8 BAB II
TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
A. Tinjauan Pustaka dan Teori 1. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Penelitian pertama yang dilakukan oleh Maryati (2018) meneliti tentang analisis kelayakan investasi pembelian kendaraan pada PT.
Tigaraksa Satria Tbk. cabang samarinda. Alat analisis yang digunakan adalah teknik capital budgeting payback period (PP), net present value (NPV), profitability index (PI) dan internal rate of return (IRR).
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan teknik capital budgeting, investasi layak untuk dilaksanakan pada PT. Tiga Raksa Satria Tbk.
cabang Samarinda.
Penelitian kedua yang dilakukan oleh Cahyosatrio (2014) meneliti tentang analisis capital budgeting sebagai salah satu metode untuk menilai kelayakan investasi aktiva tetap mesin dan kendaraan (studi kasus pada perusahaan Malang Indah). Alat analisis yang dilakukan adalah average rate of return (ARR), payback period (PP), net present value (NPV), benefit cost ratio (B/C Ratio), dan internal rate of return (IRR). Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode capital budgeting dapat disimpulkan bahwa investasi layak dilakukan. Berdasarkan penelitian terdahulu dan saat ini terdapat persamaan yaitu penelitian terdahulu dan saat ini sama-sama menggunakan objek transportasi dan menggunakan teknik capital budgeting yang terdiri dari average rate of return (ARR), payback period (PP), net present value (NPV),
9
profitability index (PI), internal rate of return (IRR), dan cost of capital (CoC). Perbedaan penelitian terdahulu dan saat ini terletak pada penelitian terdahulu menggunakan semua aspek dalam studi kelayakan sedangkan penelitian saat ini menggunakan aspek keuangan saja yang digunakan sebagai acuan dalam penambahan aktiva tetap.
Penelitian ketiga tujuan investasi pada dasarnya adalah untuk menghasilkan sejumlah uang. Berinvestasi pada dasarnya membeli suatu asset yang diharapkan di masa datang akan dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Salah satu alasan utama dari berinvestasi adalah mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa akan datang, mengurangi tekanan inflasi dan dorongan untuk menghemat pajak.
(Tandelilin, 2010).
2. Tinjauan Teori a. Investasi
Pada dasarnya investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada suatu aset dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang. Pada umumnya investasi dibedakan menjadi dua yaitu investasi aktiva riil seperti tanah, rumah, mobil dan sebagainya. Sedangkan investasi aktiva keuangan seperti saham, obligasi, reksadana, wesel dan sebagainya.
Investasi (jangka panjang) atau pengeluaran modal (capital expenditure) adalah komitmen untuk mengeluarkan dana sejumlah tertentu pada saat untuk memungkinkan perusahaan menerima manfaat di waktu yang akan datang, dua tahun atau lebih. Pengeluaran yang
10
manfaatnya akan diterima dalam waktu satu tahun atau kurang disebut pengeluaran operasi (operating or revenue expenditure). (Gitman, 2000:332-334)
Investasi adalah pengeluaran untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dengan tujuan untuk menghasilkan keluaran barang atau jasa agar dapat diperoleh manfaat yang lebih besar dimasa yang akan datang, selama dua tahun atau lebih. (Haming dan Basalamah, 2017).
a) Jenis-jenis Investasi
1) Investasi jangka panjang adalah dimana dana yang dimasukan akan diputar dan baru dapat dicairkan setelah jangka waktu minimal 1 tahun. Contoh: Bangunan, asuransi dan emas.
2) Investasi jangka pendek adalah investasi dimana dana yang dimasukan akan diputar dan baru dapat dicairkan setelah jangka waktu yang relative singkat, ada beberapa investasi jangka pendek. Contoh: Saham.
b. Studi Kelayakan
Studi kelayakan adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam mengenai suatu kegiatan atau usaha bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut untuk dijalankan. (Kasmir 2007:6). Aspek studi kelayakan meliputi, aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen dan aspek keuangan. Studi kelayakan merupakan bagian penting yang harus dilakukan oleh seseorang pembisnis karena studi kelayakan dapat meramalkan berhasil atau tidaknya usaha yang akan dijalankan.
