• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN BAKAR LIQUIFIED PETROLEUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN BAKAR LIQUIFIED PETROLEUM"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

GAS (LPG) TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG CO DAN HC

PADA MOTOR SUPRA X 125R TAHUN 2009

SKRIPSI

Oleh :

MUHAMMAD AZIZ WAHYUDI K2508064

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA Oktober 2012

(2)

commit to user ii Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Muhammad Aziz Wahyudi

NIM : K2508064

Jurusan/ program studi : PTK/ Pendidikan Teknik Mesin

Menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “ANALISIS PENGGUNAAN

BAHAN BAKAR LIQUIFIED PETROLEUM GAS (LPG) TERHADAP KOMSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG CO DAN HC PADA MOTOR SUPRA X 125R TAHUN 2009”. Ini benar – benar merupakan

hasil karya saya sendiri selain itu, sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

Apabila pada kemudian hari terbukti skripsi ini hasil jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas poerbuatan saya.

Surakarta, 21 September 2012 Yang membuat pernyataan

Muhammad Aziz Wahyudi NIM. K2508064

(3)

commit to user iii

GAS (LPG) TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG CO DAN HC

PADA MOTOR SUPRA X 125R TAHUN 2009

Oleh:

MUHAMMAD AZIZ WAHYUDI K2508064

Skripsi

Ditulis Dan Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Mesin

Jurusan Pendidikan Teknik dan Kejuruan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA Oktober 2012

(4)

commit to user iv

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta pada : Hari : Tanggal : Pembimbing I Pembimbing II Drs. Subagsono, M.T. Basori, S.Pd., M.Pd. NIP.19510222 197603 1 002 NIP. 197904202 00501 1 002

(5)

commit to user v

Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk memenuhi persyaratan mendapat gelar Sarjana Pendidikan pada :

Hari :

Tanggal :

Tim Penguji Skripsi

Nama Terang Tanda Tangan

Ketua : Drs. C. Sudibyo, M.T ...

Sekretaris : Yuyun Estriyanto, ST.,M.T. ... Penguji Satu : Drs. Subagsono, MT ...

Penguji Dua : Basori, S.Pd., M.Pd. ...

Disahkan oleh

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

a.n Dekan

Pembantu Dekan 1

Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si NIP. 19660415 199103 1 002

(6)

commit to user vi

Muhammad Aziz W. ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN BAKAR LIQUIFIED PETROLEUM GAS (LPG) TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG CO DAN HC PADA SUPRA X 125R TAHUN 2009. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Sebelas Maret Surakarta, Oktober:2012.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menyelidiki konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang (CO dan HC) pada sepeda motor Supra X 125 R tahun 2009 yang menggunakan bahan bakar LPG. (2) Menganalisis penggunaan bahan bakar LPG terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang (CO dan HC) pada sepeda motor Supra X 125 R tahun 2009.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Otomotif Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, JPTK, FKIP, UNS Surakarta dengan alamat di Jalan Ahmad Yani No. 200 Kartasura. Menggunakan alat gas analyzer type STARGAS 898 untuk menguji emisi gas buang CO dan HC. Sedangkan untuk pengujian konsumsi bahan bakar dilakukan dengan cara unjuk kerja jalan berdasarkan pada SNI 09-4405-1997 tentang cara uji unjuk kerja jalan sepeda motor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah sepeda motor Supra X 125R tahun 2009 dan sampel dalam penelitian ini adalah sepeda motor Supra X 125R tahun 2009 bernomor mesin JB91E1667453.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif .

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Hasil pengujian 3 kg tabung LPG dapat Menempuh Jarak 250 km dengan harga Rp. 15000. Sedangkan penggunaan bahan bakar premium, satu liter premium dengan harga Rp. 5000 dapat menempuh jarak 55 km sehingga untuk menempuh jarak 250 km membutuhkan 4,55 liter dengan harga Rp. 22750. Dengan demikian penggunaan bahan bakar LPG menghemat uang sebesar Rp. 7750. (2) Hasil penelitian kadar emisi gas buang CO sebesar 0,025% dan kadar emisi gas buang HC sebesar 2274 ppm. Masih di bawah standar ambang batas emisi gas buang yang dikeluarkan oleh menteri negara lingkungan hidup nomor 05 tahun 2006. (3) Penggunaan bahan bakar LPG pada motor Supra X 125R tahun 2009 tidak dapat langsung diterapkan, karena motor Supra X 125R merupakan motor dengan karakter mesin berbahan bakar premium. Sehingga harus dilakukan pengubahan pada karburator yaitu dengan mengubah ukuran pilot jet menjadi #118 dan main jet menjadi #200 karena AFR stoichiometri LPG 21: 1.

Kata Kunci: Liquified Petroleum Gas (LPG), Konsumsi Bahan Bakar, Emisi Gas

(7)

commit to user vii

Muhammad Aziz W. Analysis of Using Liquified Petroleum Gas (LPG) To Consumption of Fuel and Exhaust Gas Emissions (CO and HC) on The Supra X 125R 2009. Thesis, Faculty of Teacher Training and Education Science

Sebelas Maret University Surakarta, Oktober: 2012.

The purpose of this research are: (1) Investigate fuel consumption and exhaust emissions (CO and HC) on motorcycles Supra X 125 R in 2009 that use LPG fuel. (2) Analyze the use of LPG fuel to fuel consumption and exhaust emissions (CO and HC) on motorcycles Supra X 125 R in 2009.

This research was conducted at the Automotive Laboratory Mechanical Engineering Education Program, JPTK, FKIP, UNS Surakarta to the address on the ahmad yani road no. 200 kartasura. Test of CO and HC exhaust gas emissions was used a gas analyzer type STARGAS 898. Whereas for testing fuel consumption offered work done by means of road based on sni 09-4405-1997 about means of trials work on a motorcycle. This research was used experimental methods. The population in this research was a motorcycle Supra X 125R 2009 and sample in this research was a motorcycle Supra X 125R 2009 with JB91E1667453 engine number. Techniques of data analysis in this research using descriptive data analysis.

Based on this research can be conclude: (1) The test results of 3 kg LPG to a distance of 250 km at a price of Rp. 15 000. While the use of premium fuel, a liter of premium with the price of Rp. 5000 to a distance of 55 km so that for a distance of 250 km requires 4.55 liters at a price of Rp. 22 750. Thus, the use of LPG fuel save money Rp. 7750. (2) The results gas emissions levels of CO 0,025 % and gas emissions levels of HC 2274 ppm. Still under standard exhaust emissions limits released by the ministry of the environment number 05 in 2006. (3) The use of LPG fuel in the motor Supra X 125R in 2009 can’t be directly applied, because the Supra X 125R is a motorcycle with a premium fuel engine character. Changes must be done on the carburetor is to change the size of the pilot jet to # 118 and a # 200 main jet for LPG stoichiometri AFR 21: 1.

Keywords : Liquified Petroleum Gas (LPG), Fuel consumption, Exhaust emission of CO and HC

(8)

commit to user viii

“Hidup ini adalah perjuangan” Jatuh , berdiri lagi Gagal, Mencoba lagi

Kalah, bangkit lagi

Karena tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan selama kita bersungguh - sungguh untuk menyelesaikannya.

(Muhammad Aziz W)

“ YAKIN, IKHLAS, ISTIQOMAH “ Berangkat dengan penuh keyakinan

Berjalan dengan penuh keikhlasan Istiqomah dalam menghadapi cobaan

( TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid )

“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalatmu Sebagai penolongmu,sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”

(Al-Baqarah: 153)

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh

urusan yang lain “

(QS. Al Insyirah : 6-7)

“Bahwa tiada yang orang dapatkan, kecuali yang ia usahakan, Dan bahwa usahanya akan kelihatan nantinya“

(9)

commit to user ix

Puji syukur aku panjatkan kehadirat ALLAH SWT, kupersembahkan karya ini untuk :

 “Bapak dan Ibu Tercinta”

Terima kasih atas segala do’a restu, dan kasih sayang kepadaku yang mengalir tiada henti.

 “Kakak-kakakku Tercinta”

Terima kasih karena selalu mendorong langkahku dengan penuh perhatian dan selalu memberi masukan kepadaku.

 “Dek Indah Arum Sari”

Terimakasih telah menjadi semangat dan menemani hari-hariku menyelesaikan study ini dengan penuh kasih sayang.

 Sahabat-sahabat kontrakan

Terimakasih buat Mas Joko Rahmanto dan mbak candra yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsiku, juga buat Bangkit budiman dan Mulyono yang selalu memberi semangat untuk menyelesaikan skripsiku dan buat mas Imam

terimakasih telah membantu dalam pengujian skripsi

Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga alloh SWT membalas kebaikan kalian.

 “Sahabat-sahabatku PTM ’08”

Terima kasih atas semangat, perjuangan dan kerjasamanya.

