• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK KULIT BUAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK KULIT BUAH"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK KULIT BUAH Lansium domesticum Corr. VARIETAS DUKU SUMBER DARI

DESA TENGGELES KUDUS JAWA TENGAH SEBAGAI ANTIJAMUR Candida albicans

SKRIPSI

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 pada Program Studi Biologi

disusun oleh:

Imalatun Ni’mah 12640023

PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2016

(2)

ii

PENGESAHAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR

Skripsi yang berjudul:

Uji Efektifitas Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber dari Desa Tenggeles Kudus Jawa Tengah sebagai Antijamur

Candida albicans

Telah dipertahankan (munaqosyah) dihadapan sidang dewan penguji pada:

Hari :

Tanggal :

Waktu :

Oleh Nama : Imalatun Ni’mah

NIM : 12640023

Dewan Penguji Skripsi

Ketua sidang: Ika Nugraheni A.M., M.Si. NIP.198002072009122002 ( )

Penguji I : Erny Qurotul Ainy, M.Si. NIP.197912172009012004 ( )

Penguji II : NIP. ( )

Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Fakultas Sains dan Teknologi

Dekan

Dr. Hj. Maizer Said Nahdi, M.Si NIP. 19550427 198403 2 001

(3)

iii

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR

1

(4)

iv

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR

(5)

v

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

78 Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Imalatun Ni’mah NIM : 12640023

Prodi/Smt : Biologi/VIII

Fakultas : Sains dan Teknologi

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Yogyakarta, 02 Juni 2016 Yang Menyatakan,

Imalatun Ni’mah

NIM. 12640023

(6)

vi

HALAMAN PERSEMBAHAN

Tugas akhir ini dipersembahkan kepada orang-orang yang senantiasa mendukung, membantu serta mendo’akan penulis. Terutama mereka yang telah mencurahkan dengan ikhlas kasih sayang dan seluruh ilmunya untuk penulis, mereka adalah :

1. Papah dan Ibu, orang tua yang tidak kenal lelah bekerja keras demi putra putrinya, senantiasa mendoakan dan memberikan nasihat pada penulis 2. Ain, adik tercinta yang pendiam namun darinya, penulis dapatkan

pelajaran sebagai anak berbakti kepada orang tua yang sesungguhnya 3. Seluruh keluarga besar, Mbah Upi, Lek-lekku, Om-omku, Sepupu-

sepupuku tersayang yang menjadikan penulis sebagai bagian dari kehangatan keluaga kalian

4. Ibu Ika dan Ibu Erni, berkat bimbingan dan kesabaran kalian, penulis dapat menyelesaikan kewajiban diperkuliahan dengan baik

5. Mbak Ethik, dengan senyum dan sabarnya yang mengajarkan penulis lebih memahami dunia penelitian di laboratorium

6. Dosen-dosen, PLP serta staf Prodi Biologi yang memberikan ilmu dan membantu kelancaran penulis selama menempuh jenjang perkuliahan 7. Sahabat-sahabatku, Mbak Ana, Mbak Qia, Nana, Shoffa, Iah, Adi, Mas

Imam, Oppa, dan Khoirul. Canda tawa, gundah tangis, rankaian mimpi berharga bersama “Private” yang tidak mungkin terlupakan

8. Keluarga Ponpes Al-Munawwir Komplek Q, khususnya anak-anak 4E yang membiarkan penulis singgah sejenak untuk ikut merasakan kedamaian bersama kalian.

(7)

vii

HALAMAN MOTTO

“Nothing is Impossible”

“Potensi x Ikhtiar = Prestasi”

(K.H. Ma’shum AK)

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya kepada penulis sehingga pada kesempatan kali ini, penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir strata satu. Shalawat serta salam senantiasa penulis berikan kepada junjungan besar Nabi Agung Muhammad SAW, keluarga serta sahabatnya dengan harapan semoga mendapat syafa’atnya kelak di hari kiamat.

Beberapa kesulitan dan hambatan mengiringi proses penulisan laporan tugas akhir ini. Berkat bantuan berbagai pihak, penulis dapat menyelasaikan laporan ini dengan baik. Oleh karena itu ucapan terimakasih, penulis haturkan kepada:

1. Dr. Meizer Said Nahdi, M.Si. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

2. Ibu Ika Nugraheni Ari Martiwi, M.Si. selaku dosen pembimbing 1 yang senantiasa menyisihkan waktunya untuk membimbing dan memberikan ilmunya dalam penulisan laporan tugas akhir ini

3. Ibu Erny Qurotul Ainy, M.Si. selaku dosen pembimbing 2 yang selalu mengarahkan dan memberikan masukan-masukan membangun demi penyelesaian penulisan laporan tugas akhir ini.

