• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancang Bangun VoIP Server Berbasis Parallel Computing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rancang Bangun VoIP Server Berbasis Parallel Computing"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Rancang Bangun VoIP Server Berbasis Parallel Computing

Noval Yulyar Rachmad - 2208100506

Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia

Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS, Keputih-Sukolilo, Surabaya-60111

e-mail : [email protected]

Abstrak – Voice over Internet Protocol(VoIP) adalah teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. Dalam jaringan VoIP ada masalah yang dihadapi yakni performa VoIP server dalam menangani panggilan client. Untuk mengatasinya dipergunakan Parallel Computing.

Parallel Computing adalah penggunaan lebih dari satu processor secara bersamaan untuk mengeksekusi sebuah

program.

Pada tugas akhir ini dirancang sebuah VoIP server berbasis Parallel Computing yang performanya akan dibandingkan dengan VoIP server tanpa Parallel

Computing dalam hal concurent call, delay, jitter, dan packet loss.

Berdasarkan hasil yang diperoleh setelah dilakukan pengujian dapat diketahui VoIP server Parallel

Computing bisa menangani 16 concurrent call dari 20

panggilan yang dilakukan, lebih banyak 3 panggilan daripada VoIP server tanpa Parallel Computing yang hanya mampu menangani 13 panggilan. Delay rata-rata VoIP server Parallel Computing sebesar 23.08 ms, sedangkan VoIP server tanpa Parallel Computing besarnya 22.13 ms, nilainya sesuai rekomendasi ITU yakni dibawah 100 ms. Jitter rata-rata VoIP server

Parallel Computing sebesar 2.03 ms, sedangkan VoIP

server tanpa Parallel Computing besarnya 1.92 ms, nilainya sesuai rekomendasi ITU yakni dibawah 50 ms.

Packet loss rata-rata VoIP server Parallel Computing dan

VoIP server tanpa Parallel Computing sebesar 0% hingga panggilan ke 10, namun setelah panggilan ke 10 nilainya melebihi standar ITU yang hanya memperbolehkan

packet loss sebesar 1%. Meskipun VoIP server Parallel Computing mampu menangani concurrent call lebih

banyak, namun tidak bisa memperbaiki performa QoS VoIP server.

Kata kunci: VoIP, Jaringan, Parallel Computing

I. PENDAHULUAN

Pada abad ke-21, perkembangan teknologi telekomunikasi mengarah ke teknologi berbasis IP yang berkembang sangat pesat. IP sangat baik dalam segi skalabilitas sehingga membuat teknologi internet menjadi cukup murah.

Seiring dengan hal itu, layanan multimedia mulai diterapkan dalam jaringan ini, salah satunya adalah layanan Voice over Internet Protocol (VoIP). Kualitas panggilan dan ketersediaan suatu layanan sangat penting dalam komunikasi. Dalam perancangan jaringan VoIP, masalah yang dihadapi adalah Jitter, Delay dan Packet

Loss. Jitter didefinisikan sebagai variasi dalam bentuk delay. Delay didefiniskan sebagai waktu yang dibutuhkan

untuk mengirimkan data dari sumber (pengirim) ke tujuan (penerima), sedangkan Packet Loss adalah banyaknya paket yang hilang selama proses transmisi ke tujuan. Untuk mengatasi masalah diatas dipergunakan Parallel

Computing. Yang diharapkan dapat meningkatkan

performa jaringan VoIP. Dalam merancang VoIP server digunakan Asterisk sebagai VoIP server, Linux sebagai

operating system-nya, serta KestrelHPC sebagai software

untuk Parallel Computing dikarenakan ketiganya free dan berbasis open source, sehingga dapat terus dikembangkan.

II. VOIP & PARALLEL COMPUTING 2.1. VoIP (Voice Over Internet Protocol

)

Voice over Internet Protocol (VoIP)[1] adalah

teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. Jaringan IP sendiri adalah merupakan jaringan komunikasi data yang berbasis packet-switch. Jadi dalam bertelepon menggunakan jaringan IP atau internet.

Gambar 1 Diagram Voip secara umum

Lingkup penggunaan VoIP sendiri bisa disederhanakan ke sebuah jaringan LAN (Local Area

(2)

Network), yang secara prinsip tidak jauh berbeda dengan

memanfaatkan jaringan internet, hanya mempunyai perbedaan lingkup area yang dicakup. Untuk melakukan suatu komunikasi dalam VoIP dibutuhkan protokol yang digunakan.

