ii
Archive of Community Health
PENANGGUNG JAWAB
Ketua PS IKM Unud Ketua IAKMI Bali
PIMPINAN REDAKSI
Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D
WAKIL PIMPINAN REDAKSI
dr. Pande Putu Januraga, M.Kes
Sekretaris Redaksi
Ni Luh Putu Suariyani, SKM, MHlth&IntDev
DEWAN REDAKSI
Prof. dr. Tigeh Suryadhi, PhD dr. K.T. Widarsa, MPH dr. Partha Muliawan, M.Sc(OM)
dr. Made Sutarga, M.Kes dr. K. Suarjana, MPH dr. I Made Ady Wirawan, MPH dr Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH Ni Md Utami Dwipayanti, ST, MBEnv Made Pasek Kardiwinata, SKM, M.Kes
dr. LP Lila Wulandari, MPH
ADMINISTRASI
Sang Gede Purnama, SKM, M.Sc M.A. Hita Pretiwi S., S.Si.,MHSc
MITRA BESTARI PADA EDISI INI
Dr.dr. Dyah Pradyaparamitha D, M.Si. (FK, Universitas Udayana) I P Dedy Kastama Hardy, SKM, MPH.
(Universitas Dyana Pura) Ida Bagus Wayan Gunam, Ph.D (Fakultas Biologi, Universitas Udayana)
Dra. Nazrina Zuryani, MA, Ph.D (FISIP, Uniersitas Udayana) I Putu Suiraoka, SST., M.Kes
(Poltekes Kemenkes Bali) Prof. dr. N.T Suryadhi., MPH., Ph.D
(FK, Universitas Udayana)
Jurnal Arc. Com. Health merupakan jurnal resmi (Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat) PS IKM yang diterbitkan oleh PSIKM bekerjasama dengan IAKMI cabang Bali. Jurnal versi elektronik dapat diakses melalui : http://ojs.unud.ac.id/index.php/ach Jurnal Arc. Com. Health terbit dua kali setahun, yaitu bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal Arc. Com. Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat. Arc. Com. Health juga menerbitkan review, komunikasi singkat, tinjauan kasus, tinjauan buku terkait kesehatan masyarakat.
Arc. Com. Health menerbitkan informasi terkait dalam bentuk promosi dan iklan mengenai kesehatan masyarakat dan teknologi terkait yang menarik minat peneliti kesehatan masyarakat.
Untuk Pemasangan iklan dan promosi, naskah harus sudah diterima 6 minggu sebelum penerbitan.
Segala bentuk komunikasi harus dialamatkan ke:
PS IKM Universitas Udayana JL PB Sudirman Denpasar Bali Tlp/ Fax :+62 361 744 8773 Email:
iii DAFTAR ISI
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH ... iv PEDOMAN BAGI PENULIS ... vi EDITORIAL
• Fenomena Minum-minuman Beralkohol Dan Dampaknya Pada Kesehatan
Ni Luh Putu Suariyani ... ix ARTIKEL PENELITIAN
• Studi Kualitatif: Pengalaman Community Leaders Dalam Pencegahan Demam Berdarah
I Ketut Swarjana, Anak Agung Istri Wulan Krisnandari ... 57 • Akseptabilitas, Utilisasi Dan Adopsi Upaya Penanggulangan Hiv Melalui
Kader Desa Peduli Aids Dari Perspektif Masyarakat Di Kota Denpasar
N. M. S. Nopiyani, D. P. Y. Kurniati, P. A. Indrayathi, R. Listyowati ... 71 • Ketahanan Lactobacillus Spp. Fbb Pada Simulasi Saluran Pencernaan
Bagian Atas Untuk Pengembangan Probiotik
Ida Ayu Sri Sinca Maha Uni, Yan Ramona , I Nengah Sujaya ... 84 • Increasing Hiv Prevalence Among Female Sex Workers In Indonesia:
How Is It Presented In The Media And In Scholarly Journals? Pande Putu Januraga
... 104 • Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Dan Kadar Hemoglobin Pada
Petani Pengguna Pestisida Di Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan
Made Ayu Hitapretiwi Suryadh, Putu Ayu Rhamani Suryadhi,
Gede Herry Purnama ... 112 • Karakteristik Organoleptik Dan Gizi Pie Substitusi Terigu Dengan
Tepung Pati Jagung Nusa Penida (Zea Mays) Termodifikasi
Luh Aris Aryandeni Utami, Nengah Sujaya ... 117
Vol. 2 No. 2 : iii Arc. Com. Health • Desember 2013
ISSN: 2302139X
... 94
• Fenomena Kematian Bayi di Dusun Muntigunung, Karangasem, Bali, 2013
Yuli Kurniati, Septarini, Sri Nopiyani, Artawan Eka Putra, Lila Wulandari...
ix Pergeseran penyakit saat ini telah terjadi dimana dahulu disibukkan dengan adanya penyakit infeksi yang kini ditambah dengan kemunculan penyakit tidak menular (PTM). Berdasarkan data dari badan kesehatan dunia (WHO, 2012), PTM ini menjadi salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi. Hal ini tidak hanya terjadi di Negara maju namun juga terjadi di Negara berkembang, dimana diperkirakan dalam 10 tahun kedepan PTM akan meningkatkan kematian sebesar 25 %. Perubahan ini terjadi karena adanya perubahan pola hidup dan asupan nutrisi. Faktor risiko dari PTM itu sendiri adalah merokok, minum minuman beralkohol, tekanan darah tinggi, dan obesitas.