4. Bapak Utomo dan Ibu Noor Khasanah, orang tua yang tidak ada hentinya mengalirkan semangat serta doa restu untuk kelancaran proses penulisan tugas akhir, dari awal hingga akhir

5. Keluarga dan kerabat dekat yang senantiasa memberikan dukungan dan nasihat positifnya.

6. Ibu Ethik Susiawati, selaku PLP yang selalu sabar mengajarkan segala hal yang penulis butuhkan selama proses penelitian.

7. Sahabat kesepuluhan “Private” yang tidak pernah meninggalkan dan selalu mendampingi di segala situasi dalam pengerjaan tugas akhir ini.

(9)

ix

8. Teman-teman Biologi angkatan 2012 yang kebersamaan dan canda tawanya selalu dirindukan

9. Seluruh pihak yang telah membantu dengan bermacam-macam bentuk yang tidak dapat tersebutkan satu persatu

Penulis menyadari dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki sehingga masih ada kekurangan dan ketidaksempurnaan baik materi maupun cara penulisan dalam penulisannya. Oleh karena itu, dengan rendah hati penulis menerima segala usulan, kritik maupun saran guna penyempurnaan laporan tugas akhir ini. Penulis juga berharap laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi perkembangan pengetahuan di Indonesia yang lebih baik.

Yogyakarta, Juni 2016 Penulis

(10)

x

Uji Efektifitas Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber dari Desa Tenggeles Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah

sebagai Antijamur Candida albicans Imalatun Ni’mah

12640023

Abstrak

Wilayah tropis seperti Negara Indonesia mempunyai tingkat kelembaban yang cocok untuk pertumbuhan berbagai jenis mikroorganisme, salah satunya Candida albicans. Candida albicans dapat menyebabkan penyakit serius yaitu kandidiasis. Permasalahan selanjutnya adalah resistensi Candida albicans terhadap pengobatan secara medis. Kulit buah duku Lansium domesticum Corr.

varietas duku sumber yang berasal dari Desa Tenggeles Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antijamur Candida albicans. Uji antijamur ekstrak kulit buah Lansium domesticum Corr. varietas duku sumber dilakukan dengan lima variasi pelarut dan tiga variasi konsentrasi ekstrak. Hasil uji antijamur menunjukkan diameter terbesar berdasarkan jenis pelarut didapatkan dari ekstrak butanol sebesar 2,53 cm. Diameter zona bening terbesar berdasarkan konsentrasi ekstrak ditunjukkan oleh konsentrasi ekstrak 25% (b/v) sebesar 1,36 cm. Adapun diameter zona bening terbesar berdasarkan jenis pelarut dan konsentrasi ekstrak adalah ekstrak n-heksana 25% (b/v) sebesar 1,72 cm. Ekstrak kulit buah Lansium domesticum Corr. varietas duku sumber yang berasal dari Desa Tenggeles berpotensi sebagai antijamur Candida albicans meskipun daya hambatnya masih berbeda nyata di bawah miconazole 5% sebagai kontrol positif.

Pengujian secara kualitatif kandungan senyawa metabolit sekunder kulit buah Lansium domesticum Corr. varietas duku sumber menunjukkan ekstrak metanol, butanol, etil asetat, dan n-heksana mengandung senyawa flavonoid, saponin, terpenoid, dan alkaloid. Adapun ekstrak kloroform hanya mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, dan alkaloid.

Kata kunci: Antijamur, Candida albicans, Desa Tenggeles, Lansium domesticum Corr. varietas duku sumber, senyawa metabolit sekunder

(11)

xi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PENGESAHAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR ... ii

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR PEMBIMBING I ... iii

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR PEMBIMBING II ... iv

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii

HALAMAN MOTTO ... viiii

KATA PENGANTAR ... viiiii

ABSTRAK ... xx

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiiiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II ... 7

TINJAUAN PUSTAKA ... 7

A. Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber Desa Tenggeles Kudus ... 7

B. Senyawa Metabolit Sekunder Lansium domesticum Corr. yang Berperan sebagai Antijamur ... 9

C. Candida albicans ... Error! Bookmark not defined. D. Miconazole sebagai salah satu Obat Kandidiasis ... Error! Bookmark not defined. BAB III ... 20

