• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH TENTANG PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DAERAH TENTANG PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH

PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI

NOMOR : 177 TAHIIN :

1994

SERI: DNO.

176 GUBERNUR

KEPAI,A DAERAII TINGKAT I BALI

KEPUTUSAN GUBERNUR

KEPAI,A DAERAII TINGKAT I BALI

NOMOR 385

TAHUN

1994

TENTANG

PETI.]NJUK PEI,AKSANAAN PERATURAN

DAERAII PROPINSI

DAERATI

TINGKAT I BALI

NOMOR 10

TAHUN

1983 TENTANG

USAIIA PERTAMBANGAN BAIIAN GALIAN

GOLONGAN C JO

PERATI.]RAN DAERAII PROPINSI DAERAII TINGKAT I BALI

NOMOR 4

TAIIUN

1989 GUBERNUR

KEPAI,A

DAERATI

TINGKAT I BALI

Menimbang : a.

bahwa dengan terbentuknya Dinas Pertambang- an Propinsi Daerah Tingkat I Bali, urusan rumah tangga Daerah dalam bidang pertambangan di- serahkan kepadanya;

b.

bahwa berhubung dengan

hal

tersebut

huruf

a,

petunjuk

Pelaksanaan Peraturan Daerah Pro- pinsi Daerah Tingkat I Bali Nomor 10 Tahun 1983 dan Nomor

4 Tahun

1989 yang

diatur

dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

BaIi tanggal3 JuIi 1985 Nomor 333 Tahun 1985 jo

192

(2)

Mengingat

Keputusan Gubernur Kepala Daerah

Tingkat I

Baii

tanggal

5 Pebruari

L992 Nomor 56 Tahun

1992 perlu ditinjau kembali;

c.

bahwa berkenaan dengan hal tersebut huruf a dan b, dipandang perlu menetapkan kembali petunjuk pelJksanaan Peraturan Daerah dimaksud

huruf

t d"ttg"tt

Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

1-. Undang-undang

Nomor 12 Drt Tahun

1957

tentang Perturan Umum Retribusi

Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1957 Nomor 57 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1288);

2.

Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah

fingkat

I B aI, Nusa TenggaraBarat dan NusaTenggaraTimur (Lem- baran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115; Tambahan Lembaran Negara Re- publik Indonesia Nomor f649);

3.

Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang

Ketentuan-ketentuan Pokok

Pertambangan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 22; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 283I);

4.

Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan

di

Daerah (Lem-

baran

N"gutt

Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 38; Tambahan Lembaran Negara Repu-

blik

Indonesia Nomor 9037);

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 27

'Tahun

1980 tentang Penggolongan Bahan Galian Golongan C (Lembaran

N"g"ta

Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor

47

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3774);

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang

Analisis

Dampak Lingkungan (Lem- baran

N"gt"t

Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 84);

193

(3)

7.

Peraturan

Menteri

Pertambangan dan Energi Nomor 03/P/WPertambangan/1981 tentang pe- doman Pemberian

Ijin

Pertambangan Daerah untuk Bahan Galian Golongan C;

8.

Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 7256.W03/MIPE/1991 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengawasan Usaha per- tambangan Bahan Galian Golongan C oleh pe- laksana Inspeksi Tambang Daerah (pITDA);

9.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor Keputusan

MENLM/94

tentang Jenis Usaha

atau

Kegiatan yang

wajib

dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan);

10.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor Kep- I2/IVIENLIVS/94 tentang Pedoman Umum

Upaya

Pengelolaan

Lingkungan Hidup

dan Upaya Pemantauan Lingkungan;

11.

