• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KONSEP PERANCANGAN. A. Konsep Kreatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III KONSEP PERANCANGAN. A. Konsep Kreatif"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

KONSEP PERANCANGAN

A. Konsep Kreatif

Konsep kreatif merupakan perancangan pesan yang mempunyai tujuan memengaruhi target audience agar bertindak sesuai dengan apa yang di ingin kan.

Tujuan dari perancangan animasi tiga dimensi ini adalah untuk menunjukkan eksistensi dari produk ini sendiri karena agar masyarakat luas mengetahui produk sepatu Bridge SA sehingga masyarakat luas bisa memilki sedikit gambaran tentang sepatu Bridge SA.

Pada kasus ini obyek yang diangkat sebagai bahan penelitian adalah brand Bridge SA, dengan menggunakan video animasi tiga dimensi sebagai media utama untuk mempromosikan brand ini. Video animasi tiga dimensi ini dirancang dengan angle kamera yang menarik. Dengan empat durasi yaitu 10 detik, 20 detik, 30 detik, dan 60 detik. Ditambah dengan backsound yang bertempo agak cepat untuk memberikan kesan semangat, dan ditambah text untuk membuat video menjadi lebih menarik. Dengan menggunakan tone warna monochrome agar sesuai dengan produk sepatu Bridge SA. Ditambah dengan poster, x-banner, box sepatu, drawstring bag, thanks card, guna menjadi media pendukung untuk promosi produk sepatu Bridge SA.

B. Strategi Kreatif

a. Membuat video animasi tiga dimensi sebagai media promosi produk sepatu Bridge SA

(2)

b. Memberika visual yang menarik pada produk sepatu Bridge SA c. Membuat media informasi pada produk sepatu bridge SA

C. Proses Produksi

1. Proses Pra Produksi

Pra produksi sebuah tahap awal dimana sebelum pembuatan video animasi tiga dimensi Bridge SA. Segala keperluan untuk produksi benar-benar dipersiapkan seperti, storyline, storyboard, gambar referensi sepatu, hingga hardware dipersiapkan.

a. Storyline

Storyline adalah narasi atau alur cerita dalam bentuk teks. Storyline dapat memudahkan penulis sebelum proses produksi penulis juga harus menjelaskan elemen rancangan-rancangan visual maupun cerita secara detai, berikut adalah storyline dari video animasi tiga dimensi Bridge SA.

Video iklan produk animasi tiga dimensi Bridge SA

Pada video produk animasi tiga dimensi Bridge SA penulis menggunakan modeling sepatu yang penulis buat sesuai dengan prosuk aslinya. Scene berawal dengan menunjukkan dua sepatu yang ditumpuk, kemudian muncul tulisan logo yang bertuliskan sabridge sub-district, lalu scene berlanjut memperlihatkan logo disepatu, lalu memperlihatkan sepasang sepatu kiri dengan tulisan Cleon, kemudian muncul tulisan stay cool in all activities, setelah itu memperlihatkan sepatu dan skateboard berputar, kemudian

(3)

sepaatu yang jatuh dan skateboard, memperlihatkan sepatu dari samping, selanjutnya memperlihatkan sepatu yang ditumpuk tidak beraturan, scene berganti dengan memperlihatkan bagian bawah dari sepatu, lalu setelah itu sepatu berputar dan pecah menjadi tiga, scene selanjutnya memperlihatkan sepasang sepatu yang dilemparkan ke atas, kemudian memperlihatkan bagian depan sepatu sampai belakang dari samping, scene selajutnya memperlihatkan sepatu yang melingkar dan berputar sesua porosnya, kemudian memperlihatkan tulisan your daily beater, scene terakhir adalah memperlihatankan logo dari brand Bridge SA.

b. Storyboard

Storyboard adalah sketsa sederhana yang disusun berurutan sesuai dengan naskah yang terlah ditentukan. Dengan adalanya storyboard akan mempermudah dalam proses proses produksi, berikut adalah storyboard dari video iklan produk animasi sepatu Bridge SA.