METODE PENELITIAN ... 20

A. Waktu dan Tempat Penelitian ... 20

(12)

xii

B. Alat Penelitian ... 20

C. Bahan Penelitian... 20

D. Cara Kerja ... Error! Bookmark not defined. BAB IV ... Error! Bookmark not defined. HASIL DAN PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not defined. A. Crude Extract Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber ... Error! Bookmark not defined. B. Jumlah Sel Candida albicans ... Error! Bookmark not defined. C. Uji Antijamur Candida albicans dari Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber ... Error! Bookmark not defined. D. Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber ... 36

BAB V ... 42

PENUTUP ... 42

A. Kesimpulan ... 42

B. Saran ... 42

DAFTAR PUSTAKA ... 44

LAMPIRAN ... 499

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Perhitungan Statistik Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber sebagai Antijamur Candida albicans menggunakan Metode Analisa Two-Way ANOVA ... 35 Tabel 2. Uji Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder pada Crude Extract

Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber

yang Berpotensi sebagai Antijamur Candida albicans ... 36

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Umum Kelompok Utama Senyawa Flavonoid ... 12

Gambar 2. Struktur Isoprena Penyusun Utama Senyawa Terpenoid ... 13

Gambar 3. Contoh Senyawa Saponin (dari kiri: Asam Glisirizinat dan Ginsenosida) ... 14

Gambar 4. Struktur Beberapa Alkaloid Umum... 15

Gambar 5. Morfologi Candida albicans secara Mikroskopis ... 17

Gambar 6. Struktur Kimia Miconazole ... 19

Gambar 7. Skema Pengujian Aktivitas Antijamur ... 23

Gambar 8. Persentase Perolehan Crude Extract Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber dengan Lima Pelarut yang Bervariasi ... 25

Gambar 9. Diameter Zona Bening Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber pada Variasi Jenis Pelarut Ekstrak Dibandingkan dengan Kontrol Negatif (–) dan Kontrol Positif (+) ... 29

Gambar 10. Diameter Zona Bening Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber pada Variasi Konsentrasi Ekstrak Dibandingkan dengan Kontrol Negatif (–) dan Kontrol Positif (+) ... 29

Gambar 11. Diameter Zona Bening Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber pada Variasi Pelarut dan Konsentrasi Dibandingkan dengan Kontrol Negatif (-) dan Kontrol Positif (+) ... 33

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil Diamater Zona Bening dari Uji Antijamur Candida albicans dengan Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum

Corr. Varietas Duku Sumber ... 49 Lampiran 2. Foto Hasil Uji Antijamur Candida albicans oleh Ekstrak Kulit

Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber ... 50 Lampiran 3. Foto Uji Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Kulit

Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber ... 51 Lampiran 4. Foto Crude Extract Kulit Buah Duku Lansium domesticum

Corr. Varietas Duku Sumber ... 52 Lampiran 5. Hasil Penimbangan Crude Extract Kulit Buah Lansium

domesticum Corr. Varietas Duku Sumber dengan Perbandingan Kulit Buah dan Pelarut sebesar 1:6 (b/v) ... 53 Lampiran 6. Simplisia Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas

Duku Sumber ... 53 Lampiran 7. Hasil Perhitungan Pertumbuhan Candida albicans pada

Umur 24 Jam Menggunakan Metode Spektrofotometri ... 54

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagian besar mikroorganisme yang ditemukan dalam air, tanah, bahan-bahan yang sedang membusuk, maupun kebanyakan patogen, suhu kardinalnya berada antara 10o-45oC (Irianto, 2012). Rentang suhu tersebut dimiliki oleh wilayah tropis seperti Indonesia. Arifin (2006) memaparkan kelembaban di wilayah tropis juga berperan dalam pertumbuhan mikroorganisme, salah satunya cendawan yang bersifat patogen, seperti Candida albicans.

C. albicans secara alami hidup di tubuh manusia (Irianto, 2012). Akan tetapi ketika overgrowth, cendawan yang termasuk dalam kelompok Ascomycetes (Benade et.al., 2016) ini, dapat menimbulkan penyakit serius bagi manusia yang biasa dikenal sebagai penyakit kandidiasis (Pappas et al., 2008). Kandidiasis berupa infeksi mikosis superfisial dan internal, serta saluran gastrointestinal (Ellis et al., 2007). Selain itu, C. albicans juga menyebabkan infeksi saluran darah dalam rongga mulut pasien yang mengalami penurunan daya imun (Kamble, 2012).

Menurut Kamble (2012), jumlah penderita penyakit kandidiasis mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini sinergis dengan peningkatan resistensi C. albicans terhadap antijamur sintetis (Khan et al., 2009). Center for

(17)

2

Disease Control and Prevention U.S. (2013) menyatakan peningkatan resisten C. albicans terhadap agen antijamur seperti golongan azole telah dimulai saat pengobatan pertama maupun kedua. Tingginya tingkat resistensi terhadap antijamur dapat diestimasikan setiap tahunnya. Tercatat 220 kasus kematian terjadi akibat resistensi antijamur dan 46000 orang akan terinfeksi kandidiasis (CDC, 2013).

