36 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 1. Perusahaan
Dalam karya ilmiah terapan ini penulis akan mendeskripsikan tentang gambaran umum objek penelitian sesuai dengan judul Karya Terapan Ilmiah ini yaitu “perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang pengoprasian permesinan di atas kapal KM. Armada Segara”.
Sehingga dengan adanya deskripsi gambaran umum objek penelitian ini, pembaca dapat memahami dan mampu merasakan tentang hal yang terjadi pada saat penulis melakukan penelitian di atas kapal KM Armada Segara.
Kapal Armada Segara adalah sebuah kapal yang dimiliki oleh Perusahaan PT. Salam Pacific Indonesia Lines (PT.Spil) yang beralamatkan di “SPIL HEAD OFFICE” jl. Karet no. 104 surabaya.
2. Tempat penelitian
Penelitian dilakukan di kapal KM.Armada Segara, yang jenis kapalnya adalah kapal container, yang memiliki 22 crew kapal. kapal KM. Armada Segara mempunyai data-data kapal sebagai berikut:
a. General Particular
Tabel 1 General Particular
SHIP PARTICULAR GENERAL - Name of Vessel : KM. ARMADA SEGARA - Type of Vessel : container ship
- Flag : Indonesia - Clasification : BKI - Material of Hull : Steel
- Builder / Year : jerman /feb 1991
- Owner : PT. SPIL ( Jl. Karet no.104 ) - Register : Surabaya
- Call Sign : POQQ PRINCIPAL DIMENSION :
- Lenght ( LOA / LPP ) : 120.06 M / 112.0 M - Breadth Moulded : 18.40 M
- Depth Moulded : 9.03 M
- Draft ( Full / Light ) : 6.77 M / 2.25 M
- DWT / NT / GT : 7886 T / 2892 T / 5320 T - Cargo Capacity : Total Container : 453 TEUS MAIN ENGINE :
- Merk / Type : Wartsila Vasa 12V32D
- Power / RPM : 4440 K / 5917.74 HP /750 RPM - Cylider bore No. Of Cyl : 320 mm / 12
- Weight : 65.000 kg
- Factory No. / Date : 5130 / 1991.03
- Manufacture : Wartisla oyj Abp, Helsinki Finlandia.
AUXILIARY ENGINE :
- No. of unit : 3 ( tree ) units
- Merk / Type : Yanmar / 6M 220 AL-UN - Max. / Cont. Power : 185 KW / 1142 KW - RPM : 900 r/m
- Serial No. : M200-DN,M200-SN and M200-EN - Bore / Stroke : 200 / 260 mm
- Net Weight : 5800 kg
- Production Fact. No. : XX 06 – 205 -00206 / 1991. 03
- Manufactured : Yanmar Diesel Engine/ chayamachi, kita ku, Osaka jepang.
B. HASIL PENELITIAN 1. Penyajian Data
a. Hasil Wawancara.
Hasil wawancara di lakukan pada kapal KM. Armada Segara yang informasinya di peroleh dari electrician di saat kapal dari Balikpapan menuju palu pada tgl 12 juni 2020. Berikut hasil wawancara di lakukan:
Table 2 hasil wawancara
NAMA HASIL WAWANCARA
Cadet eto :
Electrician :
Apa saja yang diperlukan didalam persiapan pekerjaan pemeliharaan motor listrik di atas kapal ?
Pleaning kerja, dan persiapan alat-alat yang menunjang untuk perawatan tersebut.
Cadet eto : Electrician :
saja Bagian utama dari Motor Listrik dan bagian lainnya?
Motor listrik memiliki 3 bagian utama yaitu stator merupakan bagian yang diam, rotor merupakan bagian yang bergerak dan us, bagian yang mengikat rotor bearing dan kipas.
Cadet eto :
Electrician :
Bagai mana cara mengecek tahanan isolasi motor listrik 3 phasa di kapal?
Dengan menggunakan avo atau magertest dengan di cek kepada terminal U,V,W menuju ke body motor (gronding).
Cadet eto :
Electrician :
Apa saja penyebab kerusakan pada motor listrk pada unit Pembangkit anda ?
