• Tidak ada hasil yang ditemukan

11. Pengelolaan BUM Desa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "11. Pengelolaan BUM Desa"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Serial:

BADAN USAHA MILIK DESA (BUM Desa)

(2)

Tabungan Masyarakat

dan/atau Simpanan

Masyarakat

APB Desa

Modal Awal BUM Desa

Penyertaan Modal

Masyarakat Desa

Penyertaan Modal Desa

a. Hibah dari pihak swasta/lembaga sosial ekonomi kemasyarakat-an dkemasyarakat-an/atau lembaga donor ykemasyarakat-ang disalurkkemasyarakat-an melalui mekkemasyarakat-anisme APB Desa

b. Bantuan PemerintahPusat/Pemerintah Daerah Provinsi/ Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang disalurkan melalui mekanisme APB Desa

c. Kerjasama usaha dari pihak swasta, lembaga sosial ekonomi kemasyarakatan dan/atau lembaga donor yang dipastikan sebagai kekayaan kolektif Desa dan disalurkan melalui mekanisme APB Desa

d. Aset Desa yang diserahkan kepada APB Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang Aset Desa.

Permendes No. 4/2014, Bab III Pengurusan dan Pengelolaan BUM Desa, Bagian Ketiga Modal BUM Desa, Pasal 17 Diolah dari:

(3)

Diolah dari:

Strategi Pengelolaan BUM Desa

(Bersifat bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan dan inovasi yang dilakukan BUM Desa)

Sosialisasi

dan

Pembelajaran

BUM Desa

Analisis kelayakan usaha BUM Desa (usaha perantara/usaha bersama/bisnis social/bisnis keuangan/perdagangan/ penyewaan) yang mencakup aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen dan SDM, aspek keuangan, aspek sosial budaya, ekonomi, politik, lingkungan usaha dan lingkungan hidup, aspek badan hukum, dan aspek

perencanaan usaha

Pengembangan kerjasama kemitraan strategis dalam bentuk kerjasama BUM Desa antar Desa atau kerjasama dengan pihak swasta, organisasi sosial-ekonomi kemasyarakatan, dan/atau lembaga donor

Pelaksanaan Musyawarah Desa dengan Pokok Pembahasan:

a. Pendirian BUM Desa sesuai dengan kondisi ekonomi dan sosial

budayamasyarakat

b. Organisasi pengelola BUM Desa c. Modal usaha BUM Desa

d. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUM Desa.

Pendirian BUM Desa yang menjalankan bisnis sosial (social business) dan bisnis penyewaan (renting)

Diversifikasi usaha dalam bentuk BUM Desa yang berorientasi pada bisnis keuangan (financial business) dan usaha bersama (holding)

(4)

Hasil Usaha

Hasil Usaha BUM Desa

Pendapatan

dari

hasil transaksi

Pengeluaran biaya dan kewajiban pada pihak lain,

serta penyusutan atas barang investasi dalam 1

(satu) tahun buku

Pembagian Hasil Usaha

Alokasi Pembagian Hasil Usaha

Ditetapkan berdasarkan ketentuan

yang diatur AD/ART BUM Desa

Dikelola melalui Sistem

Akuntansi Sederhana

dikurangi

Diolah dari:

(5)

Diolah dari:

Kepailitan BUM Desa

Kerugian BUM Desa

Kepailitan BUM Desa

BUM Desa tidak dapat menutupi kerugian

dengan aset dan kekayaan yang dimilikinya,

dinyatakan rugi melalui Musyawarah Desa

Unit Usaha BUM Desa tidak dapat menutupi

kerugian dengan aset dan kekayaan yang

dimilikinya, dinyatakan pailit sesuai dengan

Perundang-undangan mengenai Kepailitan

(6)

Pertanggungjawaban BUM Desa

Pelaksana Operasional melaporkan pertanggungjawaban

pelaksanaan BUM Desa kepada Penasihat yang secara

ex-officio

dijabat oleh Kepala Desa

BPD melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemerintah

Desa dalam membina pengelolaan BUM Desa

Pemerintah Desa mempertanggungjawabkan tugas

pembinaan terhadap BUM Desa kepada BPD yang

disampaikan melalui Musyawarah Desa

Diolah dari:

Referensi

Dokumen terkait

Prinsip business judgment rule dapat diterapkan kepada Direksi Perseroan yang dinyatakan pailit apabila Direksi tersebut dapat membuktikan bahwa kerugian ataupun kepailitan

pengadilan dinyatakan pailit maka harta kekayaan dikuasai oleh balai harta peninggalan selaku cirtirice (pengampu) dalam usaha kepailitan

Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan

Penyitaan terhadap harta kekayaan dari wajib pajak (perseroan) yang mana wajib pajak itu belum dinyatakan pailit ataupun terdapatnya tanda-tanda kepailitan, maka

Keberadaan BUM Desa sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), diharapkan Pemerintah Desa dapat

Salah satu unit usaha yang akan dikembangkan BUM Desa Bersama yang akan dikembangkan BUM Desa Bersama ““ Rimpaknangsi Rimpaknangsi ”” adalah kegiatan usaha pengelolaan air

Sedangkan Fungsi sosial, yang dapat dilakukan oleh BUM Desa adalah: 1 Tidak langsung, dengan memberikan transfer keuangan bagi kas Desa melalui penambahan Pendapatan Asli Desa PADesa

Adapun faktor pendorong pengelolaan BUM Desa Mitra Taloka dalam mewujudkan desa mandiri adalah sumber daya manusia pengurus yang merupakan pemuda desa yang berkeinginan memajukan