i
ii
iii
iv
v
vi
vii
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Manajemen keuangan dikenal sebagai salah satu bagian ilmu yang menyangkut pengelolaan keuangan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam lingkup perusahaan, persaiangan yang semakin ketat menuntut manajemen untuk semakin berhati-hati dalam membuat keputusan, diantaranya keputusan-keputusan keuangan. Dalam banyak kasus yag ditemukan, kegagalan usaha/bisnis ternyata bersumber pada kesalahan yang dibuat manajemen dalam pengelolaan keuangannya sehingga terjadi tekanan keuangan (financial distress) yang berkepanjangan dan berakhir dengan kebangkurutan perusahaan.
Setiap perusahaan, tampa memandang besar kecilnya memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agara tujuan yang diidamidamkan dapat tercapai. Ketika perusahaan masaih berskala kecil, mungkin persoalan manajemen yang dihadapi belum banyak dan relatif sederhana. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jumlah karyawan yang masih sedikit, jumlah dana yang tertanam pada aset masih relatif kecil, jumlah dan variasi produk (barang atau jasa) yang dihasilkan masih relatif terbatas, dan sebagainya.
Akibatnya keputusan keuangan yang harus dibuat manajer tidak terlalu barvariasi. Namun ketika perusahaan semakin berkembang dan menjadi perusahaan besar, keputusan yang diambil oleh manajer semakin bervariasi dengan kompleksitas semakin tinggi. Dunia bisnis yang semakian berkembang menuntut pengelolaan keuangan yang semakin baik.
Bisa saja sebuah perusahaan kalah bersaing dengan perusahaan lain “hanya” karena kalah efisien akibat kekurang hatian dalam pengelolaan keuangannya.
Manajemen keuangan korporasi menekankan bahwa setiap keputusan manajemen harus mengacu pada tujuan utuma perusahaan yaitu memaksimumkan nilai perusahaan (value of the firm) yang akibatnya akan memaksimumkan kekayaan dan kesejahteraan pemegang saham. Artinya sebuah keputusan dinilai baik apabila mampu menaikkan nilai perusahaan. Sebaliknya, keputusan dianggap buruk apabila justru menurunkan nilai perusahaan. Mengenai nilai perusahaan, para akademisi sepakat untuk menterjemahkanya sebagai indikator kemampuan perusahaan dalam menciptakan arus kas bebesa dimasa yang akan dating (future free cash flows). Artinya sebuah perusahaan yang bernikai tinggi
2 adalah sebuah perusahaan yang diliai mampu mengahsilkan arus kas bebas yang tinggi.
Begitu pula sebaliknya.
Kemampuan manajemen dalam menaikkan nilai perusahaan tergantung pada keberhasilannya membuat keputusan keuangan, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Keputusan keuangan jangka panjang adalah keputusan-keputusan keuangan yang menyangkut aset maupun kewajiban jangka panjang. Keputusan ini dipisahkan menjadi tiga kelompok, yaitu (1) keputusan penggunaan dana untuk investasi (Investment decision), (2) Keputusan pemilihan sumber dana untuk membiayai investasi tersebut (financing decision), (3) Keputusan pembagian laba kepada pemegang saham (deviden decision) (Brigham dan Houston, 2004)
Manajemen keuangan yang mencakup pengelolaan keuangan jangka pendek (manajemen modal kerja). Modal kerja (working capital) adalah modal yang dilibatkan pada kegiatan sehari-hari perusahaan, seperti untuk pembeliab bahan baku, barang dagangan, gaji dan upah karyawan, biaya listrik, biaya air, biaya telepon, dan biaya operasional lainnya. Modal kerja sebagai ukuran efisiensi dan kesehatan jangka pendek perusahaan.
Pemahaman atas teori pengambilan keputusan sangat penting, karena segala aktivitas dibidang keuangan selalu bermuara pada pengambilan keputusan (decision making). Teori pengambilan keputusan mengasumsikan bahwa individu sebagai pengambil keputusan adalah berlaku rasional. Tekni pengambilan keputusan secsra kauntitatif yaitu dengan pemodelan amtematis, statistika, dan ekonometrika diadopsi dalam teori keuangan standar untuk member penjelasan tentang berbagai fenomena keuangan yang berhubunga dengan pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan tersebut tergantung dari perilaku pengambil keputusan.
Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari sekumlah alternative yang tersedia dalam pengaruh situasi yang kompleks. Perilaku pengambil keputusan yang berhubungan dengan keuangan disebut dengan perilaku keuangan.
Perilaku keuangan diduga juga terjadi di koperasi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kondisi keuangan di koperasi juga memerlukan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pengelola koperasi. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dan menganalisi perilaku keuangan yang terjadi di koperasi di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.
3 1.2. Urgensi Penelitian
Menyadari akan besarnya manfaat yang akan diterima oleh anggota koperasi sebagai dampak pengmabilan keputusan yang baik dan benar, maka adalah sangat penting untuk mengetahui bagaimana perilaku keuangan koperasi di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Oleh karena itu keutamaan penelitian ini adalah :
1. Penelitian ini akan mengidentifikasi profil koperasi di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi
2. Penelitian ini akan mengetahui perilaku keuangan koperasi yang berada di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.
4 BAB II
STUDI PUSTAKA
2.1. Teori Perilaku Keuangan.
Teori perilaku keuangan dapat diartikan sebagai aplikasi ilmu psikologi dalam disiplin ilmu keuangan. Perilaku keuangan merupakan analisis berinvestasi yang menggunakan ilmu psikologi dan ilmu keuangan, yaitu suatu pendekatan yang menjelaskan bagaimana manuisa (investor) melakukan investasi atau berhubungan dengan keuangan dipengaruhi oleh faktor psikologi. Perilaku keuangan bermaksud untuk memahami perilaku investor dalam mengambil keputusan investasi dan bertindak di pasar modal yang akan berpengaruh pada market performance (Qawi, 2010; Wendy, 2010;
Shahzad, Paeman, Fawed, Sajid, Sehrish, 2013).
Perilaku keuangan sangat berperan dalam pengambilan keputusan investasi.
Pengambilan keputusan investasi akan sangat dipengaruhi oleh informasi yang diperoleh serta pengetahuan investor tentang investasi. Sedangkan tiap-tiap investor memiliki tingkat kemampuan dan pengetahuan yang berbeda. Pengambilan keputusan investasi antara lain dipengaruhi oleh (1) sejauh mana keputusan investasi dapat memaksimakan kekayaan, (2) behavioral motivation, keputusan investasi berdasarkan aspek psikologis investor. Pengambilan keputusan investasi tidak selalau berprilaku dengan cara yang konsisten dengna asumsi yang dibuat sesuai dnegan persepsi dan pemahaman atas informasi yang diterima (Christanti dan Mahastanti, 2011; Jahanzeb, Agha, Saqib, Saif, 2012; Peteros dan Maleyeff, 2013).
2.2. Peran Emosi Membentuk Keputusan Keuangan
Elster (1998), Hermalin dan Isen (2000) memastikan bahwa dalam setiap proses pengambilan keputusan investasi, seorang investor pasti melibatkan emosinya dalam proses pengambilan keputusan investasi.
Emosi adalah sesuatu yang kompleks karena mengandung aspek yang bervariasi yaitu : aspek kognitif, aspke psikis, aspek sosial, dan aspek perilaku.
5 2.3. Faktor Emosi
Ekman (1992) memperkenalkan emosi dasar (basic emotions). Ia menggambarkan sesuatu keadaan atau kejadian, lalu meminta responden untuk memilih gambar eksprsi wajah yang menurutnya paling sesuai dengan keadaan itu. Ia menemukan ada enam emosi dasar, yaitu
1. Kemarahan (anger)
2. Rasa jijik atau muak (disgust) 3. Rasa takut (fear)
4. Kesenangan (happiness) 5. Kesedihan (sadness) dan 6. Terkejut (surprise)
Ekman (1992) juga menemukan bahwa meskipun emosi adalah sebuah fenomena yang bersifat universal, namun ada bagian-bagian yang berbeda antara satu budaya dengan budaya lain (dalam hal mengekspresikan, merasakan, atau bereaksi). Miyamoto dan Ryff (2011) mengatakan ada yang disebut sebagai cultural script yang mengacu pada norma- norma budaya. Cultur script inilah yang mengatur bagaimana seseorang mengekspresikan emosinya, baik positif maupun negative.
2.4. Faktor-faktor Eksternal Emosi
Emosi dikaitkan dengan kecendrungan orang untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Liteartur psikologi menagtakan ada beberapa elemen emosi yang sangat jelas perannnya dalam mempengaruhi keputusan yang diambil seseorang, seperti rasa marah, menyesal, takut, gembira, bahkan cinta; yang semuanya akan mempengaruhi hati seseorang.