VISUAL SKETSA AUDIO

Memperlihatkan sepatu Cleon dari depan

Angle : EL Frame : MS

Gerakan : Zoom in Efek : -

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

(4)

terlihat logotype dari brand Bridge SA

Angle : EL Frame : MS Gerakan : Still Efek :-

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Memperlihatakan dengan jelas logo yang berada di sepatu Cleon Angle : EL Frame : CU Gerakan : Crab left

Efek :-

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Memperlihatkan salah satu pasang sepatu yang disorot lampu dari atas belakang ke arah depan sepatu Angle : HL Frame : MS Gerakan : Still Efek :-

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Menampilan tagline dari brand Bridge SA

Angle : EL Frame : MS Gerakan : Still Efek :-

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

(5)

Menampilan sepatu Cleon dan

skateboard yang melayang dan berputar Angle: EL Frame: MS

Gerakan: Zoom in Efek: Time

remapping

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Memperlihatkan sepatu dari atas Angle: HL Frame: CU Gerakan: Crab right

Efek: Time remapping

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Sepatu jatuh dari atas

Angle: EL Frame: MS

Gerakan: Zoom in Efek: -

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Memperlihatkan sisi bagian dalam dari sepatu Angle: EL Frame: MS

Gerakan: Zoom in Efek: -

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

(6)

Menampilkan sepatu dari sepasang sepatu menjadi banyak Angle: EL Frame: MS

Gerakan: Zoom in Efek: -

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Menunjukkan bagian bawah dari sepatu

Angle: HL Frame: CU

Gerakan: Zoom in Efek: dip toblack

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Sepatu berputar lalu membelah menjadi tiga Angle: EL Frame: MS

Gerakan: Zoom in Efek: Time

remapping

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Sepatu dilemparkan ke atas dan berputar Angle: EL

Frame: MS Gerakan: Still Efek: Time remapping

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

(7)

Memperlihatkan bagian depan sepatu lalu kamera bergerak ke menyamping sampai belakang sepatu

Angle: EL Frame: CU

Gerakan: Crab left Efek: Time

remapping

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Sepatu melingkar dan berputar sesuai dengan poros nya Angle: EL Frame: LS

Gerakan: Zoom in Efek: -

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Menampilkan tagline dari Bridge SA

Angle: EL Frame: MS Gerakan: still Efek: -

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Memperlihatkan logo dari brand Bridge SA Angle: EL Frame: MS Gerakan: Still Efek: -

Musik: Tea Time - Ofshane

SFX: - VO: -

Table 3.1. Storyboard Video Iklan Sepatu Bridge SA.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

(8)

2. Proses Produksi

Proses produksi merupakan tahapan dimana sebuah produksi video dimulai, yang dimana pada saat persiapan dari pra produksi sudah matang dari teknik pengambilan gambar, gerakan kamera dan angle kamera, sehingga mempermudah dalam proses produksi video, rancangan pada storyboard akan sangat membantu pada proses produksi, adapun berikut proses produksi dari video animasi tiga dimensi produk sepatu Bridge SA.

a. Modeling tiga dimensi

Modeling adalah proses pengembangan suatu objek dari dua dimensi menjadi tiga dimensi secara digital (baik benda mati atau hidup) menggunakan perangkat lunak khusus, modeling tiga dimensi ini digunakan pada saat membuat model dari sepatu Cleon dari Bridge SA, dimulai dari memfoto sepatu dari Bridge SA untuk dijadikan referensi lalu mulai membuat objek tiga dimensi dari bawah sampai atas dari bagian sepatu.

b. Texturing tiga dimensi

Texturing adalah proses pewarnaan dimana objek tiga dimensi yang telah selesai dibuat akan diberi warna atau texture tertentu agar objek tiga dimensi menjadi terlihat lebih nyata atau lebih ekspresif, disini penulis menggunakan texture kain suede dan menggunakan texture kain kanvas sebagai bahan utama dari sepatu Cleon dari Bridge SA, texture rubber menjadi bagian dari out sole dan texture kulit untuk bagian belakang dari sepatu.

(9)

c. Animation tiga dimensi

Animation adalah proses pemberian gerakan pada objek tiga dimensi agar terlihat seolah-olah hidup atau nyata, pada pembuatan video produk sepatu Cleon, penulis membuat animasi sederhana seperti pergerakan kamera, pergeseran lighting, pergeseran objek sepatu tiga dimensi contoh nya adalah saat sepatu berputar, melayang, dilemparkan, dan terjatuh.

a. Render

Render adalah proses dimana animasi tiga dimensi yang sudah jadi akan di simpan dipenyimpanan laptop atau komputer sesuai dengan format yang diinginkan. Di sini penulis menggunakan format render MOV (Measurable Organizational Value) yang dimana format tersebut penulis pilih yang dimana agar hasil video animasi tiga dimensi produk sepatu Bridge SA mempunyai background transparent sehingga agar mempermudah saat proses editing.

