1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Pantai Manggar Segara Sari atau biasa disebut dengan Pantai Manggar adalah tujuan wisata pantai yang sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan yang datang ke Kota Balikpapan. Pantai ini menyajikan pemandangan laut sangat indah. Pantai seluas 13.000 m2 tersebut memiliki air laut yang jernih, riak ombak yang tidak terlalu besar serta pasir pantai yang putih. Objek wisata ini berlokasi di Kelurahan Manggar dan Teritip, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, kurang lebih 9,5 Km dari Bandara Internasional Sepinggan atau sekitar 20 Km dari pusat Kota Balikpapan (Ksmtour, 2018)
Pantai Manggar memiliki banyak potensi. Pertama, dari lebar pantainya yaitu kurang lebih 50 meter saat surut. Hal ini adalah salah satu daya tarik yang unik dan jarang dimiiki pantai-pantai di Indonesia. Lebar pantai ini dimanfaatkan untuk zona aktivitas berbasis rekreasi luar ruang. Kedua, Pantai Manggar memiliki komposisi pesisir yang halus dengan warna putih kecokelatan yang dipadukan dengan ombak ukuran sedang, sehingga sangat cocok untuk kegiatan wisata air.
Ketiga, luas wilayah belakang Pantai Manggar berkontur landai. Kondisi ini sangat cocok untuk dilakukan pengembangan sarana dan prasarana wisata. Keempat, sarana jaringan listrik dan air bersih telah tersedia di Pantai Manggar. Potensi yang terakhir adalah jalan masuk menuju ke Pantai Manggar cukup baik sehingga kawasan wisata ini bisa dijangkau dengan alat transportasi apapun. Potensi-potensi yang dimiliki Pantai Manggar tersebut merupakan hal-hal yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke Kota Balikpapan (DPMPT Pemerintah Kota Balikpapan, 2020).
Kota Balikpapan memiliki dua objek wisata pantai yang terkenal, yaitu Pantai Manggar dan Pantai Lamaru. Perbandingan antara Pantai Manggar dan Pantai Lamaru dapat dilihat dari beberapa sisi. Pertama, jumlah pengunjung wisatawan lebih banyak di Pantai Manggar daripada Pantai Lamaru. Kedua, tarif masuk ke Pantai Manggar lebih murah daripada tarif masuk ke Pantai Lamaru. Ketiga, fasilitas Pantai Manggar masih sangat kurang seperti wahana permainan dan juga
2
tempat untuk bersantai (Kotaku, 2020). Dibandingkan dengan Pantai Lemaru, Pantai manggar lebih potensial di jadikan tujuan utama wisata pesisir di kota Balikpapan. Karena perbandingan tersebut pantai manggar dapat dikatakan lebih potensial menjadi tujuan utama wisata pesisir untuk di datangi oleh wisatawan.
Kota Balikpapan memiliki sumber daya yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata, yaitu wisata pesisir pantainya. Pantai Manggar merupakan objek wisata yang menjadi tujuan wisata utama di Kota Balikpapan. Daya tarik yang dimiliki Pantai Manggar berpeluang untuk perkembangan pariwisata, karena akan membantu dalam pengembangan ekonomi Kota Balikpapan melalui sektor pendukung pariwisata. Namun, walaupun dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Balikpapan, saat ini objek wisata Pantai Manggar masih kurang mendapatkan perhatian (Poerwanti, 2019).
