6 hal menarik yang perlu Anda ketahui te

15 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

6 hal menarik yang perlu Anda ketahui

tentang Alibaba

1Comment

 Lina Noviandari3:09 PM on Sep 19, 2014 

o

 3 

Belakangan ini ranah bisnis dan teknologi diramaikan dengan IPO (Initial Public Offering) – atau penjualan saham ke publik – Alibaba yang merupakan IPO terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Nilai IPO yang diperkirakan mencapai USD 25 miliar (sekitar Rp 300,1 triliun) ini bahkan mengalahkan IPO Facebook pada tahun 2012 silam, yang sebesar USD 16 miliar (sekitar Rp 192,1 triliun). Namun, banyak orang yang mungkin tidak tahu tentang perusahaan internet terbesar di China ini – atau mereka mungkin lebih tahu tentang Ali Baba yang lain (cerita dongeng anak-anak). Kali ini, Tech in Asia merangkum enam fakta menarik tentang Alibaba:

(2)

Alibaba didirikan pada tahun 1999 oleh Jack Ma dan 17 rekannya. Ia merupakan tokoh penting di balik kesuksesan Alibaba, bahkan semacam pemimpin ‘spiritual’ bagi perusahaan ini. Sejak kecil, Jack Ma mempunyai ketertarikan yang besar terhadap Bahasa Inggris dan akhirnya menempuh pendidikan di Hangzhou Teacher’s Institute untuk mendapat gelar sarjana bahasa Inggris. Sebelum memutuskan untuk mendirikan perusahaan internet, Jack Ma pernah bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan membuat perusahaan layanan dalam bidang terjemahan.

Meskipun saat ini sudah tidak menjabat sebagai CEO, Jack Ma masih mempunyai kontrol pada perusahaan ini dan bertindak sebagai executive chairman. Dengan Alibaba, Jack Ma kini merupakan salah satu orang paling kaya di China.

(3)

Dengan nilai IPO sekitar USD 25 miliar, Alibaba akan mempunyai kapitalisasi pasar sekitar USD 165 miliar. Angka tersebut melampaui kapitalisasi pasar Amazon yang sekitar USD 152,4 miliar. Dengan menyalip Amazon, Alibaba akan menjadi perusahaan internet terbesar ketiga di dunia, di belakang Google dan Facebook.

Baca juga: Setelah IPO, Alibaba akan menjadi perusahaan internet terbesar ketiga di dunia dan mengalahkan Amazon

(4)

Yahoo mempunyai sekitar 23 persen saham di Alibaba . Dengan kepemilikan saham ini, Alibaba bisa dibilang menjadi salah satu sumber pendapatan Yahoo. Menariknya, pendapatan Alibaba di kuartal terakhir 2013 dua kali lipat lebih besar dari pendapatan Yahoo. Bantuan

revenue dari Alibaba memungkinkan Yahoo untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan internet lain dan terus bertumbuh. Ya, bisa dibilang bahwa Alibaba menyelamatkan Yahoo.

4. Membeli klub sepak bola

Sumber: Wikimedia Alexchen4836

Alibaba punya hampir semua hal, mulai dari marketplace, search engine, e-payment, aplikasi

chatting, media hiburan, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut mungkin wajar jika dimiliki sebuah perusahaan internet, tapi bagaimana dengan memiliki sebuah klub sepak bola? Ya, pada Juni lalu, Alibaba membeli 50 persen saham di salah satu klub sepak bola ternama di China Guangzhou Evergrande F.C. seharga USD 192 juta. Klub yang menjadi juara liga domestik China ini dilatih oleh mantan pelatih tim nasional Italia Marcello Lippi.

(5)

Kisah tentang perjalanan Jack Ma mendirikan Alibaba dari sebuah apartemen kecil miliknya hingga kini menjadi perusahaan internet ternama di China ditampilkan dalam sebuah film dokumenter berjudul Crocodile in the Yangtze. Film dokumenter berdurasi sekitar 75 menit ini disutradarai oleh Porter Erismen, mantan vice president di Alibaba yang bekerja selama 10 tahun di perusahaan ini. Crocodile in the Yangtzememenangkan beberapa penghargaan seperti pemenang di Silicon Valley film festival dan pemenang Audience Award San Fransisco di United film festival.