Mekanisme resistensi C. albicans dapat secara selular, biokimiawi, dan molekuler. Secara selular, C. albicans dapat mengalami resistensi antifungal azole melalui pembentukan spesies yang lebih resisten serta ekpresi gen transien yang menyebabkan suatu sel menjadi resisten secara temporer.

Secara biokimiawi, ada perubahan jalur enzimatik yang mampu menginaktivasi antifungal sehingga C. albicans lebih resisten. Mekanisme resistensi C.

albicans secara molecular dapat terjadi melalui perubahan enzim target sitokrom P-450 lanosterol 14-α-demethylase serta kegagalan antifungal untuk berakumulasi di dalam sel C. albicans akibat drug efflux (Yugo dan Ridhawati, 2013). Selain faktor resistensi, antijamur tertentu mempunyai efek samping dan bersifat toksik bagi tubuh (Reichling et al., 2009).

Resistensi C. albicans terhadap antijamur golongan azole perlu diperhatikan karena antijamur tersebut digunakan sebagai pengobatan pertama kandidiasis. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk menemukan antijamur pengganti antibiotik yang lebih tepat bagi pengobatan kandidiasis (Khan et al., 2009).

(18)

3

Beberapa tanaman mengandung senyawa aktif yang berfungsi sebagai antimikroba. Tanaman-tanaman tersebut dapat digunakan sebagai alternatif antibiotik untuk penyakit yang diakibatkan oleh infeksi cendawan (Sharanappa dan Vidyasagar, 2013), salah satunya kandidiasis (Khan et al., 2009). Tanaman yang mungkin dimanfaatkan sebagai antijamur C. albicans adalah L.

domesticum varietas duku sumber. Negara-negara tropis menjadi negara asal dari spesies ini (Samuagam, et al., 2014). Kabupaten Kudus termasuk wilayah di Jawa Tengah yang memiliki komunitas masyarakat penghasil L. domesticum varietas duku sumber, tepatnya di Desa Tenggeles. Selama ini, penduduk lokal hanya memanfaatkan L. domesticum varietas duku sumber sebagai buah yang dikonsumsi. Bagian lainnya dari tumbuhan ini seperti kulit buah belum dimanfaatkan dengan baik oleh penduduk lokal.

L. domesticum secara umum mengandung senyawa metabolit sekunder dominan berupa terpenoid, flavonoid, alkaloid, saponin, dan senyawa lainnya. Potensi senyawa aktif pada bagian daun, biji, dan kulit buah L.

domesticum telah dilaporkan dalam berbagai hasil penelitian, di antaranya bermanfaat sebagai antimalaria (Yapp dan Yap, 2003), larvisida, dan insektisida (Wetwitayaklung, et al., 2012).

Penelitian-penelitian sebelumnya telah membuktikan L. domesticum berpotensi sebagai antibakteri dan antijamur. Penelitian yang dilakukan oleh Ragasa dkk. (2006) membuktikan bahwa lima jenis terpenoid dalam L.

domesticum merupakan antibakteri Staphylococcus, Escherichia coli,

(19)

4

Pseudomonas aeruginosa, dan Bacillus subtilisserta antijamur C. albicans, Aspergillus niger, dan Trichophyton mentagrophytesi.

Kandungan terpenoid dan senyawa metabolit sekunder lainnya pada jenis L. domesticum secara umum, menciptakan potensi antijamur dari ekstrak L. domesticum varietas duku sumber yang berasal dari Desa Tenggeles Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai uji aktivitas ekstrak kulit buah Lansium domesticum varietas duku sumber yang berasal dari Desa Tenggeles Kabupaten Kudus Jawa Tengah sebagai antijamur C. albicans. Pemilihan kulit buah sebagai objek penelitian dikarenakan kulit buah biasanya hanya dibuang dan menjadi sampah, padahal bagian tersebut juga berpotensi mengandung senyawa aktif antijamur C.

albicans.

Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan lima pelarut yang berbeda jenis kepolarannya. Pelarut akan melarutkan senyawa metabolit sekunder dalam bagian kulit buah sesuai sifat kepolarannya (Harbone, 2006), sehingga akan diperoleh crude extract dengan sifat kepolaran yang berbeda juga. Crude extract tersebut akan diuji potensinya sebagai antijamur C.

albicans.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya dapat didapatkan beberapa rumusan masalah, di antaranya:

(20)

5

1. Bagaimana pengaruh ekstrak kulit buah L. domesticum Corr. varietas duku sumber yang berasal dari Desa Tenggeles Kudus Provinsi Jawa Tengah terhadap C. albicans?