Berbagai macam objek wisata yang terdapat di Kota Balikpapan yaitu berupa objek wisata alam, objek wisata buatan, serta objek wisata campuran alam dan buatan. Objek wisata alam yang pertama adalah Pantai Manggar. Pantai ini berjarak sekitar 9,5 km dari Bandara Internasional Sepinggan atau sekitar 20 km dari pusat Kota Balikpapan. Pantai ini menyuguhkan keindahan pemandangan laut dan merupakan objek wisata yang murah. Objek wisata alam yang kedua adalah Pantai Lamaru. Pantai ini memiliki deretan rimbunan pohon cemara yang hijau dan sejuk. Memiliki fasilitas penyewaan golf car dan fasilitas umum seperti toilet dan mushola. Selain itu juga terdapat fasilitas bermain anak-anak seperti flying fox, layang-layang dan andong. Pantai Lamaru dikelola oleh pihak swasta, sehingga tarif masuk ke lokasi pantai ini lebih mahal (Utiket, 2019)
Selain objek wisata pantai, wisata alam yang juga terdapat di Kota Balikpapan adalah Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW). HLSW merupakan kombinasi objek wisata hutan dan sungai. Luas area hutan keseluruhan yaitu 10.025 ha. Di HLSW wisatawan bisa melakukan treking sejauh 3 km sambil memandang beberapa tumbuhan langka seperti tumbuhan kantung semar dan juga hewan langka seperti beruang madu (Adira.co.id, 2019).
Objek wisata buatan yang terdapat di Kota Balikpapan yang pertama adalah Kebun Raya Balikpapan. Kebun Raya Balikpapan adalah salah satu kebun raya terluas di Indonesia yang didirikan pada 1 Desember 2005 dengan luas total 46 Ha (Balikpapan, 2020). Objek wisata buatan yang kedua adalah Penangkaran Buaya Teritip. Penangkaran buaya Teritip adalah penangkaran
3
buaya yang mempunyai total buaya terbanyak di Kalimantan Timur, dengan luas area 5 hektar dan memiliki lebih dari 1.400 buaya(Kaltim.idntimes.com, 2019). Berikutnya adalah Kampung atas air Margasari adalah daerah yang pernah membuat Kota Balikpapan menerima penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) penghargaan tahun 2013. Kampung ini menjadi bukti kesuksesan Pemkot Balikpapan menyulap daerah kumuh menjadi daerah yang tertata rapi dan lebih hijau (Krisjanuar Gilang, 2019).
Selain wisata alam dan buatan, Kota Balikpapan memiliki wisata campuran alam dan buatan yaitu Hutan Mangrove Margomulyo. Hutan Mangrove Margomulyo merupakan bikinan warga RT 42 Margomulyo yang dinamai kelompok Tani Tepian Lestari yang bekerja sama dengan Balai Lingkungan Hidup. Daerah dengan luas 16,8 ha ini telah dibebaskan oleh Pemerintah Kota Balikpapan, dan dijadikan daerah pelestarian tanaman bakau. Hutan Mangrove Kota Balikpapan dibangun sebagai fungsi pelestarian, taman kota, wisata alam, pendidikan lingkungan, penelitian, dan pengembagan serta menambah habitat untuk flora dan fauna (Kota-balikpapan.com, 2018).
Kota Balikpapan adalah daerah yang terkenal dengan wisata pesisir. Wilayah pesisir adalah daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang diakibatkan oleh perubahan darat dan laut. Pengelolaan wilayah peisisr dan pulau-pulau kecil yaitu suatu cara perencanaan dan pemanfaatan sumber daya pesisir. Wilayah pesisir mempunyai keragaman potensi sumber daya alam yang tinggi dan sangat berguna bagi pengembagan sosial, ekonomi dan budaya. Kondisi ini menjadikan pantai-pantai di Kota Balikpapan menampilkan pemandangan laut lepas yang indah. Peta jalan peningkatan pendapatan asli Daerah Kota Balikpapan menyebutkan bahwa perencanaan di tahun 2019 lebih difokuskan kepada pengembangan ekonomi kreatif dalam rangka peningkatan sektor jasa industri perdagangan dan pariwisata (Jogloabang.com, 2019).
