• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Bilangan Kompleks (Bagian Kedua)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sistem Bilangan Kompleks (Bagian Kedua)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Bilangan Kompleks (Bagian Kedua)

Supama

Jurusan Matematika, FMIPA UGM Yogyakarta 55281, INDONESIA

Email:[email protected], [email protected] (Pertemuan Minggu II)

(2)

Outline

1 Penyajian Secara Geometris Modulus

Sekawan/Konjugat

2 Bentuk Kutub

(3)

Penyajian Secara Geometris

Setiap bilangan kompleks dapat dipasangkan dengan tepat satu titik di dalam bidang datar, sebaliknya setiap titik di dalam bidang datar berpasangan dengan tepat satu bilangan kompleks.

Sebagai contoh, bilangan 2 + 3i dapat disajikan dengan titik (2, 3).

Jadi, terdapat korespondensi 1-1 antara sistem bilangan kompleks C dengan bidang datar. Oleh karena itu,

sebarang bilangan kompleks z = x + iy dapat atau sering disajikan sebagai titik (x , y ) atau sebagai vektor posisi dari titik asal ke titik (x , y ).

(4)

Penyajian Secara Geometris

Karena sebarang bilangan kompleks z = x + iy secara geometris dapat dinyatakan sebagai titik (x , y ), maka bidang datar xy seringkali disebut sebagai bidang kompleks atau bidang-z. Sumbu-x dan sumbu-y

masing-masing disebut sebagai sumbu real dan sumbu imajiner.

Diberikan dua bilangan kompleks sebarang z1=x1+iy1 dan z2=x2+iy2. Terkait dengan definisi penjumlahan dua bilangan kompleks, maka z1+z2dapat disajikan dengan titik (x1+x2,y1+y2)atau dapat pula disajikan dengan vektor posisi OA, dengan A(x1+x2,y1+y2). Dengan demikian z1+z2dapat diperoleh dengan cara

menjumlahkan vektor z1dan vektor z2. Demikian pula, vektor z1− z2dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan vektor z1dengan vektor −z2.

(5)

Modulus

Modulus

Modulus atau nilai mutlak bilangan kompleks z = x + iy , ditulis dengan notasi |z|, didefinisikan sebagai

|z| = q

x2+y2 (1)

Mudah ditunjukkan bahwa untuk sebarang z ∈ C,

|z| ≥ 0 dan

|z| = 0 ⇔ z = 0

Secara geometris, |z| dapat diartikan sebagai jarak titik asal ke titik (x , y ), atau panjang vektor posisi z.

Apabila y = 0, maka |z| = |x |, yaitu nilai mutlak di dalam sistem bilangan real R.

(6)

Modulus

Modulus

Untuk dua bilangan kompleks sebarang z1=x1+iy1dan z2=x2+iy2, berlaku:

|z1− z2| = q

(x1− x2)2+ (y1− y2)2

Oleh karena itu, secara geometris |z1− z2| berarti jarak antara titik z1dan titik z2.

Hubungan antara |z|, Re(z), dan Im(z):

|z|2= (Re(z))2+ (Im(z))2 Akibatnya,

Re(z) ≤ |Re(z)| ≤ |z|, Im(z) ≤ |Im(z)| ≤ |z| (2)

(7)

Sekawan/Konjugat

Sekawan

Sekawan (konjugat) bilangan kompleks z = x + iy , ditulis dengan notasi z, didefinisikan sebagai bilangan kompleks x − iy . Jadi

z = x − iy (3)

Dari (16) dapat dilihat bahwa z disajikan oleh titik (x , −y ), yang tidak lain adalah pencerminan titik (x , y ) terhadap sumbu real.

(8)

Sekawan/Konjugat

Sekawan

Theorem

Untuk sebarang z, z1,z2∈ C berlaku:

i. (z) = z dan |z| = |z|,

ii. z1+z2=z1+z2, z1− z2=z1− z2, iii. z1z2=z1z2,

(zz1

2) = zz1

2, z26= 0,

iv. z + z = 2Re(z), z − z = 2iIm(z)

(9)

Sekawan/Konjugat

Sekawan

Untuk sebarang z = x + iy ∈ C,

zz = (x + iy )(x − iy ) = x2+y2= |z|2 (4) Berdasarkan persamaan (17) dapat diberikan cara lain untuk menyatakan zz1

2, yaitu dengan mengalikan pembilang dan penyebut dengan z2.

Sebagai gambaran, perhatikan contoh berikut ini.

Example 2 + i

2 − 3i = 2 + i 2 − 3i

2 + 3i

2 + 3i = 1 + 8i 13 = 1

13 + 8 13i

(10)

Sekawan/Konjugat

Modulus

Berdasarkan (17), mudah diperlihatkan sifat berikut ini.

Theorem

Untuk sebarang z1,z2∈ C berlaku:

i. |z1z2| = |z1||z2|,

|zz1

2| = |z|z1|

2|, z26= 0, ii. Ketaksamaan segitiga:

||z1| − |z2|| ≤ |z1+z2| ≤ |z1| + |z2|,

||z1| − |z2|| ≤ |z1− z2| ≤ |z1| + |z2|.

(11)

Bentuk Kutub

Seperti telah dijelaskan pada pertemuan minggu lalu, bilangan kompleks z = x + iy dapat disajikan dengan titik (x , y ) di dalam bidang-xy .

Sebarang titik tak nol (x , y ), di dalam sistem koordinat kutub, dapat disajikan sebagai (r , θ), dengan r menyatakan jarak titik tersebut ke titik asal dan θ sudut yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan titik tersebut ke titik asal dan garis horisontal, arah berlawanan jarum jam.

(12)

Bentuk Kutub

Karena

x = r cos θ dan y = r sin θ maka z dapat pula dinyatakan sebagai

z = r (cos θ + i sin θ) (5) atau biasa pula ditulis z = r cisθ.

Perhatikan bahwa r =

q

x2+y2= |z|

Jadi, bilangan r merupakan modulus (panjang) bilangan kompleks z. Sedangkan θ disebut argument z, biasa ditulis arg z.

Ruas kanan persamaan (1) disebut bentuk kutub bilangan kompleks z.

(13)

Bentuk Kutub

Telah diterangkan bahwa setiap bilangan kompleks z 6= 0 dapat disajikan dalam bentuk kutub sebagai

z = r (cos θ + sin θ).

Karena r = |z|, maka r tidak diperkenankan bernilai

negatif. Hal ini berbeda dengan penyajian suatu titik dalam sistem koordinat kutub sebagaimana di dalam kalkulus, yang memperbolehkan r negatif.

Sedangkan nilai untuk θ bisa bermacam-macam (tak hingga banyak) nilainya, termasuk negatif.

Perlu diperhatikan bahwa apabila bilangan kompleks z dinyatakan dalam bentuk kutub, maka selalu dimaksudkan z 6= 0, meskipun hal itu tidak dikatakan secara eksplisit.

(14)

Bentuk Kutub

Secara geometris arg z menyatakan sudut yang dibentuk oleh vektor posisi z terhadap sumbu real positif dan diukur dalam radian.

Apabila θ merupakan arg z, maka θ + 2k π, k ∈ Z, juga merupakan arg z. Jadi, arg z bernilai tidak tunggal.

Untuk z = 0, arg z tidak didefinisikan. Sedangkan untuk z 6= 0, nilai arg z dapat ditentukan dengan rumus

θ =arctan(y

x) , x 6= 0 (6)

atau

θ =arcsin(y

r) =arccos(x

r) (7)

Apabila menggunakan rumus (2), maka kuadran yang memuat z harus diperhatikan.

(15)

Bentuk Kutub

Telah diterangkan di depan bahwa nilai arg z tidak tunggak.

Suatu nilai arg z yang memenuhi −π < arg z ≤ π disebut nilai utama (principal value) arg z, ditulis dengan notasi Arg z. Dalam hal ini, nilai Argz tunggal.

Perhatikan contoh berikut.

Example

Untuk bilangan kompleks z = −1 − i√ 3, arg z = 4π

3 +2k π, k ∈ Z tetapi

Arg z = −2π 3

(16)

Bentuk Kutub

Diberikan dua bilangan kompleks sebarang:

z1=r1(cos θ1+i sin θ1) dan z2=r2(cos θ2+i sin θ2) maka diperoleh

z1z2 = r1(cos θ1+i sin θ1)r2(cos θ2+i sin θ2)

= r1r2(cos θ1+i sin θ1)(cos θ2+i sin θ2)

= r1r2{(cos θ1cos θ2− sin θ1sin θ2) + i(sin θ1cos θ2+cos θ1sin θ2)}

= r1r2(cos(θ1+ θ2) +i sin(θ1+ θ2))

(17)

Bentuk Kutub

Jadi,

z1z2=r1r2(cos(θ1+ θ2) +i sin(θ1+ θ2)) (8) Dengan demikian diperoleh suatu persamaan

arg z1z2=arg z1+arg z2 (9)

(18)

Perhatikan bahwa persamaan (5) harus dipahami demikian:

Apabila θ1dan θ2masing-masing adalah nilai arg z1dan arg z2, maka berdasarkan persamaan (5), θ1+ θ2 merupakan suatu nilai arg z1z2.

