31-40 tahun sebesar 20,56% , usia 41-50 tahun sebesar 16,62% , usia 26-30 tahun sebesar 14,93% , usia 51-60 tahun sebesar 11,15% , usia 5-15 tahun sebesar 4,09%.

Tabel 7.4 : Pekerjaan Pelaku Kecelakaan

No. Profesi Tahun Persent ase (%) 2011 2012 2013 2014 2015 Tota l 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PNS TNI POLRI Karyawan Swasta Pelajar Mahasiswa Pengemudi Pedagang Petani Lain-lain 15 11 17 605 103 10 35 0 17 2 21 4 9 766 131 10 31 2 21 31 33 3 9 690 121 27 34 0 25 1 23 1 8 665 127 14 26 2 25 7 26 3 9 752 113 23 30 0 26 5 118 22 52 3478 595 89 156 4 114 46 2.52 0.47 1.11 74.41 12.73 1.90 3.34 0.09 2.44 0.98 J u m l a h 1290 1731 1547 1476 1654 4674 100 Sumber : Data Satlantas Polres Tuban

0 50 100 150 200 250 300 350 400 2011 2012 2013 2014 2015 05-15 thn 16-25 thn 26-30 thn 31-40 thn 41-50 thn 51-60 thn

(8)

59 Gambar 7.4 : Grafik Pekerjaan Pelaku Kecelakaan

Dari data yang diperoleh, diketahui pelaku kecelakaan yang paling banyak adalah berprofesi sebagai karyawan swasta dengan persentase sebesar 74,41% , pelajar sebesar 12,73% , pengemudi sebesar 3,34% , Pegawai Negeri Sipil sebesar 2,52% , petani sebesar 2,44% , mahasiswa sebesar 1,90% , POLRI sebesar 1,11% , lain-lain sebesar 0,98% , TNI sebesar 0,47 dan pedagang sebesar 0,09%.

Tabel 7.5 : Data Jumlah Kejadian Laka Lantas Pada Polsek Jajaran di Kabupaten Tuban

No. Kesatuan Jumlah

Kejadian Kondisi Korban Ket. Meningg al Dunia Luka Berat Luka Ringan 1 Tuban 165 16 3 245 2 Semanding 103 21 3 137 3 Bancar 65 27 6 56 4 Jenu 106 18 1 135 5 Plumpang 63 19 4 76 6 Widang 74 17 5 86 7 Palang 77 11 6 113 8 Merakurak 69 12 2 106 9 Soko 43 8 2 66 10 Rengel 51 7 3 66 11 Jatirogo 37 10 1 39 12 Parengan 45 8 1 58 13 Tambakboyo 25 8 0 29 14 Kerek 35 4 0 62 15 Montong 23 6 2 28 16 Senori 12 3 2 18 17 Singgahan 21 2 0 30 18 Kenduruan 13 3 1 13 19 Banilan 25 1 0 30 20 Grabakan 13 1 1 14 J u m l a h 1065 202 43 1407

Sumber : Data Satlantas Polres Tuban 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 2011 2012 2013 2014 2015 PNS TNI POLRI Swasta Pelajar Mahasiswa Pengemudi Pedagang Petani Lain-lain

(9)

60 Dari data yang diperoleh, jumlah kejadian kecelakaan pada Polsek Jajaran di Kabupaten Tuban berdasarkan kuantitas yaitu pada Kecamatan Tuban dan jumlah kecelakaan pada Polsek Jajaran di Kabupaten Tuban berdasarkan kualitas adalah Kecamatan Bancar.

Tabel 7.6 : Rekap Data Jumlah Kejadian Laka Lantas Pada Polsek Jajaran di Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban.