Keputusan

Menteri

Dalam Negeri tanggal 26

Maret 1994 Nomor 26 Tahun 1994 tentang pe- doman Usaha Pertambangan

Bahan

Galian Golorgan C;

12. Peraturan Daerah Propinsi Daerah

Tingkat I

Bali Nomor 10 Tahun 1983 tentang Usaha per- tambangan Bahan

Galian

Golongan

C

(Lem- baran Daerah Propinsi Daerah

Tingkat I

Bali Tahun 1983 Nomor 83 Seri B Nomor 1);

13. Peraturan Daerah Propinsi Daerah

Tingkat I

Bali

Nomor 4 Tahun 1989 tentang Perubahan Pertama

Peraturan

Daerah

Propinsi

Daerah

Tingkat I BaIi

Nomor 10 Tahun 1988 tentang Bahan Galian Golongan C (Lembaran Daerah Propinsi Daerah

Tingkat I Bali Tahun

1989 Nomor 152 Seri B Nomor 3);

14. Peraturan Daerah Propinsi Daerah

Tingkat I

Bali Nomor 2 Tahun 1990 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertambangan Propinsi D aerah Tingkat I Bali (Lembaran D aerah

L94

(4)

Propinsi Daerah Tingkat I Bali Tahun 1990 Nomor 244Seri D Nomor 241).

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA

DAERAH TINGKAT

I

BALI TENTANG PEI"AKSANAAN PE- RATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TING-

I(AT I BALI

NOMOR 10 TAHUN 1983 TENTANG USAHA PERTAMBANGAN

BAIIAN

GALIAN GO- LONGAN C JO PERATURAN DAXRAH PROPINSI DAERAHTINGKAT I BALI NOMOR 4 TAHUN 1989

BAB I

PERIJINAN Pasal I

(1)

Setiap Pengusaha Pertambangan Bahan Galian Golongan C baru dapat dilakukan setelah mem- peroleh Surat Ijin Pgrtambangan Daerah (SIPD).

(2)

UsahaPertambanganBahan Galian Golongan C

hanya dapat dilakukan oleh :

a.

Badan usaha

Milik

Negara;

b.

Perusahaan Daerah;

c.

Koperasi, Sekaa;

d.

Badan

Hukum

Swasta sesuai dengan Pe-

raturan

Perundang-undangan Republik

In-

donesia, berkedudukan

di

Indonesia mem- punyai pengurus yang berkewarganegaraan Indonesia serta bertempat tinggal di Indone- sia dan mempunyai lapangan usaha dibidang Pertambangan;

e.

Perorangan yang berkewarganegaraan Indo- nesia danbertempattinggal di

Daerahfingkat II

tempat terdapatnya bahan galian golongan C

yalg

bersangkutan;

f.

Perusahaan dengan modal bersama antar Badan

Usaha Milik

Negara

disatu

pihak

195

(5)

(1)

(2)

dengan Daer-ah Tingkat

I

dan atau Daerah

Tingkat

II

atau Perusahaan Daerah dipihak lain;

g.

Perusahaan dengan modal bersama antara Negara/Badan Usaha

Milik

Negara dan atau Daerah./Perusahaan

disatu pihak

dengan Badan Hukum Swasta atau perorangan ter- sebut pada huruf d dan e.

BAB II

TATA

CARA PERMOHONAN

DAN PEMBERIAN

SIPD

Pasal

2

Surat

Ijin

Pertambangan (SIPD) yang dikeluar- kan oleh Kepala Dinas Pertambangan Propinsi Daerah

Tingkat I Bali atas nama

Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

BaIi diajukan kepada Gubernur Kepala Daerah

Tingkat I Bali

Cq.

Kepala Dinas Pertambangan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

Permohonan Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) sebagaimana dimaksud Pasal 1 ayat (1) harus dilampiri dengan :

a.

Peta Wilayah yang dimohon dan Peta Ren- cana Tambang yang menunjukkan batas-batas secarajelas dengan skala 1 : 1000 (satu ber- banding seribu) yang menggambarkan lokasi Wilayah Tambang;

b.