2. Berapa persentase ekstrak kulit buah L. domesticum Corr. varietas duku sumber yang berasal dari Desa Tenggeles Kudus Provinsi Jawa Tengah yang berpotensi sebagai antijamur C. albicans?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan disebabkan beberapa tujuan yang ingin dicapai, di antaranya:

1. Memahami pengaruh ekstrak kulit buah L. domesticum Corr. varietas duku sumber yang berasal dari Desa Tenggeles Kudus Provinsi Jawa Tengah sebagai antijamur C. albicans.

2. Mengetahui persentase ekstrak kulit buah L. domesticum Corr. varietas duku sumber yang berasal dari Desa Tenggeles Kudus Provinsi Jawa Tengah yang berpotensi sebagai antijamur C. albicans.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat-manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Memberikan pengetahuan sebagai dasar untuk menyelesaikan permasalahan resistensi dan toksisitas antibiotik dalam pengobatan kandidiasis yang diakibatkan oleh C. albicans.

(21)

6

2. Memanfaatkan kulit buah L. domesticum Corr. varietas duku sumber yang hanya dibuang dan menjadi sampah oleh masyarakat Desa Tenggeles Kudus Provinsi Jawa Tengah

3. Mampu mengembangkan potensi keanekaragaman hayati salah satunya L.

domesticum Corr. varietas duku sumber yang ada di Desa Tenggeles Kudus Provinsi Jawa Tengah pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

(22)

42

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Ekstrak kulit buah L. domesticum Corr. varietas duku sumber dari Desa Tenggeles Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah yang didapatkan dari 5 jenis pelarut dan 3 konsentrasi ekstrak yang berbeda berpotensi sebagai antijamur C. albicans dengan dihasilkannya zona bening meskipun diameternya berbeda nyata di bawah miconazole sebagai kontrol positif . 2. Kemampuan tertinggi ekstrak kulit buah L. domesticum Corr. varietas

duku sumber dari Desa Tenggeles Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah sebagai antijamur C. albicans berdasarkan jenis pelarut adalah ekstrak butanol yaitu menghasilkan diameter zona bening sebesar 2,53 cm. Berdasarkan konsentrasi ekstrak, diameter zona bening terbesar ditunjukkan ekstrak dengan konsentrasi 25% (b/v) yaitu sebesar 1,36 cm.

Adapun berdasarkan jenis pelarut dan konsentrasi ekstrak, kemampuan tertinggi antijamur C. albicans ditunjukkan ekstrak n-heksana konsentrasi 25% (b/v) dengan diameter zona bening sebesar 1,72 cm.

B. Saran

1. Diperlukan penelitian untuk mengetahui pelarut dan kosentrasi pelarut saat maserasi yang paling tepat untuk mengekstrak senyawa metabolit sekunder dari kulit buah L. domesticum Corr. varietas duku sumber dari

(23)

43

Desa Tenggeles Kudus Provinsi Jawa Tengah yang berfungsi sebagai antijamur C. albicans.

2. Diperlukan penelitian identitifikasi dan purifikasi senyawa metabolit sekunder spesifik dari kulit buah L. domesticum Corr. varietas duku sumber dari Desa Tenggeles Kudus Provinsi Jawa Tengah yang berperan sebagai antijamur C. albicans.

(24)

44

DAFTAR PUSTAKA

Adeloye, O. A., A. David A., O. Abiodun O., A. Craig O. (2007). Studies on Antimicrobial, Antioxidant and Phytochemical Analysis of Urena lobate Leave Extract. Journal of Physical and Natural Sciences. 1(2)

Arif, Tasleem, T.K. Mandal, Rajesh D. (2011). Natural Products: Anti-fungal Agents Derived from Plants. Research Signpost. 37(2)

Arifin, Z. (2006). Kajian Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) dalam Menekan Perkembangan Penyakit Bercak Ungu (Alternaria Porrii) pada Bawang Putih. Disertasi. Fakultas Ilmu Pertanian UGM Yogyakarta.

Assidqi, K., Wahyu T., dan Setyawati S. (2012). Potensi Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta) sebagai Antibakteri terhadap Aeromonas hydrophila secara In Vitro. Journal of Marine and Coastal Science. 1(2)

Benade, Eliska, Wendy S., Marnel M., Ferdinand P., Jac W., Alfred B. (2016).