11
a) Manfaat primer dan sekunder studi kelayakan menurut Haming dan Basalamah (2003:4), yaitu:
1) Manfaat primer studi kelayakan
a. Memandu pemilik dana (calon Investor) untuk mengoptimalkan investasinya.
b. Memperkecil risiko kegagalan investasi, dan pada saat yang sama, memperbesar peluang keberhasilan investasi yang bersangkutan.
c. Alternatif investasi investasi terindentifikasi secara objektif dan teruji secara kuantitatif sehingga manajer puncak mudah dalam mengambil keputusan yang objektif.
2) Manfaat sekunder studi kelayakan
a. Dana investor tersalur ke proyek yang paling menguntungkan sehingga meningkatkan efisiensi pengguna sumber daya nasional.
b. Investasi berlangsung pada sektor yang keluaranya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Disatu sisi, keluaran investasi memiliki pasar yang efektif dan pada saat yang sama, masyarakat menerima barang-barang yang diperlukannya dari dunia usaha.
c. Dana akan tersalur ke sektor yang hemat devisa karena proyek memakai bahan baku yang disediakan didalam negeri, pada saat yang sama untuk proyek yang berorientasi ekspor akan mendorong peningkatan penerimaan devisa.
12
Hal ini dapat terwujud karena kreditur (lembaga perbankan) akan turut menilai kelayakan proyek, sekaligus mengemukakan berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh investor.
b) Aspek-aspek studi kelayakan investasi 1) Aspek keuangan
Studi kelayakan yang berkaitan dengan aspek keuangan merupakan salah satu kunci utama yang harus diperhatikan dalam melakukan investasi. Hal ini dikarenakan aspek finansial mempengaruhi aspek lainya dalam sebuah keputusan layak atau tidaknya sebuah proyek akan dilaksanakan. Sekalipun aspek-aspek lainya memberikan hasil layak tetapi aspek finansial tidak layak, maka usulan proyek akan ditolak karena tidak akan memberikan manfaat ekonomi.
2) Aspek pasar
Menurut Haming dan Basalamah (2003:15) studi aspek pasar dan pemasaran penting artinya dalam studi kelayakan karena studi itu akan merinci potensi penerimaan (arus kas masuk) selama usia ekonomi proyek. Disamping itu, studi pasar akan memberikan gambaran mengenai intensitas persaingan, informasi tentang kebutuhan dan keinginan konsumen, pendapatan rata-rata calon konsumen, ketersediaan saluran distribusi, dan kondisi sarana angkutan.
13 3) Aspek hukum
Menurut Halming dan Basalamah (2003:15) studi aspek hukum harus mampu menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan masalah ligitasi, kesepakatan, hubungan industrial, perizinan, status perusahaan, dan desain mengenai hak dan kewajiban pendiri, pemegang saham, tim manajemen, dan karyawan.
4) Aspek manajemen dan organisasi
Studi aspek manajemen dan organisasi merupakan bagian penting dari studi kelayakan, karena jika semua aspek layak untuk dilaksanakan tanpa adanya dukungan dari manajemen, maka bukan tidak mungkin proyek akan mengalami kegagalan.
Studi aspek organisasi berkaitan dengan pemilihan bentuk yang berhubungan dengan pihak luar, kedudukan, tugas dan fungsi setiap bagian proyek serta menguraikan tugas, tata kerja, hak dan kewajiban setiap individu organisasi.
5) Aspek Teknis dan Teknologi
Aspek yang berkenaan dengan pengoperasian dan proses pembangunan proyek secara teknis setelah proyek/bisnis tersebut selesai dibangun/didirikan. Berdasarkan analisis ini pula dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya investasi termasuk operasional proyek yang akan dilaksanakan.
6) Aspek Ekonomi
Aspek dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut, sehingga mengakibatkan
14
apakah aspek ekonomi ini dapat berdampak baik atau buruk dari segi ekonomi maupun sosial bagi masyarakat sekitar proyek.
c. Capital Budgeting
Penganggaran modal merupakan keseluruhan proses pengumpulan, pengevaluasian, penyeleksian dan penentuan alternatif penanaman modal yang akan memberikan penghasilan bagi perusahaan untuk jangka yang lebih dari setahun. ( Syamsuddin, 2011)
a) Metode-metode dalam Capital Budgeting
Kepuasan untuk melakukan investasi aktiva tetap harus dipertimbangkan secermat mungkin, karena jika salah dalam mengambil keputusan investasi maka akan merugikan perusahaan.