Salinan/photo copyActe pendirian perusahaan bagi yang berbadan hukum yang dalam Acte tersebut antara lain menyebutkan perusaha-

an

dibidang pertambangan yang

telah

ter- daftar pada Pengadilan Tinggi setempat bagi

CV

dan

Firma

serta bagi

PT

dengan tam- bahan mendapat pengesahan

dari

Menteri kehakiman dan salinan/photo copy KTP bagi perorangan yang dilegalisir;

196

(6)

c.

Rekonendasi

dari Dinas

Pekerjaan Umum Propinsi Daerah

Tingkat I Bali,

bilamana penambangan dilakukan pada

Alur

Sungai;

d.

Rencana

Usaha atau kegiatan yang

ada dampak

pentingnya diwajibkan

membuat

AMDAL,

sedangkan rencana

usaha

atau kegiatan yang tidak ada dampak pentingnya dan atau secara teknologi sudah dapat dike-

lola

dampak pentingnya diharuskan mela-

kukan UKL

dan

UPL

sesuai dengan yang ditetapkan di dalam syarat-syarat perijinan- nya menurut Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Untuk pelaks anaan hal dimaksud ay at (2)

huruf

d, dibentukTim Pembina UKL dan UPLyang di-

tetapkan oleh Kepala Dinas

Pertambangan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

Pasal

3

Surat

ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) diberi- kan dalam jangkawaktumaksimal 10 tahun dan dapat diperpanj ang 2 kali serta untuk setiap

kali

perpanjangan jangka

waktu

maksimal 3 (tiga)

tahun

atas permohonan Pemegang

Surat Ijin

Pertambangan Daerah, serta berdasarkan per- timbangan besarnya potensi endapan'

Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD)

untuk

jangka waktu yang melebihi 2 (dua)

tahun

di- wajibkan melakukan daftar ulang setiap 2 (dua) tahun sekali.

Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD)

untuk

jangka waktu yang melebihi ketentuan ayat (2), hanya dapat diberikan oleh Gubernur Kepala Daerah

Tingkat I BaIi

setelah mendapat per- setujuan dari Menteri Pertambangan dan Energi.

Pasal

4

(1)

Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) dengan (3)

(1)

(2)

(3)

L97

(7)

Q)

(3)

Iuas areal

sampai dengan

1 (satu) ha

yang penambangannya tidak menggunakan peralatan berat atau mekanis dan atau bahan peledak di- keluarkan oleh Bupati/lValikotamadya kepala Daerah Tingkat

II

atas nama Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) yanC luas arel sampai dengan 1 (satu) ha yang pe- nambangannya menggunakan peralatan berat atau mekanik dan atau bahan peledak tetap di- keluarkan oleh Gubernur Kepala Daerah Ting- kat

I

Bali.

Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) yang dikeluarka n oleh Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat

II

permohonan diajukankepada Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Ting-

kat II

Cq. Kepala Bagian Ekonomi Setwilda Tingkat

II

dilampiri dengan :

a.

Sketsa

peta yang

menggambarkan lokasi wilayah pertambangan;

b.

Salinan/photo copy akte pendirian perusaha- an bagi yang berbadan hukum yang dalam akte tersebut antara

lain

menyebutkan pe- rusahaan dibidang pertambangan yang telah terdaftar pada Pengadilan Negeri setempat bagi CV dan Firma serta bagi FT dengan tam- bahan mendapat pengesahan

dari

Menteri Kehakiman dan salinan/photo copy KTP bagi perorangan yang dilegalisir;

c.

Rencana

usaha atau kegiatan yang

ada dampak

pentingnya diwajibkan

membuat

AMDAI

sedangkan rencana usaha atau ke- giatan yang

tidak

ada dampak pentingnya dan atau secara teknologi sudah dapat dike- lqla dampak pentingnya diharuskan melaku-

kan UKL

dan

UPL

sesuai dengan yang di-

198

(8)

(4)

(5)

(1)

tetapkan

di

dalam syarat-syarat perijinan- nya menurut Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;

d.

Pertimbangan

teknis dari Instansi terkait

setempat.