Kurangnya perawatan, dan tidak memiliki perawatan yang standart dengan baik.
Cadet eto :
Electrician :
apa saja alat ukur yang di gunakan untuk mengukur tegangan dan hambatan/tahanan motor listrik ?
alat ukur berupa avo meter(multi tester)/mager test.
b. Nama peralatan.
Nama-nama peralatan bantu listrik yang memperlukan motor listrik 3 phasa di atas kapal KM Armada Segara:
Tabel 3. Peralatan Listrik 3 phasa yang menunjang permesinan
No Nama Peralatan Motor
listrik
1 Main air compressor 3 phasa
2 Lo Pump 3 phasa
3 Bilge Pump 3 phasa
4 Fo Transfer Pump 3 phasa
5 Do Transfer Pump 3 phasa
6 Ballast Pump 3 phasa
7 Fresh Water Pump 3 phasa
8 ME Jacket Cooling Pump 3 phasa
9 Purifier Fo,Do,Lo 3 phasa
10 Hydraulic Steering Gear Pump 3 phasa
11 Hydraulic Mooring Pump 3 phasa
12 Hydraulic Windlass Pump 3 phasa
13 Gs pump 3 phasa
14 Ht pump 3 phasa
15 Lt pump 3 phasa
16 Turning gear 3 phasa
17 Cpp pump 3 phasa
18 Stearing gear pump 3 phasa
19 Hoist crane motor 3 phasa
20 Fdf motor boiler 3 phasa
21 Sea water pump 3 phasa
22 Preelub oil pump 3 phasa
23 Blower 3 phasa
24 Ows pump 3 phasa
25 Mine motor crane dan hydraulic motor carane 3 phasa
26 Compressor refrigran 3 phasa
c. Jenis-jenis perawatan motor listrik 3 phasa.
1) Safety Instruction
Dalam melakukan proses pengerjaan perawatan harus adanya intrusksi-instruksi keamanan. Petugas yang melaksanakan pengerjaan perawatan harus memahami instruksi- instruksi sesuai dengan standar pengerjaannya, jika tidak maka bisa terjadi kemungkinan bertambah buruknya kondisi motor karena penanganan yang tidak sesuai.
2) General Storage Precautions
Tindakan pencegahaan sebelum dilakukannya pemasangan motor mutlak harus dilakukan. Kondisi tempat peletakan motor (motor room)harus diperhatikan karena bila kondisinya tidak sesuai maka dapat menimbulkan terjadinya korosi dan kelambapan motor yang tinggi yang mana hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja motor.
3) Foundation
Pemasangan pondasi pada motor harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh produsennya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan pondasi motor adalah pondasi tersebut harus mampu menahan beban mesin dan tahan terhadap reaksi torsi dan tekanan yang ditimbulkan dari pengkopelan. Contoh gambar pemasangan pasak pada motor.
4) Machine Installation
Dalam pemasangan mesin harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pihak produsen. Faktor ketepatan (alignment)
pemasangan komponen-komponen motor merupakan salah satu hal yang mutlak harus diperhaikan. Pemasangan komponen- komponen penunjang seperti kopel harus dilakukan sesuai dengan instruksi yang tertera, karena bila terjadi ketidaksesuaian pemasangan akan berdampak buruk pada kinerja motor. Selain hal-hal teknis tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga yaitu, tempat yang akan dipasang harus dipastikan dalam kondisi bersih, siap untuk dilakukan pemasangan, memiliki akses yang cukup untuk melakukan perbaikan (terdapat unit pembantu lain), dan memiliki saluran udara yang terbebas dari partikel-partikel yang dapat merusak kondisi mesin.
5) Commisioning
Sebelum melakukan starting pada motor ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti, kopel motor dan perlengkapan mekanis lainnya sudah terpasang dengan sesuai, motor fan berputar pada arah yang sesuai, kondisi pendingin tidak tersumbat, posisi semua brush pada motor sudah sesuai, kondisi komutator bersih, rangakain elektrik terhubung dengan baik, komponen pelindung sudah terlihat baik, dan memiliki nilai isolasi hambatan yang sesuai.
