• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

No. 01/09/81/Th. XVIII, 1 September 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PADA AGUSTUS 2016 TERJADI INFLASI SEBESAR 0,43 PERSEN DI KOTA

AMBON DAN DEFLASI 0,27 PERSEN DI KOTA TUAL

 Pada Agustus 2016 dari 82 Kota IHK di Indonesia, tercatat 33 kota mengalami inflasi dan 49 kota

mengalami deflasi.

 Dari 2 kota IHK di Provinsi Maluku, Kota Ambon inflasi 0,43 persen dengan IHK 124,07 dan Kota Tual

mengalami deflasi sebesar 0,27 persen dengan IHK 138,13.

 Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 1,27 persen dengan IHK 121,60 dan terendah terjadi

di DKI Jakarta dan Kendari sebesar 0,01 persen dengan nilai IHK masing-masing 125,10 dan 121,66. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 0,87 persen dengan IHK 125,87 dan terendah terjadi di Kota Cilegon sebesar 0,01 persen dengan IHK 129,21.

 Dari 82 Kota IHK di Indonesia, di bulan Agustus 2016 IHK Kota Ambon menduduki peringkat 45, inflasi

bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 17, inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat 41, serta untuk inflasi tahun ke tahun Kota Ambon menduduki peringkat 35.

 Dari 82 Kota IHK di Indonesia, di bulan Agustus 2016 IHK Kota Tual menduduki peringkat 1, inflasi

bulanan Kota Tual menduduki peringkat 56, inflasi tahun kalender Kota Tual menduduki peringkat 49, serta untuk inflasi tahun ke tahun Kota Tual menduduki peringkat 75.

Inflasi tahun kalender Kota Ambon di bulan Agustus 2016 sebesar 1,82 persen dan inflasi tahun ke tahun

(Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) sebesar 3,43 persen.

Inflasi tahun kalender Kota Tual di bulan Agustus 2016 sebesar 1,50 persen dan tingkat inflasi tahun ke

tahun (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) sebesar 1,90 persen.

 Inflasi di Kota Ambon terjadi pada 5 kelompok pengeluaran. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan

makanan sebesar 7,08 persen sedangkan inflasi terendah terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yakni sebesar 0,02 persen. Deflasi terjadi pada 2 kelompok pengeluaran, yakni kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 5,04 persen serta pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,10 persen.

 Inflasi di Kota Tual terjadi pada 5 kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi pada kelompok makanan

jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,91 persen dan inflasi terendah terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen. Deflasi terjadi pada 2 kelompok pengeluaran yakni pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,36 persen dan pada kelompok bahan makanan sebesar 0,31 persen.

(2)

Pada Agustus 2016 di Kota Ambon terjadi inflasi sebesar 0,43 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123,54 pada Juli 2016 menjadi 124,07 pada Agustus 2016. Inflasi tahun kalender pada Agustus 2016 sebesar 1,82 persen dan inflasi tahun ke tahun (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) sebesar 3,43 persen.

Tabel 1

IHK dan Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun Kota Ambon Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100), Agustus 2016

Kelompok Pengeluaran Agustus IHK 2016 Inflasi Bulanan 2016 Inflasi Tahun Kalender 2015 Inflasi Tahun ke Tahun (1) (2) (3) (4) (5) U m u m 124,07 0,43 1,82 3,43 1 Bahan Makanan 132,47 7,08 5,76 5,08

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 113,67 -0,10 3,23 4,55 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 117,83 0,08 1,27 2,37

4 Sandang 117,17 0,33 3,53 5,82

5 Kesehatan 115,12 0,13 2,03 3,35

6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 124,74 0,02 0,18 3,12 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 134,24 -5,04 -2,26 1,73

Inflasi di Kota Ambon terjadi karena adanya kenaikan IHK pada 5 kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok bahan makanan sebesar 7,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen; kelompok sandang sebesar 0,33 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen; dan pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen. Deflasi terjadi pada 2 kelompok pengeluaran yakni pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,10 persen; dan pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 5,04 persen.

