• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perpustakaan Nasional Republik Indonesia"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air 2014, Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Perkotaan : 20 September 2014 : prosiding. Universitas Katolik Parahyangan : Jurusan Teknik Sipil, 2014

xiv, 259 halaman; 21 x 29,7 cm

ISBN 978–602–71432–0–3

1. Sumber Daya Air – Seminar 1. Judul

Reviewer

1. Doddi Yudianto, M.Sc., Ph.D

2. Prof. Dr. Ir. Dede Rohmat, M.T., PMa-SDA 3. Olga Catherina Pattipawaej, Ph.D

4. Drs. Waluyo Hatmoko, M.Sc,. PU-SDA

The statements and opinion expressed in the papers are those of the authors themselves and do not necessarily reflect the opinion of the editors and organizers. Any mention of company or trade name does not imply endorsement by organizers

ISBN 978–602–71432–0–3

Copyright 2014, Jurusan Teknik Sipil Itenas Bandung

Not to be commercially reproduced by any meants without written permission Printed in Bandung, Indonesia, September 2014

(4)

Bandung, 20 September 2014 i PRAKATA

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas segala ridhoNya Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air dapat kita selenggarakan bersama pada hari Sabtu, 20 September 2014 di GSG Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. Seminar ini pada dasarnya merupakan kegiatan hasil kerjasama antara 12 instansi yaitu: Program Studi Teknik Sipil Unpar, Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air ITB, Jurusan Teknik Sipil Unla, Jurusan Teknik Sipil Itenas, Program Teknik Sipil UK Maranatha, Departemen Teknik Sipil Polban, Jurusan Teknik Sipil Unjani, Pusat Litbang Sumber Daya Air (Pusair), Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Jawa Barat, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA) Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung.

Sebagaimana kita sadari bahwa permasalahan terkait sumber daya air kini kian semakin kompleks seiring dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk, urbanisasi, industrialisasi, lemahnya penegakkan hukum, kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan, perubahan iklim global, dan sebagainya. Untuk itu melalui seminar yang bertemakan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Perkotaan ini diharapkan dapat menjadi media bagi para akademisi, peneliti, praktisi, pengamat lingkungan, dan masyarakat untuk memperoleh dan bertukar informasi serta pengalaman dalam rangka mendukung tercapainya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Tentu informasi yang disampaikan dalam seminar ini masih jauh dari sempurna, namun demikian besar harapan bahwa kegiatan ini dapat memberikan kontribusi pemikiran atau gagasan bagi pengembangan keilmuan dan penyelenggaraan praktis pengelolaan sumber daya air khususnya untuk wilayah perkotaan. Sesuai dengan tema seminar, buku panduan ini telah disusun sedemikian rupa memuat seluruh abstrak dari makalah yang disajikan dalam seminar dengan 3 (tiga) sub tema yaitu pengendalian daya rusak air, pendayagunaan sumber daya air, dan konservasi sumber daya air.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya seminar ini. Semoga seminar ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua demi terwujudnya pengelolaan sumber daya air yang lebih baik di kemudian hari.

Bandung, September 2014 PANITIA

(5)

Bandung, 20 September 2014 ii DAFTAR ISI

PRAKATA ... i

DAFTAR ISI ... ii

SAMBUTAN KETUA PANITIA ... v

SAMBUTAN REKTOR UNPAR ... vi

SEKILAS TENTANG SEMINAR ... vii

SUSUNAN KEPANITIAAN ... ix

SUSUNAN ACARA SEMINAR ... xi

UCAPAN TERIMA KASIH ... xiv

KEYNOTE SPEECH I (Ir. Mudjiadi, M.Sc. - Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum) KEYNOTE SPEECH II (Ridwan Kamil - Walikota Bandung) Sub Tema 1 : PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR INVENSI MODEL INTENSITAS HUJAN UNTUK KAWASAN KOTA BANDUNG (Dede Rohmat dan Iwan Setiawan) ... 1

PENENTUAN DEBIT DAN IDENTIFIKASI ALIRAN PERMUKAAN DI KOTA BANDUNG DENGAN METODA SCS (Fransiska Yustiana) ... 10

EVALUASI PERUBAHAN INTENSITAS CURAH HUJAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KAPASITAS SALURAN DRAINASE di KAMPUS UNPAR CIUMBULEUIT (Regi Aryansyah, Doddi Yudianto, dan Albert Wicaksono) ... 20

KAJIAN PENANGANAN BANJIR SUATU KAWASAN INDUSTRI DAN PERUMAHAN DAERAH BALARAJA (Bobby Minola Ginting dan Syaiful Ikram) ... 27

KAJIAN REVITALISASI PINTU AIR KARET DALAM RANGKA MENANGGULANGI BANJIR JAKARTA (James Zulfan) ... 40

SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN DI BANDUNG UTARA (Salahudin Gozali) ... 50

KAJIAN KEGAGALAN FUNGSI DRAINASE DI KOTA JAYAPURA (Junus bothmir dan Hermanus J. Suripatty) ... 57

(6)

Bandung, 20 September 2014 iii KAJIAN SISTEM TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR DENGAN MEMPERKIRAKAN WAKTU PENJALARAN DEBIT PUNCAK BANJIR

(Cita Adiningrum) ... 65 MODEL PEMANTAUAN GENANGAN BANJIR SUNGAI CODE

(Titiek Widyasari dan Nizar Achmad)... 79 PEMANFAATAN KOLAM DETENSI SEBAGAI PENGENDALI LIMPASAN PADA SALURAN DIVERSI CINAMBO

