• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelolaan BUM Desa .pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Pengelolaan BUM Desa .pdf"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

1

KEMENTERIAN DESA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL

DAN TRANSMIGRASI

PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN BADAN

USAHA MILIK DESA (BUM Desa)

(2)

PARADIGMA DAN AZAS DALAM PEMBANGUNAN DESA

Desa Baru

Desa Lama

Objek

Pembangunan

Subyek

Pembangunan:

Partisipatoris

Pertama,

Pemberian

kewenangan berdasarkan azas

rekognisi dan subsidiaritas.

Rekognisi berarti pengakuan

dan penghormatan terhadap

keberadaan (eksistensi) desa.

Sedangkan subsidiaritas

berarti penggunaan

kewenangan skala lokal.

Kedua

, kedudukan desa

sebagai pemerintahan

berbasis masyarakat,

yaitu

campuran dari komunitas

yang mengatur dirinya sendiri

(self governing community)

dan pemerintahan lokal (local

self government).

(3)

3

(4)

P

PENGELOLAAN POTENSI LOKAL DESA MELALUI BUM Desa

PERMASALAHAN EKONOMI

DESA:

1. Rendahnya penguasaan lahan

dan skala usaha yang relatif kecil

bahkan cenderung subsisten;

2. Akses pendanaan yang terbatas

dan cenderung

berpola”ijon”;

3. Kurang memiliki akses pasar dan

nilai tawar yang rendah;

4. Kurang memiliki pengetahuan

mengenai cara-cara produksi

yang baik;

(5)

Permendesa No.4/2015

tentang Pendirian, pengurusan dan

pengelolaan dan pembubaran BUM Desa.

Musyawarah Desa

dalam pembentukan

BUM Desa

Hasil Kesepakatan Penerbitan Peraturan

Musyawarah Desa

Desa mengenai BUM

Desa

Dasar hukum

pembentukan BUMDESA

Pasal 4, Desa dapat mendirikan BUM

Desa

berdasarkan peraturan Desa tentang

Pendirian BUMDESA;

Desa dapat mendirikan BUM Desa dengan

pertimbangan

:

inisiatif

pemerintah

desa/masyarakat

desa;

potensi

usaha

ekonomi desa; sumberdaya alam di desa;

sumber

daya

manusia

yang

mampu

mengelola BUM Desa; penyertaan modal dari

pemerintah desa dalam bentuk pembiayaan

dan kekayaan desa yang diserahkan untuk

dikelola sebagai bagian dari usaha desa.

Pendirian BUM Desa

disepakati

melalui Musyawarah

Desa’

Pokok Bahasan

dalam

Musyawarah Desa meliputi :

- Pendirian BUM Desa;

- Organisasi Pengelola BUM

Desa;

- Modal usaha BUM Desa; dan

- AD/ARTBUM Desa.

Hasil kesepakatan

Musyawarah desa

menjadi pedoman

bagi pemerintah desa

dan Badan

antar Desa

ditanda

tangani oleh kepala

desa.

5

BADAN USAHA MILIK DESA (BUM DESA)

Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa)

adalah Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya

dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari dari kekayaan desa yang dipisahkan

guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejaheraan masyarakat

desa.

(6)

6

PENGEMBANGAN BUM DESA SEBAGAI SALAH SATU KEGIATAN

(7)

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Desa

dibentuk untuk menciptakan

financialinclusion

di desa

Unit

Layanan→

untuk penyediaan

pelayanan publik & penyaluran

bantuan pemerintah.

Meningkatkan

Kemakmuran

Ekonomi Rakyat

BUM Desa SEBAGAI MESIN PENGGERAK EKONOMI

KonsepBadan Usaha Milik Desa (BUM Desa) berdasarkan UU No.6/2014

tentang Desa dan Permendesa No.4/2015:

BUM Desa merupakan bentuk dari

village government and community

partnership

atau kemitraan pemerintah desa dengan masyarakat desa

;

BUM Desa terdiri dari unit-unit usaha berbadan hukum (Perseroan

Terbatas, Lembaga Keuangan Mikro, Koperasi) yang dibentuk atas dasar

Pasal 33 UUD 1945

“Perekonomian

disusun

sebagai usaha bersama

berdasar atas asas

kekeluargaan”

Salah satu bentuk perwujudan

komitmen masyarakat desa untuk menggalang kekuatan ekonomi.

Bentuk-bentukusaha

Tujuan

Peluang Kerjasama:

BUMN (PLN, PT.