Walaupun kota Balikpapan bukan merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Timur, namun Kota Balikpapan merupakan Kota terbesar di Provinsi Kalimantan Timur. Kota Balikpapan merupakan pintu gerbang provinsi karena terdapat bandara dan pelabuhan internasional. Pelabuhan dan bandara bermanfaat sebagai pintu masuk dan keluar kegiatan ekonomi dan pariwisata. Selain itu, Kota Balikpapan berbatasan langsung dengan beberapa kota lain, diantaranya dengan ibu kota provinsi yaitu Kota Samarinda dan juga Kabupaten Kutai. Kota Balikpapan juga terkenal dengan wisata pantainya, berbeda dengan Kota Samarinda yang tidak mempunyai wisata pantai. Dengan demikian, para wisatawan dari berbagai daerah lain diluar Kota
4
Balikpapan yang ingin merasakan sensasi berlibur di pantai akan lebih tertarik untuk berkunjung ke Kota Balikpapan. Selain itu, Kota Balikpapan juga merupakan kota transit yang harus dilewati oleh para pendatang yang ingin pergi ke Kota Penajam Paser serta Kota Kutai Kartanegara, yang merupakan calon ibukota negara baru (Indonesia, 2020).
Oleh karena itu kota Balikpapan memiliki infrastruktur yang terkenal akan pariwisatanya terutama wisata pesisirnya. Sektor pariwisasta Kota Balikpapan membantu dalam pembangunan kota Balikpapan sebanyak 36.000 masyarakat yang dapat bantuan dari dinas Pariwisata Kota Balikpapan (KALTIM, 2020).
Dalam rangka mempromosikan sektor pariwisata Kota Balikpapan dan merayakan hari ulang tahun Kota Balikpapan ke 123, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisawa (Disporapar) Kota Balikpapan menyelenggarakan acara kalender pariwisata nasional pertama berkategori nasional dan internasional yang bernama Balikpapan Festival 2020 pada tanggal 5-16 Februari 2020. Acara ini terdiri dari rangkaian berbagai acara yang diawali dengan BPN GO 123 di Balikpapan Tenis Stadium, dan diakhiri dengan Festival Pesisir yang diselenggarakan di Pantai Manggar sebagai puncak acara. Festival Pesisir tersebut menampilkan musik orkestra di pinggir pantai, budaya tradisional, perahu hias, lomba perahu naga, lomba memasak dan festival layang-layang. Acara Balikpapan Festival 2020 dapat dikatakan cukup sukses, akan tetapi event tersebut bukan merupakan program destination branding yang ditujukan khusus untuk Pantai Manggar (Inibalikpapan.com, 2020)
Peneliti melakukan telaah pustaka dari penelitian terdahulu untuk mencari kebaruan dalam penelitian ini. Pada tahun 2014 terdapat penelitian berjudul “Perancangan Destination Branding Pantai Pink Kabupaten Lombok Timur” yang membahas tentang pantai pink di kabupaten Lombok Timur. Pantai ini mempunyai keunikan berupa pasir yang berwarna pink, peninggalan sejarah meriam dan gua Jepang. Pantai ini belum mempunyai media promosi sendiri dan hanya sedikit informasi yang tersedia mengenai Pantai Pink (Fanny, I Wayan Swandi, 2014).
Pada tahun 2016, terdapat penelitian berjudul “Perancangan Destination Branding Pantai Nglambor Sebagai Tujuan Wisata Snorkeling” yang membahas tentang perkembangan pantai yang berada di Wonosari yang masih memiliki potensi untuk menjadi tujuan utama atau destinasi wisata pantai dari Kota Yogyakarta dengan keindahan bawah lautnya yakni snorkeling di Pantai Nglambor (Putra, 2016).
5
Pada tahun 2018, terdapat penelitian berjudul “Perancangan Destination Branding Pantai Cahaya Sebagai Wisata Pantai Kabupaten Kendal” yang membahas tentang Pantai Cahaya yang memiliki daya tarik lebih di Kabupaten Kendal, belum mampu memberikan citra yang kuat di masyarakat. Oleh karena itu, penulis merancang destination branding bagi Pantai Cahaya dengan tujuan meningkatkan citra Pantai Cahaya dan menarik bagi masyarakat melalui strategi komunikasi visual (Devananda, 2018).