(10)

commit to user x

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, skripsi ini akhirnya dapat diselesaikan, untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini menghadapi hambatan dan kesulitan. Namun dengan bantuan berbagai pihak, hambatan dan kesulitan tersebut dapat teratasi. Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang dengan sepenuh hati memberi bantuan, dorongan, motivasi, bimbingan, dan pengarahan, sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada :

1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS beserta seluruh stafnya. 2. Ketua Jurusan Pendidikan Teknik dan Kejuruan FKIP UNS.

3. Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Teknik Mesin JPTK FKIP UNS. 4. Drs. Subagsono, M.T. selaku Dosen Pembimbing I, yang dengan penuh

kesabaran memberikan pengarahan dan bimbingan.

5. Basori, S.Pd., M.Pd selaku Dosen Pembimbing II, yang dengan penuh semangat memberikan pengarahan dan bimbingan.

6. Teman-teman PTM FKIP UNS Angkatan Tahun 2008. 7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.

Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan penulis. Sehingga kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari semua pihak sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya.

Surakarta, September 2012

(11)

commit to user xi

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERNYATAAN ... ii

HALAMAN PENGAJUAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

HALAMAN ABSTRAK ... vi

HALAMAN ABSTRACT ... vii

HALAMAN MOTTO ... viii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah... 4

C. Pembatasan Masalah ... 4

D. Rumusan Masalah... 5

E. Tujuan Penelitian ... 5

F. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan ... 7

1. Kajian Teori ... 7

2. Hasil Penelitian yang Relevan ... 32

(12)

commit to user xii

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 35

1. Tempat Penelitian ... 35

2. Waktu Penelitian ... 35

B. Rancangan/Desain Penelitian ... 36

C. Populasi dan Sampel ... 38

1. Populasi Penelitian ... 38

2. Sampel Penelitian ... 38

D. Teknik Pengambilan Sampel ... 39

E. Pengumpulan Data ... 39

1. Identifikasi Variabel ... 39

2. Metode Pengumpulan Data ... 41

3. Instrumen Penelitian ... 41

F. Analisis Data ... 42

G. Prosedur Penelitian ... 42

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... 60

1. Konsumsi LPG sebagai bahan bakar pada Supra X 125R tahun 2009 ... 60

2. Emisi gas buang CO pada Penggunaan Bahan Bakar LPG ... 64

3. Emisi gas buang HC pada Penggunaan Bahan Bakar LPG ... 65

B. Pembahasan Data ... 66

1. Konsumsi LPG sebagai bahan bakar pada Supra X 125R tahun 2009 ... 66

2. Emisi gas buang CO pada Penggunaan Bahan Bakar LPG ... 68

3. Emisi gas buang HC pada Penggunaan Bahan Bakar LPG ... 69

(13)

commit to user xiii A. Simpulan ... 71 B. Implikasi... 72 C. Saran ... 72 DAFTAR PUSTAKA ... 73 LAMPIRAN ... 76

(14)

commit to user xiv

Gambar 2.1. Skema Mesin 4 Tak ... 8

Gambar 2.2. Siklus Kerja Motor Bensin 4 Langkah ... 9

Gambar 2.3. Prinsip Karburator ... 10

Gambar 2.4. Karburator Arus Menurun ... 11

Gambar 2.5. Karburator Arus Mendatar... 11

Gambar 2.6. Karburator Arus Naik ... 12

Gambar 2.7. Venturi Tetap Karburator Sepeda Motor ... 12

Gambar 2.8. Venturi Bergerak Karburator Sepeda Motor ... 13

Gambar 2.9. Sistem Choke Otomatis ... 14

Gambar 2.10Variable Venturi Dan Venturi Tetap ... 16

Gambar 2.11 Pilot Air Jet (1) Pada Karburator Tipe Variable Venturi ... 17

Gambar 2.12. Batu Bara ... 19

Gambar 2.13. Stoikiometri AFR ... 29

Gambar 2.14. Skema Paradigma Penelitian ... 34

Gambar 3.1. Skema Desain Eksperimen ... 37

Gambar 3.2. Prosedur Penelitian... 42

Gambar 3.3. Stopwatch... 44

Gambar 3.4. Gas Analyzer ... 44

Gambar 3.5. Thermocopel ... 45

Gambar 3.6. Tachometer ... 45

Gambar 3.7. Timbangan Digital ... 46

Gambar 3.8. Rojok Spuyer ... 46

Gambar 3.9. Mikrometer ... 47

Gambar 3.10. Regulator ... 47

Gambar 3.11. Kipas... 48

Gambar 3.12. Tabung Gas LPG 3 kg ... 49

Gambar 3.13. Keran Bahan Bakar Standar... 50

(15)

commit to user xv

Gambar 3.16. Grafik AFR Menggunakan Bahan Bakar LPG dengan

Ukuran Pilot Jet #118 dan Main Jet #200 ... 52 Gambar 3.17. Grafik AFR Menggunakan Bahan Bakar LPG dengan

Ukuran Pilot Jet #118 dan Main Jet #250 ... 53 Gambar 3.18. Grafik AFR Menggunakan Bahan Bakar LPG dengan

Ukuran Pilot Jet #118 dan Main Jet #300

(Non Main Jet) ... 53 Gambar 3.19. Bagan Tahap Eksperimen ... 55 Gambar 4.1. Grafik Konsumsi LPG Sebagai Bahan Bakar ... 61 Gambar 4.2. Grafik Penurunan Konsumsi LPG Dengan Jarak Tempuh

300 km ... 62 Gambar 4.3. Histogram Emisi Gas Buang CO Menggunakan Bahan

Bakar LPG ... 64 Gambar 4.4. Histogram Emisi Gas Buang HC Menggunakan Bahan

(16)

commit to user xvi

Tabel 2.1. Sifat Bahan Bakar ... 21 Tabel 2.2. Cadangan Minyak dan Gas Bumi di Indonesia ... 22 Tabel 3.1. Ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor kategori L.. . 38 Tabel 4.1. Hasil Pengamatan Konsumsi LPG sebagai Bahan Bakar

pada Supra X 125R tahun 2009 ... 60 Tabel 4.2. Hasil Pengamatan Konsumsi LPG sebagai Bahan Bakar

pada Supra X 125R tahun 2009 ... 62 Tabel 4.3. Hasil Pengamatan Emisi Gas Buang CO pada Penggunaan

Bahan Bakar LPG ... 64 Tabel 4.4. Hasil Pengamatan Emisi Gas Buang HC pada Penggunaan

(17)

commit to user xvii

Lampiran Halaman

1. Spesifikasi Supra X 125R Tahun 2009 ... 76

2. Hasil Pengujian AFR Menggunakan Bahan Bakar LPG dengan Diameter Pilot Jet #118 dan Main Jet #200 ... 77

3. Hasil Pengujian AFR Menggunakan Bahan Bakar LPG dengan Diameter Pilot Jet #118 dan Main Jet #250 ... 78

4. Hasil Pengujian AFR Menggunakan Bahan Bakar LPG dengan Diameter Pilot Jet #118 dan Main Jet #300 ... 79

5. Hasil Pengujian Emisi Gas Buang CO dan HC Replika 1,2 dan 3 .. 80

6. Hasil Pengujian Konsumsi Bahan Bakar Jarak Tempuh 300 km .... 81

7. Daftar Kegiatan Seminar Proposal Skripsi ... 82

8. Surat Permohonan Ijin Menyusun Skripsi ... 84

9. Surat Keputusan Dekan FKIP UNS ... 85

10. Surat Permohonan Ijin Reserch ... 86

11. Surat Permohonan Ijin Reserch ke Laboratorium Otomotif Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret ... 87

12. Surat Keterangan Laboratorium Otomotif Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret ... 88

(18)

commit to user 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pertambahan jumlah penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi, menyebabkan kebutuhan energi meningkat pesat. Hal ini dikarenakan kecenderungan pemakaian kendaraan bermotor sebagai salah satu alat penunjang untuk melakukan aktifitas lebih besar.

Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena sepeda motor merupakan alat transportasi yang mudah untuk dikendarai dan juga lebih terjangkau oleh masyarakat bila dibandingkan dengan mobil pribadi.

Dari data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2009 menunjukkan angka pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia dari tahun 1999 jumlah sepeda motor 13.053.148 unit dan pada tahun 2009 sudah sebanyak 52.433.132 unit. Dalam kurun waktu 10 tahun saja sudah mengalami peningkatan 39.379.984 unit. Kenaikan jumlah ini berdampak pada kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) meningkat.

“Seperti diketahui, pemerintah akan mulai menerapkan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi untuk mobil di atas tahun 2005. Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan” (Ramdhania El Hida, 2010). “Pada 2010, tercatat produksi minyak Indonesia hanya 986 kbpd, di lain sisi tingkat konsumsi melonjak hingga menembus angka 1,304 kbpd atau defisit 318 kbpd” (Fika, 2012). “Pada Januari 2012 lalu, total konsumsi BBM bersubsidi mencapai 3,537 juta kl. Rinciannya, premium 2,222 juta kl, minyak tanah 106.318 juta kl, dan solar sebesar 1,208 juta kl” (Andreas Timoty, 2012).