Di bulan Agustus 2016, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Ambon yang mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan/andil bagi terhadap inflasi Kota Ambon sebesar 1,9409 persen sedangkan komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/andil bagi inflasi Kota Ambon sebesar -1,5120 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah ikan layang, kangkung, ikan selar, sawi hijau, dan daun melinjo. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di Kota Ambon adalah angkutan udara, ikan tongkol, wortel, daun singkong, dan beras.

(3)

Pada Agustus 2016 di Kota Tual terjadi deflasi sebesar 0,27 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 138,51 pada Juli 2016 menjadi 138,13 pada Agustus 2016. Inflasi tahun kalender pada Agustus 2016 sebesar 1,50 persen, dan inflasi tahun ke tahun (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) sebesar 1,90 persen.

Tabel 2

IHK dan Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun Kota Tual Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100), Agustus 2016

Kelompok Pengeluaran Agustus IHK 2016 Inflasi Bulanan 2016 Inflasi Tahun Kalender 2015 Inflasi Tahun ke Tahun (1) (2) (3) (4) (5) U m u m 138,13 -0,27 1,50 1,90 1 Bahan Makanan 142,55 -0,31 -0,16 -4,01

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 153,47 0,91 8,07 11,05 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 113,80 0,35 -1,64 -1,03

4 Sandang 149,96 0,40 5,96 6,82

5 Kesehatan 149,04 0,40 4,57 6,17

6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 121,58 0,04 2,27 2,46 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 156,10 -3,36 0,33 11,07

Deflasi di Kota Tual terjadi karena adanya penurunan IHK pada 2 kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,31 persen; dan pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 3,36 persen. Inflasi terjadi pada 5 kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,91 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,35 persen; kelompok sandang sebesar 0,40 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,40 persen; dan pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04 persen.

Di bulan Agustus 2016, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Tual yang mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan/andil bagi terhadap inflasi Kota Tual sebesar 1,6414 persen dan komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/andil bagi inflasi Kota Tual sebesar -1,9136 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Tual adalah ikan cakalang, daun singkong, ikan kembung, lengkuas dan ikan mumar. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di Kota Tual adalah angkutan udara, ikan teri, bayam, kangkung, dan ketela rambat.

(4)

Grafik 1

Perkembangan IHK Provinsi Maluku, Kota Ambon, dan Kota Tual Januari 2015 – Agustus 2016 (2012=100)

Grafik 2

Perkembangan Inflasi/Deflasi Provinsi Maluku, Kota Ambon, dan Kota Tual Januari 2015 – Agustus 2016 (2012=100) 115.00 120.00 125.00 130.00 135.00 140.00

Maluku Ambon Tual

-1.80 -1.30 -0.80 -0.30 0.20 0.70 1.20 1.70 2.20 2.70 3.20

(5)

Tabel 3

Inflasi/Deflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender dan Inflasi Tahun ke Tahun Kota Ambon Bulan Agustus 2016 Menurut Kelompok dan Subkelompok Pengeluaran Rumah Tangga

Kelompok Pengeluaran

Bulanan Tahun Kalender Tahun ke Tahun (Juli 2016 (Desember 2015 (Agustus 2015

= 100,00) = 100,00) = 100,00)

(1) (2) (3) (4)