Baca juga: 7 film dan serial TV yang dapat menginspirasi Anda dalam membangun sebuah startup

6. Alimama

Sumber: Chinainternetwatch

Jack Ma menamai perusahaan internetnya “Alibaba” bukan tanpa alasan. Suatu hari ketika ia berada di sebuah kedai kopi di San Fransisco dan mulai mendapatkan ide nama Alibaba, ia

bertanya kepada pramusaji, “Apakah kamu tahu tentang Alibaba?” Pramusaji menjawab, “Ya.” Jack Ma kembali bertanya, “Apa yang kamu ketahui tentang Alibaba?” “Alibaba dan 40 pencuri”, jawabnya. Sontak Jack Ma berkata, “Ya, ini namanya!” Jack Ma kemudian bertanya kepada beberapa orang tentang Alibaba, dan semua orang tahu tentang itu. Ia mengambil nama Alibaba karena nama itu banyak diketahui orang, mudah diingat, dan mencerminkan sosok entrepreneur yang baik hati, cerdas, dan membantu orang-orang tidak mampu.

Secara kebetulan, kata “baba” berarti ayah dalam bahasa China. Jack Ma akhirnya juga mendaftarkan nama “Alimama” sebagai pasangan Alibaba. Akhirnya, nama tersebut dipakai setelah Alibaba Group mendirikan sebuah platform marketing online bernama Alimama.

(6)

About Lina

Lina adalah seorang pengamat hidup. Ia senang berdiskusi mengenai sepak bola, film, dan sastra. Penggemar berat Liverpool FC ini bisa Anda hubungi melalui Twitter.

o

 3 

Review buku Alibaba’s World: Cerita di

Balik Raksasa E-commerce Besutan Jack

Ma

0Comments

 Charlie Custer12:45 PM on Jun 3, 2015 

o

 2 

(7)

September lalu, Alibaba mengejutkan ranah teknologi global dengan memecahkan rekor IPO. Namun perusahaan raksasa yang didirikan Jack Ma ini tidak selalu menjadi “raksasa”. Dalam memoar mantan VP Alibaba, Porter Erisman, Alibaba’s World: How a Remarkable Chinese Company is Changing the Face of Global Business, Anda bisa mengetahui sekilas cerita di balik salah satu perusahaan terbesar di dunia ini.

Sebagian besar isi buku Porter berisi sejarah Alibaba , atau setidaknya cerita yang mana Porter juga ikut terlibat. Bergabung di masa-masa awal Alibaba, Porter menjadi bagian dari tim pemasaran internasional yang berbasis di Hong Kong; yang menurut Porter, seolah menjadi bagian lain dari kantor pusat di Hangzhou dan bahkan tidak terpikat oleh Jack Ma. Ketika tim tersebut dibubarkan, Porter menjadi satu-satunya yang bertahan, mengelola sendirian PR internasional Alibaba.

Karena posisinya, Porter menghabiskan banyak waktu dengan Jack Ma, dan bagian lain buku ini berisi banyak anekdot dari pria berwajah aneh itu. Sosoknya digambarkan sebagai pribadi yang passionate dan hangat, terkadang salah jalan, namun disukai banyak orang. Sebagai contoh: setelah pertemuan yang memaksa Jack Ma memberhentikan karyawan di kantor Alibaba di Silicon Valley, dengan bercucur air mata Jack Ma bertanya apakah ia “orang yang jahat.” Contoh lainnya: pada tahun 2005 ketika seorang eksekutif Taobao terlalu terbawa suasana berbicara tentang eBay dan mengatakan bahwa Alibaba akan membunuh para “iblis asing,” Jack Ma langsung naik ke atas panggung. Ia menyela orang tersebut dan

mengingatkan semua orang bahwa Alibaba adalah perusahaan global, dan mengusung nasionalisme tidak dibenarkan di perusahaan ini.