Bahan bakar fosil merupakan sumber daya alam yang semakin lama akan habis, karena tidak dapat diperbarui. Dengan meningkatnya jumlah konsumsi bahan bakar fosil tentulah polusi udara akibat emisi buang kendaraan juga meningkat. Dilain pihak cadangan bahan bakar gas sebagai bahan bakar alternatif

(19)

commit to user

masih cukup banyak tersedia. Berdasarkan hal ini peluang untuk menggunakan

liqueid petroleum gas (LPG) cukup besar terutama digunakan sebagai bahan

bakar sepeda motor.

Bahan Bakar Gas (BBG) merupakan bahan bakar alternatif yang sangat potensial di negara kita. BBG mulai diperkenalkan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 1986. Pada tahun 1989 BBG mulai dipasarkan secara komersial dengan target pemasaran angkutan publik seperti mikrolet, bus kota dan taksi.

Menurut perkiraan Gas Research Institute saat ini BBG telah terbukti sebagai pilihan yang lebih baik di bidang transportasi. Data menunjukkan bahwa BBG yang mulai dicoba oleh pemerintah melalui pertamina pada tahun 1987 memiliki beberapa keuntungan diantaranya lebih murah dari BBM, usia mesin lebih lama, perawatan lebih murah dan tidak mencemari lingkungan. Tapi masalahnya adalah perkembangan BBG di masyarakat sangatlah lambat. Hal ini disebabkan antara lain karena harga konversi kit yang masih terlalu mahal, dan pemikiran masyarakat yang takut untuk menggunakan bahan bakar gas serta cenderung untuk selalu menggunakan BBM.

Latar belakang penelitian ini adalah tingginya pengguna kendaraan bermotor dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Wisnu Arya Wardhana menyatakan, “Perkiraan prosentase komponen pencemar udara dari sumber pencemar transportasi di Indonesia adalah karbon monoksida (CO) sebesar 70,50%, nitrogen oksida (NOx) sebesar 8,89%, sulfur oksida (SOx) sebesar 0,88%,

hidro karbon (HC) 18,34% dan partikel sebesar 1,33% “(2004: 33). Dari data tersebut dapat diketahui bahwa gas CO adalah polutan yang menempati peringkat paling tinggi prosentasenya. Gas CO menurut Srikandi Fardiaz adalah suatu komponen tidak berwarna, tidak berbau dan tidak mempunyai rasa yang terdapat dalam bentuk gas pada suhu diatas -192 oC (1992: 94). Telah lama diketahui bahwa kontak antara manusia dengan CO pada konsentrasi tinggi dapat menimbulkan kematian.

(20)

commit to user

Banyak sumber yang sedang meneliti bahan bakar alternatif khususnya untuk kendaraan bermotor yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan diatas. Salah satunya adalah pemakaian Bahan Bakar Gas (BBG) terutama LPG untuk kendaraan bermotor.

Pemanfaatan LPG sebagai bahan bakar sepeda motor merupakan suatu alternatif yang menjanjikan jika ditinjau dari aspek ketersediaan sumber energi dan aspek lingkungan. Namun demikian, pemanfaatan LPG sebagai bahan bakar sepeda motor bukan tanpa resiko. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi sistem penyimpanan dan penyaluran bahan bakar LPG sehingga kendaraan dapat beroperasi dengan baik.

Objek penelitian ini adalah sepeda motor Supra X 125R tahun 2009 merupakan motor yang menerapkan prinsip kerja empat langkah, yang mana dalam motor Supra X 125R tahun 2009 menggunakan pembentukan campuran bahan bakar dan udara diluar (menggunakan karburator) bahan bakar harus mudah menguap dan segera bercampur dengan udara yang lewat venturi. Pada pemakaian bahan bakar gas, fungsi karburator sebagai pengkabut menjadi tidak penting lagi mengingat sudah berbentuk gas dan mudah bercampur dengan udara (BPH Migas 2007).

Berdasarkan uraian di atas ternyata belum diketahui secara pasti konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada penggunaan bahan bakar LPG. Maka dari itu penulis menganggap penting untuk mengadakan penelitian dengan judul “ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN BAKAR LIQUIFIED PETROLEUM GAS (LPG) TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG CO DAN HC PADA MOTOR SUPRA X 125R TAHUN 2009”.

(21)

commit to user

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka didapatkan beberapa permasalahan. Untuk itu perlu suatu identifikasi terhadap permasalahan yang ada sebagai berikut :

1. Meningkatnya jumlah sepeda motor menyebabkan penggunaan BBM semakin meningkat.

2. BBM memiliki polusi lebih tinggi karena pembakarannya yang tidak sempurna dan sudah mulai dikurangi jumlah konsumsinya.

3. Penggunaan BBM paling besar pada sektor transportasi. 4. Dibutuhkan bahan bakar alternatif pengganti BBM. 5. Penggunaan BBG terutama LPG yang belum optimal.

6. Peningkatan konsumsi BBM untuk bahan bakar akan mengakibatkan peningkatan emisi gas buang.

7. Gas buang CO dan HC berbahaya bagi kesehatan manusia.

C. PEMBATASAN MASALAH

Agar penilitian yang dilakukan dapat mengarah tepat pada sasaran dan tidak menyimpang dari tujuan penelitian, maka peneliti memfokuskan masalah dengan membatasi pada hal berikut :

1. Penggunaan bahan bakar LPG pada sepeda motor Supra X 125R tahun 2009. 2. Konsumsi bahan bakar dengan menggunakan bahan bakar LPG pada sepeda

motor Supra X 125R tahun 2009.

3. Emisi gas buang CO dan HC dengan menggunakan bahan bakar LPG pada sepeda motor Supra X 125R tahun 2009.

(22)

commit to user

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan perumusan masalah di atas, maka diperlukan suatu perumusan masalah agar penelitian ini dapat dilakukan secara terarah. Adapun perumusan masalah yang akan diteliti adalah :

1. Berapakah konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Supra X 125 R tahun 2009 yang menggunakan bahan bakar LPG?

2. Berapakah emisi gas buang (CO dan HC) pada sepeda motor Supra X 125 R tahun 2009 yang menggunakan bahan bakar LPG?

E. Tujuan Penelitian

Suatu penelitian akan lebih mudah dilakukan apabila memiliki tujuan yang jelas. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah :

1. Menyelidiki konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang (CO dan HC) pada sepeda motor Supra X 125 R tahun 2009 yang menggunakan bahan bakar LPG. 2. Menganalisis penggunaan bahan bakar LPG terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang (CO dan HC) pada sepeda motor Supra X 125 R tahun 2009.

F. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi peneliti dan khalayak umum. Adapun manfaat teoritis dan praktis dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

a. Menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya bidang studi teknik mesin yang berkaitan dengan penelitian ini.

b. Memberi informasi yang lebih lengkap tentang penggunaan bahan bakar LPG pada sepeda motor.

c. Sebagai pertimbangan dan perbandingan bagi penelitian sejenis di waktu yang akan datang.

(23)

commit to user

d. Sebagai bahan pustaka dilingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta khususnya di Program Pendidikan Teknik Mesin.

2. Manfaat Praktis

a. Memberi informasi dan masukan kepada konsumen sepeda motor dan juga para modifikator tentang penggunaan bahan bakar LPG pada sepeda motor, khususnya pada sepeda motor Supra X 125 R tahun 2009.

b. Secara langsung dapat mengetahui konsumsi bahan bakar serta emisi gas buang CO dan HC pada Supra X 125 R tahun 2009 yang menggunakan bahan bakar LPG.

c. Memberi informasi cara penggunaan bahan bakar LPG sebagai bahan bakar sepeda motor, khususnya pada sepeda motor Supra X 125 R tahun 2009.

(24)

commit to user

7

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan 1. Kajian Teori

a. Motor Bakar

Motor bakar adalah suatu mesin yang mengkonversi energi dari energi kimia yang terkandung pada bahan bakar menjadi energi mekanik pada poros motor bakar. Energi bahan bakar dapat dikonversikan menjadi energi mekanik dengan menggunakan mesin termis. Mesin termis ini pada dasarnya dibagi menjadi dua macam, yaitu motor pembakaran dalam (internal combustion engine) dan motor pembakaran luar (external

combustion engine).

Motor pembakaran dalam (internal combustion engine) adalah mesin yang memanfaatkan fluida kerja/gas panas hasil pembakaran, dimana antara medium yang memanfaatkan fluida kerja dengan fluida kerjanya tidak dipisahkan oleh dinding pemisah. Mesin konversi energi yang dapat diklasifikasikan dalam jenis ini diantaranya adalah motor bensin, motor diesel dan turbin gas siklus terbuka.

