Pengembangan Prototipe Pengukuran Performansi Motor Induksi Tiga Fasa Dalam Bentuk Kurva, Berbasis Mikrokontroler MCS-51.

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha i

ABSTRAK

Perangkat yang dirancang merupakan perangkat tambahan pada motor

induksi tiga fasa untuk memperlihatkan performansi motor dengan melihat slip

dari motor tersebut. Sistem pengukuran slip yang dirancang ini merupakan

prototipe dari penggunaan motor induksi di industri-industri yang sedang diberi

beban. Hasil pengukuran ini berupa kurva kecepatan terhadap frekuensi, yang

didapat dengan perbandingan sumbu absis dan sumbu ordinat. Sumbu absis

sebagai frekuensi mulai dari nol sampai frekuensi kerja, dan sumbu ordinat

sebagai kecepatan motor mulai dari diam hingga kecepatan kerja.

Pengukuran ini dirancang menggunakan mikrokontroler MCS-51 sebagai

pengatur kecepatan, melalui inverter dan pembaca kecepatan motor, yang

dilakukan dengan menggunakan sensor optocoupler tipe H21A2. Sedangkan

kurva ditampilkan pada komputer menggunakan perangkat lunak Borland Delphi

7, juga sebagai pengolah data dari MCS-51 yang dikirim melalui RS-232. Kurva

hasil pengukuran didapat dalam dua kali pengukuran: motor tanpa beban, dan

motor dengan beban. Sehingga melalui kedua kurva ini, slip yang terjadi akibat

beban pada motor yang diukur dapat terlihat.

Alat berupa prototipe ini berhasil direalisasikan, sehingga dapat menjadi

sebuah alat yang dapat membantu untuk melihat performansi dari motor tersebut.

Yaitu dengan melihat perubahan penambahan kecepatan motor jika disertai beban

(2)

Universitas Kristen Maranatha ii

ABSTRACT

The Project is additional tools for three phase induction motor, to show

motor’s performance by looking on the slip of the motor. This slip measurement

system is prototype of using induction motor at industries. The result of

measurement is the curve of speed to frequency, showing by Cartesian coordinate.

The X axis as frequency from zero to workspace frequency, and the Y axis as

motor speed from starting until workspace speed.

This measurement is designed with MCS-51 as the speed controller,

helped by inverter, and as counter of angular speed, helped by optocoupler sensor

type H21A2.

The curve is shown at the computer by Borland Delphi 7 software, and as the data

collecting from MCS-51 (the data is sent by RS-232). The curves, as the result of

measurement are gotten in twice measurement: motor without load, and motor

with load. So through of both, slip can be shown.

The Project has success to be made, so it can help anyone to be shown

(3)

Universitas Kristen Maranatha iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah

dan bimbingan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Tugas

akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teknik

Elektro di Universitas Kristen Maranatha.

Penulis menyadari bahwa tidak seorang pun dapat hidup tanpa orang lain,

oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah

membantu, membimbing, dan mendorong penulis dalam pembuatan tugas akhir

ini:

1. Bapak Roy Pramono Adhie, S.T., M.T., selaku pembimbing I yang telah

banyak meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membantu penulis

menyelesaikan tugas akhir ini.

2. Bapak Arry Sugiri, S.T., selaku pembimbing II yang telah banyak

meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran serta dengan sabar membimbing

penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

3. Ibu Ir. Anita Supartono, M.Sc., selaku Koordinator Tugas Akhir Fakultas

Teknik Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

4. Bapak Ir. Aan Darmawan, M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro,

Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

5. Bapak Prof. Dr. Ir. B. Soenarko, selaku Dekan Fakultas Teknik,

Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

6. Pohan, S.T., teman seangkatan yang sudah banyak membantu menambah

wawasan dalam hal motor induksi tiga fasa.

7. Budi Hertanto, dan seluruh staff Laboratorium Kontrol atas pemberian

berbagai fasilitas yang diperlukan dalam tugas akhir ini.

8. Bapak Ade, staff Laboratorium Elektronika atas saran-saran dan solusi

untuk memperbaiki alat.

