• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1.PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

Universitas Kristen Petra

1.1. Pengertian Judul

Judul dari karya desain yang akan diambil adalah “ Perancangan Interior Ruang Tunggu Keberangkatan Antar Kota Terminal Purabaya” yang mempunyai pengertian yaitu:

Perancangan:

ƒ Proses, cara, perbuatan merancang. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1998,hal 756)

Interior:

ƒ Bagian dari gedung atau bangunan, tatanan perabot didalam ruang dalam dari sebuah gedung. (Kamus Besar Bahasa Indonesia ,1998,hal383)

Perancangan Interior:

ƒ Pengenalan suatu masalah dan berakhir dengan pemecahan masalah ruang dalam suatu bangunan yang berorientasi pada manusia, arsitektur dan mebel.

(Suptandar. 1999,hal 4) Ruang:

ƒ Rongga yang terbatas / terlingkung oleh bidang

ƒ Rongga yang tidak terbatas. (Kamus Besar Bahasa Indonesia,1998, hal 753) Tunggu:

ƒ Tinggal beberapa saat di suatu tempat sambil mengharapkan sesuatu terjadi.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia,1998, hal 973) Ruang Tunggu:

ƒ Ruang tempat menunggu. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1998, hal 753) Keberangkatan:

ƒ Mulai berjalan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1998, hal 105)

(2)

Universitas Kristen Petra

Antar:

ƒ Antara; bentuk terikat; hubungan yang satu dengan yang lain. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1998, hal 41)

Kota:

ƒ Daerah perkampungan yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat

ƒ Daerah yang merupakan pusat kegiatan pemerintahan, ekonomi dan kebudayaan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia,1998, hal 463)

Antar kota:

ƒ Antara kota satu dengan yang lain. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1998, hal 41)

Terminal:

ƒ Perhentian (bis, kereta api, dsb) penghabisan, stasiun (Kamus Besar Bahasa Indonesia,1998, hal 800)

ƒ Prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan atau antar moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Terminal) Purabaya:

ƒ Nama dari salah satu terminal di Surabaya yang berfungsi sebagai terminal bis antar kota dan berada di jalan Letjen Sutoyo, Desa Bungurasih.

Jadi dapat disimpulkan bahwa “Perancangan Perancangan Interior Ruang Tunggu Keberangkatan Antar Kota Terminal Purabaya” adalah proses mengenalkan suatu masalah dan memecahan masalah ruang dalam suatu bangunan yang berorientasi pada manusia, arsitektur dan mebel dari ruang tempat menunggu keberangkatan (bis) dari satu kota ke kota lain di prasarana transportasi jalan untuk menaikkan penumpang Purabaya.

(3)

Universitas Kristen Petra

1.2. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini transportasi di Indonesia mulai berkembang baik transportasi darat, laut maupun udara. Jumlah penduduk di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun maka membuat banyaknya perpindahan penduduk dari satu kota ke kota lain bahkan sampai dari satu pulau ke pulau lain (transmigrasi), transportasi sangat penting untuk menunjang perpindahan penduduk tersebut. Untuk itu pemerintah juga mulai meningkatkan fasilitas- fasilitas transportasi, terutama transportasi darat. Salah satu transportasi darat yang ada di Indonesia adalah terminal pemberhentian bis. Terminal bis ini melayani jalur-jalu antar kota bahkan antar provinsi yang masih dalam satu pulau.

Ada juga terminal bis yang melayani antar pulau, sedangkan transportasi darat yang lain yaitu kereta api.

Surabaya merupakan pusat ekonomi dan administrasi Jawa Timur, dengan kegiatan bisnis dan pusat industri dan pelabuhan utama propinsi. Merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta, sekaligus ibu kota propinsi Jawa Timur. Surabaya juga dikenal sebagai kota pahlawan. Luas kota Surabaya adalah 326.36 Km², sebelah utara berbatasan dengan Selat Madura, sebelah selatan dengan Kabupaten Sidoarjo, sebelah timur dengan Selat Madura, sebelah barat dengan Kabupaten Gresik. Kota Surabaya juga mempunyai beberapa fasilitas-fasilitas umum seperti tempat pariwisata, perdagangan dan beberapa fasilitas lainnya. Hal inilah yang membuat beberapa penduduk, terutama dari luar kota Surabaya ingin berkunjung ke kota Surabaya baik dalam waktu singkat atau dalam waktu yang lama. Untuk itu pemerintah kota Surabaya membangun fasilitas-fasilitas angkutan umum yang dapat membantu para penduduk dari kota lain yang ingin menuju Surabaya seperti angkutan darat, laut dan udara. Pada angkutan darat, Surabaya mempunyai 2 macam yaitu stasiun kereta api dan terminal bis.

Salah satu terminal bis di kota Surabaya adalah Terminal Purabaya yang dulu bernama Terminal Bungurasih. Terminal ini merupakan tempat pemberhentian bis baik dalam kota maupun dari luar kota Surabaya. Teminal ini dibangun di atas tanah seluas 12 Ha pada tahun 1991. Terminal ini bisa disebut sebagai pintu masuk kota Surabaya karena letaknya berada di desa Bungurasih, Waru.

(4)

Universitas Kristen Petra

Terminal Purabaya juga merupakan salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh pengunjung baik yang akan keluar kota Surabaya maupun akan datang ke Surabaya. Terminal Purabaya ini mempunyai kapasitas maksimal sampai 80000 orang. Karena banyaknya jumlah pengunjung maka terminal ini menjadi sangat ramai tetapi hal ini kurang bisa diatasi karena di area terminal kurang adanya pembagian ruang yang jelas dan kurang adanya petunjuk-petunjuk yang dapat memudahkan pengunjung dalam mencari jalan menuju area tunggu dan menuju jalur pemberhentian bis, sehingga suasana menjadi sangat rumit.

Suasana di dalam terminal, terutama di dalam ruang tunggu penumpang sangat gelap dan remang-remang. Di samping itu desain interior ini tampak sangat sederhana dan kurang menampilkan citra budaya lokal dari masyarakat setempat dan hanya sekedar untuk memenuhi fungsi dari terminal yaitu tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang saja. Banyak juga area-area yang hanya menjadi tempat kios, warung makanan dan wartel. Di terminal ini kurang adanya informasi mengenai kota Surabaya, seharusnya terminal ini dapat memberikan informasi kota Surabaya agar dapat berguna bagi pengunjung yang datang dari luar kota Surabaya.

Penambahan beberapa area, serta penataan ulang beberapa area juga perlu dilakukan seperti penambahan area informasi mengenai Surabaya, adanya toko souvenir yang menjual barang-barang khas Surabaya. Area-area yang perlu dilakukan penataan ulang adalah area makan karena dapat membuat suasana terminal dapat lebih bersih dan tidak mengganggu fasilitas atau area yang lain.

Faktor-faktor seperti di atas itulah yang dapat mengurangi identitas dari Surabaya dan terminal itu sendiri, di mana seharusnya terminal juga dapat menjadi ruang budaya yang dapat mengangkat citra budaya. Adapun beberapa ruang yang perlu diperbaharui seperti ruang tunggu karena ruang tunggu yang sudah ada kurang mementingkan fasilitas publik faktor kenyamanan dan pencahayaan yang kurang memadai, serta beberapa faktor lainnya yang membuat kenyamanan dari terminal ini menjadi berkurang.

Fenomena-fenomena inilah yang akan membuat penulis terdorong merancang interior terminal karena masih banyak kekurangan yang dirasa perlu dirancang ulang dan agar masalah-masalah di terminal ini dapat diatasi dengan

(5)

Universitas Kristen Petra

baik. Dalam perancangan ini juga ditambahkan identitas kota Surabaya agar dapat menunjukkan identitas kota Surabaya dan sekaligus dapat menjadi urban transportasi di Surabaya.

1.3. Perumusan Masalah

Perumusan masalah yang ada di dalam perancangan interior terminal Purabaya adalah:

• Bagaimana merancang ruang tunggu yang nyaman dan aman.

