1
PENGARUH KINERJA KEUANGAN DENGAN PENDEKATAN
RGEC TERHADAP HARGA SAHAM
(Studi pada Bank Umum-Buku IV Periode 2016-2020)
Salshabila Aulia Dewi1, Emmelia Tan., S.E., MBA.2
Prodi Manajemen, Universitas Pelita Bangsa
E-mail: [email protected], [email protected]2
ABSTRAK
Pada saat pandemi COVID-19 dunia menghadapi krisis kesehatan maupun krisis ekonomi sektor perbankan ikut terkena dampaknya. Fenomena ini berdampak kepada likuiditas perbankan yang berlimpah tertinjau dari dana pihak ketiga (DPK) bank yang terus naik. Kemudian penyaluran kredit terganggu yang menyebabkan laju
loan to deposit ratio (LDR) menjadi turun signifikan. Dengan demikian, perusahaan
perbankan harus meningkatkan kinerja dan manajemen resiko dengan pendekatan RGEC untuk kelancaran operasi dan kestabilan nilai saham. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penilaian kinerja keuangan dengan pendekatan RGEC terhadap harga saham pada Bank Umum-Buku IV di Indonesia pada tahun 2016-2020. Dengan
risk profile yang di proksikan dengan NPL, LDR, good corporate governance dengan self assessment, earning di proksikan dengan ROA, NIM, kemudian capital di
proksikan dengan CAR dengan menggunakan analisis regresi data panel. Pengujian ini menggunakan metode pengambilan sample pada penelitian ini adalah purposive
sampling dengan data sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah 7 perusahaan
perbankan yang termasuk ke dalam Bank Umum-Buku IV pada tahun 2020. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara bersama-sama NPL, LDR, GCG, ROA, NIM, CAR berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial, hanya LDR yang berpengaruh negatif signifkan terhadap harga saham.
Kata kunci: NPL, LDR, GCG, ROA, NIM, CAR, Harga Saham. PENDAHULUAN
Pada saat pandemi COVID-19 dunia menghadapi krisis kesehatan
maupun krisis ekonomi sektor
perbankan pun ikut terkena
dampaknya. Dengan adanya
pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-day reverse rate (BI7DRR) menyebabkan tren Bunga deposito mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Akan tetapi,
2
jumlah simpanan masyarakat
khususnya deposito terus meningkat di tengah pandemi COVID-19. Fenomena
ini berdampak kepada likuiditas
perbankan yang berlimpah tertinjau dari dana pihak ketiga (DPK) bank yang terus naik. Sekaligus laju loan to deposit ratio (LDR) menjadi turun signifikan. Pada tahun 2020 banyak pemilik dana cenderung menabung untuk deposito. 13 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2008 kasus kebangkrutan di Amerika Serikat ini menjadi kasus terbesar pada 2008 mengungkapkan seberapa besar pasar keuangan kepada aset ‘usang’ hipotek subprime dan turunannya saat itu terjadi melonjak kembali. Masalah ini timbul kembali karena industry hipotek memberikan dana para peminjam yang
sebenarnya tidak mampu untuk
membayar. Bagi dunia, hal ini
menandakan berakhirnya pertumbuhan. Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Indonesia pada tahun 2009, wartawan BBC Jonathan Head melaporkan negara Asia Tenggara ini kurang bergantung pada ekspor sehingga kemungkinan akan dapat menahan dampak krisis lebih baik daripada tetangganya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2008 sebesar 6,01%, menjadi turun sebesar 4,63% di tahun 2009 dan di tahun 2018 indonesia di perkirakan akan tumbuh di tingkat 5,17%.
Perbandingan seperti itu sangat terlihat signifikan jika dilihat dari rasio kredit yang bermasalah atau
non-performing loan (NPL) di
masing-masing periode. Berdasarkan OJK, rasio NPL perbankan pada September
2020 mencapai 3,15% (gross) dan 1,07% (nett). Bank adalah badan usaha
yang menghimpun dana dari
masyarakat berupa simpanan dan mengalokasikan kepada masyarakat dalam kredit dana atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (UU No.10 tahun 1998).
Menurut Dendawijaya dalam
(Panjaitan & Wardani, 2015) bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya menghimpun dana dalam bentuk giro, tabungan dan deposito kemudian menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit, modal kerja dan investasi serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas peredaran uang. Kinerja keuangan diberitahukan oleh laporan keuangan
yang diterbitkan secara periodik
dimana laporan keuangan tersebut
menunjukan keadaan bank yang
sebenarnya. Kinerja keuangan bank yang sehat dapat mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat pada
bank itu sendiri (SAHRUL
MUNIROH, 2014). mengacu pada
Peraturan Bank Indonesia
No.13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum, yaitu :
dengan menggunakan Pendekatan
Risiko (Risk-based Bank Rating) baik
secara individual maupun secara
konsolidasi, dengan cakupan penilaian meliputi faktor-faktor sebagai berikut: Profil Risiko (risk profile), Good
Corporate Governance (GCG), Rentabiltas (earnings), dan permodalan (capital) atau disingkat menjadi metode RGEC.
3
Rumusan Masalah:
Dalam penelitian (Salsabilla & Yunita, 2020) menyatakan bahwa dengan pendekatan RGEC berpengaruh
terhadap harga saham, kinerja
keuangan yang baik dalam perbankan juga menjadi pengaruh yang baik terhadap harga saham. (Indriani & Dewi, 2016) menyimpulkan profil risiko, NIM, CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham, sedangkan GCG dan ROA berpengaruh positif dam signifikan terhadap harga saham, tingginya angka kredit bermasalah dan tingginya modal
dapat menjadi penilaian kinerja
menurun dan terdapat pengaruh yang baik jika tata kelola perusahaan dan perolehan laba selalu meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan latar belakang diatas pengaruh kinerja keuangan dengan menggunakan metode RGEC terhadap harga saham perbankan, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
1. Bagaimana kinerja keuangan Bank Umum-Buku IV ditinjau dari Risk
Profile berpengaruh terhadap harga
saham pada tahun 2016-2020? 2. Bagaimana kinerja keuangan Bank
Umum-Buku IV ditinjau dari Good
Corporate Governance berpengaruh
terhadap harga saham pada tahun 2016-2020?
3. Bagaimana kinerja keuangan Bank
Umum-Buku IV ditinjau dari
Earnings berpengaruh terhadap harga saham pada tahun 2016-2020? 4. Bagaimana kinerja keuangan Bank
Umum-Buku IV ditinjau dari
Capital berpengaruh terhadap harga
saham pada tahun 2016-2020?
5. Bagaimana kinerja keuangan Bank Umum-Buku IV ditinjau dari aspek
RGEC (Risk Profile, Good
Corporate Governance, Earnings, Capital) berpengaruh terhadap harga
saham pada tahun 2016-2020.
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Handoko (2012, p. 8) manajemen merupakan suatu proses
perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan upaya-upaya para anggota dan penggunaan sumber daya organisasi lainya dengan tujuan mencapai organisasi yang telah disahkan. Menurut Irham Fahmi (2016, p. 2) manajemen keuangan merupakan penggabungan dari ilmu dan seni yang membahas, mengkaji, dan menganalisis tentang bagaimana seorang manajer memanfaatkan segala sumber daya
perusahaan untuk mencari dana,
mengelola dana, dan membagi dana dengan tujuan mampu memberikan keuntungan atau kesejahteraan bagi
para investor dan sustainability
(keberlanjutan) usaha bagi perusahaan.
