• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Indonesia Nomor 394/DIKTI/KEP/1998 tertanggal 26 Oktober Sekolah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Indonesia Nomor 394/DIKTI/KEP/1998 tertanggal 26 Oktober Sekolah"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan

1. Sejarah Singkat Perusahaan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jayakusuma adalah Perguruan Tinggi Swasta yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 058/D/O/1998 tertanggal 3 Agustus 1998 serta Surat Keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan republik Indonesia Nomor 394/DIKTI/KEP/1998 tertanggal 26 Oktober 1998. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma diselenggarakan oleh Yayasan Tiga Bintang Cahaya Terang. Dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma menerapkan asas kemandirian dan kemitraan atas dasar nilai-nilai martabat kemanusiaan dan integritas keilmuan.

2. Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan

Penyelenggaraan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma mengacu pada Visi, Misi dan Tujuan seperti diuraikan dibawah ini :

Visi :

Menjadikan lembaga pendidikan yang profesional dan mampu memberikan kontribusi dalam mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsa dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas, mempunyai semangat kewirausahaan profesional dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta bermanfaat bagi bangsa, negara dan umat manusia.

(2)

Misi :

1) Menyelenggarakan institusi pendidikan tinggi dibidang ilmu ekonomi untuk memenuhi kebutuhan tenaga sarjana di masyarakat. 2) Menyelenggarakan proses pendidikan yang menghasilkan lulusan

berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

3) Menciptakan suasana akademik yang menunjang proses belajar mengajar yang kondusif.

Tujuan :

Menghasilkan tenaga Sarjana Ekonomi yang memiliki kompetensi professional dibidang ekonomi yang mempunyai semangat kewirausahaan, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta bermanfaat bagi bangsa, Negara dan umat manusia.

3. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan (Robbins dan Coulter, 2007:284). Berikut ini merupakan struktur organisasi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma :

(3)

Gambar.4.1

Struktur Ogranisasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma

YAYASAN BPH KETUA STIE JAYAKUSUMA SENAT STIE SEKRETARIS PIMPINAN

PUKET I PUKET III

DEWAN PENYANTUN S1 MANAJEMEN D3 KEUANGAN&PERPAJ AKAN D3 MANAJEMEN PERPAJAKAN D3 AKUNTANSI S1 AKUNTANSI D3 AKUNTANSI PUKET III KAJUR MANAJEMEN KAJUR AKUNTANSI

Sumber : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma

Untuk lebih jelas tugas & fungsi dijelaskan sebagai berikut : 1) Yayasan

a) Mempunyai tugas meyelenggarakan STIE Jayakusuma

b) Menetapkan pendirian dan pengembangan program pendidikan sesudah mendapat persetujuan Mentri/Dirjen Dikti Depdiknas.

(4)

c) Menerima dan mengesahkan usulan STIE Jayakusuma yang menyangkut perencanaan tahunan,anggaran, tenaga dan sarana.

d) Menetapkan kebijaksanaan lembaga dan statute STIE Jayakusuma. e) Menetapkan struktur organisasi STIE Jayakusuma dan personalianya atas

usul STIE Jayakusuma dengan meperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

2) Badan Pelaksana Harian (BPH)

a) Melaksanakan tugas sehari-hari Yayasan

b) Membina STIE Jayakusuma demi kelancaran pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

c) Mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan tugas Ketua STIE Jayakusuma.

3) Dewan Penyantun

a) Mengasuh hubungan baik antara masyarakat, instansi pemerintah dan badan swasta dengan STIE Jayakusuma.

b) Membantu pengembangkan STIE Jayakusuma. 4) Ketua STIE Jayakusuma

a) Memimpin penyelenggaraan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga administrasi, serta hubungan dengan lingkungan.

b) Membinaan melaksanakan kerjasama dengan instansi, badan swasta dan masyarakat untuk memecahkan persoalan yang timbul, terutama yang menyangkut bidang tanggung jawabnya.

(5)

5) Sekertaris Pimpinan

a) Membuat surat menyurat tentang keperluan STIE Jayakusuma kepada Yayasan.

b) Mengkoordinasi dan melaksanakan pendidikan dan atau profesionalisme. 6) Senat STIE Jayakusuma

a) Merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan STIE Jayakusuma b) Merumuskan kebijakan tolak ukur penyelengaraan pendidikan tinggi c) Memberikan persetujuan atas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja

STIE Jayakusuma yang diajukan oleh pimpinan Sekolah Tinggi. 7) Wakil Ketua I

a) Membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

b) Membantu perencanaan dan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan penelitian dengan lembaga-lembaga didalam dan diluar negeri.

c) Membantu pengolahan data yang menyangkut pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat.

