1
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah istilah yang digunakan pada akuntasi keuangan dan pajak untuk menggambarkan biaya langsung yang timbul dari barang yang diproduksi dan dijual dalam kegiatan bisnis. Harga yang dijual dihitung dengan mempertimbangkan barang-barang yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk yang akan dijual.
Selain perhitungan HPP, terdapat Break event point (BEP), Return of investment (ROI), dan Payback periode (PBP) yang membantu produsen atau penjual dalam menentukan jumlah barang yang dijual untuk mencapai keuntungan perusahaan.
Perhitungan Harga Pokok Penjualan, Break event point, Return of investment dan Payback periode penting dilakukan karena hasil perhitungan sangat menentukan untung dan ruginya penjualan. Berdasarkan study literature yang dilakukan penulis dari buku-buku akuntansi, perhitungan-perhitungan tersebut di atas sangat bermanfaat bagi produsen atau pengusaha kecil menengah dalam menentukan harga dan keuntungan yang akan di dapat.
Hasil wawancara menyimpulkan bahwa 76 persen pengusaha mikro, kecil, dan menengah telah mengetahui cara menghitung Harga Pokok Penjualan namun menghitungnya dengan perkiraan dan asumsi. Hal tersebut dapat mengakibatkan pedagang merugi karena kesalahan dalam berasumsi menentukan harga penjualan.
Tidak hanya itu, pengusaha mikro, kecil, dan menengah kerap tidak memperkirakan target penjualan. Hal tersebut dikarenakan ketidaktahuan terhadap cara menghitung perkiraan barang jual agar keuntungan dapat diperoleh.
Selain itu pengusaha mikro, kecil, dan menengah tidak pernah mempedulikan persentase keuntungan kembali. Padahal, memperhitungkan persentase keuntungan kembali adalah hal yang penting sebagai pertimbangan untuk
2 melanjutkan usaha. Tidak hanya itu, menghitung lama modal kembali dalam berbisnis sangat menentukan bagi pengusaha untuk terus menjalankan bisnisnya.
Namun, hal tersebut tidak diperhitungkan kebanyakan pengusaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia karena tidak banyak yang mengetahui cara perhitungan persentase keuntungan kembali dan lama modal kembali.
Perhitungan yang telah disebutkan di atas dapat dilakukan secara manual, namun kesalahan dalam perhitungan bisa saja terjadi karena kurang teliti saat melakukan perhitungan. Sebagai akuntan pun dapat melakukan kesalahan saat menghitung Harga Pokok Penjualan karena banyaknya data yang harus dihitung, mulai dari persediaan awal barang dagangan, persediaan akhir barang dagangan, pembelian bersih, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Selain itu, ketidaktahuan akan rumus perhitungan harga pokok penjualan, break event point, return of investment, dan payback periode juga menjadi masalah untuk melakukan perhitungan secara manual.
Oleh sebab itu, dalam Proyek Akhir ini akan dibangun sebuah aplikasi penghitung HPP dan studi kelayakan produk untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis desktop yang diharapkan dapat membantu permasalahan-permasalahan para pemilik usaha mikro dan kecil menengah dalam menghitung HPP, Break event point, Return of investment, dan Payback periode.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari latar belakang tersebut adalah:
1. bagaimana cara menentukan dan mengurangi kesalahan penghitungan dalam melakukan perhitungan Harga Pokok Penjualan?
2. bagaimana cara menentukan jumlah target penjualan agar tidak terjadi kerugian dan dapat mengurangi kesalahan penghitungan dalam menentukan target penjualan?
3. bagaimana cara menghitung persentase keuntungan serta lama waktu modal kembali untuk menginvestasikan modal dalam bisnis UMKM dan dapat mengurangi kesalahan penghitungan secara manual?
3
1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan proyek akhir ini adalah membangun sebuah aplikasi perhitungan harga pokok penjualan yang akan:
1. menghitung harga jual produk yang didapatkan secara otomatis
2. menghitung perkiraan target penjualan dalam satu kali investasi untuk meminimalisir terjadinya kerugian secara otomatis
3. menghitung persentase keuntungan serta lama waktu modal kembali dalam berinvestasi untuk mengurangi kerugian pemilik UMKM dalam menginvestasikan modalnya secara otomatis
1.4 Batasan Masalah
Agar pembahasan dalam Proyek Akhir ini tidak meluas, maka ditetapkan batasan- batasan dalam pembahasan, antara lain:
1. aplikasi yang dibangun adalah aplikasi desktop dengan menggunakan bahasa pemrograman java netbeans IDE 8.0 dan menggunakan MySQL untuk basis datanya
2. aplikasi menghitung harga pokok penjualan dengan rumus HPP metode rata- rata, menghitung perkiraan target penjualan dengan rumus Break event point untuk menghitung produk, menghitung persentase modal kembali dengan rumus Return of investment, dan menghitung lama waktu modal kembali dengan rumus Payback periode
3. aplikasi belum menyediakan format laporan untuk diunduh user
4. perhitungan Return of Invesment dan Payback Periode dilakukan berdasarkan satu produk per perusahaan.