Selain faktor-faktor internal tersebut, faktor-faktor eksternal juga berperan dalam menentukan emosi, perilaku, serta keputusan yang akan diambil seseorang, seperti tempat, waktu, atau suasuanan dan penunjangnya (prasarana, suhu, cuaca, bau, warna, dan sebaginya.
Tempat, pada dasarnya keputusan dapat diambil dimana saja. Seorang direktur keuangan, bisa saja membuat keputusan penting pada saat ia sedang menemani istrinya berbelanja di pasar swalayan. Seorang investor saham bisa saja mendadak menelopon pialangnya di tengah malam untuk memeritahkan penjualan saham perusahaan tertentu
6 yang dimilikinya. Dengan kata lain, tempat bisa saja menajadi variabel yang tidak relevan.
Keputusan yang baik menbutuhkan proses yang baik. Tempat yang memenuhi syarat merupakan salah satu faktor penentu proses. Keputusan yang biasa dan cenderung rutin biasanya diambil di kantor.
Waktu, McGuinness (2011) mengatakan bahwa ia tdak akan membuat keputusan penting setelah jam empat sore. Para akademisi dan peneliti di bidang keuangan menemukan fenomena day of the week effect, monday effect atau january effect, yang menggambarkan perilaku spesifik harga saham berkaitan dengan waktu. Penelitian menemukan bahwa harga saham diwaktu-waktu tersebut mempuanyai perilaku yang berbeda dengan harga saham diwaktu-waktu yang lain.
Suasana, faktor yang juga melengkapi pengambilan keputusan. Kualitas suasana ditentukan oleh berbagai aspek, baik fisikal maupun psikologis. Aspek fisik biasanya berhubungan dengan prasarana yang tersedia untuk proses pengambilan keputusan.
Ruangan yang memadai, fasilitas komunikasi yang baik, listrik yang cukup. Aspek psikologis juga mempengaruhi pengambilan keputusan. Suasana hati yang sedang sedih gembira. Pengaruh suasana hati diperkuat oleh faktor penunjang psikologis lain seperti warna, bau, bahkan cuaca. Hirshleifer dan Shumway (2003) melakukan penelitian secara ekstensif dengan melibatkan 26 bursa internasional. Mereka menemukan bahwa kecerahan sinar matahari pagi akan membentuk good mood investor, sehingga dapat menaikkan harga saham secara agregat di pasar modal. Argumentasi mereka adalah bahwa kecerahan sinar matahari pagi membuat orang lebih optimis dan lebih rendah risk aversion-nya sehingga lebih aktaktif membeli saham.
2.5. Bias Kognitif
Menurut pengertian umum, bias kognitif adalah sebuah proses berfikir yang tidak didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan rasional dan tidak dilengkapi oleh alasan- alasan yang kuat. Akibatnya kemungkinan akan terjadi penyimpangan persepsi, penyimpangan judgment, interpestasi yang tidak logis, atau disebut irrational.
Menurut Asri (2013), bias kognitif dapat disebabkan oleh banyak variabel perilaku yang menjadi penentu. Variabel-variabel perilaku uang berperan dalam menimbulkan bias kognitif dikelompok menjadi 3 kelompok yaitu:
7 2.5.1. Perilaku Penyederhanaan Proses Pembuatan Keputusan (Heuristic).
Heuristic adalah suatu proses pengambilan keputusan yang menggunakan informasi terbatas, lebih banyak mengandalkan pengalaman, ditambah intuisi secukupnya (Fromlet, 2001).
Dalam menyelesaikan permasalahn sehari-hari secara heuristic, tidak jarang orang hanya menggunakan rule of thumb, bahakan intuusi atau common sense saja. Pendekatan heuristic kadang-kadang memang perlu diterapkan karena :
Keputusan yang diambil relatif sederhana
Sudah terjadi berulang-ulang
Mengandung dampak yag tidak serius seandainya terjadi kesalahan
Menurut teori keuangan konvensional seharusnya semua keputusan didasarkan pada pertimbangan yang matang atas berbagai informasi, baik yang saat itu tersedia maupun tersembunyi. Begitu pula ketika manajer keuangan perusahaan membuat keputusan, seharunya disertai dengan pertimbangan dan asumsi logis dan pendekatam yang kuantitatif menggunakan rumus-rumus yang tersedia. Ia juga memerlukan data yang lengkap untuk dianalisi dan dijadikan dasar keputusan yang dibuatnya.
Namun dalam kenyataannya, orang sering menggunakan data, upaya, maupun analisis terbatas gara dapat menghasilkan keputusan secepatnya. Perilaku penyederhanaan heuristic dilengkapi dengan kecendrungan menggunakan informasi yag tersedia saja (availability bias). Ada keengganan, terutama karean keterbatasan waktu, untuk mencari data atau informasi tambahan demi memperkuat analisis. Seringkali data yang tersedia dipandang mencukupi dan dapat dipakai seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.
Perilaku penyederhaan proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengalaman masa lalu dikenal dengan hindsight. Orang seringkali melihat pengalaman yang dimiliki meskipun terbatas, sebagai acuan yang paling mudah untuk dipahami.
Perilaku ini sering membuat orang enggan untuk melakukan prediksi berdasarkan metoda- metoda realistic sehingga reaksi yang diberikan terhadap informasipun menjadi bias.
Selanjutnya, dikalangan investor di pasar modal tidak jarang ditemuan perilaku yang terlalu mudah untuk menilai sesuatu sebagai cerminan dari sebuah kelompok yang diwakilinya (representativeness). Pada akhir tahun 1990an, orang sudah menilai positif apabila melihat simbol-simbol internet seperti e, i, com dan sebagainya.
8 2.5.2. Bias Reaksi Terhadap Informasi
Informasi adalah suatu objek yang dikirimkan oleh satu pihak dan diterima oleh pihak lain. Kualitas informasi akan menjadi penentu reaksi yang diberikan oleh penerimanya. Bisa saja penerima tidak memberikan reaksi apapun terhadap sebuah informasu kalau kualitas informasi itu dinilainya rendah.
Fenomena overreaction menjadi salah satu topic hangat bagi para oeneliti yang tertarik pada aspek psikologis pengambilan keputusan. Dengan semakin baiknya infrastruktur komunikasi dan teknologi infomasi, bukan tidak mungkin menambah kemudahan orang ntuk memberikan reaski yang berlembiha terhadap informasi yang sebenarnya tidak terlalu relevan bagi dirinya. Misalnya, karena jaraknya yang jauh sebenarnya informasi kejadian di Amerika tidak relevan untuk ditanggapi. Namun karean komunikasi yang demikia lancar dewasa ini, seseorang menjadi berfikir sebaliknya.
Perilaku conservatism juga terjangkit orang-orang tertentu dalam menghadapi perubahan. Perilaku ini cenderung lambat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan itu.
Perilaku konservatisme cenderung sulit untuk dikaji penyebabnya karena cenderung menjadi cirri pribadi seseorang. Namun pengalama yang panjang menghadpi masalah yang sama bisa menyebabkan orang menjdai jenuh dan enggan untuk bereaksi.
Perilaku heuristic lain dalam membuat keputusan adalah anchoring and adjustment. Konsep anchoring and adjustment diperkenalkan oleh Tversky dan Kahneman tahun 1974 ini adalah sutau cara untuk melakukan penilaian dalam ketidakpasatian dengan berpegang erat pada infomasi tertentu yang dimiliki (dan ditetapkan sebagai “jangkar”) dan melakukan penyesuain. Akibatnya perilaku ini juga berpotensi menimbulkan biass atau kesalahan karena ada kecenderungan untuk percaya berlebihan terhadap infomasi jangkar dan tidak pedulu terhadap informa-informasi lain.
Kadang-kadang subjektivitas orang terhadap informasi berlebihan sehingga ia begitu percaya oada sebuah informasi dan begitu tidak percaya pada informasi yang lain.
Pendek kata, seseorang hanya sudi mendengar apayang ingin dia dengar,d an tidakpedulu pada informasi apapun yang tidak ia dengar, dan tidak peduli pada informasi apapun yang tidak ingin ia dengar. Keyakinan yang berlebihan pada suatu informasi tentu saja mengakibatkan bias yang disebut dengan confirmation bias.
9 2.5.3. Bias Pemahaman Informasi & Penyesuaian Diri
Dalam kondisi tertentu, kadang-kadangorang mengidap optimisme dan rasa percaya diri yang berlebihan sehingga keputusan yang dibuatnya cenderung berlebihan pula dari yang seharusnya. Ketika ia mendengar suatu informasi, ia merasa sangat optimis dan sangat yakin bahwa ia dapat memanfaatkan informasi itu untuk memperoleh keuntungan. Ia yakin bahwa ia mampu untuk membuat keputusan yang terbaik, meskipun sebeanrnya ua memerlukan pertimbangan yang lebih banyak lagi.
Excessive optimism atau rasa optimisme yang berlebihan mengammbarkan perilaku seseorang yang cenderung underestimate terhadap frekuensi kegagalan.