Binary Interactions of Antagonistic Bacteria with Candida albicans Under Aerobic and Anaerobic Conditions. Microb Ecol. (71) 645-659 Branen, A. L. (1993). Introduction to Use Antimicrobials. New York: Marcel

Dekker.

Bio-Rad, (2002). SmartSpecTM Plus Spectrophotometer: Instruction Manual. U.S.:

Bio-Rad Laboratories.

Centers for Disease Control and Prevention U.S. (2013). Antibiotic Resistance Threats in The United States, 2013. U.S.: Department of Health and Human Service.

Chang, R. (2003). Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti Edisi 3 Jild 2.

Diterjemahkan oleh Suminar Setiadi Achmadi. Jakarta: Erlangga.

Belotti, G., Marco B., Benedetta D. C., Paolo D. F., Marco S. (2013). Effect of Nitrogen and Phosphorus Starvations on Chlorella vulgaris Lipids Productivity and Quality under Different Trophic Regimens for Biodiesel Production. American Journal of Plant Sciences. 4

(25)

45

Dewi, Retno C. (2009). Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Buah Pare Belut (Tricosanthes anguina L.). Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta. (Online). (http://eprints.uns.ac.id, Mei 2015).

Diogo, H. C., Marcia M., Aldo S., Mario C. P. (2010). Evaluation of The Disk- diffusion Method to Determinate The In Vitro Efficacy of Terbinafine against Subcutaneous and Superficial Mycoses Agents. An Bras Dermatol. 85(3)

Doughari, James H. (2012). Phytochemicals: Extraction Methods, Basic Structure and Mode of Action as Potential Chemotherapeutic Agents. Nigeria:

Faderal University of Technology Yola Nigeria.

Ellis, David, Stephen D., Helen A., Rosemary H., Robyn B., (2007). Descriptions of Medical Fungi: Second Edition. Australia: Mycology Unit Women’s and Children’s Hospital, School of Molecular & Biomedical Science University of Adelaide.

Fessenden, R. J. dan Joan S. F. (1986). Kimia Organik Edisi 3 Jilid 1.

Diterjemahkan oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka. Jakarta: Erlangga.

Fessenden, R. J. dan Joan S. F. (1994). Kimia Organik Edisi 3 Jilid 2.

Diterjemahkan oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka. Jakarta: Erlangga.

Harbone, J.B. (2006). Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Bandung: ITB Press.

Irianto, Koes. (2012). Mikrobiologi: Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 1.

Bandung: Penerbit Yrama Widya.

Kamble, Vilas A. (2012). In Vitro Anticandidal Activity of Pimenta dioica (Allspice) Essential Oil Against Clinical Isolates of Candida albicans and non-Albicans Candida. International Journal of Life Science &

Pharma Research. 2(3)

Khan, Rosina, Barira I., Mohd A., Shazi S., Anis A., S.Manazir A., Mashiatullah S., Asad U.K. (2009). Antimicrobial Activity of Five Herbal Extract Against Multi Drug Resistant (MDR) Strains of Bacteria and Fungus of Clinical Origin. Molecules. (14) 586-597

(26)

46

Korompis, Grace E.C., Vennetia R. D., Oksfriani J. S. (2010). Uji Invitro Aktivitas Antibakteri dari Lansium domesticum Correa (Langsat). Chem Prog. 3(1).

Labib, M. A., Yuliani, Evie R., Mutia E. D. (2015). Aplikasi Ekstrak Herba Seledri (Apium graveolens) terhadap Persebaran Jamur Capnodium citri Penyebab Penyakit Embun Jelaga pada Berbagai Tanaman Jeruk.

LenteraBio. 4(1)

Maleki, S., Seyyenejad S.M., Damabi, M.N., Motamedi, H. (2008). Antibacterial Activity of The Fruits of Iranian Torilislepthophyla against Some Clinic Pathogens. Pakistan Journal of Biological Science.

Mayanti, Tri. (2009). Kandungan Kimia dan Bioaktivitas Tanaman Duku.

Bandung: UNPAD Press

Merijanti, Lie T. (1999). Peran Sel Mast dalam Reaksi Hipersensitivitas Tipe-1.

Jurnal Kedokkteran Trisakti. 18(3)

Munson, Bruce R., Donald F. Y., Theodore H. O. (2004). Fundamentals of Fluid Mechanics Fourth Edition. Diterjemahkan oleh Harinaldi dan Budiarso.

Jakarta: Erlangga.

Myers, R.S. (2006). Immunizing and Antimicrobial Agents. U.S.: MEDCH.

