BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Tinjauan Pustaka
Dalam penelitian Sistem Informasi Hak Kekayaan Intelektual (Studi kasus:
Diploma III Teknik Informatika Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret), tinjauan pustaka yang digunakan penulis terkain dengan sistem informasi ini sebagai berikut.
Penelitian yang telah dilakukan oleh Muhammad Syaiful Aliim, Hari Siswantoro, dan Retno Supriyanti (2020), dengan judul “Desain Ulang Modul Paten Dan Cipta Dari Sistem Informasi Hak Kekayaan Intelektual Universitas Jenderal Soedirman”. penelitian ini membahas tentang kondisi saat ini, Sentra HKI berjalan tidak sesuai fungsinya, menu selainpaten dan cipta tidak dapat diakses, selain itu menu paten dan cipta tidak mendukung pengarsipan dokumen berdasarkan riwayatnya karena setiap melakukan pembaharuan dokumen, dokumen lama akan terhabus dengan dokumen baru. (Syaiful, Siswantoro, &
Supriyanti, 2020)
Penelitian yang telah dilakukan oleh Driantama Edya Nugraha, Tri Sagirani dan Julianto Lemantara (2019), dengan judul “Rancang Bangun Aplikasi Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual Berbasis Web (Studi kasus Sentra HKI Universitas Muhammadiyah Surabaya)”. penelitian ini membahas tentang kendala dari sistem yang digunakan di Sentra HKI Universitas Muhammadiyah Surabaya saat ini yaitu antara lain aplikasi proses masih dilakukan secaera manual, tidak ada riwayat yang dikirimkan, dan tidak ada proses. Aplikasi manajemen dapar menjadi solusi masalah ini. Dengan adanya Aplikasi ini pendaftar dapat melakukan permintaan kapanpun dan dimanapun, serta adanya riwayat pendaftaran. (Nugraha, Sagirani, & Lemantara, 2019)
Penelitian yang dilakukan oleh Aryani R, Suratno T, Mauladi M, Utomo PEP (2019). dengan judul “Implementasi Sistem Informasi Manajemen Arsip Di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi” penelitian ini membahas tentang kendala yang terjadi di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi dimana
penyimpanan arsip dokumen masih disimpan dalam lemari arsip atau di dalam folser yang di pisahkan sesuai jenis dokumen. Akibatnya terdapat kendala dalam pengaksesan dokumen. (Aryani, T, Mauladi, & Utomo, 2019)
Penelitian yang telah dilakukan oleh Wahyudin Darmalaksana (2017), yang berjudul “Permohonan Hak Cipta Atas Kekayaan Intelektual Berbasis Elektronik”. Dalam penelitian ini membahas tentang pemohonan hak cipta atas kekayaan intelektual yang dilakukan secara elektronik. Sebelum permohonan secara elektronik, terlebih dahulu Perguruan Tinggi mendirikan Sentra HKI/ Paten serta melakukan registrasi pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (Darmalaksana, 2017)
Penelitian ini dilakukan oleh Mieke Yustia Ayu Ratna Sari (2016), dengan judul “Pembangunan Kekayaan Intelektual (KI) Berbasis Teknologi Informasi Di Era Global”[4]. Penelitian ini membahas tentang peran teknologi yang sangat besar dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan pembangunan kekayaan intelektual. Keberadaan kekayaan intelektual memiliki pengaruh yang besar karena dapat mendorong sektor perekonomian masyarakat serta dapat menunjang kesejahteraan warga. Dengan adanya perkembangan Teknologi Informasi dapat membantu proses permohonan pendaftaran serta publikasi kekayaan intelektual. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual telah mengembangkan sistem pendaftaran menjadi berbentuk “e-filling” serta publikasi layanan data dan informasi yang ada pada bidang kekayaan intelektual. Sebagai media penyampaian informasi terkait pengajuan kekayaan intelektual. (Sari, 2016)
2.2 Landasan Teori 2.2.1 Sistem
Sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara- cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : Komponen Sistem, Batasan Sistem, Lingkungan Luar Sistem, Penghubung Sistem, Masukan Sistem, Keluaran Sistem, Pengolahan Sistem dan Sasaran Sistem (Edhy Sutanta,2009)
2.2.2 Informasi
Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian(event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. (Jogiyanto, 2008)
2.2.3 Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem yang menjadi bagian dari organisasi yang melakukan perngolahan data transaksi harian untuk mendukung fungsi operasi manajerial dalam kegiatan strategi darisuatu organisasi untuk dapat menyediakan infromasi yang diperlukan dalam pengambilan suatu keputusan (Magaline, 2015)
2.2.4 Hak Kekayaan Intelektual
Kekayaan intelektual sebagai terjemahan dari istilah dalam bahasa inggris “intellectual property” oleh World Intellectual Property Organization (WIPO) diartikan sebagai ciptaan yang dihasilkan melalui kemampuan intelektual (“creation of mind”), yaitu penemuan, karya tulisan dan karya-karya yang bersifat artisitik, simbol, nama, gambar, dan desain yang digunaan dalam kegiatan perdagangan. (World Intellectual Property Organization, n.d.) Sementara itu, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai terjemahan dari bahasa yang sama Intellectual Property
Rights (IPR) didefinisikan sebagai “..the rights given to persons over the creations of their minds. They ussually given the creator an exclusive right over the use of hisher creation for a period of time”. (What is Intellectual Property Rights, n.d.)
