• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANDUAN BIMTEK PENGUATAN METODOLOGI RISET DAN PENGEMBANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PANDUAN BIMTEK PENGUATAN METODOLOGI RISET DAN PENGEMBANGAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

i

PANDUAN

BIMTEK PENGUATAN METODOLOGI

RISET DAN PENGEMBANGAN

2018

DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA IPTEK DAN DIKTI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

(2)
(3)

i KATA PENGANTAR

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dibentuk pada tahun 2014 berdasarkan Keppres No. 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode Tahun 2014 – 2019. Kementerian ini merupakan penggabungan antara Kementerian Riset dan Teknologi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam upaya pengembangan kegiatan penelitian dibutuhkan sinergi yang positif dari semua unsur kelembagaan Iptekn yang terdiri atas unsur perguruan tinggi, lembaga litbang, badan usaha, dan lembaga penunjang. Selain itu, untuk mendorong tumbuhnya iklim yang kondusif, peran pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti juga sangat menentukan termasuk dalam pemberian bimbingan. Salah satu tahapan penting dalam kegiatan penelitian yang dianggap sangat menentukan terhadap hasil penelitian adalah metode yang digunakan dalam penelitian. Sehubungan dengan pentingnya pemahaman akan metode penelitian, Direktorat Karier dan Kompetensi SDM Ditjen Sumberdaya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan pelatihan berupa Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan.

Agar mekanisme penyelenggaraan Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan dapat dipahami oleh seluruh peserta secara baik, efektif dan komprehensif, Direktorat Karier dan Kompetensi SDM Iptek Dikti menerbitkan Buku Panduan Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan. Buku Panduan ini memuat informasi mengenai tujuan dansasaran, struktur program, agenda bimbingan teknis, serta komponen penilaian. Dengan memahami buku panduan ini, peserta diharapkan dapat berperan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.

Semoga buku panduan ini bisa bermanfaat bagi peserta, penyelenggara, pengajar serta semua pihak yang memerlukan.

Jakarta, April 2018

Direktorat Karier dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti

Bunyamin Maftuh

(4)

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN ... 1 BAB II PELAKSANAAN ... 3

A. Struktur Program Bimbingan Teknis ... 3

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 4

C. Metode Bimbingan Teknis ... 4

D. Fasilitator ... 4

E. Persyaratan Peserta ... 4

F. Skenario Pelaksanaan Bimbingan Teknis ... 5

BAB III JADWAL, NARASUMER dan TATA TERTIB ... 7

A. Jadwal Kegiatan ... 7 B. Narasumber ... 8 C. Tata Tertib ... 8 BAB IV EVALUASI ... 10 A. Evaluasi Peserta ... 10 B. Kualifikasi Penilaian ... 10 C. Sertifikat Kepesertaan ... 10 BAB V PENUTUP... 11

(5)

1 BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Undang Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek (P3 Iptek) antara lain mengamanatkan bahwa Iptek ditujukan untuk mewujudkan pencapaian tujuan negara, serta meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa. Iptek diharapkan menjadi salah satu faktor utama pendorong kemajuan bangsa. Selain itu, sejalan dengan visi dan misi pemerintahan presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla yang dituangkan dalam ‘Nawa Cita’ khususnya upaya ‘Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnyan (cita ke- 6) dan ‘Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik’ (cita ke-7) maka peningkatan kemampuan Iptek nasional untuk mendukung kemandirian ekonomi menjadi sangat penting baik melalui upaya-upaya pengembangan secara nasional, maupun dengan alih teknologi melalui kerjasama internasional.

Salah satu kegiatan penting yang dilakukan untuk mengembangkan Iptek adalah melalui kegiatan penelitian. Dalam pasal 1 UU No. 18 Tahun 2002 disebutkan bahwa penelitian adalah “kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.”