No. Lokasi Kejadian

Laka Lantas Jumlah MD LB LR

1 Jl. Tuban - Bulu Km 36-37 Ds. / Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - -

2 Jl. Tuban - Bulu Km 46-47 Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

3 Jl. Dsn. Simo Ds. Sukoharjo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - 1

4 Jl. Tuban - Bancar Km 27-28 Ds. Bogorejo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - 1

5 Jl. Tuban - Bulu Km 25-26 Ds./ Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 2

6 Jl. Tuban - Bulu Km 34-35 Ds. Bancar Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 1 - 7 Jl. Tuban - Bulu depan Balai Ds. / Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1 8 Jl. Bulu - Jatirogo Km 2-3 Dsn. Karanganyar Ds. Sukolilo Kec. Bancar

Kab. Tuban

1 1 - -

9 Jl. Bulu - Jatirogo Km 1-2 Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - - 10 Jl. Tuban - Bancar Km 38-39 Ds Bogorejo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 2 11 Jl. Tuban - Bulu Km 44-45 Ds. Bulujowo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - 1 12 Jl, Raya Tuban - Bulu Km 42-43 Ds. Blumbungmeduro Kec. Bancar

Kab. Tuban

1 - - 1

13 Jl. Ray Tuban - Bulu Km 32-33 Ds. Bancar Kab. Tuban 1 - - 2

14 Jl. Tuban - Bulu Km 45-46 Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

15 Jl. Sidomulyo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - -

16 Jl. Tuban - Bulu Km 45-46 Dsn. Ngomben Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab. Tuban

1 - - 3

17 Jl. Tuban - Bulu Km 44-45 Ds. Bulujowo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - 1 18 Jl. Bulu - Jatirogo Ds. Ngujuran Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

19 Jl. Tuban - Bulu Km 34-35 Ds. / Kec. Bancar Kab. Tuban 1 2 - -

20 Jl. Tuban - Bulu Dsn. Dsn. Kradenan Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab. Tuban

1 - - 1

21 Jl. Ds. Siding Kec. Bancar Kab. Tuban 1 2 - -

22 Jl. Tuban - Bulu Km 37-38 Ds. / Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

23 Jl. Ds. Sembungin Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - 1 -

24 Jl. Bulu - Jatirogo Ds. Ngujuran Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - - 25 Jl. Tuban - Bancar Km 32-33 Dsn. Mamer Ds. Margosuko Kec. Bancar

Kab. Tuban

1 - - 1

26 Jl., Tuban -Bulu Km 32-34 Dsn. Mamer Ds. Margosuko Kec. Bancar Kab. Tuban

1 - - 1

27 Jl. Tuban -Bulu Km 32-33 Dsn. Mamer Ds. Margosuko Kec. Bancar Kab. Tuban

1 1 - -

28 Jl. Bulu - Jatirogo Dsn. Sarigede Ds. Latsari Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 2 29 Jl. Tuban - Bancar Km 35-36 Ds. Bancar Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

30 Jl., Tuban - Bulu Km 30-31 Ds./ Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 2

31 Jl. Tuban - Bancar Km 41-42 Ds. Boncong Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - - 32 Jl. Tuban - Bulu Km 47-48 Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1 33 Jl. Tuban - Bancar Km 40-41 Ds. Boncong Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1 34 Jl. Bulu - Jatirogo Dsn. Sarigede Ds. Latsari Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1 35 Jl. Tuban - Bulu Km 39-40 Ds. Gading Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - - 36 Jl. Tuban - Bulu Km 44-45 Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1 37 Jl. Tuban - Bulu Km 45-46 Ds. / Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 1 1

(10)

61 38 Jl. Raya Tuban - Bulu Km 45-46 Ds. Bulujowo Kec. Bancar Kab.

Tuban

1 - - 2

39 Jl. Tuban - Bulu Km 36-37 Ds. Bancar Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - 1 1 40 Jl. Tuban - Bulu Km 46-47 Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1 41 Jl. Tuban - Bulu KM 41-42 Ds. Boncong Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 2 42 Jl. Tuban - Bancar Km 46-47 Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

43 Jl. Tuban - Bulu Km 35-36 Ds. / Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

44 Jl. Tuban - Bancar Km 38-39 Ds. Bogorejo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 2 - - 48 Jl. Bulu - Jatirogo Dsn. Sarigedhe Ds. Latsari Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

46 Jl. Tuban - Bulu Km 37-38 Ds. / Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

47 Jl. Tuban - Bulu Km 37-38 Ds. Bogorejo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1 48 Jl. Bulu - Jatirogo Dsn. Karanganyar Ds. Sukolilo Kec. Bancar Kab.