Sebelum memberikan Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) dimaksud ayat (1) Bupati/TVali- kotamadya Kepala Daerah

Tingkat II

terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan

tertulis dari Kepala Dinas Pertambangan

Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) yang dikeluarkan oleh Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat

II

tembusannya antara lain di- sampaikan kepada :

a.

Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

BaIi Cq.

Asisten Sekwilda Bidang Administrasi dan Pembangunan (Asisten

II);

b. .Kepala Dinas Pertambangan Propinsi Daerah Tingkat

I

BaIi;

c.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I

BaIi;

d. Kepala Dinas

Pekerjaan

lJmum

Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

e. Kasi Wilayah

Pertambangan

dan

Energi Propinsi Bali.

Pasal

5

Pemegang

Surat Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) dapat menyerahkan kembali Surat

Ijin

Pertambangan Daerahnya dengan pernyataan tertulis kepada Gubernur Kepala Daerah Ting- kat

I

Bali Cq. Kepala Dinas Pertambangan Pro-

pinsi

Daerah

Tingkat I Bali

dengan disertai

alasan-alasannya.

Pengembalian Surat

Ijin

Pertambangan Daerah Q\

199

(9)

(SIPD) dinyatakan sah setelah

disetujui

oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

BAB III

TIDAK BERI,AKUI{YA

SIPD

Pasal

6

Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIDP)

tidak

ber- laku./batal karena :

a.

telah berakhir masa berlakunya dan tidak diper- panjang lagi;

b.

pemegang Surat Ijin Pertambangan Daerah (SIPD)

tidak

memenuhi syarat-syarat yang

telah

dite- tapkan dalam Surat

Ijin

Pertambangan Daerah dan ketentuan-ketentuan lainnya yang berlaku;

c.

perusahaan yang bersangkutan dinyatakan

pailit

berdasarkan

ketentuan Peraturan

Perundang- undangan yang berlaku.

BAB fV

KEWAJIBAN

PEMEGANG SIPD

Pasal

7

Pemegang Surat

Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) diwajibkan membayar iuran berupa :

a. Iuran

tetap eksplorasi sebesar Rp. 2.500,- (dua

ribu lima ratus rupiah) per hektar dalam

se-

tahun;

b.

Iuran tetap eksploitasi sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) per hektar dalam setahun;

c. Iuran

produksi

untuk

setiap jenis bahan galian Golongan C sesuai Peraturan Daerah.

Pasal

8

Pelaksanaan pemungutan

iuran

sebagaimana ter- sebut Pasal 7 ditugaskan kepada Bupati/Walikota- madya Kepala Daerah

Tingkat II

Cq. Dinas Pen- dapatan/Pesedahan

Agung Kabupaten

Daerah Tingkat

II

dimana terdapat Bahan Galian Golong-

(10)

an C yang bersangkutan dengan Surat Ketetapan

Retribusi dan

tembusannya disampaikan kepada Kepala Dinas Pertambangan Propinsi Daerah Ting- kat

I

Bali.

BAB V

PEMBAGIAN IIASIL PENERIMAAN RETRIBUSI BAIIAN GALIAN

GOLONGAN

C

Pasal

9

(1) Hasit

Pungutan

iuran

sebagaimana tersebut Pasal 7 ditentukan pembagiannya sebagai ber-

ikut:

a.

30Vo untuk Pemerintah Propinsi Daerah Ting- kat

I

BaIi;

h.

7\Vo

untuk

Pemerintah Kabupaten'/Kota- madya Daerah Tingkat

II

yang bersangkut- an;

c.

25Vo dari bagian yang diterima Pemerintah Daerah Kabupaten/I(otamadya Daerah Ting-

kat II

diperuntukan

untuk

Desa tempat ter- dapatnya Bahan Galian Golongan C tersebut'

(2)

Semua hasil penerimaan retribusi disetor secara Bruto ke Kas Daerah Tingkat

I

Bali sesuai ke- tentuan yang berlaku.