2.2.5 ERD
Menurut salah satu para ahli (Brady & Loonam, 2010) Entity Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system.
Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database.
2.2.6 UML
UML (Unified Modelling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan didunia industri untuk mendefinisikanrequirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasikan objek (Rossa dan Shalahuddin, 2015).
Pendapat lainnya menurut Fowler, M. dalam (B. O. Lubis, 2016) UML (Unified Modeling Language) adalah “Keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta-model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientansi objek (OO). Definisi ini merupakan definisi yang sederhana”.
2.2.7 Use Case
Use Case merupakan sebuah teknik yang digunakan dalam pengembangan sebuah software atau sistem informasi untuk menangkap kebutuhan fungsional dari sistem yang bersangkutan, Use Case
menjelaskan interaksi yang terjadi antara aktor, inisiator dari interaksi sistem itu sendiri dengan sistem yang ada. Sebuah Use Case direpresentasikan dengan urutan langkah yang sederhana. (Wicaksanaa, 2016)
Use Case digunakan untuk menyusun behavioral things dalam sebuah model. Use case direalisasikan dengan sebuah collaboration.
Secara gambar, sebuah use case digambarkan dengan sebuah ellips dengan garis penuh, biasanya termasuk hanya namanya. (Wicaksanaa, 2016)
2.2.8 Activity Diagram
Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak (Rosa dan Shalahuddin, 2015).
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2015: 161)
2.2.9 MySQL
MySQL merupakan software yang tergolong sebagai DBMS (Database Management Sistem) yang bersifat Open Source. MySQL awalnya dibuat oleh perusahaan konsultan bernama TcX yang berlokasi di Swedia. Saat ini pengembangan MySQL berada di bawah naungan perusahaan MySQL AB. MySQL tersedia pada beberapa platform seperti Windows, Linux, Unix, dan lain-lain. MySQL tergolong sebagai database server yang andal, dapat menangani database yang besar dengan kecepatan tinggi, mendukung banyak sekali fungsi untuk mengakses database, dan sekaligus mudah untuk digunakan (Kadir, 2018). MySQL mendukung pengamanan database dengan berbagai kriteria pengaksesan. Sebagai gambaran, dimungkinkan untuk mengatur User tertentu agar bisa mengakses data yang bersifat rahasia, sedangkan User lain tidak boleh.
MySQL mendukung perintah SQL (Structured Query Language). SQL merupakan standar dalam pengaksesan database relasional. (Kadir, 2018)
2.2.10 HTML
HTML adalah kependekan dari Hyper Text Markup Language, yaitu sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web. Si HTML inilah yang menyusun sebuah halaman web menjadi sebagaimana yang kita lihat melalui browser (penjelajah internet).
Jadi, belajar HTML dan mengerti bagaimana cara HTML bekerja akan sangat penting jika kamu ingin terjun ke dunia web development.
(Herlangga, 2019)
Perlu diperhatikan, HTML bukanlah sebuah bahasa pemrograman.
HTML merupakan bahasa markup yang berisi perintah-perintah dengan format tertentu yang terstruktur untuk menampilkan tampilan tertentu.