SIP merupakan standar protokol multimedia yang yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task

Force (IETF) yang berfungsi untuk membangun,

memodifikasi dan mengakhiri suatu sesi multimedia. Sesi multimedia adalah pertukaran data antar pengguna yang meliputi suara, video, atau text. SIP tidak menyediakan layanan secara langsung, tetapi menyediakan fondasi yang dapat digunakan aplikasi lainnya. Misalnya dengan RTP(Real Time Transport Protocol) untuk transfer data secara real-time, dengan RTCP(Real Time Control

Protocol) yang digunakan untuk mengirim paket control

setiap terminal yang berpartisipasi pada percakapan yang digunakan sebagai informasi untuk kualitas transmisi pada jaringan.

Gambar 2 Arsitektur Sistem Berbasis SIP

Untuk membuat suatu VoIP server dibutuhkan

software. Asterisk merupakan software VoIP server

berbasis SIP yang populer digunakan saat ini, dikarenakan software ini bersifat gratis, open source, dan memiliki fitur yang beragam untuk menyediakan layanan VoIP pada jaringan.

2.2. Parallel Computing

Parallel Computing[2] didefinisikan sebagai

penggunaan lebih dari satu processor secara bersamaan untuk mengeksekusi sebuah program. Berbeda dengan

Serial Computing, pada Parallel Computing sebuah

persoalan dipecah menjadi beberapa bagian yang kemudian diproses pada saat yang bersamaan. Selanjutnya, setiap bagian dipecah menjadi instruksi-instruksi yang berurutan dan dikerjakan oleh prosesor yang berbeda.

Berikut ini beberapa macam tipe Parallel Computing: 1. Shared Memory Multiprocessor.

Merupakan sebuah computer dengan Multiprocessor (banyak processor)

Gambar 3 Shared Memory Multiprocessor 2. Distributed Memory Multicomputer.

Merupakan gabungan dari banyak komputer yang terhubung dalam suatu jaringan computer

Gambar 4 Distributed Memory Multicomputer III. PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI 3.1 Perencanaan Sistem

Pada tugas akhir ini, VoIP server yang akan dibangun menggunakan sebuah PC sebagai cluster server dan dua buah PC sebagai cluster node. PC cluster server berfungsi sebagai pengatur (frontend). Sedangkan PC

cluster node berfungsi sebagai pekerja. Cluster server

akan membagi tugas ke cluster node dan PC ini juga akan terhubung ke client VoIP. Berikut adalah topologi jaringan yang akan digunakan dalam tugas akhir ini.

(3)

Dari gambar diatas, ada empat bagian utama dalam topologi jaringan VoIP server berbasis Parallel

Computing yang digunakan dalam tugas akhir ini, yaitu cluster server, cluster node, switch,dan client. Desain dan

implementasi VoIP server pada tugas akhir ini dilakukan dengan metode dan sistematika sebagai berikut:

1. Persiapan hardware dan software yang diperlukan. 2. Melakukan desain jaringan VoIP server berbasis

Parallel Computing dengan menentukan spesifikasi

dan konfigurasi perangkat mulai dari VoIP server dan VoIP client.

3. Melakukan pengukuran performa berdasarkan standar ITU-T Y.1541 dan membandingkannya dengan VoIP server tanpa Parallel Computing.

Pada tugas akhir ini akan dibuat VoIP server berbasis Parallel Computing yang dilewatkan pada jaringan LAN Lab B301 Telekomunikasi Multimedia. Kebutuhan Software

Software yang digunakan meliputi Asterisk,

KestrelHPC, Softphone dan Wireshark. Asterisk

Merupakan software yang digunakan untuk membuat VoIP server. Asterisk merupakan VoIP server yang populer digunakan saat ini, dikarenakan software ini bersifat gratis, open source, dan memiliki fitur yang beragam untuk menyediakan layana VoIP.

KestrelHPC

KestrelHPC adalah software berbasis Parallel

Computing yang memiliki kemudahan dalam proses

instalasi dan konfigurasi dalam membuat cluster komputer yang di-install pada cluster server berbasis Linux.

Softphone

Softphone merupakan aplikasi VoIP yang

di-install pada PC atau notebook client agardapat berfungsi

sebagai telepon VoIP. Pada tugas akhir ini akan di-install 10 macam Softphone yakni X-lite, Bria, EyeBeam, ZoiperFree, Zoipre Comm, Phoner, ExpressTalk, 3CXPhone, SJPhone dan Ekiga.