(Albert Wicaksono dan Bambang Adi Riyanto) ... 89 PENANGANAN EROSI DAN PENDANGKALAN MUARA DOMAS PANTAI KRONJO KABUPATEN SERANG BANTEN

(Kantika Noviastuti dan Yati Muliati S.N) ... 100 STUDI PERENCANAAN SISTEM DRAINASE KOTA PENAJAM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA (Krishna Vidya Pradana dan Bambang Adi Riyanto) ... 113 ZONASI LAHAN SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN BANJIR KOTA PONTIANAK BAGIAN SELATAN

(Jane E. Wuysang dan Stefanus B. Soeryamassoeka) ... 126 Sub Tema 2 : PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR

PEMBANGUNAN RESTORASI SUNGAI CIKAPUNDUNG DI BABAKAN SILIWANGI KOTA BANDUNG (Winskayati) ... 138 VARIASI KETEBALAN LAPISAN DAN UKURAN BUTIRAN MEDIA PENYARINGAN PADA BIOSAND FILTER UNTUK PENGOLAHAN AIR GAMBUT

(Lita Darmayanti, Yohanna Lilis H, dan Frengki Ashari) ... 146 SIMULASI HIDRAULIKA SISA KLORIN PADA SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM (STUDI KASUS: PERUMAHAN PT. PUSRI PALEMBANG)

(M. Baitullah Al Amin) ... 157 KAJIAN PROSES PENGOLAHAN AIR BAKU (RAW WATER) MENJADI AIR BERSIH DI KABUPATEN BENGKALIS

(Yolly Adrianti dan Asep Ryandi) ... 173 FAKTOR PENTING DALAM PENGELOLAAN SANITASI PADA KAWASAN KUMUH PERKOTAAN (STUDI KASUS DI KAWASAN BANDUNG RAYA)

(Iendra Sofyan, Prayatni Soewondo, Tresna Darmawan Kunaefi, dan Marisa Handajani) ... 186 PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK MENDUKUNG PROGRAM GREEN AND CLEAN CAMPUS (GCC) DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(7)

Bandung, 20 September 2014 iv Sub Tema 3 : KONSERVASI SUMBER DAYA AIR

FORMULA PIPA RESAPAN AIR HUJAN PADA TANAH BERPASIR (MEMPERCEPAT DAYA RESAP TANAH DENGAN TEKANAN KOLOM AIR)

(Edy Sriyono) ... 205 PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR WILAYAH PERKOTAAN DENGAN MENGGUNAKAN LUBANG RESAPAN BIOPORI

(Maria Christine Sutandi dan Endang Elisa Hutajulu) ... 211 KONSEP EKO-DRAINASE DALAM PERENCANAAN MASTER PLAN DRAINASE KOTA MBAY

(Susilawati) ... 219 PEMANFAATAN SUNGAI MATI DI DAS CITARUM HULU KABUPATEN BANDUNG

(Dian Indrawati, Yadi Suryadi, Ervan M. Sofwan dan Agustin Purwanti) ... 227 KAJIAN GEOTEKNIK LINGKUNGAN DI LOKASI PT KALREZ PETROLEUM, PULO SERAM

(Diah Affandi dan Ahmad Taufiq) ... 245 APLIKASI MODEL NAM (NEDBØR-AFSTRØMNINGS MODEL) PADA DAS CIKAPUNDUNG HULU DENGAN OUTLET MARIBAYA

(8)

Bandung, 20 September 2014 v SAMBUTAN KETUA PANITIA

Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua.

Dengan mengucap syukur ke hadirat Allah SWT, kami bersyukur pada hari ini kita dapat berkumpul pada Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air pada hari ini Sabtu, 20 September 2014 di GSG Unpar Bandung dalam keadaan sehat walafiat.

Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air pertama kali diselenggarakan tanggal 23-24 Juni 2006 di Unpar, seminar ke dua tanggal 31 Juli 2007 di Itenas, seminar ke tiga tanggal 29 Juli 2008 di Unjani, seminar ke empat tanggal 11 Agustus 2009 di Pusair dan seminar ke lima tanggal 9 November 2010 di HATHI Cabang Bandung. Penyelenggaraan seminar dari tahun 2006-2010 diselenggarakan setiap tahun atas kerja sama yang baik antara Jurusan Teknik Sipil Unpar, Jurusan Teknik Sipil Itenas, Jurusan Teknik Sipil Unjani, Puslitbang Sumber Daya Air dan HATHI Cabang Bandung serta para sponsor pendukung.

Penyelenggaraan seminar kali ini merupakan kelanjutan dari rangkaian seminar sejak tahun 2006. Bila semula seminar diselenggarakan atas kerjasama 5 instansi, sejak tahun ini seminar akan diselenggarakan setiap tahun atas kerja sama yang baik antara 12 instansi yaitu: Program Studi Teknik Sipil Unpar, Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air ITB, Jurusan Teknik Sipil Unla, Jurusan Teknik Sipil Itenas, Jurusan Teknik Sipil UK Maranatha, Departemen Teknik Sipil Polban, Jurusan Teknik Sipil Unjani, DPSDA Provinsi Jawa Barat, PUSAIR, HATHI Cabang Jabar, BBWS Citarum dan DBMP Kota Bandung.

