BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proyek akhir merupakan karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa tingkat akhir dari setiap program studi berdasarkan hasil penelitian dari sebuah masalah. Dalam lingkup Fakultas Ilmu Terapan, Telkom University setiap mahasiswa tingkat akhirnya diwajibkan membuat proyek akhir yang menghasilkan suatu aplikasi untuk membantu memecahkan masalah. Fakultas ilmu terapan merupakan salah satu fakultas yang ada di Telkom University yang didalam nya terdapat banyak program studi D3, diantaranya adalah program studi D3 sistem informasi.
Permasalahan yang ada di Program studi D3 Sistem Informasi adalah belum terdapatnya aplikasi katalog proyek yang dapat membantu mahasiswa dalam mencari referensi dalam mengerjakan proyek akhir, karena saat ini mahasiswa hanya mendapatkan referensi dalam bentuk e-book saja dan itupun terbatas, tidak adanya referensi bentuk asli aplikasi yang dibuat oleh mahasiswa tingkat akhir, selain itu aplikasi katalog proyek dapat juga diperuntukan untuk memperlihatkan hasil karya mahasiswa D3 Sistem Informasi Telkom University.
Berdasarkan kuesioner yang sudah dibagikan, 20 responden termasuk mahasiswa yang sedang mengerjakan proyek akhir menyatakan masih sulit dalam mencari referensi aplikasi proyek akhir. Selama ini mahasiswa hanya menemukan contoh buku proyek akhir dan tidak menemukan contoh aplikasi proyek akhirnya sehingga membuat mahasiswa kesulitan dalam menentukan fitur-fitur dalam aplikasi nya dan sulit menemukan pandangan untuk aplikasi kedepannya. Oleh karena itu, dibangunlah Aplikasi Katalog Proyek Akhir Berbasis Web (Studi Kasus Program Studi D3 Sistem Informasi) yang diharapkan dapat membantu memfasilitasi
mahasiswa tingkat akhir dalam melihat konten aplikasi proyek akhir pada Aplikasi Katalog Proyek Akhir berbasis web ini.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari dibangunnya aplikasi diatas yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimana cara menghasilkan aplikasi yang dapat memberikan referensi aplikasi Proyek Akhir kepada Mahasiswa D3 Sistem Informasi?
2. Bagaimana cara menghasilkan aplikasi yang dapat melakukan pencarian referensi Proyek Akhir kepada Mahasiswa D3 Sistem Informasi?
3. Bagaimana cara menghasilkan aplikasi yang dapat memberikan rating terhadap Aplikasi Proyek Akhir yang telah diunggah oleh Mahasiswa Tingkat Akhir?
1.3 Tujuan
Tujuan dibangunnya aplikasi diatas yaitu sebagai berikut:
1. Menghasilkan aplikasi yang dapat memberikan referensi aplikasi Proyek Akhir kepada Mahasiswa D3 Sistem Informasi.
2. Menghasilkan aplikasi yang dapat melakukan pencarian referensi Proyek Akhir kepada Mahasiswa D3 Sistem Informasi.
3. Menghasilkan aplikasi yang dapat memberikan rating terhadap Aplikasi Proyek Akhir yang telah diunggah oleh Mahasiswa Tingkat Akhir.
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah dari aplikasi diatas yaitu sebagai berikut:
1. Aplikasi ini hanya berisi Proyek Akhir hasil karya Mahasiswa D3 Sistem Informasi 2. Aplikasi ini hanya berisi demo aplikasi yang tidak bisa diunduh bebas
3. Aplikasi ini dapat digunakan oleh mahasiswa diluar Telkom University namun hanya dapat melihat preview aplikasi dan Buku proyek saja. Hanya mahasiswa D3 Sistem Informasi Telkom University yang dapat mengunggah aplikasi proyek akhir dan buku proyek akhirnya.