Motor pembakaran luar (external combustion engine) adalah mesin yang memanfaatkan fluida kerja/gas panas hasil pembakaran, dimana antara medium yang memanfaatkan fluida kerja dengan fluida kerjanya dipisahkan oleh dinding pemisah.

Keuntungan dari mesin pembakaran dalam dibandingkan dengan mesin pembakaran luar adalah konstruksinya lebih sederhana dan efisien totalnya lebih tinggi. Sementara itu, mesin pembakaran luar keuntungannya adalah bahan bakar yang digunakan lebih beragam mulai dari bahan bakar padat sampai bahan bakar gas.

(25)

commit to user

b. MotorEmpat Langkah (4 Tak)

Mesin 4 tak pertama kali dipatenkan oleh Eugenio Bersanti dan Felice Matteuci pada tahun 1854, dikuti prototipe pertama pada tahun 1860. Namun Nicolaus Otto merupakan teknisi pertama yang mengembangkan penggunaan mesin 4 tak, oleh sebab itu prinsip 4 tak pada mesin dikenal dengan siklus Otto dan mesin 4 tak dengan busi disebut juga dengan mesin Otto. Siklus Otto terdiri dari kompresi menghasilkan panas, penambahan panas pada volume tetap, ekspansi volume akibat panas, dan pembuangan panas pada volume tetap.

Gambar 2.1. Skema Mesin 4 Tak

(Sumber: Edi Widodo, 2011: 6)

motor 4 langkah adalah motor yang pada setiap empat langkah torak/piston (dua putaran poros engkol) menghasilkan satu tenaga kerja (satu langkah kerja). Empat langkah torak/piston tersebut adalah sebagai berikut :

1) Langkah Pemasukan (Hisap)

Piston bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB), untuk menaikan massa terhisap katup masuk terbuka saat langkah ini dan menutup setelah langkah ini berakhir.

2) Langkah Kompresi

Piston bergerak dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA), posisi katup masuk dan katup keluar tertutup mengakibatkan

(26)

commit to user

udara atau gas dalam ruang bakar terkompresi. Sesaat sebelum mencapai TMA bunga api dari busi dipercikan sehingga terjadi pembakaran yang disertai ledakan.

3) Langkah Kerja atau Langkah Ekspansi

Langkah ini dimulai saat piston pada titik mati atas dan berakhir sekitar 45º sebelum titik mati bawah. Gas yang terbakar dalam ruang bakar akan meningkatkan tekanan dalam ruang bakar, mengakibatkan piston terdorong dari TMA ke TMB. Energi dari gerak dorong itu kemudian akan dipindahkan ke poros engkol melalui perantara batang penghubung (conecting rod).

Pada poros engkol gerak bolak-balik piston dirubah menjadi gerak rotasi mesin, sebagian energi ini digunakan untuk menggerakan komponen mesin yang lain dan sebagian lagi disimpan dalam roda gila untuk proses selanjutnya.

4) Langkah Pembuangan

Piston bergerak dari TMB ke TMA dengan posisi katup masuk tertutup dan katup keluar terbuka, menyebabkan gas hasil pembakaran terdorong keluar menuju saluran pembuangan.

Gambar 2.2. Siklus Kerja Motor Bensin 4 Langkah

(Sumber: Astu Pudjanarsa & Djati Nursuhud, 2008: 54)

(27)

commit to user

c. Karburator

Karburator adalah sebuah alat yang mencampurkan udara dan bahan bakar untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Pada kendaraan roda dua atau roda empat yang masih menggunakan karburator, bahan bakar dari karburator terisap oleh udara yang mengalir karena kevakuman didalam ruang bakar.

Secara teori, prinsip dari karburator memanfaatkan beda tekanan yang disebabkan karena aliran udara yang dipercepat pada venturi. Venturi adalah pembatas didalam karburator yang bekerja menekan aliran udara agar bergerak cepat masuk ke dalam ruang bakar. Aliran udara yang mengalir deras akan menyebabkan tekanan atmosfer turun didalam karburator, semakin cepat udara bergerak maka semakin rendah tekanan dalam karburator.

Gambar 2.3. Prinsip Karburator

(Sumber: Edi Widodo, 2011: 28)

1) Desain Karburator

Karburator dapat dikelompokan menurut arah aliran udara, barel, dan tipe venturinya,akan tetapi pada tiap-tiap karburator mengkombinasikan ketiganya dalam desainnya.

(28)

commit to user

a) Berdasarkan Arah Aliran Udara Karburator (1) Aliran Turun (downdraft)

Udara masuk dari bagian atas karburator lalu keluar melalui bagian bawah karburator. Karburator aliran turun biasa digunakan pada kebanyakan mobil.

Gambar 2.4. Karburator Arus Menurun (Sumber: Daryanto, 2011: 62)

(2) Aliran Datar (sidedraft)

Udara masuk dari sisi samping dan mengalir dari arah mendatar lalu keluar melalui sisi sebelahnya. Karburator aliran datar digunakan pada kebanyakan sepeda motor.

Gambar 2.5. Karburator Arus Mendatar (Sumber: Daryanto, 2011: 62)

(29)

commit to user

(3) Aliran Naik (updraft)

Udara masuk dari bawah lalu keluar melalui bagian atas. Karburator aliran naik digunakan pada mobil – mobil tua.

Gambar 2.6. Karburator Arus Naik

(Sumber: Daryanto, 2011: 62)

b) Berdasarkan Venturi (1) Venturi Tetap

Pada tipe ini ukuran venturi selalu tetap, pedal gas mengatur katup udara yang menentukan besarnya aliran udara yang melewati venturi sehingga menentukan besarnya tekanan untuk menarik bahan bakar.

Gambar 2.7. Venturi Tetap Karburator Sepeda Motor (Sumber: Edi Widodo, 2011: 29)

(30)

commit to user

(2) Venturi Bergerak

Pada tipe ini pedal gas mengatur besarnya venturi dengan menggunakan piston yang dapat naik-turun, sehingga membentuk celah venturi yang dapat berubah-ubah.

Naik-turunnya piston ini disertai dengan naik-turunya

needle jet yang mengatur besarnya bahan bakar yang dapat tertarik

bersama dengan aliran udara.

Gambar 2.8. Venturi Bergerak Karburator Sepeda Motor (Sumber: Edi Widodo, 2011: 30)

c) Berdasarkan Barel

Barel adalah saluran udara yang didalamnya terdapat venturi.

(1) Single Barel

Hanya memiliki satu barel, umumnya digunakan pada sepeda motor atau mobil dengan kapasitas kecil.

(2) Multi Barel

Memiliki lebih dari satu barel (dua atau empat barel), umumnya untuk memenuhi kebutuhan akan aliran udara yang lebih besar terutama untuk mesin dengan kapasitas mesin yang besar.

(31)

commit to user

2) Sistem Choke

Sistem choke berfungsi untuk menambah perbandingan bahan bakar dengan udara (bahan bakar diperbanyak) dalam karburator. Cara pengoperasian sistem choke ada yang manual dan ada juga yang otomatis. Kebanyakan karburator tipe baru menggunakan sistem choke otomatis.

Gambar 2.9. Sistem Choke Otomatis

(Sumber: Edi Widodo, 2011: 30)

Wax unit (bimetal) akan menyusut penuh pada kondisi mesin

dingin, sehingga needle (jarum) akan tertarik keatas. Hal ini akan membuat sejumlah sejumlah bahan bakar keluar dari cold start jet (pengabut kondisi dingin). Bahan bakar tersebut kemudian bercampur dengan campuran udara dan bahan bakar yang keluar dari saluran yang digunakan pada kondisi normal, sehingga menghasilkan campuran gemuk atau kaya. Ketika mesin mulai panas, wak (bimetal) dalam sistem

choke yang dialiri arus tersebut, akan mulai panas dan mengembang.

Dengan mengembengnya wak akan mendorong needle secara perlahan turun. Penurunan needle tersebut akan mengurangi bahan bakar yang keluar dari cold start jet, sehingga lama kelamaan akan membuat campuran semakin kurus. Jika mesin sudah berada pada suhu kerja

(32)

commit to user

normalnya, maka jarum (needle) akan menutup cold start jet sehingga sistem choke tidak bekerja lagi

3) Sistem Pelampung

Sistem Pelampung berfungsi untuk mengatur batas permukaan bensin dalam ruang pelampung agar relatif tetap/konstan.

Cara kerja sistem pelampung ada dua yaitu pada saat pelampung turun dan pada saat pelampung naik. Pada saat pelampung turun maka jarum pelampung akan membuka saluran masuk bensin sehingga bensin masuk mengisi ruang pelampung. Sedangkan pada saat pelampung naik maka jarum pelampung akan menyumbat saluran bensin sehingga bensin tertahan pada salurannya (tidak mengalir ke ruang pelampung).