Overconfidence menunjukkan penilai seseorang terhadap kemampuan dirinya. Dalam hal ini, ia menilai dirinya mempunyai kemampuan diatas rata-rata. Shiller (2006) mengaskan bahwa orang bisa menunjukkan kepercayaan diri berlebihan atas kemampuannya atau atas pengetahuannya. Shiller (2000) dalam Fromlet (2001) mengatakan bahwa seringkali orang merasa lebih tahu (tentang sesuatu) dariapda yang sesungguhnya. Seorang investor yang baru melakukan dua-tiga kali transaksi tidak jarang sudah cukup merasa cerdik dalam membuat berbagai keputusan investasi.
Dalam konsep mental accounting diasumsikan bahwa manusia membagi uangnya ke dalam keompok-kelompok (account) tertentu berdasarkan tujuan pemanfaatan uang tersebut. Misalnya, untuk cadangan pension, untuk membiayai kuliah anak di perguruan tinggi kelak, dan untuk menikmati kemewahan tertentu di hari tua. Thaler (1999) menyimpulkan bahwa manusia memandang dan memperlakukan kekayaannya dengan melihat hubungan kekekayaan tersebut dengam :
Kemampuan mendapatkan penghasilan saat ini (current income)
Kekayaan yang dimiliki saaat ini (current wealth) dan
Kemampuan memperoleh penghasilan di masa yang akan dating (future income).
Dalam konteks bagaimana orang akan memberikan reaksi terhadap informasi yang datang kepadanya dikenal dengan istilah framing effect, dimana rekasi ditentukan oleh cara penyampaian informasi tersebut. Orang akan bereakasi positif bila informasi disampaikan dengan bingkai positif, dan akan bereaksi negative bila informasi (yang sama) disampaikan dengan bingkai negatif.
Teori disposition effect bisa saja dipakai untuk menjelaskan yang terjadi pada market crash. Ketika itu, para pelaku pasar modal meras ketakutan luar bias terhadap
10 resiko dan berusaha untuk meminimumkannya. Lalu, mereka berramai-ramai begitu saja menjual saham yang dimiikinya, meskipun sebesarnya saham itu berkinerja baik dan pantas untuk dipertahankan.
Fenomena yang dijelaskan dalam disposition effect dapat digali lebih lanjut sehingga dapat dipahami mengapa orang terllau cepat atau lembat menjual saham yang dimilikinya. Salah satu alasan orang menjual saham yang “bagus” terllau cepat berkaitan dengan emosi penyesalan. Ini adalah sikap individu yang jamak ditentukan dalam berbagai situasi. Dalam konteks disposition effect, ketakutan akan rasa sesal terlepasnya keuntungan yang sudah ditangan seandainya harga mengalami penurunan. Akibatnya mereka selalu dihantui oeh rasa ingin menjual saham yang dimilikinya dan akhirnya keinginan itu tidak dapat ditahan lagi.
11 BAB III
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
3.1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengidentifikasi profil koperasi di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi
2. Mengetahui dan menganalisis perilaku keuangan koperasi di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.
3.2. Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Dapat mengidentifikasi profil koperasi di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi 2. Dapat mengetahui dan menganalisis perilaku keuangan koperasi di Kabupaten
Sarolangun Provinsi Jambi.
12 BAB IV
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah koperasi yang berada di Kabupaten Saroalngun Provinsi Jambi. Metode pengumpulan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan moda pengambilan sampel secara non probabilitas atau pemilihan non random berupa convinience sampling. Menurut Jogiyanto (2010) convinience sampling adalah metode pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih sampel bebas sekehendak perisetnya.
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskriptif empiris atas data yang dikumpulkan dalam penelitian (Ferdinand, 2006). Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif berupa statistik rata-rata.
13 BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1. Identifikasi Profil Koperasi
Berdasarkan metode pengambilan sampel convinience sampling, maka berikut ada beberapa koperasi di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi sebagai berikut :
Tabel 1. KUD Harapan Tani
1. Nama Ketua Ky. Sunaryo
2. Alamat dan No. Telepon Jl. Brawijaya_Payolebar/
08117406397
3. Tahun berdiri 1977
4. Sejarah pembentukan Transmigrasi
5. Bidang usaha Waserda, Gedung serba guna, Saprodi
6. Jumlah anggota diawal berdiri 39 orang 7. Jumlah anggota saat ini 1211 orang
8. Persyaratan menjadi anggota Penduduk, 17 tahun keatas 9. Jumlah anggota yang merupakan UMKM 127 Orang
10. Nilai modal awal Rp. 100.000,-
11. Sumber Modal Awal Simpanan Anggota
12. Nilai Modal Akhir tahun pertama Rp. 110.000,00 13. Nilai Modal Akhir saat pertama kali
menerima Bantuan
Rp. 120.000,00 14. Jumlah Modal dua tahun terakhir Rp. 1.120.000,00 15. Sejak berdiri usaha, sudah berapa kali
menerima bantuan
3 x 16. Sumber bantuan:
a. Pemerintah -Instansi penyalur b. Pihak Lain
-Lembaga penyalur
2 x Departemen transmigrasi 1 x Departemen Koperasi 17. Besar bantuan yang diterima dan tahun
menerima:
c. Pertama kali dan tahun d. Kedua kali dan tahun e. Ketiga kali dan tahun f. Keempat kali dan tahun
Rp. 1.000.000,00 Tahun 1979 Rp. 1.000.000,00 Tahun 1988 Rp. 50.000.000,00 Tahun 2000 Rp. Tahun
14 18. Nilai SHU (Sisa Hasil Usaha) sebelum
menerima bantuan
Rp. 10.000,00 19. Nilai SHU tahun pertama setelah
menerima bantuan
Rp. 15.000,00
20. Nilai SHU tertinggi dicapai pada tahun Tahun 2002 Rp.
60.000.000,00 21. Nilai SHU tahun terakhir Rp. 41.000.000,00 22. Bentuk bantuan/Skim dan Tahun Menerima Bentuk: Uang
Jenis Skim: Bantuan Tahun Menerima: 1979
23. Lembaga Penyalur Dep. Transmigrasi
24. Nilai Bantuan 1.000.000,00
25. Tujuan Bantuan Penambahan Modal
26. Kegunaan bantuan bagi Koperasi Membuka Toko
27. Disalurkan ke Anggota
28. Dalam bentuk a. bantuan :
- berbunga/tidak berbunga - jika berbunga, tingkat suku
bunga:
b. pinjaman:
