MODUL
STRATEGI PEMASARAN MUSEUM
How to create an Impactful Marketing
Plan for Your Museum
Membangun sebuah strategi pemasaran yang efektif dan dapat memberikan dampak signifikan pada museum Anda bukanlah hal yang mudah, namun sangat mungkin dilakukan jika Anda memahami apa yang harus dilakukan. Membangun sebuah strategi pemasaran yang tepat untuk museum Anda akan dapat mendatangkan banyak manfaat bagi museum Anda.
Saat ini, banyak sekali pilihan hiburan lain yang bermunculan, pusat perbelanjaan, mall, kafe, dll. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab bahwa mengunjungi museum bukanlah menjadi salah satu pilihan. Terkadang kita bertanya, pada saat melakukan perjalanan ke luar negeri museum masih menjadi pilihan. Namun, mengapa pada saat di Indonesia tidak terpikir untuk mengunjungi museum?
Disinilah diperlukannya sebuah strategi pemasaran yang efektif dan tepat sasaran sehingga dapat meningkatkan popularitas museum, menarik pengunjung, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan museum. Modul ini akan membahas langkah-langkah membuat sebuah strategi pemasaran yang efektif dan memberikan dampak positif pada museum Anda.
Modul ini akan membahas apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat strategi pemasaran museum Anda.
Di bawah ini adalah langkah-langkah yang akan kita bahas satu persatu
1. Kenali museum Anda 2. Tetapkan tujuan 3. Kenali target sasaran 4. Kenali pesaing
5. Rumuskan peta perjalanan konsumen 6. Ukur dan Evaluasi
Langkah 1 - Kenali museum Anda
Untuk menjelaskan siapa museum Anda dan apa yang ditawarkan oleh museum Anda adalah hal yang paling penting dalam keseluruhan proses pemasaran Anda. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah “Apa yang membuat museum Anda istimewa sehingga orang harus mengunjungi museum Anda?”. Yang harus Anda lakukan pertama kali sebelum memulai untuk merumuskan sebuah strategi pemasaran adalah dengan mengenali dan mendefinisikan keistimewaan museum Anda!
Untuk membantu Anda dalam mendefinisikan museum Anda, dibawah ini adalah beberapa frase yang dapat Anda pilih untuk mendefinisikan keistimewaan museum Anda. Luangkan waktu untuk berfikir dan berikan centang untuk hal-hal istimewa yang museum Anda miliki :
Kami menawarkan pengalaman menarik bagi para pengunjung Koleksi kami langka dan unik
Koleksi kami menceritakan sejarah dan asal-usul dengan baik
Koleksi kami merepresentasikan keunikan sejarah dan kebudayaan lokal Museum kami terletak di lokasi yang strategis
Tim kami berpengalaman dan siap memberi penjelasan pada pengunjung Kami mempunyai hubungan baik dengan komunitas melalui berbagai event dan kegiatan
Kami memiliki fasilitas dengan kondisi baik
Renungkanlah poin-poin tersebut diatas dan cobalah untuk memprioritaskan satu demi satu.
Salah satu cara yang dapat memperkuat justifikasi Anda adalah dengan melakukan Analisa SWOT.
Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis untuk mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan internal. SWOT merupakan akronim dari kata:
kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari Museum Anda.
Analisa SWOT melibatkan penentuan tujuan Museum yang spesifik dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak mendukung dalam mencapai tujuan tersebut. Proses ini akan lebih baik dibahas dengan menggunakan tabel yang dibuat dalam kertas besar sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari setiap aspek.
source image :https://hosteko.com
Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilih berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian dipetakan dalam gambar matriks SWOT:
1. Kekuatan (Strengths), adalah kelebihan dan kekuatan yang Museum Anda miliki.
2. Kelemahan (Weakness) diartikan sebagai kelemahan Museum yang perlu diperbaiki.
3. Peluang (Opportunities) dipahami sebagai potensi peluang yang hadir saat ini serta kedepannya.
4. Ancaman (Threats) dipahami sebagai hal yang dapat menimbulkan tantangan/
ancaman baru, ataupun membuat sebuah ancaman menjadi suatu kenyataan.
Dengan menggunakan analisa SWOT, Anda akan terbantu dengan memfokuskan diri terhadap peluang dan tantangan yang ada untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif, seperti keahlian, jaringan dan hubungan dengan pihak lain dengan lebih spesifik.