Tuban

1 - - 2

49 Jl. Tuban - Bulu Km 35-36 Ds. / Kec. Bancar 1 1 - -

50 Jl. Tuban - Bancar Km 35-36 Ds. Bancar Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - - 51 Jl. Tuban - Bulu Km 41-42 Ds. Sembungin Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - 1 52 Jl. Tuban - Bulu Km 36-37 Ds. Bogorejo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 3 53 Jl. Tuban - Bulu Km 38-39 Ds. Bogorejo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - - 54 Jl. Tuban - Bancar Km 33-34 Ds. Margosuko Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

55 Jl. Tuban - Bulu Ds. / Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1

56 Jl. Tuban - Bancar Km 36-37 Ds. / Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - 1 57 Jl. Tuban - Bancar Km 32-33 Dsn. Bumen Ds. Margosuko Kec. Bancar

Kab. Tuban

1 - - 1

58 Jl. Tuban - Bancar Km 44-45 Ds. Bulujowo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 1 - - 59 Jl. Tuban - Bulu Km 44-45 Ds. Bulujowo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 2 - - 60 Jl. Tuban - Bulu Km 18-19 Ds. Temaji Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - - 1 61 Jl. Tuban - Bulu Km 39-40 Ds. Bogorejo Kec. Bancar Kab. Tuban 1 - 2 1 Sumber : Data Satlantas Polres Tuban

Hasil analisa dari bulan Januari sampai Desember 2015 menunjukkan angka yang tertinggi terjadi pada kecamatan Bancar sebesar 65 kejadian dan korban meninggal dunia sebesar 27 jiwa. Lokasi blackspot pada daerah ini terletak di ruas jalan Tuban-Bulu tepatnya di KM 44-46, dengan korban meninggal sebanyak 6 jiwa.

Gambar 7.5 Peta Lokasi Black Spot

Lokasi Blackspot Jl. Tuban-Bulu KM 44-46 Ds. Bulujowo Kec. Bancar Kab.

(11)

62 Solusi Untuk Mengurangi Jumlah Angka Kecelakaan

Tabel 7.7 : Hasil Survei Kondisi Ruas Jalan Pada Daerah Rawan Kecelakaan

No. Ruas Jalan Kondisi Jalan

1. Tuban Kondisi jalan pada ruas jalan PB. Panglima Sudirman sudah cukup baik, namun ada beberapa yang bergelombang.

Lalu-lintas jalan sering macet, karena banyak mobil yang parkir di tepi jalan, adanya perkampungan nelayan dan banyak peziarah sunan bonang yang menyeberang.

Banyak hambatan samping seperti kendaraan keluar/masuk gang-gang kecil, keluar/masuk pabrik.

Badan jalan banyak dikondisikan sebagai parkir kendaraan.

Pada trotoar yang seharusnya digunakan untuk berjalan kaki, tapi digunakan untuk tempat berdagang.

Terdapat penyempitan jalan.

Kondisi jalan termasuk datar karena tidak berada pada bukit. Tipe jalur terbagi menjadi 2 jalur.

Tidak terdapat median yang memisahkan 2 jalur yang berlawanan arah.

Alinyemen horizontal pada ruas jalan Tuban tidak terdapat tikungan yang tajam, jalan relatif lurus.

Alinyemen vertikal pada ruas jalan Tuban tidak terdapat tanjakan yang curam.

2. Jenu Kondisi jalan pada ruas jalan Jenu sudah cukup baik, namun ada beberapa yang bergelombang.

Lalu lintas cukup lancar. Namun di titik tertentu terkadang macet karena adanya pasar.

Terdapat beberapa hambatan samping seperti kendaraan keluar/masuk pabrik.

Kondisi jalan terdapat tanjakan dan turunan karena berada di bukit. Tipe jalur terbagi menjadi 2 jalur, dan tiap jalur terbagi menjadi 2 lajur.

Alinyemen horizontal pada ruas jalan Jenu terdapat beberapa tikungan yang tajam.Alinyemen vertikal pada ruas jalan Jenu tidak terdapat tanjakan yang curam. Tanjakan relatif landai.

3. Tambakboyo Kondisi jalan cukup baik, namun pada titik daerah tertentu banyak yang bergelombang.

Lalu lintas sering macet, terutama di daerah Tempat Pelelangan Ikan desa Glondonggede dan pasar Tambakboyo.

Didaerah pasar Tambakboyo, bahu jalan sering digunakan sebagai parkir kendraan.

Terdapat banyak hambatan samping seperti kendaraan keluar/masuk pabrik, kendaraan keluar masuk pelabuhan.