29. Teknik Penyaluran
-
30. Jangka Waktu Pengembalian -
31. Syarat Penerima Bantuan -
32. Apakah ada perjanjian dengan penerima bantuan
-
33. Bentuk dan Bunyi Perjanjian -
- 34. Apakah Penerima Bantuan Memenuhi
Perjanjian
- 35. Jika tidak, apa alasannya? -
36. Apakah ada dana yang dipinjamkan ke pihak lain?
- 37. Persentase modal yang dipinjamkan ke
pihak lain
-
38. Alasan dipinjamkan -
15 39. Permasalahan yang dihadapi dari
penerima bantuan
-
40. Teknik pemecahan masalah -
41. Faktor utama penyebab timbulnya masalah
- 42. Permasalahan yang dihadapi oleh
koperasi terhadap pengembalian dari penerima bantuan
-
43. Teknik pemecahan masalah -
44. Apakah penerima puas dengan bantuan yang diberikan
Puas 45. Apakah ada pemantauan berkala dari
penyalur bantuan
Ada, Dari departemen transmigrasi dan koperasi
46. Bentuk pemantauan dan berapa kali 2-3 x 47. Informasi lainnya
Tabel 2. KUD Sinar Kukup
1. Nama Ketua Darimi, S.Km
2. Alamat dan No. Telepon Desa Padang Jering, Btng. Asai/ 085266008477
3. Tahun berdiri 2003
4. Sejarah pembentukan Untuk meningkatkan perekonomian desa &
kesejahteraan anggota sepakat u/ membentuk kelompok koperasi dengan nama kukup yg
merupakan suatu desa yg terdapat tempat wisata yg mana yg nampak berbentuk
5. Bidang usaha Simpan Pinjam, Suprodi, perdagangan 6. Jumlah anggota diawal
berdiri
30 orang 7. Jumlah anggota saat ini 60 orang
8. Persyaratan menjadi anggota Memiliki simpanan pokok 1000 per orang, simpanan wajib 5000 per orang, per bulan
9. Jumlah anggota yang merupakan UMKM
3 Orang
10. Nilai modal awal Rp. 3.150.000,- 11. Sumber Modal Awal Simpanan Anggota 12. Nilai Modal Akhir tahun
pertama
Rp. 5.000.000,00 13. Nilai Modal Akhir saat
pertama kali menerima Bantuan
Rp. 105.000.000,00
16 14. Jumlah Modal dua tahun
terakhir
Rp. 120.000.000,00 15. Sejak berdiri usaha, sudah
berapa kali menerima bantuan
1 x bantuan bergulir
16. Sumber bantuan:
g. Pemerintah -Instansi penyalur h. Pihak Lain -Lembaga penyalur
Pemerintah
17. Besar bantuan yang diterima dan tahun menerima:
i. Pertama kali dan tahun j. Kedua kali dan tahun k. Ketiga kali dan tahun l. Keempat kali dan tahun
Rp. 100.000.000,00 Tahun 2007 Rp. Tahun Rp. Tahun Rp. Tahun 18. Nilai SHU (Sisa Hasil
Usaha) sebelum menerima bantuan
Rp. 2.000.000,00
19. Nilai SHU tahun pertama setelah menerima bantuan
Rp. 12.000.000,00 20. Nilai SHU tertinggi dicapai
pada tahun
Tahun 2008 Rp. 5.000.000,00 21. Nilai SHU tahun terakhir Rp. 20.000.000,00
22. Bentuk bantuan/Skim dan Tahun Menerima
Bentuk: Uang Jenis Skim:
Tahun Menerima: 2007 23. Lembaga Penyalur Pemerintah
24. Nilai Bantuan 100.000.000,00
25. Tujuan Bantuan Untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan ekonomi rakyat
26. Kegunaan bantuan bagi Koperasi
Untu terciptanya koperasi memiliki modal sendiri dan tidak terpaku dari modal luar
27. Disalurkan ke Anggota
28. Dalam bentuk c. bantuan : - berbunga
- jika berbunga, tingkat suku bunga: 2%
d. pinjaman:
17 29. Teknik Penyaluran Dibayar perbulan pokok dan bunga (jasa)
30. Jangka Waktu
Pengembalian
10 s/d 12 bulan
31. Syarat Penerima Bantuan Berbadan hukum, NPWP, SITU, Proposal 32. Apakah ada perjanjian
dengan penerima bantuan
ada 33. Bentuk dan Bunyi
Perjanjian
- 34. Apakah Penerima
Bantuan Memenuhi Perjanjian
Untuk saat ini (ya)
35. Jika tidak, apa alasannya? - 36. Apakah ada dana yang
dipinjamkan ke pihak lain?
Ada anggota luar
37. Persentase modal yang dipinjamkan ke pihak lain
2,5 % untuk anggota luar 38. Alasan dipinjamkan -
39. Permasalahan yang dihadapi dari penerima bantuan
Anggota terkendala ekonomi, kurang kesadaran untuk membayar
40. Teknik pemecahan masalah
Diadakan rapat luar biasa 41. Faktor utama penyebab
timbulnya masalah
Rendahnya ESDM 42. Permasalahan yang
dihadapi oleh koperasi terhadap pengembalian dari penerima bantuan
-
43. Teknik pemecahan masalah
- 44. Apakah penerima puas
dengan bantuan yang diberikan
Belum memenuhi
45. Apakah ada pemantauan berkala dari penyalur bantuan
Ada, 3 bulan 1 kali
46. Bentuk pemantauan dan berapa kali
Pembinaan 47. Informasi lainnya
18 Tabel 3. KSP Tuah Sekato
1. Nama Koperasi Rahmen, S.Pd.I
2. Alamat dan No. Telepon Desa teluk kecimbung / 085275200663 3. Tahun berdiri
4. Sejarah pembentukan Kurang tau 5. Bidang usaha Simpan Pinjam 6. Jumlah anggota diawal
berdiri
Orang 7. Jumlah anggota saat ini 25 orang 8. Persyaratan menjadi
anggota
9. Jumlah anggota yang merupakan UMKM
Orang 10. Nilai modal awal Rp.
11. Sumber Modal Awal Simpanan Anggota 12. Nilai Modal Akhir tahun
pertama
Rp.
13. Nilai Modal Akhir saat pertama kali menerima Bantuan
Rp.
14. Jumlah Modal dua tahun terakhir
Rp.
15. Sejak berdiri usaha, sudah berapa kali menerima bantuan
1 x bantuan bergulir
16. Sumber bantuan:
m. Pemerintah -Instansi penyalur n. Pihak Lain -Lembaga penyalur
Pemerintah
Deputi bidang pembiayaan kementerian koperasi usaha kecil dan menengah
17. Besar bantuan yang diterima dan tahun menerima:
o. Pertama kali dan tahun p. Kedua kali dan tahun q. Ketiga kali dan tahun r. Keempat kali dan tahun
Rp. 50.000.000,00 Tahun tidak ingat Rp. Tahun
Rp. Tahun Rp. Tahun 18. Nilai SHU (Sisa Hasil
Usaha) sebelum menerima Rp.
19 bantuan
19. Nilai SHU tahun pertama setelah menerima bantuan
Rp.
20. Nilai SHU tertinggi dicapai pada tahun
Tahun 2010 Rp. 2.000.000,00 21. Nilai SHU tahun terakhir Rp. 20.000.000,00
22. Bentuk bantuan/Skim dan Tahun Menerima
Bentuk: Uang Jenis Skim:
Tahun Menerima:
23. Lembaga Penyalur Deputi bidang pembiayaan kementerian koperasi usaha kecil dan menengah
24. Nilai Bantuan 50.000.000,00
25. Tujuan Bantuan Untuk penambahan modal 26. Kegunaan bantuan bagi
Koperasi
27. Disalurkan ke Anggota
28. Dalam bentuk e. bantuan : - berbunga
- jika berbunga, tingkat suku bunga: 1%/ bulan f. pinjaman:
29. Teknik Penyaluran Pinjaman kepada anggota
30. Jangka Waktu
Pengembalian
10 bulan
31. Syarat Penerima Bantuan Mengajukan permohonan 32. Apakah ada perjanjian
dengan penerima bantuan
ada 33. Bentuk dan Bunyi
Perjanjian
Apabila anggota tidak mengembalikan tepat waktu akan didenda 5 % dari jumlah pinjaman
34. Apakah Penerima Bantuan Memenuhi Perjanjian
Untuk saat ini (ya) 35. Jika tidak, apa alasannya? -
36. Apakah ada dana yang dipinjamkan ke pihak lain?
- 37. Persentase modal yang
dipinjamkan ke pihak lain - 38. Alasan dipinjamkan - 39. Permasalahan yang
dihadapi dari penerima bantuan
-
20 40. Teknik pemecahan masalah Diberi surat pemberitahuan
41. Faktor utama penyebab timbulnya masalah
- 42. Permasalahan yang
dihadapi oleh koperasi terhadap pengembalian dari penerima bantuan
Tidak tepat waktu dalam pengembalian
43. Teknik pemecahan masalah - 44. Apakah penerima puas
dengan bantuan yang diberikan
-
45. Apakah ada pemantauan berkala dari penyalur bantuan
Ada, 3 x
46. Bentuk pemantauan dan berapa kali
Pemeriksaan pembukuan 47. Informasi lainnya
Tabel 4. KUD Bhakti Mulya 1. Nama Bendahara Koperasi Wahyu Riadi
2. Alamat dan No. Telepon Jl. Diponegoro desa bukit murau kec. Singkut kab.
Sarolangun/ 085266030715
3. Tahun berdiri 1978
4. Sejarah pembentukan -
5. Bidang usaha Simpan Pinjam 6. Jumlah anggota diawal
berdiri
- Orang 7. Jumlah anggota saat ini 670 orang
8. Persyaratan menjadi anggota Harus ada simpanan pokok Rp. 10.000,00, dan iruran wajib Rp. 5.000,00/ bulan
9. Jumlah anggota yang merupakan UMKM
Orang
10. Nilai modal awal Rp. 360.000.000,00 11. Sumber Modal Awal Simpanan Anggota 12. Nilai Modal Akhir tahun
pertama
Rp.
13. Nilai Modal Akhir saat pertama kali menerima
Rp.
21 Bantuan
14. Jumlah Modal dua tahun terakhir
Rp.
15. Sejak berdiri usaha, sudah berapa kali menerima bantuan
2 x bantuan
16. Sumber bantuan:
s. Pemerintah -Instansi penyalur t. Pihak Lain
-Lembaga penyalur
Jasa Marga Subsidi BBM 17. Besar bantuan yang diterima
dan tahun menerima:
u. Pertama kali dan tahun v. Kedua kali dan tahun w. Ketiga kali dan tahun x. Keempat kali dan tahun
Rp. 15.000.000,00 Tahun 1990 Rp. 100.000.000,00 Tahun - Rp. Tahun Rp. Tahun 18. Nilai SHU (Sisa Hasil
Usaha) sebelum menerima bantuan
Rp.
19. Nilai SHU tahun pertama setelah menerima bantuan
Rp.
20. Nilai SHU tertinggi dicapai pada tahun
Tahun Rp.
