• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 1 Apreasiasi Karya Seni Rupa Dua Dimensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bab 1 Apreasiasi Karya Seni Rupa Dua Dimensi"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

I. Pengantar Apresiasi Karya Seni Rupa Dua Dimensi

Bab ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar apresiasi karya seni rupa dua dimensi. Dalam konteks pendidikan seni, apresiasi mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami berbagai elemen yang membentuk karya seni. Pembaca diharapkan dapat mengenali jenis, simbol, fungsi, dan nilai estetis dari karya seni rupa dua dimensi. Sebagai contoh, perbedaan antara seni rupa terapan dan seni rupa murni menjadi fokus penting, di mana seni rupa terapan berfungsi praktis, sedangkan seni rupa murni lebih bersifat ekspresif. Mengamati benda-benda di sekitar kita dapat membantu dalam mengidentifikasi dan membedakan kedua jenis karya ini. Hal ini penting karena pemahaman yang baik tentang jenis-jenis karya seni akan meningkatkan kemampuan kita dalam menghargai dan menciptakan seni rupa. Seperti yang dinyatakan, "Cobalah perhatikan benda-benda di sekitar kamu, dapatkah kamu menemukan dan membedakan jenis karya seni rupa terapan dan karya seni rupa murni?" Ini menunjukkan pentingnya pengamatan dalam proses belajar seni.

II. Unsur, Objek, dan Simbol dalam Karya Seni Rupa

Dalam subseksi ini, dibahas tentang unsur-unsur rupa yang membentuk karya seni, seperti warna, garis, bentuk, dan tekstur. Unsur-unsur ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga memiliki makna simbolik yang mendalam. Misalnya, warna tertentu dapat melambangkan emosi atau tema tertentu dalam sebuah karya. Pembaca diajak untuk mengamati gambar-gambar karya seni yang disertakan dan mengisi tabel yang mengidentifikasi jenis, alat, bahan, dan teknik yang digunakan. Melalui pengamatan ini, siswa diharapkan dapat menemukan simbol-simbol yang terkandung dalam karya seni, yang bisa berupa bentuk, objek, atau tema. Dengan memahami simbolisme, kita dapat lebih menghargai makna di balik sebuah karya seni. Seperti yang dinyatakan, "Jika ada cobalah kamu tunjukkan dan uraikan simbol apa saja yang kamu temukan pada karya-karya seni rupa dua dimensi tersebut." Ini menunjukkan pentingnya analisis kritis dalam apresiasi seni.

III. Teknik dan Proses Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi

Subseksi ini membahas berbagai teknik dan media yang digunakan dalam menciptakan karya seni rupa dua dimensi. Pembaca diperkenalkan pada berbagai jenis bahan, seperti cat minyak, akrilik, dan media campuran, serta teknik yang digunakan dalam proses berkarya. Diskusi tentang teknik berkarya ini sangat penting, karena pemilihan teknik dan bahan dapat mempengaruhi hasil akhir dari sebuah karya seni. Pembaca diajak untuk membandingkan berbagai teknik dan media yang digunakan oleh seniman, serta memilih yang paling sesuai dengan visi dan tujuan mereka dalam berkarya. Selain itu, pentingnya eksplorasi dalam berkarya juga ditekankan, di mana siswa didorong untuk mencoba berbagai teknik dan media. Sebagaimana dinyatakan, "Memilih bahan, media, jenis, simbol, fungsi, nilai estetis dan teknik dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi" adalah langkah penting dalam pengembangan kreativitas.

IV. Klasifikasi dan Kategorisasi Karya Seni Rupa

Subseksi terakhir membahas tentang pengkategorian karya seni rupa berdasarkan jenis, teknik, dan fungsi. Pembaca diperkenalkan pada berbagai klasifikasi, seperti seni kriya, seni lukis, dan seni grafis, serta bagaimana karya seni dapat dibedakan berdasarkan waktu dan fungsi. Pemahaman tentang klasifikasi ini penting untuk kegiatan kritik dan apresiasi, karena membantu kita untuk lebih memahami konteks dan tujuan dari sebuah karya seni. Selain itu, pembaca juga diajak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mendorong pemikiran kritis tentang perbedaan karya seni berdasarkan dimensi, bahan, teknik, dan fungsinya. Dengan penguasaan klasifikasi ini, pembaca diharapkan dapat lebih mudah dalam mengapresiasi dan memahami karya seni yang ada di sekitar mereka. Seperti yang dinyatakan, "Pengkategorian karya ini sangat kita perlukan terutama dalam kegiatan kritik dan apresiasi," menegaskan pentingnya pemahaman ini dalam dunia seni.

Referensi Dokumen

  • Rp. 100.000 ( Chusin )
  • Are you Woman? ( Sasya Tranggono )
  • Ruang Pengikat Hati ( Janu Purwanto Untoro )
  • Ruller In Reality ( Joni Susanto )
  • No Magic ( Surya Darma )

Gambar

Gambar  1.2  Lee  man  Fong,  1941,  Kakek Petarung Ayam
Gambar 1.3 Sukma Toshar, 2012, Dinamika, 98 x 135 cm, akrilik pada kanvas
Gambar 1.6 Indieguerillas, 2013, Only Designer Drugs Can TAme This Beast Inside Me, Acrylic and oil
Gambar 1.7 Wassily Kandinsky, 1923,  On White II , oil
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ide STIMULASI (perangsangan) KONTEMPLASI (perenungan ) Berkarya Seni Lukis Karya Seni Lukis Realis Apresiasi Pengumpulan referensi, pembuatan sketsa, media dan

obyek tertentu. Karya seni rupa 3 dimensi ada yang memiliki fungsi pakai dan ada yang memiliki fungsi hias saja. Untuk berkarya seni rupa 3 dimensi ini kalian dapat memilih dan

Guru seni budaya bersama siswa mempersiapkan dan melaksanakan aktivitas mengapresiasi karya seni rupa murni (seni lukis), sehingga para siswa kompeten merasakan keindahan dan

Alat, bahan dan media yang digunakan berkarya seni lukis sangat beragam tergantung dari teknik yang

Ob- jek kajian dalam penelitian ini adalah karya seni rupa Indonesia periode 2000-2011, yang dibatasi pada karya-karya dua dimensi dengan medium konvensional seni lukis dari

Kuliah seni lukis di Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta menjadi landasan awal yang penting dalam melatih kemampuan untuk terus berkarya, belajar mengolah rasa,

Bahan dan alat yang diperlukan: kertas, pewarna, pelepah daun, buah, daun- daunan, umbi-umbian, belimbing atau umbi dan buah yang memiliki permukaan potongan yang

Proses ekspresi atau proses penuangan ide ke dalam bentuk atau wujud karya seni adalah memuat tentang kreativitas masing-masing seniman atau pencipta seni (proses