U M U M 0,43 1,82 3,43

1. Kelompok Bahan Makanan 7,08 5,76 5,08

1.1. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya -0,37 0,98 4,11

1.2. Daging dan Hasil-hasilnya 0,38 1,66 7,68

1.3. Ikan Segar 23,07 -5,65 -14,17

1.4. Ikan Diawetkan 3,02 32,48 34,08

1.5. Telur, Susu dan Hasil-hasilnya -0,25 0,58 1,35

1.6. Sayuran 16,04 14,20 12,52

1.7. Kacang-kacangan 1,06 2,89 2,90

1.8. Buah-buahan -2,15 5,60 9,59

1.9. Bumbu-bumbuan 7,26 35,39 43,68

1.10. Lemak dan Minyak 2,51 8,32 6,93

1.11. Bahan Makanan Lainnya 0,00 0,16 -1,09

2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau -0,10 3,23 4,55

2.1. Makanan Jadi 0,04 1,61 2,76

2.2. Minuman yang Tidak Beralkohol -0,57 7,91 8,47

2.3. Tembakau dan Minuman Beralkohol 0,00 3,98 6,81

3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,08 1,27 2,37

3.1. Biaya Tempat Tinggal -0,03 0,61 1,53

3.2. Bahan Bakar, Penerangan dan Air 0,63 1,00 2,25

3.3. Perlengkapan Rumah Tangga 0,08 1,89 3,81

3.4. Penyelenggaraan Rumah Tangga -0,06 6,56 7,52

4. Kelompok Sandang 0,33 3,53 5,82

4.1. Sandang Laki-laki -0,02 0,53 3,67

4.2. Sandang Wanita 0,04 1,95 5,25

4.3. Sandang Anak-anak 0,70 5,15 6,00

4..4. Barang Pribadi dan Sandang Lain 0,69 7,39 8,76

5. Kelompok Kesehatan 0,13 2,03 3,35

5.1. Jasa Kesehatan 0,00 0,16 0,16

5.2. Obat-obatan -0,35 1,91 2,92

5.3. Jasa Perawatan Jasmani 0,00 5,48 7,82

5.4. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 0,44 1,89 3,61

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,02 0,18 3,12

6.1. Jasa Pendidikan 0,02 0,05 2,90

6.2. Kursus-kursus / Pelatihan 0,00 0,00 0,00

6.3. Perlengkapan/ Peralatan Pendidikan 0,06 -0,61 2,90

6.4. Rekreasi -0,02 1,31 4,33

6.5. Olahraga 0,00 0,00 0,00

7. Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -5,04 -2,26 1,73

7.1. Transpor -6,59 -3,08 1,92

7.2. Komunikasi 0,20 0,16 0,75

7.3. Sarana dan Penunjang Transpor 0,00 1,44 4,01

(6)

Tabel 4

Inflasi/Deflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender dan Inflasi Tahun ke Tahun Kota Tual Bulan Agustus 2016 Menurut Kelompok dan Subkelompok Pengeluaran Rumah Tangga

Kelompok Pengeluaran

Bulanan Tahun Kalender Tahun ke Tahun (Juli 2016 (Desember 2015 (Agustus 2015

= 100,00) = 100,00) = 100,00)

(1) (2) (3) (4)

