• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MELALUI KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI HIDROKARBON KELAS X SMAN 1 BIREUEN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MELALUI KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI HIDROKARBON KELAS X SMAN 1 BIREUEN."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

v

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang

Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya yang begitu luar biasa sehingga

penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat waktu yang berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Kombinasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dengan Problem Solving Pada

Materi Hidrokarbon Kelas X SMAN 1 Bireuen Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi

ini ditujukan sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Strata Satu (S-1) jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Alam.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dra.

Ida Duma Riris, M.Si., selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah meluangkan

waktu dan memberikan ilmunya untuk memberikan arahan dan bimbingan yang

sangat membantu dalam penulisan skripsi ini. Kepada Bapak Agus Kembaren

S.Si.,M.Si., Ibu Dra. Hafni Indriati Nasution, M.Si., dan Ibu Dra. Murniaty

Simorangkir, M.S selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dalam

penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak

Prof. Dr. Albinus Silalahi, M.S., selaku dosen pembimbing akademik penulis

selama kuliah di jurusan kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Medan yang telah membantu memberikan saran dalam

penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih kepada Bapak Drs. Jamalum Purba,

M.Si., selaku Ketua Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Alam Universitas Negeri Medan. Ibu Dra. Ani Sutiani, M. Si., selaku Ketua Prodi

Pendidikan Kimia, serta kepada seluruh Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan

Kimia FMIPA UNIMED yang sudah membantu penulis. Ucapan terima kasih

kepada Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bireuen yang telah memberikan

izin kepada penulis untuk melakukan penelitian skripsi ini, serta guru kimia dan

staf pegawai yang telah meluangkan waktunya dalam penelitian skripsi ini.

Ucapan terima kasih yang teristimewa kepada kedua orang tua saya Ayahanda

(3)

vi

dorongan dan motivasi serta bantuan moril maupun material kepada penulis.

Ucapan terima kasih juga buat kedua adik yang sangat saya sayangi Johandi dan

Diah Ramadhani yang telah memberikan dukungan dan doanya, serta terima kasih

buat bunda saya Siti Zubaidah S.Pd, almh. Lindawati, dan abit saya Ridwansyah

yang tak pernah bosan memberikan doa, dukungan serta bantuannya kepada saya .

Terspesial buat sahabat- sahabat tercinta Fitri Anggraini, Gadis Sintiya Andriani,

Fariz, Liasirli Muslim, Fadli Ramadhan, Agus Hendry T., Alvinoza Elhaya dan

Robi Suhaimi serta semua teman- teman kelas Pendidikan Kimia Reg. A 2009

serta sahabat satu kostku Inda Ramadhani terimakasih atas dukungan , bantuan

serta doa kalian. Dan juga ucapan terima kasih tak lupa penulis ucapkan untuk

seluruh staff PHKI atas doa dan dukungannya.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan baik

dari segi isi dan maupun tata bahasa dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu,

penulis menerima dengan hati terbuka setiap kritik dan saran yang membangun

demi perbaikan skripsi ini untuk memperkaya khasanah ilmu pendidikan.

Semoga rahmat dan karunia Allah Yang Maha Esa selalu menyertai kita.

Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih, dan

semoga skripsi ini bermanfaat dalam dunia pendidikan secara khusus bagi penulis.

Medan, Juli 2013

Penulis

(4)

vii

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar v

Daftar Isi vii

Daftar Gambar ix

Daftar Tabel x

Daftar Lampiran xi

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 4

1.3. Rumusan Masalah 5

1.4. Batasan Masalah 5

1.5. Tujuan Penelitian 5

1.6. Manfaat Penelitian 6

1.7. Defenisi Operasional 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7

2.1. Kerangka Teoritis 7

2.1.1. Pengertian Belajar dan Hasil Belajar 7

2.1.2. Prinsip – Prinsip Belajar 9

2.1.3. Motivasi Belajar 11

2.1.4. Pembelajaran Kooperatif 13

2.1.5.Pengertian STAD 15

2.1.6. Pengertian Problem Solving 17

2.1.7 Materi ajar 18

2.2. Kerangka Konseptual 28

2.3. Hipotesis Penelitian 30

BAB III METODE PENELITIAN 31

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 31

3.2. Populasi dan Sampel 31

3.3. Variabel Penelitian 31

3.4. Instrumen Penelitian 32

3.5. Teknik Pengumpulan Data 32

3.6. Prosedur Penelitian 35

3.7. Tekhnik analisis Data 38

BAB IV PEMBAHASAN 40

4.1 Hasil Penelitian 40

4.1.1 Analisis Data Instrumen Penelitian 40

4.1.2 Deskripsi Data Hasil Penelitian 41

(5)

viii

4.2.1 Uji Normalitas 43

4.2.2 Uji Homogenitas 44

4.2.3 Persen Peningkatan Hasil Belajar 44

4.2.4 Uji Normalitas Gain 45

4.2.5 Uji Homogenitas Gain 45

4.2.7.Uji Hipotesis 46

4.3 Pembahasan 46

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 52

5.1 Kesimpulan 52

5.2 Saran 52

(6)

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Deret homolog Alkana 21

Tabel 2.2 Nama, Rumus Struktur 5 Deret Pertama Senyawa Alkena 22 Tabel 2.3 Beberapa Data Fisis Alkana Rantai Lurus 24

Tabel 2.4 Beberapa Data fisis Alkena 25

Tabel 2.5 Beberapa Data Fisis Alkuna 25

Tabel 3.1 Rancangan Peneltian 35

Tabel 4.1 Rata-rata, Standar Deviasi dan Varians Data 41 Tabel 4.2 Rata-rata, Standar Deviasi dan Varians Data 45 Tabel 4.3 Pengujian Normalitas Data Pretest Dan Posttest 43

Tabel 4.4 Uji Homogenitas 44

Tabel 4.5 Persen Peningkatan Hasil Belajar Siswa 44 Tabel 4.6 Uji Normalitas Data Gain Kelas Eksperimen dan Kontrol 45

(7)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 3.1 Skema Rancangan Penelitian 37

(8)

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan sarana tepat untuk mencapai sumber daya manusia

yang berkualitas.Dalam dunia pendidikan saat ini, peningkatan kualitas

pembelajaran baik dalam penguasaan materi maupun metode pembelajaran selalu

diupayakan, namun belum menunjukkan hasil yang signifikan. Kimia sebagai

salah satu cabang IPA yang berkaitan dengan fenomena alam menuntut

pembelajar menguasai konsep maupun produk IPA lainnya serta dapat

menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, fakta di lapangan

menunjukkan bahwa untuk mata pelajaran Kimia, sekitar 55% siswa SMA Negeri

1 Bireuen mendapatkan nilai di bawah KKM atau kurang dari 65. Padahal, siswa

dituntut untuk memenuhi KKM dengan nilai minimal 75 untuk mata pelajaran

Kimia.

Hasil pengamatan peneliti di lapangan dalam proses pendidikan Kimia

menunjukkan beberapa kendala, antara lain :

1. Kurangnya partisipasi guru dalam merancang dan menerapkan berbagai

metode yang relevan dengan situasi kelas,

2. Sistem evaluasi yang tidak berdimensi diagnostik untuk mencari penyebab

sulitnya siswa memahami mata pelajaran kimia,

3. Adanya motivasi yang rendah dalam diri siswa karena metode

pembelajaran yang selama ini dikembangkan tidak membuat siswa itu

sendiri tertarik dan merasa takjub bahwa fenomena kimia di sekitarnya

begitu mempesona untuk dipelajari

4. Masih banyaknya siswa yang terpaksa menghafal pelajaran karena

penjelasan guru tidak membantu siswa untuk mendeskripsikan kimia

secara benar. Selain itu, faktor yang sangat menentukan prestasi belajar

siswa adalah motivasi siswa itu sendiri untuk berprestasi.

Sering dijumpai siswa yang memiliki intelegensi yang tinggi tetapi

prestasi belajar yang dicapainya rendah, akibat kemampuan intelektual yang

(9)

2

agar kemampuan intelektual yang dimiliki siswa dapat berfungsi secara optimal

adalah adanya motivasi untuk berprestasi tinggi dalam dirinya. Motivasi

merupakan perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan

afektif dan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan dan merupakan bagian dari

belajar(http://www.depdiknas.go.id/jurnalU36/tingkatan pemahaman siswa html).

Dari hasil diskusi peneliti dengan guru kimia SMA Negeri 1 Bireuen

terungkap bahwa guru mata pelajaran kimia juga kesulitan dalam menyampaikan

materi kimia karbon ini pada siswa. Mereka sukar mencari metode, strategi dan

pendekatan yang tepat dalam pembelajaran materi tersebut, dengan alasan

ketidakmampuan siswa mengembangkan nalarnya untuk menggambarkan rumus

struktur dari senyawa karbon, dan ketidakmampuan siswa dalam menguasai

konsep dasar untuk menuliskan reaksi yang terjadi antara dua senyawa karbon.

Untuk itu, sangat diperlukan suatu kondisi belajar bermakna yang dapat

menjadikan siswa dapat memahami konsep kimia karbon tersebut.dan pada

akhirnya peneliti dan guru kimia mencoba menerapkan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD dan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran kimia

untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan juga mampu meningkatkan aktivitas

siswa selama pembelajaran berlangsung.

Dalam pelaksanaan model pembelajaran STAD, siswa diajak untuk belajar

kelompok yang mana kelompok tersebut berasal dari tingkat kecerdasan dan jenis

kelamin atau disebut kelompok disusun secara heterogen. Tujuan dari pembagian

kelompok dengan ketentuan tersebut adalah agar dalam satu kelompok tersebut

terdapat siswa yang lebih unggul sehingga apabila ada anggota kelompok yang

mengalami kesulitan, siswa unggul tersebut dapat membantu menyelesaikannya.

(Parwanti, R. 2007)

Selain penggunaan model pembelajaran STAD guru juga dapat

menggunakan metode pembelajaran problem solving atau yang lebih dikenal

dengan metode pemecahan masalah. Metode pemecahan masalah (problem

solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan

melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau

(10)

3

bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang

pada dasarnya adalah pemecahan masalah. (Sulistiana, D. 2008)

Dari penelitian-penelitian sebelumya dengan menggunakan model paduan

problem solving dan STAD pada pokok bahasan yang bersifat abstrak telah

memberikan pengaruh yang signifikan. Seperti penelitian yang dilakukan oleh

Devita Sulistiana (2008) dengan judul penelitian “Keefektifan Penerapan Paduan

Model Pembelajaran Problem Solving Dan Kooperatif Tipe STAD untuk

Meningkatkan Hasil Belajar dan Berpikir Kritis” menyatakan peningkatan

kemampuan berpikir kritis siswa memberikan hasil yang lebih baik daripada

model pembelajaran kooperatif tipe STAD atau Problem Solving saja. Persepsi

siswa terhadap penerapan pembelajaran PS-STAD secara umum adalah positif.

Dari 39 siswa, 34 siswa memberikan persepsi positif (87,18%), sedangkan 5 siswa

memberikan persepsi yang negatif (12,82%). Dimana Penelitian tersebut

menggunakan penelitian eksperimen.

Selanjutnya Zumrotul Ahbab (2010) ”Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan

Hidup Dalam Setting Model Pembelajaran Kooperatif STAD Sebagai Upaya

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Kimia Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan”. Hasil penelitian yaitu pelaksanaan pembelajaran kimia yang diatur dengan STAD dapat meningkatkan kemampuan pelaksanaan kecakapan

hidupsiswa XI IIA 3 SMA Negeri 1 Batang dimana persentase pelaksanaan aspek

kecakapan hidup siswa secara keseluruhan mencapai 68,04% siklus I, siklus II

meningkat menjadi 76,49% dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 82,55%.

Pada siklus I, ketuntasan belajar klasikal sebesar 81,82% dengan nilai rata-rata

hasil belajar 80,69. Pada siklus II, menjadi 96,97% dan 83,88. Pada siklus III,

menjadi 100% dan 93,69.

Kemudian Niarajab Lahagu (2010) “Meningkatkan Motivasi dan Hasil

Belajar Siswa Pada Materi Termokimia Melalui Paduan Model Pembelajaran

Kooperatif Tipe STAD dan Problem Solving di Kelas XI IPA SMA Negeri 3

Gunung-Sitoli”. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan paduan

(11)

4

meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dari hasil

observasi aktivitas siswa pada tindakan I sebesar 72,3% (kategori baik), pada

tindakan II sebesar 81,8% (kategori sangat baik), pada tindakan III sebesar 91,2%

(kategori sangat baik)

Renita Tri Parwanti (2007) “Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X Dengan Menggunakan Kombinasi Metode Student Teams Achivement Division

(Stad) Dan Structure Exercise Methode (Sem) Di Sma N 16 Semarang”. Dari hasil

penelitian ini menyimpulkan penggunaan kombinasi metode Student Teams

Achivement Division (STAD) dan Structure Exercise Methode (SEM) dapat

meningkatkan hasil belajar kimia siswa kelas X-5 SMA N 16 Semarang, sehingga

mencapai standar ketuntasan belajar secara klasikal yang diharapkan yaitu sebesar

85 %.

Sri Pusporini (2012) “Pembelajaran Kimia Berbasis Problem Solving

Menggunakan Laboratorium Riil Dan Virtuil Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan

Kemampuan Berpikir Kritis Siswa” hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1)

pembelajaran kimia berbasis problem solving menggunakan lab riil dan virtuil

dapat diterapkan pada materi laju reaksi; (2) kemampuan berpikir kritis

memberikan konstribusi positif terhadap prestasi belajar siswa; (3) pembelajaran

kimia berbasis problem solving dengan lab riil lebih tepat digunakan pada siswa

yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti mencoba mengambil penelitian

dengan judul ”Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Kombinasi Model PembelajaranKooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) DenganProblem Solving Pada Materi Hidrokarbon Kelas X SMAN 1 Bireuen Tahun Ajaran 2012/2013”

1.2 Identifikasi Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah di atas, identifikasi masalah dalam

(12)

5

1. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor

model pembelajaran yang digunakan.

2. Dalam proses belajar mengajar di sekolah, metode dan model

pembelajaran yang diterapkan kurang bervariasi dan belum dilaksanakan

secara maksimal metode konvensional masih mendominasi dalam

pembelajaran.

3. Kurangnya motivasi siswa di dalam belajar

4. Dalam proses belajar mengajar keaktifan siswa dalam kegiatan belajar

masih kurang karena pusat pembelajaran masih terletak pada kegiatan guru

5. Kurangnya interaksi dan kerja sama antara sesama siswa dalam kegiatan

belajar sehingga siswa cenderung bersifat individualis

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

Apakah peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar melalui

kombinasi model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan Problem Solving

lebih besar daripada hasil belajar kimia siswa tanpa kombinasi model

pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Problem Solving?

1.4 Batasan Masalah

Sesuai dengan uraian di atas, maka penelitian ini hanya dibatasi dengan

kombinasi penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan

Problem Solving pada materi Hidrokarbon kelas X SMA Negeri 1Bireuen tahun

ajaran 2012/2013

1.5 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Mengetahui apakah peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar

melalui kombinasi model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan

(13)

6

kombinasi model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Problem

Solving

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari diadakannya penelitian ini adalah:

1. Memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih memahami materi

Hidrokarbon

2. Memberikan gambaran dan informasi kepada guru tentang model

pembelajaran kooperatif dalam peningkatan hasil belajar siswa.

3. Sebagai bahan masukan kepada guru pada umumnya dan bagi peneliti

khususnya sebagai calon guru dalam usaha mengatasi kesulitan siswa

dalam mempelajari Hidrokarbon

4. Sebagai informasi dan perbandingan bagi peneliti lain yang akan

melakukan penelitian yang berhubungan dengan metode dan pembelajaran

1.7 Definisi Operasional

Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu model

pembelajaran kooperatif yang paling sederhana yang dikembangkan oleh Robert

Slavin. Model pembelajaran ini lebih menekankan pada berbagai ciri pelajaran

dan juga merupakan model yang mudah untuk diterapkan pada pelajaran sains.

Seperti dalam kebanyakan model pembelajaran kooperatif, model STAD

didasarkan pada prinsip bahwa siswa bekerja sama- sama dalam belajar dan

bertanggung jawab terhadap belajar teman dan dirinya sendiri

Metode pembelajaran Problem Solving merupakan upaya individu atau

kelompok untuk menemukan jawaban berdasarkan pengetahuan, pemahaman,

keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya dalam rangka memenuhi tuntutan

situasi yang tak lumrah.. Konsep konstruktivisme nampak jelas menjadi dasar

pijakan metode pembelajaran problem solving ini.

Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kemampuan dalam diri

siswa berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang bersifat efektif, efisien

(14)

53

DAFTAR PUSTAKA

Ahbab, Z. 2010. Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Setting Model Pembelajaran Kooperatif STAD sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Kimia Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. (http://lib.unnes.ac.id/10409/1/11672_A.pdf) Diakses tanggal 7 Februari 2013

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta

Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta

http://www.depdiknas.go.id/jurnalU36/tingkatan pemahaman siswa html(diakses tanggal 8 Februari 2013

Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Istarani. 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan : Media Persada

Lahagu, N. 2010. Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Termokimia Melalui Paduan Model Pembelajaran Kooperatif Ti-pe STAD dan Problem Solving di Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Gunungsitoli (http://pasca.um.ac.id/wp-content/uploads/2010/01/9-kumpul-abstrak-KIM-S2-2.doc).(Diakses tanggal 15 Februari 2013)

Meltzer. 2002. The Relationship Between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gain In Physics : A Possible “Hidden Variable” In Diagnostic Pretest Scors American Jurnal Physics : 70 ( 12) (1259. 1267)

Octavianti, S. 2009 .Pembelajaran Problem Solving Dan Learning Cycle Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Metakognisi Siswa.

(http://blog.tp.ac.id/wp-content/uploads/4922/download-isi-makalah-fix.doc)(diakses tanggal 8 Februari 2013)

Parwanti, R. 2007. Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X dengan Menggunakan Kombinasi Student Team Acvievement Divission (STAD) dan Structure Exercise Methode (SEM) di SMA Negeri 16

Semarang.(http://mgmpkimpati.files.wordpress.com/2011/08/ptk-unes_2.pdf) (diakses tanggal 7 Februari 2013)

(15)

54

Purba, M. 2006. Kimia untuk SMA Kelas X, Erlangga, Jakarta.

Rusman. 2010. Model – Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta : Rajawali Pers

Silitonga, P. M. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan.Medan : Unimed Press

Silitonga, P.M. 2010. Satistika Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, FMIPA

UNIMED, Medan

Situmorang, M. 2009. Buku Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan, FMIPA, Unimed, Medan.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta

Sudarmo, U. 2007. Kimia Untuk SMA Kelas X. Jakarta : Phibeta

Sulistiana, D. 2008. Keefektifan Penerapan Paduan Model Pembelajaran Problem Solving Dan Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Berpikir Kritis. (http://blog.tp.ac.id/pdf/tag/jurnal-model-pembelajaran-stad.pdf.) (diakses tanggal 7 Februari 2013)

Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Sutresna, N. 2007, Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas X, Grafindo, Bandung.

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana

Winkel, W.S. 2007.Psikologi Pengajaran. Yogyakarta : Media Abadi

Gambar

Gambar 3.1 Skema Rancangan Penelitian   Gambar 4.1 Diagram Batang Hasil belajar Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian inaktivasi in situ memberikan fakta empiris mengenai efektivitas ameliorasi bahan organik dan dolomit serta pemupukan NPK pada dosis rasional untuk budidaya

Kromatogram Gambar 15 memperlihatkan bahwa secara kuantitatif produk isomerisasi eugenol dengan radiasi gelombang mikro tanpa pelarut lebih besar daripada menggunakan

Pada kawasan Kabupaten Magelang yang termasuk dalam kawasan rawan bencana letusan gunung berapi, prinsip dasar penentuan pola ruang pada kawasan rawan letusan gunung berapi

Di dalam bilik terjadi percampuran darah antara darah yang banyak mengandung karbondioksida dari serambi kanan dengan darah yang banyak mengandung oksigen

Dari uraian diatas, maka penulis bermaksud untuk membuat suatu Sistem Informasi Wisma dan Reservasi Kamar berbasis web yang efektif dan efisien yang dapat meningkatkan

Buku Morfologi dan Sintaksis Bahasa Massenrempulu mi semula merupakan naskah laporan penelitian yang berjudul "Morfologi clan Sintaksis Bahasa Massenrempulu", yang

Dalam penyampaiannya kepada siswa, para guru cenderung menggunakan menggunakan metode nasihat, ceramah dan tanya jawab. Metode nasihat dapat digunakan ketika anak

Oleh sebab itu diusulkan metode Voting based Extreme Learning Machine (V-ELM) untuk mengatasi kelemahan dari ELM sehingga diharapkan memiliki akurasi yang lebih