3. Pasca Produksi

Setelah proses produksi selesai semua gambar yang sudah diambil, maka tahap selanjutnya adalah proses pasca produksi, ditahap ini semua video yang sudah dirender akan masuk ke tahap editing. Dimana tahap editing merupakan proses penggabungan gambar atau video untuk menjadi video utuh atau satu- kesatuan. Selain itu pemberian efek visual dan pemberian latar musik juga termasuk dalam proses editing, dalam tahap ini editor menyusun urutan video seperti yang sudah ada pada storyboard sehingga sesuai dengan konsep awal

(10)

pembuatan video. Berikut adalah proses editing video iklan produk sepatu Bridge SA.

a. Offline editing

Offline editing adalah proses dimana editor melakukan proses editing yang masih kasar, dan hanya menyusun video sesuai dengan storyboard tanpa menambahkan efek tertentu dalam pembuatan video.

b. Online editing

Online editing adalah proses dimana editor memperhalus video yang sudah tertata sehingga menjadi lebih baik, dan memberikan color grading sesuai dengan konsep awal, serta menambahkan text animasi yang sudah ditentukan sehingga telihat lebih menarik.

c. Mixing

Proses mixing adalah proses dimana menyingkronisasi materi audio seperti mengatur level volume, memberikan efek pada audio, serta menambahkan music yang sesuai dengan suasana video sehingga memberikan kesan yang dramatisir, pada video animasi tiga dimensi produk sepatu Bridge SA penulis menggunakan music yang bertempo cepat, agar memberikan kesan semangat dan ceria.

d. Render atau export

Render atau export adalah tahapan yang terakhir dari proses editing, proses ini menggabungkan video pada satu timeline, hasil penyuntingan diubah menjadi format yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Pada video

(11)

animasi tiga dimensi produk sepatu Bridge SA menggunakan format video mp4 (MPEG-4)

D. Teknis Perancangan

Tahap awal dalam membuat animasi tiga dimensi sepatu Bridge SA adalah dengan melakukan wawacara kepada pemilik brand, dengan wawancara ini penulis bisa mengetahui data apa saja yang diinginkan oleh client agar tepat sasaran dalam melakukan marketing, lalu langkah selanjutnya penulis menyesuaikan dengan video yang akan dibuat dengan tema sepatu agar sesuai dengan konsep kreatif. Berikut adalah urutan perancangan video tiga dimensi:

Tahap pengumpulan data dari client, tahap ini adalah hal yang paling utama dan penting karena dapat mengetahui background brand dari clinet. Tema yang dipilih adalah monokrom karena cocok dengan sepatu dari brand tersebut.

Gambar 3.1. Screenshoot Percakapan Tema Dengan Achrul.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Sesuai dengan gambar di atas, tema dari video animasi tiga dimensi ini adalah monokrom yaitu hitam dan putih sesuai dengan sepatu Cleon dari Brand Bridge

(12)

SA, setelah mendapatkan data tersebut penulis langsung mengaplikasikan diperangkat lunak.

Dalam pengerjaan video animasi tiga dimensi membutuhkan perngkat lunak yang mendukung agar dapat mengerjakan video animasi tiga dimensi secara lancar, aplikasi yang penulis gunakan untuk membuat modeling tiga dimensi dan menganimasikan adalah Blender, dan aplikasi Adobe Premiere Pro, disini penulis menggunakan Adobe Premiere Pro untuk memanipulasi video yang sudah dirender dari Blender.

1. Software dan Hardware yang Digunakan a. Laptop

Laptop adalah perangkat keras utama yang berfungsi sebagai tonggak pengerjaan karya.

b. Mouse

Berfungsi sebagai pointing device yang berfungsi sebagai menerima input-an klik dan scroll.

c. Blender

Blender adalah perangkat lunak yang berfungsi sebagai membuat modeling tiga dimensi dan animasi tiga dimensi.

d. Adobe Premiere pro

Adobe Premiere pro merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk mengedit video.