1. Harga Saham
Harga saham menurut Darmadji dan Fakhrudin (2012, p. 102) merupakan harga yang terjadi di bursa pada waktu tertentu, harga saham dapat beralih naik atau pun turun dalam hitungan waktu yang begitu cepat dalam hitungan menit bahkan hitungan detik, hal tersebut
kemungkinan karena tergantung
dengan permintaan dan penawaran antara pembeli saham dan penjual saham. Harga saham ialah harga
4
penutupan saham selama periode pengamatan untuk setiap jenis saham
yang dijadikan sampel dan
pergerakannya senantiasa diamati oleh para investor untuk menjadi sebuah
pertimbangan. Menurut (Husnan,
2009:151) dalam (Indriani & Dewi, 2016) harga saham (stock price) adalah nilai sekarang (present value) dari penghasilan-penghasilan yang akan diterima oleh investor di masa yang akan datang. Pergerakan harga saham akan selalu naik turun, pergerakan
inilah yang dapat memberikan
keuntungan bagi para investor.
Dapat disimpulkan pengertian harga saham merupakan harga yang terbentuk sesuai dengan permintaan dan penawaran pada pasar jual beli saham dan biasanya harga saham adalah harga penutupan. Adapun
jenis-jenis harga saham menurut
Widoatmodjo (2012, p. 126) adalah sebagai berikut:
1. Harga Nominal
Harga yang sudah tercantum dalam sertifikat saham yang telah ditetapkan oleh emiten untuk menjadi tolak ukur setiap lembar saham yang diterbitkan. Besarnya harga nominal memberikan arti penting yang dalam, karena dividen
minimal biasanya ditetapkan
berdasarkan nilai nominal. 2. Harga Perdana
Harga perdana adalah harga pada waktu harga saham tersebut dicatat dibursa efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya di sahkan oleh pemangku emisi (underwrite) dan emiten. Dengan seperti itu akan diketahui berapa harga saham emiten
itu akan dijual kepada masyarakat biasanya untuk memastikan harga perdana.
3. Harga pasar
Harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain merupakan harga pasar. Transaksi disini tidak lagi menyertakan emiten dari penjamin emisi harga ini yang disebut sebagai harga di pasar sekunder dan harga inilah yang benar-benar mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena pada transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit. Harga pasar
adalah harga yang setiap hari
diumumkan di surat kabar atau media lain.
4. Harga Pembukaan
Harga pembukaan merupakan harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat jam bursa dibuka. Bisa saja terjadi pada saat dimulainya hari bursa itu sudah terjadi transaksi atas suatu saham, dan harga sesuai dengan diminta oleh penjul dan pembeli. Dalam keadaan seperti itu, harga pembukuan bisa menjadi harga pasar, begitu juga dengan harga pasar mungkin juga akan menjadi harga pembukaan namun tidak selalu terjadi. 5. Harga Penutupan
Harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir hari bursa merupakan harga penutupan. Pada keadaan ini, dimana bisa saja terjadi pada saat akhir hari bursa tiba-tiba terjadi transaksi atau suatu saham, karena ada kesepakatan antar penjual dan pembeli. Jika ini yang terjadi maka harga penutupan itu telah menjadi harga pasar. Namun demikian, harga ini
5
tetap menjadi harga penutupan pada hari bursa tersebut.
6. Harga Tertinggi
Harga tertinggi suatu saham adalah harga yang paling tinggi yang terjadi pada hari bursa. Harga ini dapat terjadi transaksi atas suatu saham lebih dari satu kali tidak pada harga yang sama. 7. Harga Terendah
Harga terendah merupakan harga yang paling rendah yang terjadi pada hari bursa. Harga ini dapat terjadi apabila terjadi transaksi 12 atas suatu saham lebih dari satu kali tidak pada harga yang sama. Dengan kata lain, harga terendah merupakan lawan dari harga tertinggi.
8. Harga Rata-Rata
Harga rata-rata adalah perataan dari harga tertinggi dan terendah.
2. Bank
Bank dikenali dengan lembaga keuangan yang memiliki kegiatan
utama menerima simpanan giro,
tabungan, dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat untuk menukar uang, , memindahkan uang atau segala bentuk pembayaran dan setoran seperti pemabayaran listrik, telepon, air, pajak, uang kuliah dan pemabayaran lainnya (Dewi, 2018). Segala sesuatu yang mencakup dengan
bank, mencakup kelembagaan,
kegiatan usaha, serta cara dan proses
dalam melaksanakan kegiatannya
termasuk ke dalam perbankan.
Bank umum merupakan badan usaha yang memiliki wewenang menghimpun dana dari masyarakat dan memberikan layanan dalam lalu lintas pembayaran. Menurut ahli perbankan bank umum
ialah institusi keuangan yang
berorientasi pada laba. Bank umum
sendiri memiliki beberapa jenis
berdasarkan statusnya.
3. Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan suatu
perusahaan sangat penting bagi
perusahaan. Karena kinerja keuangan
memiliki pengaruh dan dapat
digunakan sebagai alat untuk
mengetahui apakah perusahaan
mengalami perkembangan atau bahkan sebaliknya. Menurut (Mandasari, 2015) menerangkan kinerja sebagai suatu
bayangan mengenai pencapaian
pelaksanaan suatu
kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan skema strategis (strategic
planning) pada suatu organisasi. Maka
dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah suatu gambaran mengenai kondisi keuangan pada suatu
perusahaan yang dianalisis
menggunakan alat analisis keuangan, agar dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan pada suatu perusahaan yang menjadi cerminan prestasi kerja dalam periode tertentu. Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi perbankan, karena pengukuran kinerja
tersebut dapat menjadi pengaruh
perilaku pengambilan keputusan dalam perbankan. Menurut Subramanyam dan Wild (2014, p. 101) kinerja keuangan adalah pengakuan pendapatan dan pengaitan biaya yang menghasilkan laba yang lebih unggul dibandingkan arus kas untuk mengevaluasi kinerja
6
keuangan. Menurut Munawir (2012, p.
31) tujuan dari dilakukannya
pengukuran kinerja keuangan
perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Likuiditas
Kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangan
yang harus segera diselesaikan pada saat ditagih menunjukan likuiditas.
2. Tingkat Solvabilitas
Solvabilitas memperlihatkan
kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangannya
apabila perusahaan tersebut
dilikuidasi, baik keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
3. Tingkat Rentabilitas
Rentabilitas atau yang sering
disebut dengan profitabilitas
menunjukan kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
4. Tingkat Stabilitas
Stabilitas memperlihatkan
kemampuan perusahaan dalam
melakukan usahanya dengan stabil,
yang diukur dengan
mempertimbangkan kemampuan
perusahaan untuk membayar
hutang-hutangnya serta membayar beban bunga atas hutang-hutangnya tepat pada waktunya.
