FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008 DAN 2007/
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2008 AND 2007 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/
SURAT PERNYATAAN DIREKSI/ DIRECTORS’ STATEMENT LETTER LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/
INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT 1
LAPORAN KEUANGAN - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
FINANCIAL STATEMENTS - As of December 31, 2008 and 2007
and for the years then ended
Neraca /
Balance Sheets 2
Laporan Laba Rugi/
Statements of Income 4
Laporan Perubahan Ekuitas/
Statements of Changes in Equity 5
Laporan Arus Kas/
Statements of Cash Flows 6
Catatan atas Laporan Keuangan/
2008 Notes 2007
US$ US$
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 11,876,993 3e,4 9,571,536 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 3g,5 Trade accounts receivable
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 308,303 3c,3g,29 104,165 Related parties
Pihak ketiga 14,256,991 14,715,575 Third parties
Piutang lain-lain, uang muka dan Other receivables, advances and biaya dibayar di muka 1,803,441 3g,3i 350,593 prepayments
Persediaan 1,936,476 3h,6 1,450,744 Inventories
Pajak dibayar di muka 1,634,663 3p,8,25 1,500,453 Prepaid taxes Jumlah Aset Lancar 31,816,867 27,693,066 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETS
Aset pajak tangguhan 2,738 3p,25 2,397 Deferred tax asset
Investasi pada perusahaan asosiasi - 3f,9 181,302 Investment in associate Piutang kepada pihak yang mempunyai Accounts receivable from a
hubungan istimewa 247 3c,7 1,266 related party
Uang muka, uang jaminan dan biaya Advances, refundable deposits, and dibayar di muka 126,015 3i,10 3,587,636 prepaid expenses
Aset tetap - setelah dikurangi Property, vessels and equipment -
akumulasi penyusutan sebesar net of accumulated depreciation
US$ 40.932.366 tahun 2008 of US$ 40,932,366 in 2008 and
dan US$ 38.055.460 tahun 2007 66,964,107 2a,3j,3k,11 60,979,197 US$ 38,055,460 in 2007 Aset tidak berwujud 6,573,646 3l,12 8,457,714 Intangible asset
Jumlah Aset Tidak Lancar 73,666,753 73,209,512 Total Noncurrent Assets
JUMLAH ASET 105,483,620 100,902,578 TOTAL ASSETS
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements which yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. are an integral part of the financial statements.
2008 Notes 2007
US$ US$
KEWAJIBAN DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES
Hutang bank 9,307,500 14,18 - Bank loan
Hutang bank jangka panjang Current maturities of long-term
yang jatuh tempo dalam satu tahun 6,000,000 18 4,500,000 bank loans
Hutang usaha 15 Trade accounts payable
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 563,740 3c,15,29 752,802 Related parties
Pihak ketiga 1,681,017 1,717,122 Third parties
Hutang pajak 947,330 3p,16,25 46,141 Taxes payable
Hutang lain-lain dan biaya yang masih
harus dibayar 2,301,640 17 2,491,814 Other payables and accrued expenses Jumlah Kewajiban Lancar 20,801,227 9,507,879 Total Current Liabilities
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NONCURRENT LIABILITIES
Hutang bank jangka panjang -
dikurangi hutang yang jatuh Long-term bank loans - net of
tempo dalam satu tahun 19,500,000 18 25,500,000 current maturities Kewajiban swap bunga 1,600,325 3r,13 339,371 Interest swap liabilities
Kewajiban imbalan pasca kerja 541,333 3o,26 644,825 Post-employment benefits obligation Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 21,641,658 26,484,196 Total Noncurrent Liabilities
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Rp 100 Capital stock - Rp 100 par value
per saham per share
Modal dasar - 1.000.000.000 saham Authorized - 1,000,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor - Subscribed and paid-up -
609.130.000 saham 25,550,755 19 25,550,755 609,130,000 shares
Agio saham 3,145,973 19 3,145,973 Additional paid-in capital
Cadangan lindung nilai (1,260,954) 3r,13 - Hedging reserve
Selisih penilaian kembali Revaluation increment in property,
aset tetap - 2a 61,282 vessels and equipment
Saldo laba Retained earnings
Ditentukan penggunaannya 2,131,062 28 2,131,062 Appropriated Tidak ditentukan penggunaannya 33,473,899 34,021,431 Unappropriated
Jumlah Ekuitas 63,040,735 64,910,503 Total Equity
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 105,483,620 100,902,578 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements which yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. are an integral part of the financial statements.
Catatan/
2008 Notes 2007
US$ US$
PENDAPATAN USAHA 3m,3n REVENUES
Sewa kapal 49,653,446 20 47,435,817 Charter of vessels
Pendapatan usaha lainnya - bersih 737,097 21 744,676 Other revenues - net Jumlah Pendapatan Usaha 50,390,543 48,180,493 Total Revenues
BEBAN USAHA 3m,3n OPERATING EXPENSES
Beban operasi langsung 44,610,509 22 39,595,331 Direct expenses
Beban umum dan administrasi 2,447,394 23 2,605,588 General and administrative expenses Jumlah Beban Usaha 47,057,903 42,200,919 Total Operating Expenses
LABA USAHA 3,332,640 5,979,574 INCOME FROM OPERATIONS
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (CHARGES)
Gain on sale of property, vessels Keuntungan penjualan aset tetap 2,853,363 3j,11 213,780 and equipment
Penghasilan bunga 88,664 24 274,379 Interest income
Keuntungan penjualan perusahaan
asosiasi 5,044 9 - Gain on sale of associated company
Beban bank (66,597) (90,094) Bank charges
Bagian (rugi) laba bersih perusahaan Equity in (loss) net earnings of an
asosiasi (181,302) 3f,9 290,016 associated company
Kerugian kurs mata uang asing (304,703) 3b (165,326) Loss on foreign exchange Beban bunga (2,044,325) 14,18 (2,292,309) Interest expense
Kerugian derivatif - 3r,13 (414,401) Loss on derivative
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih 350,144 (2,183,955) Other Income (Charges) - Net
LABA SEBELUM PAJAK 3,682,784 3,795,619 INCOME BEFORE TAX
BEBAN PAJAK - BERSIH 1,575,655 3p,25 797,005 TAX EXPENSES - NET
LABA BERSIH 2,107,129 2,998,614 NET INCOME
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 0.003 3q,27 0.005 BASIC EARNINGS PER SHARE
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements which yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. are an integral part of the financial statements.