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari kegiatan penelitian, diperlukan sinergi yang positif dari semua unsur kelembagaan Iptek yang terdiri atas unsur perguruan tinggi, lembaga litbang, badan usaha, dan lembaga penunjang. Selain itu, untuk mendorong tumbuhnya iklim yang kondusif, peran pemerintah juga sangat menentukan. Dalam pasal 18 UU No. 18 Tahun 2002 disebutkan bahwa Pemerintah berfungsi menumbuhkembangkan motivasi, memberikan stimulasi dan fasilitas, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia.

Sejalan dengan peran pemerintah tersebut, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi senantiasa menciptakan iklim yang kondusif untuk mendukung kegiatan penelitian, termasuk dalam pemberian bimbingan, baik secara teknis maupun non teknis. Salah satu tahapan penting dalam kegiatan penelitian yang dianggap sangat menentukan

(6)

terhadap hasil penelitian adalah metode penelitian. Sehubungan dengan pentingnya pemahaman akan metode penelitian, Direktorat Karier dan Kompetensi SDM Ditjen Sumberdaya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bermasuk untuk menyelenggarakan pelatihan berupa Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan.

B. Tujuan dan Sasaran 1. Tujuan

Tujuan Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan antara lain:

• Membekali para peserta Bimtek tentang penelitian sesuai dengan kaidah ilmiah

• Meningkatkan kapasitas peserta Bimtek perihal Metodologi Riset dan Pengembangan

• Mendorong produktivitas para peneliti dan akademisi untuk mampu menghasilkan penelitian yang lebih baik

2. Sasaran

Sasaran penyelenggaraan Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan adalah meningkatnya kemampuan para peneliti dan akademisi dalam hal penerapan metode penelitian.

(7)

3 BAB II

PELAKSANAAN A. Struktur Program Bimbingan Teknis

Untuk mencapai tujuan dan sasaran sebagaimana diuraikan dalam Bab I, maka struktur program Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembanganadalah sebagai berikut.

Rincian Alokasi Waktu per Materi

NO Materi / Kegiatan PEMATERI JP

1 Pembukaan Direktur -

2 Kebijakan Riset Nasional M. Panji Pujasakti

1 3 Konsep Riset Keilmuan dan

Kerekayasaan Yanuarsyah Haroen & Suhendar Sachoemar 2

4 Metode Saintifik dan Proses Kerekayasaan Husin Alatas & Suhendar Sachoemar 2 5 Pendekatan Monodisiplin, Multidisiplin, Interdisiplin dan Transdisiplin

Husin Alatas & Carunia M

Firdausy

2

6 Penyusunan Proposal Penelitian dan Kiat-Kiat Menentukan Tema

Husin Alatas 2 7 Tingkat Kesiapan Teknologi, Telaah

Literatur dan Standar Produk Teknologi

Utama Padmadinata

2

8 Pendekatan Metode Kuantitatif dan Kualitatif

Mohammad Ali

2 9 Teknik Sampling, Pengumpulan dan

Pengolahan Data

Carunia M Firdausy

2 10 Pengantar Instrumentasi Penelitian dan

Kalibrasi

Haznan Abimanyu

2

11 Classroom/Bedah Proposal Tim 6

12 Presentasi Proposal Riset dan Pengembangan

Tim 5

13 Diseminasi Hasil Riset dan Pengembangan Tim 2 14 Talkshow Tim 1 15 Penutupan Direktur - JUMLAH 30 Keterangan : 1 sesi = 3 JP (1 JP = 45 menit)

(8)

Tim = Yanuarsyah Haroen, Suhendar Sachoemar, Husin Alatas, Carunia M Firdausy, Utama Padmadinata, Muhammad Ali, Haznan Abimanyu.

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan diselenggarakan di ibukota provinsi atau kota lainnya yang memiliki tempat dan sarana yang memadai selama 3 hari kerja atau 30 JP secara pembelajaran klasikal.Pada proses pembelajaran klasikal peserta memperoleh akomodasi yang telah disiapkan oleh panitia.