4. Metode RGEC
Manajemen risiko dimulai dengan adanya kesadaran bahwa risiko tidak dapat dihindari maupun dilenyapkan tetapi risiko harus dikendalikan. Dari
metode CAMELS kemudian
disempurnakan dan di sesuaikan
dengan petunjuk pelaksanaan dalam
pengaturan Bank Indonesia Nomor
13/1/PBI/2011 tentang penilaian
tingkat kesehatan bank umum menjadi metode RGEC dengan indikator (Risk
Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital) pedoman
perhitungan selanjutnya diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum yang mewajibkan bank umum untuk melakukan penilaian
sendiri (Self Assesment) tingkat
kesehatan bank dengan menggunakan metode RGEC (Gandawari et al., 2017).
a. Profil Risiko
Profil risiko adalah gambaran
kesehatan keseluruhan risiko yang melekat pada operasional bank, bank perlu menyusun laporan profil risiko. Selain untuk kepentingan pelaporan pada Bank Indonesia,
penyusunan profil risiko juga
diperlukan sebagai bahan supervisi untuk mengendalikan risiko bank secara efektif. Dalam penelitian ini peneliti mengukur faktor risk profile dengan menggunakan 2 indikator yaitu faktor risiko kredit dengan rumus NPL (Non Performing Loan) dan risiko likuiditas LDR (Loan
Deposit Ratio). Adapun penjelasan
mengenai risiko kredit dan risiko
likuiditas menurut (Daniswara,
2016) adalah sebagai berikut: i) Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat dari kegagalan debitur dan/ pihak lain dalam kewajibannya memenuhi kewajiban pada bank. Risiko kredit dapat di proksikan
7
dengan NPL seperti yang termuat dalam laporan keuangan publikasi.
Berdasarkan Surat Edaran BI
No.13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011. Non Performing Loan diukur dengan rumus sebagai berikut: 𝑵𝑷𝑳 = 𝑲𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝑩𝒆𝒓𝒎𝒂𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑲𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 × 𝟏𝟎𝟎% ii) Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi dari akibat ketidakmampuan
bank dalam keharusannya
memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas, dan/atau dari aset likuid
berkualitas tinggi yang dapat
digunakan, dengan mengganggu aktivitas serta keadaan keuangan bank. Rasio yang dapat digunakan risiko likuiditas ialah Loan Deposit
Ratio (LDR). Loan Deposit Ratio
diukur dengan rumus sebagai
berikut:
𝑳𝑫𝑹 =𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑲𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒀𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑫𝒂𝒏𝒂 𝑷𝒊𝒉𝒂𝒌 𝑲𝒆𝒕𝒊𝒈𝒂
× 𝟏𝟎𝟎% b. Good Corporate Governance
GCG adalah tata kelola manajemen bank yang baik sangat menentukan
keberhasilan suatu bank dalam
mengelola bank agar terus tumbuh dan maju. Menurut SK BI No. 9/12/DPNP tahun 2008 semakin tinngi kinerja GCG, maka kulaitas manajemen dalam melaksanakan operasional bank sangat baik, sehingga bank tersebut bisa
mencapai laba yang dinginkan.
Penilaian pelaksanaan GCG bank
mempertimbangkan faktor-faktor
penilaian GCG secara komprehensif dan terstuktur, mencakup governance
structur, governance process, dan
governance outcome. Berdasarkan SE
BI No. 15/15/DPNP tahun 2013 bank diharuskan melakukan penilaian sendiri (self assessment) melalui laporan Self
Assessment pelaksanaan Good Corporate Governance. Sesuai dengan
Surat Edaran BI No. 13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 Good Corporate Governance diukur dengan rumus sebagai berikut:
𝑮𝒐𝒐𝒅 𝑪𝒐𝒓𝒑𝒐𝒓𝒂𝒕𝒆 𝑮𝒐𝒗𝒆𝒓𝒏𝒂𝒏𝒄𝒆 = 𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 𝑲𝒐𝒎𝒑𝒐𝒔𝒊𝒕 𝑮𝑪𝑮 c. Rentabilitas (Earnings)
Rentabilitas (Earnings) merupakan aspek yang digunakan untuk menjadi penilaian kemampuan bank dalam
meningkatkan keuntungan.
Kemampuan ini dapat dilakukan dalam satu periode kegunaan aspek ini juga untuk menjadi tolak ukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang
dicapai bank yang bersangkutan
(Paramartha & Darmayanti, 2017). Dalam peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 Pasal 7 Ayat 2 meliputi kinerja earnings, dan sustainability
earnings bank. Indikator yang digunakan yaitu Return On Assets (ROA) dan Net Interest Margin (NIM).
i) Return On Assets (ROA)
Return On Asstes (ROA) adalah salah
satu rasio profitabilitas. Dalam analisis laporan keuangan, rasio ini paling
sering disoroti, karena mampu
menunjukan keberhasilan perusahaan menghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian di proyeksikan di masa yang akan datang. Semakin
besar ROA menunjukan kinerja
8
(Christian et al., 2017). Penilaian
earnings (rentabilitas) diukur dengan
rasio ROA menggunakan rumus
sebagai berikut:
𝑹𝑶𝑨 = 𝑳𝒂𝒃𝒂 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝒑𝒂𝒋𝒂𝒌
𝑹𝒂𝒕𝒂 − 𝒓𝒂𝒕𝒂 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕 × 𝟏𝟎𝟎% ii) Net Interest Margin (NIM)
Net Interest Margin (NIM) adalah rasio
yang dapat dipakai untuk meninjau bagaimana kemampuan bank dalam
memperoleh pendapatan bunga
bersihnya dengan mengelola aset produktif yang dapat menghasilkan bunga. Dengan menggunakan NIM dapat menunjukan tingkat profitabilitas stautu bank, yang akhirnya akan mempengaruhi harga saham suatu bank (Febiolla et al., 2019). Penilaian
earnings (rentabilitas) diukur dengan
rasio NIM menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑵𝑰𝑴 = 𝑷𝒆𝒏𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒃𝒖𝒏𝒈𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉
𝑹𝒂𝒕𝒂 − 𝒓𝒂𝒕𝒂 𝒂𝒔𝒆𝒕 𝒑𝒓𝒐𝒇𝒖𝒌𝒕𝒊𝒇 × 𝟏𝟎𝟎% d. Permodalan (Capital)
Faktor penting dalam bisnis
perbankan adalah modal, namun modal hanya membiayai sebagian kecil dari harta bank. Menurut Pandia (2016, p. 28) modal merupakan uang yang ditanamkan oleh pemiliknya sebagai pokok untuk memulai usaha maupun untuk memperbesar usahanya yang
dapat menghasilkan suatu guna
menambah kekayaan. Menurut (Alam & Nohong, 2019) CAR (Capital
Adequacy Ratio) adalah rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung risiko yang kemungkinan dihadapi oleh bank. Semakin tinggi CAR maka semakin baik kemampuan bank tersebut untuk menanggung risiko
dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisiko. CAR diukur dengan rumus sebagai berikut:
𝑪𝑨𝑹 = 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝒃𝒂𝒏𝒌
𝑨𝑻𝑴𝑹 × 𝟏𝟎𝟎%
5. Hipotesis Penelitian
H1: Risk Profile berpengaruh terhadap harga saham.
