32 3.1 Rancangan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Semen Tonasa Pangkep. Penulis akan melakukan penelitian dengan mendatangi langsung lokasi obyek penelitian untuk mengumpulkan data-data pendukung di dalam penelitian tersebut.
3.2 Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Semen Tonasa Pangkep, yang terletak di Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.
Penulis memilih melakukan penelitian pada PT. Semen Tonasa Pangkep karena merupakan perusahaan perodusen semen terbesar di kawasan Indonesia Timur, yang memiliki banyak karyawan yang bekerja di lapangan dan mengoperasikan mesin-mesin berat berteknologi tinggi, yang secara otomatis memerlukan penerapan sistem manajemen K3 yang terpadu, sehingga memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian dan mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan judul penelitian.
3.3 Populasi dan Sampel
Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melaui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.
Penelitian yang menggunakan metode survey, tidak harus meneliti seluruh individu dalam populasi yang ada, karena akan membutuhkan biaya yang besar
dan juga waktu yang lama. Penelitian dapat dilakukan dengan meneliti sebagian dari populasi (sampel), diharapkan hasil yang diperoleh dapat mewakili sifat atau karakteristik populasi yang bersangkutan. Dalam penelitian ini, populasi yang dimaksud adalah karyawan PT. Semen Tonasa Pangkep pada seluruh departemen yang berkaitan langsung dengan proses produksi, yaitu Departemen Produksi Bahan Baku, Departemen Produksi Terak, Departemen Produksi Semen, dan Departemen Teknik dan Utilitas, yang berjumlah 702 orang. Hal ini dikarenakan bahwa karyawan di keempat departemen tersebut lebih banyak bekerja dengan alat-alat produksi berteknologi tinggi yang berpotensi menyebabkan bahaya kecelakaan dan kesehatan kerja apabila tidak digunakan sesuai prosedur operasional.
Kemudian dalam menetapkan besarnya sampel (sample size) dalam penelitian ini didasarkan pada perhitungan yang dikemukakan oleh Slovin dalam Husein Umar (2003 : 146) sebagai berikut :
n = N
1 + Ne2
Dimana :
n = ukuran sampel.
N = ukuran populasi yaitu karyawan PT. Semen Tonasa Pangkep. e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan. Maka jumlah sampel yang akan diteliti adalah:
n = 702
1+702(0,1)2
= 702 1+7,02
= 702 8,02
n = 87,5 ≈ 88 orang
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling secara probabilitas dengan menggunakan metode random sampling. Teknik sampling probabilitas dengan metode random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.
3.4 Jenis dan Sumber Data
Adapun jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
3.4.1 Jenis Data
1. Data Kuantitatif
Jenis data yang berbentuk angka-angka, seperti data yang dapat dihitung dari survey terhadap karyawan pada PT. Semen Tonasa Pangkep.
2. Data Kualitatitf
Data yang tidak berbentuk angka-angka. Jenis data ini berbentuk informasi secara lisan maupun tertulis dari hasil wawancara dan penelitian kepustakaan mengenai informasi apa saja yang dibutuhkan.
3.4.2 Sumber Data
Selain jenis data, dalam penelitian ini juga digunakan beberapa sumber data yaitu :
1. Data Primer
Data yang diperoleh melalui pengamatan dan wawancara langsung dengan pimpinan dan staf serta karyawan perusahaan yang berkompeten dan ada kaitannya dengan obyek penelitian ini.
2. Data Sekunder
Data yang diperoleh berupa dokumen perusahaan, literature serta artikel yang relevan dengan objek penelitian. Misalnya buku-buku referensi, jurnal-jurnal umum dan internasional, literature tambahan yang validitasnya dapat dipertanggungjawabkan oleh penulis.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Guna memperoleh data dan informasi menyangkut materi penulisan ini, maka penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :
1. Observasi yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengunjungi secara langsung objek penelitian untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini.
2. Interview yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan wawancara dengan sejumlah karyawan yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
3. Dokumentasi yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen atau arsip yang ada kaitannya dengan masalah keselamatan dan kesehatan kerja dan prestasi kerja karyawan.
4. Kuesioner yaitu penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan angket pertanyaan kepada sejumlah responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini.
3.6 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Agar penelitian ini dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu dipahami berbagai unsur-unsur yang menjadi dasar dari suatu penelitian ilmiah yang termuat dalam operasionalisasi variabel penelitian. Secara lebih rinci, operasionalisasi variabel penelitian adalah sebagai berikut.