• Gelombang 1, 11-14 Mei 2018 di Jakarta • Gelombang 2, Juli 2018 di Bogor

• Gelombang 3, Agustus 2018 di Serpong

C. Metode Bimbingan Teknis

Penggunaan metode pada dasarnya bergantung pada tujuan pembelajaran disetiap topik pembelajaran. Dalam Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan, metode yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Ceramah

Metode ceramah digunakan pada kegiatan pembelajaran dalam bentuk tatap muka, yang dikombinasikan dengan metode tanya jawab.

2. Diskusi

Diskusi kelompok yang melibatkan seluruh peserta, untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang saling menghargai dan tukar menukar informasi serta memperkaya gagasan.

D. Fasilitator

Proses pembelajaran umumnya difasilitasi oleh narasumber yang ditetapkan berdasarkan kewenangan untuk memfasilitasi materi bimbingan teknis atau kegiatan tertentu, baik dalam arti kewenangan jabatan maupun kewenangan profesi, yang memiliki kompetensi yang sesuai bidang keahliannya. Sepanjang menyangkut penyajian materi yang berkenaan dengan kebijaksanaan pemerintah, sajian tersebut akan diberikan oleh pejabat yang secara fungsional paling bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijaksanaan tersebut.

E. Persyaratan Peserta

Syarat peserta Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembanganadalahsebagai berikut:

(9)

5 1. Peserta calon pejabat fungsional, pejabat fungsional pertama, dan

pejabat fungsional muda (jabatan fungsional terlampir).

2. Membawa berkas dan mengunggah soft copy draft proposal riset dan pengembangan.

3. Proposal dalam format Insinas (sesuai lampiran). 4. Membawa laptop sendiri.

5. Membawa surat tugas dari instansinya.

6. Bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sampai selesai. F. Skenario Pelaksanaan Bimbingan Teknis

1. Pembukaan

Pembukaan diikuti oleh seluruh peserta dalam satu ruang yang telah dipersiapkan oleh panitia. Dalam pembukaan disampaikan kebijakan pelaksanaan Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan dan penjelasan teknis (tujuan/hasil yang diharapkan, peserta, mekanisme, jadwal) pelaksanaan bimbingan teknis.

2. Pengembangan Wawasan

Dalam Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan, peserta akan memperoleh pengembangan wawasan berupaceramah Kebijakan Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Komitmen Peneliti dan Perekayasa, serta kebijakan riset nasional. Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran ini adalah ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab.

3. Kompetensi Inti

Pengembangan kompetensi inti dilaksanakan dalam bentuk presentasi materi-meteri umum oleh nara sumber yang diikuti oleh tanya-jawab dan diskusi masalah-masalah yang terkait langsung dengan pokok materi yang disajikan.

4. Penerapan

Setelah memperoleh seluruh materi, peserta dalam bentuk kelompok akan menyusun proposal penelitian dan mempresentasikannya dihadapan nara sumber yang telah ditetapkan oleh panitia. Kegiatan presentasi tersebut sekaligus merupakan evaluasi pembelajaran bagi peserta selama mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan.

5. Penutupan

Kegiatan penutupan diikuti oleh seluruh peserta dalam satu ruang yang telah dipersiapkan oleh panitia. Dalam penutupan disampaikan evaluasi penyelenggaraan Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan

(10)

Pengembangan serta penyampaian informasi-informasi mengenai tindak lanjut kegiatan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyelesaian administrasi menyangkut pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis.

