• Tidak ada hasil yang ditemukan

RHENNY RISTANTY,S.Pd

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RHENNY RISTANTY,S.Pd"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

PADA MATERI PERSEBARAN JENIS-JENIS FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA DAN DUNIA KELAS XI IPS 1

SMA NEGERI 3 MEDAN TA. 2020/2021

JURNAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

OLEH :

RHENNY RISTANTY,S.Pd

SMA NEGERI 3 MEDAN

TA. 2020/2021

(2)

Lembar Pengesahan

i

(3)

BIODATA PENULIS

Nama penulis adalah RHENNY RISTANTY, lahir di Medan pada tanggal 26 Februari 1993. Penulis menyelesaikan pendidikan SMA pada tahun 2010 dari SMA Negeri 7 Medan, Sumatera Utara dan menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Geografi di Universitas Negeri Medan pada tahun 2014 dengan predikat Cum Laude.Penulis aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti aktif bergabung dalam MGMP Geografi kota Medan dan Sumatera Utara. Selain itu, penulis juga pernah menjuarai lomba olimpiade USU tahun 2018 dengan meraih mendali perunggu.

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah dengan judul “Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Persebaran Jenis- Jenis Flora dan Fauna Di Indonesia dan Dunia Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Medan TA. 2020/2021”.

Adapun tujuan utama dari penyusunan karya ilmiah ini adalah sebagai pengembangan diri pribadi untuk meningkatkan pemahaman tentang menulis terutama yang berorientasi pada karya yang ilmiah.

Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis banyak menemukan kesulitan yang disebabkan kurangnya pengetahuan dan pengalaman. Namun, semua kesulitan tersebut kiranya dapat diatasi, terbukti dengan tuntasnya penulisan karya ilmiah ini yang secara jujur diakui tak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan moril dan materil dari beberapa pihak. Sebagai rasa syukur wajar kiranya pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih khususnya kepada Ibu Hj. Elfi Sahara, S.pd, M.Si selaku kepala SMA Negeri 3 Medan, Bapak/Ibu wakil kepala SMA Negeri 3 Medan dan seluruh Bapak/Ibu guru SMA Negeri 3 Medan yang sudah banyak membantu sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.

Akhirnya, penulis berharap semoga uraian dalam karya ilmiah ini akan menambah khazanah keilmuan dalam mengajar, bermanfaat bagi pembaca dan dunia Pendidikan. Semoga Allah SWT meridhoi usaha penuis dan melimpahkan rahmad serta karunia-Nya kepada kita semua. Aamiin.

Medan, Desember 2020 Penulis

Rhenny Ristanty, S.Pd

iv

(5)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

BIODATA PENULIS ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

Abstrak ... 1

Pendahuluan ... 2

Tujuan ... 2

Manfaat ... 2

Jenis Penelitian ... 3

Hasil dan Pembahasan ... 3

Kesimpulan ... 4

Daftar Pustaka ... 5

(6)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada Materi Persebaran Jenis-Jenis Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Medan Medan TA. 2020/2021. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dalam 2 siklus di SMA Negeri 3 Medan dengan subjek penelitian kelas XI IPS 1 yang berjumlah 41 orang peserta didik. Data dalam penelitian dikumpulkan melalui teknik komunikasi langsung dan komunikasi tak langsung, lalu data-data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa adanya peningkatan: (1) Hasil belajar kognitif pada siklus I sebanyak 29 peserta didik dari 41 peserta didik (70,73%) mencapai ketuntasan dan 12 peserta didik tidak tuntas (29,26%). Pada siklus II, sebanyak 37 peserta didik mencapai ketuntasan (90,24%) dan 4 peserta didik tidak tuntas (9,75%). (2) Hasil belajar afektif pada siklus I sebanyak 29 peserta didik dari 41 peserta didik (70,72%) mencapai ketuntasan dan 12 peserta didik tidak tuntas (29,26%). Pada siklus II sebanyak 36 peserta didik mencapai ketuntasan (87,80%) dan 5 peserta didik tidak tuntas (12,19%). (3) Hasil belajar psikomotorik (keterampilan) pada siklus I sebanyak 31 peserta didik dari 41 peserta didik (75,60%) mencapai ketuntasan dan 10 peserta didik tidak tuntas (24,39%). Pada siklus II, sebanyak 38 peserta didik mencapai ketuntasan (92,68%) dan 3 peserta didik tidak tuntas (7,31%). dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning pada materi Persebaran Jenis-Jenis Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Medan. Hal ini menyatakan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning pada materi Persebaran Jenis-Jenis Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, hipotesis tindakan yang dirumuskan dalam penelitian ini dapat diterima.