6) Observation and Maintenance
Pengecekan kondisi-kondisi komponen pada motor harus dilakukan secara berkala. Ada yang dilakukan sebulan sekali dan ada yang dilakukan 3 kali dalam setahun, tergantung dari komponennya.
7) Insulation Resistance
Proses pengecekan nilai isolasi hambatan pada motor harus dilakukan cukup sering. Selain terbilang mudah, dengan dilakuakn pengecekan ini maka nilai isolasi hamabatan pada motor dapat terpantau terus.
8) Brushes and Commutation
Pemilihan jenis brush yang digunakan pada motor menjadi salah satu faktor penentu kinerja mesin. Brush juga harus dilakukan penggantian bila sudah habis masa pemakainnya. Selain brush, kondisi komutasi(penyearahan) juga harus diperhatikan. Banyak hal yang mempengaruhi kondisi tersebut, seperti kelembapan udara, partikel debu, dan komposisi gas yang ada di udara.
9) Commutator
Bila dalam kondisi operasi komutator tidak memerlukan perawatan khusus. Bila kondisi permukaan komutator sudah kasar baru biasanya akan dilakukan pengecekan, apakah komutator tersebut sudah
10) Lubrication
Proses pelumasan biasanya dilakukan selama 1 tahun sekali, tergantung dari kondisi pelumas itu sendiri. Parameter yang digunakan salah satunya adalah suhu dari pelumas tersebut (biasanya suhunya kurang dari 800 C).
11) Cleaning
Faktor terpenting daritindakan pencegahan adalah memastikan kondisi bagian-bagian motor bersih, mesin motornya
itu sendiri ataupun komponen penunjang lainnya. Dalam melakukan proses ini juga harus hati-hati karena bila prosesnya salah maka dapat memperburuk kondisi motor.
12) Filter
Mesin-mesin motor yang menggunakan motor Fan sebagai pendinginnya pastinya membutuhkan filter sebagai penampung kotoran dari sisa pembuangan motor Fan. Penggantian filter harus dialukan secara rutin agar kotoran pada filter tidak menumpuk.
13) Dismantling and Reassembling
Proses pembongkaran dan perakitan motor harus dilakukan secara tepat. Bila tidak tepat malah akan merusak motor tersebut
d. Tata cara pengecekan Tahanan motor listrik 3 phasa.
Sistem resistansi isolasi motor yang efektif memiliki resistansi tinggi, biasanya minmal mempunyai standart beberapa mega ohm (MΩ). Sistem isolasi yang buruk memiliki resistansi isolasi yang lebih rendah. Resistansi isolasi optimal untuk motor listrik sering ditentukan oleh spesifikasi pabrik, kekritisan aplikasi di mana motor digunakan, dan lingkungan di mana ia berada.
Tabel 4. standart resistansi (nilai hambatan).
Standar Resistansi Isolasi Level Isolasi
2 Megohm or less Bad
2-5 Megohm Critical
5-10 Megohm Abnormal
10-50 Megohm Good
50-100 Megohm Very good
100 Megohm or more Excellent
Tabel 5. tata cara pengecekan hambatan motor listrik 3 phasa
NO Tata cara pengecekan
1
Ukur resistansi terlebih dahulu, dengan alat multitester, atau apapun, atur selector switch pada posisi ohm meter, atau bisa juga memakai mager test.
2
Kemudian buka box penututp terminal motor listrik kemudian ukur satu persatu tahana di setiap Coil atau gulungannya. Di mulai dari U1-U2
3 Kemudian ukur lilitan coil V1-V2
4 Kemudian selanjutnya ukur lilitan W1-W2 5
Setlah masing masing lilitan sudah di ukur maka lanjut pengukuran lilitan dengan body, apakah terjadi short body atau tidak.
6
Cara mengukur, ukur mulai U1 sampai W1 dengan body jika digital atau menunjukan OL/lambang tak terhingga berarti motor tersebur masik aman. Jika menunjukkan angka yg rendah bisah di bilang itu short body.
