• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1. Judul Karya Desain

Judul karya desain yang dirancang adalah Perancangan Interior Chinese Cultural Center di Surabaya. Pengertian dari judul ini, yakni:

1. Perancangan

 Perancangan adalah proses, cara, perbuatan merancang (mengatur segala sesuatu sebelum bertindak, mengerjakan atau melakukan sesuatu) untuk memecahkan masalah yang disertai dengan pemikiran yang kreatif guna mencapai hasil yang optimal (Kamus Besar Bahasa Indonesia 150).

 Proses pengembangan dari konsep penyelesaian perabot dan perlengkapan dalam interior sebuah bangunan dan ruangan. (Encyclopedia of America Architecture 105)

 Tahap yang berawal dari proses pengenalan suatu masalah, merumuskan suatu masalah, mengumpulkan data, dan menganalisanya serta berakhir dengan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah. (Ching 20) 2. Interior

 Berasal dari bahasa Inggris yang mempunyai arti ruang dalam atau bagian di dalam gedung atau ruang yang dibatasi oleh lantai, dinding, dan plafon.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia 160)

 Karya arsitek atau desainer yang khususnya menyangkut bagian dalam dari sebuah bangunan, bentuk-bentuknya sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang dalam broses perancangan selalu dipengaruhi unsur-unsur geografi setempat dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang diwujudkan dalam gaya-gaya kontemporer. (Suptandar 28)

3. Chinese

 Chinese = Cina: negeri, tanah (Poerwadarminta 205)

 Berkaitan dengan Cina atau bangsa atau budaya dengan karateristik

republik Cina (Sederet, Kamus Online Bahasa Inggris)

(2)

4. Cultural (Kebudayaan)

 Kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia (seperti kepercayaan, Kesenian, adat istiadat, dsb); kegiatan (usaha) batin (akal) untuk menciptakan sesuatu yang termasuk hasil kebudayaan. (Poerwadarminta 186)

 Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. (Koentjaraningrat 18)

5. Center

 Pusat, pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal-hal,dsb). (Kamus Besar Bahasa Indonesia 781)

6. Surabaya

 Nama sebuah kota yang terletak di Propinsi Jawa Timur, Indonesia dan merupakan ibukota Propinsi Jawa Timur (Encyclopedia National Indonesia, 421)

 Merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. (Microsoft Referency Lybrary, 2003)

Dari defisini-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Perancangan Interior Chinese Cultural Center Di Surabaya adalah suatu proses merancang ruang bagian dalam sebuah gedung yang akan menjadi pusat sarana untuk masyarakat di Surabaya, yang berisikan segala sesuatu mengenai kesenian dan kebudayaan negara Cina.

1.2. Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia dan terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan etnis.Mulai dari suku Jawa, Madura, Sunda, Batak hingga Minangkabau.terdapat pula etnis Tionghoa, India, dan Arab.

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang dan memulai untuk membuka

diri khususnya negara-negara maju di kawasan asia seperti Jepang, Cina, Korea

dan negara maju lainnya. Semakin banyaknya masukan-masukan tersebut,

mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih ingin mengetahui hal-hal

baru.Keberadaan warga Tionghoa di Indonesia mulai meningkat dan sedikit orang

(3)

yang mengetahi tentang perkembangan negara Cina dalam bidang politik, ekonomi, teknologi maupun kebudayaan.

Cina merupakan negara yang telah mengalami kemajuan yang pesar baik dalam bidang politik, ekonomi, teknologi dan budaya. Tidak heran apabila negara ini dikenal oleh dunia karena perkembangan ekonomi dan teknologi yang pesat dan berpotensi untuk masa depan dalam ruang lingkup Asia maupun dunia. Selain itu China juga terkenal akan budayanya yang kental meskipun negaranya semakin maju baik dalam teknologi dan perekonomiannya. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihannya dibandingkan dengan negara lain.