U M U M -0,27 1,50 1,90

1. Kelompok Bahan Makanan -0,31 -0,16 -4,01

1.1. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya -3,17 -1,96 0,70

1.2. Daging dan Hasil-hasilnya -1,64 1,62 5,63

1.3. Ikan Segar 3,90 9,44 -17,10

1.4. Ikan Diawetkan 1,72 0,79 3,76

1.5. Telur, Susu dan Hasil-hasilnya -1,05 0,92 3,28

1.6. Sayuran -2,80 -17,75 -7,03

1.7. Kacang-kacangan -13,62 -5,22 -6,21

1.8. Buah-buahan 1,24 -4,26 7,44

1.9. Bumbu-bumbuan 3,46 14,58 36,46

1.10. Lemak dan Minyak -2,57 2,91 1,93

1.11. Bahan Makanan Lainnya 0,00 9,72 11,14

2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,91 8,07 11,05

2.1. Makanan Jadi 0,37 4,80 7,78

2.2. Minuman yang Tidak Beralkohol 1,30 13,87 12,84

2.3. Tembakau dan Minuman Beralkohol 1,41 9,13 14,56

3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,35 -1,64 -1,03

3.1. Biaya Tempat Tinggal 0,01 -4,69 -4,47

3.2. Bahan Bakar, Penerangan dan Air 0,82 0,26 1,13

3.3. Perlengkapan Rumah Tangga 1,02 12,74 16,39

3.4. Penyelenggaraan Rumah Tangga 0,63 5,50 6,35

4. Kelompok Sandang 0,40 5,96 6,82

4.1. Sandang Laki-laki 0,79 7,81 7,44

4.2. Sandang Wanita 0,19 6,10 7,40

4.3. Sandang Anak-anak 0,01 5,30 7,52

4..4. Barang Pribadi dan Sandang Lain 0,72 1,16 1,37

5. Kelompok Kesehatan 0,40 4,57 6,17

5.1. Jasa Kesehatan 0,00 0,00 0,00

5.2. Obat-obatan 0,00 8,62 7,97

5.3. Jasa Perawatan Jasmani 3,84 17,22 17,22

5.4. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 0,00 3,25 5,61

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,04 2,27 2,46

6.1. Jasa Pendidikan 0,00 0,00 0,00

6.2. Kursus-kursus / Pelatihan 0,00 26,98 26,98

6.3. Perlengkapan/ Peralatan Pendidikan 0,27 7,91 8,60

6.4. Rekreasi -0,18 0,66 0,80

6.5. Olahraga 0,72 -0,96 0,25

7. Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -3,36 0,33 11,07

7.1. Transpor -4,38 0,09 14,03

7.2. Komunikasi 0,53 -0,08 -0,08

7.3. Sarana dan Penunjang Transpor 1,82 9,60 9,62

(7)

PERBANDINGAN ANTARKOTA DI KAWASAN SULAMPUA

Pada Agustus 2016 dari 18 Kota IHK di kawasan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), tercatat 5 kota mengalami inflasi dan 13 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari dan Kota Sorong sebesar 1,27 persen dengan nilai IHK masing-masing sebesar 121,60 dan 127,38. Inflasi terendah terjadi di Kota Kendari sebesar 0,01 persen dengan IHK 121,66. Deflasi tertinggi terjadi pada Kota Pare-pare sebesar 0,80 persen dengan IHK 121,13 dan deflasi terendah terjadi di Kota Bulukumba sebesar 0,05 persen dengan IHK 128,25.

Tabel 5

IHK, Inflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Tahun ke Tahun Kota-Kota di Kawasan Sulampua dan Nasional, Agustus 2016

(2012=100) K O T A Agustus 2016 IHK Inflasi Bulanan (%) Inflasi Tahun Kalender (%) Inflasi Tahun ke Tahun (%) (1) (2) (3) (4) (5) 1. MANADO 124,87 -0,38 -0,26 3,62 2. PALU 125,50 -0,41 0,22 3,60 3. BULUKUMBA 128,25 -0,05 -0,07 0,80 4. WATAMPONE 119,72 -0,08 1,04 2,28 5. MAKASSAR 124,99 -0,45 2,00 3,53 6. PARE-PARE 121,13 -0,80 1,30 2,25 7. PALOPO 122,96 -0,42 2,06 3,51 8. KENDARI 121,66 0,01 3,05 3,73 9. BAU-BAU 129,23 -0,72 2,00 3,57 10. GORONTALO 121,47 -0,21 1,04 3,36 11. MAMUJU 123,55 -0,79 0,63 3,32 12. AMBON 124,07 0,43 1,82 3,43 13. TUAL 138,13 -0,27 1,50 1,90 14. TERNATE 129,66 -0,10 1,43 2,31 15 MANOKWARI 121,60 1,27 5,10 7,40 16 SORONG 127,38 1,27 3,39 3,53 17 MERAUKE 130,41 0,69 -0,48 7,26 18 JAYAPURA 126,15 -0,18 2,10 4,01 NASIONAL

(8)

PERBANDINGAN ANTARKOTA DI MALUKU

Pada bulan Agustus 2016, IHK Kota Tual yang mencapai 138,13 menunjukkan bahwa secara umum harga-harga di Kota Tual dibandingkan tahun 2012 telah meningkat sebesar 38,13 persen. Peningkatan tersebut lebih cepat dibandingkan Kota Ambon dengan IHK sebesar 124,07 yang berarti kenaikan harga secara umum di Kota Ambon pada bulan Agustus 2016 dibandingkan tahun 2012 mencapai 24,07 persen.