Tentu saja Jack Ma tak luput dari kekurangan. Porter mengkritisi penanganan yang dilakukan

Alibaba terhadap Yahoo China yang saat itu dipimpin Zhou Hongyi. Menurut Porter, meski Zhou keluar dari layanan tersebut dan menarik banyak karyawannya, itu bukan masalah terbesar yang dihadapi Alibaba, namun lebih kepada kurang pahamnya Jack Ma terhadap layanan pencarian. Commerce, bahkan e-commerce, adalah hal yang sosial dan memungkiknkan pengguna berinteraksi dengan pengguna lain. Tapi layanan pencarian berarti pengguna berinteraksi dengan algoritma. Kegagalan Jack Ma untuk benar-benar memahami pentingnya perbedaan ini dan pilihannya untuk bersengketa dengan Zhou dianggap sebagai penyebab utama jatuhnya Yahoo China di ranah situs search di China.

Selain cerita mengenai Jack Ma, buku ini juga berisi bagian yang menghibur, seperti saat Porter bercerita tentang persaingan PR Alibaba dan eBay untuk merebut posisi di pasar China. Ada satu kesempatan dimana kepala PR eBay dengan sombongnya mengirim e-mail

(8)

Karena Porter memilih untuk meninggalkan perusahaan setelah IPO pertama (IPO Alibaba

di Bursa Efek Hong Kong pada tahun 2007), tidak ada banyak cerita setelah masa itu yang ditulis di buku. Ia langsung membahas keadaan Alibaba di masa sekarang dan berlanjut ke bagian tentang Alibaba Group dan spekulasi masa depan perusahaan ini. Jika Anda mengikuti ranah industri teknologi China, Anda mungkin sudah mengetahui sebagian besar informasi tersebut, tapi bagi mereka yang kurang akrab dengan Alibaba dan keadaan pasar saat ini, bagian ini memberikan gambaran yang sangat baik.

Buku ini diakhiri dengan bagian yang disebut “Alibaba and the 40 Lessons,”. Pada bagian ini Porter mengumpulkan 40 kutipan bisnis, dan secara singkat menjelaskan teori di balik

masing-masing kutipan tersebut. Beberapa di antaranya sudah cukup jelas, seperti “Make sure you have a great idea”, namun ada juga yang menyelipkan pesan tersirat, seperti “Don’t change rabbits.”

Anda bisa membaca buku ini untuk mengerti apa maksud dari kutipan-kutipan tersebut. Porter menulis dengan gaya bahasa yang ringan dan sederhana, sehingga membuat pembaca lebih mudah paham. Hal ini pula memungkinkan saya untuk menyelesaikan buku ini kurang dari 24 jam. Bagaimanapun, pembaca harus tahu bahwa ini adalah buku bisnis tentang langkah strategi dan PR Jack Ma dan Alibaba, bukan tentang seperti apa kehidupan sehari-hari di Alibaba. Porter tidak menyampaikan apa rasanya bekerja di perusahaan raksasa itu. Ia berusaha menyampaikan bagaimana perusahaan ini tumbuh dari startup kecil yang dimulai di apartemen Jack Ma menjadi salah satu perusahaan terbesar di planet ini.

Sebagai penutup, Alibaba’s World adalah bacaan berharga bagi siapa pun yang tertarik pada pasar China atau startup pada umumnya. Karena Porter tidak bergabung dari awal dan telah meninggalkan perusahaan beberapa tahun yang lalu, buku ini tidak sepenuhnya lengkap (suatu hari nanti saya berharap kita akan mendengar cerita lengkap dari Jack Ma sendiri). Bagaimanapun Alibaba’s World masih bisa memberikan gambaran bagaimana Jack Ma dan manajernya membangun perusahaan mereka menjadi raksasa seperti sekarang ini.

Baca juga: 6 hal menarik yang perlu Anda ketahui tentang Alibaba

Cukup banyak pelajaran yang bisa dipetik dari buku ini. Namun jika Anda hanya mencari cerita menarik tentang Jack Ma, sudah ada beberapa buku lain yang membahas tentang itu. Sama seperti film Crocodile in the Yangtze garapan Porter, Alibaba’s World juga layak menjadi salah satu referensi Anda.

(Diterjemahkan oleh Lina Noviandari dan diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

About Charlie

Charlie Custer adalah pendiri dan editor ChinaGeeks.org. Ia juga pembuat film dokumenter sekaligus penulis lepas, reporter, penerjemah, dan produser video di China. Anda bisa mengikuti dia di Twitter di akun @ChinaGeeks.