Tabel 3.1
Defenisi Operasional Variabel
Variabel Indikator Rujukan skala
Kepemimpinan manajemen dan
keterlibatan karyawan
- Manajemen merancang, menerapkan, dan mengevaluasi prosedur K3
- K3 adalah prioritas utama dalam bekerja - Manajemen dan tenaga kerja memiliki
pengetahuan tentang bahaya - Karyawan terlibat dalam seluruh
kegiatan K3 OSHA (1999) Likert Sangat tidak setuju=1 Tidak setuju=2 Kurang setuju=3 Setuju=4 Sangat setuju=5 Analisis tempat kerja
- Melakukan survei awal untuk mengidentifikasi bahaya
- Membuat lingkungan kerja yang nyaman bagi karyawan
- Menyediakan fasilitas kerja yang lengkap dan menunjang pekerjaan - Menyediakan perlengkapan K3 di
lingkungan kerja
- Menyediakan alat pertolongan darurat - Melakukan evaluasi secara periodik
mengenai pekerjaan dan tempat kerja
OSHA (1999) Likert Sangat tidak setuju=1 Tidak setuju=2 Kurang setuju=3 Setuju=4 Sangat setuju=5 Pencegahan dan kontrol terhadap bahaya
- Merawat mesin dan tempat kerja dengan baik untuk mencegah terjdinya
kecelakaan
- Mematuhi aturan keamanan dan aturan kesehatan di tempat kerja
- Memberikan peringatan kepada siapa saja yang melakukan suatu keslahan disiplin kerja di tempat kerja
- Menyediakan alat pelindung diri (APD) - Menggunakan alat pelindung diri (APD)
secara disiplin
- Menerapkan program kesehatan kerja proaktif
- Mengevaluasi dan mengawasi data kesehatan karyawan di tempat kerja
OSHA (1999) Likert Sangat tidak setuju=1 Tidak setuju=2 Kurang setuju=3 Setuju=4 Sangat setuju=5
Pelatihan K3 - Mengadakan pelatihan khusus untuk ahli K3 dan manajer
- Mengadakan pelatihan penggunaan alat-alat keselamatan kerja
OSHA (1999) Dan PP no. 50 Likert Sangat tidak setuju=1 Tidak setuju=2
- Mengadakan pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran - Mengadakan pelatihan pertolongan
pertama dalam kecelakaan
- Mengadakan pelatihan evakuasi korban kecelakaan kerja Tahun 2012 Kurang setuju=3 Setuju=4 Sangat setuju=5 Prestasi kerja karyawan
- Kualitas kerja, berkaitan dengan ketepatan, ketrampilan, ketelitian dan kerapian pelakanaan pekerjaan;
- Kuantitas kerja, berkaitan dengan pelaksanaan tugas reguler dan tambahan;
- Ketangguhan, berkaitan dengan ketaatan mengikuti perintah, kebiasaan mengikuti peraturan, keselamatan, inisiatif, dan ketepatan waktu kehadiran; - Sikap, menunjukkan seberapa jauh
tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan serta bagaimana tingkat kerjasama dengan teman atau atasan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Flippo (1986) dalam Sariyathi (2003) Likert Sangat tidak setuju=1 Tidak setuju=2 Kurang setuju=3 Setuju=4 Sangat setuju=5
Sumber: dikembangkan untuk penelitian (2013)
3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas
Alat yang digunakan untuk mengukur variabel penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dan variabel prestasi kerja karyawan adalah daftar pertanyaan (kuesioner). Data yang diperoleh berupa jawaban dari karyawan terhadap pertanyaan atau butir-butir yang diajukan. Dalam mengembangkan suatu kuesioner yang akan digunakan untuk menilai pengaruh penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan, pengukuran harus benar-benar bebas dari kesalahan acak. Oleh karena itu kuesioner tersebut haruslah (valid) dan andal (reliabel). Untuk itu perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas terhadap butir-butir pertanyaan dalam kuesioner agar data yang diperoleh dari pengukuran jika diolah tidak memberikan hasil yang menyesatkan.
3.7.1 Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kehandalan atau kesahihan suatu instrument. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan, mampu mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud (Arikunto, 148:1998). Perhitungan validitas menggunakan SPSS 15, dengan melihat correted item total correlation, keputusannya apabila r hitung > r tabel maka pernyataan tersebut valid. Uji validitas ini menggunakan level signifikansi 5%.
3.7.2 Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena intrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang realibel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka berapa kalipun diambil tetap akan sama. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya, dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan (Arikunto, 1998:154).
Perhitungan reliabilitas menggunakan SPSS 15, dengan melihat reliability coefficients pada alpha, keputusannya jika r alpha > r tabel maka instrument tersebut dinyatakan reliabel. Uji reliabilitas instrument menggunakan pengujian dengan tingkat signifikan 5%
3.8 Analisis Data
Untuk membuktikan hipotesis yang telah dikemukakan, makan dalam penelitian ini digunakan metode analisis sebagai berikut.
3.8.1 Analisis Regersi Berganda
Untuk mengetahui pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Prestasi Kerja, maka digunakan analisis regresi berganda. Dari model tersebut dapat diketahui berapa besarnya pengaruh variabel independent terhadap perubahan terhadap variabel dependent.
