39 BAB III
METODOLOGI 3.1 Lokasi Penelitian
Terminal yang dituju sebagai objek dalam analisis Tugas Akhir adalah Terminal yang berada pada Kota Batu, Terminal Batu merupakan terminal penumpang tipe B dan terminal induk satu-satunya yang terletak di kawasan kota wisata Batu. Terminal ini memiliki aktivitas yang selalu ramai karena letaknya yang berhadapan langsung dengan pasar besar dan pasar sayur Kota Batu.
Terdapat lima trayek angkutan kota yang mempunyai titik awal dan akhir dari Terminal Batu. Angkutan kota menghubungkan terminal ini dengan bebrapa tujuan akhir di kawasan dalam kota Batu, seperti Gunungsari, Songgoriti, Bumiaji, dan Sumber Brantas. Berikut gambar rute angkutan umum yang berada pada Kota Batu dapat dilihat pada gambar sebagai berikut :
Gambar 1. Rute Trayek Batu – Selecta – Sumberbrantas di Ambil dari Web
40 Gambar 2. Rute Trayek Batu – Songgoriti A di Ambil dari Web
Gambar 3. Rute Trayek Batu – Songgoriti B di Ambil dari Web
41 Gambar 4. Rute Trayek Batu – Bumiaji di Ambil dari Web
Gambar 5. Rute Trayek Batu – Gunungsari di Ambil dari Web
42 3.2 Tahapan Studi
Langkah kerja dalam penelitian ini dapat dilihat pada diagram alir berikut :
Rumusan masalah
Studi Pendahuluan
Pengumpulan data
Data survey statis :
- Headway kend. Angkutan umum - Waktu perjalanan Angkutan
umum
- Waktu Berjalan Kaki dari Pusat Zona ke Rute Terdekat - Peta Rute
Data survey dinamis :
- Jumlah Penumpang yang menaiki kendaraan AUP
- Waktu tempuh perjalanan kendaraan
Rekapitulasi Data
1. Jarak perjalanan menggunakan kendaraaangkutan umum 2. Waktu berjalan kaki dari pusat zona ke rute terdekat angkutan
umum
3. Waktu antara (headway) 4. Waktu tunggu penumpang
5. Waktu perjalanan menggunakan angkutan umum 6. Total Waktu perjalanan menggunakan angkutan umum
Analisis tingkat aksesibilitas angkutan umum antar zona - Tingkat aksesibilitas berdasarkan total waktu perjalanan
menggunakan angkutan umum
- Tingkat aksesibilitas berdasarkan jarak perjalanan menggunakan angkutan umum
- Kesesuaian kinerja angkutan umum
Alternatif untuk meningkatkan tingkat aksesibilitas angkutan umum
Kesimpulan dan Saran
43 3.3 Pengerjaan Diagram Alir
3.3.1 Rumusan Masalah
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja system angkutan umum dalam melayani permintaan perjalanan, dengan mengetahui tingkat aksesibilitas setiap zona . Aksesibilitas merupakan kemudahan yang mampu diperoleh penumpang dalam menggunakan kendaraan angkutan umum menuju ke tempat tujuan. Dari uraian diatas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
a. Bagaimana tingkat aksesibilitas angkutan umum antar zona b. Bagaimana kinerja angkutan umum
3.3.2 Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan ialah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka, pengumpulan data dari studi terdahulu bisa melalui jurnal – jurnal dan peraturan yang berkaitan dengan tugas akhir . Serta beberapa hal yang dapat membantu pengerjaan tugas akhir tersebut .
3.4 Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan sumber data untuk penelitian Tugas Akhir ini dengan menggunakan 2 (dua) metode, yakni survei statis dan survei dinamis. Agar dapat mengetahui perbedaan tingkat aksesibilitas angkutan umum pada hari kerja dan weekend survey ini dilakukan pada hari Selasa , Rabu, Sabtu dan Minggu.