Pemilihan tema seminar Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Perkotaan didasari beberapa pertimbangan antara lain permasalahan ketersediaan, pemanfaatan, pengembangan dan pengelolaan air kian pelik bagi wilayah perkotaan yang terus mengalami perkembangan namun tidak memiliki kerangka pengelolaan yang matang dan terintegrasi. Pelanggaran terhadap rencana tata ruang merupakan salah satu fakta yang secara tidak langsung telah menyebabkan penurunan kinerja berbagai sarana dan prasarana yang tersedia, banjir perkotaan, yang saat ini marak terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia merupakan salah satu tantangan yang masih memerlukan penanganan secara intensif, banjir juga disebabkan oleh antara lain buruknya sistem drainase yang ada, rendahnya kesadaran masyarakat akan lingkungan yang bersih dan sehat, terbatasnya anggaran pemeliharaan, kurangnya koordinasi antar lembaga yang berwenang dan lemahnya penegakkan hukum

Memperhatikan berbagai permasalahan tersebut di atas, peran serta pemerintah bersama masyarakat menjadi langkah penting untuk dapat menyelenggarakan pengelolaan air secara terpadu untuk wilayah perkotaan dengan mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor, wilayah, dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air. Tidak terlepas dari itu, perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan memiliki peran kunci untuk mendukung penyelesaian masalah dan penerapan konsep pembangunan yang berkelanjutan khususnya untuk wilayah perkotaan.

Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para pemakalah yang telah bersedia hadir dan berbagi ilmu sehingga dapat menambah wawasan para peserta seminar.

Akhir kata ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para anggota panitia Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air atas kerjasamanya selama ini dan kesediaannya untuk mencurahkan segenap pikiran, waktu dan sebagian finansialnya dalam mempersiapkan acara ini. Kami mohon maaf atas jika terjadi kekurangan dalam penyelenggaraan seminar ini. Semoga segala amal baik ibu bapak dan saudara sekalian mendapatkan imbalan dari Allah SWT.

Selamat Berseminar dan Terima kasih. Wabillahi Taufik Walhidayah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Panitia Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air 2014 Ketua,

(9)

Bandung, 20 September 2014 vi SAMBUTAN REKTOR UNPAR

Atas nama komunitas akademik Universitas Katolik Parahyangan, saya ucapkan Selamat kepada keduabelas lembaga penyelenggara Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air ini, yang memilih tema “Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Perkotaan.” Tema ini sangat relevan dengan permasalahan sumber daya air yang kita hadapi di daerah perkotaan di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat di daerah perkotaan telah memicu berlanjutnya berbagai permasalahan yang terkait dengan air, mulai dari pemenuhan kebutuhan air bersih, meningkatnya pencemaran air permukaan, penurunan air tanah, land subsidence, banjir, kekeringan, dan di beberapa kota pantai sering kali juga menghadapi permasalahan intrusi air laut.

Kita menyadari bahwa penyelesaian berbagai permasalahan sumber daya air tersebut tidaklah mudah. Yang jelas permasalahan sumber daya air di daerah perkotaan yang sangat kompleks tersebut tidak mungkin diselesaikan hanya dengan pendekatan teknis semata. Perubahan perilaku masyarakat merupakan salah satu kata kunci yang harus terjadi kalau kita ingin mewujudkan kondisi lingkungan perkotaan yang lebih baik pada hari-hari mendatang. Untuk itu, pendidikan masyarakat hendaknya menjadi salah satu program dalam pengelolaan sumber daya air perkotaan tersebut. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang benar atas berbagai permasalahan sumber daya air, sehingga mereka mempunyai kesadaran untuk mengubah perilaku mereka agar berdampak positip terhadap tata air perkotaan.

Semoga diskusi yang berlangsung dalam seminar hari ini memberikan inspirasi kepada para peserta untuk menangani permasalahan tersebut, baik di tingkat rumah tangga, tingkat kawasan, maupun di tingkat kota.

Rektor Universitas Katolik Parahyangan, Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D.

(10)

Bandung, 20 September 2014 vii SEKILAS TENTANG SEMINAR

Latar Belakang

Air sebagai salah satu sumber daya yang memiliki nilai strategis dalam peningkatan kesejahteraan hidup dan pembangunan kini dihadapkan pada banyak permasalahan baik ketersediaan, pemanfaatan, maupun pengembangan dan pengelolaan. Permasalahan ini kian pelik bagi wilayah perkotaan yang terus mengalami perkembangan namun tidak memiliki kerangka pengelolaan yang matang dan terintegrasi. Pelanggaran terhadap rencana tata ruang merupakan salah satu fakta yang secara tidak langsung telah menyebabkan penurunan kinerja berbagai sarana dan prasarana yang tersedia. Tentunya hal ini didorong dengan semakin meningkatnya kebutuhan seperti permukiman, industri, usaha perkotaan, transportasi, dan sebagainya.

Banjir perkotaan, yang saat ini juga marak terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk ibukota Jakarta, tidak dapat dipungkiri merupakan salah satu tantangan yang masih memerlukan penanganan secara intensif. Selain dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi, banjir juga disebabkan oleh antara lain buruknya sistem drainase yang ada, rendahnya kesadaran masyarakat akan lingkungan yang bersih dan sehat, terbatasnya anggaran pemeliharaan, kurangnya koordinasi antar lembaga yang berwenang dan lemahnya penegakkan hukum. Tidak hanya banjir, seiring dengan pertumbuhan laju penduduk yang pesat di wilayah perkotaan, pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi pun sering kali terbengkalai. Tingginya tingkat pencemaran air baik oleh limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, maupun limbah peternakanserta rendahnya pelayanan dan kinerja pengelolaan air bersih yang ada menyebabkan banyak daerah belum memiliki akses air bersih dan sanitasi yang memadai. Meskipun sejumlah upaya restorasi telah dilakukan, namun hasil yang dicapai masih belum optimum.

