• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Albertson, T.E., 2004, Amphetamines, in Olson K.R. (ed.): Poisoning and Drug Overdose, McGrawHill, Singapore, p. 72.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Albertson, T.E., 2004, Amphetamines, in Olson K.R. (ed.): Poisoning and Drug Overdose, McGrawHill, Singapore, p. 72."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

43 DAFTAR PUSTAKA

Alatas, H., Karyomanggolo, W.T., Musa, D.A., Boediarso, A., dan Oesman, I.N., 2002, Pemilihan Subyek Penelitian, in Sastroasmoro, S., dan Ismael, S, (eds.): Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, edisi 2, Ilmu Kesehatan Anak FK UI, Jakarta, h. 85-86.

Albertson, T.E., 2004, Amphetamines, in Olson K.R. (ed.): Poisoning and Drug Overdose, McGrawHill, Singapore, p. 72.

Al-Saif., 1991, Clinical Management of Salivary Deficiency, Saudi Dent J, 3(2):

77-80.

Amerongen, A.V., 1991, Ludah dan Kelenjar Ludah (terj.), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, h. 3, 4, 6, 194, 240, 251.

Bridges, R.B., 1981, Salivary Glands and Saliva, in Roth G. I dan Calmes R (eds.): Oral Biology, CV Mosby Company., St. Louis, Missouri, pp. 196- 198.

Budiningsih, N., Rahmadi., Haidar, F., Puspandari, R., Sumartinah, K., Prabowo., Djuliani, H., Toro., Wijanarko, N., dan Dewi, A.E., 2006, Napza Informasi bagi Remaja, Dinas Kesehatan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Yogyakarta, h. 12-15.

Cheng, S., Wu, V., Kwong, D., and Ying, M., 2011, Assesment of Post- Radiotherapy Salivary Glands, Br J Radiol, 84: 393-402.

Cree, A., Mir, S., and Fahy, T., 2001, A Review of The Treatment Option for Clozapine-Indiced Hypersalivation, Psychiatric Bulletin, 25: 114-116.

Curtis, E.K., 2006, Meth Mouth: A Review of Methamphetamine Abuse and Its Oral Manifestations, Gen Dent, 54(2): 125-129.

de Almeida, P.D.V, Gregio, A.M.T., Machado, M.A.N., Lima, A.A.S., and Azevedo, L.R., 2008, Saliva Composition and Functions: A Comprehensive Review, J Contemp Dent Pract, 3(9): 1-9.

Donaldson, M., and Goodchild, J.H., 2006., Oral Health of The Methamphetamine Abuser, Am J Health-Syst Phar, 63: 2078-2082.

Dorland, N., 2002, Kamus Kedokteran Dorland, edisi 29, EGC, Jakarta, h. 1061, 1528, 2426.

Dugal. R., 2010, Xerostomia: Dental Implications and Management, Rev Article MA Rangoonwala Dent College, 2(3): 137-140.

(2)

Farlex., 2012, Medical Dictionary for the Health Professions and Nursing, http://medical-dictionary.thefreedictionary.com, (27/05/2013).

Fehrenbach, M.J., and Herring, S.W., 2007, Anatomy of The Head and Neck, 3rd ed., Saunders Elsevier., St. Louis, h. 169-173.

Fithrony, M.T., 2012, Pengaruh Radioterapi Area Kepala Dan Leher Terhadap Curah Saliva, Karya Tulis ilmiah, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, h. 29.

Goodchild, J.H., and Donaldson, M., 2007, Methamphetamine Abuse and Dentistry: A Review of The Literature and Presentation of A Clinical Case, Quintessence Int, 38(7): 583-590.

Greenspan, D., 1996, Xerostomia: Diagnosis and management, Oncology, 10(3):7-11.

Grisius, M.M., and Fox, P.C., 2003, Salivary Gland Diseases, Greenberg, M.S dan Glick, M, (ed.): Burket’s Oral Medicine Diagnosis and Treatment, 10th ed, BC Decker Inc, Hamilton, p. 237.

Guggenheimer., 2003, Xerostomia : Etiology, Recognition and Treatment, JADA, 134(1): 61-69.