21. Nilai SHU tahun terakhir Rp. 50.004.000,00 22. Bentuk bantuan/Skim dan
Tahun Menerima
Bentuk: Uang Jenis Skim:
Tahun Menerima:
23. Lembaga Penyalur BBM
24. Nilai Bantuan 100.000.000,00
25. Tujuan Bantuan Untuk penambahan modal 26. Kegunaan bantuan bagi
Koperasi
27. Disalurkan ke Anggota
28. Dalam bentuk g. bantuan : - berbunga
- jika berbunga, tingkat suku bunga:
h. pinjaman:
29. Teknik Penyaluran Pinjaman kepada anggota 30. Jangka Waktu Pengembalian 10 bulan
22 31. Syarat Penerima Bantuan Mengajukan permohonan
32. Apakah ada perjanjian dengan penerima bantuan
ada 33. Bentuk dan Bunyi Perjanjian - 34. Apakah Penerima Bantuan
Memenuhi Perjanjian
- 35. Jika tidak, apa alasannya? - 36. Apakah ada dana yang
dipinjamkan ke pihak lain?
- 37. Persentase modal yang
dipinjamkan ke pihak lain - 38. Alasan dipinjamkan - 39. Permasalahan yang dihadapi
dari penerima bantuan
- 40. Teknik pemecahan masalah - 41. Faktor utama penyebab
timbulnya masalah
- 42. Permasalahan yang dihadapi
oleh koperasi terhadap pengembalian dari penerima bantuan
Tidak tepat waktu dalam pengembalian
43. Teknik pemecahan masalah Diberi surat pemberitahuan 44. Apakah penerima puas
dengan bantuan yang diberikan
-
45. Apakah ada pemantauan berkala dari penyalur bantuan
-
46. Bentuk pemantauan dan berapa kali
- 47. Informasi lainnya
Tabel 5. KUD Karya Usaha 1. Nama Ketua Koperasi Sunaryo
2. Alamat dan No. Telepon Desa Pematang kabau, Air hitam
3. Tahun berdiri 1990 blm berbadan hukum, thn 2003 br berbadan hukum 4. Sejarah pembentukan Pd tahun 1990, kepala desa berkumpul dengan anggota
masy. u/ membicarakan pendirian koperasi, masy. Setuju shg pd thn 1990 didirikan KUD Karya Usaha. Bejalan
23 hingga saat ini, dan pernah mendapat penghargaan sebagai koperasi terbaik pd tahun 2011.
5. Bidang usaha Waserda, Usaha tata niaga sawit, unit usaha angkutan, simpan pinjam, unit sarana produksi, unit usaha listrik 6. Jumlah anggota diawal
berdiri
- Orang 7. Jumlah anggota saat ini 491 orang 8. Persyaratan menjadi
anggota
Bertempat tinggal diwilayah setempat 9. Jumlah anggota yang
merupakan UMKM
Orang
10. Nilai modal awal Rp. Kurang tahu 11. Sumber Modal Awal Simpanan Anggota 12. Nilai Modal Akhir tahun
pertama
Rp.
13. Nilai Modal Akhir saat pertama kali menerima Bantuan
Rp.
14. Jumlah Modal dua tahun terakhir
Rp.
15. Sejak berdiri usaha, sudah berapa kali menerima bantuan
1 x bantuan
16. Sumber bantuan:
y. Pemerintah -Instansi penyalur z. Pihak Lain
-Lembaga penyalur
PKPS BBM
17. Besar bantuan yang diterima dan tahun menerima:
aa. Pertama kali dan tahun bb. Kedua kali dan tahun cc. Ketiga kali dan tahun dd. Keempat kali dan tahun
Rp. 100.000.000,00 Tahun tidak begitu ingat Rp. Tahun -
Rp. Tahun Rp. Tahun 18. Nilai SHU (Sisa Hasil
Usaha) sebelum menerima bantuan
Rp.
19. Nilai SHU tahun pertama setelah menerima bantuan
Rp.
20. Nilai SHU tertinggi Tahun 2011 Rp. 168.671.053
24 dicapai pada tahun
21. Nilai SHU tahun terakhir Rp. 168.671.053 22. Bentuk bantuan/Skim dan
Tahun Menerima
Bentuk: Uang
Jenis Skim: PKPS BBM Tahun Menerima:
23. Lembaga Penyalur Pemerintah 24. Nilai Bantuan 100.000.000,00
25. Tujuan Bantuan Pengembangan usaha koperasi 26. Kegunaan bantuan bagi
Koperasi
Kebutuhan anggota koperasi / Simpan Pinjam 27. Disalurkan ke Anggota
28. Dalam bentuk i. bantuan : - berbunga
- jika berbunga, tingkat suku bunga: 2 %/ Bulan j. pinjaman:
29. Teknik Penyaluran Pinjaman kepada anggota
30. Jangka Waktu
Pengembalian
5 bulan
31. Syarat Penerima Bantuan Mengajukan permohonan 32. Apakah ada perjanjian
dengan penerima bantuan
Tidak ada perjanjian, tetapi harus ada agunan (ex.BPKB) 33. Bentuk dan Bunyi
Perjanjian
- 34. Apakah Penerima Bantuan
Memenuhi Perjanjian
- 35. Jika tidak, apa alasannya? - 36. Apakah ada dana yang
dipinjamkan ke pihak lain?
-
37. Persentase modal yang dipinjamkan ke pihak lain
- 38. Alasan dipinjamkan - 39. Permasalahan yang
dihadapi dari penerima bantuan
-
40. Teknik pemecahan masalah
- 41. Faktor utama penyebab
timbulnya masalah
-
25 42. Permasalahan yang
dihadapi oleh koperasi terhadap pengembalian dari penerima bantuan
-
43. Teknik pemecahan masalah
- 44. Apakah penerima puas
dengan bantuan yang diberikan
Puas
45. Apakah ada pemantauan berkala dari penyalur bantuan
Tidak Ada pemantauan, apabila belum mencapai 10 tahun
46. Bentuk pemantauan dan berapa kali
- 47. Informasi lainnya -
Tabel 6. LKM Barokah
1. Nama Ketua Mujianto
2. Alamat dan No. Telepon Dusun Bukit harapan Rt. 17 Desa Perdamaian/082181646713
3. Tahun berdiri 1992 Blm berbadan hukum, thn. 2000 br berbadan hukum
4. Sejarah pembentukan Pd saat itu masy. Melakukan pinjaman kepada rentenir, u/ tdk terikat kepada rentenir mk masy. Sepakat untuk menabung Rp. 250,00/ org sampai Rp. 10.000,00.
Setelah 4 tahun simpanan itu bisa dipinjamkan kpd anggota sebesar Rp. 1.500.000,00 per orang
5. Status Kepemilikan milik bersama 6. Bidang usaha Simpan pinjam 7. Fasilitas yang dimiliki
UMKM
Meja, kursi, ,esin ketik, tanah 15 x 30 meter 8. Jumlah bantuan yang
diterima
a. Jumlah pertama menerima dan tahun b. Jumlah kedua menerima
dan tahun
50.000.000,00 / tahun 2000
9. Frekwensi menerima bantuan
1 kali
26 10. Penyalur:
- Instansi Pemerintah - Pihak lain
PKPS BBM
11. Kapasitas Produksi (unit):
- Awal berdiri
- Sebelum menerima bantuan
- Setelah menerima bantuan
Tidak ada produksi karena bersifat simpan pinjam
12. Nilai dan Tahun Produksi tertinggi
- 13. Nilai dan Tahun
Produksi terendah
- 14. Penyebab produksi
turun
- 15. Wilayah Pemasaran
hasil produksi
- 16. Jumlah tenaga kerja
- Pengurus
- Karyawan sebelum menerima bantuan - Karyawan setelah
menerima bantuan
7 orang
17. Status karyawan - Jumlah dari keluarga
sendiri
- Jumlah dari luar keluarga
Dari luar keluarga
18. Nilai Produksi (Rp) - Awal berdiri
- Sebelum menerima bantuan
- Setelah menerima bantuan
19. Sumber modal selain bantuan
20. Persentasi modal sendiri dibanding modal total
21. Masih ingin bantuan
27 lagi
22. Saran
1. Bentuk bantuan/Skim dan Tahun Menerima
PKPS BBM / tahun 2000
2. Nilai bantuan 1.500.000 per orang s/d 5.000.000 per orang 3. Tujuan Bantuan
4. Syarat penerima bantuan KTP, KK, Ada formulir yang di isi 5. Bentuk dan jangka waktu
pelunasan
Trgantung penghasilan 6. Apakah ada perjanjian
dengan pemberi bantuan
Ada 7. Bentuk dan Bunyi
Perjanjian
Apabila macet, harus mengembalikan pokok pinjaman dan tidak diperbolehkan untuk meminjam sampai pinjaman sebelumnya lunas
8. Apakah Penerima Bantuan Memenuhi Perjanjian
Ia 9. Jika tidak apa alasannya? - 10. Manfaat bantuan
terhadap perluasan usaha?