Kondisi jalan termasuk datar karena tidak berada pada bukit. Tipe jalur terbagi menjadi 2 jalur, dan tiap jalur terbagi menjadi 2 lajur.

Alinyemen horizontal pada ruas jalan Tambakoyo tidak terdapat tikungan yang tajam. Jalan relatif lurus.

Alinyemen vertikal pada ruas jalan Tambakboyo tidak terdapat tanjakan yang curam. Tanjakan relatif landai.

4 Bancar Kondisi jalan cukup baik, namu pada titik daerah tertentu banyak yang bergelombang.

Lalu lintas sering macet, terutama di daerah pertigaan Bancar arah Jatirogo dan di pasar Bancar.

Didaerah pasar Bancar, bahu jalan sering digunakan sebagai parkir kendaraan.

(12)

63 Terdapat beberapa hambatan samping terutama di daerah

perkampungan nelayan di Bancar seperti kendaraan keluar/masuk gang.

Terdapat banyak penyempitan jalan akibat jembatan.

Alinyemen horizontal pada ruas jalan Bancar terdapat beberapa tikungan yang tajam.

Alinyemen vertikal pada ruas jalan Bancar tidak terdapat tanjakan yang curam. Tanjakan relatif landai.

Sumber : Hasil Survei Oleh Penulis

Tabel 7.8 : Hasil Survei Kondisi Penerangan Jalan Pada Daerah Rawan Kecelakaan No. Ruas Jalan Kondisi Penerangan

1. Tuban Kondisi penerangan pada ruas jalan ini sudah baik, namun pada titik tertentu penerangan pada malam hari sering tidak berfungsi.

2. Jenu Kondisi penerangan pada ruas jalan ini relatif baik, tetapi pada titik tertentu belum terpasang lampu penerangan.

3. Tambakboyo Kondisi penerangan pada ruas jalan ini kurang baik, karena banyak lokasi yang belum terpasang lampu penerangan.

4. Bancar Kondisi penerangan pada ruas jalan ini kurang baik, karena banyak lokasi yang belum terpasang lampu penerangan.

Sumber : Hasil Survei Oleh Penulis

Tabel 7.9 : Hasil Survei Perilaku Pengguna Kendaraan Bermotor Roda 2 Pada Daerah Rawan Kecelakaan

No. Daerah Rawan Perilaku Pengguna Kendaraan Bermotor

1. Tuban Banyak pengguna sepeda motor yang tidak memakai helm. Saat berbelok kadang tidak memberi tanda (menyalakan lampu sein).

Berkendara ugal-ugalan. Parkir kendaraan di bahu jalan.

Tidak menyalakan lampu di malam hari

Memodifikasi kendaraan dari bentuk aslinya dan tidak sesuai standart pabrik, sehingga beresiko kecelakaan.

Berkendara melawan arah.

Menerobos traffic ligth saat menyalah merah.

2. Jenu Banyak pengguna sepeda motor yang tidak memakai helm. Saat berbelok kadang tidak memberi tanda (menyalakan lampu sein).

Mengendarai sepeda motor berboncengan lebih dari 1 orang.Berkendara melawan arah.

Mendahului kendaraan lain pada tikungan.

3. Tambakboyo Saat berbelok kadang tidak memberi tanda (menyalakan lampu sein).

Berkendara ugal-ugalan. Parkir kendaraan di bahu jalan.

Memodifikasi kendaraan dari bentuk aslinya dan tidak sesuai standart pabrik, sehingga beresiko kecelakaan.

Berkendara melawan arah.

4. Bancar Banyak pengguna sepeda motor yang tidak memakai helm. Saat berbelok kadang tidak memberi tanda (menyalakan lampu sein).

(13)

64 Menggunakan handphone saat berkendara.

Mengendarai sepeda motor berboncengan lebih dari 1 orang. Memodifikasi kendaraan dari bentuk aslinya dan tidak sesuai standart pabrik, sehingga beresiko kecelakaan.

Berkendara melawan arah.