H2: Good Corporate Governance berpengaruh terhadap harga saham. H3: Earnings berpengaruh terhadap harga saham.
H4: Capital berpengaruh terhadap harga saham.
6. Model Penelitian
Model penelitian adalah suatu gambaran berupa grafik atau diagram tentang kenyataan baik proses maupun struktur yang didalamnya terdapat teori dan formula yang disederhanakan agar
mudah dipahami dengan
memperlihatkan unsur atau elemen yang dianggap penting.
9
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk
menggambarkan secara sistematis
suatu hasil penelitian dengan berfokus kepada kajian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham
perbankan. Dalam penelitian ini
peneliti menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui berbagai sumber berupa laporan keuangan perbankan antara lain di Bursa Efek Indonesia dan
Otoritas Keuangan dan studi
kepustakaan yang relevan di bidang keuangan, seperti buku, jurnal, majalah, dari internet atau website yang menunjang penelitian ini. Objek yang dipilih untuk penelitian ini adalah Bank Umum-Buku IV.
1. Populasi dan Sampel
Populasi adalah sebagai suatu kumpulan subjek, variabel, konsep, atau fenomena. Kita dapat meneliti
setiap anggota populasi untuk
mengetahui sifat populasi yang
bersangkutan Morissan (2012, p. 19). Sedangkan sampel Menurut Sugiyono (2017, p. 81) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum-Buku IV yaitu tercatat sebanyak 7 bank dengan periode 2016-2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive
sampling dengan tujuan untuk
mendapatakan sampel yang
representatif sesuai dengan kriteria
yang ditentukan. Kriteria yang
dijadikan pertimbangan dalam memilih sampel adalah:
1. Bank yang termasuk kedalam Bank Umum Kelompok Usaha Buku IV tahun 2020.
2. Bank telah menerbitkan laporan tahunan yang disajikan dalam satuan nilai rupiah.
3. Bank mencantumkan data peringkat
komposit Good Corporate
Governance selama periode
2016-2020.
4. Bank yang telah menerbitkan
laporan tahunan (annual report)
kelengakapan data mengenai
variabel yang bersangkutan dalam penelitian ini.
Data dalam penelitian ini menggunakan penggabungan data yaitu dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 pada bank yang dipilih sebagai sampel penelitian, dimana jumlah sampel yang digunakan adalah perkalian antara jumlah bank sebanyak 7 bank dengan jumlah pengamatan yaitu 5 tahun. Sehingga jumlah pengamatan yang digunakan menjadi 35 sampel. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini
menggunakan perhitungan
komputerisasi program EVIEWS 12.
Analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data panel yang merupakan penggabungan antara data deret waktu (time-series) dan data deret lintang (cross-section).
10
HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Analisis Statistik Deskriptif
Tabel 1. Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif
Berdasarkan tabel 1. di atas menunjukan bahwa Observation pada setiap variabel valid adalah 35, terlihat bahwa mean NPL yang diukur dari besarnya jumlah kredit bermasalah dan total kredit dari beberapa bank yang diteliti adalah 2,645143, dengan nilai
minimum 1,300000 dan nilai
maksimum 4,300000. Nilai
penyimpangan data NPL adalah
sebesar 0,688628 lebih kecil dari mean sebesar 2,645143, dengan demikian penyebaran data untuk variabel NPL dalam penelitian ini adalah merata dan tidak terdapat perbedaan yang tinggi antara data yang satu dengan data yang lainnya.
Mean LDR yang diukur dari
jumlah total kredit dan dana pihak ketiga dari beberapa bank yang diteliti
adalah 9005,486. Dengan nilai
minimum sebesar 6680,000 dan nilai maksimum sebesar 11526,00, nilai
penyimpangan data LDR adalah
sebesar 817,6412 lebih kecil dari mean sebesar 9005,486. Dengan demikian penyebaran data untuk variabel LDR dalam penelitian ini adalah merata dan tidak terdapat perbedaan yang tinggi
antara data yang satu dengan data yang lainnya.
Mean GCG yang diukur dari
nilai komposit dari beberapa bank yang diteliti adalah 1,714286. Dengan nilai minimum sebesar 1,000000 dan nilai maksimum sebesar 2,000000, nilai
penyimpangan data GCG adalah
sebesar 0,458349 lebih kecil dari mean sebesar 1,714286. Dengan demikian penyebaran data untuk variabel GCG dalam peneltian ini adalah merata dan tidak terdapat perbedaan yang tinggi antara data yang satu dengan data yang lainnya.
Mean ROA yang diukur dengan
laba sebelum pajak dan rata-rata total aset dari beberapa bank yang diteliti adalah sebesar 2,579714. Dengan nilai minimum sebesar 0,500000 dan nilai maximum sebesar 4,000000, nilai
penyimpangan data ROA adalah
sebesar 0,926742 lebih kecil dari mean sebesar 2,579714. Dengan demikian penyebaran data untuk variabel ROA dalam penelitian ini adalah merata dan tidak terdapat perbedaan yang tinggi antara data yang satu dengan data yang lainnya.
Date: 08/04/21 Tim e: 21:09 Sam ple: 2016 2020
HARGA_SA... NPL LDR GCG ROA NIM CAR Mean 7530.143 2.645143 9005.486 1.714286 2.579714 6.025143 2189.257 Median 4400.000 2.800000 8959.000 2.000000 2.700000 5.630000 2199.000 Maxim um 33850.00 4.300000 11526.00 2.000000 4.000000 9.300000 2958.000 Minim um 750.0000 1.300000 6580.000 1.000000 0.500000 4.350000 1516.000 Std. Dev. 8641.962 0.688628 817.6412 0.458349 0.926742 1.362268 269.4104 Skewnes s 1.940193 -0.173672 0.179718 -0.948683 -0.205317 0.970121 -0.176137 Kurtos is 6.015482 2.974242 5.658450 1.900000 2.284299 2.977666 4.685681 Jarque-Bera 35.21952 0.176913 10.49497 7.014583 0.992902 5.490680 4.324859 Probability 0.000000 0.915343 0.005261 0.029978 0.608687 0.064226 0.115045 Sum 263555.0 92.58000 315192.0 60.00000 90.29000 210.8800 76624.00 Sum Sq. Dev. 2.54E+09 16.12307 22730261 7.142857 29.20090 63.09627 2467787. Obs ervations 35 35 35 35 35 35 35
11
Mean NIM yang diukur dengan pendapatan bunga bersih dan rata-rata aset produktif dari beberapa bank yang
diteliti adalah sebesar 6,025143.
Dengan nilai minimum sebesar
4,350000 dan nilai maksimum sebesar 9,300000, nilai penyimpangan data NIM adalah sebesar 1,362268 lebih kecil dari mean sebesar 6,025143. Dengan demikian penyebaran data untuk variabel NIM dalam penelitian ini adalah merata dan tidak terdapat perbedaan yang tinggi antara data yang satu dengan data yang lainnya.