3.4.1 Survei Statis
Dimana yang dimaksud dengan survei statis adalah survei yang dilakukan dari luar kendaraan dengan cara mengamati pergerakan angkutan umum, menghitung serta mencatat beberapa informasi dari setiap kendaraan penumpang umum yang melintas pada ruas jalan yang dilalui oleh trayek angkutan umum tersebut, serta pada pintu masuk dan pintu keluar Terminal Batu. Dalam survey statis dibutuhkan 2 tenaga / penyigi untuk satu kendaraan angkutan umum. Pada survei ini data yang diperoleh adalah :
44
Jumlah penumpang yang berada di dalam angkutan umum
Jam tiba angkutan umum
Jam keberangkatan angkutan umum
Waktu berjalan kaki dari pusat zona menuju ke rute terdekat angkutan umum
Nilai headway kendaraan angkutan umum pada suatu rute
Rute angkutan umum
Data umum angkutan kota yang berada di Kota Batu adalah sebagai berikut :
Rute Angkutan Kota : Batu – Gunungsari
Kode : (BG)
Warna kendaraan : Ungu sabuk merah
Trayek yang di lalui : Terminal Batu - Jl. Dewi Sartika - Jl. A.Salim - Jl.
WR.Supratman - Jl. Suropati - Jl. Hasanudin - Jl.
Indragiri - Sumberjo – Gunungsari Panjang Trayek : 6 km
Rute Angkutan Kota : Batu – Songgoriti
Kode : (BSA)
Warna kendaraan : Hijau A
Trayek yang di lalui : Terminal Batu - Jl. Dewi Sartika - Jl. A.Salim - Jl.
GajahMada - Jl. P.Surdiman - Jl. Trunojoyo - Songgoriti Panjang Trayek : 6 km
Rute Angkutan Kota : Batu – Songgoriti
Kode : (BSB)
Warna kendaraan : Hijau B
45 Trayek yang di lalui : Terminal Batu - Jl. Dewi Sartika - Jl. Imam Bonjol -Jl.
Diponegoro - Jl. Gajah Mada - Jl. A.Yani - Songgoriti Panjang Trayek : 6 km
Rute Angkutan Kota : Batu – Bumiaji
Kode : (BB)
Warna kendaraan : Ungu sabuk hijau
Trayek yang di lalui : Terminal Batu - Jl. Dewi Sartika - Jl. A Salim - Jl. Diran - Jl. Diponegoro - Jl. A.Yani - Kaliputih - Jl.Kelud - Jl.
SemeruJl. Gajah Mada - Jl. Brantas - Jl. Dieng - Bumiaji Panjang Trayek : 7 km
Rute Angkutan Kota : Batu – Selekta – Sumber Brantas
Kode : (BSS)
Warna kendaraan : Orange
Trayek yang di lalui : Terminal Batu - Jl. Dewi Sartika - Jl. A.Salim -Jl.
Sultan Agung - Jl. A.Gani - Jl. Suropati - Jl. A.yani - Brantas - Selecta - Junggo - Sumberbrantas (PP)
Panjang Trayek : 14 km 3.4.2 Survei Dinamis
Yang dimaksud dengan survei dinamis adalah survei yang dilakukan di dalam kendaraan angkutan umum pada suatu rute. Dalam survey statis dibutuhkan 1 tenaga / penyigi untuk satu kendaraan angkutan umum. Pada survei ini data yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut :
Jumlah penumpang yang menaikki kendaraan angkutan umum
Jumlah penumpang yang turun dari kendaraan angkutan umum
46
Waktu tempuh perjalanan pada suatu rute
Lokasi penumpang turun 3.5 Analisis Waktu Berjalan Kaki
Perspektif pejalan kaki dan analisis jarak berjalan kaki diperlukan dalam membantu perencanaan system transportasi umum dalam pembuatan cakupan system serta dalam pengembangan fasilitas pejalan kaki pada lokasi tersebut (Andyka, dkk, 2017)
3.6 Analisis Waktu Tunggu Penumpang
Waktu tunggu adalah waktu yang dibutuhkan penumpang untuk menunggu kendaraan angkutan umum ditempat pemberhentian. Pada umumnya penumpang memilih waktu tunggu yang relative singkat. Berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan oleh Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, standar untuk waktu tunggu diperhentian adalah, waktu tunggu rata rata 5 – 10 menit, sedangkan waktu tunggu maksimum adalah 10 – 20 menit. Untuk memudahkan menentukan waktu tunggu penumpang digunakan rumus :