4) Komponen Sistem Karburator

a) Sebuah tabung berbentuk silinder, tempat terjadinya campuran udara dan bahan bakar.

b) Perecik utama (main nozzle), yaitu pemancar utama yang mengabutkan bahan bakar. Tinggi ujung perecik utama hampir sama tinggi dengan permukaan bahan bakar di dalam bak pelampung. Main nozzle biasanya terdapat pada karburator tipe venturi tetap. Sedangkan pada karburator tipe slide (variable venturi) maupun tipe kecepatan konstan (CV), peran main nozzle digantikan oleh needle jet. Needle jet mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang dialirkan dari celah diantara needle jet dan jet needle (jarum pengabut) tersebut. c) Venturi yaitu bagian yang sempit di dalam tabung karburator

berfungsi untuk mempertinggi kecepatan aliran udara. Sesuai dengan tipe karburator yang ada pada sepeda mesin, diameter venturi akan selalu tetap untuk tipe karburator venturi tetap dan diameter venturi akan berubah-ubah untuk tipe karburator varible venturi.

(33)

commit to user

Gambar 2.10Variable Venturi Dan Venturi Tetap (Sumber: Julius Jama, 2008: 258)

d) Katup trotel (throttle valve atau throttle butterfly), untuk mengatur besar-kecilnya pembukaan tabung karburator yang berarti mengatur banyaknya campuran udara bahan bakar. Katup trotel terdapat pada karburator tipe venturi tetap (lihat gambar 2.10) dan karburator tipe kecepatan konstan (CV).

e) Wadah (ruang) bahan bakar dilengkapi dengan pelampung (float

chamber) untuk mengatur agar tinggi permukaan bahan bakar selalu

tetap. Bahan bakar masuk ke dalam ruang pelampung melalui sebuah katup jarum (needle valve). Katup jarum tersebut akan membuka dan menutup aliran bahan bakar yang masuk ke ruang pelampung melalui pergerakan turun-naik pelampung (float).

f) Spuyer utama (main jet), yaitu berfungsi mengontrol aliran bahan bakar pada main system (sistem utama) pada putaran menengah dan tinggi

g) Pilot jet, yaitu berfungsi sebagai pengontrol aliran bahan bakar pada bagian pilot system pada putaran rendah dan menengah

h) Jet needle (jarum pengabut), yaitu berfungsi mengontrol jumlah aliran bahan bakar dan udara melalui bentuk ketirusan jet needle/jarum pengabut tersebut. Jet needle umumnya terdapat pada karburator tipe variable venturi dan kecepatan konstan atau tipe CV

i) Pilot air jet, yaitu berfungsi mengontrol jumlah aliran udara pada pilot system pada putaran langsam/idle/stasioner ke putaran rendah.

(34)

commit to user

Ilustrasi penempatan pilot air jet seperti terlihat pada karburator tipe variable venturi berikut ini:

Gambar 2.11 Pilot Air Jet (1) Pada Karburato Tipe Variable Venturi (Sumber: Julius Jama, 2008: 259)

j) Diapragma dan pegas, yaitu berfungsi bekerja berdasarkan perbedaan tekanan diantara tekanan udara luar dan tekanan negatif lubang untuk mengontrol jumlah pemasukan udara. Diapragma dan pegas (spring) biasanya terdapat pada karbuartor tipe CV

k) Main air jet, yaitu berfungsi mengontrol udara pada percampuran bahan bakar dan udara pada putaran menengah dan tinggi. Kemudian juga mengontrol udara yang menuju ke needle jet sehingga mudah tercampur dengan bensin yang berasal dari main jet.

l) Pilot screw, yaitu berfungsi mengontrol sejumlah campuran udara dan bahan bakar yang keluar pada pilot outlet (lihat gambar 2.11 no.6).

d. Bahan Bakar

Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia

(35)

commit to user

melalui proses pembakaran (reaksi redoks) dimana bahan bakar tersebut akan melepaskan panas setelah direaksikan dengan oksigen di udara.

Proses lain untuk melepaskan energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal dan reaksi nuklir (seperti Fisi nuklir atau Fusi nuklir). Hidrokarbon (termasuk di dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar yang paling sering digunakan manusia.

1) Jenis-jenis bahan bakar a) Berdasarkan Bentuknya

(1) Bahan bakar padat

Bahan bakar padat merupakan bahan bakar berbentuk padat, dan kebanyakan menjadi sumber energi panas. Misalnya kayu dan batubara. Energi panas yang dihasilkan bisa digunakan untuk memanaskan air menjadi uap untuk menggerakkan peralatan dan menyediakan energi.

Batubara diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama yakni antracit, bituminous, dan lignit, meskipun tidak jelas pembatasan diantaranya. Pengelompokannya lebih lanjut adalah semiantracit, semi-bituminous, dan sub-bituminous.

Antracit merupakan batubara tertua jika dilihat dari sudut pandang geologi, yang merupakan batubara keras, tersusun dari komponen utama karbon dengan sedikit kandungan bahan yang mudah menguap dan hampir tidak berkadar air.

Lignit merupakan batubara termuda dilihat dari pandangan geologi. Batubara ini merupakan batubara lunak yang tersusun terutama dari bahan yang mudah menguap dan kandungan air dengan kadar fixed carbon yang rendah. Fixed carbon merupakan karbon dalam keadaan bebas, tidak bergabung dengan elemen lain. Batu bara lignit merupakan batubara yang mudah terbakar yang menguap apabila batubara dipanaskan. Batubara yang umum

(36)

commit to user

digunakan, contohnya pada industri di India adalah batubara bituminous dan sub-bituminous.

Gambar 2.12. Batu Bara

(Sumber: Anonim, 2008)

(2) Bahan bakar cair

Bahan bakar yang berbentuk cair, paling populer adalah bahan bakar minyak atau BBM. Selain bisa digunakan untuk memanaskan air menjadi uap, bahan bakar cair biasa digunakan kendaraan bermotor. Karena bahan bakar cair seperti Bensin bisa dibakar dalam karburator dan menjalankan mesin.

Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan nama umum untuk berbagai jenis bahan bakar yang diperuntukkan mesin dengan pembakaran pengapian. Di Indonesia terdapat beberapa jenis bahan bakar bensin yang memiliki mutu pembakaran yang berbeda. Nilai mutu jenis bahan bakar minyak ini di hitung berdasarkan nilai Randon Octane Number (RON). Berdasarkan

Randon Octane Number (RON) tersebut maka bahan bakar minyak

(37)

commit to user

(a) Premium (RON 88)

Premium adalah bahan bakar distilat berwarna kuning yang jernih. Warna kuning tersebut adalah akibat zat pewarna tambahan (dye). Penggunaan premium pada umumnya adalah untuk bahan bakar kendaraan bermotor berbensin, seperti mobil dan sepeda motor. Bahan bakar ini juga sering disebut motor

gasoline atau petrol.

(b) Pertamax (RON 92)

Bahan bakar ini ditujukan untuk kendaraan yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal. Pertamax juga direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi diatas tahun 1990 terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electric fuel injection

(EFI) dan catalic converters.

(c) Pertamax plus (RON 95)

Jenis bahan bakar minyak ini telah memenuhi standar

performance Interntional World Wide fuel Charter (WWFC).

Ditunjukan untuk kendaraan yang berteknologi mutakhir yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan ramah lingkungan. Pertamax plus sangat direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki kompresi ratio > 10,5 dan juga yang menggunakan electric fuel injection (EFI), Variable Valve

Timing Inteelligent (VVTI), Turbochargers dan catalytic converter.

(3) Bahan bakar gas

Bahan Bakar Gas merupakan gas alam yang telah dimampatkan. Secara umum lebih dari 80% komponen gas bumi yang dipakai sebagai BBG merupakan gas metana, 10%-15% gas etana, dan sisanya adalah gas karbon dioksida, dan gas-gas lain.

(38)

commit to user

Susunan BBG yang dipakai di Jakarta 93% terdiri dari gas metana, 3,2% gas etana, dan 3,8% sisanya adalah gas nitrogen, propana, dan karbon dioksida.

Komposisi gas alam tersebut berbeda-beda antara satu sumber dengan sumber lainnya. Bahan bakar gas dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian utama yaitu gas alam (natural

gas) dan gas buatan (manufactured gas). Gas alam umumnya

berada di tempat yang sama dengan endapan minyak dan batubara. Sedangkan gas buatan diproduksi dari kayu, tanah gambut, batubara, minyak, dan sebagainya.

Komponen dari bahan bakar gas yang mampu terbakar adalah metana, karbondioksida, dan hidrogen dalam jumlah yang bervariasi. Karakteristik dari gas sangat tergantung pada komponen yang ada dalam gas tersebut

Tabel 2.1. Sifat Bahan Bakar

No. Karakteristik Premium LPG CNG

1 Komposisi C8H18 C3H8 CH4 2 Densitas 752 kg/m 3 1,5 kg/m 3 0,6 kg/m 3 3 Berat molekul 114,8 kg/kmol 44,09kg/k mol 17,51 kg/kmol 4 Nilai Kalor 45950 kj/kmol 46360 kj/kmol 47476 kj/kmol 5 AFR Stoikiometri 14,57 15,6 16,15 6 Temperatur Penyalaan Min. 360 o C 460 o C 521,4 o C 7 Kecepatan Nyala 20 - 40 m/s 0,82 m/s 0,66 m/s 8 Angka Oktan 88 110 130

(39)

commit to user

Sebenarnya BBG merupakan bahan bakar alternatif yang paling prospektif dikembangkan untuk kendaraan, karena:

(a) Cadangan gas bumi relatif masih cukup besar dan biaya pengadaannya lebih murah dari BBM.