7
Cara mengukur, ukur mulai U2 sampai W2 dengan body jika digital atau menunjukan OL/lambang tak terhingga berarti motor tersebur masik aman. Jika menunjukkan angka yg rendah bisah di bilang itu short body.
e. Peralatan yang di butuhkan untuk perawatan motor listrik 3 phasa di atas kapal.
Tabel: 6. nama peralatan untuk perawatan motor listrik 3 phas
NO NAMA PERALATAN YANG DI BUTUHKAN
1 Multi Tester 2 Mager test 3 Osiloskop 4 Tang amper 5 Test pen 6 Rubber 7 Bearing baru 8 Electric cleaner 9 Wd
10 Kunci “L”
11 Kunci Shock 4-12,14,17,19,22,24,27,30,32 12 Kunci pass ring 4-12,14,17,19,22,24,27,30,32
13 Obenk + dan -
14 Tang ptong dan tang kombinasi 15 Second dan kriper
16 Isolasi listrik dan kertas 17 Sherlac
18 Treker
19 Terminal U,V,W box motor 20 Sqrew oil pump baru 21 Mechanical seal baru
f. Bukti perawatan motor listik untuk menunjang permesinan di atas kapal.
1) Perawatan dan perbaikan pompa GS
Perawatan dan perbaikan pompa GS ini di karena kanadanya kerusakan mechanical seal pada pompa Gs mulai tidak elastis dan terkikis sehingga perlu penggantian mechanical seal yang baru agar tidak menimbulkan kebocoran menuju bearing dan masuk ke stator motor sehingga bisa mengakibatkan trobelshooting pada electro motor. Tahapan penggantian mechanical seal pda pmpa GS : a) Persiapkan pleaning kerja apa saja yang akan di lakukan dan
serta mempersiapkan barang peralatan yang akan di butuhkan.
b) Pastikan panel control pompa GS sudah di matikan dengan mematikanm swich MCCB, serta lepas kabel R,S,T pada terminal U,V,W pompa GS.
c) Lepas baut-baut pengikat pompa GS, setelah di lepas semua, angkat pompa dengan takal lalu letakkan di bawah, lepaskan impeller dari saftnya dan lepas saft dari mechanical seal.
d) Ambil mechanical seal yang baru pasang pada saft dan pasang impeller juga pada saft pasang dengan benar sehingga tidak terjadi kesalahan, dan kebocoran ulang, pasang dalam dudukan semula dan pasang baut dengan erat.
e) Lalu pasang ulang kabel R,S,T dalam terminal U,V,W jangan sampai terbalik kembalikan seperti semula agar putaran tidak berubah, dan kencangkan. Nyalakan panel control check bias menyala atau tidak.
Gambar : 1. perawatan dan perbaikan pompa GS
2) Perbaikan pompa SW (sea water)
Perawatan dan perbaikan ini di karena kan mechanical seal pada pompa SW mulai tidak elastis sehingga perlu penggantian mechanical seal yang baru agar tidak bocor menuju bearing dan
masuk ke stator motor sehingga bisa mengakibatkan trobelshooting pada electro motor. Tahapan penggantian mechanical seal pda pmpa SW :
a) Persiapkan pleaning kerja apa saja yang akan di lakukan dan serta mempersiapkan barang peralatan yang akan di butuhkan.
b) Pastikan panel control pompa GS sudah di matikan dengan mematikanm swich MCCB, serta lepas kabel R,S,T pada terminal U,V,W pompa GS.
c) Lepas baut-baut pengikat pompa GS, setelah di lepas semua, angkat pompa dengan takal lalu letakkan di bawah, lepaskan impeller dari saftnya dan lepas saft dari mechanical seal.
d) Ambil mechanical seal yang baru pasang pada saft dan pasang impeller juga pada saft pasang dengan benar sehingga tidak terjadi kesalahan, dan kebocoran ulang, pasang dalam dudukan semula dan pasang baut dengan erat.
e) Lalu pasang ulang kabel R,S,T dalam terminal U,V,W jangan sampai terbalik kembalikan seperti semula agar putaran tidak berubah, dan kencangkan. Nyalakan panel control check bias menyala atau tidak
Gambar : 2.perawatan dan perbaikan pompa sw.