Memperhatikan berbagai permasalahan tersebut di atas, peran serta pemerintah bersama masyarakat menjadi langkah penting untuk dapat menyelenggarakan pengelolaan air secara terpadu untuk wilayah perkotaan dengan mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor, wilayah, dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air. Tidak terlepas dari itu, perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan memiliki peran kunci untuk mendukung penyelesaian masalah dan penerapan konsep pembangunan yang berkelanjutan khususnya untuk wilayah perkotaan.

Sehubungan dengan itu, seminar nasional teknik sumberdaya air yang dikelola secara berkala oleh sejumlah perguruan tinggi dan pemangku kepentingan di Kota Bandung dan sekitarnya merupakan suatu forum komunikasi antar praktisi, peneliti, dosen/akademisi, dan mahasiswa yang diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan terkait pengelolaan air di wilayah perkotaan yang mencakup antara lain sinergisme tata ruang air dan wilayah perkotaan, upaya restorasi sungai perkotaan, konservasi air tanah, upaya penyediaan air bersih dan sanitasi, pengelolaan sampah dan air limbah, pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan dalam pengelolaan air, penanganan banjir perkotaan, dan inovasi dalam sistem drainase perkotaan.

Tujuan

1. Sebagai media untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai permasalahan dan solusi tentang pengelolaan sumber daya air wilayah perkotaan.

2. Sebagai media untuk mengkomunikasikan pemikiran tentang upaya-upaya pengelolaan sumber daya air wilayah perkotaan untuk mendukung pengembangan keilmuan di bidang teknik sumber daya air sekaligus masukan bagi para pengambil keputusan.

3. Sebagai media yang menyediakan kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk dapat berkolaborasi dalam rangka meningkatkan kinerja pengelolaan sumber daya air wilayah perkotaan.

(11)

Bandung, 20 September 2014 viii Tema

PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR WILAYAH PERKOTAAN Sub Tema

1. Konservasi Sumber Daya Air

Sinergisme tata ruang air dan wilayah perkotaan Restorasi sungai perkotaan

Konservasi air tanah

2. Pendayagunaan Sumber Daya Air Penyediaan air bersih dan sanitasi Pengelolaan sampah dan air limbah

Pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan dalam pengelolaan air 3. Pengendalian Daya Rusak Air

Penanganan banjir perkotaan

Inovasi dalam sistem drainase perkotaan Peserta

1. Instansi pemerintah 2. Konsultan

3. Peneliti, LSM dan pemerhati masalah keairan 4. Dosen dan mahasiswa

Sekretariat

Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Jl. PHH. Mustafa No. 23 Bandung 40124 Telepon : 022-7272215

Faximile : 022-7202892

Email : [email protected] Tim Reviewer

1. Doddi Yudianto, M.Sc., Ph.D

2. Prof. Dr. Ir. Dede Rohmat, M.T., PMa-SDA 3. Olga Catherina Pattipawaej, Ph.D

(12)

Bandung, 20 September 2014 ix SUSUNAN KEPANITIAAN

A. Pengarah :

 Dekan Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

 Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional  Dekan Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani

 Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung  Direktur Politeknik Negeri Bandung

 Dekan Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana  Dekan Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha

 Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air  Ketua Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia Cabang Jawa Barat  Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum

 Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat  Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung

B. Panitia Pelaksana

Ketua I : Salahudin Gozali - Unpar

Ketua II : Yati Muliati - Itenas

Ketua III : Agustin Purwanti - Unjani

Ketua IV : Eko Winar Irianto - Pusair

Ketua V : Iwan Kridasantausa - HATHI

Bendahara : Yessi Nirwana - Itenas

Sekretaris : Yuyun Fauzi - HATHI

Sekretariat : Yedida Yosananto - Itenas

Hazairin - Itenas

Imas Rosniati - Itenas

Suwarno - Itenas

Abdul Fatah - Unla

Seksi Dana : Yadi Suryadi - ITB

Winskayati - BBWS Citarum

Alvadison - Pusair

Didi Ruswandi - DBMP Kota Bandung

Ignatius Sudarsono - Unla

Nana Nasuha - DPSDA Provinsi Jabar

Mira Mutiara - BBWS Citarum

Seksi Publikasi : James Zulfan - Pusair

Dian Indrawati - Unjani

Albert Wicaksono - Unpar

Maria Christine Sutandi - UK Maranatha

Fauzia Mulyawati - Unla

Seksi Perlengkapan : Bobby Minola Ginting - Unpar

Alexius Aben - Unpar

Eko Wahyu - Unla

Sudradjat - BBWS Citarum

(13)

Bandung, 20 September 2014 x Seksi Acara dan Sidang : Bambang Adi Riyanto - Unpar

Yiniarti Eka Kumala - Pusair

Slamet Lestari - Pusair

Marta Nugraha - Pusair

Alpino Sigalingging - Unpar

Asmawar Bakrie - Polban

Tedi Teruna - Unla

Seksi Makalah/Prosiding : Doddi Yudianto - Unpar

Waluyo Hatmoko - Pusair

Ariani Budi Safarina - Unjani

Dede Manarolhuda Sulaeman - Pusair

Joko Nugroho - ITB

Dede Rohmat - HATHI

Olga Pattipawaej - UK Maranatha

Encu Sutarman - Unla

Seksi Konsumsi : Fransiska Yustiana - Itenas

Melanie Ernita - Unpar

Chairunnisa - Unjani

Dini Mauliani - Unpar

Petty Kartina - Pusair

Ana Nurganah - ITB

Iin Karnisah - Polban

Kanjalia Tjandrapuspa - UK Maranatha

Ida Widianingsih - Unla

Seksi Dokumentasi : Yosef Ari Novianto - Unpar

Robby G. Yahya - Unla

(14)