Mean CAR yang diukur dengan
modal bank dan ATMR dari beberapa bank yang diteliti adalah sebesar 2189,257. Dengan nilai minimum sebesar 1516,000 dan nilai maksimum sebesar 2958,000, nilai penyimpangan data CAR adalah sebesar 269,4104 lebih kecil dari mean sebesar 2189,257. Dengan demikian penyebaran data untuk variabel CAR dalam penelitian ini adalah merata dan tidak terdapat perbedaan yang tinggi antara data yang satu dengan data yang lainnya.
Mean Harga Saham yang diukur dengan harga penutupan dari beberapa bank yang diteliti adalah
sebesar 7530,143. Dengan nilai
minimum sebesar 750,000 dan nilai maksimum sebesar 33850,00, nilai penyimpangan data Harga Saham adalah sebesar 8641,962 lebih besar dari mean sebesar 7530,143. Dengan demikian penyebaran data untuk variabel Harga Saham dalam penelitian ini adalah tidak merata karena adanya
perbedaan yang tinggi antara data yang satu dengan data yang lainnya.
Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Tabel 2. Hasil Uji Normalitas
2. Uji Multikolonieritas
Tabel 3. Hasil Uji Multikolonieritas
3. Uji Heteroskedasitas
Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedasitas
4. Uji Autokorelasi
Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi
Berdasarkan hasil pada tabel diatas bahwa model pengujian terbebas
dari masalah normalitas,
0 2 4 6 8 10 12 -8000 -6000 -4000 -2000 0 2000 4000 6000
Serie s: Standa rdized Res idua ls Sa mpl e 2016 2020
Obs e rva ti ons 35 Me a n 1.10e -13 Me di a n 42.46998 Ma xi mum 5495.817 Mi ni mum -7318.162 Std. De v. 2340.711 Ske wne s s -0.418282 Kurtos i s 4.818970 Ja rque -Be ra 5.845717 Proba bi l i ty 0.053780
NPL LDR GCG ROA NIM CAR
NPL 1.000000 0.196275 0.254525 -0.794864 -0.186580 0.105361 LDR 0.196275 1.000000 0.322308 -0.092664 -0.040036 -0.270642 GCG 0.254525 0.322308 1.000000 -0.398336 0.003365 -0.212323 ROA -0.794864 -0.092664 -0.398336 1.000000 0.481387 -0.103134 NIM -0.186580 -0.040036 0.003365 0.481387 1.000000 0.017166 CAR 0.105361 -0.270642 -0.212323 -0.103134 0.017166 1.000000
Heteroskedasticity Test: White Null hypothesis: Homoskedasticity
F-statistic 9.020570 Prob. F(26,8) 0.0016 Obs*R-squared 33.84553 Prob. Chi-Square(26) 0.1390 Scaled explained SS 29.09747 Prob. Chi-Square(26) 0.3067
Test Equation:
Dependent Variable: RESID^2 Method: Least Squares Date: 08/04/21 Time: 14:28 Sample: 1 35
Included observations: 35
Collinear test regressors dropped from specification
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C -3.27E+09 2.20E+09 -1.487871 0.1751 NPL^2 -64186791 33978120 -1.889062 0.0956 NPL*LDR -4034510. 3453718. -1.168164 0.2764 NPL*GCG -33496996 40589729 -0.825258 0.4331 NPL*ROA -77483071 50801538 -1.525211 0.1657 NPL*NIM -12043983 16154667 -0.745542 0.4773 NPL*CAR 1657017. 6505274. 0.254719 0.8054 NPL 1.01E+09 5.62E+08 1.797929 0.1099 LDR^2 116672.9 56951.73 2.048627 0.0747 LDR*GCG -6709055. 2908155. -2.306980 0.0499 LDR*ROA -6763025. 3174695. -2.130292 0.0658 LDR*NIM 2056016. 1165501. 1.764061 0.1157 LDR*CAR -173002.6 345810.7 -0.500281 0.6303 LDR 9994168. 14185767 0.704521 0.5011 GCG^2 3.63E+08 1.48E+08 2.449817 0.0399 GCG*ROA 54617848 42378849 1.288800 0.2335 GCG*NIM -61371204 18168541 -3.377883 0.0097 GCG*CAR -8592009. 11583349 -0.741755 0.4794 ROA^2 -2220768. 25662037 -0.086539 0.9332 ROA*NIM -19429895 17005142 -1.142589 0.2862 ROA*CAR -2610398. 7415932. -0.351999 0.7339 ROA 9.19E+08 5.58E+08 1.648887 0.1378 NIM^2 4928805. 5207241. 0.946529 0.3716 NIM*CAR 1184194. 3585638. 0.330260 0.7497 NIM -74989361 1.31E+08 -0.571275 0.5835 CAR^2 376833.8 686987.4 0.548531 0.5983 CAR 17989461 64866880 0.277329 0.7886 R-squared 0.967015 Mean dependent var 22528249 Adjusted R-squared 0.859814 S.D. dependent var 37464848 S.E. of regression 14027375 Akaike info criterion 35.81787 Sum squared resid 1.57E+15 Schwarz criterion 37.01771 Log likelihood -599.8127 Hannan-Quinn criter. 36.23205 F-statistic 9.020570 Durbin-Watson stat 2.404165 Prob(F-statistic) 0.001566
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags
F-statistic 2.668639 Prob. F(2,26) 0.0883 Obs*R-squared 5.961103 Prob. Chi-Square(2) 0.0508
Test Equation:
Dependent Variable: RESID Method: Least Squares Date: 08/04/21 Time: 14:25 Sample: 1 35
Included observations: 35
Presample missing value lagged residuals set to zero.
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C -1055.485 16799.91 -0.062827 0.9504 NPL -563.2130 2407.142 -0.233976 0.8168 LDR 59.66528 122.5975 0.486676 0.6306 GCG 202.1949 2453.754 0.082402 0.9350 ROA -509.5199 2195.440 -0.232081 0.8183 NIM 468.8415 862.8815 0.543344 0.5915 CAR -215.1995 370.2362 -0.581249 0.5661 RESID(-1) 0.493067 0.217246 2.269620 0.0318 RESID(-2) -0.110018 0.205065 -0.536501 0.5962 R-squared 0.170317 Mean dependent var -6.81E-12 Adjusted R-squared -0.084970 S.D. dependent var 4815.687 S.E. of regression 5016.111 Akaike info criterion 20.09573 Sum squared resid 6.54E+08 Schwarz criterion 20.49568 Log likelihood -342.6753 Hannan-Quinn criter. 20.23379 F-statistic 0.667160 Durbin-Watson stat 1.944026 Prob(F-statistic) 0.715218
12
multikolonieritas, heteroskedasitas dan autokorelasi.
Uji Chow-Test
Tabel 6. Hasil Uji Chow-Test
Berdasarkan hasil pengujian diatas dapat dilihat bahwa nilai probabilitas section F dan
Cross-section Chi-square < 0,05. Yang
artinya H0 ditolak sehingga model yang dapat digunakan adalah fixed effect. Karena hasil uji chow-test H0 ditolak maka dilakukan uji hausman.
Uji Hausman-Test
Tabel 7. Hasil Uji Hausman-Test
Berdasarkan hasil pengujian uji
hausman test menyatakan bahwa nilai
probabilitas < 0,05 maka H0 ditolak. Yang artinya model terbaik dan cocok digunakan dalam analisis regresi adalah model pendekatan Fixed Effect.