Bentuk umum persamaan regresi yang digunakan adalah regresi berganda, (Ronald E. Walpole:1995) adalah sebagai berikut:
Yi = α+ b1x1+ b2x2 + b3x3 + b4x4 + є . . . (2)
i=1,2,3,4
Dimana :
α = Konstanta Persamaan Regresi
X1 = Kepemimpinan Manajemen dan Keterlibatan karyawan X2 = Analisis Tempat Kerja
X3 = Pencegahan dan Kontrol terhadap Bahaya X4 = Pelatihan K3
Y = Prestasi Kerja Karyawan b1 – b4 = Koefisien Regresi
Є = Kesalahan Acak
3.8.2 Uji Koefisien Korelasi
Data yang diperoleh melalui hasil wawancara, studi dokumen, serta hasil dari kuesioner yang telah dibagikan kepada responden diolah dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan hasil data yang diperoleh dengan menggunakan angket menggunakan analisis koefisien Korelasi dengan menggunakan bantuan program SPSS 15.
Pada hakekatnya, nilai koefisien korelasi atau r dapat bervarasi dari -1 melalui 0 hingga +1. Bila r = 0 atau mendekati, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat sama sekali. Bila r = + 1 atau mendekati 1 maka korelasi antara dua variabel dikatakan positif dan sangat kuat sekali. Bila r = -1 atau mendekati -1, maka korelasinya dikatakan sangat kuat dan negatif.
3.8.3 Uji F
Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel tidak bebas. Tahapan uji F sebagai berikut:
1. Merumuskan hipotesis
H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = 0, tidak ada pengaruh variabel independent
terhadap variabel dependent
H1 : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ 0, minimal ada satu pengaruh dari variabel
independent terhadap variabel dependent.
2. Menentukan tingkat signifikasi (α) dengan degree of freedom (df) 3. Membandingkan hasil Fhitung dengan Ftabel dengan kriteria sebagai
berikut:
Jika F hitung > F tabel berarti H1 diterima.
Jika F hitung ≤ F tabel berarti H0 diterima.
3.8.4 Uji t
Digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel bebas mempunyai pengaruh yang nyata atau tidak terhadap variabel
terikat, maka dilakukan uji hipotesis. Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut :
H0 : r = 0 ; artinya tidak terdapat pengaruh yang
signifikan antara variabel predikator (Xi) dengan variabel terikat (Yi)
HA : r ≠ 0 ; artinya ada pengaruh yang signifikan
antara variabel predikator (X1) dengan variabel terikat.
Kriteria pengujian adalah:
a) Apabila nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 pada taraf signifikansi α=0,05 atau 5% maka Ho ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan sistem K3 terhadap prestasi kerja karyawan.
b) Apabila nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 pada taraf signifikansi α = 0 , 0 5 a t a u 5% maka H1 ditolak dan Ho diterima. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan sistem K3 terhadap prestasi kerja karyawan.
3.8.5 Uji Koefisien Regresi (R2)
Digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat atau yaitu proporsi variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas secara bersama-sama. Nilai R2 terletak antara 0 sampai dengan 1 (0 ≤ R2 ≤ 1). Tujuan menghitung koefisien determinasi adalah untuk
3.9 Pengujian Asumsi Klasik
Model regresi yang digunakan dalam menguji hipotesis haruslah menghindari kemungkinan terjadinya penyimpangan asumsi klasik.
3.9.1 Uji Multikolinearitas
Masalah-masalah yang mungkin akan timbul pada penggunaan persamaan regresi berganda adalah multikolinearitas, yaitu suatu keadaan yang variabel bebasnya berkorelasi dengan variabel bebas lainnya atau suatu variabel bebas merupakan fungsi linier dari variabel bebas lainnya. Adanya Multikolinearitas dapat dilihat dari tolerance value atau nilai variance inflation factor (VIF). Batas dari tolerance value dibawah 0,10 atau nilai VIF diatas 10, maka terjadi problem multikolinearitas. Jika terjadi multikolinearitas akan menimbulkan akibat sebagai berikut :
a. Standar error koefisien regresi yang diperoleh menjadi besar. Semakin besarnya standar error maka semakin erat kolinearitas antara variabel bebas.
b. Standar error yang besar mengakibatkan confident interval untuk penduga parameter semakin melebar, dengan demikian terbuka kemungkinan terjadinya kekeliruan, yakni menerima hipotesis yang salah.
Tindakan perbaikan model adalah mengeluarkan satu atau lebih variabel independen yang memiliki korelasi yang tinggi dari model regresi.
3.9.2 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati
normal. Metode yang dapat dipakai untuk normalitas antara lain: analisis grafik dan analisis statistik.
Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis grafik. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya.
a. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.