9. Ir. Jonathan Mursalim, senior yang telah banyak memberikan masukan

(4)

Universitas Kristen Maranatha iv

10.Herman, Sugiono, Ardison, Yohanes, Faisal, Ruth, Hans, Bondan, Dedi,

Dimas, dan yang tidak bisa disebutkan satu per satu, sebagai teman-teman

seperjuangan dalam menyelesaikan tugas akhir ini, saling membantu dan

mendorong semangat.

11.Kedua orang tua dan adik, yang telah memberikan semangat dan doa.

12.Semua pihak yang telah memberikan bantuannya kepada penulis dan tidak

dapat disebutkan satu per satu.

Akhir kata, penulis berharap laporan tugas akhir ini dengan segala

kekurangannya dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.

Bandung, Januari 2007

(5)

Universitas Kristen Maranatha

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI v

DAFTAR TABEL vii

DAFTAR GAMBAR viii

DAFTAR RUMUS ix

BAB I PENDAHULUAN 1

I.1. Latar Belakang 1

I.2. Identifikasi Masalah 1

I.3. Perumusan Masalah 1

I.4. Tujuan 2

I.5. Pembatasan Masalah 2

I.6. Sistematika Penulisan 2

BAB II LANDASAN TEORI 4

II.1. Mikrokontroler 4

II.1.1. Keluarga MCS-51 4

II.1.2. Interface Secara Serial 4

II.1.2.1. Serial Register 5

II.1.2.2. Mode Operasi 7

II.1.2.3. Baud Rate 8

II.1.3. Sistem Interupsi Pada MCS-51 10

II.2. Sensor Optocoupler 13

II.3. Motor Induksi (Motor Asinkron) 14

II.4. Kopling Listrik 16

II.5. Inverter (Penggerak Frekuensi Variable) 17

(6)

Universitas Kristen Maranatha vi

II.6. Visual Borland Delphi 19

II.7. Converters 19

II.7.1. Digital to Analog Converter (DAC) 19

II.7.2. Analog to Digital Converter (ADC) 20

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI 21

III.1. Diagram Blok Dan Cara Kerja 21

III.1.1. Cara Kerja Alat 21

III.2. Perancangan Perangkat Keras 22

III.2.1. Perancangan Dan Realisasi Rangkaian Sensor Optocoupler 22

III.2.2. Perancangan Dan Realisasi Rangkaian DAC 23

III.2.3. Skematik Perangkat Keras. 24

III.3. Perancangan Perangkat Lunak 25

III.3.1. Flowchart MCS-51 26

III.3.1.1. Flowchart Subrutin Initial Baud Rate 27

III.3.1.2. Flowchart Subrutin Outchar 27

III.3.1.3. Flowchart Subrutin Inchar 28

III.3.2. Flowchart Borland Delphi 29

BAB IV TABEL DAN DATA PENGAMATAN 30

IV.1. Hasil Pengujian DAC 30

IV.2. Kurva Frekuensi Terhadap Kecepatan Motor 32

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 36

V.1. Kesimpulan 36

V.2. Saran 36

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN A FOTO ALAT

LAMPIRAN B DATASHEET

LAMPIRAN C BAHASA ASSEMBLY (MCS-51) DAN BAHASA

(7)

Universitas Kristen Maranatha vii

DAFTAR TABEL

Tabel II.1. Serial Port Control 6

Tabel II.1. Mode Operasi Serial Port 6

Tabel II.3. Mode Komunikasi Multiprosesor 7

Tabel II.4. Nilai Dan Konfigurasi Baud Rate (1) 10

Tabel II.5. Nilai Dan Konfigurasi Baud Rate (2) 10

Tabel II.6. Vektor-Vektor Interupsi MCS-51 12

Tabel IV.1. Tabel Pengamatan MCS-51, DAC, Inverter, Dan Motor 30

(8)

Universitas Kristen Maranatha viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1. Susunan Bit Dalam SCON 6