tetap/ Ditentukan
Agio saham/ Revaluation Cadangan penggunaannya/ Jumlah
Modal disetor/ Additional increment in lindung nilai/ Appropriated Tidak ditentukan ekuitas/ Catatan/ Paid-up paid-in property, vessels Hedging (Catatan/ penggunaannya/ Jumlah/ Total
Notes capital stock capital and equipment reserve Note 28) Unappropriated Total equity
US$ US$ US$ US$ US$ US$ US$ US$
25,550,755 3,145,973 61,282 - 2,131,062 32,371,345 34,502,407 63,260,417
Laba bersih tahun berjalan - - - - - 2,998,614 2,998,614 2,998,614 Net income for the year Dividen tunai 28 - - - - - (1,348,528) (1,348,528) (1,348,528) Cash dividends
25,550,755 3,145,973 61,282 - 2,131,062 34,021,431 36,152,493 64,910,503
Laba bersih tahun berjalan - - - - - 2,107,129 2,107,129 2,107,129 Net income for the year
Reklasifikasi selisih penilaian Reclassification of revaluation increment
kembali aset tetap sehubungan in property, vessel and equipment caused
dengan penerapan PSAK 16 2a - - (61,282) - - 61,282 61,282 - by implementation of PSAK 16 Instrumen derivatif 3r,13 - - - (1,260,954) - - - (1,260,954) Derivative instruments
Dividen tunai 28 - - - - - (2,715,943) (2,715,943) (2,715,943) Cash dividends 25,550,755 3,145,973 - (1,260,954) 2,131,062 33,473,899 35,604,961 63,040,735
Lihat catatan atas laporan keuangan yang See accompanying notes to financial
merupakan bagian yang tidak terpisahkan statements which are an integral part of
dari laporan keuangan. the financial statements.
Saldo per 1 Januari 2007 Balance as of January 1, 2007
Saldo per 31 Desember 2007 Balance as of December 31, 2007
2008 2007
US$ US$
CASH FLOWS FROM OPERATING
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 49,217,270 48,733,626 Cash received from customers Pembayaran kas kepada pemasok Cash paid to suppliers and
dan karyawan (36,540,395) (39,994,780) employees
Kas dihasilkan dari operasi 12,676,875 8,738,846 Cash generated from operations Pembayaran pajak penghasilan (674,466) (1,189,147) Income tax paid
Pembayaran bunga dan beban keuangan (1,953,011) (2,466,504) Interest and financial charges paid
Kas Bersih Diperoleh dari Net Cash Provided by
Aktivitas Operasi 10,049,398 5,083,195 Operating Activities
CASH FLOWS FROM INVESTING
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ACTIVITIES
Penerimaan bunga 88,664 274,379 Interest received
Proceeds from sale of property, Hasil penjualan aset tetap 3,224,396 965,501 vessels and equipment Hasil penjualan investasi 5,044 - Proceeds from sale of investment Pencairan investasi sementara - 4,475,000 Withdrawal of temporary investments
Acquisitions of property, vessels Perolehan aset tetap (13,153,602) (1,362,522) and equipment
Kas Bersih (Digunakan untuk) Net Cash (Used in) Provided by Diperoleh dari Aktivitas Investasi (9,835,498) 4,352,358 Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOW FROM FINANCING
PENDANAAN ACTIVITIES
Pembayaran dividen tunai (2,715,943) (1,348,528) Payments of cash dividends Pembayaran hutang jangka pendek (4,500,000) (2,500,000) Payments of short-term loan Penambahan pinjaman bank 9,307,500 - Proceeds from bank loans Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Net Cash Provided by (Used in)
Aktivitas Pendanaan 2,091,557 (3,848,528) Financing Activities
KENAIKAN BERSIH NET INCREASE IN
KAS DAN SETARA KAS 2,305,457 5,587,025 CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 9,571,536 3,984,511 AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AKHIR TAHUN 11,876,993 9,571,536 AT END OF YEAR
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements which bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. are an integral part of the financial statements.
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information
P.T. Rig Tenders Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967 jo.
Undang-Undang No. 11 tahun 1970,
berdasarkan akta No. 25 tanggal 22 Januari 1974 dari Ny. Darwani Sidi Bakaroedin, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. Y.A. 5/98/10 tanggal 1 April 1974 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39, tanggal 14 Mei 1974, Tambahan No. 187. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris No. 65 tanggal 11 Juli 2008 dari Misahardi Wilamarta, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan seluruh anggaran dasar sesuai dengan UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Bapepam No. IX.J.1. Perubahan anggaran dasar ini sedang dalam proses persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
P.T. Rig Tenders Indonesia Tbk (the “Company”) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967, as amended by Law No. 11 year 1970, based on Notarial Deed No. 25 dated January 22, 1974 of Mrs. Darwani Sidi Bakaroedin, S.H., public
notary in Jakarta. The Deed of
Establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. Y.A. 5/98/10, dated April 1, 1974, and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 39 dated May 14, 1974, Supplement No. 187. The articles of association have been amended several times, most recently by notarial deed No. 65 dated July 11, 2008 of Misahardi Wilamarta, S.H., public notary in Jakarta, concerning the changes in the article of association to be in compliance with Corporate Law No. 40 year 2007 about Limited Associate and Bapepam rules No. IX.J.1. The changes in the article of association are still in progress to be approved by the Minister of Justice and Human of the Republic of Indonesia. Perusahaan berkedudukan di Jakarta. Kantor
Perusahaan beralamat di Wisma Rig Tenders, Jalan Dr. Saharjo No. 129, Jakarta 12860.