Wireshark

Merupakan software yang dapat meng-capture pada interface card yang terhubung ke ke VoIP server untuk mengetahui delay,jitter dan packet loss.

VoIP server merupakan sentral telepon yang bekerja berbasiskan sistem softswitching yang mana semua fungsi switching-nya dilakukan oleh software. Ada beberapa macam software untuk VoIP server namun yang paling populer adalah Asterisk. Pada tugas akhir ini dibangun VoIP server dengan spesifikasi sebagai berikut : • PC sebagai cluster server

- Processor Intel(R) Core(TM) 2 CPU, T5500@ 1.66GHz (2CPU)

- Memory 1022 MB RAM

- VGA ATI Mobility Radeon HD 2300 - Storage HDD SATA 160 GB

- Ethernet card eth0 Broadcom NetLink (TM) Gigabit Ethernet dan Ethernet card eth1 SMC EZconnect 2202USB/ETH 100BaseTX

PC sebagai cluster node

- Processor Intel Core 2 Duo CPU E7400, 2.80 GHz

- Memory 1014 MB RAM - VGA Intel GMA 3100 256 MB - Storage HDD SATA 80 GB - Ethernet Card Realtek PCIe

VoIP server Asterisk di-install di cluster server yang menggunakan sistem operasi Linux Debian Lenny. Instalasi dan konfigurasi pada asterisk beserta library-nya, konfigurasi sip.conf, dan konfigurasi extension.conf

Instalasi dan konfigurasi dilakukan dengan

command – command yang berbasiskan text pada console.

Konfigurasi sip.conf merupakan konfigurasi untuk mendefinisikan account SIP di VoIP server. Konfigurasi extension.conf merupakan konfigurasi untuk mengatur alur panggilan atau biasa disebut dial plan pada perangkat sentral telepon. Selain dua jenis konfigurasi inti di atas, ada juga variabel general yang bersifat umum yang biasanya dibiarkan saja dalam keadaan default seperti

setting bawaan ketika pertama kali asterisk di-install.

Beberapa parameter yang harus di-setting pada VoIP client diantaranya seperti pada tabel 1.

Tabel 1. Parameter yang harus di – setting pada VoIP client Parameter yang

di-setting

Keterangan User ID Diisi nomor extension

user

User display name Diisi nama untuk tampilan pada display SIP authentication

user name

Diisi user_ id@domain

SIP authentication password

Diisi password yang digunakan user

SIP proxy server Diisi sesuai nama domain

Untuk mempersiapkan VoIP server berbasis

Parallel Computing,perlu di-install software KestrelHPC

yang memiliki kemudahan dalam proses intalasi pada

cluster server. Setelah proses instalasi selesai maka cluster node dapat ditambahkan dengan cara mem-booting PC cluster node melalui network, maka secara

(4)

Skenario Pengukuran

Setelah topologi dibangun, akan dilakukan pengukuran terhadap performa VoIP server tanpa Parallel

Computing dengan VoIP server berbasis Parallel Computing, yaitu banyaknya jumlah kapasitas user yang

bisa melakukan panggilan secara simultan kualitas layanan selama komunikasi berlangsung. Adapun parameter yang akan diukur berdasarkan rekomendasi ITU-T Y.1541[3] tentang performa jaringan berbasis IP, yaitu Delay, Jitter, Packet Loss yang di-capture dengan

software wireshark.

Pengukuran dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

1. Dijalalankan wireshark

2. Dilakukan panggilan dari VoIP client ke VoIP

client

3. Dilakukan pengukuran perameter jaringan dengan meng-capture dengan menggunakan wireshark

IV. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Pada tugas akhir ini, analisa dilakukan dilakukan terhadap data yang diperoleh dari pengujian. Data yang diperoleh dibandingkan antara VoIP server tanpa Parallel

Computing dengan VoIP server berbasis Parallel Computing dengan satu client node. Dari perbandingan

tersebut maka dapat diketahui apakah ada perbedaan performa antara VoIP server tanpa Parallel Computing dengan VoIP server berbasis Parallel Computing. 4.1. Pengukuran Tingkat Kejenuhan Concurrent Call

Server

Pengukuran tingkat kejenuhan adalah pengukuran tingkat kejenuhan VoIP server dalam menangani panggilan yang dilakukan secara simultan atau

concurrent call atau sampai VoIP server tersebut tidak

mampu lagi menangani panggilan. Pada Tugas Akhir ini dilakukan uji coba melakukan panggilan sebanyak-banyaknya secara simultan untuk mengetahui jumlah

concurrent call yang mampu ditangani oleh VoIP server

tanpa Parallel Computing dengan VoIP server berbasis

Parallel Computing dengan satu client node.