Masuknya hasil industri Cina (Tionghoa) ke Indonesia di Surabaya terdapat berbagai macam etnis penduduk, mulai dari Jawa, Madura, Arab hingga Tionghoa.Di Surabaya pun terdapat kawasan pecinaan yang sampai sekarang ditinggali oleh sebagian besar etnis Tionghoa sehingga membuat Cina semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.Dan juga banyaknya film-film Cina yang secara tidak langsung memperkenalkan seni dan budaya Cina dan membuat masyarakat semakin ingin mengetahui tentang negara Cina, khusus nya dalam bidang seni dan budanyanya.

Peminat akan kesenian dan kebudayaan Cina semakin banyak, sehingga diperlukan suatu wadah pemahaman dan pengetahuan terhadap akar budaya dan kesenian negara Cina yang dapat digunakan sebagai sumber dalam eksplorasi pengetahuan dan pemahaman budaya Cina. Selain itu juga agar masyarakat indonesia dapat belajar dan mengetahui lebih banyak lagi mengenai kebudayaan negara Cina dan dapat mengambil nilai-nilai positif dari kebudayaan tersebut dan diterapkan pada masyarakat Indonesia, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan adanya kesenian dan kebudayaan Cina di Indonesia, khususnya di Surabaya juga harus menyesuaikan atau beradaptasi dengan budaya dan lingkungan Indonesia.

Oleh karena itu, penulis akan merancang sebuah fasilitas, sarana dan

prasarana unruk mengenal dan memahami lebih dalam mengenai kesenian dan

kebudayaan Cina serta terdapat fasilitas informasi perkembangan Cina Tionghoa

di Indonesia yang interiornya mewakili karakteristik negara Cina dan menciptakan

kesan tradisional Cina.

(4)

1.3. Perumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut di atas, maka terdapat berbagai permasalahan yang berhubungan dengan karya perancangan sebuah ruamh kesenian dan kebudayaan China, antara lain:

 Bagaimana merancang Interior Chinese Cultural Center sehingga mampu menciptakan ruang yang informatif dan inovatif dengan budaya Cina?

 Bagaimana merancang Interior Chinese Cultural Center agar dapat mewakili karateristik ciri-ciri negara Cina melalui unsur arsitektural, simbol, corak, dan kebudayaan yang menciptakan suasana khas Cina?

1.4. Tujuan Perancangan

Tujuan yang ingin dicapai dengan Perancangan Interior Chinese Cultural Center di Surabaya antara lain:

 Merancang Interior Chinese Cultural Center yang dapat menciptakan ruang yang informatif dan inovatif dengan budaya Cina.

 Merancang Interior Chinese Cultural Center yang dapat mewakili karateristik ciri-ciri negara Cina melalui unsur arsitektural, simbol, corak, dan kebudayaan yang menciptakan suasana khas Cina.

1.5. Manfaat Perancangan

Melalui Perancangan Interior Chinese Cultural Center di Surabaya, manfaat yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:

1. Bagi Perancang

 Mampu merancang Chinese Cultural Center dan memperoleh pengetahuan serta pengalaman dalam merancang fasilitas umum berupa sarana komersial.

 Mampu memecahkan permasalahan yang ada dan mengembangkan daya imajinasi serta kreatifitas perancang.

 Dapat lebih mengenal tentang seni dan budaya negara Cina 2. Bagi ilmu pengetahuan desain interior

 Menambah wawasan dan informasi bagi kemajuan dunia desain interior

mengenai perancangan pusat Kesenian dan Kebudayaan Cina yang bisa

(5)

dijadikan acuan dalam merancang ruang dalam khususnya yang berhubungan dengan kesenian dan kebudayaan, demi perwujudan desain yang lebih baik lagi dan bermanfaat bagi sesama.

 Menambah wawasan dalam perkembangan Cina yang didukung oleh kesenian dan kebudayaannya di kalangan desain Interior.

3. Bagi Pengguna atau pemilik

 Memberikan penyelesaian masalah dalam menyediakan tempat dengan pusat kebudayaan dan kesenian Cina dengan fasilitas seperti belajar, bermain, serta kesenian untuk lebih mengenal lagi tentang Cina.

4. Bagi masyarakat umum

 Memberikan sarana pembelajaran kepada masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Cina itu sendiri.

 Terpenuhinya fasilitas, sarana dan prasarana untuk dapat lebih mengenal dan memahami tentang seni dan budaya negara Cina.

1.6. Ruang Lingkup Perancangan 1.6.1. Lokasi Perancangan

Ruang lingkup Perancangan Interior Chinese Cultural Center di Surabaya adalah:

1. Luasan Perancangan: ±1900m

2

2. Didalam ini disertakan site yang akan digunakan sebagai denah perancangan.

 Pusat Promosi Buah Jawa Timur di Surabaya, merupakan bangunan fiktif

yang merupakan hasil tugas akhir karya Ellen Natalia Nuryanto,

mahasiswa jurusan Arsitektur, Universitas Kristen Petra Surabaya. Pusat

Promosi Buah Jawa Timur di Surabaya ini mengambil tapak didaerah

Surabaya Barat, yang memiliki kriteria dekat dengan pemukiman rumah

penduduk dan di daerah ini terdapat fasilitas pendidikan serta pusat

perbelanjaan, sehingga dapat diperkirakan jumlah penduduk yang

mengunjungi fasilitas ini juga banyak.Tapak ini berdekatan dengan

Supermall, Ciputra Waterpark, Universitas Ciputra, yang dapat menunjang

keberadaannya.

(6)

Gambar 1.1. Lokasi perancangan

Sumber: http://maps.google.com/maps?hl=en&tab=wl (2012)

 Batasan tapak luar dari bangunan ini adalah, pada bagian Utara berbatasan dengan Pemukiman Penduduk, Pusat Elektronik (area komersil, Pengembangan Citra Raya), pada bagian Selatan berbatasan dengan Mal Pakuwon Indah dan pemukiman Graha Family, pada bagian Timur berbatasan dengan Pemukiman penduduk, pada bagian Barat berbatasan dengan Pemukiman penduduk Bukit Darmo.

 Konsep yang digunakan dalam bangunan ini merupakan Green House dengan terdapat bentukan-bentukan lingkaran pada bagian barat. Karena itu bangunan utama terdapat 3 jenis model struktur. Pada bangunan ini juga terdapat teknologi yang membuat bangunan utama tersebut bertampilan hi-tect. Pengadopsian langsung bentuk dome pada atap bangunan utama, selain untuk menghadirkan kesatuan dengan massa- massa lainnya, juga untuk memperkuat kesan hi-tech ini. Bentuk segitiga pada kusen-kusen jendela diambil dari bentuk dasar segitiga pada dome.

Sedangkan kanopi-kanopi menggunakan struktur kabel tarik, yang pada tampilannya terlihat membentuk segitiga.

U

(7)

Gambar 1.2. Tampak Utara Bangunan Sumber: Nuryanto, (1998)

Gambar 1.3. Tampak Selatan Bangunan Sumber: Nuryanto, (1998)

Gambar 1.4. Bangunan Pusat Promosi Buah Jawa Timur di Surabaya

Sumber: Nuryanto, (1998)

(8)

Dalam perancangan ini, denah yang diambil adalah keseluruhan area, dengan total luasan ±1900m

2

. Hal ini sangat menguntungkan karena sudah terdapat area untuk pertunjukan, area souvenir shop, area gallery, ruang staff serta toilet.

Orientasi tapak mengarah segala arah, sehingga perlu diperhatikan saat memberikan bukaan yang mengadap ke arah Barat dan timur.Perlu diperharikan juga cahaya yang masuk ke dalam museum saat pagi hari maupun sore hari.

Beberapa alasan tapak ini diambil adalah:

o Bangunan berada di jalan raya yang cukup ramai, sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat. Bangunan ini terdapat di lokasi yang sedang berkembang sehingga kedepannya nanti dibutuhkan pusat-pusat informasi dan rekreasi yang berguna bagi masyarakat.

o Bangunan ini yang dirancang sebagai Pusat Informasi dan memiliki fungsi utilitas yang cocok untuk sebuah pusat informasi kebudayaan cina.

o Kondisi lingkungan yang mendukung objek perancangan dengan hadirnya pemukiman, pusat rekreasi dan sekolah.

o Tapak dalam berada di dekat area main entrance bangunan sehingga mudah dikenali dan terlihat dari jalan.

1.6.2. Lingkup Perancangan

Objek perancangan berupa Pusat Informasi Kebudayaan Cina yang menyediakan kebutuhan dan segala fasilitas pengunjung. Jam operasional adalah mulai pukul 10.00- 21.00 WIB (buka setiap hari).

Fasilitas Perancangan Interior Chinese Cultural Center di Surabaya ini meliputi:

1. Ruang Utama :

 Area Resepsionis

Area resepsionis merupakan area dimana pengunjung/keluaga dapat

mendapatkan informasi seputar layanan yang diberikan dan fasilitas-fasilitas

yang ada.

(9)

 Area Lobby

Area Lobby (ruang tunggu) merupakan area yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk duduk dan menunggu.

 Area Pamer (Gallery)

Area Pamer tersebut digunakan untuk memamerkan barang-barang seni dan budaya negara Cina seperti misalnya: alat-alat musik tradisional, pakaian tradisional, kerajinan-kerajinan tangan tradisional, foto-foto yang berhubungan dengan negara Cina, Diorama-diorama kehidupan masyarakat tradisional negara China dan lain sebagainya.

 Perpustakaan

Ruangan ini digunakan untuk tempat membaca buku-buku yang berhubungan dengan negara Cina bagi para pengunjung yang ingin mengetahui lebih dalam tentang negara Cina.

 Workshop

Ruangan ini digunakan untuk tempat pembuatan barang-barang kesenian negara Cina seperti piring, bejana yang terbuat dari tanah liat dan pengunjung bisa juga merasakan cara pembuatan nya.

2. Ruang Pendukung :

 Gift Shop

Ruangan ini digunakan untuk menjual barang souvenir-souvenir, pernak- pernik dan juga terdapat baju tradisional yang berasal dari Cina.

 Ruang Staff

Ruangan ini digunakan bagi para staff untuk melakukan pekerjaan seperti administrasi, keuangan, dan lain-lain. Ruangan ini juga dapat digunakan sebagai ruang rapat.

 Toilet dan Nursing/breastfeeding room

Merupakan sarana umum dari museum yang disediakan bagi para pegawai dan

pengunjung dan dibagi dalam 3 bagian, yaitu toilet pria, toilet wanita, toilet

bagi penyandang cacat dan ruang Nursing/breastfeeding room, merupakan

sarana umum yang disediakan untuk bayi dan ibu menyusui.

(10)

1.7 Metodologi Perancangan

Metodologi perancangan merupakan proses atau teknik berpikir dengan benar teratur untuk dapat melakukan sesuatu dengan tepat dan untuk mencapai tujuan tertentu.

1.7.1 Data yang diperlukan

Data yang diperlukan dalam perancangan ini adalah:

1. Data Literatur

Data litertur meliputi seluruh literatur yang terkait dengan perancangan interior House of China's Art and Culture, tinjauan menyeluruh mengenai kebudayaan, kesenian negara China. Tinjauan lainya berhubungan dengan teori desain yang meliputi pencahayaan, penghawaan, warna, antromometri, ergonomic, persyaratan setiap ruangan yang akan di desain.

2. Data Lapangan

Data lapangan dibagi menjadi 2, yaitu:

 Data Lapangan Non Fisik o Faktor pengguna

Meliputi kebiasaan pengguna (pengunjung) secara umum, karateristik usia, jenis kelamin.

o Pola dan karakter aktivitas pengguna

Hal ini penting untuk pertimbangan penataan atau organisasi ruang, kebutuhan atau kriteria-kriteria khusus untuk peralatan tertentu, kebutuhan ruang, sistem sirkulasi.

o Struktur Organisasi

Penting untuk mengerti dan memahami tentang struktur organisasi pengelola pusat kesenian dan kebudayaan china, karena akan berpengaruh pada penentuan hubungan antar ruang pada ruangan yang lain.

 Data Lapangan Fisik

o Potensi yang ingin ditonjolkan dan dimanfaatkan dari tapak

Potensi-potensi tersebut misalnya view, pengaturan cahaya dan sistem

udara alami yang dapat diamati langsung pada tapak yang digunakan.

(11)

o Suasana Lokasi

Suasana lingkungan ikut mempengaruhi pengaturan tata ruang dalam, misalnya tingkat kegaduhan dan sebagainya.

o Gaya Arsitektur dan Interior

Penentuan dan pemahaman mengenai gaya ini sangat berpengaruh dalam membantu untuk memfokuskan kepada karakter dan bentuk rancangan nantinya.

o Sistem Utilitas

Sistem utulitas ini meliputi sistem pencahayaan, penghawaan, keamanan, proteksi kebakaran, mekanikal elektrikal, penyediaan air bersih dan pengaturan sirkulasi.

 Data Tipologi

Data perbandingan dari obyek-obyek sejenis yang diambil melalui survey lapangan dan internet, untuk dibandingkan dengan kondisi di lapangan dan dikaji berdasarkan literatur ilmiah.

o CCCL (Center Culturel et de Cooperation Linguistique) Surabaya yang merupakan sebuah tempat untuk kebudayaan Perancis. Berlokasi di Surabaya JL Darmokali 10 Surabaya 60265 Indonesia

o Museum Indonesia yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Indonesia. Museum ini berkonsentrasi pada seni dan budaya berbagai sukubangsa yang menghuni Nusantara dan membentuk negara kesatuan Republik Indonesia.Museum ini bergaya arsitektur Bali dan dihiasi beraneka ukiran dan patung Bali yang sangat halus dan indah.Museum ini menyimpan koleksi beraneka seni, kerajinan, pakaian tradisional dan kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia.

o Chinese Heritage Center yang berlokasi pada 12 Nanyang Drive, Nanyang

Technological University, Singapore 637721.The Heritage Cina Centre

(CHC) didirikan pada tahun 1995 untuk memajukan pengetahuan dan

pemahaman masyarakat etnis Tionghoa di berbagai belahan dunia.Pusat

melakukan berbagai kegiatan pendidikan, dokumentasi dan penelitian

publik.Untuk mempromosikan kesadaran dan pemahaman tentang budaya

Cina dan tradisi di kalangan orang-orang di Singapura dan dunia melalui

(12)

pengumpulan, pelestarian dan menampilkan karya seni dan benda-benda lain dari budaya Cina.

o National Museum of China yang berlokasi di East side of Tian’anmen Square,16 East Chang'an Avenue, Dongcheng District, Beijing 100006, P.R. China. Pada museum ini, mencakup sejarah Cina dari ManYuanMou dari 1,7 juta tahun yang lalu hingga akhir Dinasti Qing (dinasti kekaisaran terakhir), memiliki koleksi permanen lebih dari 620.385 item budaya, dengan banyak berharga dan langka artefak tidak dapat ditemukan di museum tempat lain di Cina atau seluruh dunia.

1.7.2. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah:

1. Studi Pustaka

Melakukan studi kepustakaan untuk mendapatkan data-data dan informasi- informasi yang berkaitan dengan perancangan, yaitu Kesenian dan Kebudayaan China, untuk dapat digunakan sebagai landasan teori dalam memecahkan masalah yang ada dalam perancangan

2. Survey Lapangan

Melakukan pengamatan dan penelitian di lapangan, yaitu ke tempat yang sesuai dengan perancangan.Melakukan pengamatan untuk mengetahui kondisi dan realita penerapan dari program ruang, sirkulasi dan fasilitas-fasilitas yang ada pada sebuah museum.Dalam hal ini adalah tempat-tempat bersejarah, museum-museum kesenian dan kebudayaan seperti CCCL di Surabaya, Museum Indonesia TMII di Jakarta dan Chinese Heritage Center di Singapore.