4. Aplikasi ini belum terdapat fitur chatting secara online
5. Aplikasi ini hanya dapat mengunggah Aplikasi Proyek Akhir yang sudah di hosting
6. Aplikasi ini hanya dapat menampung proyek akhir berbentuk aplikasi web dan android.
1.5 Metode Pengerjaan
Dalam Pengerjaan Aplikasi Katalog Proyek Akhir Studi kasus Program Studi D3 Sistem Informasi Telkom University ini menggunakan metode prototype. Berikut merupakan penjelasan perancangan menggunakan metode prototype:
Metode prototyping yang digunakan di dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran aplikasi yang akan dibangun melalui rancangan aplikasi prototype terlebih dahulu kemudian akan dievaluasi oleh user. Aplikasi prototype yang telah dievaluasi oleh user selanjutnya akan dijadikan acuan untuk membuat aplikasi yang dijadikan produk akhir sebagai output dari penelitian ini [1].
1. Penentuan Topik
Topik merupakan hal yang penting dalam suatu penelitian. Dalam hal ini telah dikumpulkan beberapa topik proyek akhir yang akan dijadikan judul proyek akhir.
Setelah melakukan pengumpulan, dipilihlah salah satu topik, yaitu Proyek Akhir D3 Sistem Informasi.
2. Identifikasi Masalah
Pada metode ini, telah diidentifikasi masalah yang ada pada program studi D3 Sistem Informasi Universitas Telkom dan juga melakukan wawancara dengan Kaprodi D3 Sistem Informasi Universitas Telkom. Identifikasi masalah dilakukan sesuai topik yang diangkat oleh peneliti, yaitu proyek akhir.
3. Studi Literatur
Dalam pembuatan laporan proyek akhir ini, dilakukan studi literatur guna menemukan fakta-fakta yang terkait topik penelitian. Studi literatur dicari melalui proyek-proyek akhir kakak tingkat, situs resmi internet, dan juga melalui riset di Laboratorium Sistem Informasi Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom.
4. Perancangan Sistem
Dalam perancangan sistemnya, peneliti menggunakan metode pengembangan perankat lunak SDLC (Software Development Life Cycle) dengan pendekatannya menggunakan prototype.
Gambar 1- 1 Gambar SDLC
1.6 Jadwal Pengerjaan
Berikut merupakan tabel jadwal pengerjaan dari aplikasi ini:
Tabel 1- 1 Tabel Pengerjaan
KEGIATAN
BULAN PERKULIAHAN PROJECT
Agustus 2019
September 2019
Oktober 2020
November 2020
Desember 2020
Januari 2020
Fabruari 2020
Maret 2020
April 2020
Mei 2020
1. PENENTUAN TOPIK
2. IDENTIFIKASI MASALAH
3. STUDI LITERATUR
4. PERANCANGAN SISTEM
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Aplikasi
Teori pokok pembahasan berisi tentang teori-teori yang berkaitan dengan Aplikasi Katalog Proyek Akhir ini yang dipaparkan pada buku.
2.2 Profil D3 Sistem Informasi Telkom University
Program Studi D3 Sistem Informasi telah diakreditasi “A” oleh Badan Akreditasi Nasional pendidikan tinggi (BAN-PT) sebagaimana ditetapkan melalui surat keputusan BAN-PT No. 771/SK/BAN-PT/Akred/dpl-III/VII/2015 tanggal 10 Juli 2015.
Oleh sebab itu Program Studi D3 Sistem Informasi dinilai sebagai Program Studi terbaik yang ada di Telkom University.
Gambar 2- 1
gambar logo D3 Sistem Informasi Telkom University
2.2.1 Proyek Akhir
Proyek akhir merupakan karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa tingkat akhir dari setiap program studi berdasarkan hasil penelitian dari sebuah masalah. Dalam lingkup Fakultas Ilmu Terapan di Telkom University setiap mahasiswa tingkat akhirnya diwajibkan membuat Proyek Akhir yang menghasilkan suatu aplikasi untuk membantu memecahkan masalah. Fakultas ilmu terapan merupakan salah satu
Fakultas yang ada di Telkom University yang didalam nya terdapat banyak program studi D3.