(11)

7 BAB III

JADWAL, NARASUMER dan TATA TERTIB A. Jadwal Kegiatan

HARI WAKTU MATERI JP FASILITATOR

Hari ke I

13.00 – 13.30 Registrasi Peserta Penyelenggara 13.30 – 14.00 Pembukaan Direktur 14.00 – 14.45 Kebijakan Riset Nasional 1 M. Panji Pujasakti 14.45 – 16.15 Konsep Riset Keilmuan,

Kerekayasaan 2

Yanuarsyah Haroen & Suhendar I. Sachoemar 16.15 – 16.30 Coffee Break Seluruh Peserta

16.30 – 18.00 Diseminasi Hasil Riset dan

Pengembangan 2 Yanuarsyah Haroen & Suhendar I. Sachoemar 18.00– 19.30 Ishoma Penyelenggara 19.30 – 21.00

Metode Saintifik dan

Proses Kerekayasaan 2

Husin Alatas & Suhendar I. Sachoemar Hari Ke II 08.00 – 09.30 Penyusunan Proposal Penelitian dan Kiat-Kiat Menentukan Tema

2 Husin Alatas 09.30 – 09.45 Coffee Break Seluruh Peserta 09.45 – 12.15

Pendekatan Monodisiplin, Multidisiplin, Interdisiplin dan Transdisiplin

2

Husin Alatas & Carunia M Firdausy 12.15 – 13.00 Ishoma Seluruh Peserta

13.00 – 14.30

Tingkat Kesiapan

Teknologi, Telaah Literatur dan Standar Produk

Teknologi

2 Utama Padmadinata

14.30 – 16.00 Pendekatan Metode

Kuantitatif dan Kualitatif 2 Mohammad Ali 16.00 – 16.30 Coffee Break Seluruh Peserta

(12)

HARI WAKTU MATERI JP FASILITATOR 16.30 – 18.00 Teknik Sampling, Pengumpulan dan Pengolahan Data 2 Carunia M Firdausy 18.00 – 19.30 Ishoma Seluruh Peserta

Hari ke III

08.00 – 09.30 Pengantar Instrumentasi

Penelitian dan Kalibrasi 2

Haznan Abimanyu 09.30 – 09.45 Coffee Break Seluruh Peserta 09.45 – 12.00 Classroom/Bedah Proposal 3 Tim

12.00 – 13.00 Ishoma Seluruh Peserta 13.00 – 15.15 Lanjutan Classroom/Bedah

Proposal 3 Tim

15.15 – 15.30 Coffee Break Seluruh Peserta 15.30 – 18.00 Presentasi Proposal Riset

dan Pengembangan 5 Tim

18.00 – 19.30 Ishoma Seluruh Peserta 19.30 – 20.15 Talkshow 1 Tim Hari ke IV 08.00– 09.00 Penutupan Direktur Karier dan Kompetensi SDM

09.00– 12.00 Check Out Seluruh Peserta

B. Narasumber

Narasumber dalam Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan adalah peneliti/perekayasa/ASN (Aparatur Sipil Negara)/praktisi yang memiliki kompetensi yang sesuai bidang keahliannya.

C. Tata Tertib

1. Setibanya di hotel, peserta dimohon segera menghubungi panitia untuk: a. menyerahkan berkas surat-surat kelengkapan administrasi tentang

keikutsertaannya, b. mengisi daftar hadir, dan

c. menerima jadwal dan bahan kegiatan.

2. Peserta diwajibkan mengikuti semua kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan panitia.

3. Peserta berpakaian rapi (diusahakan batik) dalam mengikuti semua kegiatan sesuai dengan ketentuan.

4. Apabila sakit atau mendapat sesuatu halangan, mohon segera melapor kepada panitia.

(13)

9 5. Peserta yang hendak meninggalkan tempat kegiatan dan/atau mengikuti kegiatan di luar jadwal yang telah ditentukan harus memperoleh ijin panitia. 6. Peserta dimohon agar menempati kamar yang telah disiapkan oleh panitia. 7. Biaya akomodasi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung adalah

tanggung jawab panitia berdasarkan ketentuan yang berlaku.