Gambar II.2. Bagan Sistem Interupsi Pada MCS-51 11

Gambar III.1. Diagram Blok Cara Kerja Alat 21

Gambar III.2. Sensor Optocoupler Dan Rangkaian Sensor Optocoupler 23

Gambar III.3. Rangkaian DAC 8-Bit Menggunakan Operational Amplifier 23

Gambar III.4. Rangkaian DAC 8-Bit Dan Inverting 24

Gambar III.5. Skematik Perangkat Keras 24

Gambar IV.1. Kurva Kecepatan Medan Putar Stator (Ns) 32

(9)

Universitas Kristen Maranatha ix

DAFTAR RUMUS

Rumus (II.1) 9

Rumus (II.2) 9

Rumus (II.3) 9

Rumus (II.4) 9

Rumus (II.5) 9

Rumus (II.6) 14

Rumus (II.7) 15

Rumus (II.8) 15

Rumus (II.9) 20

(10)

LAMPIRAN A

(11)

Foto1: Motor 3 phasa TECO tipe AEAFAC, dan TECO ED COUPLING tipe

VSED

(12)

Foto3: Rangkaian sensor optocoupler dan piringan akrilik yang dipasang pada

(13)

LAMPIRAN C

BAHASA ASSEMBLY (MCS-51)

DAN

(14)

org 0h

tanpa: cjne r4,#04h,dengan ;pengaturan delay tanpa beban

cjne a,#87h,atur

mov r3,#10

sjmp cari

dengan: cjne a,#0A0h,atur ;pengaturan delay dengan beban

(15)

tulis: mov a,r7 ;kirim data ke serial

call outchr

mov r6,#06h

reti

outchr: jnb ti,outchr ;kirim data ke serial

mov sbuf,a clr ti ret

inchar: clr a ;ambil data dari serial

jnb ri,inchar

clr ri

mov a,sbuf

ret

delay: mov a,r3 ;delay untuk interrupt

mov r0,a

dly1: mov r1,a

dly2: mov r2,a

dly3: djnz r2,dly3

djnz r1,dly2

djnz r0,dly1

ret

(16)

unit U_davon;

interface

uses

Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,

Dialogs, ExtCtrls, AfDataDispatcher, AfComPort, StdCtrls, AfPortControls,

Grids, TeeProcs, TeEngine, Chart, Series;

type

TForm1 = class(TForm) Button1: TButton; Button2: TButton;

StringGrid1: TStringGrid;

AfPortRadioGroup1: TAfPortRadioGroup; AfDataDispatcher1: TAfDataDispatcher; AfComPort1: TAfComPort;

procedure Button2Click(Sender: TObject); procedure Timer1Timer(Sender: TObject);

procedure AfDataDispatcher1DataReceived(Sender: TObject); procedure Button3Click(Sender: TObject);

procedure Button1Click(Sender: TObject); private

(17)

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject); begin

me:=$20; frek:= 1 ;

With chart1.Series[0] do begin

Addxy (0,0); end;

timer1.Enabled := true;

form1.AfDataDispatcher1.WriteData(me,1); end;

var

davon : integer = 1 ;

procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject); begin

inc (atusdet);

edit1.Text := floattostr(atusdet); if (atusdet = 100)then

begin

inc (detik);

edit2.Text := floattostr(detik); atusdet := 0 ;

end; end;

procedure TForm1.AfDataDispatcher1DataReceived(Sender: TObject); begin

timer1.Enabled := false ;

waktu := ((detik+(atusdet/100))/60); rpm := (20/waktu) ;

stringgrid1.Cells[1,davon] := floattostr(rpm); if me=$20

timer1.Enabled := true ;

(18)

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject); begin

me:=$21;

With chart1.Series[1] do begin

Addxy (0,0); Addxy (1,0); Addxy (2,0); Addxy (3,0); Addxy (4,0); frek:= 5 ; end;

timer1.Enabled := true;

form1.AfDataDispatcher1.WriteData(me,1); end;

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); begin

timer1.Enabled := false ; atusdet := 0;

detik := 0; end;

(19)
(20)
(21)
(22)
(23)

TL/H/9341

The LM741 series are general purpose operational amplifi-ers which feature improved performance over industry stan-dards like the LM709. They are direct, plug-in replacements for the 709C, LM201, MC1439 and 748 in most applications. The amplifiers offer many features which make their appli-cation nearly foolproof: overload protection on the input and

output, no latch-up when the common mode range is ex-ceeded, as well as freedom from oscillations.