The Company is domiciled in Jakarta and its office is located in Wisma Rig Tenders, Jl. Dr. Saharjo No. 129, Jakarta 12860. Sesuai dengan pasal 3 dari anggaran dasar
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan
Perusahaan meliputi usaha dalam bidang penyewaan kapal terutama untuk kegiatan industri minyak dan gas lepas pantai, jasa penempatan, pemasangan, perawatan dan penggantian anjungan lepas pantai, pipa-pipa dan single buoy mooring (SBM), jasa pengangkutan kerangka kapal, jasa konsultasi manajemen untuk aktivitas lepas pantai, jasa angkutan laut dan jasa keagenan pelayaran. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1974.
In accordance with article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of its activities is to engage in the chartering of supply vessels and accommodation work barges to offshore oil and gas companies, placement, installation, maintenance and substitution service for offshore bay windows, pipes and single buoy mooring (SBM), salvage ship plant service, management consultation for offshore activities, shipping and agency services. The Company started its commercial operations in 1974.
Pada tahun 1998, Perusahaan mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya
No. KEP-39/PJ.42/1998 tanggal
16 Januari 1998 untuk menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa Inggris dan Dollar Amerika Serikat untuk keperluan perpajakan. Keputusan ini berlaku sejak tahun pajak 1997.
In 1998, the Company obtained approval from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia through his Decision Letter
No. KEP-39/PJ.42/1998 dated
January 16, 1998 to maintain its books of accounts in the English language and United States (U.S.) Dollar for tax purposes. This decision is applicable starting fiscal year 1997.
Induk perusahaan dari Perusahaan ini adalah Scomi Marine Services Pte Ltd yang tergabung dalam kelompok usaha (grup) Scomi Marine
The Company’s parent company is Scomi Marine Services Pte Ltd which is one of the group of companies owned by Scomi Marine
Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan adalah 496 (termasuk 437 karyawan kontrak) untuk tahun 2008 dan 674 (termasuk 334 karyawan kontrak) untuk tahun 2007.
The Company had an average number of employees of 496 (including 437 non permanent employees) in 2008 and 674 (including 334 non permanent employees) in 2007.
Susunan pengurus dan anggota komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2008 berdasarkan akta notaris No. 64 tanggal 11 July 2008, dari Misahardi Wilamarta, S.H., notaris di Jakarta adalah sebagai berikut:
The Company’s management and audit committee as of December 31, 2008 based on notarial deed No. 64 dated July 11, 2008 of Misahardi Wilamarta, S.H., public notary in Jakarta, consisted of the following:
Presiden Komisaris : Tn. Mohamad Irfin Basoeki : President Commissioner
Komisaris : Tn. Abdul Rahman Abbas : Commissioners
Tn. Syed Abdullah Bin Syed Abd Kadir Tn. Shah Hakim Bin Zain
Komisaris Independen : Tn. Tatang Tabrani : Independent Commissioner
Presiden Direktur : Tn. Dick Sadikin Sapi’ie : President Director
Direktur : Ny. Loong Chun Nee : Directors
Tn. Mukhnizam Bin Mahmud
Direktur tidak terafiliasi : Tn. Dick Sadikin Sapi’ie : Non-Affiliated Director
Ketua Komite Audit : Tn. Tatang Tabrani : Head of Audit Committee
Anggota : Tn. Mohammad Faisal Ibrahim : Members
Tn. Jimmy Tjahjanto Jumlah gaji dan tunjangan yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebesar Rp 700 juta (atau US$ 63.927) pada tahun 2008 dan Rp 475 juta (atau US$ 50.430) pada tahun 2007.
Total remuneration given to the members of the Boards of Commissioners and Directors of the Company amounted to Rp 700 million (or equivalent to US$ 63,927) in 2008 and Rp 475 million (or equivalent to US$ 50,430) in 2007.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan b. Public Offering of Shares
Perusahaan menawarkan 15 juta sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal dan telah disetujui oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) atas nama Menteri
Keuangan Republik Indonesia dengan
keputusannya No. S1-072/SHM/MK.10/1989 tanggal 19 Desember 1989. Pada tanggal 5 Maret 1990, saham tersebut tercatat pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta).
The Company’s offering of 15 million shares to the public through the stock exchanges in Indonesia was approved by the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency (Bapepam) on behalf of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia through his Decision Letter No. S1-072/SHM/MK.10/1989, dated December 19, 1989. On March 5, 1990, such shares were listed on the Indonesia Stock Exchange (formerly Jakarta Stock Exchanges).
Pada tanggal 21 Agustus 1992, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftarannya dari Ketua
Bapepam No. S-1369/PM/1992 untuk
Penawaran Umum kepada para pemegang saham sejumlah 30.456.500 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dan mulai tercatat pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta) pada tanggal 29 Oktober 1992.
On August 21, 1992, the Company obtained the Notice of Effectivity of Share Registration No. S-1369/PM/1992 from the Chairman of the Bapepam for its rights issue to the stockholders totaling 30,456,500 shares with par value of Rp 1,000 per share. On October 29, 1992, the shares issued through this rights issue were listed on the Indonesia Stock Exchange (formerly Jakarta Stock Exchanges).
Pada tanggal 3 Agustus 2004, Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari harga per saham Rp 1.000 menjadi Rp 100 per saham. Jumlah saham yang beredar setelah pemecahan saham meningkat menjadi 609.130.000 saham.
On August 3, 2004, the Company completed a stock split from par value of Rp 1,000 to Rp 100 per share. The number of shares outstanding after the stock split increased to 609,130,000 shares.
Pada tanggal 31 Desember 2008, seluruh saham Perusahaan sejumlah 609.130.000 saham telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia, dahulu Bursa Efek Jakarta.
As of December 31, 2008, all of the
Company’s issued shares totaling
609,130,000 shares have been listed on the Indonesia Stock Exchange, formerly Jakarta Stock Exchanges.