(9)

o

 2 

10 Aturan untuk Sukses dari Jack Ma

3Comments

 Lina Noviandari5:01 PM on Jun 23, 2015 

o

 0 

Founder Alibaba , Jack Ma, adalah seorang yang fenomenal. Sosoknya yang karismatik sekaligus eksentrik, membuatnya menjadi panutan bagi banyak orang. Perjalanan

(10)

Tech in Asia sendiri sering mengulas berbagai hal tentang Jack Ma, seperti isi pidatonya, kutipan inspiratif, dan masih banyak lagi. Kali ini, kami akan mengulas sebuah kompilasi video yang dibuat oleh Evan Carmichael – seorang entrepreneurial expert yang juga

membuat kompilasi video tentang banyak entrepreneur terkenal lainnya – tentang 10 aturan untuk sukses dari Jack Ma.

1. Terbiasa dengan penolakan

Sebelum menjadi sukses seperti sekarang, Jack Ma dulunya mengalami banyak penolakan. Jack mengatakan bahwa setelah lulus kuliah, ia mencoba melamar pekerjaan sebanyak 30 kali dan semuanya ditolak. Bahkan ia juga mengatakan bahwa ketika KFC mulai masuk ke China, ia juga mendaftar sebagai pelayan di restoran cepat saji tersebut. Hasilnya, dari 24 orang yang mendaftar, dia lah satu-satunya orang yang ditolak.

Entrepreneur harus bisa melihat penolakan dan kegagalan sebagai pijakan untuk bangkit dan dorongan untuk menjadi lebih baik.

2. Terus jaga mimpi Anda

“Kami punya kode rahasia untuk kesuksesan Alibaba,” ujar Jack Ma. Uniknya, kode tersebut juga berlaku untuk semua orang. Apakah kode itu? Terus jaga mimpi Anda. “Karena mimpi tersebut mungkin akan terwujud suatu hari nanti,” ujarnya.

3. Fokus pada kultur perusahaan

Jack Ma mengatakan bahwa kultur perusahaan merupakan nilai utama dari Alibaba. Ia juga mengatakan bahwa teknologi bukanlah nilai utama, teknologi hanyalah alat. Jack mengatakan bagaimana Alibaba berfokus pada nilai, kultur, dan misi; telah membuat perusahaan ini sukses. “Semua orang bekerja untuk membantu orang lain, daripada hanya untuk mendapatkan uang,” ujar Jack.

4. Jangan pedulikan orang yang meremehkan Anda

Jack menceritakan pengalaman saat ia menyampaikan ide Alipay. Banyak orang mengatakan, “Ini [Alipay] adalah ide terbodoh yang pernah kamu punya.” Namun Jack Ma tidak

mempedulikan cemoohan mereka dan terus maju dengan Alipay. Ia tidak masalah idenya disebut bodoh asalkan banyak orang yang akan menggunakan produknya tersebut.

5. Mengambil inspirasi dari banyak hal

Mengambil pelajaran dari berbagai hal yang ada di lingkungan sekitar merupakan hal yang sangat penting bagi entrepreneur. Jack Ma menceritakan bagaimana dirinya belajar banyak hal dari film. Ia mengatakan telah belajar berpidato dari film Bodyguard, pada film tersebut Whitney Houston bernyanyi dari hati dan menjadi dirinya sendiri. Itulah yang diterapkan Jack pada pidato-pidatonya. Film favorit Jack Ma adalah Forrest Gump.

(11)

Jack Ma menolak banyak ide bisnis yang diajukan padanya. Menurutnya ia hanya akan mempertimbangkan ide yang sesuai dengan misi perusahaannya. Sebagai entrepreneur, Anda harus fokus pada misi perusahaan Anda dan belajar untuk berkata “tidak”.

7. Memilih nama yang bagus

Jack Ma menamai perusahaan internetnya Alibaba ” bukan tanpa alasan. Suatu hari ketika ia berada di sebuah kedai kopi di San Fransisco dan mulai mendapatkan ide nama Alibaba, ia bertanya kepada pramusaji, “Apakah kamu tahu tentang Alibaba?” Pramusaji menjawab, “Ya.” Jack Ma kembali bertanya, “Apa yang kamu ketahui tentang Alibaba?” “Alibaba dan 40 pencuri”, jawabnya. Sontak Jack Ma berkata, “Ya, ini namanya!”