Minum minuman beralkohol merupakan salah satu faktor risiko yang cukup sulit dikendalikan. Hal ini, dikarenakan kebiasaan minum-minuman beralkohol telah ada sejak zaman dahulu. Kebiasaan minum-minuman beralkohol selama ini selalu dilihat hanya sebagai masalah sosial. Dimana minum-minuman beralkohol melanggar norma-norma agama dan membuat kerusuhan apabila mereka mabuk. Kebiasaan minum-minuman beralkohol sangat sedikit yang melihat dampaknya dari segi kesehatan. Hal ini kemungkinan karena dampak dari segi kesehatan tidak langsung dirasakan. Namun bila minuman tersebut dicampur dengan bahan berbahaya seperti methanol akan segera memperlihatkan dampaknya seperti kebutaan, kecacatan sampai
kematian.
Terbukanya pergaulan dan makin banyaknya wisatawan yang datang ke daerah lebih memperluas kemungkinan untuk memperkenalkan minuman beralkohol. Salah satu kebutuhan yang harus tersedia di daerah pariwisata adalah adanya minuman beralkohol. Mahalnya minuman beralkohol import yang menyebabkan banyaknya minuman yang dioplos dengan bahan yang sulit dipertanggungjawabkan keamanannya bagi kesehatan, karena mereka hanya mengejar keuntungan semata. Pencampuran bahan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanannya pada minuman beralkohol dapat mengakibatkan keracunan yang sering terjadi adalah keracunan methanol. Namun keracunan methanol bukan hanya kesalahan pencampuran saja namun juga dapat terjadi karena kesalahan proses pembuatan. Di Indonesia cukup banyak terdapat pembuatan minuman beralkohol secara tradisional. Keracunan methanol yang cukup menggeparkan adalah keracunan yang 3 teknisi pesawat Sukhoi asal Rusia di Makasar pada tahun 2010 dimana satu diantaranya meninggal dunia (Kusno, 2010). (ABC, 2013) Diawal tahun baru 2013 kembali ada korban keracunan methanol sampai meninggal dunia pada wisatawan asal Australia yang sedang merayakan tahun baru di Lombok (ABC, 2013).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali (2012) terjadi
EDITORIAL
FENOMENA MINUM-MINUMAN BERALKOHOL DAN DAMPAKNYA
PADA KESEHATAN
Ni Luh Putu Suariyani
PS. Ilmu Kesehatan Masyarakat, FK, Universitas Udayana [email protected]
Arc. Com. Health • Desember 2013 ISSN: 2302139X
x keracunan karena minuman keras (arak) di Bangli sebanyak 36 orang. Dimana satu orang meninggal ditempat dan 2 orang meninggal di rumah sakit serta 8 orang dirawat inap dan dilakukan hemodialisis (Dinkes, 2012). Hal ini dikarenakan pada saat minum-minuman beralkohol ada kebiasaan untuk mencampur dengan bahan lain yang sering tidak kita ketahui kandungannya.
Penanganan keracunan methanol sering terjadi kesalahan karena sering hanya dianggap sebagai keadaan overdosis alkohol biasa. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan tenaga medis maupun masyarakat tentang gejala keracunan methanol maupun penanganannya. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia maupun di Bali bukan hanya menimpa masyarakat lokal juga para wisatawan yang datang ke daerah wisata tersebut.
Kedepannya Center for Public Health (CPHI) PS. IKM Unud ingin melakukan pengabdian masyarakat perihal bagaimana minuman yang diminum mengandung methanol dan gejala keracunan methanol dengan menggunakan kesenian tradisional (Bondres). Penggunaan kesenian tradi-sional dengan tujuan masyarakat lebih menangkap pesan yang ingin disampaikan karena bahasa yang digunakan bahasa sehari-hari (Laverack, 2005). Selain itu juga
akan (Dinkes, 2012) dilakukan pelatihan penatalaksanaan keracunan methanol pada tenaga medis di puskesmas. Kedepannya, segala kegiatan yang dilakukan dapat dipublikasikan pada jurnal baik bersekala nasional maupun internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Dinkes, P. B. (2012). Laporan kejadian Keracunan. Bali: Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Laverack, G. (2005). Public Health: Power,
Empowering and Professional
Practice. New York: Palgrave Macmillan.
ABC. (2013, Januari 7). Remaja Australia meninggal keracunan metanol di Indonesia. Retrieved Januari 12, 2015, from radioaustralia.net.au: http://www.radioaustralia.net.au/ Kusno, G. (2010, September 17). Keracunan
Fatal Akibat Menenggak Methanol. Retrieved Januari 10, 2015, from Kompasiana Web Site: http:// kesehatan.kompasiana.com/ medis
WHO. (2012). NCD Mortality & Morbiality. Dipetik Nopember 12, 2014, dari WHO web site: http://www.who. int/gho/ncd/mortality_morbidity/ en/
Arc. Com. Health • Desember 2013 Vol. 2 No. 2 : ix- x