Analisis Regresi Data Panel
Tabel 8. Hasil Uji Regresi Data Panel Fixed Effect
Berdasarkan hasil regresi pada tabel 8. Di buat model analisis data panel terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham pada 7 perusahaan Bank Umum-Buku IV dapat disimpulkan pada persamaan sebagai berikut: Harga Sahamit = 14087,74 +873,7883*NPL -2,456380*LDR +4993,203*GCG +2094,965*ROA -265,06944*NIM +0,404202*CAR + e Keterangan:
𝛼 = 14087,74 diartikan bahwa jika semua variabel bebas dianggap bernilai nol maka harga saham sebesar 14087,74.
NPL = nilai koefisien NPL sebesar
873,7883. Jika variabel lainnya
diasumsikan bernilai tetap. Maka setiap kenaikan 1% NPL, harga saham akan naik sebesar 873,7883.
Redundant Fixed Effects Tests Equation: MODEL_FEM Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 11.852727 (6,22) 0.0000 Cross-section Chi-square 50.498261 6 0.0000
Cross-section fixed effects test equation: Dependent Variable: HARGA_SAHAM Method: Panel Least Squares Date: 08/04/21 Time: 13:41 Sample: 2016 2020 Periods included: 5 Cross-sections included: 7 Total panel (balanced) observations: 35
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 45923.44 17413.53 2.637227 0.0135 NPL -3882.355 2529.450 -1.534861 0.1360 LDR -4.345602 1.266993 -3.429854 0.0019 GCG -2283.188 2548.340 -0.895951 0.3779 ROA 2808.588 2298.597 1.221871 0.2319 NIM -829.6873 887.1524 -0.935225 0.3577 CAR 5.791011 3.656745 1.583652 0.1245
R-squared 0.689491 Mean dependent var 7530.143 Adjusted R-squared 0.622953 S.D. dependent var 8641.962 S.E. of regression 5306.521 Akaike info criterion 20.16812 Sum squared resid 7.88E+08 Schwarz criterion 20.47919 Log likelihood -345.9420 Hannan-Quinn criter. 20.27550 F-statistic 10.36242 Durbin-Watson stat 1.088576 Prob(F-statistic) 0.000005
Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 71.116362 6 0.0000
Cross-section random effects test comparisons:
Variable Fixed Random Var(Diff.) Prob.
NPL 873.788279-3882.355021 2054803.5... 0.0009 LDR -2.456380 -4.345602 0.350895 0.0014 GCG 4993.203...-2283.187818 4271277.0... 0.0004 ROA 2094.965... 2808.588284 1678302.9... 0.5817 NIM -265.069947 -829.687346 1869709.0... 0.6797 CAR 0.404202 5.791011 6.679622 0.0371
Cross-section random effects test equation: Dependent Variable: HARGA_SAHAM Method: Panel Least Squares Date: 08/04/21 Time: 13:53 Sample: 2016 2020 Periods included: 5 Cross-sections included: 7 Total panel (balanced) observations: 35
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 14087.74 15365.68 0.916832 0.3692 NPL 873.7883 1994.671 0.438061 0.6656 LDR -2.456380 0.913016 -2.690401 0.0134 GCG 4993.203 2494.800 2.001444 0.0578 ROA 2094.965 1807.501 1.159040 0.2589 NIM -265.0699 1451.334 -0.182639 0.8568 CAR 0.404202 3.271162 0.123565 0.9028 Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.926638 Mean dependent var 7530.143 Adjusted R-squared 0.886622 S.D. dependent var 8641.962 S.E. of regression 2909.886 Akaike info criterion 19.06817 Sum squared resid 1.86E+08 Schwarz criterion 19.64587 Log likelihood -320.6929 Hannan-Quinn criter. 19.26759 F-statistic 23.15691 Durbin-Watson stat 1.473342 Prob(F-statistic) 0.000000
Dependent Variable: HARGA_SAHAM Method: Panel Least Squares Date: 08/04/21 Time: 13:59 Sample: 2016 2020 Periods included: 5 Cross-sections included: 7 Total panel (balanced) observations: 35
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 14087.74 15365.68 0.916832 0.3692 NPL 873.7883 1994.671 0.438061 0.6656 LDR -2.456380 0.913016 -2.690401 0.0134 GCG 4993.203 2494.800 2.001444 0.0578 ROA 2094.965 1807.501 1.159040 0.2589 NIM -265.0699 1451.334 -0.182639 0.8568 CAR 0.404202 3.271162 0.123565 0.9028 Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.926638 Mean dependent var 7530.143 Adjusted R-squared 0.886622 S.D. dependent var 8641.962 S.E. of regression 2909.886 Akaike info criterion 19.06817 Sum squared resid 1.86E+08 Schwarz criterion 19.64587 Log likelihood -320.6929 Hannan-Quinn criter. 19.26759 F-statistic 23.15691 Durbin-Watson stat 1.473342 Prob(F-statistic) 0.000000
13
LDR = nilai koefisien LDR sebesar
-2,45638. Jika variabel lainnya
diasumsikan bernilai tetap. Maka setiap kenaikan 1% LDR, harga saham akan turun sebesar -2,45638.
GCG = nilai koefisien GCG sebesar
4993,203. Jika variabel lainnya
diasumsikan bernilai tetap. Maka setiap kenaikan 1% GCG, harga saham akan naik sebesar 2,45638.
ROA = nilai koefisien ROA sebesar
2094,965. Jika variabel lainnya
diasumsikan bernilai tetap. Maka setiap kenaikan 1% ROA, harga saham akan naik sebesar 2094,965.
NIM = nilai koefisien NIM sebesar
-265,0699. Jika variabel lainnya
diasumsikan bernilai tetap. Maka setiap kenaikan 1% NIM, harga saham akan turun sebesar -265,0699.
CAR = nilai koefisien CAR sebesar
0,404202. Jika variabel lainnya
disimpulkan bernilai tetap. Maka setiap CAR kenaikan 1% CAR, harga saham akan naik sebesar 0,404202.
Pengujian Hipotesis
Tabel 9. Hasil Estimasi Data Panel Fixed Effect
Hasil Uji F
Berdasarkan hasil pada tabel 9. yang menampilkan hasil pengolahan data menggunakan pendekatan fixed
effect model diketahui bahwa F-statistic
sebesar 23,15691 sementara nilai
F-tabel pada tingkat signifikan 𝛼 = 5% n
= 35 k = 7 df1 (k-1) = 6, df2 = n-k = 28, nilai F-Tabel sebesar 2,445. Dengan demikian F-statistic 23,15691 > F-tabel 2,445. Nilai prob. F-statistic sebesar
0,000000 < 0,05. Maka dapat
disimpulkan bahwa variavel-variabel bebas dalam penelitian ini secara
bersama-sama memiliki pengaruh
terhadap variabel terikat.
Hasil Uji T
Berdasarkan hasil pada tabel 9. Berdasarkan t tabel dengan jumlah n = 35 k =7 (df=n-k) t tabel 2,04841 Non
performing loan (NPL) memiliki nilai
t-statistic sebesar 0,438061.