- 11. Persentase modal yang
dipinjamkan ke pihak lain - 12. Alasan dipinjamkan - 13. Permasalahan yang
dihadapi dari penerima bantuan
Tidak tepat waktu
14. Teknik pemecahan masalah
Surat teguran 15. Faktor utama penyebab
timbulnya masalah
Kondisi Ekonomi 16. Permasalahan yang
dihadapi oleh koperasi terhadap pengembalian dari penerima bantuan
-
17. Teknik pemecahan masalah
- 18. Apakah penerima puas
dengan bantuan yang diberikan
Puas
19. Apakah ada 3 bulan 1 kali
28 pemantauan berkala dari
penyalur bantuan
20. Bentuk pemantauan dan berapa kali
3 bulan 1 kali dari dinas perindakop 21. Informasi lainnya Lap. Dikirim tiap bulan
Tabel 7. KUD Karya Baru
1. Nama Ketua Mukhlis
2. Tahun berdiri thn 2005 br berbadan hukum
3. Sejarah pembentukan Keinginan kelompok tani untuk mendirikan koperasi
4. Bidang usaha Simpan pinjam
5. Jumlah anggota diawal berdiri 120 Orang 6. Jumlah anggota saat ini 98 orang
7. Persyaratan menjadi anggota Harus memiliki Simpanan pokok, Simpanan wajib
8. Jumlah anggota yang merupakan UMKM 2 Orang
9. Nilai modal awal Rp. PKPS BBM 100 Juta
10. Sumber Modal Awal PKPS BBM
11. Nilai Modal Akhir tahun pertama Rp. 20.000.000,00 12. Nilai Modal Akhir saat pertama kali
menerima Bantuan
Rp. -
13. Jumlah Modal dua tahun terakhir Rp. 60.000.000,00 14. Sejak berdiri usaha, sudah berapa kali
menerima bantuan
1 x bantuan 15. Sumber bantuan:
* Pemerintah -Instansi penyalur * Pihak Lain -Lembaga penyalur
Perindakop
16. Besar bantuan yang diterima dan tahun menerima:
Pertama kali dan tahun
Kedua kali dan tahun
Ketiga kali dan tahun
Rp. 100.000.000,00 Tahun 2003 Rp. Tahun - 17. Nilai SHU (Sisa Hasil Usaha) sebelum
menerima bantuan
Rp.
18. Nilai SHU tahun pertama setelah Rp. 60.000.000,00
29 menerima bantuan
19. Nilai SHU tertinggi dicapai pada tahun Tahun Rp.
20. Nilai SHU tahun terakhir Rp. 16.000.000,00 usaha perkebunan 21. Bentuk bantuan/Skim dan Tahun
Menerima
Bentuk: Uang
Jenis Skim: PKPS BBM Tahun Menerima:
22. Lembaga Penyalur Pemerintah
23. Nilai Bantuan 100.000.000,00
24. Tujuan Bantuan Pengembangan usaha koperasi
25. Kegunaan bantuan bagi Koperasi -
26. Disalurkan ke Anggota
27. Dalam bentuk k. bantuan :
- berbunga
- jika berbunga, tingkat suku bunga: 2,5 %/ Bulan l. pinjaman:
28. Teknik Penyaluran Bantuan langsung (persyaratan) 29. Jangka Waktu Pengembalian 12 bulan
30. Syarat Penerima Bantuan Mengajukan permohonan 31. Apakah ada perjanjian dengan penerima
bantuan
Ada 32. Bentuk dan Bunyi Perjanjian - 33. Apakah Penerima Bantuan Memenuhi
Perjanjian
Ia 34. Jika tidak, apa alasannya? - 35. Apakah ada dana yang dipinjamkan ke
pihak lain?
Tidak 36. Persentase modal yang dipinjamkan ke
pihak lain
-
37. Alasan dipinjamkan -
38. Permasalahan yang dihadapi dari penerima bantuan
Sulitnya anggota membayar angsuran karena faktor ekonomi
39. Teknik pemecahan masalah Rapat
40. Faktor utama penyebab timbulnya masalah Ekonomi sosial 41. Permasalahan yang dihadapi oleh koperasi
terhadap pengembalian dari penerima bantuan
-
42. Teknik pemecahan masalah - 43. Apakah penerima puas dengan bantuan -
30 yang diberikan
44. Apakah ada pemantauan berkala dari penyalur bantuan
- 45. Bentuk pemantauan dan berapa kali -
46. Informasi lainnya -
1.2. Perilaku Keuangan Koperasi di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.
Berdasarkan identifikasi koperasi di Kabupaten Sarolangun maka dapat disimpulkan bahwa perilaku keuangan pengurus koperasi di Kabupaten Sarolangun masih mengalami bias kognitif. Hal ini dapat dilihat dari proses pengambilan keputusannya yang bersifat heuristic. Hal ini terjadi karena proses pengambilan keputusan yang menggunakan informasi terbatas, lebih banyak mengandalkan pengalaman, ditambah intuisi secukupnya.
Ada keengganan, terutama karean keterbatasan waktu, untuk mencari data atau informasi tambahan demi memperkuat analisis. Selain hal itu keputusan yang diambil merupakan keputusan yang sudah berulang-ulang diambil dan merupakan keputusan yang sederhana.
31 BAB VI.
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disampaikan beberapa kesimpulan penelitian sebagai berikut :
1. Hampir 90% koperasi di Kabupaten Sarolangun merupakan koperasi simpan pinjam dan tata kelolanya belum menggunakan tata kelola yang baik dan benar
2. Perilaku keuangan koperasi di Kabupaten Sarolangun mengalami bias kognitif.
6.2. Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Koperasi di Kabupaten Sarolangun sudah saatnya menggunakan tata kelola yang baik
dan benar agar koperasi yang ada tersebut bisa semakin berkembang.
2. Perilaku keuangan koperasi di Kabupaten Sarolangun diharapkan dapat lebih mengedepankan nilai-nilai ilmiah dan rasional sehingga lebih terukur.
32 DAFTAR PUSTAKA
Asri., Marwan., 2013., Keuangan Keperilakuan, BPFE Yogyakarta.
Brigham, Eugene, F., Houston, J.F. 2004. Fundamentals of Financial Management, South Western: Thomson.
Christanti, Natalia dan Linda A Mahastanti. 2011. Faktor-faktor Yang Dipertimbangkan Investor Dalam Melakukan Investasi. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan.
Vol.4. No.3
Ekman.1992. Are There basic Emotions? Psychological Review 99: 550-553.
Elster. 1998. Emotions and Economic Theory. Journal of Economic Literature. Vo.36.
No.1
Ferdinand, A. 2006. Structural Equation Modeling: Dalam Penelitian Manajemen, BP UNDIP.
Fromlet, H. (2001), “Behavioral Finance-Theory and Practical Application,” Business Economics, Vol. 36, No. 3, July.
Hermalin, B and A.M. Isen. 2000. The Effect of Affect on Economic and Strategic Decision Making. Johnson Graduate Schoool of Management, Cornell University Working Paper.
Hirshleifer, D. and T.Shumway (2003), “Good Day Sunshine: Stock Returns and the Wheather,” Journal of Finance, 58, No.3.
Jahanzeb, Agha, Saqib Munaeer, dan Saif Ur Rehman. 2012. Implication of Behavioral Finance in Investment Decision Making Process. Infromation Management and Business Review. Vol.4. No.10
Jogiyanto. 2010. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman- pengalaman, Edisi Pertama. BPFE-Yogyakarta.
McGuinness. 2011. Don’t decide Until Decisin Time 99u.com/tips/6963
Miyamoto dan Ryff. 2011. Cultural Differencess in the Dialectical and Non-dealectical Emotional Styles and Their Implications for Health. Cognition and Emotion 25.
Peteros, Randal dan John Maleyeff. 2013. Application of Beahvioral Finance Concept to Investment Decision Making: Suggestions for Improving Investment Eduction Courses. International Journal of Management. Vol.30. No.1
Qawi, Raluca B. 2010. Bahavioral Finance: Is Investor Psyche Driving Market Performance? IUP. Journal of Behavioral Finance, Vol 7, No.4.
33 Shahzad, Syed J.H., Paeman Ali, Fawed Saleem, Sajid Ali, dan Sehrish Akram. 2013.
Stock Market Efficiency: BEhavoiral or Traditional Paradigm? Evidance From Karachi Stock Exchange (KSE) and Invenstor Community of Pakistan.
Interdiciplinary Journal Of Contemporary Research in Business, Vol 4. No.10.
Shiller, R. J. (2006), “Irrational Exuberance Revisited” in Behavioral Finance and Investment Management, CFA Institute, 2010.
Thaler, R.H. 1990. Saving, Fungibility and Mental Accpunts. Journal of Economic Perspectives. 4. 193-205
Tversky, A and D. Kahneman (1974), “Judgement under certainty: Heuristics and biases.”