Berikut beberapa metode untuk menilai layak tidaknya investasi dengan menggunakan teknik-teknik Capital Budgeting.
(Syamsuddin, 2011)
1) Metode Average Rate of Return (ARR)
Perhitungan average rate of return didasarkan atas jumlah keuntungan bersih sesudah pajak (EAT) yang tampak dalam laporan laba-rugi. Pengukuran dengan teknik rate of return ini sering pula disebut dengan istilah accounting rate of return.
Rumus : ARR
Apabila ARR > return yang disyaratkan maka usulan proyek investasi tersebut layak dilaksanakan.
15
Apabila ARR < return yang disyaratkan maka usulan proyek tersebut tidak layak dilaksanakan.
2) Metode Payback Period (PP)
Metode payback period merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu (periode) yang dibutuhkan untuk menutup initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash inflow yang dihasilkan proyek tersebut. Terdapat dua macam model perhitungan yang dapat digunakan untuk menghitung masa depan pengembalian investasi, yaitu:
a. Jika aliran kas per tahun jumlahnya sama
b. Jika aliran kas tidak sama maka harus dicari satu per satu yakni dengan cara mengurangkan total investasi dengan cash flownya sampai diperoleh hasil total investasi sama dengan cash flow pada tahun tertentu.
Keterangan :
n : tahun terakhir dimana jumlah cash flow masih belum bisa menutup original investment/initial investment
a : jumlah original investment/initial investment b : jumlah kumulatif cash flow pada tahun ke n c : jumlah kumulatif cash flow pada tahun ke n+1
16
3) Metode Net Present Value (NPV)
Metode yang menghitung selisih antara nilai sekarang investasi (capital outlays) dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih (present value of proceed) baik dari operational cash flow maupun dari terminal cash flow pada masa yang akan datang ( selama umur investasi).
Rumus NPV :
Keterangan :
NPV = Net Present Value ( dalam rupiah ) = Arus kas per tahun pada periode t
= Nilai investasi awal padatahun ke 0 ( dalam rupiah ) r = Suku bunga atau discount rate ( dalam % )
Jika,
NPV ≥ 0 : usulan investasi dapat diterima karena hasil yang diperoleh lebih besar rate of return yang sudah ditetapkan NPV ≤ 0 : usulan investasi ditolak karena hasil yang diperoleh lebih kecil dari rate of return yang sudah ditetapkan
NPV = 0 : usulan investasi diterima karena sudah memenuhi rate of return minimum yang telah ditetapkan.
4) Metode Profitability Indeks (PI)
Disebut juga dengan istilah B/C Ratio, pendekatan ini hampir sama dengan metode NPV hanya saja PI mengukur present
17
value untuk setiap rupiah yang diinvestasikan. Sedangkan teknik dan perhitungan PI adalah :
Apabila PI > 1 maka usulan proyek dapat diterima, tetapi apabila PI < 1 maka usulan proyek tersebut ditolak. Dan profitability index yang sama dengan 1 berarti NPV sama dengan 0 dan proyek investasi dapat diterima karena pada prinsipnya metode Profitability Index merupakan metode yang memiliki hasil keputusan yang sama dengan metode NPV.
5) Metode Internal Rate of Return (IRR)
Metode yang menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan- penerimaan kas bersih. Metode ini merupakan alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern serta memperhitungkan nilai waktu dari uang.
Rumus ARR :
Untuk menentukan suatu usulan proyek investasi dianggap layak atau tidak, dengan cara membandingkan antara IRR dengan tingkat keuntungan yang diharapkan. Kriteria kelayakan jika :
18
IRR > Tingkat pengembalian yang diinginkan maka proyek diterima
IRR < Tingkat pengembalian yang diinginkan maka proyek ditolak
IRR = Tingkat pengembalian yang diinginkan maka usulan investasi dapat diterima.