Mempunyai hubungan yang tidak searah dengan t-tabel yaitu 2,04841 sedangkan nilai probabilitas 0,6656 < 0,05. Hasil menunjukan bahwa
t-statistic lebih kecil dari t-tabel dan nilai
signifikansi diatas 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. .Loan to deposite rastio memiliki nilai tstatistic sebesar -2,690401 mempunyai hubungan yang tidak searah dengan t-tabel yaitu 2,04841 sedangkan nilai probabilitas
sebesar 0,0134 < 0,05. Hasil
menunjukan bahwa t-statistic lebih kecil dari t-tabel dan nilai signifikansi dibawah 0,05. Maka dapat disimpulkan
Dependent Variable: HARGA_SAHAM Method: Panel Least Squares Date: 08/04/21 Time: 13:59 Sample: 2016 2020 Periods included: 5 Cross-sections included: 7 Total panel (balanced) observations: 35
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 14087.74 15365.68 0.916832 0.3692 NPL 873.7883 1994.671 0.438061 0.6656 LDR -2.456380 0.913016 -2.690401 0.0134 GCG 4993.203 2494.800 2.001444 0.0578 ROA 2094.965 1807.501 1.159040 0.2589 NIM -265.0699 1451.334 -0.182639 0.8568 CAR 0.404202 3.271162 0.123565 0.9028 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.926638 Mean dependent var 7530.143 Adjusted R-squared 0.886622 S.D. dependent var 8641.962 S.E. of regression 2909.886 Akaike info criterion 19.06817 Sum squared resid 1.86E+08 Schwarz criterion 19.64587 Log likelihood -320.6929 Hannan-Quinn criter. 19.26759 F-statistic 23.15691 Durbin-Watson stat 1.473342 Prob(F-statistic) 0.000000
14
bahwa secara parsial LDR berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham. Good corporate governance
memiliki nilai t-statistic sebesar
2,001444 mempunyai hubungan yang tidak searah dengan t-tabel yaitu 2,04841 sedangkan nilai probabilitas
sebesar 0,0578 > 0,05. Hasil
menunjukan bahwa t-statistic lebih kecil dari t-tabel dan nilai signifikansi diatas 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial GCG tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Return on asset memiliki nilai
t-statistic sebesar 1,159040 mempunyai
hubungan tidak searah dengan t-tabel
yaitu 2,04841 sedangkan nilai
probabilitas sebesar 0,2589 > 0,05. Hasil menunjukan bahwa t-statistic lebih kecil dari t-tabel dan nilai signifikansi diatas 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Capital adequacy ratio
memiliki nilai t-statistic sebesar
0,123565 mempunyai hubungan yang tidak searah dengan t-tabel yaitu 2,04841 sedangkan nilai probabilitas
sebesar 0,9028 > 0,05. Hasil
menunjukan bahwa t-statistic lebih kecil dari t-tabel dan nilai signifikansi diatas 0,05. Maka dapat disimpulkan
bahwa CAR tidak berpengaruh
terhadap harga saham.
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Berdasarkan hasil pada tabel 9. menyatakan bahwa nilai Adjusted
R-squared sebesar 0,886622 yang berarti
88,7% variasi variabel terikat dapat
dijelaskan oleh variabel-variabel bebas sisanya sebesar 11,3% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian
yang didapatkan dari berbagai
pengujian diatas, menunjukan bahwa variabel kinerja keuangan dengan pendekatan RGEC yaitu: NPL, LDR, GCG, ROA, NIM, CAR secara
simultan berpengaruh signifikan
terhadap harga saham. Secara
keseluruhan variabel kinerja keuangan dengan pendekatan RGEC yang di proksikan dengan NPL, LDR, GCG,
ROA, NIM, CAR berpengaruh
terhadap harga saham sebesar 88,7% dan sisanya 11,3% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar penelitian. Sedangkan dari pengujian secara parsial menunjukan bahwa hanya variabel LDR yang secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Variabel NPL, GCG, ROA, NIM, CAR dari pengujian secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Pengaruh risk profile terhadap harga saham
Rasio NPL pada penelitian ini
tidak memiliki pengaruh secara
signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian sejalan dengan penelitian Salshabila (2020) yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh secara signifikan antara non performing loan dan harga saham. Nilai rasio NPL yang tinggi dapat mencerminkan ketidak mampuan bank dalam melalukan
15
penyaluran kreditnya secara baik.
Dengan hal tersebut dapat
meningkatkan risiko dan menjadi pengaruh terhadap penurunan laba bank yang dapat menjadi pemicu menurunnya harga saham.
Rasio LDR pada penelitian ini
berpengaruh negatif signifikan
terhadap harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sari (2018) yang menyatakan bahwa LDR
berpengaruh negatif signifikan
terhadap harga saham. Sesuai pada ketentuan BI bahwa batas LDR perbankan tidak boleh lebih dari 110%, jadi apabila ada sebuah perbankan yang memiliki LDR yang tinggi, maka bank tersebut berpotensi mempunyai resiko yang cukup tinggi juga.
Pengaruh good corporate governance terhadap harga saham
Rasio GCG pada penelitian ini tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nadia J.M. Bangun (2018) yang menyatakan bahwa good
corporate governance tidak
berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Rasio GCG perbankan setiap tahunnya mengalami kenaikan yang artinya semakin besar nilai dari GCG menunjukan bahwa kinerja sektor perbankan turun tetapi jika disesuaikan dengan klasifikasi peringkat komposit GCG pada sektor perbankan walaupun nilai GCG mengalami peningkatan tetapi nilai rata-rata GCG perbankan masih dalam kategori baik. Maka hasil penelitian menyatakan GCG tidak
berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Pengaruh earnings terhadap harga saham
Rasio ROA dalam penelitian ini tidak berpengarih signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Salshabila & Yunita (2020) yang menyatakan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan
terhadap harga saham. ROA
mempunyai trendline yang mengalami penurunan penyebab tersebut oleh total aset bank yang lebih besar dari laba sebelum pajak. Ketidak mampuan sebuah perusahaan dalam mengelola
asetnya secara efektif dapat
memperbesar beban perusahaan
tersebut. Hal tersebut menggambarkan tingkat efektivitas perusahaan dalam mengelola asetnya untuk mendapatkan keuntungan tidak memberikan hasil secara langsung bagi para pemegang saham.
Rasio NIM dalam penelitian ini tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Maharani (2021) yang menyatakan bahwa NIM tidak berpengaruh signifikan terhadap
harga saham. NIM mengalami
penurunan maka tidak akan
berpengaruh pada naiknya harga saham perusahaan. Pasar saham tidak bereaksi
terhadap informasi rentabilitas
perusahaan perbankan yang diukur
dengan NIM. Informasi NIM
16
memberikan sinyal bagi para investor untuk mengambil keputusan investasi saham berpengaruh pada naiknya harga saham perusahaan.
Pengaruh Capital terhadap harga saham
Rasio CAR dalam penelitian ini tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Prayogo (2018) yang menyatkan bahwa CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Tingginya nilai CAR
pada suatu perbankan akan
meningkatkan kinerjanya, dampaknya
harga saham pun turut naik.