8. Biaya cucian, seterika, telepon, faximile, pesan makanan sendiri (pribadi), termasuk makanan dan minuman dalam mini bar dan lain-lain kebutuhan di luar yang disediakan panitia, merupakan tanggungjawab peserta sendiri. 9. Sebelum peserta meninggalkan kamar pastikan agar tas, kopor, lemari dan

kamar selalu dalam keadaan terkunci. Kunci dapat dititipkan kepada petugas penginapan.

10. Peserta tidak diperbolehkan merokok selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

11. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan ditentukan kemudian dan disampaikan melalui pengumuman.

(14)

BAB IV EVALUASI A. Evaluasi Peserta

Penilaian terhadap Peserta Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan difokuskan terhadap hasil penyusunan proposal penelitian denganunsur dan bobot penilaian sebagai berikut:

No Unsur Bobot (%)

1 Academic Excellence 20

2 Invensi dan Novelty 20

3 Relevansi Penelitian dengan Kebijakan Nasional (Urgensi dan Keselarasan Topik)

20 4 Kualitas Penelitian (Orisinalitas, Ketepatan

Metode, Kepustakaan, Luaran/dampak)

20

5 Nilai Strategis Proposal 5

6 Kerjasama Kelompok 5

7 Kualitas Presentasi 5

8 Kualitas Pembahasan 5

Jumlah 100

Evaluasi pembelajaran Peserta Bimbingan TeknisPenguatan Metodologi Riset dan Pengembangan dilakukan dengan Presentasi Hasil Penyusunan Proposal Penelitian per kelompok.

B. Kualifikasi Penilaian

Kualifikasi penilaianrancangan proposal penelitian ditetapkan sebagai berikut:

a. Sangat Memuaskan (skor 81 – 100); b. Memuaskan (skor 71 – 80);

c. Cukup memuaskan (skor 61 – 70); d. Kurang memuaskan (skor 0 – 60).

Peserta Bimbingan Teknisdengan jumlah ketidakhadiran peserta melebihi 1 sesi atau setara 3jam pelajaran secara kumulatif tidak dapat memperoleh sertifikat kepesertaan.

C. Sertifikat Kepesertaan

Seluruh peserta Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dengan tingkat kehadiran diatas 90% atau setara dengan 26 jam pelajaran, diberikan Sertifikat Keikutsertaan.

(15)

11 BAB V

PENUTUP

Demikianlah buku panduan peserta ini dibuat agar penyelenggaraan Bimbingan Teknis Penguatan Metodologi Riset dan Pengembangan dapat diikuti oleh seluruh peserta dengan baik dan efektif.

Dengan memahami buku panduan ini peserta diharapkan dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran sehingga mampumenerapkan Metodologi Riset dan Pengembangan yang telah dipelajari. Disamping itu, rancangan proposal penelitian yang telah disusun dapat ditindaklanjuti menjadi sebuah kegiatan penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

sampai dengan waktu berlakunya Peraturan Menteri Dalam Negeri. yang mengatur tentang Pola Organisasi Pemerintahan

Sumatera : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Penelitian Sejarah dalam Seni Budaya, Proyek Penelitian dan Percetakan : Budaya Daerah.. Sosiologi Suatu Pengantar

Becak adalah salah satu sarana transportasi wisata yang banyak dijumpai di Malioboro. Ada satu fenomena menarik mengenai becak wisata di Malioboro yaitu fenomena becak

Hal ini menyebabkan pembuluh darah tali pusat rentan terhadap perubahan sirkulasi plasenta seperti yang terjadi pada preeklampsia.. Penelitian Barnwal dkk menyatakan

Sehubungan dengan Berita Acara Hasil Pelelangan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa Nomor :. W28/ B.8/ PPBJ-Konst / PTMU / 2015 tanggal 30 April 2015, dengan ini kami menetapkan

Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber,. dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang

bahwa dengan telah dibentuknya Kabupaten Serdang Bedagai berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2003, dipandang perlu ditetapkan peraturan daerah tentang Hari

[r]