Inflasi bulan Agustus 2016 Kota Ambon yang mencapai 0,43 persen menunjukkan bahwa secara umum harga barang/jasa di bulan Agustus 2016 naik sebesar 0,43 persen dibandingkan bulan Juli 2016. Sedangkan di Kota Tual yang mengalami deflasi 0,27 persen menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 2016, secara umum harga barang/jasa turun sebesar 0,27 persen dibandingkan bulan Juli 2016. Pada periode Agustus 2016 ini, untuk besaran IHK Kota Tual lebih tinggi dibandingkan Kota Ambon, sedangkan untuk besaran inflasi bulanan, inflasi tahun kalender, maupun inflasi tahun ke tahun di Kota Ambon lebih tinggi dibandingkan Kota Tual.

Perbandingan sumbangan/andil inflasi kelompok-kelompok pengeluaran terhadap inflasi Kota Ambon, Kota Tual, dan Provinsi Maluku adalah sebagai berikut:

Tabel 6

Andil Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Ambon dan Inflasi Kota Tual (2012=100), Agustus 2016 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi Kota Ambon Andil Inflasi Kota Tual Andil Inflasi Provinsi Maluku (1) (2) (3) (4) U M U M 0,43 -0,27 0,37 1. Bahan Makanan 1,5411 -0,1079 1,4103

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau -0,0100 0,1438 0,0022 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,0210 0,0718 0,0249

4. Sandang 0,0268 0,0272 0,0268

5. Kesehatan 0,0055 0,0175 0,0064

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0014 0,0015 0,0013

(9)

PERBANDINGAN INFLASI ANTARTAHUN

Inflasi bulan Agustus 2016 bukan yang terendah ataupun tertinggi dibandingkan inflasi bulan Agustus tahun 2012 – 2016. Inflasi Agustus 2016 lebih rendah dibandingkan inflasi Agustus 2013 namun lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan Agustus tahun 2012, 2014, dan 2015. Untuk inflasi tahun kalender Kota Ambon periode Agustus 2016 adalah yang terendah selama periode 2012 – 2016. Sedangkan untuk inflasi tahun ke tahun periode Agustus 2016 lebih tinggi dibandingkan periode Agustus 2014 namun masih lebih rendah bila dibandingkan periode 2012, 2013, dan 2015.

Di Kota Tual, baik untuk inflasi bulanan, inflasi tahun kalender, maupun inflasi tahun ke tahun periode Agustus 2016 adalah yang terendah dibandingkan periode Agustus 2014 maupun Agustus 2015.

Tabel 7

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun Kota Ambon dan Kota Tual, Agustus 2012 - 2016,

(%, 2012=100)

Inflasi 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Kota Ambon

Bulanan (Agustus 2016 terhadap Juli 2016) 0,19 4,79 0,12 -1,77 0,43

Tahun Kalender (Agustus 2016 terhadap Desember 2015) 9,76 11,89 4,12 4,27 1,82 Tahun ke Tahun (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) 8,68 8,80 2,15 6,95 3,43

Kota Tual

Bulanan (Agustus 2016 terhadap Juli 2016) 1,76 1,16 -0,27

Tahun Kalender (Agustus 2016 terhadap Desember 2015) 5,51 8,15 1,50

(10)

Tabel 8

IHK, Inflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Tahun ke Tahun 82 Kota IHK, Agustus 2016