Tabel 2.2. Cadangan Minyak dan Gas Bumi di Indonesia

No. Cadangan

Minyak Gas Alam

10 9 TOE* TSCF 10 9 TOE 1 2 3 4 Jawa Sumatera Kalimantan Pulau Lainnya 0,275 0,834 0,193 0,108 8,89 19,84 22,81 38,49 0,217 0,484 0,556 0,938 5 Indonesia 1,411 90,03 2,195

(Sumber: Tulus Burhanudin Sitorus, 2002: 3)

(b) Konsumsi BBM untuk sektor transportasi adalah yang paling besar (mencapai 52%) dibandingkan untuk industri (19%), listrik (7%) dan rumah tangga (22%). Sehingga pengalihan BBM dengan BBG akan mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.

(c) Aman karena BBG memiliki berat jenis yang lebih ringan daripada udara sehingga bila terjadi kebocoran maka BBG segera membumbung ke udara dan sulit bagi BBG untuk membentuk campuran mampu terbakar di udara. Untuk menghindari ledakan, maka pada tangki BBG dilengkapi dengan katup yang akan terbuka jika tekanan tangki melebihi batas tekanan yang diizinkan dan segera kembali setelah tekanan tangki normal kembali.

(40)

commit to user

(d) Murah karena BBG dijual dalam satuan liter setara premium lebih murah 40% – 50% dari premium.

(e) Bahan Bakar Gas memiliki nilai oktan yang lebih tinggi daripada BBM sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya detonasi.

(f) Lebih hemat dalam pemakaian minyak pelumas dan busi. (g) Diproduksi di dalam negeri

Gas alam (Natural gas) tersusun oleh komponen utama gas metana (CH4). Selain gas metana terkadang pada gas alam juga

ditemui gas etana, propana, butana, karbonmonoksida, nitrogen, helium, dan hidrogen sulfida dalam jumlah kecil. Bahan bakar gas alam memiliki beberapa kelebihan jika dibanding jenis bahan bakar padat dan cair, yaitu :

(a) Tersedia dalam jumlah yang sangat besar di dalam perut bumi. (b) Transportasi gas alam lebih mudah karena bisa melalui

pipa-pipa gas bawah tanah.

(c) Menghasilkan pembakaran yang bersih, tidak menghasilkan hasil pembakaran yang membahayakan bagi lingkungan, tidak menghasilkan abu.

(d) Dapat digunakan pada ruang bakar yang sederhana.

(e) Harga bahan bakar gas lebih murah dibanding bahan bakar cair. Bahan bakar gas ada dua jenis, yakni Compressed Natural

Gas (CNG) dan Liquified Petroleum Gas (LPG). CNG pada

dasarnya terdiri dari metana sedangkan LPG adalah campuran dari propana, butana dan bahan kimia lainnya. LPG yang digunakan untuk kompor rumah tangga, sama bahannya dengan Bahan Bakar Gas yang biasa digunakan untuk sebagian kendaraan bermotor.

Liquified Petroleum Gas (LPG) merupakan gas hasil

produksi dari kilang BBM dan kilang Gas, komponen utamanya adalah gas propane (C3H8 ) dan butane (C4H10) kurang lebih 97%

(41)

commit to user

dan sisanya adalah gas pentana yang dicairkan. LPG lebih berat dari udara dengan berat jenis sekitar 2.01 (dibandingkan dengan udara), tekanan uap LPG cair dalam tabung sekitar 5.0 – 6.2 kg/cm². Zat markaptan yang ditambah pada LPG dimaksudkan untuk keselamatan dengan memberikan bau yang khas, sehingga kebocoran gas mudah diketahui dengan cepat.

LPG umumnya dipasarkan di masyarakat dalam bentuk

cair dalam tabung – tabung logam bertekanan, dalam kemasan tabung 3 kg, 12 kg, 50 kg. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas dari cairan yang dikandungnya, tabung LPG tidak diisi secara penuh, hanya sekitar 80 – 85% dari kapasitasnya. Sifat – sifat LPG meliputi:

(a) Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar.

(b) Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat.

(c) Gas dikirimkan dalam bentuk cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.

(d) Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat (e) Gas LPG lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak

menempati daerah yang rendah.

Jenis-jenis produk LPG yang ditawarkan PERTAMINA agar dimanfaatkan oleh konsumen adalah jenis LPG campuran antara propana dan butana. Ciri-cirinya adalah berbentuk cair mempunyai daya pemanasan yang tinggi, sehingga mempunyai nilai kalori yang relatif lebih tinggi per-satuan beratnya dibanding bahan bakar lain untuk kegunaan yang sama.

Tingkat polusi udara dari gas buang rendah dan tidak meninggalkan residu apabila menguap. Bersih, tidak beracun, tidak berwarna, mudah dan aman dalam pengangkutan dan

(42)

commit to user

penyimpanannya. Selain itu tidak menyebabkan pengkaratan pada besi dan tabung kemasan.

Jenis LPG yang ada dipasaran adalah bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga, industri dan komersial yaitu bahan bakar

LPG campuran yang disebut LPG campuran. Dalam proses

pembakaranya gas LPG yang beraksi dengan oksigen menghasilkan karbon dioksida dan uap air dan inilah reaksi kimia C3H8 + 5O2 3CO2 + 4H2O.

BBG (Bahan Bakar Gas) adalah alternative BBM. BBG ini tentunya berbeda dengan LNG (Liquified Natural Gas), BBG lebih ramah lingkungan, lebih bersih dan diperoleh dari bahan yang lebih alamiah. BBG 90 persennya terdiri dari Metana di mana tingkat Oktannya lebih tinggi daripada bensin sehingga membuat mesinnya lebih efisien.

BBG sendiri pembakarannya cukup bersih hampir menyaingi kendaraan jenis Hybrids yang ramah lingkungan sehingga sedikit sekali pencemaran yang dihasilkan dari sisa pembakaran.

b) Berdasarkan Materinya

(1) Bahan Bakar Tidak Berkelanjutan

Bahan bakar tidak berkelanjutan bersumber pada materi yang diambil dari alam dan bersifat konsumtif. Sehingga hanya bisa sekali dipergunakan dan bisa habis keberadaannya di alam. Misalnya bahan bakar berbasis karbon seperti produk-produk olahan minyak bumi.

(2) Bahan bakar berkelanjutan

Bahan bakar berkelanjutan bersumber pada materi yang masih bisa digunakan lagi dan tidak akan habis keberadaannya di alam. Misalnya tenaga matahari.

(43)

commit to user e. Proses Pembakaran

Pembakaran merupakan oksidasi cepat bahan bakar disertai dengan produksi panas, atau panas dan cahaya. Pembakaran sempurna bahan bakar terjadi hanya jika ada pasokan oksigen yang cukup. Oksigen (O2) merupakan salah satu elemen bumi paling umum yang jumlahnya mencapai 20.9% dari udara.

Bahan bakar padat atau cair harus diubah ke bentuk gas sebelum dibakar. Biasanya diperlukan panas untuk mengubah cairan atau padatan menjadi gas. Bahan bakar gas akan terbakar pada keadaan normal jika terdapat udara yang cukup.

Proses pembakaran dapat terjadi bila konsentrasi antara uap bahan bakar dan oksigen terpenuhi, dan terdapat energi panas yang cukup. Proses terjadinya api (pembakaran) dikenal dengan nama segi tiga api, yaitu unsur bahan bakar, unsur udara ( oksigen ), dan energi panas. Bila ketiga unsur ini bertemu dan mencapai konsentrasi yang tepat, maka akan terjadi proses pembakaran, namun sebaliknya bila salah satu unsur dari 3 unsur tersebut ditiadakan maka proses pembakaran tidak akan terjadi.

Tawarjo Us (1991:10) dalam penelitian menjelaskan lagi mengenai proses pembakaran ada dua macam, yaitu :

1) Pembakaran Sempurna (Normal)

Mekanisme pembakaran normal pada motor bensin dinilai pada saat terjadinya loncatan api pada busi. Kemudian api membakar campuran bahan bakar dengan udara (gas bakar) yang berada di sekeliling, dan terus menjalar ke seluruh bagian sampai semua partikel gas bakar terbakar semua. Urut-urutan pembakaran ini adalah sebagai berikut: pada saat gas bakar dikompresikan tekanan dan suhunya naik, sehingga terjadi reaksi kimia di mana molekul-molekul monokarbon terurai dan bergabung dengan oksigen dan udara.