The LM741C/LM741E are identical to the LM741/LM741A except that the LM741C/LM741E have their performance guaranteed over a 0§C to a70§C temperature range,

(24)

Absolute Maximum Ratings

If Military/Aerospace specified devices are required, please contact the National Semiconductor Sales Office/ Distributors for availability and specifications.

(Note 5)

LM741A LM741E LM741 LM741C

Supply Voltage g22V g22V g22V g18V Power Dissipation (Note 1) 500 mW 500 mW 500 mW 500 mW Differential Input Voltage g30V g30V g30V g30V Input Voltage (Note 2) g15V g15V g15V g15V Output Short Circuit Duration Continuous Continuous Continuous Continuous Operating Temperature Range b55§C toa125§C 0§C toa70§C b55§C toa125§C 0§C toa70§C See AN-450 ‘‘Surface Mounting Methods and Their Effect on Product Reliability’’ for other methods of soldering surface mount devices.

ESD Tolerance (Note 6) 400V 400V 400V 400V

Electrical Characteristics(Note 3)

Parameter Conditions LM741A/LM741E LM741 LM741C Units Min Typ Max Min Typ Max Min Typ Max

(25)

Electrical Characteristics(Note 3) (Continued)

Parameter Conditions LM741A/LM741E LM741 LM741C Units Min Typ Max Min Typ Max Min Typ Max

Output Voltage Swing VSeg20V

RLt10 kX g16 V Supply Voltage Rejection TAMINsT

AsTAMAX,

Ratio VSeg20V to VSeg5V

RSs50X 86 96 dB

RSs10 kX 77 96 77 96 dB

Transient Response TAe25§C, Unity Gain

Rise Time 0.25 0.8 0.3 0.3 ms

Note 1:For operation at elevated temperatures, these devices must be derated based on thermal resistance, and Tjmax. (listed under ‘‘Absolute Maximum

Ratings’’). TjeTAa(ijAPD).

Thermal Resistance Cerdip (J) DIP (N) HO8 (H) SO-8 (M)

ijA(Junction to Ambient) 100§C/W 100§C/W 170§C/W 195§C/W

ijC(Junction to Case) N/A N/A 25§C/W N/A

Note 2:For supply voltages less thang15V, the absolute maximum input voltage is equal to the supply voltage.

Note 3:Unless otherwise specified, these specifications apply for VSe g15V,b55§CsTAsa125§C (LM741/LM741A). For the LM741C/LM741E, these

specifications are limited to 0§CsTAsa70§C.

Note 4:Calculated value from: BW (MHz)e0.35/Rise Time(ms).

Note 5:For military specifications see RETS741X for LM741 and RETS741AX for LM741A.

Note 6:Human body model, 1.5 kXin series with 100 pF.

(26)

Connection Diagrams

Metal Can Package

TL/H/9341 – 2

Order Number LM741H, LM741H/883*, LM741AH/883 or LM741CH See NS Package Number H08C

Dual-In-Line or S.O. Package

TL/H/9341 – 3 Order Number LM741J, LM741J/883,

LM741CM, LM741CN or LM741EN See NS Package Number J08A, M08A or N08E

Ceramic Dual-In-Line Package

TL/H/9341 – 5

Order Number LM741J-14/883*, LM741AJ-14/883** See NS Package Number J14A

*also available per JM38510/10101

**also available per JM38510/10102

Ceramic Flatpak

TL/H/9341 – 6

Order Number LM741W/883 See NS Package Number W10A

*LM741H is available per JM38510/10101

(27)

Physical Dimensionsinches (millimeters)

Metal Can Package (H)

Order Number LM741H, LM741H/883, LM741AH/883, LM741CH or LM741EH NS Package Number H08C

(28)

Physical Dimensionsinches (millimeters) (Continued)