Baik, mari kita buat menjadi lebih sederhana. (Herlangga, 2019)
2.2.11 PHP
PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext Prepocessor", yaitu bahasa pemrograman yang digunakan secara luas untuk penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah situs web dan bisa digunakan bersamaan dengan HTML. PHP diciptakan oleh Rasmus Lerdorf pertama kali tahun 1994. Pada awalnya PHP adalah singkatan dari "Personal Home Page Tools". Selanjutnya diganti menjadi FI ("Forms Interpreter"). Sejak versi 3.0, nama bahasa ini diubah menjadi "PHP: Hypertext Prepocessor"
dengan singkatannya "PHP". PHP versi terbaru adalah versi ke-5. (Rasjid, 2019)
Saat ini, PHP menjadi bahasa pemrograman server-side tingkat pertama dengan presentasi sebesar 83.4% yang banyak digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Selain itu, PHP juga merupakan bahasa pemrograman yang gratis digunakan dan open source sehingga pemrograman dapat melakukan pengembangan di dalamnya. (Syafitri, 2019)
Biasanya, PHP digunakan bersamaan dengan penggunaan bahasa pemrograman, seperti HTML dan JavaScript, dimana bahasa tersebut
dijalankan di sisi web browser (client). PHP juga dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS (Content Management Sistem). (Syafitri, 2019)
2.2.12 CSS
Menurut (Sya'ban, 2010) “Cascading Style Sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa pemograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam”. CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.
2.2.13 Javascript
Menurut (Williams & Sawyer, 2011), Javascript adalah bahasa naskah berorientasi objek yang digunakan pada web browser dengan menambahkan fungsi interaktif pada halaman web. Berdasarkan definisi-definisi dari para pakar dapat disimpulkan bahwa Javascript adalah bahasa naskah berorientasi objek pada web browser untuk menambahkan fungsi interaktif yang membuat aplikasi web bersifat dinamis. Karena kesamaan inilah dibandingkan dengan menggunakan parser (seperti yang dilakukan XML) sebuah program JavaScript dapat menggunakan function JavaScipt
2.2.14 XAMPP
Xampp adalah sebuah manager service yang akan menginstal Apache, PHP5, database MySQL, PHPmyadmin dan SQLitemanager di komputer anda. Xampp server merupakan softwere freeware yang artinya dapat di download secara gratis di internet. Kegunaan xampp server ini untuk membuat jaringan (Surmayanti, 2016) .
Untuk membuat suatu aplikasi berbasis Web dengan menggunakan bahasa permograman PHP, tentu saja diperlukan sebuah server dan interpenter PHP. Server tidak harus sebuah komputer khusus dengan kinerja tinggi dan berukuran besar, tetapi bisa di buat dari PC yang mempunyai fungsi selayaknya sebuah Web server, yaitu dengan menginstal XAMPP.
XAMPP adalah suatu software yang berbasis open source yang di dalamnya terdapat software -software pembantu seperti Apache, MySQL, PHP dan PHPMyAdmin, yang dapat digunakan sebagai alat bantu pengembangan aplikasi berbasis PHP.
2.2.15 Visual Studio Code
Visual Studio Code adalah editor source code yang dikembangkan oleh Microsoft untuk Windows, Linux dan MacOS. Ini termasuk dukungan untuk debugging, GIT Controlyang disematkan, penyorotan sintaks, penyelesaian kode cerdas, cuplikan, dan kode refactoring. Hal ini juga dapat disesuaikan, sehingga pengguna dapat mengubah tema editor, shortcut keyboard, dan preferensi.Visual Studio Code gratis dan open-source, meskipun unduhan resmi berada di bawah lisensi proprietary
Kode Visual Studio didasarkan pada Elektron, kerangka kerja yang digunakan untuk menyebarkan aplikasi Node.js untuk desktop yang berjalan pada Blinklayout. Meskipun menggunakan kerangka Elektron, Visual Studio Code tidak menggunakan Atom dan menggunakan komponen editor yang sama (diberi kode nama "Monaco") yang digunakan dalam Visual Studio Team Services yang sebelumnya disebut Visual Studio Online (Lardinois, 2015)
2.2.16 Codeigniter
Codeigniter adalah sebuah framework php yang bersifat open source dan menggunakan metode MVC (Model, View, Controller).
Codeigniter bersifat free alias tidak berbayar jika anda
menggunakannya.  framework codeigniter di buat dengan tujuan sama seperti framework lainnya yaitu untuk memudahkan developer atau programmer dalam membangun sebuah aplikasi berbasis web tanpa harus membuatnya dari awal, (Hadi, 2019). Kelebihan codeigniter adalah codeigniter menyediakan fasilitas helper dan library yang dapat membantu developer dalam membuat pagination, session, manipulasi url dan lainnya yang akan kita pelajari pada tutorial codeigniter selanjutnya, keamanan yang sudah lumayan karena user atau pengakses aplikasi tidak berhubungan langsung dengan database, kemudahan dalam menggunakannya dan syntax yang struktur. (Hadi, 2019).