2. PENERAPAN PERNYATAAN STÁNDAR
AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) REVISI
2. ADOPTION OF REVISED STATEMENTS OF
FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS
(PSAK)
a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan
Pada tahun berjalan, Perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut ini yang efektif untuk laporan keuangan dimulai atau setelah 1 Januari 2008:
a. Standards effective in the current period
In the current year, the Company adopted the following revised PSAK which are effective for financial statements beginning on or after January 1, 2008:
PSAK 16 (Revisi 2007), Aset tetap PSAK 16 (Revised 2007) Property, Plant
and Equipment
PSAK 16 revisi dapat menggunakan model revaluasi (revaluation model) atau model biaya (cost model) dalam mengukur aset tetap setelah pengakuan awal dan mengharuskan antara lain pendekatan komponen (component approach) dalam menyusutkan aset serta mereview nilai residu dan umur manfaat setiap aset tetap. Pada penerapan awal, manajemen memilih untuk menggunakan model biaya. Namun manajemen menentukan bahwa tidak praktis mengestimasi dampak pendekatan komponen dan perubahan nilai residu aset baik secara retroaktif maupun prospektif dari tanggal manapun yang lebih awal. Karenanya penerapan standar ini tidak berdampak terhadap nilai tercatat aset tetap sebelumnya. Untuk aset tertentu yang telah direvaluasi pada tahun sebelumnya sesuai dengan peraturan Pemerintah, nilai revaluasi tersebut dianggap sebagai biaya perolehan (deemed cost) untuk tujuan penerapan PSAK 16 revisi dan saldo selisih nilai revaluasi sejumlah US$ 61.282, yang sebelumnya disajikan terpisah pada akun ekuitas, direklas ke saldo laba pada saat penerapan awal standar ini.
The revised PSAK 16 permits the use of fair value or cost model in measuring property, plant and equipment subsequent to initial recognition, and requires among other things the component approach in depreciating the asset and a review at least annually of the residual value and useful life of the asset. On initial adoption the management has chosen to continue using the cost model. However, management has determined that it was not practicable to estimate the effect of the component approach and the changes in residual value of the asset either retroactively or prospectively from any earlier date. Accordingly, the adoption of this standard has not resulted in a change in the prior year carrying amount of the property, plant and equipment. For certain assets that have been revalued in prior year in accordance with government regulation, the revaluation amount is considered as deemed cost for the purpose of applying PSAK 16, and the balance of revaluation surplus of US$ 61,282, previously presented as a separate item in equity, was reclassified to retained earnings on initial adoption of the standard.
PSAK 30 (Revisi 2007), Sewa PSAK 30 (Revised 2007), Leases
Penerapan PSAK 30 revisi berdampak terhadap perubahan kebijakan akuntansi sewa. Perubahan mendasar dari standar ini, dimana klasifikasi dari sewa pembiayaan (finance lease) dan sewa operasi (operating lease) tergantung dari pengalihan secara substansial seluruh risiko dan manfaat, tidak berdampak
terhadap laporan keuangan periode
sebelumnya. Manajemen menetapkan tidak terdapat sewa pembiayaan yang signifikan pada awal penerapan yang diklasifikasi sebagai sewa pembiayaan menurut standar revisi.
The adoption of the revised PSAK 30 resulted in a change in accounting policy for leases. The principal change to the standard, which is the finance or operating lease classification of the arrangement depending on the transfer of substantially all the risks and rewards, had no impact on prior year financial statements. Management has determined that there are no significant operating leases on initial adoption that would have been classified as finance lease under the revised standard.
b. Standar ini telah diterbitkan tetapi belum diterapkan
b. Standards in issue not yet adopted
PSAK 14 (Revisi 2008), Persediaan PSAK 14 (Revised 2008), Inventories
Pada bulan September 2008, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengeluarkan standar akuntansi untuk persediaan, yang menggantikan PSAK 14, Persediaan.
In September 2008, the Financial Accounting Standards Board (DSAK) issued the revised accounting standard for inventories, which supersedes PSAK 14, Inventories.
Perubahan mendasar pada standar ini termasuk antara lain entitas harus
menggunakan rumus biaya yang sama
terhadap semua persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang sama, dan pembelian persediaan dengan persyaratan penyelesaian tangguhan (deferred settlement terms), perbedaan antara harga beli untuk persyaratan kredit normal dan jumlah yang dibayarkan diakui sebagai beban bunga selama periode pembiayaan.
The principal changes to the standard include among other things the requirement to use the same cost formula for all inventories having similar nature and use to the entity, and for purchase of inventories with deferred settlement terms, the difference between the purchase price for normal credit terms and the amount paid is recognized over the period of financing.
Standar ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009. Penerapan lebih dini dianjurkan.
This standard is effective for financial statements beginning on or after January 1, 2009. Earlier application is encouraged.
Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar ini terhadap laporan keuangan.
Management is evaluating the effect of this standard on the financial statements.
PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan
PSAK 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures
Pada bulan Desember 2006, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengeluarkan PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, menggantikan ketentuan penyajian dan pengungkapan yang diatur dalam PSAK 50 (1998), Akuntansi Investasi Efek Tertentu, dan PSAK 55 (Revisi 1999), Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai.
In December 2006, DSAK issued PSAK 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures, which supersedes the presentation and disclosure
requirements of PSAK 50 (1998),
Accounting for Investments in Certain Securities, and PSAK 55 (Revised 1999), Accounting for Derivatives and Hedging Activities.
Tujuan standar revisi ini adalah untuk menetapkan prinsip-prinsip penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan sebagai kewajiban atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan kewajiban keuangan. Standar ini berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. Prinsip-prinsip dalam standar ini melengkapi prinsip untuk pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan dalam PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
The objective of the revised standard is to establish principles for the presentation and disclosures of financial instruments as liabilities or equity and for offsetting financial assets and financial liabilities. It applies to the classification of financial instruments, from the perspective of the issuer, into financial assets, financial liabilities and equity instruments; the classification of the related interests, dividends, losses and gains; and the circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. The principles in this standard complement the principles for recognizing and measuring financial assets and financial liabilities in PSAK 55 (Revised 2006), Financial Instruments: Recognition and Measurement.
Standar ini diterapkan secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010.
This standard should be applied
prospectively for periods beginning on or after January 1, 2010.
Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar ini terhadap laporan keuangan.