3) Perawatan dan perbaikan motor purifier
Perawatan dan perbaikan motor purifier di karenakan jalur kabel yang menuju motor terputus dan wiring box U,V,W sangat kotor sehingga motor tidak bekerja lalu dilakukan pergantian kabel pada jalur kabel yang menuju motor dan pembersihan wiring box U,V,W menggunakan wd sehingga motor bisa bekerja Kembali.
Tahapan penggantian mechanical seal pda motor purifier :
a) Persiapkan pleaning kerja apa saja yang akan di lakukan dan serta mempersiapkan barang peralatan yang akan di butuhkan.
b) Pastikan panel control pompa purifier sudah di matikan dengan mematikanm swich MCCB, serta lepas kabel R,S,T pada terminal U,V,W motor purifier.
c) Bikin jalur kabel ulang pada pompa purifier menuju control panel, lepas kabel yang lama pada pompa purifier dan control panel
d) Pasang kabel baru pada R,S,T terminal, menuju U1,V1,W1 pompa purifier lalu bersihkan panel sehingga tidak terjadi trobelshooting ulang.
Gambar : 3. perbaikan dan perawatan purifier motor
4) Perawatan dan perbaikan motor pompa HT
Perawatan dan perbaikan terminal U,V,W pada motor listrik HT yang terbakar dan meledak karena mur pada pengunci kabel U,V,W tidak mengunci erat sehingga mengakibatkan hubungan arus pendek (korsleting) sehingga terminal U,V,W meleleh dan meledak. Tahapan perawatan dan perbaikan pada pompa HT : a) Persiapkan pleaning kerja apa saja yang akan di lakukan dan
serta mempersiapkan barang peralatan yang akan di butuhkan.
b) Pastikan panel control pompa GS sudah di matikan dengan mematikan swich MCCB, serta lepas kabel R,S,T pada terminal U,V,W pompa HT.
c) Check hambatan pada motor HT apa hambatannya masik bagus apa tidak, jika bagus ganti terminal yang rusak dengan terminal baru.
Gambar: 4. perawatan dan perbaikan motor HT 5) Perawatan dan perbaikan pompa fresh water (hydrofor)
Perawatan dan perbaikan fresh water karena presure cuit pada motor selalu pada tekanan yang rendah sehingga motor tidak bisa mati pada tekanan yang sudah di tentukan, sehingga di lakukan pembersihan pada nosel/pipa dan sambungan listrik sehingga preasure cuit bekerja lagi dengan normal. Tahapan perawatan dan perbaikan pada pompa hydrofor : ejas preasure switch sesuai tekanan yang pas terhadap tekanan air.
Gambar : 5. perawatan dan perbaikan pompa hydrofor
6) Perawatan dan perbaikan motor turning gear
Perawatan dan perbaikan motor turning gear ini karena motor pada saat di nyalakan putaran pada motor sangat pelan sekali sehingga flywheel berputarnya sangat lama, dan di lakukan perawatan pembersihan stator dan rotor pada motor dan penggantian bearing baru sehingga motor dapat berputar dengan normal.
Gambar : 6. perbaikan dan perawatan turning gear 7) Perawatan motor windlass
Perawatan motor windlass hydraulic harus melakukan prifentif , priming pompa oil hydraulic agar pompa tidak terjadi masuk angin dan mengakibatkan beban yang tinggi pada motor, vibration yang tinggi dan dapat mengakibatkan motor meledak dan bearing aus.
Gambar : 7. perawatan motor windla
8) Perawatan motor moring wings
Perawatan motor windlass hydraulic harus melakukan prifentif , priming pompa oil hydraulic agar pompa tidak terjadi masuk angin dan mengakibatkan beban yang tinggi pada motor, vibration yang tinggi dan dapat mengakibatkan motor meledak dan bearing aus.