Kata Kunci: Model pembelajaran discovery learning, Hasil belajar, Materi pengetahuan dasar pemetaan

1

(7)

Pendahuluan

Model pembelajaran merupakan unsur penting keberhasilan guru dalam mengajar, sehingga merupakan hal yang sangat penting bagi para guru untuk mempelajari dan menambah wawasan tentang berbagai macam model pembelajaran. Model yang monoton dan membosankan ini dapat mempengaruhi minat belajar peserta didik. Kurangnya minat belajar Geografi peserta didik akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Pembelajaran Geografi di sekolah cenderung hanya menyampaikan materi kepada peserta didik.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Lamiadiati, S.Pd, M.Pd, salah satu guru mata pelajaran geografi di SMA Negeri 3 Medan, terdapat beberapa masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran di kelas XI IPS 1 yaitu peserta didik kurang berperan aktif dalam proses pembelajaran dan mempengaruhi hasil belajar peserta didik yang relatif rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai ketuntasan klasikal peserta didik TA. 2020/2021 pada materi Persebaran Jenis- Jenis Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia hanya sekitar 70% peserta didik yang telah tuntas melewati nilai KBM yang telah ditetapkan. Nilai KBM adalah 75. Oleh karena itu, perlu dilakukannya variasi dalam menentukan model pada materi tersebut sehingga dapat membantu peserta didik memahami dan lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran karena telah digunakan beberapa model pembelajaran kooperatif tetapi belum dapat meningkatkan ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik minimal 85%.

Tujuan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Persebaran Jenis-Jenis Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Medan TA.2020/2021.

Manfaat

Manfaat penelitian ini digunakan peneliti untuk menambah wawasan dan informasi tentang tindakan kelas yang perlu dilakukan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik serta berguna juga Sebagai masukan untuk sekolah untuk menentukan arah kebijakan sekolah dalam meningkatkan hasil belajar peserta

(8)

didik pada mata pelajaran Geografi dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning.

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yakni penelitian yang dilakukan guru di kelas dengan cara merencanakan, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif untuk memperbaiki kinerja guru yang berperan sebagai peneliti.

Tindakan tersebut dilakukan dalam beberapa tahapan sesuai mencapai hasil peningkatan sesuai harapan. Siklus I dirancang berdasarkan hasil pratindakan dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi. Siklus II dirancang berdasarkan hasil refleksi siklus I. Demikian seterusnya hingga menunjukkan peningkatan capaian sesuai yang diharapkan. Penelitian ini dirancang dengan proses pengkajian siklus yang terdiri 4 (empat) fase kegiatan yakni merencanakan, melakukan tindakan, mengamati, dan merefleksi.

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri pada materi Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada siklus I penilaian kognitif, sebanyak 29 peserta didik dari 41 peserta didik (70,73%) yang mengikuti tes siklus I mencapai ketuntasan dan 12 peserta didik tidak tuntas (29,26%). Pada siklus II, sebanyak 37 peserta didik mencapai ketuntasan (90,24%) sedangkan 4 peserta didik yang tidak tuntas (9,75%). Lalu, pada siklus I penilaian afektif, sebanyak 29 peserta didik dari 41 peserta didik (70,72%) mencapai ketuntasan dan 12 peserta didik tidak tuntas (29,26%) berdasarkan hasil observasi. Siklus II, sebanyak 36 peserta didik mencapai ketuntasan (87,80%) sedangkan 5 peserta didik yang tidak tuntas (12,19%). Dan pada siklus I penilaian psikomotorik, sebanyak 31 peserta didik dari 41 peserta didik (75,60%) mencapai ketuntasan dan 10 peserta didik tidak tuntas (24,39%). Sedangkan pada siklus II, sebanyak 38 peserta didik mencapai ketuntasan (92,68%) dan yang tidak tuntas 3 peserta didik (7,31%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan tingkat ketuntasan pada siklus I ke siklus II dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning pada materi Persebaran Flora dna Fauna di Indonesia dan

3

(9)

Dunia sebesar 19,51% untuk kognitif, 17,07% untuk afektif dan 17,08% untuk psikomotorik.