Sang Hyang Seri, PT. Pupuk Sriwidjaja),

PDAM, Perusahaan Swasta

CONTOH:

Voucher

Pangan (pengganti Raskin);

Pengelolaan

Air

Bersih

dan

Penyedia

Listrik;

Distributorpupuk dan bibit bersubsidi;

Pelayanan pembayaran Listrik dan Air.

1

2

Unit Usaha Perdagangandan

Jasa→untuk

3

memproduksi barang-barangtertentu,

menghindarkan produsen dari

tengkulak dan mengurangi rantai

logistik.

Peluang Kerjasama:

BUMN (BULOG, PT

Pertani), Perusahaan Swasta, PDAM

CONTOH:

Koperasi Pertanian dan Nelayan;

Toko Desa/Minimarket;

Jasa Wisata;

Pabrik Es Mini;

Koperasi Jasa Angkutan;

Distributor

handicraft online;

Perusahaan Air Minum Kemasan.

Peluang Kerjasama:

Bank (BNI, BRI,

BTN, Mandiri)

CONTOH KEGIATAN:

Koperasi Simpan Pinjam;

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Desa;

(8)

ASPEK

BUMDESA

KOPERASI

Prakarsa

pembentukan

Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa setempat

Kumpulan orang perorang;

Tidak dibatasi wilayah Desa tertentu.

Prosedur

Musyawarah Desa (diselenggarakan Badan

Permusyawaratan Desa)

Rapat Anggota

Keabsahan

Peraturan Desa tentang pendirian BUMDesa

(disepakati bersamaantar Kepala Desa dan Badan

Permusyawaratan Desa)

Keputusan Kepala Desa tentang AD/ART BUMDesa

Akte Notaris

Pihakpengesah

KepalaDesa

Notaris

Institusitertinggi

Musyawarah Desa

Rapat Anggota

Karakteristik

Badan hokum publik;

Unit Usaha yang dibentuk BUMDesa dapat berbentuk

Badan hokum privat

Badan hokum privat

Tujuan

Membantu penyelenggaraan urusan pemerintahan

Desa setempat;

Mendayagunakan sumber ekonomi local skala Desa.

Mengembangkan kekuatan dan memajukan

Kesejahteraan Anggota.

Layanan

Pelayanan umum dan kegiatan usaha ekonomi Desa

setempat;

Institusi dan gerakan ekonomi rakyat;

Terbuka lintas-desa.

(9)

ASPEK

BUMDESA

KOPERASI

Modal

Pendirian

Kekayaan Desa yang dipisahkan;

Terbuka penyertaan Modal dari masyarakat Desa

setempat

Simpanan pokok dan wajib dari

Anggota;

Terbuka penyertaan modal dari pihak

lain.

Basis

layanan

Potensi asset Desa setempat (ekonomi Desa, sumberdaya

alam, layanan dasar)

Kehendak,kebutuhan,kesepakatan anggota.

Bagi hasil

Pendapatan Asli Desa.

Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagikan kepada

anggota.

Kerjasama

Kerjasama antar-Desa untuk membentuk BUMDesa

Bersama;

Peleburan, penggabungan BUMDesa untuk BUMDesa

Bersama;

Kerjasama antar Unit Usaha BUMDesa.

Kerjasama antar koperasi dan institusi

Usaha lainnya.

Pelembagaan

Peraturan Bersama Kepala Desa tentang BUMDesa

Bersama;

Perjanjian kerjasama antar BUMDesa/BUMDesa

Bersama dengan pihak ketiga(koperasi,korporasi,

dll).

Kesepakatan/perjanjian kerja sama usaha

Dengan institusi usaha lainnya.

Peluang

KerjaSama

Kegiatan usaha bersama (bukan Penyertaan Modal)

Antara BUMDesa, Koperasi, dan institusi melalui Hibah

Dari Pemerintah Desa, disepakati di Musyawarah Desa.

Koperasi di Desa yang masih aktif, hadir

Dalam Musyawarah Desa, untuk membahas

Kegiatan usaha bersama dengan BUMDesa.

(10)

10

06/M.DPDTT/KB/IX/2016

dan

12/KB/M.KUKM/IX/2016

tanggal

23

September

2016

tentang

KoperasiSimpan

Pinjam

KoperasiJasa

Angkutan

Koperasi

Pertanian

Unit Usaha

Lainnya

(selain Koperasi)

Pembangunan Dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi

Melalui Sinergi Koperasi dan Badan Usaha Milik Desa.