Kemampuan bank dalam menutupi penurunan terhadap aktivanya yang diakibatkan oleh kerugian-kerugian yang dialami oleh bank semakin rendah. Maka dapat dikatakan bahwa CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
KESIMPULAN
Variabel kinerja keuangan dengan pendekatan RGEC terdiri dari Risk Profile yang diukur dengan rasio NPL (Non Performing Loan) dan LDR (Loan to Deposite Ratio), tata kelola perusahaan GCG (Good Corporate
Governance), rentabilitas (Earnings)
yang diukur dengan rasio ROA (Return
On Asset) dan NIM (Net Interest Margin), permodalan (Capital) yang
diukur dengan rasio CAR (Capital
Adequacy Ratio) secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap harga
saham Bank Umum-Buku IV periode 2016-2020 dengan metode RGEC dapat mengetahui kinerja pada suatu perbankan dapat dinilai baik, dan akan dihargai oleh investor jika pasar efisien harga saham akan terus meningkat dan menjadi salah satu pertimbangan dalam
pengambilan keputusan seorang
investor. Sedangkan secara parsial hanya LDR (Loan to Deposite Ratio) yang berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham.
SARAN
1. Pada penelitian selanjutnya,
disarankan sebaiknya peneliti dapat menambah sampel data baik jumlah
maupun tahun pengamatan,
mengingat terbatasnya jumlah dan periode waktu dalam penelitian ini. 2. Terdapat 11,3% variasi dari variabel
terikat yang belum dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas dalam penelitian ini. Sehingga diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti variabel lain yang mempengaruhi harga saham.
3. Diharapkan kepada perusahaan
perbankan untuk memperhatikan
tingkat kesehatan keuangan
perbankan metode RGEC dengan baik sehingga dapat meningkatkan harga saham lebih baik lagi.
4. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan faktor-faktor lainnya dalam mengukur harga saham pada perusahaan perbankan. Misalnya dalam faktor profil risiko bisa menggunakan indikator profil risiko secara keseluruhan. Karena perusahaan yang memiliki kinerja
17
yang baik akan lebih memperhatikan performa dalam perusahaan tersebut
untuk mempertahankan atau
meningkatkan harga saham dan minat investor.
DAFTAR PUSTAKA
Alam, S., & Nohong, M. (2019).
Pengaruh Kepemilikan
Instritusional , Capital Adequacy Ratio , ( CAR ), Loan Deposit
Ratio ( LDR ) Terhadap
Profitabilitas Pada Beberapa Bank Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia. Hasanuddin Journal of
Applied Business and Enterpreneurship, 2(3), 83–94.
A., Morissan M., D. (2012). Metode
Penelitian Survei. Jakarta: Kencana
Christian, F. J., Tommy, P., & Tulung, J. (2017). Analisa Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode RGEC pada Bank BRI dan
Mandiri Periode 2012-2015.
Jurnal EMBA, 5(2), 530–540.
Daniswara, F. D. (2016). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Berdasarkan Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital (Rgec) Pada Bank Umum Konvensional Dan Bank Umum Syariah Periode 2011-2014. Gema, 30(51), 2344–2360. Darmadji, Tjiptono, dan F. (2012).
Pasar Modal Di Indonesia. Edisi. Ketiga. Jakarta : Salemba Empat
Dewi, M. (2018). Analisis Tingkat
Kesehatan Bank Dengan
Menggunakan Pendekatan Rgec (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital).
Ihtiyath : Jurnal Manajemen Keuangan Syariah, 2(2). https://doi.org/10.32505/ihtiyath. v2i2.710
Fahmi, I. (2016). Manajemen Sumber
Daya Manusia Teori dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Febiolla, D., Mulyani, W. T., & Andreas, H. H. (2019). Pengaruh Tingkat Kesehatan Perbankan terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan di Bei Tahun 2008-2017. Perspektif Akuntansi, 2(3), 211–236.
http://ejournal.uksw.edu/persi Gandawari, Y., Areros, W., & Keles, D.
(2017). Analisis Tingkat
Kesehatan Bank Menggunakan Metode Rgec Pada Pt. Bank Sulutgo Periode 2014-2016. None,
5(003).
https://doi.org/10.35797/jab.5.003 .2017.16828.
Handoko, T. H. (2012). Manajemen
Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta. BPFE.
Indriani, N., & Dewi, S. (2016).
Pengaruh Variabel Tingkat
Kesehatan Bank Terhadap Harga Saham Perbankan Di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Manajemen
Universitas Udayana, 5(5),
255183.
Mandasari, J. (2015). Analisis Kinerja Keuangan dengan Pendekatan Metode RGEC pada Bank BUMN
18
Periode 2012-2013. Jurnal
Administrasi Bisnis, 3(2), 363–
374.
Maharani, S. G. (2021). Analisis
Tingkat Kesehatan Bank
Menggunakan Metode RGEC Terhadap Harga Saham Bank
Pembangunan Daerah Tahun
2014-2018. Jurnal Mirai
Management, 6(1), 39–52. https://journal.stieamkop.ac.id/ind ex.php/mirai/article/view/772 Munawir, S. (2012). Analisis Informasi
Keuangan, Liberty, Yogyakarta.
Nadia J.M. Bangun. (2018). Analisis
Pengaruh Kesehatan Bank
Menggunakan Metode Risk Based Bank Rating Terhadap Harga Saham Pada Sektor Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016.
E-Proceeding of Management :, 5(2), 1673–1681.
Pandia, F. (2016). Manajemen Dana
dan Kesehatan Bank. Jakarta: Rineka Cipta.
Panjaitan, H. P., & Wardani, D. P. K.
(2015). Pengaruh Tingkat
Kesehatan Bank Dengan
Menggunakan Metode Rgec (Risk Profile, Gcg, Earning, Dan Capital) Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Bank Umum Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2014). Journal of
Chemical Information and Modeling, 53(9), 253–271.
Paramartha, I., & Darmayanti, N.
(2017). Penilaian Tingkat
Kesehatan Bank Dengan Metode Rgec Pada Pt. Bank Mandiri
(Persero), Tbk. E-Jurnal
Manajemen Universitas Udayana, 6(2), 249124.
SAHRUL MUNIROH, D. (2014).
Analisis Kinerja Keuangan
Menggunakan Metode Rgec
(Risk, Gcg, Earning, Capital) Pada
Sektor Keuangan Perbankan.
Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 2(2).
Salsabilla, B., & Yunita, I. (2020). Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Harga Saham Perbankan Umum Konvensional Terdaftar Di
Bei 2014-2018. Jurnal
Manajemen Bisnis
Krisnadwipayana, 8(2), 92–103. https://doi.org/10.35137/jmbk.v8i 2.426
Sari, Y. Y., Yanti, B., & Zulbahri, L. (2018). Yuni, Budi & Liza. 9, 27– 46.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.
Widoatmodjo, S. (2012). Cara Sehat
Investasi di Pasar Modal. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Jurnalindo Aksara Grafika.
Widyatini. I. R., Prayogo. J. B. (2018). PENGARUH RISK PROFILE,
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE, EARNING,
CAPITAL TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
19 Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.
Wild., S. K. R. dan J. J. (2014). Analisi
Laporan Keuangan. Penerjemah Dewi Y. Jakarta: Salemba Empat.