BAB VI

PENGENDALIAN

DAN PENGAWASAN

Pasal

10

Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah

Tingkat II

Cq. Kepala Dinas Pendapatan Daerah./Pesedahan Agotrg Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat

II di

wajibkan

menyampaikan

Laporan

pertanggung- jawaban mengenai pelaksanaan pungutan dan pe-

nyetoran iuran sebagaimana tersebut Pasal 8 kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali Cq. Kepala Dinas Pertambangan Propinsi Daerah Tingkat I Bali

207

(11)

dan

tembusannya

masing-masing

disampaikan kepada:

a.

Inspektur Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I BaIi;

b.

Kepala Dinas Pendapatan Propinsi Daerah Ting- kat

I

BaIi;

c.

Kepala Biro Keuangan Setwilda Tingkat

I

Bali.

d.

Kepala Biro Bina Perekonomian Setwilda Ting- kat

I

Bali.

Pasal 1l

(1)

Pemegang

Surat Ijin

Pertambangan Daerah (SIDP) wajib melakukan pemeliharaan dibidang pengusahaan, keselamatan

kerja, teknik

per-

tambangan yang baik dan benar, reklamasi dan pengelolaan lingkungan hidup.

(2)

Guna kepentingan kelestarian lingkungan di- - maksud

ayat (1)

kepada pemegang

SIPD

di-

wajibkan

menyetor/mgmbayar

jaminan

biaya reklamasi.

,, Pasal

12

(1)

Rencana reklamasi dimaksud Pasal 11 dican- tumkan dalam SIPD.

(2)

T ata c ara penetap an j aminan rekl am asi didas ar-

kan atas

rencana penambangan disesuaikan dengan :

a.

Lokasi penambangan;

b.

luas areal;

c.

jenis dan volume bahan galian;

d.

rencana peruntukan lahan setelah selesai di- tambang;

e.

Kemungkinan-kemungkinan

lain

yang ter-

jadi

akibat penambangan;

(3)

Besarnya jaminan reklamasi dimaksud Pasal 11

ayat (2)

diatur

lebih

lanjut

oleh Kepala Dinas Pertambangan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

202

(12)

(1)

' Pasal

13

Jaminan reklamasi dimaksud Pasal

7l

ayat (2),

disimpan dalam bentuk

deposito

atas

nama Pemerintah Daerah pada Bank Pembangunan Daerah Bali Kantor Pusat

untuk

SIPD yang di- keluarkan oleh Gubernur Kepala Daerah Ting-

kat I Bali, Bank

Pembangunan Daerah Bali Kantor Cabang

untuk

SIPD yang dikeluarkan

oleh

Bupati/TValikotamadya

Kepala

Daerah Tingkat

IL

Surat Ijin

Pertambangan Daerah (SIPD) me- nyerahkan j aminan reklamasi.

Jaminan reklamasi dapat

ditarik

oleh pemegang SIPD, setelah pemegang SIPD

dinilai

telah me- laksanakan semua kewajibannYa.

Apabila SIPD telah berakhir masa berlakunya dan pemegang SIPD tidak juga melaksanakan kewajibannya maka ieklamasi dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Cq. Dinas Pertambangan Propinsi DaerahTingkat I

Baliuntuk

SIPD yang

dikeluarkan oleh Gubernur Kepala

Daerah Tingkat I Bali Bagian Perekonomian Kabupaten Daerah Tingkat II untuk SIPD yang dikeluarkan

oleh Bupati/lValikotamadya Kepala

Daerah Tingkat

II

dengan menggunakan dana jaminan reklamasi tersebut.

Pasal

14

Pembinaan Pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan Keputusan ini, dilaksanakan oleh Kepala Dinas Pertambangaa Propinsi Daerah Tingkat I Bali.

BAB VII

KETENTUA}.I PENUTUP

Pasal

15

(1)

Keputusan

ini

mulai berlaku surut mulai tang- gal 1

Juni

1994.