2.2.2 Entity Relationship Diagram
ERD (Entity Relationship Diagram) adalah model teknik pendekatan yang menyatakan atau menggambarkan hubungan suatu model. Didalam hubungan ini tersebut dinyatakan yang utama dari ERD adalah menunjukan objek data (Entity) dan hubungan (Relationship), yang ada pada Entity berikutnya.
Menurut Simarmata (2010:67), “Entity RelationShip Diagram (ERD) adalah alat pemodelan data utama dan akan mambantu mengorganisasi data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas” [2].
2.2.3 BPMN
Business Process Modelling Notation (BPMN) adalah sebuah standar untuk memodelkan proses bisnis yang menyediakan notasi grafis dalam menjelaskan sebuah proses bisnis di dalam sebuah Business Process Diagram (BPD). Teknik aliran pada BPMN sama persis dengan Activity Diagram Pada UML. Tujuan dari BPMN adalah untuk mendukung manajemen proses bisnis, baik untuk pengguna teknis dan pengguna bisnis, dengan menyediakan notasi yang intuitif bagi pengguna bisnis, namun mampu mewakili proses semantik yang kompleks. Tujuan yang paling utama dari BPMN adalah untuk menyediakan sebuah standar notasi yang mudah di mengerti oleh semua pelaku bisnis. Termasuk para analisis bisnis yang membuat dan menyempurnakan prosess bisnis, pengembang yang bertanggung jawab mengimplementasikan prosess bisnis tersebut dan manajer bisnis yang memantau dan mengelola proses bisnis. Sehingga BPMN mengatasi perbedaan pemahaman yang terjadi antara perancang dan pelaksana dalam sebuah proses bisnis [3].
2.2.4 Use Case Diagram
Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar yang dipergunakan untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun perangkat lunak. UML merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk mendukung pengembangan sistem.
Use case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut [4].
2.2.5 WEB
Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing- masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta pengguna website. Contoh website statis adalah berisi profil perusahaan, sedangkan website dinamis adalah seperti Friendster, Multiply, dll.
Dalam sisi pengembangannya, website statis hanya bisa diupdate oleh pemiliknya saja, sedangkan website dinamis bisa diupdate oleh pengguna maupun pemilik [5].
Hypertext Markup Language (HTML) adalah bahasa markup yang umum digunakan untuk membuat halaman web. Sebenarnya HTML bukanlah sebuah bahasa pemrograman. Apabila di tinjau dari namanya, HTML merupakan bahasa markup atau penandaan terhadap sebuah dokumen teks. Tanda tersebut di gunakan untuk menentukan format atau style dari teks yang di tandai. (Suyanto, 2007)
HTML dibuat oleh Tim Berners-Lee ketika masih bekerja untuk CERN dan dipopulerkan pertama kali oleh Browser Mosaic. Selama awal tahun 1990 HTML mengalami perkembangan yang sangat pesat. Setiap pengembangan HTML pasti akan menambahkan kemampuan dan fasilitas yang lebih baik dari versi sebelumnya.
CSS merupakan kependekan dari Cascading Style Sheet. CSS berisi rangkaian instruksi yang mengatur dan nantinya akan menentukan bagiamana tampilan suatu halaman website [6].
CSS merupakan sebuah pemrograman yang mempunyai kontrol terhadap semua tampilan dan desain dari sebuah halaman website. Definisi lain CSS adalah salah satu bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan dalam web dan berfungsi untuk memisahkan antara tampilan desain dan konten CSS dapat ditulis untuk mendefinisikan ulang tag-tag HTML dengan menambah atribut id dan class pada tag HTML [7].