8) Wakil Ketua II

a) Membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang keuangan dan adminitrasi umum.

b) Membantu pengolahan laporan anggaran. c) Membantu pngurusan ketatausahaan.

(6)

9) Wakil Ketua III

a. Membantu Ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang pembinaan serta pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

b. Melaksanakan pembinaan mahasiswa oleh seluruh tenaga pengajar dalam mengembangkan sikap orientasi serta kegiatan mahasiswa anatara lain dalam kerohanian, olahraga sebagai bagian pembinaan sivitas akademika yang merupakan sebagian dari tugas pendidikan tinggi pada umumnya. c. Kerjasama dengan semua pihak dalam setiap usaha di bidang

kemahasiswaan, pengabdian masyarakat serta usaha penunjangnya. 10) Kajur Manajemen

a. Membantu mahasiswa jurusan manajemen dalam pengisian Kartu Rencana Studi yang diambil setiap semester

b. Membimbing mahasiswa untuk membuat tugas akhir. 11) Kajur Akuntansi

a. Membantu mahasiswa jurusan akuntansi dalam pengisian Kartu Rencana Studi yang diambil setiap semester.

b. Membimbing mahasiswa untuk membuat tugas akhir

B. Statistik Deskriptif

1. Penyajian Data

Didalam menyajikan informasi dalam penelitian ini, berikut data-data yang diperoleh peneliti dari sumber penelitian yaitu berupa Laporan Keuangan STIE Jayakusuma selama tahun 2016.

(7)

Tabel 4.1

Peredaran Bruto STIE Jayakusuma Per Bulan Selama Tahun 2016

Sumber : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma

Dari tabel diatas dapat diperoleh grafik peredaran bruto per bulan selama tahun 2016 sebagai berikut :

Nomor Bulan Peredaran Bruto

Per Bulan 1 Januari Rp 313.186.500 2 Februari Rp 364.967.000 3 Maret Rp 260.804.500 4 April Rp 130.439.500 5 Mei Rp 204.868.000 6 Juni Rp 358.849.500 7 Juli Rp 167.502.500 8 Agustus Rp 393.029.000 9 September Rp 112.609.000 10 Oktober Rp 315.146.700 11 November Rp 445.207.000 12 Desember Rp 242.684.500 Rp 3.309.293.700 Jumlah

(8)

Gambar 4.2

Grafik Peredaran Bruto Per Bulan Selama Tahun 2016

Dari gambar grafik diatas mengenai peredaran bruto selama tahun 2016 dapat dijelaskan bahwa besarnya peredaran bruto perbulan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuama ini terjadi fluktuatif, seperti terlihat pada grafik menunjukan pada bulan Februari 2016 Peredaran Bruto sebesar Rp. 364.967.000,- mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan Janauri 2016 yaitu sebesar Rp. 313.186.500,- , hal serupa juga dialami pada bulan yang lain selama tahun 2016. Penurunan signifikan dalam Penghasilan Bruto tahun 2016 yaitu terjadi pada bulan September yaitu sebesar Rp. 112.609.000,- , sedagkan kenaikan Peredaran Bruto yang signifikan terjadi paada bulan November 2016 yaitu sebesar Rp.

Rp313.186.500 Rp364.967.000 Rp260.804.500 Rp130.439.500 Rp204.868.000 Rp358.849.500 Rp167.502.500 Rp393.029.000 Rp112.609.000 Rp315.146.700 Rp445.207.000 Rp242.684.500

Peredaran Bruto Tahun 2016

(9)