Gambar : 8. perawatan motor moring wings
9) Perbaikan dan perawatan Preelub oil motor AE
Perbaikan dan perawatan preelub oil AE ini karena panel preelub selalu trip sehingga motor tidak berfungsi oleh karena itu, di lakukan pengecekan motor (hambatan) Ohm dengan mengunakan magertest, hambatannya rendah dan di lakukan pengecekan bearing dan screw macet sehingga dilakukan overhal pergantian bearing baru lalu stator dan rotor di lakukan pembersihan dengan wd dan di lakukan pemanasan agar tidak ada hambatan saat motor bekerja dan lilitan stator di lapisi sherlac agar kuat terhadap panas dan kotoran, sehingga motor dapat di gunakan ulang dengan normal.
Gambar : 9. perawatan dan perbaikan motor preelub oil AE
10) Perawatan berkala semua electro motor.
Perawatan ini terjadi pada semua motor listik bantu tanpa terkecuali, sehingga terjadi pengecekan secara berkala, seperti pengecekan hambatan pada motor listrik (ohm),dan pembersihan sekitar motor listrik dan fan .
Gambar : j. perawatan motor pengecekan hambatan dan kebersihan
2. Analisis Data
a. Sebelum di lakukan perawatan
Berikut Analisis hasil data perawatan harian,mingguan, dan bulanan yang mencakup motor listrik 3 phasa yang berada di KM.
armada segara yang sebelum mengalami perawatan yang tepat.
Tabel 7. sebelum dilakukan perawatan yang benar
Nama Alat
Perawatan harian
Perawatan mingguan
Perawatan harian Baik Tidak Baik Tidak Baik Tidak
Main air compressor √ √ √
Lo Pump √ √ √
Bilge Pump √ √ √
Fo Transfer Pump √ √ √
Do Transfer Pump √ √ √
Ballast Pump √ √ √
Fresh Water Pump √ √ √
ME Jacket Cooling Pump
√ √ √
Purifier Fo,Do,Lo √ √ √
Hydraulic Steering Gear Pump
√ √ √
Hydraulic Mooring Pump
√ √ √
Hydraulic Windlass Pump
√ √ √
Gs pump √ √ √
Ht pump √ √ √
Lt pump √ √ √
Turning gear √ √ √
Cpp pump √ √ √
Hoist crane motor √ √ √
Fdf motor boiler √ √ √
Sea water pump √ √ √
Preelub oil pump √ √ √
Blower √ √ √
Ows pump √ √ √
Mine motor crane √ √ √
CompressorrefI √ √ √
b. Sebelum di lakukan perawatan
Berikut Analisis hasil data perawatan harian,mingguan, dan bulanan yang mencakup motor listrik 3 phasa yang berada di KM.
Armada Segara dalam kurun waktu 11 bulan 23 hari yang sesudah mengalami perawatan yang tepat.
Tabel 8. sesudah dilakukan perawatan yang benar
Nama Alat
Perawatan harian
Perawatan mingguan
Perawatan harian Baik Tidak Baik Tidak Baik Tidak
Main air compressor √ √ √
Lo Pump √ √ √
Bilge Pump √ √ √
Fo Transfer Pump √ √ √
Do Transfer Pump √ √ √
Ballast Pump √ √ √
Fresh Water Pump √ √ √
ME Jacket Cooling Pump √ √ √
Purifier Fo,Do,Lo √ √ √
Hydraulic Steering Gear Pump
√ √ √
Hydraulic Mooring Pump
√ √ √
Hydraulic Windlass Pump √ √ √
Gs pump √ √ √
Ht pump √ √ √
Lt pump √ √ √
Turning gear √ √ √
Cpp pump √ √ √
Hoist crane motor √ √ √
Fdf motor boiler √ √ √
Sea water pump √ √ √
Preelub oil pump √ √ √
Blower √ √ √
Ows pump √ √ √
Mine motor crane √ √ √
CompressorrefI √ √ √
C. PEMBAHASAN
1. Perawatan Motor Listrik 3 Phasa Untuk Menunjang Permesinan Di Atas Kapal KM. Armada Segara
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran dan pleaning kerja sebelumnya pada perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan di atas kapal KM Armada Segara, sehingga banyak sekali troble shooting yang terjadi pada motor listrik 3 phasa. Lebih dari 50% perawatan harian, mingguan, maupun bulanan motor listrik 3 phasa di atas kapal KM. Armada Segara mengalami kurangnya perawatan yang benar dan terstruktur. Sehingga perawatan motor listrik sangat penting agar jam kerja motor listrik semakin Panjang dan bias di gunakan dengan baik : Hal tersebut didukung dengan teori yang dikemukakan Siswanto Karnoto (2012) Perawatan mesin motor listrik 3 phasa harus dilaksanakan secara berkala/rutin, profesional dan harus memiliki standar yang jelas Yang sesuai standart internasional.