Bandung, 20 September 2014 xi SUSUNAN ACARA SEMINAR

Waktu Acara Penyaji/Pembicara Moderator Notulis

Sabtu, 20 September 2014

08.00-08.30 Pendaftaran Ulang Panitia

08.30-08.45 Tarian Selamat Datang Mahasiswa/i Unpar

Pembukaan MC

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Panitia

Laporan Ketua Panitia Salahudin Gozali

Sambutan Rektor Unpar R.W. Triweko

Pembukaan Acara Secara Resmi oleh Walikota Bandung/Dirjen SDA Walikota Bandung / Dirjen SDA

Pembacaan Doa Yadi Suryadi

08.45-09.45 Pembicara Utama (Keynote Speaker) R. W. Triweko

Walikota Bandung

Dirjen SDA Kementerian PU 09.45-10.15 Rehat Kopi

Ruangan I

Sesi I Gedung Serba Guna Unpar

10.15-10.30 Invensi Model Intensitas Hujan Untuk Kawasan Kota Bandung Dede Rohmat dan Iwan Setiawan Agustin Purwanti Yessi Nirwana, dan Marta Nugraha H. 10.30-10.45 Penentuan Debit dan Identifikasi Aliran Permukaan di Kota Bandung dengan Metoda SCS Fransiska Yustiana

10.45-11.00 Evaluasi Perubahan Intensitas Curah Hujan dan Dampaknya terhadap Kapasitas Saluran Drainase di Kampus Unpar Ciumbuleuit Regi Aryansyah, Doddi Yudianto, dan Albert Wicaksono 11.00-11.15 Kajian Penanganan Banjir suatu Kawasan Industri dan Perumahan Daerah Balaraja Bobby Minola Ginting dan Syaiful Ikram 11.15-11.30 Kajian Revitalisasi Pintu Air Karet dalam Rangka Menanggulangi Banjir Jakarta James Zulfan

11.30-11.45 Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan di Bandung Utara Salahudin Gozali 11.45-12.15 Tanya Jawab

(15)

Bandung, 20 September 2014 xii

Waktu Acara Penyaji/Pembicara Moderator Notulis

Sesi II Gedung Serba Guna Unpar

13.15-13.30 Kajian Sistem Tanggap Darurat Bencana Banjir dengan Memperkirakan Waktu Penjalaran Debit Puncak Banjir Cita Adiningrum Iwan Kridasantausa James Zulfan, dan Bobby Minola G.

13.30-13.45 Model Pemantauan Genangan Banjir Sungai Code Titiek Widyasari dan Nizar Achmad

13.45-14.00 Pemanfaatan Kolam Detensi sebagai Pengendali Limpasan pada Saluran Diversi Cinambo Albert Wicaksono dan Bambang Adi Riyanto

14.00-14.15 Penanganan Erosi dan Pendangkalan Muara Domas Pantai Kronjo Kabupaten Serang Banten Kantika Noviastuti dan Yati Muliati S.N 14.15-14.30 Studi Perencanaan Sistem Drainase Kota Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Krishna Vidya Pradana dan Bambang Adi Riyanto 14.30-14.45 Zonasi Lahan sebagai Alternatif Pengendalian Banjir Kota Pontianak Bagian Selatan Jane E. Wuysang dan Stefanus B. Soeryamassoeka 14.45-15.00 Kajian Kegagalan Fungsi Drainase di Kota Jayapura Junus Bothmir dan Hermanus J. Suripatty 15.00.-15.15 Tanya Jawab

Ruangan II

Sesi I Ruang 4301

10.15-10.30 Pembangunan Restorasi Sungai Cikapundung di Babakan Siliwangi Kota Bandung Winskayati Eko Winar Irianto Alpino S., dan Dian Indrawati 10.30-10.45 Variasi Ketebalan Lapisan dan Ukuran Butiran Media Penyaringan pada Biosand Filter untuk Pengolahan Air Gambut Lita Darmayanti, Yohanna Lilis H, dan Frengki Ashari

10.45-11.00 Simulasi Hidraulika Sisa Klorin pada Sistem Distribusi Air Minum M. Baitullah Al Amin

11.00-11.15 Kajian Proses Pengolahan Air Baku menjadi Air Bersih di Kabupaten Bengkalis Yolly Adriati dan Asep Ryandi 11.15-11.30 Faktor Penting Dalam Pengelolaan Sanitasi pada Kawasan Kumuh Perkotaan Iendra Sofyan, Prayatni Soewondo, Tresna Darmawan Kunaefi, dan

Marisa Handajani

11.30-11.45 Pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Program Green And Clean Campus (GCC) Di Universitas Muhammadiyah Malang Samin dan Ode Rapija GW 11.45-12.15 Tanya Jawab

(16)

Bandung, 20 September 2014 xiii

Waktu Acara Penyaji/Pembicara Moderator Notulis

Sesi II Ruang 4301

13.15-13.30 Formula Pipa Resapan Air Hujan Pada Tanah Berpasir Edy Sriyono Salahudin Gozali Yedida

Yosananto, dan Slamet Lestari 13.30-13.45 Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Perkotaan dengan Menggunakan Lubang Resapan Biopori Maria Christine Sutandi dan Endang Elisa Hutajulu

13.45-14.00 Konsep Eko-Drainase dalam Perencanaan Master Plan Drainase Kota Mbay Susilawati