Management is evaluating the effect of this standard on the financial statements
PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
PSAK 55 (Revised 2006), Financial
Instruments: Recognition and Measurement
Pada bulan Desember 2006, DSAK
mengeluarkan PSAK 55 (Revisi 2006),
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran.
In December 2006, DSAK issued PSAK 55 (Revised 2006), Financial Instruments: Recognition and Measurement.
Standar ini menetapkan prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan dan kontrak pembelian atau penjualan item non keuangan. Standar ini juga menetapkan pedoman untuk penghentian pengakuan; jika aset dan kewajiban keuangan dinilai pada nilai wajar, bagaimana menentukan nilai wajar dan mengevaluasi penurunan nilai; serta akuntansi lindung nilai.
This standard establishes the principles for recognizing and measuring financial assets, financial liabilities and some contracts to buy or sell non-financial items. The standard also provides guidance on derecognition, when financial assets and liabilities may be measured at fair value, how to determine fair value and assess impairment, as well as hedge accounting.
Standar ini menggantikan ketentuan pengakuan dan pengukuran yang diatur dalam standar akuntansi tertentu yang telah diterbitkan sebelumnya.
This standard supersedes the principles of financial instruments recognition and measurement prescribed in certain previously issued accounting standards.
Entitas harus menerapkan standar ini secara prospektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010. Penerapan standar lebih dini diperkenankan.
Entities shall apply this standard prospectively for financial statements covering the periods beginning on or after January 1, 2010. Early application is permitted.
Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar ini terhadap laporan keuangan.
Management is evaluating the effect of this standard on the financial statements.
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
a. Penyajian laporan keuangan a. Financial Statement Presentation
Laporan keuangan Perusahaan disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi dan praktek pelaporan yang berlaku umum di negara dan yurisdiksi yang lain.
The financial statements have been prepared using accounting principles and reporting practices generally accepted in Indonesia. Such financial statements are not intended to present the financial position, results of operations and cash flows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions.
Dasar penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Dollar Amerika Serikat sedangkan laporan keuangan tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
The financial statements, except for the statements of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The reporting currency used in the preparation of the financial statements is US Dollar while the measurement basis used is the historical cost, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies.
Laporan arus kas disusun dengan
menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities.
b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Nonfungsional
b. Nonfunctional Currency Transactions and Balances
Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang selain Dollar Amerika Serikat dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang selain Dollar Amerika Serikat disesuaikan dengan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi periode yang bersangkutan.
The books of accounts of the Company are maintained in U.S. Dollar. Transactions during the year involving currencies other than U.S. Dollar are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in currencies other than U.S. Dollar are adjusted to reflect the prevailing exchange rates at that date. The resulting gains or losses are credited or charged to current operations.
c. Transaksi Hubungan Istimewa c. Transactions with Related Parties
Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:
Related parties consist of the following:
1) Perusahaan baik langsung maupun melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);
1) Companies that directly, or indirectly through one or more intermediaries, control, or are controlled by, or are under common control with, the Company (including holding companies, subsidiaries and fellow subsidiaries);
3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan);
3) individuals owning, directly or indirectly, an interest in the voting power of the Company that gives them significant influence over the Company, and close members of the family of any such individuals (close members of the family are those who can influence or can be influenced by such individuals in their transactions with the Company);
4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan, yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan
4) key management personnel who have the authority and responsibility for planning, directing and controlling the Company’s activities, including commissioners, directors and managers of the Company and close members of their families; and
5) perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Perusahaan
dan perusahaan-perusahaan yang
mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan.
5) companies in which a substantial interest in the voting power is owned, directly or indirectly, by any person described in (3) or (4) or over which such a person is able to exercise significant influence. These include companies owned by commissioners, directors or major stockholders of the Company and companies, which have a common key member of management as the Company.
Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga atau tidak, diungkapkan dalam laporan keuangan.
All transactions with related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those transacted with third parties, are disclosed in the financial statements.
d. Penggunaan Estimasi d. Use of Estimates
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
The preparation of financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities at the date of the financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could differ from these estimates.
e. Kas dan Setara Kas e. Cash and Cash Equivalents
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
Cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and all unrestricted investments with maturities of three months or less from the date of placement.
f. Investasi f. Investments
Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investment in Associated Company
Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan
dimana induk Perusahaan mempunyai
pengaruh yang signifikan, namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian
bersama, melalui partisipasi dalam
pengambilan keputusan atas kebijakan finansial dan operasional investee.
An associate is an entity over which the Company is in a position to exercise significant influence, but not control or joint control, through participation in the financial and operating policy decisions of the investee.
Penghasilan dan aset dan kewajiban dari perusahaan asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan dicatat dengan mengunakan metode ekuitas. Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat di neraca sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk
perubahan dalam bagian kepemilikan
Perusahaan atas aset bersih perusahaan asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui kecuali jika Perusahaan mempunyai kewajiban atau melakukan pembayaran kewajiban perusahaan asosiasi yang dijaminnya, dalam hal demikian, tambahan kerugian diakui sebesar kewajiban atau pembayaran tersebut.
The results and assets and liabilities of associates are incorporated in the financial statements using the equity method of accounting. Investment in associate is carried in the balance sheet at cost as adjusted by post-acquisition changes in the Company share of the net assets of the associate, less any impairment in the value of the individual investments. Losses of the associate in excess of the Company’s interest in the associate are not recognized except if the Company has incurred obligations or made payments on behalf of the associate to satisfy obligations of the
associate that the Company has
guaranteed, in which case, additional losses are recognized to the extent of such obligations or payments.
g. Penyisihan Piutang Ragu-Ragu g. Allowance for Doubtful Accounts
Perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada tanggal neraca.
Allowance for doubtful accounts is provided based on a review of the status of the individual receivable accounts at balance sheet date.
h. Persediaan h. Inventories
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
Inventories are stated at cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is determined using the weighted average method.
i. Biaya Dibayar Di Muka i. Prepaid Expenses
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method.
j. Aset Tetap – Pemilikan Langsung j. Property, Vessels and Equipment – Direct
Acquisition Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam
penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Property, vessels and equipment held for use in the supply of goods or services, or for administrative purposes, are stated at cost, less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses.