Gupta, A., Epstein, J.B., and Sroussi, H., 2006, Hyposalivation in Elderly Patient, J Can Dent Assoc, 72(9): 841-846.

Guyton, A.C., dan Hall, J.E., 2008, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, edisi 11, EGC, Jakarta, h. 935.

Hamamoto, D.T., and Rhodus, N.L., 2008, Methamphetamine Abuse and Dentistry, Oral Dis, 15: 27-37.

Hardiwinoto., 2011, Ilmu Kesehatan masyarakat, www.depkes.go.id, (26/09/13).

Hawari, D., 2006, Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAZA (Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif), edisi 2, Balai Penerbit FK UI, Jakarta, h. 17-20.

Hidayat, Y., Bumi S.C., dan Alamsyah, R., 2010, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk Kelas X, Pusat Perbukuan Kementrian Nasional, Jakarta, h. 106-111.

Hoffman, B.B., 1994, Obat-obat Pengaktif Adrenoreseptor dan Simpatomimetik Lainnya, in Katzung B.G. (ed.): Farmakologi Dasar dan Klinik (terj.), EGC, Jakarta, h. 135.

(3)

Hosseini, F.A., Dizgah, I.M., Moghaddam, P.P., and Akrad, Z.T., 2007, Stimulated Whole Saliva Flow Rate and Composition in Menopausal Women with Oral Dryness Feeling, Origin Art Oral Deseases, 13: 320- 323.

Humphrey, S.P., and Williamson, R.T., 2001, A Review of Saliva: Normal Composition, Flow, and Function, J Pros Dent, 85: 162-169.

Indriany, H., 2012, Data Tindak Pidana Narkoba Tahun 2007-2011, http://www.bnn.go.id, (28/04/12).

Isnaini, F., dan Sabarini, S.S., 2011, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK Kelas X, Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional, Jakarta, h. 108-109.

Junqueira, L.C., dan Carneiro, J., 2007, Teks dan Atlas Histologi Dasar (terj.), edisi 10, EGC, Jakarta, h. 313, 315.

Kelsch, N.B., 2010, Metamphetamine Abuse-Oral Implications and Care, RDH, h. 71-77.

Kidd, E.A.M., dan Bechal, S.J., 1992, Dasar – Dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya (terj.), EGC, Jakarta, h. 69.

Kish, S.J., 2008, Pharmacologic Mechanisms of Chrystal Meth, CMAJ, 173 (13):

1679-1682.

Klasser, G.D., and Epstein, J., 2005, Methamphetamine and Its Impact on Dental Care, J Can Dent Assoc, 71(10): 759-762.

Kuriwada, S.S., Shoji, N., Kawai, M., Uneyama, H., Kaneta, N., and Sasanao, T., 2009, Hyposalivation Strongly Influence Hypogeusia in Elderly, J. Health Science, 55(5): 689-698.

Lamb, K., 2013, Shabu-shabu Ancaman Terbesar Narkoba di Indonesia, Voice of America, http://www.voaindonesia.com, (21/02/2013).

Langlais, R.P., dan Miller, C.S., 2000, Kelainan Rongga Mulut yang Lazim (terj.), Hipocrates, Jakarta, h. 40.

Lewis, M.A.O., dan Lamey, P.J., 2012, Tinjauan Klinis Penyakit Mulut (terj.), Widya Medika, h. 125-126.

McGrat,C., and Chan, B., 2005, Oral Health Sensations Associated with Illicit Drug Abuse, Br Dent J, 198: 159 – 162.

(4)

MacKenzie, R.G., and Heischober, B., 1997, Methamphetamine, Pediatric Rev, 18(9): 305-9.

Navazesh, M., Mulligan, R.A., Kipnis. V., Denny, P.A., and Denny, P.C., 1992, Comparison of Whole Saliva Flow Rates and Mucin Concentrations in Healthy Caucasian Young and Aged Adults. J Dent Res, 71:1275-1278.

Navazesh, M., and Kumar, S.K.S., 2008, Measuring Salivary Flow: Challenges and Opportunities, JADA, 139: 35S-40S.

Neil, G.H., Daniel, S.S., Kristin, G., and Steven, D.H., 2004, Sialorrhea: A Management Challenge, Am Fan Physician, 69(11): 2628-2635.