Gambar 6. Perbandingan Concurrent Call antara VoIP Server tanpa Parallel Computing dengan VoIP Server Parallel

Computing

Dari gambar 6. bisa dilihat VoIP Server tanpa

Parallel Computing hanya mampu menangani concurrent call sebanyak 13 panggilan. Sedangkan pada VoIP Server Parallel Computing mampu menangani 16 concurrent call, lebih banyak 3 concurrent call jika dibandingkan

dengan server biasa. 4.2. Pengukuran Delay

Delay yang dimaksud di sini adalah delay

transmisi, yaitu waktu yang diperlukan data untuk sampai dari pengirim ke penerima.

Dari gambar 7. dapat dilihat delay pada VoIP server Parallel Computing lebih besar jika dibandingkan dengan VoIP server tanpa Parallel Computing. Tetapi masih jauh dibawah ambang batas yang direkomendasikan pada ITU-T Y.1541sebesar 100 ms.

Delay yang dibandingkan di sini adalah delay rata-rata

panggilan yang berhasil dilakukan.

Gambar 7. Perbandingan Delay antara VoIP Server tanpa

Parallel Computing dengan VoIP Server Parallel Computing

4.3. Pengukuran Jitter

Jitter merupakan variasi delay paket yang terjadi

pada pengiriman paket data.

Dari gambar 8. bisa dilihat bahwa Jitter pada VoIP server tanpa Parallel Computing lebih kecil daripada VoIP server Parallel Computing

Jitter yang dibandingkan disini adalah jitter

rata-rata dari server tanpa Parallel Computing dan Parallel

Computing. Walaupun jitter pada VoIP server Parallel Computing lebih besar daripada server biasa tapi masih

memenuhi kriteria yang direkomendasikan oleh ITU, yaitu di bawah 50 ms.

(5)

Gambar 8. Perbandingan Jitter antara VoIP Server tanpa

Parallel Computing dengan VoIP Server Parallel Computing

4.4. Packet Loss trend VoIP Server Tanpa Parallel

Computing dengan VoIP Server Parallel

Computing

Packet loss adalah kehilangan paket ketika

terjadi peak load dan congestion. Dari data yang diperoleh dari pengujian VoIP server tanpa Parallel Computing dengan VoIP server Parallel Computing diperoleh grafik

trend packet loss dari panggilan yang berhasil dilakukan

seperti pada gambar 9 dan gambar 10.

Gambar 9. Packet Loss trend VoIP Server Tanpa Parallel Computing

Gambar 10. Packet Loss trend VoIP Server Parallel Computing

Pada VoIP server tanpa Parallel Computing didapatkan nilai packet loss yang diperoleh hingga panggilan ke 10 masih sesuai dengan rekomendasi ITU yakni sebesar 0%. Namun nilai packet loss meningkat setelah panggilan ke 10 melebihi standar yang direkomendasikan ITU. Pada VoIP Server Parallel

Computing juga mengalami hal yang sama yakni

melampaui standar ITU yang hanya memperbolehkan

packet loss sebesar 1%. Hal ini merupakan keterbatasan

dari VoIP server tanpa Parallel Computing dan VoIP server Parallel Computing dalam menangani panggilan, karena server mengalami congestion (kemacetan transmisi paket akibat padatnya traffic yang harus dilayani). Meskipun VoIP Server Parallel Computing mampu menangani 3 panggilan lebih banyak daripada VoIP Server tanpa Parallel Computing namun tidak bisa memperbaiki performa QoS karena nilai packet loss yang melebihi rekomendasi ITU.

V. KESIMPULAN

Dari hasil pengujian dan analisa performa yang dilakukan terhadap masing-masing VoIP server maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Dari 20 concurrent call yang dilakukan, VoIP server

berbasis Parallel Computing mampu menangani 80% panggilan, namun VoIP server tanpa Parallel

Computing hanya 65 % panggilan.