Novita, F. G., Nina D., dan Liza F. (2011). Pengaruh Tween 80 dan Dimetilsulfoksida terhadap Penetrasi Gel Natrium Diklofenak Menggunakan Spektrofotometer UV-VIS. Farmasains. 1(3)

Pappas, Peter G., Carol A.K., David A., Danie K.B.Jr., Thierry F.C., John E.E.Jr., Scott G.F., John F.F., Bart-Jan K., Luis O.Z., Annete C.R., John H.R., Thomas J.W., Jack D.S. (2009). Clinical Practice Guidelines for the Management of Candidiasis: 2009 Update by the Infectious Diseases Society of America. Clinical Infectious Diseases. 48(35) 503

Pendit, P. A., Elok Z., Feronika H. S. (2016). Karakteristik Fisik-Kimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Jurnal Pangan dan Agroindustri. 4(1)

Poedjiadi, A. dan F.M.T. Supriyanti.(2009). Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press.

(27)

47

Pujiastuti, Y., E. Martono, dan S. Mangoendiharjo. (1995). Kajian Bioaktifitas Tanaman Duku Lansium domesticum terhadap Ulat Grayak (Spodopthera litura). Berkala Penelitian Pascasarjana UGM. 71-82. Yogyakarta:

Universitas Gadjah Mada.

Raharjo, T. J. (2013). Kimia Hasil Alam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ragasa, Y., Pamela L., dan John A. R. (2006). Antimicrobial Terpenoids from Lansium domesticum. The Philippine Agriculture Scientist. 89(1).

Reichling, Jurgen, Paul S., Ulrike S., Reinhard S. (2009). Essential Oils of Aromatic Plants with Antibacterial, Antifungal, Antiviral, and Cytotoxic Properties an Overview. Forsch Komplementmed. (16) 79-90

Samuagam, Loshnie, Hock E.K., Gabriel A.A., Patrick N.O., dan Hip S.Y. (2014).

HPLC Analysis of Antioxidant Compounds in Some Selected Tropical Fruits’ Peel. Innovative Romanian Food Biotechnology. 14(3)

Sastrohamidjojo, Hardjono. (2007). Kromatografi. Yogyakarta: Liberty.

Sary, Aida Z. (2014).Penyusunan Penuntun Praktikum Berdasarkan Hasill Penelitian Aktivitas Antijamur Daun Pepaya terhadap Capnodium mangiferae Artikel Penelitian. Prodi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak.

Schlegel, H.G. dan Karin S. (1994). Mikrobiologi Umum. Diterjemahkan oleh Tedjo Baskoro. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sharanappa, Rekha dan Vidyasagar G.M. (2013). Anti-Candida Activity of Medicinal Plants: a Review. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 5(4).

Vyehera, Tadao, Suzuki I., Yamamoto, dan Yoshinori. (1988). Stereospecific Synthesis of 3-oxo-a-bourbone and The Cisoid Isomer for Structural Determination of The Toxic Component of Lansium domesticum.

Bulletin Chem. Soc. Jpn.

Wetwitayaklung, Penpun, Juree C., Chutima L., dan Thawatchai P. (2012).

Antioxidant Activities of Some Thai and Exotic Fruits Cultivated in Thailand. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. 3(1)

(28)

48

Yapp, Donald T.T., S.Y., Yap. (2003). Lansium domesticum: skin and leaf extracts of this fruit tree interrupt the lifecycle of Plasmodium falciparum, and are active towards a chloroquine-resistant strain of the parasite (T9) in vitro. Journal of Ethnopharmacologi. 85

Yugo, M.R. dan Ridhawati. (2013). Pola Kepekaan Candida albicans terhadap Flukonazol dan Itrakonazol secara In Vitro. Tinjauan pada Bahan Klinik Laboratorium Mikologi Departemen Parasitologi FKUI Periode 2010- 2011.

(29)

49 LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil Diamater Zona Bening dari Uji Antijamur Candida albicans dengan Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber

No Sampel Konsentrasi

(%)

Ulangan (cm)

Rata-Rata (cm)