Sinergi BUM Desa dan Koperasi dilakukan melalui kerjasama saling

menguntungkan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa dan

meningkatkan pendapatan masyarakat Desa

Contoh

Sinergi

BUM DESA

unit usaha

SINERGI BUM DESA DAN KOPERASI

(11)

12

ILUSTRASI PENGEMBANGAN BUM DESA

(12)

1. CONTOH MODEL PENGEMBANGAN BUM DESA DENGAN

TIPOLOGI DESA HUTAN GAMBUT

Pembentukan dan

pengembanganBUM

Desa dalam pengelolaan

sumber daya gambut

memberikan peluang

bagi masyarakat untuk

dapat mengelola

potensigambut secara

lebih produktif,

partisipatif dan

berkelanjutan.

BUM Desa dapat

membentuk unit-unit

usaha, seperti wana

wisata edukasi gambut,

unit usaha perkebunan,

dan simpan pinjam.

Unit Usaha Wana

Wisata Edukasi

Unit Usaha Simpan

Pinjam

BUM Desa

Unit Usaha Perkebunan

(Sawit, Nanas, Nirah)

(13)

2. MODEL PENGEMBANGAN BUM DESA DENGAN TIPOLOGI

DESA NELAYAN

Pengembangan

BUM

Desa

sebagai

upaya

untuk

memangkas

jalur

rente,

melalui

pembentukan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), sehingga dapat memberikan kemudahan

akses modal dalam bentuk pinjaman

‘lunak’

kepada nelayan;

BUM Desa dapat mengembangkan usaha budidaya dan menyediakan sarana prasarana

perikanan bagi nelayan, seperti pabrik es mini; penyedia alat tangkap ikan;

cold storage, alat

pengering dan pengasap ikan.

Lembaga Keuangan Mikro

(LKM) Desa

untuk

membangun dan menciptakan

financial inclusion

di level desa

Unit Usaha Perdagangan dan

Jasa→

untuk memproduksi

produk tertentu, menghindarkan

produsen dari tengkulak dan

mengurangi rantai logistik

.

CONTOH KEGIATAN:

Koperasi Simpan Pinjam;

Layanan keuangan perbankan,

seperti transfer, pembayaran

kredit cicilan, penyaluran

Kredit Usaha Rakyat (KUR).

CONTOH:

Pabrik Es Mini;

Budidaya ikan;

Penyedia alat tangkap ikan;

Cold Storage

;

Alat pengering &pengasap

ikan.

Peluang Kerjasama:

(14)

15

MASALAH:

Minimya ketersediaan

layanan listrik

POTENSI:

Melimpahnya sumber air.

Pembentukan unit usaha BUM Desa:

“Jasa

penyedia

listrik”

Dilakukan Musyawarah

Pembentukan BUM Desa

“BUM

Desa akan mendukung manajemen

pengelolaan listrikdesa

, seperti pemeliharaanmesin

pembangkit listrik, mengakomodiriuran masyarakat

pengguna listrik desa, fasilitasikerjasama dan investasi

pengembanganlistrik Perdesaan baik dengan

pemerintah maupun

swasta”.

Alat Pembangkit Listrik Tenaga

Mikrohidro

ILUSTRASI

PENGEMBANGANPLTMH

Distribusi listrik &

pengumpulan iuran

masyarakat

Pemeliharaan

mesin

Dilakukan BUM Desa

(15)

16

(16)

17

DISTRIBUSI BUM DESA TAHUN 2016

SEBARAN BUM DESA PER PROVINSI

1.

Dalam 2 tahun terakhir, jumlah BUM Desa meningkat tajam.

Pada akhir

tahun 2014, jumlah BUM Desa hanya sebanyak 1.022 Unit, namun

tahun 2016 meningkat drastis hingga 14.686 Unit.

2.

Dari total jumlah BUM Desa, Sebanyak 6.728 unit (52%) berada di Provinsi

Nangroe Aceh Darusalam, diikuti Jawa Timur sebanyak 918 unit (7,14%)

dan Jawa Tengah sebanyak 800 unit (6,22 %).

NO NAMAPROVINSI

JUMLAHBUMDESA

1

Nangroe Aceh Darusalam

6,728

12 JawaTimur

918

11 JawaTengah

896

24 Sulawesi Utara

629

10 JawaBarat

613

23 SulawesiTengah

496

2

Sumatera Utara

430

6

Bengkulu

360

3

Bali

336

20 Riau

319

21 Sulawesi Selatan

313

22 Sulawesi Tenggara

259

14 KalimantanTengah

256

13 KalimantanTimur

255

17 Lampung

255

19 Nusa Tenggara Barat

178

15 Kalimantan Selatan

160

26 Sumatera Selatan

154

28 Kalimantan Barat

152

25 Sumatera Barat

150

33 Sulawesi Barat

150

7

D.I Yogyakarta

148

30 Maluku Utara

134

18 Maluku

76

8

Gorontalo

68

5

Banten

63

27 Nusa Tenggara Timur

60

29 Kalimantan Utara

55

16 Kepulauan Riau

20

4

Bangka Belitung

19

32 Papua Barat

15

9

Jambi

11

31 Papua

10

(17)

Sejahtera

Sumber:Bagian PerencanaanDitjenPPMD

BEBERAPA BUM DESA YANG SUDAH

MEMILIKI PENDAPATAN DI ATAS 300 JUTA

9,000,000,000

1.