Mendahului kendaraan lain pada tikungan. Sumber : Hasil Survei Oleh Penulis

Tabel 7.10 : Hasil Survei Perilaku Pengguna Kendaraan Bermotor Roda 4 atau Lebih Pada Daerah Rawan Kecelakaan

No. Daerah

Rawan Perilaku Pengguna Kendaraan Bermotor

1. Tuban Kendaraan parkir di bahu jalan.

Banyak angkutan umum yang menurunkan atau menaikan penumpang tidak pada tempatnya

Banyak pengguna kendaraan yang melanggar larangan parkir.

2. Jenu Banyak angkutan umum yang berhenti mendadak dan tidak memberi tanda saat berhenti, sehingga membahayakan pengguna kendaraan lain. Melanggar marka jalan.

Mendahului dari kiri pada marka sambung. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. 3. Tambakboyo Kendaraan parkir pada bahu jalan.

Banyak angkutan umum yang berhenti mendadak dan tidak memberi tanda saat berhenti, sehingga membahayakan pengguna kendaraan lain. Melanggar marka jalan.

Mendahului dari kiri pada marka sambung. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. 4. Bancar Kendaraan parkir pada bahu jalan.

Banyak angkutan umum yang berhenti mendadak dan tidak memberi tanda saat berhenti, sehingga membahayakan pengguna kendaraan lain. Melanggar marka jalan.

Mendahului dari kiri pada marka sambung. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sumber : Hasil Survei Oleh Penulis

Tabel 7.11 : Hasil Survei Kondisi Rambu-rambu Lalu Lintas Pada Daerah Rawan Kecelakaan

No. Ruas Jalan Rambu-rambu Lalu Lintas

1. Tuban Rambu-rambu lalu lintas pada ruas jalan kota Tuban kurang berfungsi dikarenakan banyak rambu peringatan yang terhalang oleh pohon. Traffic ligth berfungsi dengan baik.

2. Jenu Rambu-rambu lalu lintas pada ruas jalan Jenu kurang berfungsi dikarenakan ada beberapa rambu peringatan yang terhalang oleh pohon. Traffic ligth di pertigaan sebelah timur terminal tidak berfungsi. 3. Tambakboyo Rambu-rambu lalu lintas pada ruas jalan Tambakboyo kurang berfungsi

dikarenakan ada beberapa rambu peringatan yang terhalang oleh pohon. 4. Bancar Rambu-rambu lalu lintas pada ruas jalan Tambakboyo kurang berfungsi dikarenakan ada beberapa rambu peringatan yang terhalang oleh pohon. Sumber : Hasil Survei Oleh Penulis

(14)

65 Tabel 7.12 : Hasil Survei Kondisi Marka Jalan Pada Daerah Rawan

Kecelakaan

No. Ruas Jalan Marka Jalan

1. Tuban Kondisi marka jalan pada ruas jalan Kota Tuban tidak berfungsi dengan baik, karena banyak marka jalan yang sudah pudar

2. Jenu Kondisi marka jalan pada ruas jalan Jenu relatif baik, dan berfungsi sebagaimana fungsinya.

3. Tambakboyo Kondisi marka jalan pada ruas jalan Tambakboyo relatif baik, namun di beberapa lokasi banyak marka jalan yang sudah pudar.

4. Bancar Kondisi marka jalan pada ruas jalan Bancar relatif kurang baik, karena banyak marka yang sudah pudar.

Sumber : Hasil Survei Oleh Penulis

Berdasarkan analisa dari hasil survey yang dilakukan. Kondisi jalan di daerah rawan kecelakaan relatif baik, namun beberapa titik masih ada jalan yang bergelombang. Lalu lintas di daerah rawan kecelakaan sering terjadi macet, hal itu disebabkan oleh adanya pasar, perkampungan nelayan, dan parkir kendaraan pada bahu jalan. Pada aspek geometri ada beberapa tikungan yang tajam dan beberapa tanjakan namun tidak terlalu curam. Pada perilaku pengguna kendaraan bermotor pada daerah rawan kecelakaan, sering dijumpai pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, banyak pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari 1 orang, banyak pengendara sepeda motor yang berkendara melawan arus, saat berbelok tidak menyalakan lampu sein, banyak pengendara parkir kendaraan dibahu jalan dan pelanggaran lainnya. Pada daerah rawan kecelakaan, kondisi penerangan relatif baik namun di beberapa lokasi masih belum terpasang lampu penerangan. Rambu-rambu lalu lintas di daerah rawan kecelakaan relatif kurang berfungsi maksimal dikarenakan banyak rambu-rambu yang terhalang oleh pohon. Di lokasi tertentu di daerah rawan kecelakaan banyak sekali marka jalan yang sudah pudar.