14.00-14.15 Pemanfaatan Sungai Mati di DAS Citarum Hulu Kabupaten Bandung Dian Indrawati, Yadi Suryadi, Ervan M. Sofwan, dan Agustin Purwanti

14.15-14.30 Kajian Geoteknik Lingkungan di Lokasi Pt Kalrez Petroleum, Pulo Seram Diah Affandi dan Ahmad Taufiq 14.30-14.45 Aplikasi Model NAM pada DAS Cikapundung Hulu dengan Outlet Maribaya

Mohammad Setya Wardhana, Doddi Yudianto, dan Albert Wicaksono

14.45-15.15 Tanya Jawab

Penutupan Gedung Serba Guna Unpar

15.15-15.45 Informasi Sertifikasi Keahlian HATHI Iwan Kridasantausa dan Setio Wasito

15.45-16.00 Pembagian Doorprize Panitia (Yedida)

16.00-16.15 Kesimpulan Dede Rohmat / Doddi Yudianto

16.15-16.20 Pembacaan Doa Bobby Minola Ginting

(17)

Bandung, 20 September 2014 xiv UCAPAN TERIMA KASIH

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Gubernur Jawa Barat

Walikota Bandung

Ketua Himpunan Ahli Teknik Hidraulik (HATHI) Indonesia Pusat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Pusair) Ketua Himpunan Ahli Teknik Hidraulik (HATHI) Indonesia Cabang Jabar Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum

Kepala Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air (Dinas PSDA) Prov. Jabar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) - Bandung

Rektor Institut Teknologi Nasional (Itenas) - Bandung Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) - Bandung Rektor Universitas Jendral Achmad Yani (Unjani) - Cimahi Rektor Universitas Kristen Maranatha (UKM) - Bandung Rektor Universitas Langlangbuana (Unla) - Bandung Direktur Politeknik Negeri Bandung (Polban) - Bandung Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Itenas Dekan Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan Dekan Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani Dekan Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana Dekan Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha PT. Tamara Overseas Corporindo

PT. Mitraplan Enviratama - Bandung PT. Mettana – Bandung

(18)

Bandung, 20 September 2014 205 KONSERVASI SUMBER DAYA AIR

FORMULA PIPA RESAPAN AIR HUJAN PADA TANAH BERPASIR

(MEMPERCEPAT DAYA RESAP TANAH DENGAN TEKANAN KOLOM AIR)

Edy Sriyono

Program Studi Teknik Sipil, Universitas Janabadra Yogyakarta [email protected]

Abstrak

Percobaan ini diangkat dari permasalahan adanya genangan air hujan di halaman depan rumah Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso yang terletak di jalan Yos Sudarso Nomor 23 Yogyakarta yang berasal dari jalan raya dan kanan kiri rumah beliau yang letaknya lebih tinggi. Dengan adanya 1 pipa resapan diameter 5 inch, panjang 3,0 m, bisa memasukkan air cukup deras ke dalam tanah. Percobaan ini bertujuan untuk menentukan formula daya resap tanah (k) dan formula debit pengisian air hujan (Q) ke dalam pipa resapan pada tanah berpasir. Percobaan dilakukan dengan cara menanam pipa kedalam tanah dengan diameter (D) 4 inch sebanyak 3 buah dengan panjang (l) masing-masing 1,0 m, 2,0 m, dan 3,0 m, yang kemudian diisi dengan air pada berbagai macam variasi parameter percobaan seperti: daya resap tanah (k), tinggi air dalam pipa (h), debit pengisian air (Q), percepatan grafitasi (g), luas pipa (A), waktu pengisian air dalam pipa (t1), dan waktu pengosongan air dalam pipa (t2). Berdasarkan hasil percobaan maka diperoleh formula daya resap: 2

001

,

0

007

,

0

h

h

k

. Sedangkan formula debit pengisian air melalui pipa:

Q

C

D

.

A

.

g

.

h

, dengan

h g k CD . 067 ,

1 adalah koefisien debit. Dua formula inilah yang dapat digunakan untuk menghitung daya resap tanah dan debit pengisian air pada pipa resapan air hujan pada tanah berpasir.

Kata Kunci: Pipa resapan, air hujan, tanah berpasir LATAR BELAKANG

Pipa resapan air hujan telah diaplikasikan oleh Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso di halaman depan rumah beliau yang terletak di jalan Yos Sudarso Nomor 23 Yogyakarta pada tahun 2012. Genangan air hujan di halaman depan yang biasanya hampir masuk rumah, tinggal setengahnya (± 30 cm), dengan adanya 1 pipa resapan Ø 5”, panjang 3 m. Juga selama beberapa hari hujan, air sumur naik hingga 1,6 m lebih menjadi 9 m di bawah permukaan tanah. Dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pipa resapan bisa memasukkan air cukup deras ke dalam tanah. Meskipun kalau hujan deras jalanan tergenang tinggi, saluran drainasi jalan hanya berisi setengah atau ¾ tinggi selokan. Kesimpulan yang paling nyata dari pengamatan tersebut ialah bahwa jumlah lobang-lobang hubungan antara jalan dan selokan drainasi menjadi sangat tidak memadai.

Hardiyatmo, 2002 menjelaskan bahwa untuk aliran air di dalam tanah, tinggi energi kecepatan (velocity head) diabaikan karena nilainya sangat kecil. Sedangkan tekanan air dalam pipa pada dasar pipa dapat dinyatakan oleh persamaan umum:

h

w

p

.

(1)

Keterangan:

p = tekanan air pada dasar pipa (t/m2) w = berat volume air (t/m3)

(19)

Bandung, 20 September 2014 206 h = tinggi air di dalam pipa (m).