Aset tertentu telah dinilai kembali pada tahun-tahun sebelumnya berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh penilai independen sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Pada penerapan awal PSAK 16 (Revisi 2007), nilai aset tertentu yang direvaluasi pada periode
sebelumnya sesuai dengan standar
sebelumnya dianggap sebagai biaya perolehan (deemed cost) dan selisih penilaian kembali yang disajikan secara terpisah dalam akun ekuitas direklasifikasi ke saldo laba.
Certain assets were revalued in previous years based on an independent appraisal made in accordance with government regulations. In line with the initial adoption of PSAK 16 (Revised 2007), the previous revalued amount of certain assets under the previous standard is considered as deemed cost, and the balance of the revaluation surplus previously reported as separate line item in equity is reclassified into retained earnings.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Depreciation is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows:
Tahun/Years
Kapal dan peralatan 20 - 25 Vessels and equipment
Gedung 18 Buildings
Perbaikan gedung 5 Building improvements
Mesin dan peralatan 5 Machinery and equipment
Kendaraan 5 Motor vehicles
Perabot kantor 5 Furniture and fixtures
Peralatan kantor 3 - 5 Office equipment
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
The estimated useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective basis.
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Land is stated at cost and is not depreciated.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan.
The cost of maintenance and repairs is charged to operations as incurred. Other costs incurred subsequently to add to, replace part of, or service an item of property, vessels and equipment, are recognized as asset if, and only if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be measured reliably. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation and any impairment loss are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the current operations.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.
Construction in progress is stated at cost which includes borrowing costs during construction on debts incurred to finance the construction. Construction in progress is transferred to the respective property, vessels and equipment account when completed and ready for use.
k. Penurunan Nilai Aset k. Impairment of an Asset Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran
jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tercatat tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara nilai jual bersih dan nilai pakai.
When the carrying amount of an asset exceeds its estimated recoverable amount, the asset is writte down to its estimated recoverable amount, which is determined as the higher of net selling price or value in use.
l. Aset Tak Berwujud l. Intangible Asset
Aset tidak berwujud dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan diamortisasi secara sistematis selama taksiran masa manfaatnya, maksimum 20 tahun.
Intangible asset is stated at cost and amortized systematically over the estimated useful life with amortization period no longer than 20 years.
Taksiran nilai dan manfaat di masa akan datang atas suatu aset tak berwujud dapat menunjukkan bahwa nilai aset tak berwujud yang belum diamortisasikan tersebut harus diturunkan ke jumlah tertentu (write-down) sebagai beban usaha dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan.
The estimate of future value and benefit of an intangible asset may indicate that the unamortized cost of the intangible asset should be written-down by a certain amount as operating expenses in the related period's income statement.
m. Sewa m. Leases
Sebagai Lessor The Company as lessor
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Rental income from operating leases is recognized on a straight-line basis over the term of the relevant lease. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognized on a straight-line basis over the lease term.
Sebagai Lessee The Company as lessee
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang diperoleh pengguna. Rental kontijen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya.
Operating lease payments are recognized as an expense on a straight-line basis over the lease term, except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed. Contingent rentals arising under operating leases are recognized as an expense in the period in which they are incurred.
Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai kewajiban. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna.
In the event that lease incentives are received to enter into operating leases, such incentives are recognized as a liability. The aggregate benefit of incentives is recognized as a reduction of rental expense on a straight-line basis, except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed.
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban n. Revenue and Expense Recognition Pendapatan harus diakui bila seluruh kondisi
berikut dipenuhi:
Jasa telah diserahkan;
Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal;
Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi akan mengalir kepada Perusahaan tersebut; dan Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan transaksi penjualan dapat diukur dengan andal.
Revenue is recognized when all of the following conditions are satisfied:
The services are rendered;
The amount of revenue can be measured reliably;
It is probable that the economic benefits associated with the transaction will flow to the Company; and
The cost incurred or to be incurred in respect of the transaction can be measured reliably.
Pendapatan dari sewa kapal diakui dengan dasar akrual tetapi akan ditangguhkan apabila perjanjian penagihan belum disepakati dengan pelanggan atau apabila syarat-syarat untuk realisasi yang dibutuhkan belum diselesaikan.
Revenue from charter of vessel hire is recognized on accrual basis but is deferred when the term of billings have not been agreed by customers or when certain condition necessary for realisation have yet to be fulfiled.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya.
Expenses
Expenses are recognized when incurred.
o. Imbalan Pasca Kerja o. Post-Employment Benefits
Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan dan awak kapal sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PPRI) No. 7/2000 tentang Kelautan. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.
The Company provides defined post-employment benefits to its employees and vessel crew in accordance with Labor Law No. 13/2003 and the regulation from the Government of Republic Indonesia (PPRI) No. 7/2000 regarding Maritime. No funding of benefits has been made for this benefit plan.
Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.
The cost of providing post-employment benefits is determined using the Projected Unit Credit Method. The accumulated unrecognized actuarial gains or losses that exceed 10% of the present value of the Company’s defined benefit obligations are recognized on a straight-line basis over the expected average remaining working lives of the participating employees. Past service cost is recognized immediately to the extent that the benefits are already vested, and otherwhise is amortized on a straight-line basis over the average period until the benefits become vested.
Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian akturial yang belum diakui, dan biaya jasa lalu yang belum diakui.
The benefit obligation recognized in the balance sheet represents the present value of the defined benefit obligation, as adjusted for unrecognized actuarial gains or losses and unrecognized past service cost.
p. Pajak Penghasilan p. Income Tax Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba
kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using the prevailing tax rates.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan,
sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the financial statement carrying amounts of assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences to the extent that it is probable that taxable income will be available in future periods against which the deductible temporary differences can be utilized.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted by the balance sheet date. Deferred tax is charged or credited in the statement of income, except when it relates to items charged or credited directly to equity, in which case the deferred tax is also charged or credited directly to equity.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini.