• Bagaimana merancang ruang tunggu agar tidak rumit sirkulasinya dan pembagian ruang yang jelas

1.4. Tujuan Perancangan

Tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam perancanaan interior terminal ini adalah:

• Menciptakan ruang tunggu yang nyaman dan aman

• Menciptakan ruang tunggu agar sirkulasinya lancar dan adanya pembagian ruang yang jelas

1.5. Manfaat Perancangan

Manfaat yang didapat dari peancangan terminal Purabaya ini bagi penulis adalah penulis dapat mengetahui segala hal mengenai terminal, sekaligus dapat mempelajari hal baru yang berkaitan dengan desain dari terminal ini. Manfaat lain adalah bagi terminal itu sendiri, diharapkan perancangan ini dapat membantu mengatasi masalah-masalah dan membantu menjawab beberapa persoalan yang ada di dalam terminal.

1.6. Ruang Lingkup Perancangan A. Luas peancangan: ± 1000m2

B. Obyek perancangan berupa interior ruang tunggu keberangkatan luar kota dari Terminal Purabaya di Surabaya

C . Gambar Exsisting terlampir

(6)

Universitas Kristen Petra

1.7. Landasan Teori / Tinjauan Pustaka

Data dari terminal Purabaya o Daerah

¾ Lokasi: Desa Bungurasih

¾ Wilayah: PEMDA TK II Sidoarjo

¾ Kabupaten: Sidoarjo

¾ Kecamatan: Waru o Data Tanah

¾ Luas Landasan: 12 Ha

¾ Diperoleh: Berdasarkan surat persetujuan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur dengan surat nomor : 645.7/9605/210/82 tanggal 26 April 1982 dan Menteri Perhubungan dengan surat nomor : 13.135/AS.100/Menhub tanggal 9 Pebruari 1984

¾ Fungsi: Sebagai terminal bis antar kota (Pemkot Surabaya,1998,chap.4)

Terminal bis dapat juga dibedakan menjadi beberapa diagram menurut fungsi dan hubungannya (Sleeper,1955, hal 213)

(7)

Universitas Kristen Petra

Beberapa fasilitas yang ada di dalam ruang tunggu:

ƒ Telepon umum dan pengecekan barang

ƒ Stand koran dan majalah

ƒ Tempat kesehatan

ƒ Ruang informasi.

Fungsi dari terminal bis

Pemberhentian/terminal bis mempunyai beberapa fungsi yang akan dibutuhkan untuk menunjang fungsi desain dan fungsi untuk menunggu yaitu:

¾ Area tunggu juga sekaligus sebagai tempat informasi kedatangan dan keberangkatan dan sekaligus dipadukan dengan fungsi lain. Fungsi-fungsi seperti toko, kantin, dan bebrapa fungsi lain berguna untuk mengurangi rasa bosan dalam menunggu dan dapat mempergunakan waktu dengan baik.

¾ Sebagai tempat pemberhentian dan pertukaran penumpang.

¾ Tempat untuk menjual tiket dan berbagai macam pelayanan transportasi umum

¾ Terminal dan stasiun mempunyai kemampuan untuk menampung jumlah penumpang yang banyak. Hal ini dapat dipergunakan dengan tepat sebagai tempat komersial seperti toko, kantor dan lainnya. Tetapi hal ini juga tergantung dari luasan area terminal yang ada.

AREA

BELANJA GUDANG

RUANG TUNGGU

P E M U A T A N

SERAMBI

KANTIN

TOILET KANTOR RUANG

SUPIR PENGI RIMAN PORTIR

TMPT BARANG

TIKET

(8)

Universitas Kristen Petra

Terminal dan stasiun mempunyai 2 faktor utama dalm mempertimbangkan keselamatan calon penumpang yaitu:

¾ Keselamatan calon penumpang dari kendaraan transportasi, jalur-jalur bis, elektrikal serta beberapa peralatan lain.

¾ Keselamatan dari sergapan atau penjambretan.

Di terminal petunjuk arah sangat penting untuk membantu penumpang dalam menunjukkan arah. Tanda dan simbol tersebut harus dapat mudah dibaca dan mudah dimengerti bagi pengunjung karena di dalam transportasi urban sangat penting untuk meningkatkan informasi pelayanan.