Untuk lebih mudahnya, Anda dapat menemukan template tabel Analisa SWOT pada halaman selanjutnya. Diskusikan bersama tim Anda untuk bersama-sama merumuskan dan mengisi tabel SWOT tersebut.
Tabel SWOT
Langkah 2 – Tetapkan Tujuan
Selanjutnya, sebelum menerapkan strategi pemasaran untuk Museum Anda, yang penting Anda lakukan adalah dengan menetapkan tujuan dari strategi pemasaran yang Anda akan lakukan. Implementasi strategi pemasaran Anda akan berbuah kesuksesan jika terlebih dahulu Anda menentukan tujuan yang ingin dicapai.
Misalnya, jika Anda ingin meningkatkan jumlah pengunjung museum, maka strategi yang dapat diimplementasikan salah satunya adalah dengan geofencing advertising. Pemasaran geofencing adalah sistem yang memungkinkan Anda menentukan batas geografis untuk mengirim notifikasi kepada calon pelanggan ketika mereka mendekati tempat yang Anda tentukan.Namun, jika Anda ingin meningkatkan jumlah pengunjung ke website Anda, maka Search Engine Optimization (SEO) adalah strategi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Dibawah ini adalah beberapa contoh tujuan yang mungkin dapat Anda tentukan untuk strategi pemasaran Anda.
1. Membuat museum Anda dikenal oleh masyarakat.
2. Mendapatkan pengakuan oleh masyarakat 3. Meningkatkan kunjungan
4. Meningkatkan penjualan
Dengan mengetahui tujuan Anda dengan jelas di awal, maka Anda dapat mulai mencari ide yang tepat yang sekiranya akan dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda.
Sudahkah Anda memiliki tujuan yang ingin Anda raih?
Langkah 3 – Kenali Target Sasaran
Apakah Anda tahu siapa audiens atau sasaran Anda?
Setelah mengenali diri sendiri dan merumuskan tujuan museum Anda, yang penting Anda tahu dan lakukan adalah dengan mengetahui dan mengenal dengan baik target sasaran Anda. Kepada siapa Anda berbicara? Apa minat mereka? Media apa yang mereka pakai untuk mengakses informasi? Hal-hal seperti itu yang harus Anda ketahui untuk menentukan target sasaran Anda.
Segmentasi pasar adalah bagaimana Anda membagi pasar (audiens) yang ada dan pasar potensial Anda ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki karakteristik dan perilaku yang serupa. Ini bisa didasarkan pada minat mereka, apa yang mereka cari dari hari libur, pendapatan atau gaya hidup mereka. Karakteristik dan perilaku ini mempengaruhi bagaimana orang membuat keputusan. Memahami hal ini adalah kunci untuk membangun audiens baru dan menumbuhkan audiens yang sudah ada.
Sebaiknya mengelompokkan pasar museum Anda adalah agar Anda dapat fokus pada kebutuhan kelompok yang spesifik dan mengembangkan strategi pemasaran yang sangat efektif dan menarik bagi mereka.
Jika Anda mencari jumlah kunjungan yang lebih banyak, penting untuk fokus pada kelompok terbesar terlebih dahulu dan tidak terlalu terjebak dengan menangani segmen pasar yang lebih kecil yang lebih sulit dijangkau dan kurang berdampak. Misalnya, jika museum Anda berada di kota yang padat dengan jumlah keluarga tetapi tidak ada universitas atau perguruan tinggi di dekatnya, akan lebih masuk akal untuk berfokus pada pemasaran ke kelompok keluarga daripada ke pelajar/ mahasiswa.
Pendekatan ini penting jika sumber daya pemasaran Anda terbatas. Sehingga Anda akan dapat mempergunakan waktu Anda dengan sangat efektif. Anda dapat fokus dengan meneliti dan mengamati siapa yang kira kira akan mengunjungi Museum Anda?
Segmentasi pasar mungkin terdengar sedikit teknis, tetapi sebenarnya ini sangat masuk akal.
Mengubah seluruh penawaran museum Anda untuk audiens tertentu akan sulit, tetapi selalu ada cara untuk meningkatkan pengalaman audiens atau menyesuaikan bagian tertentu dari museum dengan pengunjung potensial anda. Pameran sementara, acara, cara Anda mengkomunikasikan penawaran museum dalam pemasaran Anda, atau bahkan perubahan cara seorang sukarelawan menyapa publik di meja penyambutan adalah cara untuk menghilangkan pembatas di antara pengunjung dan museum
Untuk membantu Anda menentukan audiens dan kebutuhan mereka, Anda dapat melengkapi tabel dibawah ini.
Tabel Untuk Mengenali Pasar Anda
Tahukah anda bahwa target pasar anda juga bisa disebut pelanggan atau pengunjung? Ada beberapa cara yang simpel dan rendah biaya untuk membantu anda mengenali target pasar anda. Anda bisa melakukan hal ini melalui survey, analitik website, kritik dan saran, diskusi kelompok, dan data dari badan penelitian turisme dan badan penelitian lainnya. Data ini bisa memberikan anda gender, kesukaan, nilai-nilai, jarak perjalanan, durasi kunjungan, dan bentuk kelompok. Bisakah anda mengelompokan target pasar anda menjadi segmen-segmen dengan kriteria yang sama? Kemudian bisakah anda menentukan kebutuhan dan keinginan dari setiap segmen? Amati contoh dibawah ini dan catat bagian terpenting dari segmen pasar anda disini. Setelah itu renungkan tentang museum Anda dan lengkapi tabel dibawahnya
Nama Segmen : Keluarga dengan anak kecil Nama Segmen : Turis Keinginan dan kebutuhan :
- Lingkungan yang aman untuk anak-anaknya bermain
- Staff dan sukarelawan yang ramah - Bagian khusus anak-anak bermain
Keinginan dan kebutuhan :
- Buku panduan atau seorang pemandu untuk mengkurasi pengalamannya
- Kafe dengan wifi di area lokal atau tempat wisata budaya sekitar
Halangan :
- Kurangnya fasilitas penggantian popok - Kurangan tempat duduk
- Khawatir jika anak-anak akan mengganggu
Halangan :
- Pemasaran yang kurang menarik
- Susah ditemukan dan dicari secara online
Nama Segmen : Nama Segmen :
Keinginan dan kebutuhan : Keinginan dan kebutuhan :
Halangan : Halangan :
Langkah 4 – Kenali Pesaing
Siapakah Pesaing Anda? Dan seberapa baik Anda mengenal kompetitor Anda?
Saat Anda memikirkan bagaimana cara memasarkan museum Anda, hal yang cukup krusial untuk dilakukan adalah dengan mengidentifikasi dan menganalisa museum Anda. Mengenali kompetitor menjadi sebuah elemen penting karena Anda harus paham betul dimana posisi Anda dan apa yang harus dikomunikasikan kepada target sasaran Anda. Posisi Anda dalam pasar adalah tentang bagaimana orang memandang Anda dibandingkan dengan pesaing Anda dan apa yang membedakan Anda dari mereka.
Nah, sekarang pertanyaannya adalah Apakah Anda tahu siapa pesaing utama Anda? Bisa jadi adalah wisata budaya lain (pesaing langsung) tetapi juga bisa berbagai jenis atraksi/aktivitas misalnya, taman lokal, bioskop, restoran, pantai, dll. Tahukah Anda bagaimana Anda berbeda dari mereka (dari segi kelebihan dan kekurangan)?
Mengetahui dan memahami dimana posisi museum Anda dalam persaingan akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik tentang apa yang sebaiknya Anda lakukan dan tidak lakukan. Merek Anda harus otentik dan berdasarkan nilai museum Anda. Apa yang Anda tawarkan kepada audiens Anda harus jelas dan kuat, sehingga audiens paham betul apa yang ditawarkan dan nilai-nilai apa yang Anda dapatkan. Di samping itu, Anda akan juga dapat efisiensi sumber daya yang Anda butuhkan untuk menjangkau mereka.
Anda dapat menentukan posisi Anda dengan menetapkan atribut terbaik museum Anda, misalnya, harga, lokasi, nilai dan ide Anda, keunikan koleksi atau bangunan Anda, dll. Dengan menentukan posisi Anda sendiri dalam peta persaingan, Anda memiliki kontrol lebih besar atas citra Anda dan bagaimana orang memandang Anda, yang lebih baik daripada hanya menyerahkannya pada pendapat pasar.
Untuk dapat menentukan posisi Anda dalam peta persaingan dan dalam pasar serta mengenal lebih pesaing Anda lebih baik, mari kita mengisi tabel di halaman berikut.
Siapakah Pesaing Anda?
Mulailah dengan mengisi bagian tengah dan selanjutnya isi bagian kiri dan kanan. Perhatikan contoh di bawah ini.
APA YANG DAPAT KITA
PELAJARI DARI MEREKA? PESAING BAGAIMANA KITA BISA MENJADI LEBIH BAIK DARI
MEREKA?
Contoh :
● Staf ramah dan siap membantu
● banyak permainan menarik bagi anak-anak
Contoh : Taman bermain di Mall
terdekat Contoh : menyajikan museum
dengan cara yang
menyenangkan, menghibur dan tidak membosankan bagi anak.
Sekarang, mulailah Anda isi bagian tengah dengan memikirkan siapa pesaing Anda dan selanjutnya isi bagian kiri (Apa yang membuat mereka lebih menarik?) dan bagian kanan (Apa yang bisa Anda lakukan untuk menjadi lebih baik daripada mereka?).
APA YANG DAPAT KITA
PELAJARI DARI MEREKA? PESAING BAGAIMANA KITA BISA MENJADI LEBIH BAIK DARI
MEREKA?
Langkah 5 – Rumuskan Peta Perjalanan Konsumen
Setelah melengkapi 4 langkah sebelumnya, kini saatnya Anda membuat peta perjalanan konsumen! Dari langkah 4, dengan mengenali kompetitor Anda, maka Anda akan mendapatkan ide cemerlang untuk memenangkan pasar dari persaingan yang ada. Dengan menentukan peta perjalanan konsumen, maka apa yang konsumen akan alami dapat kita rumuskan. Dengan peta perjalanan konsumen, museum akan mengetahui channel atau saluran apa saja yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada target sasaran dengan efektif. Untuk itu, museum harus mengetahui pesan apa yang akan disampaikan, dimana atau melalui apa menyampaikan pesan tersebut dan bagaimana cara menyampaikannya agar pesan dapat diterima oleh konsumen dengan benar dan dengan cara yang efektif.
Apakah Peta Perjalanan Konsumen?
Peta perjalanan konsumen adalah representasi visual dari pengalaman konsumen terhadap brand Anda. Apakah sebuah pengertian dari kata kunci yang terpetakan di setiap fase, mulai dari fase awareness hingga pengambilan keputusan ataupun pengertian mengenai konten apa yang sedang dibangun dengan konsumen. Peta perjalanan/
pengalaman konsumen adalah cara yang tepat untuk mengukur kekuatan strategi marketing dari sudut pandang holistik.
Mengapa Peta Perjalanan Konsumen Penting?
Banyak perusahaan yang mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membangun peta perjalanan konsumen mereka dengan menggunakan tim peneliti pasar dari internal tim mereka. Tanpa pengetahuan yang solid mengenai bagaimana peta perjalanan konsumen sebelum mereka tiba di site Anda dan tanpa penelitian sangat tidak mungkin untuk kita dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh target sasaran kita dan apa materi yang akan kita bangun untuk mencapai tujuan tersebut.
Apa Tahapan Peta Perjalanan Konsumen?
1. Awareness : Impresi pertama brand Anda dan pertama kali mereka menyadari solusi yang mereka inginkan dari masalah yang mereka hadapi
2. Consideration (Konsiderasi) : Tahap disaat konsumen telah melakukan serangkaian riset untuk memilih museum Anda dan akan mulai memberi bobot akan keuntungan dari setiap kompetitor. Pada tahap ini perlunya Anda menyediakan informasi yang detail mengenai produk dan layanan museum Anda.
3. Decision (Keputusan) : Tahap dimana konsumen siap untuk mengambil keputusan.
Dalam tahapan ini, Anda sebaiknya menyiapkan beberapa testimoni/ review dari pelanggan yang puas, menyediakan kode kupon atau percobaan gratis.
4. Retention (Retensi) : Saat konsumen telah memutuskan untuk membeli produk/
menggunakan layanan Anda, sangatlah penting untuk membina hubungan baik dengan mereka. Hal ini bisa dengan efektif dilakukan melalui re-marketing dan robust email.
5. Advocacy (Advokasi) : Tahapan terakhir merupakan tahapan yang paling menantang untuk dapat kita capai secara efektif. Pada saat konsumen telah mengunjungi museum Anda, beberapa diantaranya akan menyebarkan pesan melalui media sosial dan meninggalkan sebuah testimoni or review di site Anda. Akan sangat penting untuk membina dan merekomendasikan yang mereka lakukan melalui saluran ini.
Dari penjelasan diatas sudah jelas terlihat bahwa peta perjalanan konsumen memegang peranan penting dalam mencapai tujuan Anda.
Langkah selanjutnya adalah merumuskan rencana promosi, sebagian besar orang berpikir bahwa promosi adalah kegiatan pemasaran/ marketing, namun sebenarnya promosi adalah salah satu bagian dari kegiatan pemasaran secara keseluruhan.
Promosi adalah menyebarkan informasi tentang apa yang Anda lakukan dengan cara yang memikat dan mengesankan sehingga akan selalu diingat oleh konsumen. Perlu diingat bahwa promosi yang dilakukan harus dapat untuk menarik minat target sasaran yang mungkin akan mempunyai kebutuhan dan nilai-nilai yang berbeda. Mari kita simak pembahasannya berikutnya :
(1) Memahami & menentukan jalur pemasaran
Tahukah Anda bahwa menentukan jalur pemasaran bagi produk atau layanan apapun merupakan hal yang utama. Mengapa? Karena, jalur pemasaran adalah ujung tombak terpenting, di mana produk/layanan Anda akan berhubungan langsung dengan konsumen.
Jenis Jalur Pemasaran
Jalur pemasaran ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jalur pemasaran digital dan non digital. Simak penjelasan di bawah ini .
1. Non Digital
Jalur pemasaran non digital menitikberatkan pada proses pendistribusian produk/
layanan dari produsen ke konsumen akhir. Tapi ada banyak tingkatan dalam jalur pemasaran non digital ini. Setiap tingkatannya akan menggambarkan seberapa banyak pelaku bisnis yang terlibat dalam penyaluran produk.
● Tingkat nol adalah jalur pemasaran langsung tanpa perantara dari produsen langsung ke tangan konsumen akhir.
● Tingkat satu adalah jalur pemasaran yang melibatkan dua pelaku bisnis yaitu, produsen dan pengecer.
● Tingkat dua adalah jalur pemasaran yang melibatkan produsen dan dua pelaku bisnis perantara yaitu distributor utama dengan pengecer.
● Tingkat tiga adalah jalur pemasaran yang melibatkan produsen dan tiga pelaku bisnis perantara yaitu distributor utama, kemudian sub distributor, dan terakhir adalah pengecer.
2. Digital
Jalur pemasaran digital adalah suatu cara mendistribusikan atau mengkomunikasikan nilai produk Anda ke konsumen, menggunakan layanan teknologi internet. Tahukah Anda bahwa ternyata jalur pemasaran digital tidak sedikit. Namun, yang paling sering digunakan saat ini adalah sebagai berikut:
● Search Engine Optimization (SEO) adalah suatu cara mengoptimasi website agar mendapatkan peringkat terbaik dan muncul di halaman pertama pencarian. SEO dalam hal ini akan meningkatkan kemungkinan website Anda diklik oleh calon konsumen.
● Social media marketing, dapat digunakan untuk mempromosikan produk dan merek Anda, sehingga meningkatkan brand awareness (kesadaran merek).
● Email marketing, adalah salah satu jalur pemasaran digital dengan cara mengirimkan email ke banyak orang. Email tersebut berisikan informasi produk, dan penawaran promosi, ataupun diskon.
● Video content marketing, merupakan suatu cara memasarkan produk melalui video, yang dapat ditayangkan di Youtube, ataupun platform lainnya.
Menentukan Jalur Pemasaran Yang Tepat
Setelah itu Anda pasti bertanya-tanya bagaimana cara menentukan jalur pemasaran yang tepat? Nah berikut ini adalah beberapa pertimbangan dalam menentukan jalur pemasaran yang tepat.
1. Pertimbangan Menentukan Jalur Pemasaran Non Digital
● Pertimbangan pasar. Yakni untuk mengetahui konsumennya siapa dan berapa jumlah pembeli potensialnya. Apabila hasilnya kecil, maka Anda bisa menggunakan jalur pemasaran tingkat nol.
● Pertimbangan barang. Yaitu mencakup nilai unit, besar, dan berat barang, serta mudah rusak atau tidaknya kondisi barang. Jika mudah rusak, maka Anda tidak bisa menggunakan perantara.