Peningkatan hasil belajar tersebut, baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik, terjadi disebabkan suasana proses pembelajaran yang lebih baik pada siklus II. Aktivitas guru yang lebih baik pada siklus II dikarenakan adanya diskusi dengan observer berdasarkan pembelajaran pada siklus I sehingga diperoleh saran perbaikan kepada guru, sehingga aktivitas pembelajaran berjalan dengan lebih baik. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Arifin (2009), hasil belajar yang optimal dapat dilihat dari ketuntasan belajarnya, terampil dalam mengerjakan tugas, dan memiliki apresiasi yang baik terhadap pelajaran. Upaya optimalisasi proses dan hasil belajar dapat dilakukan dengan merancang dan mengajukan berbagai alternatif pemecahan sesuai hasil identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan.

Dengan demikian, hipotesis tindakan yang merumuskan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Persebaran Flora dan Fauna diIndonesia dan Dunia di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Medan T.A. 2020/2021, dalam penelitian ini dapat diterima.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yanng telah dilaksanakan, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning ini adalah adanya peningkatan: (1) Hasil belajar kognitif (pengetahuan) peserta didik pada siklus I dan II sebesar 19,51%, dengan ketuntasan pada siklus I sebesar 70,73% dan siklus II sebesar 90,24%, (2) Hasil belajar afektif (sikap) peserta didik pada siklus I dan II sebesar 17,07%, dengan ketuntasan pada siklus I sebesar 70,73% dan siklus II sebesar 87,80% dan (3) Hasil belajar psikomotorik (ketrampilan) peserta didik pada siklus I dan II sebesar 17,08%, dengan ketuntasan pada siklus I sebesar 75,60% dan siklus II sebesar 92,68%, dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning pada materi Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Medan.

(10)

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2009. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Ayadiya, Naila. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Scientific Approach untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Semarang: Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang

Endarto, Sugiyanto Danang. 2014. Mengkaji Ilmu Geografi untuk Kelas XI SMA dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Solo: Platinum

Hamalik,O. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara

Istikomah. 2014. Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Kulaitas Proses dan Hasil Belajar Geografi pada Materi Pemanfaatan Lingkungan Hidup Kaitannya dengan Pembangunan Berkelanjutan di SMA Batik Surakarta T.A 2013/2014. Jurnal (Tidak Diterbitkan).

Surakarta: Pendidikan Geografi FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta Medali. 2016. Geografi Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial untuk SMA/MA Kelas XI

Semester Gasal. Solo: Indonesia Jaya

Prasetiyowati, Yulia. 2017. Penggunaan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Pola Spasial Geografi pada Siswa Kelas XII IPS 1 SMA Yasmida Ambarawa Tahun Pelajaran 2015/2016. Tesis (Tidak Diterbitkan). Bandar Lampung: Program Pasca Sarjana Magister IPS FKIP Universitas Lampung

Sinuhaji, Rika Elma Dora. 2014. Penerapan Model Student Teams Achievement Divison (STAD) dengan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Hidrosfer di Kelas X SMA Swasta Masehi GBKP Berastagi T.A 2013/2014. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Medan:

Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Slameto. 2010. Belajar dan faktor – faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta

5

Referensi

Dokumen terkait

Agus Sartono. Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Menggunakan Media Benda Konkrit Pada Peserta Didik

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan model. discovery learning pada materi

pembelajaran model kooperatif tipe Team Quiz meningkatkan hasil belajar peserta didik. Bagaimana peningkatan hasil pembelajaran IPS dengan model kooperatif tipe Team Quiz.

pembelajaran Discovery Learning lebih tinggi dari pada hasil belajar Peserta didik. yang menggunakan model pembelajaran langsung, dengan nilai rata-rata

Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti laksanakan tentang Peningkatan Prestasi Belajar IPA Melalui Penerapan Model Discovery Learning pada Peserta Didik Kelas VI

Model pembelajaran model discovery learning ada pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik, karena model pembelajaran ini memiliki keunggulan sehingga peserta didik

Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar peserta didik di kelas XI MIPA SMAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang belajar menggunakan model discovery learning lebih baik daripada peserta