(13)

2. Proses Pengerjaan Karya

Bagan 3.2. Skema Pengerjaan Karya.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

a. Pengumpulan data dan referensi

Setelah berdiskusi dengan sumber yaitu owner dari brand sepatu Bridge SA untuk apa yang di inginkan, selanjutnya adalah pencarian referensi tentang iklan sepatu tiga dimensi diinternet.

Gambar 3.2. Referensi Dari Website youtube.com.

Sumber: https://www.youtube.com/results?search_query=shoes+3d.

Referensi yang diambil dari youtube adalah lighting, animation, angel kamera, dan color tone. Referensi dibutuhkan untuk mempermudah pengerjaan karya, agar ide dan inspirasi muncul.

(14)

b. Memfoto produk dari segala sisi

Tahap ini sangat penting dalam modeling tiga dimensi, dimana produk dari sepatu Bridge SA difoto dari segala sisi agar dapat menjadi patokan saat pengerjaan karya dimulai.

Gambar 3.3. Foto Referensi Produk Sepatu Bridge SA.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

c. Modeling

Pada tahap ini proses pengerjaan karya dimulai, dimana pada proses ini pada tahap awal memasukkan foto referensi pada perangkat lunak Blender.

Gambar 3.4. Modeling Sepatu Cleon.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Pada tahap pemodelingan sepatu Cleon, dimulai dari out sole dari sepatu.

Sehingga mempermudah untuk pemodelingan pada tahap selanjutnya.

(15)

d. Texturing

Saat pemodelan tiga dimensi telah selesai, tahap selanjutnya adalah texturing, yang dimana tahap ini merupakan pemberian warna pada model tiga dimensi yang sudah selesai.

Gambar 3.5. Texturing Tiga Dimensi Sepatu Cleon.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Tahap ini merupakan tahapan yang penting dalam medeling tiga dimensi yang dimana agar objek tiga dimensi memiliki kemiripan pada produk sepatu Bridge SA, dan tentunya texture yang digunakan merupakan texture yang free lisence.

e. Animating

Setelah objek tiga dimensi selesai di buat, langkah selanjutnya adalah proses animating dimana proses ini bertujuan menggerakkan objek seusai dengan data yang sudah didapatkan dari client.

Gambar 3.6. Proses Animating Objek Tiga Dimensi Sepatu Bridge SA.

(16)

f. Finishing

Finishing merupakan tahapan yang terakhir pada proses pembuatan karya tiga dimensi produk sepatu Bridge SA, dimana proses ini meripakan proses editing pada perangkat lunak Adobe Premiere pro.

Gambar 3.7. Proses Editing Video Produk Bridge SA.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Pada tahap ini animasi yang sudah disimpan dengan format MOV (Measurable Organizational Value) dimasukkan kedalam aplikasi perangkat lunak Adobe Premiere Pro untuk proses editing dan pemberian latar musik.

3. Kendala yang Dihadapi dan Solusinya

Kendala yang dialami pertama adalah pada proses editing diaplikasi perangkat lunak Adobe Premiere Pro, dikarenakan format video animasi tiga dimensi yaitu MOV (Measurable Organizational Value) dengan background yang tansparent sehingga membuat aplikasi perangkat lunak Adobe Premiere Pro sering mengalami crash dan force close sehingga menghambat proses editing.

Lalu yang kedua adalah perangkat keras (hardware) yang kurang mumpuni untuk melakukan animasi tiga dimensi membuat terhambatnya proses animating

(17)

karya yang telah dibuat, yang dimana pada saat proses penggerakan objek tiga dimensi sering sekelai mengalami lagging pada perangkat keras (hardware) dan membuat laptop overheat (panas berlebih).

E. Referensi Perancangan

Penulis menggunakan beberapa refensi sebagai rujukan dalam membuat karya video animasi tiga dimensi. Berikut beberapa referensi perancangan yang dipilih oleh penulis.

a. Air mac 97 // unofficial Kelebihan:

a) Pemilihan lagu yang tepat

b) Pergerakan animasi yang sangat dinamis c) Konsep editing yang bagus

Gambar 3.8. Air mac 97 // unofficial.

Sumber: youtube 2019.

(18)

F. Target Audience

1. Geografis:

a. Umum

Secara umum target market sepatu Brigde sa mencakup wilayah Jawa Timur.

b. Khusus

Karena Bridge SA berada di Madiun maka pelanggan yang berada di wilayah Madiun dapat membeli sepatu Bridge SA melalui toko sepatu yang berada disekitar Madiun.