● Pertimbangan perusahaan, yaitu sumber pembelanjaan dan pengawasan jalur pemasaran. Jika bisnis Anda belum terlalu matang, lebih baik menggunakan jalur pemasaran tingkat nol dan tingkat satu.
2. Pertimbangan Menentukan Jalur Pemasaran Digital
● Pastikan target pasar Anda menggunakan jalur pemasaran yang Anda pilih.
● Pastikan Anda memiliki sumber daya dan anggaran untuk tetap eksis menggunakan saluran pemasaran tersebut.
● Pastikan Anda mendapatkan manfaat dari saluran pemasaran yang Anda pilih.
Nah setelah itu, Anda tinggal memilih jalur pemasaran yang sesuai. Hal ini penting, mengingat jalur pemasaran yang tepat, akan mampu membantu Anda dalam memasarkan produk/layanan ke konsumen. Jika tidak berhasil menentukan jalur pemasaran yang tepat, maka Anda akan kesulitan dalam memasarkan museum Anda, yang pada akhirnya dapat berakibat pada gagalnya pemasaran museum Anda. Setiap jalur pemasaran memiliki kelebihan dan kekurangan, tidak ada jalur pemasaran yang salah, yang ada hanyalah tepat atau tidak tepatnya jalur pemasaran yang dipilih, karena kembali lagi dengan karakteristik yang dimiliki oleh target sasaran.
Dibawah ini adalah contoh kelebihan dan kekurangan dari jalur pemasaran yang bisa Anda jadikan pertimbangan sebelum memilih jalur pemasaran yang tepat.
Media Media Sosial
(Facebook, Twitter, Instagram, dll) Print
(Koran, Majalah, Brosur, dll) Kelebihan ● Efisiensi biaya
● Dapat menjangkau khalayak lebih luas
● Dapat menjangkau khalayak seluruh dunia
● Dapat menjangkau target sasaran secara spesifik sesuai dengan karakteristik yang diinginkan
● Mudah untuk menghitung hasil dari investasi biaya yang dikeluarkan selama masa promosi dilakukan
● Dapat menjangkau target sasaran dengan mudah
● Materi yang digunakan dapat disimpan dan digunakan kembali
● Materi terlihat kasat mata, terkadang pemilik museum cukup nyaman dengan print.
● Langsung dapat diakses/
dilihat dengan siapapun
Kelemahan ● Memiliki kendali lebih sedikit untuk hal-hal yang telah disebarluaskan
● Susah menghitung efektifitas sebuah media sosial
● Biaya tinggi
● Susah menghitung hasil
● Leaflet yg kurang bagus akan mengurangi minat konsumen
Dari perbandingan diatas, dapat dilihat bahwa pemilihan jalur pemasaran yang tepat, maka tergantung dengan target sasaran yang ingin dijangkau, tidak ada benar dan salah yang ada hanyalah tepat atau kurang tepat. Selain itu juga tergantung dengan pesan yang ingin disampaikan dan bagaimana cara menyampaikan pesan tersebut. Mungkin saja kita melakukan kombinasi pemakaian beberapa jalur pemasaran, contohnya bisa menggunakan online marketing dengan media sosial atau print dengan word of mouth . Tergantung juga dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pemasaran tersebut.
Setelah membaca langkah-langkah untuk menentukan jalur pemasaran yang tepat, pasti Anda sudah dapat menentukan kira-kira apa jalur pemasaran untuk target sasaran Anda.
Selanjutnya kita akan membahas apa saja alat yang akan kita pakai dan apa yang akan kita sampaikan melalui konten yang kita sajikan kepada target sasaran kita.
(2) Gunakan Alat yang tepat & Konten yang efektif
Alat apa saja yang harus kita gunakan? Setiap jalur pemasaran memiliki alat-alat yang berbeda yang dapat kita gunakan, namun saat ini marilah kita berkonsentrasi dengan online marketing, media sosial dan print.
Online Marketing
Alat terpenting yang digunakan adalah website Anda.
Website yang baik akan menarik target sasaran dan menaikkan pengunjung museum, menaikkan donasi dan menarik relawan untuk ikut bergabung. Sebaliknya website yang kurang baik tidak akan menarik konsumen dan meningkatkan pengunjung museum.
Untuk membuat website tidak harus mahal dan memiliki fitur-fitur canggih yang hanya dapat dimiliki dengan biaya tinggi. Website sederhana dengan fitur dasar-pun dapat berfungsi maksimal.
Dibawah ini ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh website Anda dengan fitur dasar.
- Mudah digunakan (user friendly), mudah untuk menemukan informasi yang diinginkan pengunjung, contohnya : jam berkunjung, harga, fasilitas, dll
- Menarik secara visual, sehingga dapat menarik pengunjung untuk tahu lebih jauh.
Hindari penggunaan teks terlalu banyak dan kecil karena akan melelahkan pengunjung untuk membaca.
- Mudah diakses dan dapat secara optimal diakses dan dilihat melalui ponsel. Riset membuktikan bahwa saat ini 80% pengguna internet di dunia mengakses informasi melalui ponsel.
- Cepat. Dalam artian, jika pengunjung membuka website Anda, gambar dan teks harus dapat terbaca dengan cepat. Anda hanya memiliki 3 detik untuk menarik perhatian pengunjung, jika terlalu lama maka pengunjung akan bosan dan cenderung mengurungkan niat untuk mengakses website Anda.
- Dapat ditemukan dengan mudah. Inilah manfaat menggunakan Search Engine Optimization (SEO)
Media Sosial
Saat ini, terdapat banyak pilihan media sosial yang dapat digunakan. Kembali lagi dengan target sasaran Anda. Di media sosial manakah mereka banyak menghabiskan waktu? Setiap media sosial mempunyai kelebihan dan kekurangan dan keunikan masing-masing.
Sebagian besar tempat hiburan dan tempat rekreasi menggunakan media sosial sebagai pilihan utama untuk membangun hubungan dengan target sasarannya dan membuat mereka untuk selalu terhubung dengan target sasarannya, sehingga target sasaran tidak akan lupa dengan tempat mereka, terlebih disaat pandemi COVID-19 melanda.
Ada beberapa hal mendasar yang perlu Anda ingat jika kita membahas mengenai media sosial.
1. Jika Anda tidak bisa melakukannya dengan baik, maka jangan lakukan. Misalnya jika Anda tidak bisa mengelola Twitter, maka sebaiknya jangan membuat Twitter.
2. Ukur biaya yang Anda akan keluarkan dengan hasil yang akan Anda dapatkan
3. Memiliki banyak akun di berbagai media sosial bukan berarti adalah hal yang baik.
Lebih baik memiliki 1 akun di sebuah media sosial tapi terkelola dengan baik, daripada memiliki akun di semua media sosial tapi tidak terkelola dengan baik.
Buatlah strategi media sosial yang efektif dan efisien. Pertimbangkan hal-hal dibawah ini : - Pikirkan yang Anda ingin capai. Apakah Anda ingin meningkatkan profil, menarik
pengunjung atau merekrut relawan?
- Perhatikan jumlah posting yang ingin Anda lakukan, hindari posting terlalu banyak materi
- Rencanakan pesan yang ingin Anda sampaikan, terlalu banyak pesan yang berbeda akan membingungkan dan tidak akan efektif. Gunakan kalender penjadwalan pesan.
- Ingat untuk selalu menambahkan “kontak” agar pengunjung dapat dengan jelas dapat menghubungi.
- Gunakan gambar yang berkualitas baik dan pertimbangkan juga untuk menggunakan video mengingat lebih dari 70% trafik di media sosial didominasi dengan video.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita menyajikan konten yang tepat dan efektif?
Gunakan strategi konten. Strategi Konten adalah strategi yang membawa tujuan Anda dan menggunakan konten sebagai alat primer untuk mencapai tujuan tersebut. Contohnya, tujuan Anda ingin meningkatkan brand awareness dan meningkatkan pendapatan. Untuk mencapai tujuan ini, Anda akan mengimplementasikan strategi konten yang berfokus pada SEO (Search Engine Optimization) untuk meningkatkan trafik ke website Anda dan meningkatkan trafik kepada produk dan layanan Anda.
Dibawah ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan : 1. Tentukan Tujuan
Dalam merencanakan sebuah konten, sangatlah penting Apa tujuanmu membuat perencanaan konten marketing? Mengapa Anda ingin membuat konten dan rencana konten marketing? Kenali tujuanmu sebelum mulai merencanakan.