3. Browsing

Mencari data-data kesenian dan kebudayaan cina dan informasi yang berhubungan dengan perancangan melalui media internet.Dari media ini diperoleh informasi dan data yang berupa gambar-gambar serta artikel-artikel.

4. Dokumentasi

Teknik pengumpulan data yang diperoleh dari sumber data tertulis melalui

gambar-gambar maupun pemotretan.Jadi dalam dokumentasi ini, dapat

(13)

diambil gambar melalui data dari internet dan foto-foto yang diperoleh saat melakukan studi lapangan.

1.7.3. Metode Pengolahan Data

Metode pengolahan data yang digunakan, yaitu metode sortir.Data-data yang telah diperoleh kemudian dipilih kembali sehingga tersaring data-data yang akurat dan sesuai dengan proyek yang dirancang. Data-data ini digunakan sebagai acuan dalam proses perancangan nantinya. Metode pengolahan data yang digunakan adalah melalui programming, skematic design dan pengembangan desain

Programming terdiri dari 5 langkah, yaitu:

1. Menentukan tujuan

Tujuan yang dimaksud adalah apa yang diinginkan oleh klien dan memberikan solusi pada permasalahan yang ada.

2. Mengumpulkan dan menganalisa fakta

Fakta tersebut diperoleh dari data-data wawancara dan observasi, data tipologi,serta hasil eksplorasi literatur.

3. Tes konsep

Dari hasil wawancara dan observasi,maka sudah dapat dibayangkan ke arah mana desain akan dibawa

4. Menentukan kebutuhan

Menentukan kebutuhan desain berdasarkan jumlah dana (budget) yang tersedia, kebutuhan klien berdasarkan keinginan atau persyaratan khusus dan data lapangan yang sudah didapat (baik fisik maupun non fisik), serta menentukan tingkat kualitas yang ingin dicapai.

5. Merumuskan masalah

Masalah harus dirumuskan sebagai batasan untuk perancangan.

1.7.4. Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan adalah metode komparatif, yaitu dengan

membandingkan data-data yang telah dapat melalai survei langsung ke lapangan

(14)

dengan data-data dari data literatur agar diperoleh suatu analisis yang dapat

membantu dalam proses perancangan tersebut.

Gambar

Gambar 1.1. Lokasi perancangan
Gambar 1.2. Tampak Utara Bangunan  Sumber: Nuryanto, (1998)

Referensi

Dokumen terkait

Menyusun kubus menyerupai stupa, digunakan untuk , mengenalkan warna mengenalkan jumlah motorik halus konsentrasi Harga Rp.45.000,- Menara Balok Digunakan untuk :

menumbuhkan aktivitas siswa dalam belajar. Selain itu, metode mengajar juga harus disesuaikan dengan karakteristik materi dan keadaan siswa dalam suatu

(iv) penggunaan logo rasmi SKUM pada sijil penyertaan / penghargaan tertakluk kepada program dan aktiviti yang dijalankan oleh syarikat korporat, NGO dan badan-badan lain

Metode ini berbeda dari metode peleburan, dalam hal sumber unsur penentu tidak perlu pada air kristal asam sitrat, akan tetapi boleh juga air ditambahkan ke dalam bukan

Verifikasi hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan Excel dengan hasil perhitungan manual dengan metode yang ada pada buku teks untuk desain

Sama seperti pada unit analisis sebelumnya, Kompas.com mendapatkan indeks skor yang terendah bila dibandingkan dengan dua media online lainnya.. Berdasarkan

Dalam pengadaan dan penggunaan suatu mesin, timbul berbagai jenis ongkos yang biasanya bisa diklasifikasikan sbb :.. - Harga awal

Pond’s sering menggunakan karakteristik perempuan yang memiliki bentuk menampilkan mata bulat yang mendominasi di dalam setiap TVC jenis iklan produk