Kota

Agustus 2016

IHK Rangking Inflasi (%) Rangking

Inflasi Tahun Kalender (%) Rangking Inflasi Tahun ke Tahun (%) Rangking (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) MEULABOH 123,82 49 0,52 14 2,11 27 2,93 44 BANDA ACEH 118,02 81 -0,35 61 1,48 50 2,00 72 LHOKSEUMAWE 119,79 79 0,49 15 1,25 58 3,54 28 SIBOLGA 126,78 26 0,61 11 2,75 15 3,57 26 PEMATANG SIANTAR 129,14 20 0,66 9 2,44 19 4,70 8 MEDAN 128,59 21 0,82 5 3,12 10 4,01 13 PADANGSIDIMPUAN 122,73 59 -0,41 64 2,09 29 3,11 41 PADANG 130,40 11 0,84 4 2,60 17 3,95 16 BUKITTINGGI 123,83 48 0,40 19 1,90 39 3,42 36 TEMBILAHAN 129,31 17 0,26 21 2,12 24 2,42 56 PEKANBARU 123,95 46 0,13 24 0,94 69 1,99 73 DUMAI 125,11 34 0,05 31 1,92 38 2,18 69 BUNGO 123,10 57 -0,19 48 2,07 30 3,06 42 JAMBI 124,86 41 0,13 23 2,60 16 2,79 48 PALEMBANG 123,23 55 -0,26 55 2,24 21 3,90 17 LUBUKLINGGAU 121,76 67 -0,38 62 1,04 67 1,96 74 BENGKULU 133,95 4 0,52 13 4,16 4 4,31 10 BANDAR LAMPUNG 124,78 42 -0,11 43 0,71 73 2,12 70 METRO 132,86 6 0,64 10 1,98 35 2,79 49 TANJUNG PANDAN 132,60 7 -0,58 78 3,64 5 3,46 34 PANGKAL PINANG 129,73 12 0,93 3 4,82 2 6,03 4 BATAM 124,90 38 -0,34 59 1,93 37 2,65 50 TANJUNG PINANG 124,88 39 0,06 30 2,13 23 2,85 47 DKI JAKARTA 125,10 35 0,01 33 1,42 53 2,23 66 BOGOR 124,26 44 0,23 22 2,11 25 2,48 53 SUKABUMI 123,87 47 -0,24 53 1,57 48 2,20 67 BANDUNG 123,50 51 -0,49 73 1,47 51 2,39 58 CIREBON 120,27 78 -0,10 42 1,12 63 1,39 80 BEKASI 121,54 71 0,08 28 1,20 60 1,44 78 DEPOK 123,18 56 -0,24 52 1,63 45 2,25 63 TASIKMALAYA 123,29 54 -0,32 58 1,81 42 3,41 37 CILACAP 126,90 25 -0,18 47 2,03 32 2,88 46 PURWOKERTO 121,79 66 -0,51 74 1,22 59 2,33 59 KUDUS 129,65 15 -0,48 72 1,11 64 2,43 55 SURAKARTA 121,36 74 -0,25 54 1,28 57 2,41 57 SEMARANG 123,44 53 -0,21 50 1,37 54 2,29 61 TEGAL 121,83 63 -0,45 70 2,15 22 3,52 31 YOGYAKARTA 122,52 60 -0,04 36 1,72 44 2,88 45 JEMBER 121,10 77 -0,30 57 0,72 72 1,62 77 BANYUWANGI 121,82 65 -0,14 44 1,35 55 2,20 68

(11)