Tabel 4.2

Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Tahun 2016

KE TE RA NG AN JA N FE B MA R AP R ME I JU N JU L AG S SE P OK T NOV DE S TO TA L PE NE RI MA AN : Pe ne rim aan SP P 31 3.1 86 .50 0 36 4.9 67 .00 0 26 0.8 04 .50 0 13 0.4 39 .50 0 19 8.6 93 .00 0 34 8.4 49 .50 0 16 5.5 52 .50 0 38 1.2 29 .00 0 87 .85 9.0 00 30 5.4 09 .20 0 44 1.6 07 .00 0 24 2.6 84 .50 0 3.2 40 .88 1.2 00 Pe ne rim aan U an g U jia n 6.1 75 .00 0 10 .40 0.0 00 1.9 50 .00 0 11 .80 0.0 00 24 .75 0.0 00 9.7 37 .50 0 3.6 00 .00 0 68 .41 2.5 00 Pe nd ap ata n b un ga 60 8.9 13 69 9.0 03 71 4.0 17 68 3.4 28 56 9.6 66 51 8.2 03 59 3.4 08 50 1.6 30 73 9.4 22 36 1.0 04 39 2.0 33 15 4.6 57 .96 4 16 1.0 38 .69 1 Pe ne rim aan La in-lai n 1.0 38 .85 0 74 1.9 50 92 4.8 00 94 7.3 00 41 5.5 50 1.0 18 .70 0 50 5.3 00 65 9.0 50 13 5.0 00 59 2.0 50 88 3.7 50 76 9.3 00 8.6 31 .60 0 TO TA L P EN ER IMA AN 31 4.8 34 .26 3 36 6.4 07 .95 3 26 2.4 43 .31 7 13 2.0 70 .22 8 20 5.8 53 .21 6 36 0.3 86 .40 3 16 8.6 01 .20 8 39 4.1 89 .68 0 11 3.4 83 .42 2 31 6.0 99 .75 4 44 6.4 82 .78 3 39 8.1 11 .76 4 3.4 78 .96 3.9 91 PE NG EL UA RA N : Bia ya ke gia tan A ka de mi k 9.9 70 .00 0 12 9.0 25 .35 7 76 .44 0.8 31 96 .24 0.1 78 81 .71 5.8 46 88 .03 5.9 82 47 .76 6.6 78 59 .60 9.1 91 72 .90 9.2 30 24 1.3 40 .38 7 93 .17 5.4 28 18 1.9 18 .10 1 1.1 78 .14 7.2 09 Bia ya O pe ras ion al 81 .26 3.3 53 26 7.6 49 .23 0 15 6.4 71 .76 9 16 9.5 50 .35 8 14 8.5 67 .87 1 24 9.8 30 .17 1 20 2.0 03 .03 0 21 6.3 57 .68 9 15 8.7 88 .72 3 17 3.9 44 .99 3 20 9.8 71 .14 7 19 9.4 00 .97 6 2.2 33 .69 9.3 10 TO TA L P EN GE LU AR AN 91 .23 3.3 53 39 6.6 74 .58 7 23 2.9 12 .60 0 26 5.7 90 .53 6 23 0.2 83 .71 7 33 7.8 66 .15 3 24 9.7 69 .70 8 27 5.9 66 .88 0 23 1.6 97 .95 3 41 5.2 85 .38 0 30 3.0 46 .57 5 38 1.3 19 .07 7 3.4 11 .84 6.5 19 Su rpl us / D efi sit Bu lan in i 22 3.6 00 .91 0 (30 .26 6.6 34 ) 29 .53 0.7 17 (13 3.7 20 .30 8) (24 .43 0.5 01 ) 22 .52 0.2 50 (81 .16 8.5 00 ) 11 8.2 22 .80 0 (11 8.2 14 .53 1) (99 .18 5.6 26 ) 14 3.4 36 .20 8 16 .79 2.6 87 67 .11 7.4 72 Sa ldo Bu lan Se be lum ny a 18 4.4 94 .44 3 40 8.0 95 .35 3 37 7.8 28 .71 9 40 7.3 59 .43 6 27 3.6 39 .12 8 24 9.2 08 .62 7 27 1.7 28 .87 7 190.560.377 30 8.7 83 .17 7 19 0.5 68 .64 6 91 .38 3.0 20 23 4.8 19 .22 8 18 4.4 94 .44 3 NE T SU RP LU S/D EF ISI T 40 8.0 95 .35 3 37 7.8 28 .71 9 40 7.3 59 .43 6 27 3.6 39 .12 8 24 9.2 08 .62 7 27 1.7 28 .87 7 19 0.5 60 .37 7 30 8.7 83 .17 7 19 0.5 68 .64 6 91 .38 3.0 20 23 4.8 19 .22 8 25 1.6 11 .91 5 25 1.6 11 .91 5 *** ) Es tim asi bi asi sw a p res tas i se me ste r g an jil da n g en ap LA PO RA N PE NE RI MA AN D AN PE NG EL UA RA N TA HU N 20 16 /20 17 EST IMA SI CA SH FL OW TA HU N 20 16 (DA LAM RU PIA H) * ) Es tim asi m ah asi sw a b aru ta hu n a ka de mi k 2 01 6/2 01 7 ** ) Tin gk at DO ra ta-rat a 2 0%

(10)

2. Analisis Data

Dalam penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran tahun 2016 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma didapatkan data-data yang berkaitan dengan sumber pendapatan dan pengeluaran yang terjadi selama tahun 2016. Sumber-sumber tersebut didapat dari :

a) Sumber pendapatan Pendapatan Usaha:

1) Penerimaan SPP didapat dari iuran semester mahasiswa. 2) Penerimaan wisuda didapatkan dari pembayaran uang wisuda

mahasiswa yang akan mengikuti wisuda.