(44)

commit to user

2) Pembakaran Tidak Sempurna

Gejala pembakaran tidak sempurna pada motor bensin dibedakan menjadi dua:

a) Pre-Ignition

Gejala pada peristiwa ini adalah bahan bakar terbakar dengan sendirinya sebagai akibat tekanan dan suhu cukup tinggi sebelum terjadinya percikan api pada busi. Tekanan dan suhu tadi cukup dapat membakar gas bakar tanpa pemberian api pada busi. Dengan demikian

Pre-Ignition merupakan peristiwa yang terjadi sebelum sampai pada

saat yang dikehendaki.

b) Knocking

Peristiwa pada pembakaran normal api menyebar keseluruh bagian ruang bakar akan dengan kecepatan konstan dan busi sebagai pusat penyebaran. Dalam hal ini gas baru yang belum terbakar akan terdesak oleh gas yang telah terbakar, sehingga tekanan dan suhunya naik sampai mencapai keadaan tanpa terbatas. Jika pada saat ini gas tersebut terbakar, maka dengan sendirinya timbul ledakan (detonasi yang menghasilkan gelombang kejutan yang berupa suara ketukan/knocking). Frekuensi tekanan yang cepat ini terjadi pada akhir pembakaran. Sebagai akibatnya, tenaga mesin akan berkurang dan jika sering terjadi akan memperpendek umur mesin. Beberapa hal yang dapat menyebabkan knocking adalah:

(1) Perbandingan kompresi, tekanan kompresi, serta bunga api yang tinggi

(2) Waktu pengapian yang terlalu cepat

(3) Putaran mesin yang rendah dan penyebaran api lambat

(4) Penempatan busi dan konstruksinya ruang bakar yang tidak tepat sehingga jarak penyebaran api terlalu jauh.

(45)

commit to user

f. Konsumsi Bahan Bakar

Penggunaan bahan bakar adalah suatu ukuran berapa banyak bahan bakar yang digunakan suatu mesin atau kendaraan pada suatu jarak tertentu, dan ini menunjukkan seberapa jauh efisiensi mesin atau kendaraan dilihat dari pemakaian bahan bakarnya.

Untuk menunjukkan pemakaian bahan bakar digunakan dua metode yang berbeda. Metode pertama dengan menjalankan kendaraan pada jarak tertentu dan bahan bakar yang diperlukan diukur. Satuan unit yang digunakan adalah liter per 100 km (1/100 km). Metode ini lebih mudah dipahami, akan tetapi ada juga yang mengukur jarak yang dapat ditempuh dengan jumlah bahan bakar tertentu. Satuannya adalah km per liter (km/ l atau mile per gallon).

Nilai 1/100 km, km/ l dan mpg digunakan untuk membandingkan pemakaian bahan bakar dari suatu kendaraan pada macam-macam kondisi pengendaraan. Namun dilihat dari proses pembakarannya, penggunaan bahan bakar juga dipengaruhi oleh temperatur pembakaran. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 oC sampai 99 oC. Pada kondisi temperatur pembakaran 82 oC sampai 99 oC kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum.

Pemakaian bahan bakar pada mesin bensin sangat tergantung dari perbandingan campuran bahan bakar dan udara, konsumsi bensin akan lebih rendah bila perbandingan campuran dengan udara sekitar 1: 15 kg, hal ini berarti 1 kg bensin di campur dengan 15 kg udara. Secara tepat perbandingan campuran bensin dan udara yang ideal (AFR = Air Fuel

Ratio) untuk proses pembakaran pada mesin adalah 1: 14,7. Sedangkan

perbandingan campuran LPG dan udara yang ideal adalah 1 : 21 (I Gusti Ngurah Putu Tenaya, 2010)

Perbandingan campuran tersebut tidak bisa diterapkan terus menerus pada setiap keadaan operasional, contohnya pada saat putaran idel dan beban penuh, kendaraan mengkonsumsi campuran udara dan bahan

(46)

commit to user

bakar yang gemuk, sedangkan dalam keadaan lain pemakaian campuran udara dan bahan bakar bisa mendekati yang ideal.

Gambar 2.13. Stoikiometri AFR (Sumber: Basori, 2012)

Dari gambar stokiometri AFR diatas dapat disimpulkan bahwa CO dan HC tinggi karena campuran bahan bakar dan udara terlalu gemuk. Gas buang CO tinggi karena pada proses pembakaran udara terlalu sedikit, sedangkan gas buang HC meningkat karena bensin terlalu banyak sehingga tidak terbakar secara sempurna dan keluar bersama gas buang.

g. Emisi Gas Buang Karbonmonoksida dan Hidrokarbon

Emisi menurut Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang dihasilkan dalam suatu kegiatan yang mempunyai atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar. Tingginya nilai emisi, bila melebihi ambang batas akan berbahaya bagi kesehatan manusia.

(47)

commit to user

1) Karbonmonoksida (CO)

Karbonmonoksida atau CO adalah suatu gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Gas CO dapat berbentuk cairan pada suhu di bawah -192 oC. Karbonmonoksida yang terdapat dialam terbentul dari salah satu proses sebagai berikut:

a) Pembakaran tidak lengkap terhadap karbon atau komponen yang mengandung karbon.

b) Reaksi antara karbondioksida dan komponen yang mengandung karbon pada suhu tinggi.

c) Pada suhu tinggi, karbondioksida terurai menjadi karbonmonoksida dan oksigen.

Karbonmonoksida di lingkungan dapat terbentuk secara alamiah maupun dari kegiatan manusia (antropogenik). Karbonmonoksida yang berasal dari alam termasuk dari lautan, pegunungan, dan kebakaran hutan. Sedangkan yang berasal dari sumber antropogenik dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil atau material organik akibat kebutuhan oksigen yang tidak mencukupi untuk proses pembakaran. Bila jumlah udara (oksigen) yang tersedia sudah mencukupi, CO masih saja dapat terbentuk, hal ini disebabkan oleh kurangnya turbulensi sehingga udara dengan karbon tidak dapat bercampur dengan baik selama proses pembakaran serta proses dissosiasi CO2 menjadi CO pada pembakaran bertemperatur tinggi. Sehingga semua aktivitas yang melibatkan pembakaran bahan-bahan organik merupakan sumber karbonmonoksida.

Gas CO sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dengan udara, berupa gas buangan. Secara sederhana pembakaran karbon dalam minyak bakar terjadi melalui beberapa tahap sebagai berikut:

2C + O2 → 2CO

(48)

commit to user

Reaksi pertama berlangsung sepuluh kali lebih cepat daripada reaksi kedua, oleh karena itu CO merupakan intermediat pada reaksi pembakaran tersebut dan dapat merupakan produk akhir jika jumlah O2

tidak cukup untuk melangsungkan reaksi kedua. CO juga dapat merupakan produk akhir meskipun jumlah oksigen di dalam campuran pembakaran cukup, tetapi antara minyak bakar dan udara tidak tercampur rata.

Pencampuran yang tidak merata antara minyak bakar dengan udara menghasilkan beberapa tempat atau area yang kekurangan oksigen. Semakin rendah perbandingan antara udara dengan minyak bakar, semakin tinggi jumlah karbonmonoksida yang dihasilkan.

2) Hidrokarbon (HC)

Hidrokarbon atau yang sering disingkat dengan HC adalah pencemar udara yang dapat berupa gas, cairan maupun padatan. Dinamakan hidrokarbon karena penyusun utamanya adalah atom karbon (C) dan atom hidrogen (H) yang dapat terikat secara ikatan lurus atau terikat secara cincin. Hidrokarbon yang sering menimbulkan masalah dalam polusi udara adalah yang berbentuk gas pada suhu atmosfer normal.

Sumber HC dapat pula berasal dari sarana transportasi. Kondisi mesin yang kurang baik akan menghasilkan HC. Pada umumnya pada pagi hari kadar HC di udara tinggi, namun pada siang hari menurun. Sore hari kadar HC akan meningkat dan kemudian menurun lagi pada malam hari.

Premium/ bensin merupakan senyawa hidrokarbon, jadi setiap HC yang didapat di gas buang kendaraan menunjukkan adanya bensin yang tidak terbakar dan terbuang bersama sisa kendaraan. Apabila suatu senyawa hidrokarbon terbakar sempurna (bereaksi

(49)

commit to user

dengan oksigen) maka hasil reaksi pembakaran tersebut adalah karbon dioksida (CO2) dan air (H2O).

Hidrokarbon dapat dibedakan atas tiga kelompok berdasarkan struktur molekulnya, yaitu hidrikarbon alifatik, aromatik dan alisiklis. Molekul hidrokarbon alifatik tidak mengandung cincin atom karbon, sedangkan hidrokarbon aromatik mengandung cincin enam karbon (cincin benzena). Hidrokarbon alisiklis adalah hidrokarbon yang mengandung struktur cincin selain benzena.

Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru yang disebut Plycyclic Aromatic

Hidrocarbon (PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan

padat lalulintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.

2. Hasil Penelitian yang Relevan

Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti berkaitan dengan bahan bakar LPG, antara lain:

Achmad fauzan HS (2008) melakukan penelitian yang berjudul “Disain Converter kits modifikasi sistem bahan bakar motor bensin menjadi berbahan bakar gas” Hasil analisa bahan bakar menunjukkan bahwa kandungan CO cukup besar (14%) pada tekanan bahan bakar diatas 0.15 kg/cm 2 sehingga

bahan bakar tetap mengalir meskipun tidak terjadi kevakuman di ruang bakar. Endika Prananta (2010) melakukan penelitian yang berjudul “Uji Pengaruh Perubahan Saat Penyalaan (Ignition Timing) Terhadap PrestasiMesin Pada Sepeda Motor 4 Langkah Dengan Bahan Bakar Premium dan LPG (Bi-Fuel)”.

Hari Budianto (2008) melakukan penelitian yang berjudul “ Modifikasi Mesin Motor Bensin 4 Tak Type 5K 1486 CC Menjadi Bahan Bakar LPG” Hasil analisa uji Emisi pada LPG menghasilkan kadar udara yang lebih bersih karena mengandung CO dan HC yang lebih rendah dibandingkan

(50)

commit to user

mesin. Yaitu pada putaran 1000 RPM LPG mengandung kadar CO sebesar 0,175% dan kadar HC sebesar 271 ppm. Sedangkan bensin pada putaran 1000 RPM mengandung kadar CO sebesar 0,18% dan kadar HC sebesar 293 ppm.

Tulus Burhanuddin Sitorus, (2002) melakukan penelitian yang berjudul “Tinjauan Pengembangan Bahan Bakar Gas Sebagai Bahan Bakar Alternatif”

B. Kerangka Berpikir

Dewasa ini jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia meningkat sangat signifikan, berdasarkan data hingga 2009 jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai 87,136 juta unit, meningkat 235,18% dibandingkan dengan 2003 yang baru tercatat 19 juta unit, dan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan jumlah populasi kendaraan bermotor di Indonesia hingga 2010 lalu mencapai 50.824.128 unit. Peningkatan jumlah pengguna sepeda motor menyebabkan juga peningkatan pemakaian bahan bakar minyak khususnya premium.

Suatu saat produksi minyak mentah Indonesia akan berkurang dan habis karena BBM merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui, dimana menurut prediksi para ahli kira-kira 10 tahun ke depan. Karena itu negara kita harus mengimpor minyak untuk kebutuhan dalam negerinya. Untungnya, Indonesia memilki sumber gas alam yang berlimpah dan saat ini merupakan eksportir gas alam terbesar di dunia, terbukti dengan masuknya Indonesia dalam urutan ke 11 dari 20 negara yang memiliki cadangan gas dunia terbesar.

Makin menarik karena potensi tambang BBG di Indonesia jauh lebih besar dibanding potensi BBM. Artinya, ketersediaan BBG di dalam negeri akan jauh melimpah dibanding BBM yang sampai saat ini sebagian masih harus impor dari negara lain. Kesempatan ini dapat menjadi momen untuk melirik bahan bakar

(51)

commit to user

alternatif atau memilih kendaraan lain yang lebih irit sebelum kenaikan harga BBM di berlakukan.

Bahan Bakar Gas atau BBG merupakan bahan bakar alternatif yang sangat potensial di negara kita. Selain persediaannya yang masih melimpah BBG juga potensial digunakan sebagai bahan bakar disektor transportasi untuk menekan penggunaan BBM pada sektor transportasi yang penggunaanya paling besar dibanding sektor lainnya.

Bahan bakar Minyak merupakan sumber daya alam yang semakin lama akan habis, karena tidak dapat diperbarui. Dengan meningkatnya jumlah pengguna sepeda motor maka akan meningkatkan jumlah konsumsi bahan bakar minyak dan menghasilkan emisi gas buang yang tinggi. Dilain pihak cadangan bahan bakar gas sebagai bahan bakar alternatif masih cukup banyak tersedia. Berdasarkan hal ini peluang untuk menggunakan LPG cukup besar terutama digunakan sebagai bahan bakar sepeda motor.

Dari uraian di atas di duga bahan bakar LPG dapat di gunakan sebagai bahan bakar alternatif sehingga dapat menghemat bahan bakar dan emisi gas buang CO dan HC menjadi ramah lingkunag sesuai dengan standar ambang batas emisi gas buang yang dikeluarkan oleh menteri negara lingkungan hidup tahun 2006. Dari uraian diatas dapat dibuat paradigma penelitian sebagai berikut:

Gambar 2.14. Skema Paradigma Penelitian

X

Y

1 Keterangan:

X : Bahan Bakar LPG Y1 : Konsumsi bahan

bakar

Y2 : Emisi gas buang

Y21 : Emisi gas buang CO

Y22 : Emisi gas buang HC

Y

2

Y

21

(52)

commit to user

35

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian untuk menganalisa penggunaan bahan bakar LPG terhadap komsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada motor Supra X 125 R tahun 2009 ini dilakukan dengan cara unjuk kerja jalan untuk mengetahui konsumsi bahan bakar. Sedangkan untuk mengetahui emisi gas buang CO dan HC dilakukan di Laboratorium Otomotif Program Studi Pendidikan Teknik Mesin JPTK FKIP UNS Surakarta yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani No. 200 Kartasura. Unjuk kerja jalan dipilih karena informasi penelitian yang dibutuhkan untuk mengetahui konsumsi bahan bakar berdasarkan pada SNI 09-4405-1997 tentang cara uji unjuk kerja jalan sepeda motor.

Pengujian konsumsi bahan bakar dilakukan di sepanjang jalan Surakarta – Semarang - Magelang – Yogyakarta - Surakarta.. Sedangkan laboratorium Otomotif Program Studi Pendidikan Teknik Mesin JPTK FKIP UNS Surakarta dipilih karena informasi penelitian yang dibutuhkan untuk mengetahui emisi gas buang CO dan HC pada motor Supra X 125R tahun 2009 dapat diperoleh melalui alat gas analyzer type STARGAS 898 untuk menyatakan kebenaran penelitian.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini secara keseluruhan dilaksanakan dalam waktu 7 bulan mulai dari pengajuan judul sampai penulisan laporan. Penelitian ini dimulai pada minggu awal bulan Maret 2012 sampai minggu terakhir bulan september 2012. Adapun jadwal pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut :

a. Pengajuan judul tanggal 2 Maret 2012.

b. Pembuatan proposal tanggal 7 Maret 2012 sampai 30 Mei 2012. c. Seminar proposal tanggal 8 Juni 2012

d. Revisi proposal tanggal 9 Juni 2012 sampai 20 Juni 2012. e. Perijinan penelitian tanggal 22 Juni 2012 sampai 30 Juni 2012.

Gambar

Gambar 3.16.  Grafik AFR Menggunakan Bahan Bakar LPG dengan
Tabel 2.1.  Sifat Bahan Bakar ......................................................................
Gambar 2.1. Skema Mesin 4 Tak
Gambar 2.2. Siklus Kerja Motor Bensin 4 Langkah
+7

Referensi

Dokumen terkait

The upper middle class is often made up of highly educated business and professional people with high incomes, such a doctors, lawyers,. stockbrokers, and CEO (chief

dari tempat itu, Dia melihat seorang petugas pemerintah sedang duduk di kantornya. Pekerjaan orang itu adalah * 2:10 Anak Manusia Waktu Yesus tinggal di dunia, Dia sering

sebesar 0,841 atau 84,1%, ini berarti variabel Hasil Belajar Ekonomi dipengaruhi oleh variabel Persepsi siswa tentang keterampilan Guru mengajar, Konsep diri dan Aktivitas

Berdasarkan seluruh hasil pengukuran ini, maka diperoleh dasar-dasar perencanaan yang akan digunakan dalam perencanaan instalasi pengolahan lumpur IPA Badak Singa, meliputi:

Pada tes akhir siklus II hasil pencapian ketuntasan 100 % ( gambar pada tabel 3 ) di karenakan semua siswa sudah mampu menguasi cara servis bawah bola voli. Ada

3) berlatih berani untuk mendapatkan keberanian intelektual kerana tanpa keberanian intelektual, kaum sudah lumpuh sebelum memutuskaben. Sejalan dengan lahirnya bangsa

Dalam penerapan penggunaan sepeda bersama di UNS, metode redistribusi sepeda yang digunakan adalah dengan menggunakan kendaraan untuk mengangkut sepeda antar stasiun. Hal ini karena

Pengemis yang beroperasi di Pasar Pagi Kaliwungu memiliki etika yang beragam, ada beberapa pengemis yang beretika baik yaitu meminta-minta sedekah dengan sopan,