2. Demografis:

a. Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan b. Usia : 17-30 tahun

c. Pendidikan : SMA sampai dengan perguruan tinggi d. Pekerjaan : Semua jenis pekerjaan

e. Agama : Semua agama f. Sosial dan ekonomi : menengah kebawah

3. Psikografis:

a. Orang-orang yang gemar berolahraga skateboard

b. Orang-orang yang gemar berolahraga dan membutuhkan sepatu yang mengandalkan durabilitas namun tetap stylish

(19)

G. Media

1. Media Utama

a. Video animasi tiga dimensi Produk sepatu Bridge SA durasi 10 detik b. Video animasi tiga dimensi Produk sepatu Bridge SA durasi 20 detik c. Video animasi tiga dimensi Produk sepatu Bridge SA durasi 30 detik d. Video animasi tiga dimensi Produk sepatu Bridge SA durasi 60 detik

2. Media Pendukung a. Poster b. X-banner c. Thanks card d. Box sepatu e. Drawstring bag

Alasan Pemilihan Media dan Penempatannya:

1. Media Utama

a. Video animasi tiga dimensi Produk sepatu Bridge SA durasi

Video iklan animasi tiga dimensi merupakan media utama yang digunakan untuk mempromosikan produk sepatu dari Bridge SA. Video iklan animasi tiga dimensi produk sepatu Bridge SA ini akan didistribukan melalui media sosial, memilih media sosial karena dinilai efektif sehingga dapat menjangkau konsumen diluar bidikan pasar.

(20)

2. Media Pendukung a. Poster

Poster adalah media promosi yang terdiri dari gabungan elemen grafis yang umumnya digunakan untuk memberikan informasi atau pesan.

poster ini dinilai efektif karena penggunaan poster masih berlaku sampai sekarang, karena ukuran Poster yang relative kecil sehingga dapat di temple dimana saja dan biaya cetak dari poster yang terbilang murah menjadi opsi yang sangat cocok.

b. X-banner

X-banner sangat cocok sebagai media pendukung dikarenakan informasi dari X-banner yang singkat, padat, dan jelas menjadi keunggulan dari X- banner, dan juga X-banner dapat ditaruh didepan pintu masuk toko sehingga calon pembeli dapat melihat dengan jelas.

c. Thanks card

Thanks card cocok digunakan sebagai media pendukung dikarenakan penggunaan thanks card merupakan salah satu cara untuk mengucapkan terima kasih kepada konsumen karena sudah mensupport.

d. Box sepatu

Box sepatu merupakan kelengkapan wajib saat membeli sepatu karena agar produk tidak rusak saat konsumen membeli produk nya.

e. Drawstring bag

Drawstring bag sangat cocok dikarenakan drawstring bag dapat

(21)

H. Anggaran Produksi

Media Utama Jasa 3D modeling

Jasa 3D animasi

Jasa video editing

Total biaya Produksi (Rp) 1. Video

iklan produk

Rp.

500.000/objek 3D

Rp.

50.000/detik Rp. 400.000 Rp. 3.900.000

Total Rp. 3.900.000

Tabel 3.2. Anggaran Produksi Media Utama.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Media Pendukung

Total

cetak Ukuran Harga cetak Biaya Produksi (Rp)

1. Poster 200 A3 Rp. 5.000 Rp. 1.000.000

2. X-banner 1 60 x 160 Rp. 50.000 Rp. 50.000

3. Greetings

card 200 21 x 14,8 Rp. 5.000 Rp. 1.000.000

4. Box sepatu 200 P 23 x L 15 x T 6

cm Rp. 5.400 Rp. 1.080.000

5. Drawstring

bag 200 20 x 30 Rp. 42.000 Rp. 8.400.00

Total Rp. 11.530.000

Tabel 3.3. Anggaran Produksi Media Pendukung.

Sumber: Dokumentasi Pribadi.