Berdasarkan data Kementerian Desa, PDTT Tahun

2016, beberapa BUM Desa yang berkembang telah

memiliki omset antara 300 juta-8,7 Milyar.

2.

BUM Desa yang memiliki omset tertinggi per

tahun adalah BUM Desa Tirtonirmolo Bantul

dengan omset sebesar 8,7 Milyar, dengan jenis

usaha berupa simpan pinjam.

3.

Disusul oleh BUM Desa Ponggok Klaten (Wisata)

dan BUM Desa Gili Amerta Kabupaten Buleleng

masing masing sebanyak 5,1 Milyar/tahun.

18

OMSET PERTAHUN

1 Bantul Tirtinirmolo Tirtonirmolo Simpan Pinjam 8,700,000,000

2 Buleleng Tajun Mandala Giri Amerta 5,179,000,000

3 Klaten Ponggok TirtaMandiri Kolam Pemandian dan Jasa Wisata 5,180,000,000

4

Cilacap Karang Kandri Karang Knadri Sejahtera SuplierPLTU 3,000,000,000

5 Kampar Rokan Hulu Bangun Jaya Perkebunan dan Simpan Pinjam 3,000,000,000

6 GunungKidul Bleberan Sejahtera Jasa Wisata 2,000,000,000

7 Bangli Landih Bulan Palapa Peternakan 1,600,000,000

8 Buleleng Pakisan Karyasari 1,400,000,000

9 Bojonegoro Kedung primpen Srisadani Pompanisasi,SewaTerop 1,300,000,000

10 Buleleng Tunjung Tunjung Mekar 1,300,000,000

11 Karangasem Bebandem Bandem Jagadhita Peternakan dan Pertanian 1,200,000,000

12 Buleleng Pacung Kencana Bumi Sejahtera 1,160,000,000

18 Bogor Sukamanah Sukamanah Pengelolaan Air Bersih dan

Simpan Pinjam 1,000,000,000

24 Bojonegoro Sugiwaras Sugi waras HIPAM,Pertanian,SimpanPinjam 550,000,000

25 Tuban Ngadipuro Sejahtera Pompanisasi,Peternakan 520,000,000

26 Kuningan Lengkong Langgeng kamulyan Kredit Usaha Mikro, & Peternakan 500,000,000

27 Malang Randugading Hipam Sumber Guwo Jasa Pengelolaan Air Bersih 500,000,000

28 Serang Beberan Maslahat Simpan Pinjam,Toko Sembako,

Jasa anggkutan Ekspedisi 500,000,000 29 Tanggerang Cangkudu Cangkudu Cipta MandirI SimpanPinjam 500,000,000

30

Lampung Selatan Bumiasih Bumiasih Bank Sampah dan Simpan Pinjam 500,000,000

31 Indragiri Hilir PekanTua Harapan Barokah Pengelolaan Pasar Desa, Simpan

Pinjam 500,000,000

(18)

19

(19)

Jumla

Pengembangan Potensi Wisata Umbul

Ponggok

Toko Desa

Program Jaminan Pendidikan & Kesehatan

Destinasi Wisata Air

2000000000.0

Jumlah

pendapatan

usaha

BUM

Desa

Tirta

Mandiri

tiap

tahun

mengalami peningkatan signifikan.

Alokasi Laba BUM Desa digunakan

untuk membiayai kegiatan unggulan Desa Ponggok yaitu: pemberian dana

pendidikan (Kartu Cerdas Desa), jaminan kesehatan (Kartu Kesehatan Anak),

penyaluran dana melalui lembaga zakat desa, dll.