Science, 185
Wendy. 2010. Apakah Investor Saham Menderita Myopic Loss Aversion? Eksperimen Laboratori. Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), Vol.17, No.85
34 Lampiran 1. Personalia Tenaga Peneliti berserta Kualifikasinya :
1. KETUA PENELITI:
A. Identitas Diri:
1. Nama Lengkap : Dr. Tona Aurora Lubis, SE., MM L
2. Jenis Kelamin : Laki-laki
3. Jabatan Fungsional : Lektor
4. NIP : 19760529 199903 1 004
5. NIDN : 0029057601
6. Tempat dan Tanggal Lahir : Jambi, 29 Mei 1976
7. Email : [email protected]
8. Nomor HP : 081274176829
9. Alamat Kantor : Fak Ekonomi UNJA, Kampus Pinang Masak Jl. Raya Jambi – Muara Bulian Km 15, Mendalo Darat, Jambi.
10. Nomor Telepon dan Faks : Telp/Fax : (0741) 583317 11. Alamat email : [email protected]
12. Lulusan Yang Telah Dihasilkan : S1 = 87 orang, S2 = 45 orang, S3 = (-) 13. Mata Kuliah yang Diampu : 1. Manajemen Portofolio dan Investasi
2. Manajemen Strategi
3. Seminar Manajemen Keuangan 4. Metode Penelitian
5. Manajemen Keuangan
6. Manajemen Keuangan Lanjutan 7. Teori Keuangan dan Pasar Modal 8. Seminar Keuangan dan Pasar Modal 9. Manajemen Keuangan Publik 10.Corporate Governance
11. Sistem Pengendalian Manajemen
35 B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Tinggi
Universitas Jambi
Universitas Brawijaya
Universitas Brawijaya
Bidang Ilmu Manajemen
Keuangan
Manajemen Keuangan Ilmu manajemen
Tahun Masuk-Lulus 1994-1998 2001-2003 2006-2010
Judul
Skripsi/Thesis/Disertasi
Analisis Kinerja Saham-saham
Aktif dan
Saham-saham Tidak Aktif di Bursa Efek Jakarta (BEJ) Periode Tahun 1994-1996 (Suatu Studi Perbandingan)
Analisis Kinerja Reksadana Saham dan Reksadana Indeks dalam Penilaian Tingkat Eefisiensi Pasar Modal
Pengaruh Struktur Kepemiikan Terhadap Kinerja Finansial dan Operasional, Keunggulan Daya Saing
Berkelanjutan Berdasarkan Reputasi Ukuran Akuntansi, dan Kinerja Pasar (Studi pada BUMN Tbk) Nama
Pembimbing/Promotor
Drs. Agus Syarif, MBS
1. Prof.Dr. Mulyadi, SE, SU
2. Prof. Munawar Ismail, DEA, Phd.
1. Prof.Dr.
Ubud Salim, SE., MA
2. DR.
Djumahir, SE., MM
3. Prof. DR.
Made Sudarma, SE., MM., Ak
C. Pengalaman Penelitian (5 Tahun Terakhir) No Tahun Judul Penelitian
Pendanaan
Sumber Dana Jml (Juta Rp) 1. 2009 Pengaruh Struktur Kepemilikan
Terhadap Kinerja Finasial dan Operasional, Keunggulan Daya Saing Berkelanjutan
Berdasarkan Reputasi Ukuran Akuntansi, dan Kinerja Pasar pada BUMN Tbk. (Bukti dari Privatisasi di Indonesia).
Dibiayai oleh Program Hibah Penelitian untuk Mahasiswa Program Doktor DP2M DITJEN DIKTI melalui DIPA Universitas Brawijaya No: 0174.0/023- 04.2/XV/2009 Tanggal 31 Desember 2008
48,5
36 No Tahun Judul Penelitian
Pendanaan Sumber Dana
Jml (Juta
Rp) 2. 2011 Kinerja BUMN Tbk
Indonesia (Tinjauan Kinerja Finansial dan Operasional, dan Keunggulan Daya Saing Berkelanjutan Berdasarkan reputasi Ukuran Akuntansi)
Dibiayai oleh Program I-MHERE Universitas Jambi Berdasarkan Perjanjian/ Penugasan Pelaksanaan Pekerjaan Nomor:
108/H21/I-MHERE/PL/2011 Tanggal 9 September 2011.
30
3. 2012 Pengembangan Model Kemitraan pada industri Pengolahan Kelapa Sawit dalam Persepktif Klaster Industri untuk Mendorong Pembangunan Wilayah Provinsi Jambi
Dibiayai oleh DIPA Dit.Litabmas Ditjen Dikti Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Prioritas Nasional Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Nomor :
226/SP2H/PL/Dit.Litabmas/V/2012 Tanggal 30 Mei 2012 (Tahun Pertama)
137
4. 2012 Model Pengaruh Kinerja Finansial dan Operasional
Terhadapa
Keunggulan Daya Saing Berkelanjutan Berdasarkan Reputasi Ukuran Akuntansi pada BUMN Tbk Klasifikasi Industri Pertambangan
DIPA Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Jambi
10
5. 2012 Model Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap
Profitabilitas dan Kinerja Pasar pada BUMN Tbk Indonesia
DIPA Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jambi
15
6. 2013 Pengembangan Model Kemitraan pada industri Pengolahan Kelapa Sawit dalam Persepktif Klaster Industri untuk Mendorong Pembangunan
Dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Sesuai dengan Surat PErjanjian Pelaksanaan Penugasan Penelitian MP3EI (Master Plan
Percepatan Pertumbuhan Pembangunan
125
37 Wilayah Provinsi
Jambi
Ekonomi Indonesia) Nomor :
261/SP2H/PL/DIT.LITABMAS/VII/2013 Tanggal 15 Juli 2013 (Tahun Kedua) 7. 2013 Model Pengaruh
Struktur Kepemilikan Terhadap Keunggulan Daya Saing
Berkelanjutan
Berdasarkan Reputasi Ukuran Akuntansi BUMN Tbk Indonesia
DIPA Program Magister Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Jambi
15
8. 2013 Model Tata Kelola Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Jambi
DIPA Universitas Jambi 58,768
9. 2013 Identifikasi Profil Usaha Kecil
Menengah (UKM) di Wilayah Sekitar Kampus Unja Mendalo Jambi
Dipa Lembaga Penelitian Universitas Jambi
5
D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat (5 tahun terakhir) No Tahun Judul Pengabdian Kepada masyarakat
Pendanaan Sumber Dana Jml
(Juta Rp) 1. 2012 Pelatihan Penggunaan SPSS dalam Penulisan
Laporan Akhir Mahasiswa Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Jambi
DIPA Universitas Jambi
5
2 2012 Penyuluhan Peran Ganda dan Stress Kerja Bagi Ibu-ibu Pengrajin Benang Emas di Seberang Kota Jambi
DIPA Universitas Jambi
5
3. 2013 Pelatihan Manajemen dan Akuntansi untuk Koperasi di Kabupaten Sarolangun
DIPA Universitas Jambi
8
4. 2013 Penyuluhan Hubungan Anatara Persepsi Karyawan Terhadap Konflik Peran dengan Perilaku Keanggotaan Organisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Lavenda Kel Kenali Besar Kec Kota Baru Jambi
DIPA Ekstensi Fak Ekonomi Universitas Jambi
4
5. 2013 Upaya Menumbuhkan Inovasi dan Kreatifitas Karyawan dalam Meningkatkan hasil Kerja Pada Cv.Tatabina Jatmiko Jambi
DIPA Universitas Jambi
3
38 E. Karya Ilmiah Berupa Jurnal
No Tahun Judul Volume/Nomor/Tahun
Jurnal/Penerbit 1 2011 Pengaruh Struktur
Kepemilikan terhadap Kinerja Finansial dan Operasional, Keunggulan Daya Saing
Berkelanjutan Berdasarkan Reputasi UKuran Akuntansi, dan Kinerja Pasar (Studi pada BUMN Tbk)
Vol 9 Nomor 4, Juli 2011 ISSN: 1693-5241.
Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM). Diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya
2. 2011 Kinerja Finansial dan Operasional Badan Usaha Milik Negara yang Go Public
Vol 15 Nomor 3 September 2011 ISSN:
1410-8089
Jurnal Keuangan dan
Perbankan. Diterbitkan oleh Universitas Merdeka
Malang. Akreditasi Jurnal Ilmiah
SK.No.64a/DIKTI/Kep/2010 3. 2013 Dampak
Pembubaran Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Terhadap Saham
Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas di Bursa Efek Indonesia
Vol 2 Nomor 2 Juli 2013
ISSN :2302 -9595
Jurnal Ekonomi Pembangunan (JEP) Diterbitkan oleh Juruan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
4. 2013 Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap
Keunggulan Daya Saing
Berkelanjutan Berdasarkan Reputasi Ukuran Akuntansi BUMN Tbk Indonesia
Vol.1 No.1 Januari 2013
ISSN : 2339-2797
El-Dinar Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah.