1.8. Metode Perancangan

1.8.1. Data Yang Diperlukan:

ƒ Data mengenai tapak dari terminal Purabaya.

ƒ Data lay out beserta tampak potongan terminal Purabaya.

ƒ Data jumlah pengunjung maksimal.

ƒ Data jumlah pengunjung terminal 2 tahun terakhir

ƒ Data aktivitas pengguna baik pengunjung maupun petugas.

ƒ Data fasilitas yang ada di dalam terminal Purabaya.

ƒ Data jumlah bis maksimal yang bisa ditampung di terminal Purabaya.

ƒ Data mengenai struktur organisasi di terminal Purabaya beserta jumlah petugas.

ƒ Data wawancara dengan petugas

ƒ Data-data pembanding yang sesuai dengan perancangan terminal Purabaya ini.

1.8.2. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan mencari data literatur mengenai terminal beserta data lain yang sejenis dengan terminal, selain itu metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan survei. Survei yang dilakukan ada dua macam yaitu survei pribadi dan survei resmi. Untuk sementara yang bisa dilakukan sebelum proposal diterima dengan survei pribadi yaitu dengan mengunjungi lokasi

(9)

Universitas Kristen Petra

terminal dan memulai mempelajari beberapa masalah yang ada. Jika proposal diterima, maka yang dilakukan adalah survei resmi yaitu survei dengan menggunakan surat ijin dan sekaligus survei dengan menggunakan metode wawancara yaitu mewawancarai petugas yang bersangkutan.

Berdasarkan sifat datanya, jenis data yang diperlukan dalam perancangan ini ialah:

¾ Data kualitatif, yaitu data-data yang tidak berupa angka, yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan perancangan desain secara diskriptif. Data-data yang dipergunakan misalnya pengertian mengenai perancanan, galeri, sanggar budaya, dan cafetaria.

¾ Data kuantitatif, yaitu data-data berupa angka yang digunakan sebagai standar pada perancangan. Data-data yang digunakan misalnya data mengenai standar ukuran ruang galeri, sanggar budaya, dan cafetaria, serta ruang-ruang pendukung lainnya. (Hadi. 1984.)

1.8.3. Metode Pengolahan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan metode sortir yaitu mencari sebanyak-banyaknya data yang sesuai maupun data yang sejenis, setelah itu baru dipilah-pilah dan dipilih mana yang mampu membantu proses perancangan dan mana yang tidak membantu.

1.8.4. Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan adalah metode komparatif yaitu dengan membandingkan data yang telah diperoleh dari literatur dengan data-data yang dihasilkan melalui survei lapangan sesungguhnya agar diperoleh suatu analisis yang tepat dan dapat membantu dalam proses perancangan. Data yang dibandingkan seperti jumlah pengunjung, data aktivitas, struktur organisasi, jumlah pengunjung dan lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

Perlunya perancangan ulang kembali Bandar Udara Syamsudin Noor untuk memperbaiki permasalah yang ada didalam Bandar udara Syamsudin Noor dari sisi desain interior baik

Analisis Sistem Berjalan Analisis Proses Bisnis Identifikasi Masalah Analisis Kebutuhan Perancangan UML Perancangan Basis Data Perancangan Antar Muka Perancangan Masukan

No Nama Kegiatan Nilai HPS Sumber Dana Nilai Kontrak Keterangan 1.. Jalan

Dari defisini-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Perancangan Interior Chinese Cultural Center Di Surabaya adalah suatu proses merancang ruang

Untuk daerah Kabupaten Gorontalo Utara, penelitian dilakukan di desa Bohusami. Berdasarkan hasil pengukuran di desa Bohusami, diperoleh potensi rata-rata energy surya

a. Program Pengalaman lapangan sebagai salah satu program wajib bagi mahasiswa UNY program studi pendidikan merupakan program yang sangat tepat dan memiliki fungsi

Untuk mendapatkan izin dimaksud lembaga sosial keagamaan Islam dapat mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah setempat, dengan syarat - syarat sebagaimana

Terkait dengan Inflasi, Bank Indonesia telah menggunakan sistem inflation targetting framework (ITF) dalam pengendalian inflasi, sistem ITF mengarahkan agar