Ceramic Dual-In-Line Package (J) Order Number LM741CJ or LM741J/883

NS Package Number J08A

Ceramic Dual-In-Line Package (J) Order Number LM741J-14/883 or LM741AJ-14/883

NS Package Number J14A

(29)

Physical Dimensionsinches (millimeters) (Continued)

Small Outline Package (M) Order Number LM741CM NS Package Number M08A

Dual-In-Line Package (N) Order Number LM741CN or LM741EN

NS Package Number N08E

(30)

LM741

Operational

Amplifier

Physical Dimensionsinches (millimeters) (Continued)

10-Lead Ceramic Flatpak (W) Order Number LM741W/883 NS Package Number W10A

LIFE SUPPORT POLICY

NATIONAL’S PRODUCTS ARE NOT AUTHORIZED FOR USE AS CRITICAL COMPONENTS IN LIFE SUPPORT DEVICES OR SYSTEMS WITHOUT THE EXPRESS WRITTEN APPROVAL OF THE PRESIDENT OF NATIONAL SEMICONDUCTOR CORPORATION. As used herein:

1. Life support devices or systems are devices or 2. A critical component is any component of a life systems which, (a) are intended for surgical implant support device or system whose failure to perform can into the body, or (b) support or sustain life, and whose be reasonably expected to cause the failure of the life failure to perform, when properly used in accordance support device or system, or to affect its safety or with instructions for use provided in the labeling, can effectiveness.

be reasonably expected to result in a significant injury to the user.

National Semiconductor National Semiconductor National Semiconductor National Semiconductor

Corporation Europe Hong Kong Ltd. Japan Ltd.

1111 West Bardin Road Fax: (a49) 0-180-530 85 86 13th Floor, Straight Block, Tel: 81-043-299-2309 Arlington, TX 76017 Email: cnjwge@tevm2.nsc.com Ocean Centre, 5 Canton Rd. Fax: 81-043-299-2408 Tel: 1(800) 272-9959 Deutsch Tel: (a49) 0-180-530 85 85 Tsimshatsui, Kowloon

Fax: 1(800) 737-7018 English Tel: (a49) 0-180-532 78 32 Hong Kong Fran3ais Tel: (a49) 0-180-532 93 58 Tel: (852) 2737-1600 Italiano Tel: (a49) 0-180-534 16 80 Fax: (852) 2736-9960

(31)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Motor induksi sebagai alat dalam industri yang begitu banyak

penggunaannya. Intinya, motor ini digunakan sebagai penggerak dari beban yang

akan diputar atau dikontrol. Melihat kinerja atau performansi dari motor itu

sendiri ketika menggerakkan atau mengontrol beban, menjadi suatu perhatian juga

bagi para teknisi-teknisi industri di lapangan, maupun bagi kaum nonpraktisi yang

berusaha untuk melengkapi pengetahuan mengenai kinerja motor induksi yang

bekerja di industri-industri.

Dilihat dari sudut pandang ilmu pengetahuan dalam aplikasi penggunaan

motor induksi dalam industri, dibutuhkan sebuah prototipe-prototipe dari kinerja

atau performansi sebuah motor yang dipakai dalam industri. Misalkan motor yang

digunakan untuk menggerakkan mesin pemotong kertas, atau motor yang

digunakan untuk memutar conveyer dan lain-lain. Sehingga melalui

prototipe-prototipe ini didapatkan sebuah gambaran bagi kaum nonpraktisi untuk

memahami performansi dari motor induksi yang biasa digunakan dalam industri.

I.2. Identifikasi Masalah

Mengingat akan adanya kebutuhan bagi kaum non praktisi dalam bidang

pengembangan ilmu pengetahuan, dibutuhkannya sebuah alat ukur performansi

motor induksi. Salah satu parameter yang dapat digunakan dalam performansi

motor induksi adalah slip motor.

I.3. Perumusan Masalah

1. Bagaimana mendisain dan membuat perangkat keras untuk mengukur

kecepatan putar rotor pada motor induksi tiga fasa?