2. Nilai delay rata-rata VoIP server berbasis Parallel

Computing sebesar 23.08 ms, sedangkan VoIP server

tanpa Parallel Computing besarnya 22.13 ms. Nilai

delay rata-rata pada masing-masing VoIP server

masih jauh diambang batas rekomendasi ITU-T Y.1541 yakni dibawah 100 ms.

3. Nilai jitter rata-rata VoIP server berbasis Parallel

Computing sebesar 2.03 ms, untuk VoIP server tanpa Parallel Computing besarnya 1.92 ms. Nilai jitter

rata-rata pada masing-masing VoIP server masih jauh diambang batas rekomendasi ITU-T Y.1541 yakni dibawah 50 ms.

4. Nilai packet loss rata-rata VoIP server berbasis

Parallel Computing dan VoIP server tanpa Parallel Computing sebesar 0% hingga panggilan ke 10. Nilai packet loss rata-rata pada masing-masing VoIP server

masih jauh diambang batas rekomendasi ITU-T Y.1541 yakni dibawah 1%.

5. Naiknya nilai packet loss rata-rata pada masing-masing VoIP server setelah panggilan ke 10 melebihi standar ITU-T Y.1541 yang hanya memperbolehkan

packet loss sebesar 1%, dikarenakan server

mengalami congestion (kemacetan transmisi paket akibat padatnya traffic yang harus dilayani).

6. Meskipun VoIP server berbasis Parallel Computing memiliki persentasi concurrent call lebih besar, namun tidak bisa memperbaiki performa QoS VoIP server karena nilai packet loss rata-rata yang melebihi rekomendasi ITU-T Y.1541.

(6)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Harahap, M. I., “Pengantar Jaringan VoIP”, <URL:

http://ilmukomputer.org/2008/11/25/pengantar-jaringan-voip>, 2008

[2] Wilkinson, B.,” Parallel Programming : Techniques and Applications Using Networked Workstations and Parallel Computers”, <URL:http://www.cfd-online

.com/Wiki/Special:BookSources/0136717101,> 1999

[3] ITU - T Recommendation Y. 1541., “Network

Performance Objectives for IP-based services”,

International Telecommunication Union, 2006

BIODATA PENULIS

Noval Yulyar Rachmad, lahir di Surabaya tanggal 6 Juli 1983, merupakan putra pertama pasangan H. Moch. Alfan dan Hj. Siti Hamidah. Menempuh pendidikan di SDN Wonokusumo II, SLTPN 2, SMUN 7 semuanya terletak di Surabaya. Lulus SMU tahun 2001 dan melanjutkan studi di PENS-ITS jurusan Teknik Elektronika, kemudian pada tahun 2008 melanjutkan studi Lintas Jalur di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Memiliki minat yang besar pada VOIP dan jaringan komputer yang merupakan salah satu bahasan pada program studi Telekomunikasi Multimedia yang ditempuh sekarang.

Gambar

Gambar 1 Diagram Voip secara umum
Gambar 4 Distributed Memory Multicomputer
Tabel 1. Parameter yang harus di – setting pada VoIP client  Parameter yang
Gambar 7. Perbandingan Delay antara VoIP Server tanpa  Parallel Computing dengan VoIP Server Parallel Computing  4.3
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dari praktikum ini, kesimpulan yang dapat diambil yaitu terdapat banyak cara untuk handling dan restrain hewan yang akan dilakukan pemeriksaan, dilakukan pembendungan saat

Peraturan Menteri Dalam Negeri dimaksud telah diterbitkan pada tanggal 15 Mei 2006, yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan

Untuk kategori kekerasan seksual yang terjadi dalam khidupan masyarakat kecamatan Gondanglegi dan kecamatan Kepanjen yaitu pemaksaan hubungan seksual yang

Dalam survei akustik ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, menurut MacLennan and Simmond (2005) prosedur yang perlu dilakukan yaitu: definisikan area geografis yang akan

http://account.Google.com/login. 6F 7 Setelah memiliki akun Google maka selanjutnya adalah memilih fitur yang sudah disediakan oleh Google berupa Gmail,Google form,Google

Dokumen Indikator Kinerja Utama ini merupakan suatu dokumen ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang telah ditetapkan pada Tahun 2017-2022

Tujuan ujian pemadatan n di tapak di tapak adalah sebagai panduan kasar tentang kandungan air  adalah sebagai panduan kasar tentang kandungan air  yang seharusnya diperolehi

Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor