Provinsi Aceh Aceh Province
Indonesia
Governors’ Climate & Forests Task Force
Kata pengantar Gubernur Aceh – DR Abdullah Zaini Aceh Governor Preface - DR Abdullah Zaini
Assalamu Alaikum Warahmatullah Wa Barakatuh
Segala puji bagi Allah SWT. Kita patut bersyukur, karena atas rahmat dan karunia-Nya, booklet yang berisi rangkuman kondisi hutan dan strategi Provinsi Aceh terkait REDD+
dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Penyusun booklet ini yang berupaya menuntaskan dokumen ini dalam waktu terbatas.
Terima kasih juga saya ucapkan buat Satuan Tugas (Satgas)
REDD+ dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang telah memberikan dukungan teknis, serta UNDP (United Nation for Develop- ment Program) yang mendukung dari sisi pendanaan.
Dokumen SRAP REDD+ini disusun sebagai gambaran mengenai peta jalan (road map) untuk mengurangi emisi karbon yang disebabkan turunnya kualitas hutan di Aceh. Kami menargetkan penurunan angka emisi secara signifikan.
Tanah Nangroe Aceh Darussalam memiliki hutan seluas 3,18 juta hektar berdasarkan data tahun 2009. Luas itu menyusut 160 ribu hektar dibandingkan data tahun 2006. Deforestasi terjadi karena buruknya pengelolaan konsesi izin usaha pemanfaatan hutan dan maraknya pembalakan liar. Hutan Aceh juga terdegradasi akibat penebangan kayu, pembukaan lahan lahan untuk perkebunan, dan kebakaran. Deforestasi dan degradasi tak hanya menurunkan ketersediaan udara bersih, tapi juga menjauhkan masyarakat di dan sekitar hutan dari sumber penghidupannya.
Kita perlu mencegah agar deforestasi dan degradasi hutan Aceh tidak membengkak angkanya. Upaya ini ditem- puh Pemerintah Provinsi Aceh dengan mengkoordinasikan Bappeda, Bapedal, Dinas Kehutanan, serta Badan Pelayanan Perizinan Terpadu. Selanjutnya, Pemprov Aceh menggandeng lembaga swadaya masyarakat seperti Fauna & Flora International, Transparency International Indonesia untuk mengefektifkan upaya penurunan emisi. Tak lupa, kami juga mengajak Jaringan Komunitas Adat Aceh untuk melestarikan hutan Aceh dengan pendekatan kearifan lokal.
Upaya pengurangan emisi jelas bukan pekerjaan mudah. Namun, dengan adanya dokumen ini, setidaknya kita tahu medan yang kita lalui dalam berjuang. Kita juga bisa memahami strategi apa yang bisa dilakukan secara bersama-sama untuk mengejar target di atas. Dokumen ini ibarat pepatah Tajak beutroh takalon beudeuh, beek rugo meuh saket hateh: pergi sampai ke batas, melihat harus jelas. Jangan sampai rugi mas sakit hati.
Marilah kita lakukan sesuatu dengan rencana yang jelas agar tak menyesal di kemudian hari.
Wassalamu Alaikum Warahmatullah Wa Barakatuh
Aceh dengan luas kurang lebih 5.7 juta hektar sampai tahun 2009 masih memiliki tutupan hutan seluas 3,2 juta ha atau 56 % dari luas wilayahnya. Hutan Aceh memiliki karakteristik berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya secara biofisik, struktur pe- nyusun, fungsi maupun peruntukannya yang seba- gian besar dipengaruhi faktor faktor edafis maupun klimatis.
Wilayah pesisir Aceh merupakan wilayah dataran rendah yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan memiliki wilayah hutan yang tidak begitu luas. Sedangkan sebagian besar wilayah dataran tinggi Aceh merupakan areal hutan yang sangat luas yang terbentang dari wilayah ekosistem Ulu Masen di bagian utara dan barat meliputi 18 6 kabupaten serta wilayah Ekosistem Leuser di bagian selatan, tengah dan tenggara Aceh meliputi 13 kabupaten/kota Fakta saat ini kondisi hutan Aceh sudah pada posisi yang memerlukan perhatian secara serius, hal ini da- pat dilihat dari trend kehilangan tutupan hutan yang dipantau oleh berbagai pihak, serta jika didasarkan atas beberapa indikator lainnya seperti intensitas banjir dan longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta konflik kepentingan di sektor kehutanan yang terus
Aceh dengan luas kurang lebih 5.7 juta hektar sampai tahun 2009 masih memiliki tutupan hutan seluas 3,2 juta ha atau 56 % dari luas wilayahnya.
Hutan Aceh memiliki karakteristik berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya secara biofisik, struktur penyusun, fungsi maupun peruntukannya yang sebagian besar dipengaruhi faktor faktor edafis maupun klimatis.
Wilayah pesisir Aceh merupakan wilayah dataran rendah yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan memiliki wilayah hutan yang tidak begitu luas. Sedangkan sebagian besar wilayah dataran tinggi Aceh merupakan areal hutan yang sangat luas yang terbentang dari wilayah ekosistem Ulu Masen di bagian utara dan barat meliputi 18 6 kabupaten serta wilayah Ekosistem Leuser di bagian selatan, tengah dan tenggara Aceh meliputi 13 kabupaten/kota Fakta saat ini kondisi hutan Aceh sudah pada posisi yang memerlukan perhatian secara serius, hal ini da- pat dilihat dari trend kehilangan tutupan hutan yang dipantau oleh berbagai pihak, serta jika didasarkan atas beberapa indikator lainnya seperti intensitas banjir dan longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta konflik kepentingan di sektor kehutanan yang terus
Overview
meningkat.
Selanjutnya, melalui REDD+, akan dijadikan acuan untuk memastikan bahwa implementasi REDD+
dapat mengatasi penyebab mendasar dari deforestasi dan degradasi hutan dan lahan gambut di Aceh serta menjamin pencapaian target-target penurunan emisi.
Pada dokumen ini akan dipaparkan infor masi berupa infografis yang menggambarkan :
1. Kondisi Hutan di Aceh
2. Perhitungan Karbon pada Hutan Aceh 3. Strategi REDD+ Pemerintah Daerah
Overview
meningkat.
Selanjutnya, melalui REDD+, akan dijadikan acuan untuk memastikan bahwa implementasi REDD+ da- pat mengatasi penyebab mendasar dari deforestasi dan degradasi hutan dan lahan gambut di Aceh serta menjamin pencapaian target-target penurunan emisi.
Pada dokumen ini akan dipaparkan infor masi berupa infografis yang menggambarkan :
1. Kondisi Hutan di Aceh
2. Perhitungan Karbon pada Hutan Aceh 3. Strategi REDD+ Pemerintah Daerah
0.40
Peta posisi wilayah Aceh
Demographics
Economy
GDP Breakdown
5.677.080
ha4.494.410 1.89
%IDR
85.54
trillion IDR17,466,000
2.95
%Luas Indonesia
Luas Wilayah
Population of State/Province of National Population
State/Province GDP Per Capita Income
Demographics
Pertanian Perdagangan, Hotel dan Restoran Pertambangan dan Penggalian Jasa-jasa Pengangkutan dan Komunikasi Bangunan & Konstruksi Industri pengolahan Keuangan, Persewaan dan jasa Perusahaan Listrik dan air bersih
23.86 13.71
9.96 9.85 9.37 8.61 7.54 2.25
Kondisi Hutan / Forest Condition
Luas Tutupan Hutan / Forest Cover
Deforestasi Hutan
Degradasi Hutan
Penyebab Utama Deforestasi Main Deforestation Drivers
Penyebab Utama Degradasi Main Degradation Drivers
Luas Tutupan Hutan / Forest Cover Luas Tutupan Hutan / Forest Cover
1. Buruknya pengelolaan dan kinerja
pengoperasian konsesi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam
2. illegal logging
1. Penebangan kayu (illegal logging), pembukaan lahan untuk perkebunan, pertambangan serta kebakaran hutan 2. Pertambangan 3. Kebakaran
4. Pembukaan lahan untuk perkebunan
1. Penebangan kayu (illegal logging), pembukaan lahan untuk perkebunan, pertambangan serta kebakaran hutan 2. Pertambangan 3. Kebakaran
4. Pembukaan lahan untuk perkebunan
1. Buruknya pengelolaan dan kinerja
pengoperasian konsesi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam
2. illegal logging
Laju Deforestasi / Deforestation Rate
Laju Degradasi / Degradation Rate
58.8
%Deforestasi/Deforestation
Luas Wilayah
Land Cover Luas Wilayah
Land Cover
56.1
%3.18 3.34
32
35 1.60%
0.0002 %
35,7
3.9
per tahun
per tahun
per year
per year
0.16
18.5
Tahun 2006 / Year 2006 Tahun 2009 / Year 2009
juta ha million ha
juta ha million ha
juta ha million ha ribu ha/tahun
thousand ha/year
ributhousand
ribumillion
ribu ha/tahun thousand ha/yr
juta ha million ha Luas Tutupan Hutan
Forest Cover Luas Tutupan Hutan
Forest Cover
Forest Deforestation
Forest Degradation 2009-2009
2006-2009
lapangan sepak bola football field
lapangan sepak bola football field
Kondisi Hutan / Forest Condition
Tipe Vegetasi Utama / The main vegetation types
37.3
%60.8
%1.9
%Hutan Primer
Primary forest Hutan Sekunder Logged over forest juta ha
million ha juta ha
million ha
1.19 1.93
Hutan Tanaman Plantations ribu ha thousand ha
0.06
Kondisi Hutan / Forest Condition
Manajemen Hutan / Forest Management
Hutan Lindung Protected orest
Hutan Produksi Production Forest
Area Penggunaan LainOther Area Hutan Produksi terbatas
Limited Production Forest
Hutan Konservasi Conservation Area
juta ha million ha
juta ha million ha
juta ha million ha
juta ha million ha
juta ha million ha
0.8
1.6
0.03
0.4
0.4
24.5
%51.2
%0.8
%11.7
%
11.8
%
Perhitungan Karbon / Carbon Accounting
Stok Karbon/Carbon Stock Rata-rata Stok Karbon/Average Carbon Stock
juta tC million tC
Stok Karbon (ton/ha) berdasarkan Tipe Vegetasi Carbon Stock (tonnes / ha) by vegetation type:
C C
C
186,5
tC/ha C594
C C
C C C
C
C
Rata-rata Stok Karbon (ton/ha) berdasarkan Tipe Vegetasi Average Carbon Stock (tonnes / ha) by vegetation type:
juta tC? ?
juta tC
juta tC? ?
juta tC ?
juta tC ?
juta tC
juta tC?
? ? ? ? ? ? ?
Hutan Lahan Kering Sekunder Secondary dry forest
Hutan Mangrove Primer Primary mangrove forest
Hutan Mangrove Sekunder Secondary mangrove forest
Hutan Rawa Primer
Primary swamp forest
Hutan Rawa Sekunder
Secondary swamp forest
Hutan Tanaman Plantations Hutan lahan
Kering Primer Primary dry forest
Target Penurunan Emisi / Emission reduction targets
41
%Tahun
Dengan upaya sendiri
On their own Dengan bantuan pihak lain With the help of others
26
%41,91
%BAU
600.000
500.000
400.000
300.000
200.000
100.000
2010 2015 2020
Thousands
Kebijakan dan Peraturan Kebijakan dan Peraturan
STRATEGI REDD/REDD Strategic
Kebijakan dan Peraturan
Gubernur Aceh telah mengeluarkan kebijakan-kebija- kan yang terkait REDD+, diantaranya:
Kebijakan dan Peraturan
Gubernur Kalimantan Barat telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang terkait REDD+, diantaranya:
1 1
2 2
3 3
4 5 6 7 8
4 5 6 7 8
Instruksi Gubernur Nomor 5/INSTR/2007 tentang Moratorium Logging (Penghentian Sementara Penebangan Hutan di Nang- groe Aceh Darussalam).
Surat Keputusan Gubernur Nomor 522.1/534/2007 tentang Pembentukan Tim Penyusun Rencana Strategis Pengelo- laan Hutan Aceh.
Surat Keputusan Gubernur Nomor 522/372/2009 tentang Pencadangan La- han Untuk Kawasan Strategis Ulu Masen sebagai Areal Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan degradasi Hutan.
Peraturan Gubernur Nomor 85 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Pe- nurunan Emisi Gas Rumah Kaca Provinsi Aceh (Sumber: Bappeda Aceh).
Surat Keputusan Gubernur Nomor 050/717/2012 tentang Pembentukan Tim Task Force REDD+ Aceh (Sumber:
Bappeda Aceh).
Surat Keputusan Gubernur Nomor 050/717/2012 tentang Pembentukan Tim Task Force REDD+ Aceh (Sumber:
Bappeda Aceh).
Peraturan Gubernur Nomor 20 tahun 2013 tentang Pembentukan Unit Pelak- sana Teknis pada Dinas Kehutanan (Sum- ber: Dinas Kehutanan Aceh).
Surat Keputusan Kepala Bappeda Aceh, tentang Tim Penyusunan Rencana Aksi Provinsi REDD + Aceh, No. 050/413.b/
P2SP/IV/2013 (sumber Bappeda Aceh)
Instruksi Gubernur Nomor 5/INSTR/2007 tentang Moratorium Logging (Penghentian Sementara Penebangan Hutan di Nang- groe Aceh Darussalam).
Surat Keputusan Gubernur Nomor 522.1/534/2007 tentang Pembentukan Tim Penyusun Rencana Strategis Pengelo- laan Hutan Aceh.
Surat Keputusan Gubernur Nomor 522/372/2009 tentang Pencadangan La- han Untuk Kawasan Strategis Ulu Masen sebagai Areal Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan degradasi Hutan.
Peraturan Gubernur Nomor 85 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Pe- nurunan Emisi Gas Rumah Kaca Provinsi Aceh (Sumber: Bappeda Aceh).
Surat Keputusan Gubernur Nomor 050/717/2012 tentang Pembentukan Tim Task Force REDD+ Aceh (Sumber:
Bappeda Aceh).
Surat Keputusan Gubernur Nomor 050/717/2012 tentang Pembentukan Tim Task Force REDD+ Aceh (Sumber:
Bappeda Aceh).
Peraturan Gubernur Nomor 20 tahun 2013 tentang Pembentukan Unit Pelak- sana Teknis pada Dinas Kehutanan (Sum- ber: Dinas Kehutanan Aceh).
Surat Keputusan Kepala Bappeda Aceh, tentang Tim Penyusunan Rencana Aksi Provinsi REDD + Aceh, No. 050/413.b/
P2SP/IV/2013 (sumber Bappeda Aceh)
PROGRAM-PROGRAM LAINNYA PROGRAM-PROGRAM LAINNYA Keterlibatan Pemangku Kepentingan Keterlibatan Pemangku Kepentingan Proses pengembangan REDD+ Aceh masih dalam
fase penyusunan Strategi Daerah atau Strategi dan Rencana Aksi Provinsi (SRAP) REDD+ Aceh.
Proses pengembangan REDD+ Aceh masih dalam fase penyusunan Strategi Daerah atau Strategi dan Rencana Aksi Provinsi (SRAP) REDD+ Aceh.
Kerangka Institusi Kerangka Institusi
Pemerintah: Bappeda Aceh, Bapedal Aceh, Dinas Kehutanan Aceh, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu;
NGO: Fauna & Flora International, Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh, Transparancy International Indonesia
Pemerintah: Bappeda Aceh, Bapedal Aceh, Dinas Kehutanan Aceh, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu; NGO: Fauna & Flora International, Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh, Transparancy International Indonesia