I II III

a B a b a B

1. Kontrol + - 2,3 2,75 - - - - 2,53

2. Kontrol - - 0 0 - - - - 0,00

3. Ekstrak Metanol 25 1,7 1,9 1,2 1,17 0 0 1,00

30 0,9 0,85 0,95 1,1 0 0 0,63

35 0,8 0,8 0,75 0 0 0 0,39

4. Ekstrak Butanol 25 1,8 1,7 1,15 1 1,85 1,9 1,57

30 1,9 1,7 1,89 2,15 0,95 0 1,43

35 1,8 1,5 1,25 1,3 1,1 0,95 1,32

5. Ekstrak Etil Asetat 25 0,95 1,25 1,4 1,5 0,9 0,75 1,13

30 1,15 1,05 0,95 1,2 1,75 1,4 1,25

35 0 0 1,1 1,48 0,95 1,2 0,79

6. Ekstrak Kloroform 25 2,1 1,8 0,9 0,8 1,45 1,5 1,43

30 1,05 1,3 0,95 1 0,8 0 0,85

35 0 0 0 0 0 0 0,00

7. Ekstrak Heksana 25 1,2 2,4 1,6 2,1 1,1 1,9 1,72

30 1,6 1,3 0,8 0,85 1,15 1,1 1,13

35 0,8 0,9 1,2 1,4 0 0 0,72

(30)

50

Lampiran 2. Foto Hasil Uji Antijamur Candida albicans oleh Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber

No. Perlakuan Ulangan

I II III

1. Ekstrak Metanol 25%, 30%, dan 35%

2. Ekstrak Butanol 25%, 30%, dan 35%

3. Etil Asetat

25%, 30%, dan 35%

4. Kloroform

25%, 30%, dan 35%

5. n-Heksana

25%, 30%, dan 35%

6. Kontrol + Kontrol -

(31)

51

Lampiran 3. Foto Uji Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber

No. Ekstrak Senyawa Metabolit Sekunder

Flavonoid Saponin Terpenoid Alkaloid 1. Metanol

2. Butanol

3. Etil Asetat

4. Kloroform

5. n-Heksana

(32)

52

Lampiran 4. Foto Crude Extract Kulit Buah Duku Lansium domesticum Corr.

Varietas Duku Sumber

No. Pelarut Crude Extract

1. Metanol

2. Butanol

3. Etil Asetat

4. Kloroform

5. n-Heksana

(33)

53

Lampiran 5. Hasil Penimbangan Crude Extract Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber dengan Perbandingan Kulit Buah dan Pelarut sebesar 1:6 (b/v)

Lampiran 6. Simplisia Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber

No. Crude Extract Berat (gr)

1. Metanol 5.76

2. Butanol 1.57

3. Etil Asetat 1.04

4. Kloroform 1.31

5. n-Heksana 0.29

(34)

54

Lampiran 7. Hasil Perhitungan Pertumbuhan Candida albicans pada Umur 24 Jam Menggunakan Metode Spektorfotometri

SmartSpec (TM) Plus Report 09:43 02/11/16

Operator: 1t.uin

Optical Density at 600nm Conversion factor:

5.00e+008 cell/ml

Sample #1

Wavelength Absorbance

600 nm 2.701 AU

Conc: 1.35e+009 cell/ml Dilution factor: 1.00

(35)

55

DATA DIRI PENULIS

Nama : Imalatun Ni’mah

Tempat, Tanggal Lahir : Kudus, 07 Juli 1994

Alamat Asal : Tenggeles RT 04/04 Mejobo Kudus

No. Hp. : 085727141841

Email : [email protected]

Prodi : Biologi

Fakultas : Sains dan Teknologi

Judul Skripsi : Uji Efektifitas Ekstrak Kulit Buah Lansium domesticum Corr. Varietas Duku Sumber dari Desa Tenggeles Kudus Jawa Tengah sebagai Antijamur Candida albicans

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Laporan magang ini diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi di Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya

Dari analisis koefisien determinasi diketahui bahwa positioning mempengaruhi keputusan pembelian sepeda motor Honda di Kota Langsa sebesar 35,0% sementara sisanya

Untuk mengatasi masalah diatas, maka dibuatlah aplikasi berbasis web untuk pengelolaan ekspedisi barang dan perhitungan tarif biaya, serta mengelola pembayaran

Selanjutnya Ilyas (2006), melaporkan bahwa dibanding perlakuan invigorasi lainnya ( osmo- conditioning ), matriconditioning menggunakan abu gosok dan serbuk dengan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, se- cara keseluruhan dapat diketahui bahwa dari empat belas sekolah, hanya satu sekolah yang memenuhi standar sarana dan prasarana

Dari hasil penelitian peserta didik akselerasi membutuhkan waktu yang banyak untuk belajar, untuk itu peserta didik akselerasi merasa tidak cukup dengan waktu 24

Kenakalan remaja di Desa Adipuro Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah dominan pada kategori melakukan, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian dengan

Penelitian terkait yang pernah dilakukan sebelumnya oleh Robianto (2011) pada Waduk Tibun menyimpulkan bahwa tren perubahan konfigurasi dasar waduk dipengaruhi