3) Penerimaan uang ujian diperoleh dari pembayaran uang ujian bagi mahasiswa yang akan mendaftar ujian sidang skripsi.

Pendapatan diluar usaha :

1) Pendapatan bunga diperoleh dari bunga yang terdapat di bank atas tabungan.

2) Pendapatan lain-lain didapatkan dari berbagai sumber yang diterima oleh Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Jayakusuma seperti sumbangan dari donatur, denda keterlambatan pengembalian buku, denda keterlambatan pembayaran cicilan semester, dll.

b) Sumber biaya

1) Biaya kegiatan akademis, biaya tersebut diperoleh dari berbagai kegiatan akademis seperti honor dosen, biaya ujian, biaya pembelian text book, biaya event, biaya rapat, dan biaya kegiatan mahasiswa.

(11)

2) Biaya operasional, biaya tersebut diperoleh atau didapatkan dari semua kegiatan operasional seperti, biaya marketing, biaya asuransi, biaya listrik air dan telepon, biaya gaji pegawai dan semua biaya yang berkaitan dengan operasinal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

Jayakusuma. c) Surplus/ Defisit

Dalam penyajian laporan keuangan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi hasil akhir yang diperoleh adalah Surplus/ Defisit, saldo surplus apabila total pendapatan yang diterima setelah dikurangkan dengan biaya-biaya akademis dan operasional mendapatkan nilai sisa pendapatan, sebaliknya jika total pendapatan yang diterima lebih kecil dibanding jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan akademis dan operasional maka saldo akhir menunjukan difisit.

Contoh perhitungan surplus/defisit :

= Pendapatan usaha – (Biaya Akademis + Biaya Operasional) = Rp.398.111.764 – (Rp. 181.918.101 + Rp. 199.400.976) = Rp. 398.111.764 – Rp. 381.319.077

= Rp. 16.792.687,-

Dari hasil diatas, diketahui bahwa jumlah pendapatan usaha setelah dikurangi biaya-biaya operasional mendapatkan nilai sisa (surplus) sebesar Rp. 16.792.687,- .

(12)

Contoh perhitungan surplus/defisit :

= Pendapatan usaha – (Biaya Akademis + Biaya Operasional) = Rp. 316.099.754 – (Rp. 241.340.387 + Rp. 173.944.993) = Rp. 316.099.754 – Rp. 415.285.380

= (Rp. 99.185.626)

Dari hasil diatas, diketahui bahwa jumlah pendapatan usaha lebih kecil dibandingkan jumlah biaya-biaya operasional, sehingga saldo akhir yang diperoleh perusahaan mengalami defisit sebesar Rp.

99.185.626,-.

d) Pajak Pengahasilan Terutang

Pajak Penghasilan Terutang yang dibayarkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma diperoleh dari perhitungan final 1% setiap bulannya dari penghasilan bruto yang diterima.

(13)

C. Pembahasan dan Hasil Penelitian

Menghitung Besarnya Pajak Penghasilan Terutang Menggunakan Tarif Final 1%

Tabel 4.3

Perhitungan Pajak Terutang Final 1% Tahun 2016

Hasil dari penghasilan bruto sebesar Rp. 3.309.293.700,- didapatkan dari penghasilan bruto perbulan, yang kemudian dikalikan dengan tarif 1%, sehingga menghasilkan jumlah pajak penghasilan terutang dengan menggunakan perhitungan Tarif Final 1% PP No. 46 Tahun 2013 sebesar Rp. 33.092.937

Dari tabel perhitungan PPh Final 1% diatas dapat diperoleh grafik jumlah PPh terutang per bulan selama tahun 2016 sebagai berikut :