PendapatanBUM Desa Ponggok

“Tirta Mandiri”

Pabrik Air Minum

Dalam Kemasan

Budidaya Ikan

(20)

Tahun

TotalOmzet

KeuntunganBersih

DevidenkeAPBDES

2013

Rp600.693.000

Rp310.188.000

Rp77.547.000

2014

Rp1.133.789.000

Rp439.032.000

Rp109.758.000

2015

Rp1.762.793.000

Rp703.672.000

Rp175.918.000

21

Simpan Pinjam

Unit Pengelola

SaranaAir Bersih

Pasar Desa

Pengelolaan

SampahTerpadu

Kredit Khusus RTM

BUM DESA GIRI AMERTHA-BALI

(21)

Tahu

n

TotalOmzet

Keuntungan

Bersih

Kontribusike

APBDES

2014

857,360,000

180,600,000

61,100,000

2015

1,087,070,000

215,700,000

68,320,000

22

BUM DESA BLANG KRUENG-ACEH

Rumah Sewa

(10 Rumah)

1

Penggemukan

Sapi (100 ekor)

5

3

Teratak & Barang

Pecah Belah

4

Depot Isi Ulang

dan Toko

Sewa Hand

Traktor

2

Simpan Pinjam

Perempuan

Al Ikhlas

6

(22)

Tahun

TotalOmzet

Keuntungan

Bersih

Devidenke

APBDES

2008

Rp121.468.451

Rp5.409.825

Rp540.982

2009

Rp173.139.983

Rp10.590.776

Rp1.059.078

2010

Rp211.346.334

Rp12.640.957

Rp1.264.096

2011

Rp238.823.827

Rp12.208.999

Rp1.831.350

2012

Rp264.896.992

Rp20.121.705

Rp3.018.256

2013

Rp336.925.054

Rp22.864.112

Rp6.772.822

2014

Rp357.194.429

Rp53.709.570

Rp10.741.914

2015

Rp363.811.060

Rp77.846.605

Rp15.596.321

2016

Rp386.084.479

Rp81.918.891

Rp16.383.778

Telepon dan Listrik

BUM DESA MAJU MAKMUR-BLITAR, JAWA TIMUR

Kinerja Keuangan BUM Desa

SaranaProduksi

Pertanian

Simpan Pinjam

Batako

Bengkel

Pembesaran Sapi

Penjualan Pulsa

(23)

24

PENGUATAN KOORDINASI

(24)

Dalam

rangka

mendukung

pengembangan BUM Desa diperlukan

sinergi dan dukungan dari banyak

pihak,

misalnya

Kementerian/Lembaga

(K/L)

lain,

Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi,

dan Swasta;

Pada posisi ini, Kementerian Desa

dapat berperan sebagai koordinator.

Hal ini didukung dalam

Peraturan

Presiden 12 Tahun 2015

, dimana

salah

satu

Transmigrasi

adalah

sebagai

koordinator

pembangunan

desa,

selain fungsi

Regulasi

dan

Eksekusi

;

25

KOORDINASI

STAKEHOLDERS

DALAM PENGEMBANGAN

(25)

26

ILUSTRASI SINERGI

PENGEMBANGAN BUM DESA

Pengembangan

BUMN;

Pemerintah Daerah.

Kemendesa PDTT;

Kementerian Koperasi

dan UKM;

BUMN;

Swasta;

Pemerintah Daerah.

Dukungan

Kemendesa PDTT;

Kementerian

Kelautan dan

Perikanan;

Kementerian BUMN;

BUMN;

Swasta

(26)

27

Referensi

Dokumen terkait

No. Kondisi ini telah menunjukkan potensi usaha unggulan BUM Desa, tetapi tidak dapat dimanfaatkan karena kendala keterbatasan kemampuan teknis dan tidak memiliki

Unit Usaha BUM Desa tidak dapat menutupi kerugian dengan aset dan kekayaan yang dimilikinya, dinyatakan pailit sesuai dengan Perundang-undangan mengenai Kepailitan.

Potensi ekonomi dalam hal ini adalah sumber daya desa yang dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian masy- arakat. Di Desa Muktiharjo, potensi sumber daya

dan kegiatan ekonomi masyarakat transmigran, analisis potensi ekonomi sumberdaya alam lokal, analisis potensi ekonomi sumberdaya manusia lokal, analisiskondisi

Pelembagaan BUM Desa adalah suatu proses atau cara melekatkan unsur-unsur BUM Desa dalam pemahaman dan aktifitas warga masyarakat, sehingga unit-unit usaha yang diselenggarakan BUM

Potensi ekonomi dalam hal ini adalah sumber daya desa yang dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian masy- arakat. Di Desa Muktiharjo, potensi sumber daya

Keberadaan BUM Desa sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), diharapkan Pemerintah Desa dapat

Kedua, upaya yang dilakukan untuk optimalisasi peran BUM Desa dalam pengembangan ekonomi perdesaan di tengah pandemi Covid-19 diantaranya dengan mendorong BUM Desa sebagai penyedia