(22)

I. Visualisasi Karya

1. Karya Utama

a. Video Animasi Tiga Dimensi Iklan Sepatu Bridge SA

Data Teknis

 Durasi : 60 detik

 Format : H.264

 Dimensi : NTSC

 Resolusi : 1920 x 1080 pixel (16:9)

 Frame Rate : 60 fps

 Audio Rate : 48.0 kHz

 Proses : Adobe Premiere Pro 2021, Blender 2.91

 Mastering : Mp4

(23)

b. Video Animasi Tiga Dimensi Iklan Sepatu Bridge SA

Data Teknis

 Durasi : 30 detik

 Format : H.264

 Dimensi : NTSC

 Resolusi : 1920 x 1080 pixel (16:9)

 Frame Rate : 60 fps

 Audio Rate : 48.0 kHz

 Proses : Adobe Premiere Pro 2021, Blender 2.91

 Mastering : Mp4

(24)

c. Video Animasi Tiga Dimensi Iklan Sepatu Bridge SA

Data Teknis

 Durasi : 20 detik

 Format : H.264

 Dimensi : NTSC

 Resolusi : 1920 x 1080 pixel (16:9)

 Frame Rate : 60 fps

 Audio Rate : 48.0 kHz

 Proses : Adobe Premiere Pro 2021, Blender 2.91

 Mastering : Mp4

(25)

d.

Video Animasi Tiga Dimensi Iklan Sepatu Bridge SA

Data Teknis

 Durasi : 10 detik

 Format : H.264

 Dimensi : NTSC

 Resolusi : 1920 x 1080 pixel (16:9)

 Frame Rate : 60 fps

 Audio Rate : 48.0 kHz

 Proses : Adobe Premiere Pro 2021, Blender 2.91

 Mastering : Mp4

(26)

2. Karya Pendukung a. Poster 1

Data Teknis

 Ukuran : 29.7 x 42 cm

 Bahan : Art Paper

 Format : portrait¸satu sisi

 Finishing : -

 Realisasi : Offset

(27)

b. Poster 2

Data Teknis

 Jenis : Poster 2

 Ukuran : 29.7 x 42 cm

 Bahan : Art Paper

 Format : portrait¸satu sisi

 Finishing : -

 Realisasi : Offset

(28)

c. X-banner

Data Teknis

 Ukuran : 60 x 160 cm

 Bahan : Flexy

 Format : portrait¸satu sisi

 Realisasi : Digital Printing

(29)

d. Box sepatu

Data Teknis

 Jenis : Box sepatu

 Ukuran : P 23 x L 15 x T 6 cm

 Bahan : Single Wall 3 - 4 mm

 Format : Landscape¸satu sisi

 Realisasi : Offset printing

(30)

e. Thanks card

Data Teknis

 Ukuran : 21 x 14,8 cm

 Bahan : Art Paper

 Format : Landscape¸satu sisi

 Finishing : Glossy

 Realisasi : Digital Printing

(31)

f. Drawstring bag

Data Teknis

 Ukuran : 20 x 30 cm

 Bahan : Spunbond

 Format : Potrait¸satu sisi

 Finishing : -

 Realisasi : Sablon

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya, secara sistem stratifikasi sosial penelitian tentang “Etos Kerja Pedagang Peralatan Rumah Tangga dalam meningkatkan Strata Sosial di Desa Mancilan Kecamatan

Ditinjau dari aspek pemrograman, kualitas media pembelajaran berbasis komputer pada mata pelajaran IPS SMP materi kegiatan ekonomi yang dikembangkan dinilai sangat

'Evaluasi Penggunaan Antibiotik Berdasar Kriteria Gyssens Pasien Rawat Inap Kelas III di Bagian Bedah RSUP Dr Kariadi Periode Agustus-Desember 2008'.. Determinants

Pelelangan Terbuka Pengadaan dan Penggantian HP / LP Elemen Yard Instrument Air Compressor (YIAC) B PT PJB Unit Pembangkitan Gresik,.. Asli dari dokumen fotokopi

Media limbah cair karet mengandung unsur N, P dan C yang dapat mempengaruhi kandungan lipid pada sel mikroalga (Tabel 1). Nitrogen

Dalam penelitian ini, teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data awal dan akhir kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dilakukan dengan menggunakan indikator

Umumnya fase gerak yang sering digunakan dalam kromatografi lapis tipis adalah berupa campuran dari pelarut organik dengan tujuan untuk memperoleh pemisahan yang lebih

Apabila banyak udang yang baru ganti kulit, segera dilakukan pengapuran menggunakan dolomit (15-20 kg/1000 m2) dan setelah 10 hari kemudian dapat dipanen. Karena