Nomor Bulan Peredaran Bruto

Per Bulan Tarif Pajak PPh Terutang Per Bulan 1 Januari Rp 313.186.500 1% Rp 3.131.865 2 Februari Rp 364.967.000 1% Rp 3.649.670 3 Maret Rp 260.804.500 1% Rp 2.608.045 4 April Rp 130.439.500 1% Rp 1.304.395 5 Mei Rp 204.868.000 1% Rp 2.048.680 6 Juni Rp 358.849.500 1% Rp 3.588.495 7 Juli Rp 167.502.500 1% Rp 1.675.025 8 Agustus Rp 393.029.000 1% Rp 3.930.290 9 September Rp 112.609.000 1% Rp 1.126.090 10 Oktober Rp 315.146.700 1% Rp 3.151.467 11 November Rp 445.207.000 1% Rp 4.452.070 12 Desember Rp 242.684.500 1% Rp 2.426.845 Rp 3.309.293.700 Rp 33.092.937 Jumlah

(14)

Gambar 4.3

Grafik PPh Terutang STIE Jayakusuma Tahun 2016

Dari gambar grafik diatas mengenai PPh Terutang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma selama tahun 2016 dapat dijelaskan bahwa besarnya Pajak penghasilan terutang di tahun 2016 terjadi fluktuatif, dimana jumlah PPh terutang terkecil pada tahun 2016 tersebut ada di bulan September 2016 yaitu sebesar Rp. 1.126.090,-, sedangkan jumlah PPh terutang terbesar pada tahun 2016 tersebut ada di bulan November 2016 yaitu sebesar Rp. 4.452.070,-. Rp3.131.865 Rp3.649.670 Rp2.608.045 Rp1.304.395 Rp2.048.680 Rp3.588.495 Rp1.675.025 Rp3.930.290 Rp1.126.090 Rp3.151.467 Rp4.452.070 Rp2.426.845

PPh Terutang Tahun 2016

(15)

Peredaran bruto dari bulan Januari sampai dengan Desember 2016 sebesar Rp. 3.309.293.700,- belum mencapai Rp. 4.800.000.000,- ini berarti STIE Jayakusuma sudah sesuai dalam melakukan pencatatan dan perhitungan PPh Terutang yaitu dengan tarif final 1% sesuai dengan PP Nomor 46 Tahun 2013. Besarnya pajak penghasilan terutang menggunakan perhitungan tarif final 1% yang diatur dalam PP Nomor 46 Tahun 2013 adalah sebesar Rp. 33.092.937,- hasil ini didapatkan dari peredaran bruto setiap bulan yang dikalikan dengan tarif final 1%. Dari hasil perhitungan diatas dapat diperoleh juga hasil yang menunjukan bahwa :

1. Dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013, maka perhitungan Pajak Penghasilan terutang yang dibayarkan setiap bulannya lebih pasti karena dihitung langsung dari ralisasi penerimaan perbulan dengan dikalikan 1%, sehingga pada akhir tahun jumlah pembayaran dan pajak penghasilan terutang yang disetorkan nilainya sama, kondisi ini bisa dilihat dari setoran pajak tahunan yang dilampirkan dalam penelitian ini.

2. Perhitungan pajak terutang dengan menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 lebih efisien dan efektif karena sesuai dengan setoran yang dibayarkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma setiap bulannya, sehingga tidak perlu menggunakan perhitungan atau data yang lainnya, kondisi ini dapat

(16)

dilihat dari perhitungan PPh terutang sangat cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam proses perhitungan, penyetoran dan pembayaran PPh terutang di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakusuma.

Referensi

Dokumen terkait

Pada pengujian amatan (Visual lnpection) ketiga jenis ayunan yang berbeda tidak menghasilkan cacat yang tidak diterima berdasarkan A WS D1 .1 , 1998 pada daerah

1) Nilai CINR tertinggi didapat di lokasi Tol Padalarang-1 dengan nilai 31 dB pada modulasi 64 QAM– 3/4. Sedangkan nilai CINR terendah berada di lokasi Tol Padalarang- 2

Kondisi yang demikian juga dibuktikan dari analisis PCA (Gambar 3) yang mengindikasikan pemilihan habitat kedua jenis tersebut berbeda, ada kemungkinan kedua jenis tersebut

Dari basil identifikasi dengan kromatrografi lapis tipis, spektrofotometri ultraviolet dan uji aktivitas peredarn radikal bebas terhadap DPPH dapat disimpulkan bahwa

WP yang memiliki peredaran bruto tertentu dan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) final berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan

Berdasarkan hasil tersebut, diinterpretasikan bahwa variabel-variabel independen, yaitu struktur modal (X1), inflasi (X2), suku bunga (X2) dan nilai tukar (X3), memiliki

Dengan adanya perangkat pembelajaran tematik yang dikembangkan berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kegiatan peserta didik (LKPD) ini dapat

Kolonialisme berarti sebuah sistem politik yang bertujuan untuk menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.. Berbeda dengan