Diterbitkan oleh Jurusan Diploma Perbankan Syariah dan Sarjana Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang.
39 5. 2013 Pengaruh Inflasi,
Suku Bunga,d an Kurs Terhadap Indeks Lq-45 di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2007-2011
Vol.1 No.3 Juli-
September 2013. ISSN 2338-123X
Jurnal Dinamika
Manajemen. Diterbitkan oleh Program Pascasarjana Magister Manajemen FE UNJA
F. Konfrensi/ Seminar/ lokakarya/ Simposium
No Tahun Judul Kegiatan Penyelenggara &
Tempat
Panitia/
Peserta/
Pembicara 1. 2010 International Seminar 2010
“Toward Knowledge Societies”, as Speaker
“Privatized State Owned Enterprise (SOE)
Performance (Evidance of Privatization in Indonesia)”
Post Graduate Program Brawijaya University, di Malang
Pembicara
2. 2012 Forum Riset Ekonomi dan Bisnis
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Lampung, di Lampung
Pembicara
3. 2012 Lokakarya Tematik
Peningkatan Mata Pencarian Keluarga (PMPK) _ PNPM Mandiri Perkotaan
Bappeda Provinsi Jambi, di Jambi
Pembicara
4. 2012 Interantional Seminar 2012
“Asia Emerging Economy Toward Global Economic Integration:, as Speaker
“The Effect of Public Ownership on Financial and Operation Performances and Suistainable Competitive Advantage based On Accounting Reputation Measure in Indomesia’s States Owned Enterprises”
The 13th Malaysia – Indonesia
Interantional Conference on economics, Management and Accounting
(MICEMA) 2012 di Palembang
Pembicara
5. 2013 Seminar Nasional dan Sidang ISEI XVI “Mempercepat Penguatan Daya Saing Ekonomi Daerah
Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Pusat, di Jambi
Pembicara
40 G. Karya ilmiah Berupa Buku
No Judul Buku Tahun Jumlah
Halaman Penerbit
1. Manajemen Investasi (Pendekatan Teoritis dan Empiris)
2009 242 ISBN: 978-602-8540-62-9.
Diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
H. Penghargaan/ Piagam
Tahun Bentuk Penghargaan Pemberi
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan seecara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan saya sanggup menerima resikonya.
Jambi, November 2014 Ketua Tim,
Dr. Tona Aurora Lubis, SE., M.M.
NIP. 19760529 199903 1 004
41 ANGGOTA PENELITI
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Ir. Emy Kernalis, MP
2 Jabatan Fungsional Lektor Kepala
3 N I P 19590520 198603 2 002
4 N I D N 0020055910
5 Tempat dan Tanggal Lahir Palembang, 20 Mei 1959
6 Alamat Rumah Jalan Kapten Patimura
Lrg. Bersama Rt 06 No 43 Kelurahan kenali Besar Kota Jambi
7 Nomor Telepon/HP 08127461651
8 Alamat Kantor Fakultas Pertanian Universitas Jambi
Kampus Pinang Masak Jln Raya Jambi Muara Bulian Mandalo Darat Km 15 Jambi
9 Nomor Telepon/Faks (0741) 583051
10 Alamat e-mail [email protected]
11 Mata Kuliah Yang diampu 1. Pengantar Ilmu pertanian 2. Ekonomi SDManusia 3. Ek. SDAlam&Lingkungan 4. Ekonomi Pertanian
5. Ek. Pangan & Gizi 6. Pemasaran Agribisnis
B. RIWAYAT PENDIDIKAN
S1 S2
Nama Perguruan Tinggi Universitas Jambi Universitas Brawijaya
Bidang Ilmu Pertanian Ilmu-ilmu Pertanian
Tahun Masuk – Lulus 1978 – 1985 1994 – 1998
Judul Skripsi/Thesis Pengembangan Usaha tani Padi Gogo Di Daerah Transmigrasi Lahan kering Propinsi Jambi
Studi alokasi Waktu Kerja Ibu Rumah Tangga Di desa Miskin Dalam Hubungannya Dengan Sumberdaya dan Kemandirian Kabupaten Batang Hari Prop. Jambi
Nama Pembimbing Ir. Bakry Wahab Prof.Dr. Ihsan Semaun
42 C. PENGALAMAN PENELITIAN
Tahun Judul Penelitian Ketua/
Anggota Tim Sumber Dana 2007
Potensi Penduduk Usia Lanjut Pada Sektor Pertanian dan kontribusinya Terhadap Curahan Jam Kerja Rumah Tangga di Kabupaten Batanghari
Anggota
Ditjen. DIKTI (Penelitian Dosen Muda)
2011
Analisis Margin Tataniaga dan Bagian harga Yang Diterima Petani Jagung manis di Kecamatan Kumpeh Ilir kabupaten Muara jambi
Anggota DIPA UNJA
2011 Studi Pengembangan Jamur Tiram Sebagai
Bahan pangan di Kota Jambi Ketua DIPA UNJA
2012
Kajian Sistem Agribisnis Kedelai Dalam Meningkatkan Ketersediaan Pangan Kedelai Di Propinsi Jambi
Ketua DIPA UNJA
D. PENGALAMAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Tahun Judul Penerbit/Jurnal
2007
Analisis Upah Tenaga Kerja yang bekerja Pada Agroindustri Kripik Pisang di Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin
Fakultas Pertanian,
Jurnal Sosio
Ekonomika Bisnis Universitas Jambi Analisis Upah Tenaga Kerja yang bekerja Pada
Agroindustri Kripik Pisang di Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin
Fakultas Pertanian,
Jurnal Sosio
Ekonomika Bisnis Universitas Jambi 2009
Analisis Diversifikasi Usahatani Sayuran Dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kota Jambi
Fakultas Pertanian Universitas Ageng Tirtayasa Banten
(Prosiding).
2010
Analisis Komparatif Pendapatan Usahatani Nilam di Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin
Fakultas Pertanian,
Jurnal Sosio
Ekonomika Bisnis Universitas Jambi 2011
Analisis Pemasaran Kedelai dari Usaha Pembenihan Kedelai di Kecamatan Tebo Kabupaten Tebo
Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Prosiding).
2011
Studi Pengembangan Jamur Tiram Sebagai Bahan pangan di Kota Jambi
Fakultas Pertanian Universitas Jambi (Prosiding)
2012
Analisis Keuntungan dan Strategi Pemasaran Dodol Ubi jalar di Kota Jambi
Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara (Prosiding)
43 E. Penghargaan/ Piagam
Tahun Bentuk Penghargaan Pemberi
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan seecara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan saya sanggup menerima resikonya.
Jambi, November 2014
Anggota Tim
Ir. Emy Kernalis, MP
NIP. 19590520 198603 2 002
44 ANGGOTA PENELITI
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dengan gelar) Ridhwan, S.Ag, ME.Sy.
2. Jabatan Fungsional Asisten Ahli
3. Jabatan Struktural -
4. Pangkat/ Gol Penata Muda/ IIIb
5. NIP/NIK/Identitas lainnya 197306241999031002
6. NIDN 0024067303
7. Tempat dan Tanggal Lahir Tungkal 1, 24 Juni 1973
8. Alamat Rumah Jl. Kapten Bakaruddin Lrg. Citra No. 59 RT.34 Kel. Simpang IV Sipin Kec. Telanaipura Jambi 36124
9. Nomor Telepon/Faks/HP 0741 – 668972/ 08127899429
10. Alamat Kantor Jln. Jambi-Ma.Bulian KM.15 Mendalo Darat Jambi, Kode Pos 36361
11. Nomor Telepon/Faks 0741 – 583317
12. Alamat e-mail [email protected]
13. Lulusan yang telah dihasilkan 60 0rang
14. Mata Kuliah yang Diampu
1. Pendidikan Agama Islam 2. Ekonomi Syari’ah 3. Ilmu Budaya Dasar 4. Kuliah Kerja Nyata 5. Zakat dan Pajak
B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Tinggi IAIN STS Jambi IAIN STS Jambi -
Bidang Ilmu PAI Pemikiran Ekonomi dan Bisnis
Islam -
Tahun Masuk-Lulus 1992 - 1996 2007 – 2011 -
Judul
Skripsi/Thesis/Disertasi
Analisis Pengaruh Minat Baca Siswa Terhadap Prestasi Belajar
Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Menggunakan Pendekatan Laba Rugi dan Nilai Tambah.
-
Nama
Pembimbing/Promotor
Pembimbing 1 : Drs. Marzuki Arsyad, MA
Pembimbing 2 : Drs. Rafiq, M.Hi
Pembimbing 1 :
Prof. Dr. H. Amri Amir, SE M.Si,.
Pembimbing 2 : Dr.A.A. Miftah, M.Ag
-