Dari analisa diatas dapat ditarik beberapa solusi untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di daerah rawan kecelakaan, antara lain:

- Melakukan perbaikan jalan yang rusak dan bergelombang oleh Dinas Pekerjaan Umum.

- Melakukan pengecatan marka jalan yang sudah pudar oleh Dinas Pekerjaan Umum.

- Memasang lampu penerangan jalan pada lokasi rawan kecelakaan oleh Dinas Pekerjaan Umum.

- Memasang Traffic Ligth pada pertigaan Bancar arah ke Jatirogo. - Memasang Warning Ligth pada daerah rawan kecelakaan.

- Memangkas pohon yang menghalangi rambu-rambu lalu lintas, agar mudah terbaca oleh pengemudi.

- Menertibkan pengendara yang parkir tidak pada tempatnya.

- Meningkatkan sosialisasi oleh anggota Satlantas Polres Tuban kepada masyarakat untuk selalu patuh dan taat terhadap aturan yang ada utamanya tertib berlalu lintas.

(15)

66 8. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisa kecelakaan lalu lintas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan lalu lintas di jalan arteri Tuban-Rembang adalah faktor pengemudi, faktor jalan dan lingkungan, faktor kendaraan dan faktor alam, dan yang paling banyak adalah faktor pengemudi sebesar (96.55%) dengan faktor yang mempengaruhi pengemudi yang paling banyak adalah pengemudi lengah sebesar (80.75%). Dan pelaku kecelakaan yang paling banyak adalah karyawan swasta sebesar (74.41%). Dengan usia pelaku paling banyak pada usia 16-25 tahun sebesar (32.65%).

2. Lokasi Blackspot pada tahun 2015 adalah di kecamatan Bancar, tepatnya di jalan raya Tuban-Bulu KM 44-46 di Desa Bulujowo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban.

3. Solusi untuk mengurangi kecelakaan dari faktor pengemudi diantaranya : memasang rambu peringatan batas kecepatan, rambu hati-hati dan papan himbauan daerah rawan kecelakaan, memasang Warning Ligth pada daerah rawan kecelakaan, meningkatkan kegiatan patroli oleh anggota Satlantas maupun Polsek jajaran pada daerah rawan laka lantas untuk mencegah terjadinya laka lantas.

Gambar

Tabel 7.1 : Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan
Gambar 7.2 : Grafik Faktor Kecelakaan Yang Mempengaruhi Pengemudi
Tabel 7.4 : Pekerjaan Pelaku Kecelakaan
Tabel 7.5 :  Data Jumlah Kejadian Laka Lantas Pada Polsek Jajaran di Kabupaten Tuban
+6

Referensi

Dokumen terkait

Kesepakatan bersama yang dibuat antara PT Pelindo II Cabang Cirebon dengan perusahaan Bongkar Muat batu Bara atau pelaku usaha lainnya akan penulis dalami dari

kesesuaian tindakan aktor yang terlibat. • Yang menunjukkan bahwa lebih berpengaruh dibandingkan variabel lainnya, yang mana menunjukkan besarnya kekuatan masyarakat dalam

• Hasil analisa struktur yang telah dilakukan pada perencanaan Gedung Bupati Lombok Timur dituangkan pada gambar teknik yang terdapat pada

disampaikan guru, dan diskusi, siswa dapat mempraktikkan gerak spesifik menahan (menggunakan kaki bagian dalam, dan kaki bagian luar) pada permainan sepak bola

Dengan menggunakan sistem penjadwalan peralatan listrik rumah tangga yang telah dirancang akan mempermudah pengguna untuk menjadwalkan peralatan listriknya secara

 Pemain yang ketahuan pertama adalah calon sebagai penjaga pada permainan selanjutnya, kalau dalam permainan tersebut tidak kebentengan (benteng atau pos jaga

Pembangunan ekonomi di Kawasan Istana Basa Pagaruyung sudah menunjukkan pengembangan dari ekonomi berbasis kearifan lokal. Dari ketiga indikator pembangunan ekonomi, faktanya

bahwa dengan telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler