TUGAS AKHIR
PRARANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHIDA
DARI METANOL DAN OKSIGEN DENGAN PROSES DB. WESTERN
KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN
Diajukan Guna Melengkapi Persyaratan Dalam Menyelesaikan Pendidikan
Tingkat Strata Satu Di Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Oleh :
DIAN NUR HAYATI
D 500 100 046
Dosen pembimbing :
1.
Ir. Nur Hidayati, MT, PhD
2.
Emi Erawati, ST. M Eng
JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
INTISARI
Prarancangan pabrik urea formaldehida dibuat dengan mereaksikan metanol
dan oksigen dengan bantuan katalisator
iron molybdenum
oxide
reaksi berlangsung
pada suhu 240-397,58°C dan tekanan 1,2 atm serta reaksi bersifat eksotermis.
Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat tiap
tahunnya, dan masih mengimpor dari produsen luar negeri, maka dirancang pabrik
urea formaldehida dengan kapasitas 40.000 ton/tahun dengan bahan baku metanol
2098,818 kg/jam dan oksigen 2615,187 kg/jam. Pada utilitas terdiri dari unit
pengadaan air sebesar 53659,35 kg/jam, listrik sebesar 700 kW, bahan bakar sebesar
82,79 L/jam, steam sebesar 3316,86 kg/jam, udara bertekanan sebesar 100 m
3/jam,
laboratorium, dan pengolahan limbah. Pabrik urea formaldehida didirikan diatas
lahan seluas 48.732 m
2dengan jumlah karyawan sebanyak 165 orang.
Dari hasil analisis ekonomi diperoleh keuntungan sebelum pajak sebesar Rp
305.779.052.450 dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp 214.045.336.715. Dengan
hasil analisis kelayakan sebagai berikut
Percent Return On Investment
(ROI)
sebelum pajak sebesar 70,58% dan setelah pajak sebesar 49,41%
Pay Out Time
(POT) sebelum pajak sebesar 1,24 tahun sedangkan setelah pajak sebesar 1,68 tahun.
Break Even Point
(BEP) sebesar 38,56% dan Shut Down Point (SDP) sebesar
29,42%.
Discounted Cash Flow
(DCF) sebesar 48,70%. Berdasarkan data diatas
maka pabrik urea formaldehida dari metanol dan oksigen ini layak untuk didirikan.
HALAMAN PENGESAHAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK KIMIA
Nama
: Dian Nur Hayati
NIM
: D 500 100 046
Judul tugas prarancangan pabrik
: Prarancangan Pabrik Urea Formaldehida dari
Metanol dan Oksigen dengan Proses DB.
Western Kapasitas 40.000 Ton/Tahun
Dosen Pembimbing
: 1. Ir. Nur Hidayati, MT.,PhD
2.
Emi Erawati ST. M.Eng
Surakarta, Juli 2014
Menyetujui,
Dosen Pembimbing I
Ir. Nur Hidayati, MT.,PhD.
NIK : 975
Dosen Pembimbing II
Emi Erawati ST. M.Eng
NIK : 989
Mengetahui,
Dekan Teknik
Ir. Sri Sunaryono M.T., Ph.D.
NIK : 682
Ketua Jurusan
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia sebagai negara berkembang banyak melakukan pembangunan salah satunya adalah pembangunan di sektor industri kimia. Ketergantungan terhadap impor luar negeri masih lebih besar dibandingkan ekspornya. Ketergantungan impor ini menyebabkan devisa negara berkurang, sehingga diperlukan suatu usaha untuk menanggulangi ketergantungan terhadap impor, dengan mendirikan pabrik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri merupakan salah satu solusi yang perlu dikembangkan. Dengan berdirinya pabrik akan menghemat devisa negara dan membuka peluang berdirinya pabrik lainnya yang menggunakan produk pabrik tersebut, dapat membuka kesempatan untuk alih teknologi, membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan asli daerah setempat.
Urea formaldehida merupakan resin yang termasuk jenis thermosetting yang terbentuk dari reaksi antara urea dengan formaldehida. Industri – industri yang memanfaatkan urea formaldehida sebagai bahan baku utama ataupun bahan baku pendukung semakin bertambah sedangkan industri yang memproduksi urea formaldehida tidak bertambah, yaitu berkisar 568.400 ton/tahun sehingga kebutuhan dipenuhi dari luar negeri.
Dengan ketersediaan bahan baku metanol yang melimpah untuk memproduksi formaldehida dan kebutuhan formaldehida yang meningkat
tiap tahunnya maka sangat memungkinkan untuk mendirikan pabrik urea formaldehida di Indonesia.
1.2. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian adalah sebagai berikut:
1. Mengurangi ketergantungan impor terhadap urea formaldehida
2. Memanfaatkan banyaknya industri yang menggunakan urea formaldehida di Indonesia sebagai tempat pemasaran yang sesuai
3. Memenuhi kebutuhan urea formaldehida dalam negeri dan membantu menambah pendapatan Negara serta lapangan kerja bagi masyarakat
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Kebutuhan Urea Formaldehida Kebutuhan urea formaldehida di Indonesia cukup banyak. Tabel 1.1. menyajikan data impor urea formaldehida di Indonesia dari tahun 2009 – 2012.
Tabel 1.1. Data Impor Urea Formaldehida di Indonesia Tahun 2009 – 2012
Tahun Kebutuhan ( ton/thun) 2009 1577,639
2010 3650,832 2011 4959,438 2012 6109,797
[image:4.595.334.516.549.629.2]Gambar 1.1 Impor Urea Formaldehida di Indonesia Tahun 2009 -2012
Dari persamaan y = 1490x – 3×106, besarnya impor urea formaldehida di Indonesia untuk tahun 2020 adalah sebesar 9.800 ton, sehingga akan dirancangan pabrik berkapasitas 40.000 ton/tahun dengan harapan dapat memberikan konstribusi dalam pemenuhan kebutuhan urea formaldehida di Indonesia dan minimalisasi impor untuk beberapa tahun mendatang.
Pemilihan lokasi pabrik didasarkan pada pertimbangan, dekat dengan bahan baku, pelabuhan, dan pemasaran produk ketersediaannya tenaga ahli, listrik, dan lahan untuk perluasan pabrik, maka lokasi pabrik urea formaldehida akan didirikan di Bontang, Kalimantan Timur.
2.2.Proses Produksi Urea
Formaldehida
Dalam prarancangan pabrik urea formaldehida terbagi menjadi dua plant, yaitu unit formaldehida plant dan unit urea formaldehida plant.
A. Unit Formaldehida Plant
Proses pembuatan formaldehida ada beberapa macam, yaitu:
1) Proses Hidrokarbon
2) Proses Konveksi Sempurna Metanol 3) Proses Incomplete Conversion And
Destillative Recovery Of Metanol
(ICDRM)
4) Proses DB. Western
Dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing proses maka dipilih pembuatan formaldehida dengan proses DB.Western dengan pertimbagan umur katalis yang lebih panjang konversi yang tercapai 99% dan selektivitas formaldehida 94%. Reaktor yang digunakan jenis fixed bed multitube
dengan bantuan katalis iron molybdenum oxide dan Dowterm A sebagai pendingin. Reaksi dalam reaktor terjadi pada tekanan 1,2 atm dan pada suhu 240°C dengan fase reaksi gas-gas perbandingam mol etanol dan oksigen adalah 1:2,2.
B. Unit Urea Formaldehida Plant
Proses pembuatan urea formaldehida terjadi di dalam absorber. Proses ini merupakan tahap pembentukan monomer metilolurea yang merupakan reaksi metiolasi.
Proses pembuatan urea formaldehida berlangsung di absorber. Dalam absorber
y = 1490,x - 3E+06 R² = 0,979
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000
2008 2009 2010 2011 2012 2013
K
ap
asi
tas
(To
n
/ Tah
u
n
)
Tahun
ton/tahun
terjadi pembentukan metilol urea yang merupakan reaksi metiolasi dengan suhu 100°C, tekanan 1 atm, dan perbandingan mol urea dan formaldehida sebesar 1:1,4 hingga konversi yang diperoleh mencapai 97%. Laju pembentukan Mono, Di dan Tri metilol urea secara berturut sesuai dengan perbandingan 9 : 3 : 1.
METODOLOGI
3.1.Tinjauan Termodinamika
Secara termodinamika untuk menetukan sifat reaksi dapat dilihat dari harga entalpi dan konstanta kesetimbangan.
Reaksi utama:
� 3 ( ) + ½ 2( ) → � ( ) +
2 ( )... (3.1)
Diketahui pada suhu 25°C:
ΔHfo CH3OH(g) = -48,08 kcal/mol ΔHfo O2(g) = 0 kcal/mol ΔHfo HCHO(g) = -28,29 kcal/mol ΔHfo H2O(g) = -57,7979 kcal/mol
(Perry, 2008)
ΔHr° = Ʃ ΔH produk –Ʃ ΔH reaktan = (ΔHfoHCHO + ΔHfo H2O) –(ΔHfo
CH3OH + ½ ΔHfo O2)
= (- 28,29 – 57,7979) – (-48,08 + 0) = (-86,0879 + 48,08) kcal/mol = -38,0079 kcal/mol
Ternyata ΔH reaksi menunjukan
harga negatif maka reaksi bersifat eksotermis. Apabila ditinjau dari Energi
Gibbs (ΔGr) pada suhu 25°C diketahui
data sebagai berikut :
ΔGf °CH3OH(g) = -38,62 kcal/mol ΔGf° O2(g) = 0 kcal/mol ΔGf° HCHO(g) = -26,88 kcal/mol ΔGf° H2O(g) = -54,6351 kcal/mol
(Perry, 2008)
ΔGr°= Ʃ ΔG produk –Ʃ ΔG reaktan = (ΔGf° HCHO + ΔGf° H2O) –(ΔGf°
CH3OH + ½ ΔGf° O2)
= (-26,88 – 54,6351) – (-39,62 + 0)
= ( -81,5151 + 38,62 )kcal/mol = -42,8951 kcal/mol
= -42895,1 cal/mol
ΔGr°= -R T ln K ... (3.2)
K298 = exp (-ΔG / R T) ... (3.3)
= exp ( 42895,1/ 1,987×298) = 2,893×1031
Harga Koperasi pada suhu 240°C dapat
dihitung sebagai berikut:
∆ 298 =−��ln�298 ... (3.4)
� � �
�298 = −∆
� ×
�−�
�−� ... (3.5)
� � �
2,893 × 1031=
−42895,1 1,987 ×
513−298 513 × 298
� � � = 2,893 × 1031
−42895 ,1
1,987 × 513−298 513 ×298
� � � = 4,435 × 1044
Ternyata diperoleh harga K>>, hal ini menunjukan bahwa reaksi yang berlangsung adalah irreversible.
3.2.Tinjauan Kinetika
Bila ditinjau dari segi kinetika, persamaan pendekatan kecepatan reaksi pembentukan formaldehida dari oksidasi metanol dengan udara adalah:
�1 = 567,606 (−1125 ,96
� ) ... (3.6)
�2 = 8,36863.10−5 (7124 ,14
� ) .. (3.7) � = 5,37227.102 (−7055 ,14
� ) .... (3.8)
= �1 0
1+ �1 0+(�2 0)3600 ... (3.9) Keterangan:
r1 = Kecepatan reaksi (kmol/kg.kat.jam)
K1 = Konstanta kinetika reaksi
(kmol/kg.kat.det.atm) T = Suhu reaksi (K) P = Tekanan (atm) Ym = Fraksi mol methanol
A1 = Konstanta (kmol/kmol
CH3OH.atm)
A2 = Konstanta (kmol/kmol
3.3.Speksifikasi Alat
a.
Absorber
Kode : AB-01
Fungsi :Tempat terjadinya penyerapan formaldehida dengan larutan urea Tipe : Packed Tower
Jumlah : 1 buah
Kondisi : Tekanan : 1 atm Temperatur : 75,87-90ºC Dimensi :
Luas kolom : 4,91 m2 Diameter menara : 2 m Tebal sheel : 0,0048 m Tinggi packing : 6,03 m Tebal head : 0,0048 m Tinggi head : 0,39 m Tinggi menara : 7,81 m Jenis Packing : Rasching Ring
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA 283 grade C
Harga : $ 192.250,98
b. Blower
Kode : B -01
Fungsi : Alat transportasi udara agar dapat mengalirkan serta menaikkan tekanan udara kapasitas 17222,6 m3/s
Tipe : Sentrifugal Suhu : 30°C Tekanan : 1 atm Tenaga blower : 24 HP Tenaga motor : 18 HP
Bahan Konstruksi : Carbon steel 283 grade C
Harga : $ 48.062,75
c. Bucket Elevator
Kode : BE-01
Fungsi : Mengangkut urea dari tempat penyimpanan menuju ke mixing tank
Volume : 0,063 ft3/bucket
Kapasitas : 0,025 ft3/bucket
Kecepatan bucket: 225 ft/menit Lebar bucket : 0,23 m Power motor : 1,6 HP
Bahan Konstruksi: Carbon steel 283 grade C
Harga : $ 9.452,34
d. Filter
Kode : FL-01
Fungsi : Untuk menyaring kotoran atau debu yang terdapat pada udara masuk yang diambil dari lingkungan sekitar Bahan : Carbon steel 283
grade C
Tipe : Viscous filter
Suhu : 30°C Tekanan : 1 atm
Massa : 19955,15 kg/j Kecepatan volumetrik : 10057,92
ft3/menit
Ukuran : 20×20 in, face area handing 800 ft3/menit Harga : $ 9.612,55
e. Methanol Feed Pre-Heater
Kode : HE-01
Tipe : Double pipe heat exchanger
Bahan konstruksi : Carbon steel 283 grade C
Tube side :
Fluida panas : hasil pembakaran dari incenerator
ID pipa : 0,038 m
Kapasitas : 20741,482 kg/jam
hio : 1500 Btu/hr.ft2
(oF/ft)
Panjang hairpins : 6,10 m Pressure drop : 6,94 psi Jumlah hairpins : 5 hairpins Anullus side :
Fluida dingin : metanol ID pipa : 0,064 OD : 0,038 m Kapasitas : 2100,92 kg/jam ho :236,74 Btu/hr.ft2
(oF/ft)
Pressure drop : 2,45 psi
UC :204,47 Btu/hr.ft2
(oF/ft)
UD :126,73 Btu/hr.ft2
(oF/ft)
IPS : 0,49 ft2 Rd : 0,0031
Harga : $ 4.005,23
e.
Incenerator
Kode : I-01
Fungsi : Membakar gas formaldehida yang tidak terserap di absorber
Tipe : Box
Overall Thermal Efficiency : 75 %
Excess Air
: 25%
Jumlah
: 1
Heat Duty
:
8002213,9 Btu/jam
Spesifikasi
:
a.
Shell side
:
Tinggi
shell
: 3,05 m
Lebar
shell
: 1,52 m
Panjang
shell
: 3,05 m
b.
Tube side
:
Nominal Pipe Size
:0,076 m
ID
: 0,078 m
OD
: 0,089 m
Jumlah
: 51 buah
Bahan Konstruksi
:
Carbon steel
Harga
: $ 12.816,73
f. Mixing Tank
Kode : M-01
Fungsi :Untuk mencampurkan bahan antara urea dan air kapasitas 65,12 ft3
Suhu : 30°C Tekanan : 1 atm
Bahan konstruksi : Carbon steel 283 grade C
Diameter shell : 1,33 m Tinggi shell : 1,33 m Volume shell : 1,84 m3 Volume bottom shell : 0,27 m3 Volume cairan : 1,57 m3 Tinggi cairan shell : 1,14 m Volume head : 0,54 m3 Volume mixer : 2,38 m3 Tebal shell : 0,0048 m Tebal head : 0,0048 m Tinggi head total : 0,29 m Tinggi mixer total : 1,90 m Pengaduk :
Jenis : Turbin dengan 6
blade disk standar
Putaran pengaduk : 163,26 rpm Power : 3 HP Harga : $ 25.633,46
g. Pompa Bahan Baku
Kode : P-01
Fungsi : Memompa bahan baku metanol dari truk menuju tangki penyimpanan Jenis : Pompa centrifugal Jumlah : 1 buah
Kapasitas Pompa : 121,07 gal/menit Tenaga Pompa : 5 HP
Tenaga Motor : 7 HP Pipa yang digunakan :
D, Nominal Size : 0,10 m Schedule number : 40 Sch
ID : 0,11 m
OD : 0,02 m
Bahan Konstruksi : Carbon steel 283 grade C
Harga : $ 4.806,27
h. Reaktor
Kode : R-01
Fungsi : Untuk mereaksikan metanol dan oksigen dengan bantuan katalis
iron molybdenum oxide
menjadi formaldehida Tipe : Reaktor fixed bed
multitube
Kapasitas : 22056,03 kg/m2 jam Kondisi :
Tekanan : 1,2 atm Suhu : 240-397,58°C Waktu tinggal : 0,84 detik Dimensi :
a. Tube : Panjang : 3,85 m
IDT : 0,026 m
ODT : 0,031 m
At : 2,07 m2
Jumlah : 4010,87 tube
Susunan :Triangular dengan pitch 1,5625 in Jumlah pass : 1 b. shell :
IDS : 2,99 m
Tebal shell : 0,0054 m
Baffle space : 0,59 m Jumlah pass : 1 c. Head :
Tebal head : 0,0069 m Tinggi head : 0,5919 m Tinggi : 7,63 m Katalis :Iron Molibdenum Oxide
Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA 283 Grade C
Harga : $ 160.209,15
i. Silo
Kode : SL-03
Fungsi : Menyimpan urea untuk persediaan selama 7 hari kapasitas
13028,54 ft3 Jumlah : 1 buah Suhu : 30ºC Tekanan : 1 atm Diameter : 9,14 m Tinggi : 9,75 m Jumlah Coarse : 4 buah Tebal Head : 0,0025 m Tinggi Head : 1,42 m Tinggi total : 10,87 m
Jenis : Silinder vertikal flat bottom head conical roof
Bahan Konstruksi : Carbon steel 283 grade C
j. Screw Conveyor
Kode : SC-01
Fungsi : Mengangkut urea dari bucket elevator menuju ke silo
Kapasitas :70,79 ft3/jam Diameter : 3
Rpm Maks : 250 rpm Batas panjang persection: 8 – 12 Panjang : 3,05 m
Power screw conveyor: 1 HP
Bahan konstruksi : Carbon steel 283 grade C
Harga : $ 8.010,46
k. Tangki Metanol
Kode : T-01
Fungsi : Untuk
menyimpan bahan baku metanol 7 hari kapasitas
17425,85 ft3 Jumlah : 1 buah Suhu : 30ºC Tekanan : 1 atm Diameter : 9,14 m Tinggi : 9,75 m Jumlah Coarse : 4 buah Tebal Head : 0,030 m Tinggi Head : 1,42 m Tinggi total : 11,17 m
Jenis : Silinder vertikal flat bottom head conical roof
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA 283 grade C
Harga : $ 88.115,03
l. Methanol Feed Pre-Heater
(Cadangan)
Kode : HE-01
Fungsi : Memanaskan umpan bahan baku metanol dari suhu 30ºC-80ºC kapasitas 2501026,925 Kj/jam
Tipe : Double pipe heat exchanger
Bahan konstruksi : Carbon steel 283 grade C
Tube side
Fluida panas : steam ID pipa : 0,038 m Kapasitas : 1458,58 kg/jam
hio : 1500
Btu/hr.ft2 (oF/ft)
Panjang hairpins : 6,10 m
Jumlah hairpins : 4 hairpins Pressure drop : 0,12 psi
Anullus side
Fluida dingin : metanol ID pipa : 0,064 m OD : 0,048 m Kapasitas : 2100,92 kg/jam
ho : 174,39
Btu/hr.ft2 (oF/ft)
Pressure drop : 2,45 psi UC : 156,23
Btu/hr.ft2 (oF/ft)
UD : 106,37
Btu/hr.ft2 (oF/ft)
IPS : 0,49 ft2 Harga : $ 4.005,23
m. Weight Feeder
Kode : WF-01
Fungsi : Menampung urea dari screw conveyor
Diameter : 3,05 m Tinggi : 7,63 m Lubang bagian bawah : 0,30 m
Bahan Konstruksi : Carbon steel 283 grade C
Harga : $ 33.643,92
3.4.Diagram Alir Proses
Dalam proses produksi urea formaldehida secara garis besar meliputi tahap penyiapan bahan baku, tahap pembentukan produk, dan tahap penanganan produk.
a. Tahap Penyiapan Bahan Baku
Tahap penyiapan bahan baku bertujuan untuk menyiapkan bahan baku metanol dan oksigen agar sesuai dengan kondisi operasi yang diinginkan dalam reaktor fixed bed multitube pada suhu 240-397,58°C dan tekanan 1,2 atm.
Metanol disimpan dalam fase cair ke dalam tangki silinder dengan flat bottom
dan conical roof (T-01) pada kondisi suhu 30°C dan tekanan 1 atm. Metanol dialirkan dari tangki (T-01) menuju Pre-Heater Metanol (HE-01) dengan menggunakan pompa (P-01) untuk dipanaskan mencapai suhu 80°C dengan memanfaatkan gas buang Incenerator
(CI-01). Kemudian metanol dipanaskan ke dalam Metanol Heater I (HE-03) dengan menggunakan aliran Dowterm A
hingga suhu 180°C, kemudian dipanaskan lagi di dalam Metanol Heater II (HE-04) sampai suhu 240°C dengan memanfaatkan panas aliran output
Reaktor (R-01) yang keluar dari HE-05. Setelah itu uap metanol diumpan ke dalam reaktor (R-01).
Oksigen yang diperoleh dari udara lingkungan sekitar pada kondisi suhu 30°C dan tekanan 1 atm melewati filter
(FL-01) untuk dipisahkan partikulat padat yang terkandung dalam udara. Kemudian
dengan menggunakan blower tekanan dinaikkan menjadi 1,5 atm, selanjutnya dialirkan menuju Air Feed Heater (HE-02) untuk dipanaskan sampai suhu 200°C dengan menggunakan aliran pemanas kelaur dari HE-04. Kemudian di Air Feed Heater (HE-05), udara dipanaskan lagi dengan memanfaatkan panas dari produk keluaran Reaktor (R-01) hingga suhu 240°C kemudian diumpankan ke dalam Reaktor (R-01).
Di unit lain bahan baku urea prill yang disimpan di dalam storage (S-01) diangkut menuju ke dalam Silo (SL-01) dengan menggunakan Bucket Elevator
(BE-01) dan screw Conveyor (SC-01). Urea yang telah ditimbang kemudian dimasukkan ke dalam Mixing Tank (M-01) dan dilarutkan dengan menggunakan air proses hingga diperoleh larutan urea 70% berat. Untuk melarutkan urea diperlukan panas yang disuplai dari panas gas buang yang keluar dari HE-01. Sebelum dialirkan ke dalam absorber
(AB-01) untuk digunakan sebagai penjerap gas formaldehida, urea ditampung terlebih dahulu dalam tangki penampungan (T-04) dengan pompa (P-03).
b. Tahap Pembentukan Produk
Proses pembuatan urea formaldehida melalui proses:
1. Pembuatan formaldehida dengan mereaksikan metanol dan oksigen dalam reaktor.
2. Pembuatan urea formaldehida dengan mereaksikan gas formaldehida dengan larutan penjerap (urea) dalam
c. Proses Pembuatan Formaldehida
Dalam pembuatan formaldehida digunakan katalis oksida seperti besi
molybdenum (Fe2O3, MoO3, dan Cr2O3)
atau oksida vanadium untuk mengkonversi metanol menjadi formaldehida. proses ini biasa disebut dengan proses formox.
Pembuatan formaldehida dengan proses ini hanya terjadi reaksi Oksidasi:
� 3 ( ) + ½ 2( )→ � 2 ( ) + 2 ( ) ... (3.10)
Dengan sebagian kecil formaldehida yang teroksidasi lebih lanjut:
� 2 ( ) + 2( )→ � ( ) +
2 2 ( ) ... (3.11) Formaldehida terbentuk dengan mereaksikan metanol dan oksigen dengan menggunakan katalis Iron molybdenum oxide yang diletakkan dalam tube – tube
reaktor fixed bed multitube dan operasinya berlangsung pada suhu 240-397,58°C dan tekanan 1,2 atm. Reaksi oksidasi metanol berlangsung secara non-isothermal dan non-adiabatis. Reaksi berlangsung eksotermis, sehingga selama reaksi berlangsung akan melepaskan sejumlah panas. Pendingin dowterm A
digunakan untuk menjaga agar kondisi operasi reaktor (R-01) yang dialirkan melalui shell. Panas yang dibawa keluar oleh dowterm A sebagian untuk memanaskan umpan metanol di HE-03. Konversi reaksi mencapai 99% dengan selektivitas formaldehida 94%.
d. Proses Pembuatan Urea
Formaldehida
Urea formaldehida merupakan hasil reaksi antara urea dan formaldehida dimana dalam reaksi pembuatannya termasuk reaksi bertahap. Pembentukan urea formaldehida dilakukan di dalam
absorber (AB-01) dengan tipe packed tower. Absorber (AB-01) ini beroperasi pada kondisi suhu 80-90°C dan tekanan 1 atm dan dilengkapi dengan pendingin berupa air di tiap – tiap bed. Gas formaldehida keluar dari reaktor pada suhu 397,58°C kemudian dimanfaatkan untuk memanaskan metanol dan udara di HE-05, HE-04, dan HE-02. Gas produk keluar dari HE-02 bersuhu 261,10°C didinginkan juga di HE-06 sampai suhu 75,88°C untuk diumpankan ke dalam
absorber (AB-01). Dalam absorber (AB-01) gas formaldehida dijerap menggunakan larutan urea 70% berat dan konversi penyerapan yang diperoleh di
absorber 97%. Gas – gas yang tidak terserap keluar melalui puncak absorber
lalu diumpan ke dalam incinerator (I-01). Di dalam incinerator (I-01) ini terjadi pembakaran sisa metanol, formaldehida dan CO menjadi karbon dioksida dan uap air. Gas buang yang bersuhu 275°C kembali dimanfaatkan sebagai pemanas pada HE-01 dan M-01.
e. Tahap Penangganan Produk
Larutan urea formaldehida merupakan produk bawah dari menara absorber (AB-01) yang keluar pada suhu 90°C. larutan produk kemudian didinginkan di dalam
product cooler (HE – 07) dan HE – 08) sebelum dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan produk (T-02) dengan menggunakan pompa (P-04)
HASIL PENELITIAN
relative tinggi dari harga baku, sehingga jika selisihnya semakin besar maka nilai BEP juga akan semakin rendah.Nilai ROI akan semakin tinggi seiring penurunan nilai BEP. Batas minimum POT yang diizinkan (max 2 tahun) yaitu sebesar 1,24
tahun dan nilai DCF sebesar 48,70% lebih tinggi diatas bunga bank (25%) sehingga peluang infestasinya cukup menjanjikan maka pendirian pabrik ura formaldehida ini layak untuk didirikan
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa ekonomi diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
a. ROI (Return On Investment) sesudah pajak sebesar 49,41% b. Pay Out Time sesudah pajak
adalah 1,68 tahun
c. Break Even Point (BEP) dari pabrik urea formaldehida ini sebesar 38,56%.
d. Shut Down Point (SDP) sebesar 29,42%.
e. Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 48,70%.
Jadi, pabrik urea formaldehida dati methanol dan oksigen dengan proses DB.Wastern kapasitas 40.000 ton/tahun LAYAK untuk dipertimbangkan pendiriannya.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik, 2013, Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia, http: www.bps.go.id, diakses minggu, 5 mei 2013, pukul 13:45 WIB
Bird, R.B, Stewart, W.E and Lightfoot, E.N, 1960, Transport
Phenomena, John Willey and Sons Inc, New York
Brownell, L. E., and Young, E. H. 1979,
Wiley Easthern Limited, New Delhi.
Coulson, J. M. and Richardson, J. F., 1983, Chemical Engineering, 1st edition, Volume 6, Pergason Press, Oxford.
Kern, D.Q., 1950, Process Heat Transfer, Mc. Graw-Hill International Book Company Inc., New York.
Keyes, F., and Clark, R.S., 1965,
Industrial Chemistry, 4 th edition, John Wiley and Sons, Inc, New York.
Kirk, R.E., and Othmer, V.R., 1995,
Encyclopedia of Chemical Technology, Vol 16, 4th ed, John Wiley & Sons Inc., New York
Peters, M.S, and Timmerhaus. 2003. “Plant Design and Economy for Chemical
Engineer’s”. 3rd
Edition. Singapore: Mc. Graw Hill Book Company Inc. Subekti, Agus, 1995, Perancangan dan
Evaluasi Reaktor Formaldehyde di PT. pupuk Kaltim – Bontang, Prosiding STK Soehadi
Reksowardodo.