Perawatan yang teratur dan terorganisir merupakan pedoman yang mutlak agar kelangsungan jam kerja motor listrik 3 phasa di atas kapal akan meningkat dan tidak gampang mengalami kerusakan, Seperti pada table sebelum dan sesudah di lakukannya perawatan yang rutin pada motor listrik 3 phasa di atas kapal KM. Armada Segara. terjadi perubahan yang awalnya kurang dari 50% sekarang menjadi lebih dari 50%, memiliki perubahab yang siknifikan.
2. Cara Penanganan Permasalahan Motor Listrik 3 Phasa Yang Sering Terjadi Di Atas Kapal KM. Armada Segara.
Permasalahan motor listrik 3 phasa yang sering terjadi di KM. Armada Segara adalah permasalahan pada panel distribusi motor listrik 3 phasa yang di karenakan, perawatan di setiap komponen-komponen seperti kontaktor, mcb, fuse, ovl, timer,dan kabel tidak berjalan dengan baik sehingga komponen tersebut terjadi kerusakan yang di karenakan kurangnya perawatan akibat jarangnya pemakaian crane untuk bongkar muat.berikut cara penangananya :
a. Sebelum menjalankan crane check semua mulai dari kontaktor, mcb,ovl, fuse, dan kabel apakah terjadi trip maupun kerusakan di setiap komponen tersebut
b. Jika terjadi trip pada ovl maupun restat ulang tombol trip agar berfungsi kembali, dan jika terjadi kerusakan di harap di ganti dengan yang baru di karenakan kinerja alat yang baru lebih baik di banding dengan alat yang bekas. Dan jika tidak terjadi kerusakan lanjut ke tahap berikutnya.
c. Setelah di lakukannya pemakaian terhadap crane, selanjutnya pengecekan ulang terhadap komponen-komponennya terlampau masih bagus atau tidak, dan perawatan pembersihan di setiap komponennya menggunakan electric cleaner, fakum cleaner dan pengecekan hambatan motor setiap seminggu sekali, agar peforma motor berjalan dengan baik.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dipaparkan dan pembahasan pada praktik kerja di PT Spil (KM. Armada Segara) dan bab sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1. Kegunaan Motor listrik 3 phasa sangat penting bagi permesinan bantu di Kapal KM Armada Segara di karenakan di setiap permesinan induk dan bantu, selalu membuhtukandan selalu ada electro motor 3 phas untuk memompa, menghisap, menekan Dan menggerakkan permesinan bantu.
2. Perawatan ini pada semua motor listik bantu tanpa terkecuali di KM.
Armada Segara, perawatan secara berkala seperti pengecekan hambatan pada motor listrik (ohm),dan pembersihan sekitar motor listrik dan fan, mengganti alat-alat yang sudah rusak.
3. Panel distribusi electromotor 3 phasa pada crane, kurangnya perawatan yang intensif di karenakan pemakaian crane sangat jarang, sehingga mengakibatkan komponen-komponen dalam panel macet dan terjadi trobelshooting,
B. SARAN
1. Kegunaan motor listrik 3 phasa sangat penting sehingga harus ada penetapan standart pelaksanaan yang tepat dan pengecekan yang benar.
2. Melakukan semacam Training tentang sistem perawatan pada mesin- mesin motor pada merk dan spesifikasi tertentu agar pemahaman tentang motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan di atas kapal KM.
Armada Segara menjadi lebih banyak.