Peneliti juga melakukan pencarian jurnal Interasional dari mesin pencarian Taylor and Frances selama kurun waktu 10 tahun terakhir (2010-2020) terkait destination branding. Pada tahun 2016 terdapat jurnal yang berjudul “Destination Branding By Resident: The Role Of Perceived Responsibility In Positive And Negative Word-Of-Mouth” yang menjelaskan bahwa komunikasi warga tentang rumah dan daerah asal mereka sebagai tujuan wisata merupakan hal yang penting dan semakin diakui dalam proses branding (Jeuring, 2016). Pada tahun 2019, terdapat jurnal yang berjudul “Is Hosting Torism Event A Sustainable Way Of Destination Branding: Evidences From Sanya, China” yang menjelaskan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan budaya dapat meningkatkan citra destinasi wisata (Yibin Chen, 2019).
Berdasarkan penjelasan penelitian terdahulu di atas terlihat bahwa destination branding dapat meningkatkan citra, mempromosikan, dan memberikan identitas pembeda bagi sebuah destinasi wisata. Masih minimnya penelitian tentang destination branding dalam konteks pariwisata di Indonesia dan masih minimnya penelitian tentang wisata Pantai sebagai upaya destination branding (Tabel 2.3) sehingga peneliti akan menjadikan Pantai Manggar di Kota Balikpapan menjadi objek dalam penelitian ini. Kota Balikapapan memiliki potensi di bidang pariwisata sebagai destinasi wisata pesisir. Pantai Manggar merupakan destinasi wisata pesisir yang memiliki beberapa kelebihan sehingga dapat dijadikan sebagai destinasi utama.
Bila dilihat dari penelitian terdahulu, kebaruan peneltian yang dilakukan oleh peneliti merupakan mencari komunikasi yang dilakukan oleh destinatioan branding untuk peningkatan wisatawan dan menjadikan Pantai Manggar sebagai destinasi utama di Kota Balikpapan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena peneliti akan melakukan penelitian tentang destination branding terhadap Pantai Manggar sebagai tujuan utama wisata pesisir dimana peneliti akan berkenaan langsung dengan masyarakat, tingkah laku. Peneltian kualitatif adalah suatu cara untuk memperoleh pemahaman terhadap fenomena secara menyeluruh.
6
Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain warna pasir putih kecokelatan serta ombak yang sedang, tarif yang lebih murah, serta akses yang lebih mudah dibandingkan destinasi lain yang terdapat di Kota Balikpapan. . Namun fasilitas yang Pantai Manggar masih minim seperti sistem keamanan, fasilitas kebersihan, tempat ibadah, wisata kuliner, dan sarana rekreasi. Pantai Manggar saat ini belum memiliki citra, identitas, ataupun melakukan promosi sebagai objek wisata pesisir. Maka peneliti akan melakukan penelititan tentang destination branding Pantai Manggar dengan judul “DESTINATION BRANDING PANTAI MANGGAR SEBAGAI WISATA PESISIR”.
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Destination Branding Pantai Manggar sebagai tujuan wisata pesisir di Kota Balikpapan?
1.3.Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan Destination branding yang dilakukan oleh Dinas pariwisata Kota Balikpapan terhadap Pantai Manggar sebagai wisata pesisir.
1.4.Manfaat Penelitian
1.4.1. Manfaat Akademis
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk memperluas penelitian mengenai destination branding sebagai konsep untuk menjadikan Pantai Manggar sebagai tujuan wisata di Kota Balikpapan.
1.4.2. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk melakukan destination branding Pantai Manggar sebagai tujuan wisata pesisir di Kota Balikpapan dalam rangka mengembangkan dan memanfaatkan potensi pariwisata yang dimiliki Kota Balikpapan.
7
1.5.Waktu Penelitian
No
Bulan (2020) (2021)
8 1. Mencari Informasi Awal (pra-penelitian) 2. Penyusunan Proposal Skripsi 3. Desk Evaluation 4. Pengumpulan Data 5. Analisis Data