(2)

(3)

@)

203

(13)

(2)

Dengan berlakunya keputusan ini, maka dinya- takan tidak berlaku lagi;

a.

Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

BaIi tanggal 3

Juli

1985 Nomor 333 Tahun 1985

tentang Ketentuan

Pelaksanaan Pe-

raturan

Daerah Propinsi Daerah

Tingkat I Bali

Nomor 10 Tahun 1983 tentang Usaha Pertambangan Bahan Galian Golongan C;

b.

Keputusaa Gubernur Kepala Daerah Ting- kat I BaIi tanggal3 Agustus 1987 Nomor 317 Tahun 1987 tentang Perubahan Keputusan

Gubernur Kepala

Daerah

Tingkat I Bali

tanggal 18 Oktober 1983 Nomor 10 Tahun 1983 tentang Usaha Pertambangan Bahan Galian Golongan C;

c.

Keputusan Gubernur Kepala Daerah Ting- kat

I

Bali tanggal4 Februari 1992 Nomor 56 Tahun 1992 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I

,

BaIi Nomor 4 Tahun 1989 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali Nomor 10 Tahun 1983 tentang Usaha Pertambangan Bahan Galian Golongan C;

d. Dari

petunjuk-petunjuk/ketentuan-keten- tuan

lain

yang merupakan pelaksanaan Pe-

raturan

Daerah Propinsi Daerah

?ingkat I Bali

Nomor 10

Tahun

1983 dan Nomor 4

Tahun 1989.

Ditetapkan

di :

Denpasar Pada

tanggal :

18 Agustus 1994

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I

BALI, ttd.

IDA BAGUP

OKA

204

(14)

1.

,

3.

4.

5.

b.

7.

8.

Keputusan

ini

disamPaikan kePada :

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta'

Menteri Pertambangan dan Energi

cq. Direktur

Jenderal Pertam- bangan Umum di Jakarta.

Ketua DPRD Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali di Denpsar ( 3 expl )' Kasi

wilayah

Pertambangan dan Energi Propinsi Bali di Denpasar.

Staf Lengkap Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

BaIi di Denpasar.

Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat

II

se-Bali.

Direktur Bank Pembangunan Daerah Bali di Denpasar' Camat se-Bali.

Diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I

BaIi

Nomor : 777

Tanggal

:

11 Oktober 1994

Seri:DNomor:176

Sekretaris Wilayah./Daerah Tingkat

I

Bali,

ttd.

DEWA BERATIIA.

PEMBINA UTAMA NIP. 010049857

205

Referensi

Dokumen terkait

bahwa untuk mencapai hasil yang optimal di bidang Ke- sehatan perlu penetapan dan penataan Struktur Organi- sasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Farmasi dan

Penjelasan atas Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Jembrana Nomor 17 Tahun 1985 tentang Perubahan Pertama Kali Peratr:ran Daerah Tingkat II Jembrana Nomor

Nomor 239 Tahun 1987 tentang Pengesahan Ang- garan Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem Tahun Anggaran

Kepala Biro Bina Pengembangan Sarana Perekonomian Daerah Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl.)

NIP.. LAMPIRAN II KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TING- KAT I BALI TANGGAL 12 JANUARI 1988 NOMOR 14 TAHUN 1988 TENTANG KETENTUAN BENTUK DAN PENGGUNAAN STEMPEL DINAS,

Ijin Pemasukan adalah ijin tentang pemasukan dan pengendaran minuman keras ke Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Bali, yang dikeluarkan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat

Profil formula tablet lepas lambat mucoadhesive nifedipin paling optimum dengan Carbopol 940 dan HPMC K15M sebagai matriks... Saifullah Sulaiman, Ilham Kuncahyo

Guru mengecek kehadiran peserta didik dan meminta peserta didik untuk mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang diperlukanPeserta didik menerima informasi tentang pembelajaran