Sebaliknya, jika diberikan sebarang nilai arg z1dan nilai arg z1z2, misalkan masing-masing adalah

arg z1 = θ1+2k π, n ∈ Z, dan arg z1z2 = (θ1+ θ2) +2nπ, n ∈ Z, karena

1+ θ2) +2nπ = (θ1+2k π) + (θ2+2(n − k )π), maka persamaan (5) akan dipenuhi apabila nilai arg z2= θ2+2(n − k )π.

Jadi, sebarang arg z1z2sama dengan suatu arg z1 ditambah suatu arg z2.

(19)

Bentuk Kutub

Perlu diperhatikan bahwa sebarang arg z1z2tidak sama dengan sebarang arg z1ditambah sebarang arg z2. Demikian pula, Arg z1z2belum tentu sama dengan Arg z1 ditambah Arg z2.

Perhatikan contoh berikut ini.

Example

Diberikan z1= −1 dan z2= −1 + i√

3, maka z1z2=1 − i√ 3.

Berturut-turut diperoleh:

arg z1 = π +2k π, k ∈ Z, Arg z1= π arg z2 = 2π

3 +2k π, k ∈ Z, Arg z2= 2π 3 , arg z1z2 = −π

3 +2k π, k ∈ Z, Arg z1z2= −π 3.

(20)

Diberikan sebarang bilangan kompleks tak nol

z = r (cos θ + i sin θ), maka mudah ditunjukkan bahwa 1

z = 1

r(cos(−θ) + i sin(−θ)) (10) Demikian pula

z = r (cos(−θ) + i sin(−θ)) (11) Selanjutnya, berdasarkan persamaan (4) dan (6), maka untuk dua bilangan kompleks sebarang:

z1=r1(cos θ1+i sin θ1) dan z2=r2(cos θ2+i sin θ2) berlaku

z1 z2 = (r1

r2)(cos(θ1− θ2) +i sin(θ1− θ2)) (12) Jadi, seperti halnya pada persamaan (5) dapat dikatakan bahwa sebarang arg(zz1

2)sama dengan suatu arg z1 dikurangi suatu arg z2.

(21)

Bentuk Kutub

Apabila diberikan zk =rk(cos θk +i sin θk), k = 1, 2, . . . , n, maka secara induktif dapat ditunjukkan

z1z2. . .zn = r1r2. . .rn(cos(θ1+ θ2+ . . . + θn) +

i sin(θ1+ θ2+ . . . + θn)) (8a) Apabila pada persamaan di atas, zk =z = (cos θ + i sin θ), k = 1, 2, . . . , n, maka diperoleh

zn= (cos θ + i sin θ)n= (cos nθ + i sin nθ) (13) Selanjutnya, berdasarkan (6) dan (8a), maka untuk n ∈ N diperoleh

z−n= 1

zn = 1

(cos nθ + i sin nθ) =cos(−n)θ + i sin(−n)θ

(22)

Bentuk Kutub

Dari persamaan (9), kita mempunyai

(cos θ + i sin θ)n = (cos nθ + i sin nθ) (14) untuk setiap n ∈ Z.

Persamaan (10) di atas dikenal dengan nama rumus De Moivre.

Dengan rumus De Moivre, kita dapat menyelesaikan beberapa persoalan di dalam sistem kompleks dengan sederhana.

Example

Tentukan Re(z) dan Im(z) jika diketahui z = (1−i

3)2 (1+i

3)6(1+i)6.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah proses pengiriman surat pengajuan cuti ke bagian personalia di setujui dan ditanda tangani oleh Kepala Bagian Personalia, maka pihak dari bagian

Kelebihan penggunaan teknik kutur jaringan tanaman diantaranya: kualitas bibit yang dihasilkan lebih baik; efisiensi dalam jumlah bibit yang dihasilkan terhadap waktu;

Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa pembelaan terpaksa yang melampaui batas, meski merugikan orang lain dan tidak dapat mengilangkan sifat melanggar hukumnya,

Untuk kompetensi pedagogik yang mencakup sepuluh indikator yaitu memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan

yang dapat membenarkan sating integrasi dan pcngkongsian data yang agak kerap digunakan pada masa sekarang. Dengan mengguanakan pemacu OD untuk Acee , data-data

Buku ini adalah buku pertama dalam serial buku- Buku ini adalah buku pertama dalam serial buku- buku “Berkas Cahaya Kesadaran”. Seperti juga buku “Berkas Cahaya

Kemampuan komunikasi, pengetahuan, dan wawasan yang luas serta bekerja secara tim sangat membantu seorang desainer game yang berperan dalam menjembatani antara dunia