2. Bagaimana membuat tampilan (HMI = Human Machine Interface) dan

program pengolah data yang diterima dari MCS-51 melalui port serial

(32)

2

Universitas Kristen Maranatha

I.4. Tujuan

1. Mendisain dan membuat perangkat keras untuk mengukur kecepatan

putar rotor pada motor induksi tiga fasa.

2. Membuat tampilan keluaran berupa kurva kecepatan rotor tanpa dan

dengan beban dengan data yang diterima melalui serial port (RS-232)

dari MCS-51.

I.5. Pembatasan Masalah

1. Motor yang dipakai hanya spesifik satu jenis, motor induksi tiga fasa

TECO, tipe AEAFAC, 4 kutub.

2. Kopling yang digunakan adalah TECO ED COUPLING, tipe VSED.

3. Pengontrol perangkat keras yang digunakan adalah mikrokontroler

MCS-51.

4. Beban yang digunakan, berupa beban mekanis, besarnya adalah 2,21 N

(diukur dengan Newton Meter).

I.6. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah,

perumusan masalah, tujuan, pembatasan masalah, sistematika

penulisan.

Bab II Landasan Teori

Bab ini membahas tentang mikrokontroler, sensor optocoupler,

motor induksi (asinkron), kopling listrik, inverter, Borland Delphi

7, converters.

Bab III Perancangan Dan Realisasi

Dalam bab ini akan diuraikan mengenai cara kerja alat,

perancangan serta realisasi perangkat keras dan perangkat lunak

dari prototipe pengukuran performansi motor induksi tiga fasa

dalam bentuk kurva slip, berbasis mikrokontroler MCS-51..

(33)

3

Universitas Kristen Maranatha Bab ini membahas mengenai pengambilan data pengamatan hasil

pengukuran dan pengujian alat yang dirancang.

Bab V Kesimpulan Dan Saran

Pada bab ini disajikan beberapa kesimpulan serta saran-saran untuk

pengembangan lebih lanjut dari prototipe pengukuran performansi

motor induksi tiga fasa dalam bentuk kurva, berbasis

(34)

36 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

V.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian dan pengamatan yang telah dilakukan, maka

dapat diambil kesimpulan yaitu:

1. Perangkat keras yang digunakan teruji baik. Kualitas alatnya mampu

mengukur kecepatan rotor motor yang hampir sama dengan

pengukuran kecepatan menggunakan RPM meter, sehingga didapat

kurva kecepatan rotor motor yang baik pula.

2. Tampilan HMI pada pengolah data Borland Delphi 7 berhasil dibuat

berkomunikasi dua arah (melalui RS-232) dengan MCS-51.

V.2. Saran

1. Menghitung kecepatan putar menggunakan MCS-51 dengan sistem

interupsi terjadi kesulitan dalam hal mengatur delay untuk waktu antar

interupsi yang berbeda-beda, yang disebabkan kecepatan putar motor

yang berbeda-beda pula. Sebaiknya ditemukan metode lain dalam

menghitung jumlah putaran yang lebih fleksibel.

2. Dapat dikembangkan untuk mengukur performansi motor bahan bakar

untuk keperluan otomotif, seperti membuat kurva output daya atau

(35)

Universitas Kristen Maranatha

Daftar Pustaka

1. http://id.wikipedia.org /wiki/Torsi, 24 Maret 2006.

2. http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi per menit, 24 Maret 2006.

3. Johnson, Curtis D., Process Control Instrumentation Technology, Fifth

Edition, Prentice Hall, New Jersey, 1997.

4. Martina, Inge, 36 Jam Belajar Komputer Pemrograman Visual

Borland Delphi 7, Edisi Pertama, PT. Elex Media Komputindo,

Jakarta, 2004.

5. Petruzella, Frank D., Elektronik Industri, Edisi Kedua, Sumanto, Andi,

Yogyakarta, 2001.

6. Putra, Agfianto Eko, Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 Teori

dan Aplikasi, Edisi Pertama, Gava Media, Yogyakarta, 2002.

7. Uiga, Endel, Optoelectronics, Fourth Edition, Prentice-Hall, New

Jersey, 1995.

8. Zuhal, Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya, Jakarta,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...