2. Tentukan Framework
Untuk mencapai tujuan, ada berbagai tipe konten yang dapat dibuat melalui framework yang kita pilih. Salah salah satunya adalah model Hero, Hub, Hygiene, yang merupakan framework content marketing yang dibuat oleh Google sebagai panduan untuk meningkatkan penggunanya di Youtube. Karena terbukti efektif, banyak bisnis di seluruh dunia mulai mengimplementasikan strategi yang sama. Saat ini, memiliki hanya 1 video iklan tidaklah cukup, Anda harus memberikan alasan pada konsumen-mu untuk loyal kepada produk-mu melalui konten yang Anda sajikan.
Hero Content adalah konten promosi yang terfokus pada brand dengan menyentuh emosi dan disajikan dengan kualitas terbaik. Biasanya hero konten diproduksi 1-3 kali pertahun atau bisa jadi lebih, tergantung dengan skala perusahaan dan besarnya budget yang dimiliki. Video untuk hero konten ini didesain untuk meningkatkan awareness brand dan menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan brand.
Hub Content adalah konten ini adalah konten yang diciptakan untuk membuat orang selalu kembali ke situsAnda. Ini dapat dicapai dengan terus memperbaiki user experience dari website-mu, dan membuatnya sebagai “Hub” untuk selalu terhubung dengan konsumen. Tujuan dari konten hub ini adalah untuk meningkatkan awareness brand, kepercayaan terhadap produk dan juga untuk terus terhubung dengan situs dan channel media sosial bisnis-mu. Contoh video untuk konten Hub : testimoni, vlog, wawancara, video dari influencer, demo produk, dll. Tips untuk membuat konten jenis Hub : Fokus dengan apa yang konsumen perlu lihat untuk percaya dengan produk Anda, Berikan cerita yang menginspirasi, informatif, menarik, relevan dengan kehidupan konsumen dan bagaimana mereka bisa membuat hidup mereka dengan lebih baik, berikan jeda waktu penerbitan konten.
Hygiene Content atau sering disebut sebagai konten “help” atau bantuan. Konten tipe ini menargetkan kata kunci khusus saat mencari konten secara online. Tujuan dari konten tipe ini adalah untuk merangking semua kata kunci populer contohnya dalam dunia museum sehingga akan banyak orang mengakses informasi ke museum Anda.
3. Lakukan Audit untuk Konten. Selalu evaluasi konten dan hasilnya di tahun sebelumnya dengan melakukan audit konten. Temukan apa yang dapat Anda lakukan dengan cara berbeda di tahun mendatang dan tentukan target yang akan dicapai.
Komunikasikan target tersebut dengan anggota tim dan sinkronisasikan dengan target perusahaan secara keseluruhan.
4. Pilih content management system. Pilih sistem dimana Anda dapat menciptakan, mengatur dan memonitor konten atau biasa disebut dengan content management system (CMS). Beberapa bagian penting dari sistem tersebut termasuk dengan pembuatan konten, publikasi konten dan analitik.
5. Brainstorm content ideas. Diskusikan ide-ide konten bersama tim. Ingat untuk selalu melakukan riset terlebih dahulu tentang trend saat ini sebelum memulai brainstorming agar proses brainstorming dapat berlangsung efektif dan efisien.
(3) Mengelola kegiatan pemasaran
Setelah mempelajari langkah-langkah yang telah dibahas, maka sekarang saatnya untuk menyatukan semuanya dan mengelola dengan baik rencana pemasaran Anda. Isi tabel di bawah ini
TABEL RENCANA PEMASARAN
1. Apa tujuan Pemasaran Kita?
(Contoh : meningkatkan jumlah pengunjung? Menarik audiens baru atau meningkatkan reputasi kita di komunitas lokal?)
2. Siapa audiens kita sekarang dan siapa audiens potensial kita?
3. Siapakah Kita? (Apa produk dan layanan kita?)
4. Siapa pesaing kita?
5. Apa yang membuat kita lebih istimewa dibanding pesaing kita?
6. Harga? Berapa biaya masuk? Biaya keanggotaan?
7. Apa promosi yang kita lakukan?
8. Berapa banyak sumber daya dan biaya yang kita miliki?
9. Apa rencana kegiatan selama 1 tahun ke depan?
10. Evaluasi (Bagaimana hasilnya? Apa yang berhasil dan tidak?)
Langkah 6 – Ukur dan Evaluasi
Setelah semua diimplementasikan, lakukan pengukuran dan evaluasi hasilnya. Jika hasil tidak sesuai dengan harapan, segeralah Anda lakukan survey dan dari hasil tersebut lakukan untuk memperbaiki di strategi selanjutnya.