t2 = 1
2 Headway Keterangan :
Headway = Waktu Antara
3.7 Analisis Waktu Perjalanan di Atas Kendaraan
Waktu perjalanan diatas kendaraan adalah waktu pada saat berada di dalam kendaraan sampai mencapai ketempat tujuan. Waktu diatas kendaraan (t3) didapat dari perbandingan jarak tempuh (S) dengan kecepatan perjalanan (Vp) dan dapat dirumuskan sebagai berikut :
t3 = S
Vp
Keterangan :
S = Jarak Tempuh
Vp = Kecepatan Perjalanan
47 3.8 Analisis Total Waktu Perjalanan Penumpang Angkutan Umum
Yang dimaksud dengan waktu perjalanan penumpang angkutan umum ialah total waktu tempuh yang dibutuhkan dari tempat asal menuju ketempat tujuan, dalam waktu tersebut sudah termasuk waktu berjalan di pusat zona menuju rute terdekat angkutan umum, waktu tunggu penumpang, dan waktu perjalanan di atas kendaraan angkutan umum . Untuk mengetahui total waktu perjalanan penumpang angkutan umum digunakan rumus sebagai berikut :
T = t1 + t2 + t3 Keterangan :
t1 = waktu berjalan kaki dari pusat zona menuju rute terdekat angkutan umum t2 = waktu tunggu penumpang (t2 = 1
2 Headway / waktu antara )
t3 = waktu perjalanan penumpang diatas kendaraan angkutan umum ( t3 = S
Vp)
3.9 Analisis Aksesibilitas Angkutan Umum
Aksesibilitas tiap zona berdasarkan jarak perjalanan total dari pusat zona ke pusat kota. Tingkat aksesibilitas dibagi menjadi empat (4) bagian mulai dari tingkat yang tinggi, menengah, rendah, dan sangat rendah. Aksesibilitas digunakan dalam menghitung ukuran potensial perjalanan dibandingkan dengan jumlah perjalanan.
Ukuran tersebut digunakan untuk menghitung jumlah perjalanan yang sebenarnya berhubungan dengan potensial tersebut. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan secara grafis proporsi penghuni yang mencapai tujuannya dibandingkan dengan jumlah kumulatif aktivitas. Zona tujuan diurutkan berdasarkan jarak, waktu, biaya yang semakin menjauh dipilih berdasarkan zona.
Tabel 3.1. Klasifikasi Tingkat Aksesibilitas
Jarak Jauh Aksesibilitas rendah Akesibilitas menengah Dekat Aksesibilitas menengah Aksesibilitas tinggi Kondisi prasarana Sangat jelek Sangat baik Sumber : Black 1981
48 Tabel 3.2. Parameter Aksesibilitas Berdasarkan Total Jarak Perjalanan
Tingkat Aksesibilitas Interval
Aksesibilitas Rendah D > M+1SD
Aksesibilitas Sedang M-1SD ≤ D ≤ M+1SD Aksesibilitas Tinggi D < M-1SD
Tabel 3.3. Parameter Aksesibilitas Berdasarkan Total Waktu Perjalanan
Tingkat Aksesibilitas Interval
Aksesibilitas Rendah T > M+1SD
Aksesibilitas Sedang M-1SD ≤ T ≤ M+1SD Aksesibilitas Tinggi T < M-1SD
Parameter tingkat aksesibilitas berdasarkan jarak perjalanan dan total waktu perjalanan tersebut didapatkan dari beberapa tinjauan pustaka yakni (Suthayana, 2009) dan (Setiani, 2015)
3.10 Alternatif
Beberapa alternatif dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat aksesibilitas angkutan umum
3.11 Kesimpulan dan Saran
Setelah dilakukan penganalisaan data dan pengolahan data, maka bisa didapatkan kesimpulan dan dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah serta tujuan dari penulisan tugas akhir tersebut. Saran yang didapatkan untuk menjawab tujuan dari penelitian ini adalah dengan meningkatkan tingkat aksesibilitas angkutan umum antar zona di Kota Batu agar mendapatkan hasil kinerja yang lebih baik