Deferred tax assets and liabilities are offset in the balance sheet in the same manner the current tax assets and liabilities are presented.
Untuk pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final, beban pajak diakui secara proporsional dengan jumlah pendapatan yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang terhutang dengan jumlah yang dibebankan diakui sebagai pajak dibayar di muka atau hutang pajak.
For income which is subject to final tax, income tax expense is recognized proportionately with the revenue recognized in the current period. The difference between the final tax payable and the final tax expense is recorded as prepaid tax or tax payable.
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 416/KMK.04/1996 tanggal 14 Juni 1996, Perusahaan menggunakan Norma Perhitungan Khusus Penghasilan Neto Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri, yaitu sebesar empat persen (4%) dari penghasilan bruto, dimana besarnya hutang pajak penghasilan adalah 1,2% dari penghasilan bruto dan bersifat final. Norma perhitungan ini diterapkan atas penghasilan yang diterima atau yang ditangguhkan yang berasal dari pengangkutan orang dan/atau barang, termasuk penyewaan kapal.
In accordance with the Decree of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. 416/KMK.04/1996 dated June 14, 1996, a special calculation norm is applied for computing the net income of domestic shipping enterprise, i.e., 4% of gross revenue; while the amount of income tax payable is 1.2% of the final gross revenue. This calculation norm is applied to all remuneration received or accrued from the transport of people and/or cargo, including ship rental.
q. Laba Per Saham q. Earnings per Share
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Basic earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of shares outstanding during the year.
r. Instrumen Derivatif r. Derivative Instruments Perusahaan menggunakan instrumen keuangan
untuk mengelola risiko eksposur atas suku bunga, termasuk swap suku bunga (interest rate swaps).
The Company uses derivative financial instrument to manage its exposure to interest rate risk, including interest rate swaps.
Penggunaan derivatif keuangan ditentukan oleh kebijakan Perusahaan dan disetujui oleh dewan direksi, yang memberikan prinsip-prinsip tertulis atas penggunaan derivatif keuangan.
The use of financial derivative is governed by the Company’s policies approved by the board of directors, which provide written principles on the use of financial derivatives.
Instrumen keuangan derivatif awalnya dinilai berdasarkan nilai wajar pada saat tanggal kontrak dibuat, dan selanjutnya dinilai kembali berdasarkan nilai wajar pada tanggal laporan keuangan.
The derivatives are initially recognized at fair value at the date the derivative contract is entered into and are subsequently measured to their fair value at each balance sheet date.
Perubahan nilai wajar instrumen derivatif keuangan yang ditujukan untuk lindung arus kas masa depan yang efektif diakui sebagai bagian dari ekuitas dan bagian yang tidak efektif langsung diakui pada laba. Jika hasil transaksi lindung nilai mengakibatkan pengakuan aset atau kewajiban, akumulasi laba dan rugi dalam ekuitas direklasfikasi ke laba dalam periode yang sama selama aset atau kewajiban yang terkait mempengaruhi laba. Untuk lindung nilai yang hasilnya tidak
mengakibatkan pengakuan aset atau
kewajiban, jumlah yang ditangguhkan dalam ekuitas diakui dalam laba pada periode yang sama dimana akun yang dilindung nilai mempengaruhi laba atau rugi bersih.
Changes in fair value of derivative finance instruments that are designated as effective hedges of future cash flows are recognized as part of equity and the ineffective portion is recognized immediately in earnings. If the hedge transaction results in the recognition of an asset or liability, the accumulated gains and losses are reclassified into earning in the same period the asset or liability affect earnings. For hedges that do not result in the recognition of an asset or liability, amounts deferred in equity are recognized in earnings in the same period the hedge item affects net income.
Lindung nilai ini akan dihentikan jika instrumen derivatif ini tidak berlaku lagi atau dijual, diakhiri atau dieksekusi, atau tidak lagi memenuhi kritieria sebagai instrumen lindung nilai. Dalam kondisi tersebut, laba atau rugi kumulatif atas instrumen derivatif harus tetap dicatat dalam ekuitas sampai saat transaksi yang diperkirakan terjadi. Jika lindung nilai dihentikan karena adanya kemungkinan bahwa transaksi yang diperkirakan tidak akan terjadi, laba atau rugi kumulatif di ekuitas harus segera dibebankan dalam laporan rugi laba.
Hedge accounting is discontinued when the hedging instrument expires or is sold, terminated, or exercised, or no longer qualifies for hedge accounting. At that time, any cumulative gain or loss on the hedging instrument recognized in equity is retained in equity until forecasted transaction occurs. If hedge transaction is no longer expected to occur, the net cumulative gain or loss recognized in equity is immediately reclassified into earnings
Perubahan nilai wajar atas instrumen derivatif yang tidak dimaksudkan untuk lindung nilai diakui pada laba rugi tahun berjalan.
Changes in the fair value of derivative finance instruments that do not qualify for hedge accounting are recognized in the statements of income as they arise.
s. Informasi Segmen s. Segment Information
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha, sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.
Segment information is prepared using the accounting policies adopted for preparing and presenting financial statements. The primary format in reporting segment information is based on business segment, while secondary segment information is based on geographical segment.
Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan jasa (baik jasa individual maupun kelompok jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain.
A business segment is a distinguishable component of the Company that is engaged in providing an individual service or a group of related services and that is subject to risks and returns that are different from those of other business segments.
Segmen geografis adalah komponen
perusahaan yang dapat dibedakan dalam memberikan jasa pada wilayah ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain.
A geographical segment is a distinguishable component of the Company that is engaged in providing an individual service or a group of related services and that is subject to risks and returns that are different from those of components operating in other economic environments.
Aset dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang tekait dengan aset juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.
Assets and liabilities that relate jointly to two or more segments are allocated to their respective segments, if and only if, their related revenues and expenses are also allocated to those segments.
Perusahaan tidak menyajikan informasi segmen sekunder karena aktivitas operasi Perusahaan dilakukan hanya di dalam satu wilayah geografis (Indonesia).
Since the activities of the Company were conducted in one geographical region (Indonesia), no secondary segment information is disclosed.