Darcy, 1956 dalam Kashef, 1986 dan Sunjoto, 1987 mengusulkan hubungan antara kecepatan dan gradien hidraulik sebagai berikut ini.

i k

v . (2)

Keterangan:

v = kecepatan air (cm/det) i = gradien hidraulik

k = koefisien permeabilitas tanah (cm/det) Debit rembesan (q) dinyatakan dengan persamaan:

L f h A k A i k q .. . (3) Keterangan:

q = debit rembesan (cm3/det)

k = koefisien permeabilitas tanah (cm/det) A = luas penampang pengaliran (cm2) hf = kehilangan tinggi tenaga (cm) L = jarak yang ditempuh aliran (cm)

USBR, 1961 dalam Hardiyatmo, 2002 menjelaskan bahwa besar koefisien permeabilitas dapat dihitung dengan persamaan:

h

d

q

k

.

.

75

,

2

(4) Keterangan:

k = koefisien permeabilitas (m/det) q = debit rembesan (m3/det) d = diameter pipa (m)

h = tinggi air di dalam pipa (m)

Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini adalah bahwa dengan memanfaatkan tinggi kolom air di dalam pipa PVC, maka diharapkan pipa PVC dapat diaplikasikan sebagai pipa resapan air hujan sehingga dapat ikut membantu memasukkan/meresapkan air hujan kedalam tanah sehingga dapat mengurangi genangan air hujan. Dengan dapat diaplikasikannya pipa PVC sebagai pipa resapan air hujan, tentu saja hanya memerlukan ruangan yang relatif sedikit/tidak luas dibanding dengan sumur resapan.

METODOLOGI STUDI

Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Ex. P4S Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Identifikasi parameter

Parameter yang berpengaruh di dalam percobaan dapat diidentifikasi sebagai berikut: diameter pipa (D), tinggi air di dalam pipa (h), daya resap tanah (k), debit pengisian air (Q), percepatan grafitasi (g), luas pipa (A), waktu pengisian air dalam pipa (t1), dan waktu pengosongan air dalam pipa (t2).

Bahan dan Peralatan

Model pipa resapan didesain dengan jumlah 3 buah. Bahan pipa resapan adalah pipa PVC dengan diameter (D) 4 inch sebanyak 3 buah dengan panjang (l) masing-masing 1,0 m, 2,0 m, dan 3,0 m sebagaimana terlihat pada Ganbar 1. Adapun peralatan yang digunakan terdiri dari pompa air, gelas ukur, stop-watch, dan alat tulis. Pompa air digunakan untuk memompa air dari sumber air untuk dimasukkan ke dalam pipa. Gelas ukur dan stop-watch digunakan untuk mengukur debit aliran yang masuk kedalam pipa.

(20)

Bandung, 20 September 2014 207 Stop-watch juga digunakan untuk menghitung waktu pengisian air ke dalam pipa dan waktu pengosongan air dari dalam pipa.

Pelaksanaan Penelitian

Percobaan dilakukan dengan cara menanam pipa kedalam tanah dengan diameter (D) 4 inch sebanyak 3 buah dengan panjang (l) masing-masing 1,0 m, 2,0 m, dan 3,0 m. Kemudian masing-masing pipa diisi dengan air secara bergantian pada berbagai macam variasi parameter percobaan dan dicatat besarnya debit yang masing-masing masuk ke dalam pipa. Waktu pengisian air dalam pipa sampai penuh dicatat. Demikian pula waktu pengosongan air dalam pipa juga dicatat. Naiknya tinggi air di dalam pipa selalu dicatat. Demikian pula turunnya air di dalam pipa selalu dicatat

Gambar 1. Model percobaan pipa resapan Analisis Dimensi

Parameter yang berpengaruh dalam percobaan ini adalah ) , , , (Ah g k f Q (5) 5 2 4 4 5 2 4 / 5 2 / 1 1 A g Q Q A g Q A g A g k k A g k A g 2 4 4 1 2 4 / 1 2 / 1 2 A h h A g 2 2 / 1 0 3

Jika analisis dilanjutkan maka:

± 0.00 m Muka Tanah - 1.00 m - 3.00 m - 2.00 m Q3 Q1 Q2 Ø 4 inch Ø 4 inch Ø 4 inch Tanah berpasir

(21)

Bandung, 20 September 2014 208 gh A Q h A A g Q 2 5 2 4 4 1 4 . gh k h A A g k 2 2 4 4 2 5 .

Dengan demikian bilangan tak berdimensi yang mewakili parameter-parameter yang mempengaruhi percobaan ini dapat ditulis sebagai berikut.

gh k f gh A Q (6)

Sedangkan untuk menganalisis formula teoritis, maka digunakan rumus debit aliran berikut ini. gh

A C

Q D (7)

dengan: CD = koefisien debit = gh k f

HASIL STUDI DAN PEMBAHASAN

Hasil percobaan menunjukkan bahwa waktu pengisian air ke dalam pipa dan waktu pengosongan air di dalam pipa resapan adalah sebagaimana terlihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Waktu pengisian dan pengosongan pipa resapan No. Panjang pipa (m) Diameter pipa (cm) Debit

(lt/det) Waktu pengisian

Waktu pengosongan

1 1,0 11,0 0,877 1 menit 53,0 detik 10 menit 15,4 detik

2 2,0 11,0 0,877 4 menit 20,4 detik 12 menit 23,6 detik

3 3,0 11,0 0,877 7 menit 70 menit

Adapun hasil hitungan besarnya daya resap tanah (k) dan debit rembesan air (q) adalah sebagai berikut ini.