2.2.6 XAMPP
XAMPP merupakan perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, dan merupakan kompilasi dari beberapa program. Xampp merupakan kepanjangan dari hurufnya yaitu :
X : Program ini dapat dijalankan dibanyak sistem operasi, seperti Windows, Linux, Mac OS dan juga Solaris.
A : Apache, merupakan aplikasi web server. Tugas utama dari Apache adalah menghasilkan halaman web yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat web atau user.
M : MySql, merupakan aplikasi data server. Perkembangannya disebut juga Sql yang merupakan kepanjangan dari Structured Query Language. Sql merupakan bahasa terstruktur yang digunakan untuk mengolah database.
P : PHP, merupakan bahasa pemrograman web, dimana user dapat menggunakan bahasa pemrograman ini untuk membuat web yang bersifat server- side scripting.
P : Perl, yaitu merupakan bahasa pemrograman untuk segala keperluan, dan dikembangkan pertama kali oleh Larry Wall di mesin Unix [8].
2.2.7 PHP
PHP atau kependekan dari Hypertext Preprocessor adalah salah satu bahasa pemrograman open source yang sangat cocok atau dikhususkan untuk pengembangan web dan dapat ditanamkan pada sebuah skripsi HTML. Bahasa PHP dapat dikatakan menggambarkan beberapa bahasa pemrograman seperti C, Java,
dan Perl serta mudah untuk dipelajari. PHP merupakan bahasa scripting server – side, dimana pemrosesan datanya dilakukan pada sisi server. Sederhananya, serverlah yang akan menerjemahkan skrip program, baru kemudian hasilnya akan dikirim kepada client yang melakukan permintaan.
Adapun pengertian lain PHP adalah akronim dari Hypertext Preprocessor, yaitu suatu bahasa pemrograman berbasiskan kode – kode (script) yang digunakan untuk mengolah suatu data dan mengirimkannya kembali ke web browser menjadi kode HTML” [9].
2.2.8 Codeigniter
CodeIgniter adalah sebuah framework php yang bersifat open source dan menggunakan metode MVC (Model, View, Controller) untuk memudahkan developer atau programmer dalam membangun sebuah aplikasi berbasis web tanpa harus membuatnya dari awal. Dalam situs resmi codeigniter (Official Website CodeIgniter, 2002) menyebutkan bahwa codeigniter merupakan framework PHP yang kuat dan sedikit bug. Codeigniter ini dibangun untuk para pengembang dengan bahasa pemrogram PHP yang membutuhkan alat untuk membuat web dengan fitur lengkap adalah sebuah web application network yang bersifat open source yang digunakan untuk membangun aplikasi php dinamis.
CodeIgniter menjadi sebuah framework PHP dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP yang dapat mempercepat pengembang untuk membuat sebuah aplikasi web. Selain ringan dan cepat, CodeIgniter juga memiliki dokumentasi yang super lengkap disertai dengan contoh implementasi kodenya. Dokumentasi yang lengkap inilah yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa banyak orang memilih CodeIgniter sebagai framework pilihannya. Karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh CodeIgniter, pembuat PHP Rasmus Lerdorf memuji CodeIgniter di frOSCon (Agustus 2008) dengan mengatakan bahwa dia menyukai CodeIgniter karena “it is faster, lighter and the least like a framework.” [10].
2.2.9 MYSQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL. Relational Database Management System (RDBMS).
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language) [11].
2.2.10 Usability Testing
Usability adalah analisa kualitatif yang menentukan seberapa mudah user menggunakan antarmuka suatu aplikasi. Suatu aplikasi disebut usable jika fungsi- fungsinya dapat dijalankan secara efektif, efisien, dan memuaskan. Efektivitas berhubungan dengan keberhasilan pengguna mencapai tujuan dalam menggunakan suatu perangkat lunak. Efisiensi berkenaan dengan kelancaran pengguna untuk mencapai tujuan tersebut. Kepuasan berkaitan dengan sikap penerimaan pengguna terhadap perangkat lunak [12].