Pedersen, A.M.L., 2007, Saliva, Zendium, h. 1-15.

Rees, T.D., 1992, Oral Efect of Drug Abuse, CROBM, 3(3): 163-184.

Sastroastomoro, S., 2002. Pemilihan Subyek Penelitian, in Sastroasmoro dan Ismael (ed.): Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, edisi 2. Ilmu Kesehatan Anak FK UI. Jakarta. h. 75.

Scully, C., 2003, Drug Effects on Salivary Gland: Dry Mouth, Origin Art Oral Deseases, 9(10): 165-176.

Scully, C., and Cawson, R.A., 1993, Medical Problem in Dentistry, 3rd ed., Wright., Churchil Livingstone, pp. 192-196.

Scratched, T., 2010, Intisari Fisiologi Kedokteran (terj.), Binarupa Aksara, Jakarta, h. 40-42.

Setiawati, A., dan Gan, S., 2007, Obat Otonom, Gunawan S.G (ed.): Farmakologi dan Terapi, edisi 5, Gaya Baru, Jakarta, h. 47.

Setiawati, A., dan Gan, S., 2007, Obat Adrenergik, Gunawan S.G (ed.):

Farmakologi dan Terapi, edisi 5, Gaya Baru, Jakarta, h. 74.

’sGravenmade., 1982, Prevensi dalam Kedokteran Gigi dan Dasar Ilmiahnya, in Konig dan Hoogendoorn (eds.): Ludah dan Xerostomi (terj.), Indonesian Dental Industri., Jakarta, h. 39.

Sidabutar, R.P., Raharjo, J.P., Markum, M.S., dan Rusliyanto, H., 1992, Penyakit Ginjal dan Hipertensi Berkaitan dengan Perawatan Gigi dan Mulut, EGC, Jakarta, h. 33.

Sugiyono., 2010, Statistika untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung, h. 29.

(5)

Tjay, T.H., dan Rahardja, K., 2002. Obat-obat penting: Khasiat, Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya, edisi 5. Jakarta, Elex Media Komputindo, h.335- 344.

Tjay, T.H., dan Rahardja, K., 2006. Obat-obat penting: Khasiat, Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya, edisi 6. Jakarta, Elex Media Komputindo, h. 484- 485.

Tschoppe, P., Wolgin. M., Pischon, N., and Kielbassa, A.M., 2010, Etiologic Factors of Hyposalivation and Consequnces for Oral Health, Quintessence Int, 41(4): 321-333.

Winslow, B.T., Voorhees, K.I., and Pehl, K.A., 2007, Methamphetamine Abuse, Am Fam Physician, 76(8): 1169-1174.

Zaman-Joenoes, N., 2001, Ars Prescribendi: Resep yang Rasional, edisi 2, Airlangga University Press, Surabaya, h. 40.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengolahan data di atas, dapat dilihat bahwa dari indikator sikap patriotisme siswa diperoleh data sebanyak 38,96% responden berkategori kuat karena siswa

(2) Selain menyelenggarakan fungsi sebagaimana diatur dalam ayat (1), Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus

Bahan dasar pelumas di Indonesia dihasilkan dari dua pabrik penyulingan minyak, yaitu satu pabrik yaitu 430 ribu ton per tahun dari Cilacap (Jawa Tengah) dengan jenis bahan dasar

Pemberian pupuk vermikompos dengan dosis 1 kg dicampur dengan tanah 10 kg (P1) memberikan hasil yang tertinggi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan

umumnya berbentuk persegi panjang dengan variasi ragam hias. Teknologi pembuatan batu nisan menggunakan teknik pangkas dan teknik pahat, teknik pangkas digunakan pada

Penelitian tesis dengan judul “Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul Dalam Mendukung Iklim Investasi” yang dilakukan oleh Fery Dona, S.H tahun 2008. Penelitian tesis

Tabel 1 menunjukkan bahwa pem- berian pengaya pupuk limbah aren ber- pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman cabai, pemberian nutrisi pengaya kotoran sapi

Kaku mayat atau rigor mortis adalah kekakuan yang terjadi pada otot yang kadang- kadang disertai dengan sedikit pemendekan serabut otot, yang terjadi setelah