Pipa 1,0 m:

Daya resap: 2,8992.10 /det

0 , 1 . 11 , 0 . 75 , 2 10 . 877 , 0 . . 75 , 2 3 3 m h d q k

Debit: 4,9155.10 /det 4,9155.10 /det

4 , 615 0 , 1 . 11 , 0 . . 4 / 1 . . . 4 / 1 6 3 3 2 2 lt m t h d q Pipa 2,0 m:

Daya resap: 1,4496.10 /det

0 , 2 . 11 , 0 . 75 , 2 10 . 877 , 0 . . 75 , 2 3 3 m h d q k

Debit: 2,5571.10 /det 2,5571.10 /det

6 , 743 0 , 2 . 11 , 0 . . 4 / 1 . . . 4 / 1 5 3 2 2 2 lt m t h d q

(22)

Bandung, 20 September 2014 209 Pipa 3,0 m:

Daya resap: 9,6639.10 /det

0 , 3 . 11 , 0 . 75 , 2 10 . 877 , 0 . . 75 , 2 4 3 m h d q k

Debit:

6

,

7908

.

10

/

det

6

,

7908

.

10

/

det

420

0

,

3

.

11

,

0

.

.

4

/

1

.

.

.

4

/

1

2 2 5 3 2

lt

m

t

h

d

q

Berdasarkan hasil analisis data regresi, diperoleh formula daya resap: 2

001

,

0

007

,

0

h

h

k

.

Sedangkan formula debit pengisian air melalui pipa:

Q

C

D

.

A

.

g

.

h

, dengan

h g k CD . 067 , 1

adalah koefisien debit. Dua formula inilah yang dapat digunakan untuk menghitung daya resap tanah dan debit pengisian air pada pipa resapan air hujan pada tanah berpasir.

Gambar 2. Kurva hubungan antara daya resap tanah k dengan kedalaman pipa h

(23)

Bandung, 20 September 2014 210 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa semakin panjang pipa PVC yang ditanam masuk ke dalam tanah, maka kemampuan pipa dalam meresapkan air hujan semakin besar. Hal ini dapat terjadi karena semakin besarnya tinggi kolom air yang berada di dalam pipa.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil percobaan dapat direkomendasikan bahwa pipa PVC dapat diaplikasikan sebagai resapan air hujan, tentunya pada kondisi tanah berpasir dan muka air tanah relatif dalam.

Sebagai contoh:

Diketahui: Panjang pipa (h) = 3,0 m. Diameter pipa (D) = 30 cm. k = 3.10-3 m/det. Ditanyakan: Berapa besarnya debit air hujan yang bisa diresapkan ke dalam tanah? Penyelesaian:

Luas pipa resapan: A = 1/4 π . 0,302 = 0,0707 m2 0005533 , 0 0 , 3 . 81 , 9 10 . 3 . 3 h g k

Dari Gambar 3, didapat 0,0005904 .h g A Q CD det / 2263 , 0 det / 0002263 , 0 0 , 3 . 81 , 9 0707 , 0 . 0005904 , 0 m3 lt Q

Jadi besarnya debit air hujan yang bisa diresapkan ke dalam tanah = 0,2263 lt/det. UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis menyampaikan terima kasih kepada Almarhum Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso yang pertama kali menjadikan penulis menaruh perhatian terhadap bidang keairan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ir. Darmanto, DipHE., MSc. dan Staf Lab. Ex. P4S FT UGM atas terlaksananya percobaan ini. REFERENSI

Hardiyatmo, H.C., 2002. Mekanika Tanah I Edisi ketiga, halaman 141-258, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Kashef, A.I., 1986. Groundwater Engineering, halaman 141-258, McGraw-Hill Book Co. Inc., New York. Prodjopangarso, H., 2013. Drainasi Air Hujan di Jalan Yos Sudarso Kotabaru Yogyakarta: Dokumentasi,

Lab. Ex. P4S FT UGM, Yogyakarta.

Sunjoto, 1987. Sistem Air Hujan Yang Berwawasan Lingkungan, disajikan pada Seminar Pengkajian Sistem Hidrologi dan Hidraulika, PAU Ilmu Teknik UGM, 16 – 17 September 1987, Yogyakarta.

(24)
(25)
(26)

Gambar

Gambar 1.  Model percobaan pipa resapan  Analisis Dimensi
Tabel 1. Waktu pengisian dan pengosongan pipa resapan
Gambar 2.  Kurva hubungan antara daya resap tanah k dengan kedalaman pipa h

Referensi

Dokumen terkait

Kategorisasi Risiko Media Pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) ini diharapkan dapat menjadi acuan Petugas Karantina Ikan, agar lebih selektif dalam

Baja karbon dan anoda korban yang telah dipreparasi selanjutnya dilakukan pengujian dengan uji celup tanpa proteksi dan proteksi katodik anoda korban dengan variasi

In improving the performance of nurses in the hospital one of the alternatives is to apply the team assignment method in nursing care, ranging from planning,

Secara lebih rinci, tujuan penelitian ini diajabarkan menjadi sebagai berikut (1) mendeskripsikan rata-rata hasil dari kemampuan siswa menulis karangan narasi

Hal tersebut berarti bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan dapat disimpulkan bahwa Kompensasi (X 1 ) secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang

Segala puji syukur penulis panjatkan atas segala rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa, sehinggapeneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul “PENGARUH EDUKASI

Hasil analisis menggunakan metode intervensi, data penumpang roda dua menunjukkan mulai tanggal 18 Juni 2015 adanya pengaruh penurunan kebijakan

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pemenang Lomba Sekolah Sehat