4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS
2008 2007
US$ US$
Kas 6,956 7,264 Cash on hand
Bank Cash in banks
Dollar Amerika Serikat U.S. Dollar
Bank UOB Indonesia 1,877,321 3,087,450 Bank UOB Indonesia
Overseas-Chi nese Banking Corporation Overseas-Chinese Banking Corporation Limited ("OCBC Singapore") 2,837,224 2,933,671 Limited ("OCBC Singapore") The Hongkong Shanghai Banking The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Limited ("HSBC") 167,295 1,166,820 Corporation Limited ("HSBC") PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,333 1,384 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 425,026 1,507,271 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Bank UOB Indonesia 1,509,258 818,330 Bank UOB Indonesia
Bank-bank lainnya 33,569 45,390 Other banks
Dollar Singapura Singapore Dollar
OCBC Singapore 2,111 3,956 OCBC Singapore
Deposito berjangka Time deposi t
Dollar Amerika Serikat U.S. Dollar
Bank UOB Indonesia 5,016,900 - Bank UOB Indonesia
Jumlah 11,876,993 9,571,536 Total
Bunga per tahun pada deposito berjangka: Interest rate per annum on time deposits: Dollar Amerika Serikat 3.25% - 4.00% - U.S. Dollar
5. PIUTANG USAHA 5. TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE
2008 2007
US$ US$
a. Berdasarkan Pelanggan a. By Debtor
Pihak yang mempunyai hubungan
isti mewa Related parties
CH Offshore Pte Ltd 27 1,700 104,165 CH Offshore Pte Ltd CH Logistics Pte Ltd 3 4,201 - CH Log istics Pte Ltd PT Batuah Aba di Lines 1,742 - PT Batuah Abadi Lines Goldship Private Limited 330 - Goldship Private Limited Sea Master Pte Ltd 330 - Sea Master Pte Ltd
Jumlah 30 8,303 104,165 Subtotal
Pihak ketiga Third parties
Pelang gan dalam neg eri 12,79 0,087 12 ,993,059 Local debtors Pelang gan luar negeri 1,46 6,904 1 ,722,516 Fore ign debtors
Jumlah 14,25 6,991 14 ,715,575 Subtotal
Juml ah Piutang Usaha 14,56 5,294 14 ,819,740 Total Trade Accounts Receivable
b. Berdasarkan Umur (Hari) b. By Age Category
1 - 30 hari 7,72 3,761 6 ,633,018 1 - 30 days 31 - 60 hari 3,81 4,172 4 ,338,777 31 - 60 days 61 - 90 hari 1,66 6,332 2 ,551,782 61 - 90 days Lebih dari 90 hari 1,36 1,029 1 ,296,163 More than 90 days
Juml ah 14,56 5,294 14 ,819,740 Total
c. Berdasarkan Ma ta Uang c. By Currency
Rupiah 1,93 9,599 1 ,459,756 Rupia h
Dolar Amerika Serikat 12,62 5,475 13 ,359,766 U.S. Doll ar
Dolar Sing apura 220 218 Singapore Dollar
Juml ah 14,56 5,294 14 ,819,740 Total
Syarat pembayaran yang diberikan kepada pelanggan berkisar antara 60 hari sampai dengan 90 hari.
The credit terms granted to customers range from 60 to 90 days.
Terhadap piutang usaha tahun 2008 dan 2007 tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
No allowance for doubtful accounts was provided on trade accounts receivables in 2008 and 2007 as management believes that such receivables are fully collectible.
6. PERSEDIAAN 6. INVENTORIES
Persediaan terdiri dari bahan bakar kapal. Inventories consist of vessel fuel. Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan untuk
persediaan usang tidak diperlukan.
Management believes that the establishment of allowance for inventory obsolescence is not deemed necessary.
7. PIUTANG KEPADA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
7. ACCOUNTS RECEIVABLE FROM RELATED
PARTY Pada tahun 2008 dan 2007, akun ini merupakan
saldo rekening tanpa bunga yang timbul dari pemberian pinjaman kepada Direktur Perusahaan.
In 2008 and 2007, this account represents noninterest-bearing receivables arising from advances granted to the Director of the Company.
8. PAJAK DIBAYAR DI MUKA 8. PREPAID TAXES
2008 2007
US$ US$
Pajak Pertambahan Nilai - bersih 1,434,184 1,299,974 Value Added Tax - net Klaim pengembalian pajak (Catatan 25) 200,479 200,479 Claim for tax refund (Note 25)
Jumlah 1,634,663 1,500,453 Total
9. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI 9. INVESTMENT IN ASSOCIATE
Akun ini merupakan pemilikan 23,5% saham PT Harapan Insani Madani (”HIM”). Sesuai dengan pasal 3 dari anggaran dasar HIM, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha dalam bidang pemborongan umum, perdagangan, industri, jasa, perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, pertambangan, telekomunikasi, keagenan, angkutan penumpang atau barang, percetakan, elektrikal, mekanikal, perbengkelan, alat tulis kantor dan komputer.
This account consists of 23.5% equity ownership in PT Harapan Insani Madani (“HIM”). In accordance with article 3 of HIM’s Articles of Association, the scope of its activities is to engage in general contracting, trading, industry, services, plantation, agricultural, animal husbandry, fishery, mining, telecommunication, agency, transportation, printing, electrical, mechanical, repair shop, stationery and computer.
2008 2007
US$ US$
Biaya perolehan Acquisition costs
HIM 4,543 4,543 HIM
Akumulasi bagian laba (rugi) bersih HIM Accumulated equity in net gain (loss) of HIM Awal tahun 176,759 (113,257) At beginning of year
Tahun berjalan (181,302) 290,016 Current period Akhir tahun (4,543) 176,759 At end of period Jumlah Tercatat - 181,302 Total carrying amount
Pada tanggal 30 Mei 2008, Perusahaan menjual seluruh kepemilikannya atas HIM kepada pihak ketiga sejumlah US$ 5.044.
On May 30, 2008, the Company sold out its ownership in HIM to a third party for US$ 5,044.