d. Biaya Modal
Keputusan investasi merupakan bagian dari penyusunan anggaran investasi. Secara grafis besar berbagai keputusan yang dilakukan oleh manajemen puncak dalam penyusunan anggaran investasi dapat dibagi menjadi dua tipe keputusan pokok yaitu keputusan pembelanjaan dan keputusan investasi. Keputusan pembelanjaan menyangkut pemilihan sumber pembelanjaan, keputusan investasi menyangkut penggunaan modal yang tersedia. Keputusan investasi sangat erat hubunganya dengan keputusan pembelanjaan. Dana tidak akan ditanamkan sebelum pertama kali diperoleh, sebaiknya tidak ada gunanya memperoleh dana jika tidak tahu menguntungkan tidaknya investasi yang akan dilakukan. Oleh karena itu, dalam menyusun anggaran investasi kedua macam keputusan tersebut harus dipertimbangkan secara bijaksana dan terpisah oleh manajemen.
Ada mata rantai yang menghubungkan keputusan pembelanjaan dan keputusan investasi. Sumber dari mana modal yang akan ditanamkan diperoleh akan menentukan besarnya biaya modal (cost of capital) dan biaya modal ini yang digunakan sebagai dasar untuk
19
memilih rencana investasi yang dilakukan. Suatu investasi dianggap akan menguntungkan jika investasi tersebut akan menghasilkan tarif kembalian (rate of return) yang lebih besar dari biaya modal yang ditanamkan. Oleh karena itu analisis suatu keputusan investasi tergantung pada pengertian manajemen mengenai biaya modal.
B. Kerangka Konsep Penelitian
Kerangka konsep penelitian yang dapat menjadi landasan yang akan dilakukan pada penelitian ini. Penelitian ini diharapkan bisa lebih terarah dengan adanya gambaran kerangka konsep penelitian. Adapun kerangka konsep penelitian sebagai berikut :
Gambar 1 : Kerangka Konsep Penelitian
Berdasarkan kerangka konsep diatas dapat dilihat bahwa penelitian ini bermula dari adanya investasi pembelian bus baru yaitu berupa bus pariwisata PO Zena Malang. Hal ini perlu dilakukan oleh perusahaan untuk menghadapi persaingan transportasi yang kini semakin ketat serta
Investasi Rencana Penambahan Bus Baru
Capital Budgeting Analisis Kelayakan Investasi
Capital Budgeting Analisis Kelayakan Investasi
ARR PP NPV IRR PI
Layak Tidak Layak
20
memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen dengan menyediakan fasilitas yang lengkap.
Setiap investasi harus diukur dari kemampuan proyek tersebut untuk menghasilkan arus dana yang lebih besar dari investasi semula dan dengan demikian memberikan tingkat pemulihan yang sepadan dengan apa yang diinginkan para investor, hal ini penting dilakukan karena investasi umumnya memerlukan dana yang cukup besar sehingga jangan sampai setelah terlanjur melakukan investasi tapi tidak menguntungkan.
Pengukuran dapat dilakukan dengan menganilisis kelayakan investasi proyek yaitu menggunakan variabel ARR, PP, NPV, IRR dan PI, sehingga dapat diketahui investasi layak atau tidak layak dilakukan.
C. Hipotesis Penelitian
Kerangka pikir telah diuraikan pada diatas, menjadi landasan bagi peneliti untuk mengajukan hipotesis sebagai berikut :
Penelitian yang dilakukan oleh Busthomy (2016) meneliti tentang analisis kelayakan investasi aktiva tetap. Alat analisis yang digunakan adalah capital budgeting yaitu Average Rate of Return (ARR), Cost of Capital (COC), Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Profitability indeks (PI), Internal Rate of Return (IRR). Berdasarkan hasil analisis penilaian kelayakan dapat disimpulkan bahwa investasi layak untuk dilakukan.
Peneliti yang dilakukan oleh permana (2016) meneliti tentang studi kelayakan rencana investasi penambahan aktiva tetap. Alat analisis yang digunakan adalah aspek pemasaran, aspek manajemen, dan aspek
21
keuangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis dan hasil perhitungan dari aspek pasar layak dilakukan, aspek manajemen menunjukkan bahwa struktur organisasi yang telah tertata dan aspek keuangan menunjukkan hasil yang layak sesuai dengan standart rasio keuangan untuk pengambilan keputusan berupa penambahan armada bus.
= Investasi rencana penambahan armada bus layak untuk dilakukan