1.5 Definisi Operasional
Aplikasi berbasis desktop yang digunakan untuk menghitung biaya yang akan dikeluarkan oleh pemilik UMKM untuk menjual barang dagangannya. Aplikasi perhitungan harga pokok penjualan untuk saat ini dapat membantu menghitung harga pokok penjualan, perkiraan target penjualan, persentase keuntungan, dan
4 lama modal kembali. Aplikasi ini belum menyediakan hasil laporan dari perhitungan harga pokok penjualan. Namun user dapat mengetahui detail hasil perhitungan yang ditampilkan oleh aplikasi seusai melakukan perhitungan.
Aplikasi ini dapat digunakan oleh semua pihak baik pemilik UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) hingga perusahaan besar dengan cara memasang Aplikasi Perhitungan HPP dan Studi Kelayakan Produk di komputer perusahaan. Dengan adanya aplikasi perhitungan Harga Pokok Penjualan berbasis desktop, maka pemilik UMKM maupun perusahaan dapat mengurangi kesalahan dalam melakukan perhitungan HPP dan dapat mengetahui target untuk mencapai keuntungan dalam berbisnis sehingga dapat menentukan harga penjualan, target penjualan dan sebagainya sebelum memasarkan produknya. Namun, sebelum menggunakan aplikasi ini, user sebaiknya menyediakan data-data tersebut untuk kemudian dimasukkan di form yang ada pada aplikasi.
1.6 Metode Pengerjaan
Dalam pembangunan Aplikasi Penghitung Harga Pokok Penjualan dan Studi Kelayakan Produk untuk UMKM Berbasis Desktop yaitu menggunakan pemodelan prototype karena dalam proses pembangunan aplikasi ini, belum diperoleh bentuk yang sesuai dengan requiretment client. Sehingga pada saat pengumpulan requiretment dilakukan secara berulang untuk mendapatkan requirement user.
Prototype adalah salah satu model SDLC (Software Development Life Cycle) yang sering digunakan oleh pengembang dalam membangun aplikasi apabila belum mendapatkan requirement yang belum pasti atau dapat berubah.
5
Gambar 1.1 Pemodelan Bisnis Prototype [1]
1.6.1 Communication
Communication merupakan tahap pertama yang dilakukan untuk mendapatkan keinginan atau requirement dari user. Adapun teknik yang digunakan dalam tahap ini berupa:
a. diskusi
Diskusi dilakukan dengan dosen dan bapak Harun dari pihak Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional) Provinsi Bandung untuk mengetahui baik atau buruknya dalam mengangkat tema dan untuk mengetahui requirement dari pihak Dekranasda. Selain itu, melakukan diskusi dengan pengusaha UMKM antara lain batik hasan, nida fashion, adselecius, dan dunia pernik untuk lebih mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi para pengusaha UMKM.
b. kuisioner
Kuisioner diberikan kepada calon pengguna aplikasi ini seperti pedagang dan pemilik UMKM. Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak pemilik UMKM yang melakukan perhitungan harga pokok penjualan, target penjualan, lama modal kembali, dan return of investment dengan manual (perkiraan) atau dengan rumus akuntansi.
6
1.6.2 Quick Plan
Membuat rencana pembangunan aplikasi dari requirement dengan cepat untuk kemudian dibuat desain dan didiskusikan kembali dengan user.
1.6.3 Modelling Quick Desain
Modelling Quick Desain dalam tahap ini adalah tahap perancangan dengan kebutuhan yang telah disesuaikan dengan analisis sistem. Dalam kegiatan ini, pengembang mendesain ERD, Sequece, Activity, Class Diagram, mockup dan desain yang lainnya. Apabila telah selesai mendesain perancangan tersebut, pengembang akan melakukan diskusi dengan user untuk memastikan bahwa rancangan yang dibuat sesuai keinginan dan kebutuhan user.
1.6.4 Construction of Prototype
Tahap ini merupakan tahap membuat prototype yaitu berupa aplikasi yang belum jadi namun dapat menampilkan simulasi alur perangkat lunak sehingga tampak seperti perangkat lunak yang sudah jadi [2].
Pada tahap ini dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi dari user terhadap prototype yang telah dibuat oleh pengembang. Pada tahap ini, diharapkan user dapat memberikan bayangannya terhadap aplikasi kepada pengembang lebih detail.
1.6.5 Deployment, Delivery, and Feedback
Pada tahap ini, pengembang melakukan pengembangan terhadap prototype yang telah disetujui oleh customer atau user. Pengembangan dilakukan dengan cara melakukan coding terhadap prototype yang sebelumnya kemudian dilakukan pengujian oleh customer atau user sehingga mendapatkan umpan balik dari customer atau user. Apabila customer atau user merasa puas dengan aplikasi yang telah dibuat, tahap selanjutnya adalah melakukan pengiriman atau pemasangan terhadap aplikasi yang sudah jadi.
1.7 Jadwal Pengerjaan
Adapun jadwal pengerjaan mulai dari pembuatan aplikasi hingga dokumentasi adalah sebagai berikut.
7
April 2018 4 3 2 1
Maret 2018 4 3 2 1
Februari 2018 4 3 2 1
Januari 2018 4 3 21
Desember 2017 4321
November 2017 4321
Oktober 2017 4321
September 2017 4321
Kegiatan Communicati on Quick Plan Modelling Quick Design Construction of Prototype Deployment Delivery and Feedback Pembuatan Laporan
N o 1 2 3 4 5 6
Table 1.1 Jadwal Pengerjaan