Lanjutan Tabel 8. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) SUMENEP 121,73 68 -0,43 68 1,13 62 2,50 52 KEDIRI 121,32 75 -0,57 77 0,27 76 1,40 79 MALANG 125,10 36 -0,03 35 1,61 46 2,93 43 PROBOLINGGO 122,48 61 -0,20 49 1,03 68 1,76 76 MADIUN 121,46 73 -0,52 75 1,18 61 2,25 64 SURABAYA 124,65 43 0,10 26 2,30 20 3,16 40 TANGERANG 131,37 9 -0,08 40 0,93 70 2,07 71 CILEGON 129,21 19 -0,01 34 2,80 14 4,01 14 SERANG 131,54 8 -0,08 38 2,11 26 3,75 20 SINGARAJA 133,54 5 0,80 6 3,36 9 4,46 9 DENPASAR 121,83 64 0,45 16 1,88 40 2,46 54 MATARAM 123,46 52 -0,44 69 1,79 43 3,50 33 BIMA 129,71 13 0,08 27 3,59 7 6,16 3 MAUMERE 117,01 82 -0,34 60 -0,50 82 1,27 81 KUPANG 125,87 30 -0,87 82 -0,22 79 3,84 19 PONTIANAK 135,37 3 0,41 18 4,32 3 5,27 6 SINGKAWANG 125,89 29 0,78 7 2,87 13 4,14 12 SAMPIT 125,90 28 0,56 12 1,58 47 3,86 18 PALANGKARAYA 121,84 62 0,12 25 0,66 74 2,63 51 TANJUNG 125,81 31 -0,53 76 0,85 71 4,15 11 BANJARMASIN 125,30 33 0,07 29 2,87 12 5,33 5 BALIKPAPAN 129,61 16 -0,18 45 2,57 18 3,56 27 SAMARINDA 127,74 23 0,39 20 1,96 36 3,68 22 TARAKAN 135,70 2 -0,43 67 3,62 6 4,72 7 MANADO 124,87 40 -0,38 63 -0,26 80 3,62 23 PALU 125,50 32 -0,41 65 0,22 77 3,60 24 BULUKUMBA 128,25 22 -0,05 37 -0,07 78 0,80 82 WATAMPONE 119,72 80 -0,08 39 1,04 66 2,28 62 MAKASSAR 124,99 37 -0,45 71 2,00 33 3,53 29 PARE-PARE 121,13 76 -0,80 81 1,30 56 2,25 65 PALOPO 122,96 58 -0,42 66 2,06 31 3,51 32 KENDARI 121,66 69 0,01 32 3,05 11 3,73 21 BAU-BAU 129,23 18 -0,72 79 2,00 34 3,57 25 GORONTALO 121,47 72 -0,21 51 1,04 65 3,36 38 MAMUJU 123,55 50 -0,79 80 0,63 75 3,32 39 AMBON 124,07 45 0,43 17 1,82 41 3,43 35 TUAL 138,13 1 -0,27 56 1,50 49 1,90 75 TERNATE 129,66 14 -0,10 41 1,43 52 2,31 60 MANOKWARI 121,60 70 1,27 2 5,10 1 7,40 1 SORONG 127,38 24 1,27 1 3,39 8 3,53 30 MERAUKE 130,41 10 0,69 8 -0,48 81 7,26 2 JAYAPURA 126,15 27 -0,18 46 2,10 28 4,01 15 NASIONAL

(12)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Jessica Eliziana Pupella, M.Si Kepala Bidang Statistik Distribusi

e-mail : [email protected] Telepon: 0911-361319, 361320

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya ruang bebas yang terletak di luar perkerasan jalan, maka pada saat angkutan umum masuk lokasi perhentian dan berhenti tidak mengganggu lalu lintas lainnya, baik

Dalam upaya membantu Credit Analyst dalam kegiatan pengambilan keputusan konsumen layak kredit, diperlukan sebuah model sistem pendukung keputusan berbasis komputer

Hasil pengamatan sifat pertumbuhan Hewan uji adalah ikan uceng (N. fasciatus pada 230 ekor diperoleh data fasciatus) yang tertangkap di Sungai panjang total

Setidaknya terdapat empat ketentuan hukum yang ditampilkan dari fatwa tersebut.Pertama, dalam hukum Islam hak cipta dipandang sebagai salah satu huquq maliyyah (hak

[r]

Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa data yang mengandung makna denotatif dan konotatif pada buku biografi Presiden Sukarno yang berjudul “Bung Karno

Selama ini ada anggapan bahwa antara agama, yang mempunyai ajaran absolut dan dogma yang diwahyukan oleh Tuhan Yang Mahatahu dan Mahabesar, dan ilmu pengetahuan yang banyak

Penelitian ini memberikan hasil bahwa perusahaan ITMG berada dalam kondisi undervalued yaitu kondisi dimana keputusan investasi yang dapat diambil yaitu dengan