Jack Ma kemudian bertanya kepada beberapa orang tentang Alibaba, dan semua orang tahu tentang itu. Ia mengambil nama Alibaba karena nama itu banyak diketahui orang, mudah diingat, dan mencerminkan sosok entrepreneur yang baik hati, cerdas, dan membantu orang-orang tidak mampu.

8. Pelanggan prioritas nomor 1

“Kami percaya pelanggan nomor satu, karyawan nomor dua, dan pemegang saham nomor tiga,” ujar Alibaba . Memprioritaskan pelanggan bisa dibilang merupakan salah satu “mantra” Alibaba. Jack berpendapat bahwa pelanggan lah yang menjadi sumber penghasilan bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus berusaha sebaik mungkin memenuhi kebutuhan mereka.

9. Jangan mengeluh, cari peluang

Jack Ma mengatakan bahwa di mana ada masalah, maka di situ ada peluang. Dan seyogyanya orang tidak mengeluh jika ada masalah, melainkan melihat dan memanfaatkan peluang yang tersaji di hadapannya.

10. Punya

passion

Kita harus punya passion yang kuat untuk mewujudkan tujuan dan mimpi kita. Sesulit dan sekeras apapun usaha yang harus kita lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut, kita harus melakukannya. Jack Ma mengatakan kepada timnya, “Kita harus bersusah-susah dahulu selama 3 hingga 5 tahun, itulah satu-satunya cara kita bisa sukses.” Jika tidak memiliki

passion yang kuat, kita tidak akan bertahan, bahkan satu hari pun.

Jack Ma: “Kami tidak lebih pintar atau bekerja lebih keras, lalu kenapa kami bisa menjadi miliuner?”

Anda bisa menonton video lengkapnya di sini.

(12)

About Lina

Lina adalah seorang pengamat hidup. Ia senang berdiskusi mengenai sepak bola, film, dan sastra. Penggemar berat Liverpool FC ini bisa Anda hubungi melalui Twitter.

o

 0 

Dampak keberhasilan IPO Alibaba bagi

ekosistem startup di Asia Tenggara

0Comments

 David Corbin2:17 PM on Sep 26, 2014 

o

 10 

(13)

Sebagian besar Anda mungkin sudah tahu bahwa Alibaba kini menjadi perusahaan internet

terbesar ketiga di dunia. Menyusul keberhasilan IPO Alibaba yang bersejarah, banyak yang memperkirakan bahwa Alibaba akan bergerak dengan cepat dan agresif untuk ekspansi global. Lalu apa artinya ini bagi startup di Asia Tenggara?

Baca juga: 6 hal menarik yang perlu Anda ketahui tentang Alibaba

Alibaba sudah tidak asing lagi dengan investasi. Menurut The Wall Street Journal, Alibaba telah secara aktif berinvestasi pada tahun 2014 dengan mengucurkan uang sebesar USD 1 miliar (sekitar Rp 12 triliun) di berbagai perusahaan.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang dampak potensial dari Alibaba ini, Tech in Asia

menghubungi Melissa Guzy, founder Arbor Ventures dan Vinnie Lauria, founder Golden Gate Ventures, keduanya sangat aktif di Asia Tenggara. Berikut pendapat mereka.

Bagaimana dampak IPO Alibaba terhadap ekosistem

startup di Asia?

MG: Sebuah kesuksesan akan melahirkan kesuksesan berikutnya dan tentu saja rekor nilai IPO Alibaba telah membuat para entrepreneur muda terkesan dan telah menunjukkan kepada mereka nilai dari sebuah kerja keras bertahun-tahun.

VL: Cukup positif, karena menarik lebih banyak perhatian ke Asia, terutama karena dengan menjadi IPO terbesar dalam sejarah, Alibaba telah membuat lebih banyak investor Amerika Serikat dan global melirik kawasan ini. Telah ada kabar bahwa Alibaba akan secara agresif berekspansi ke luar Asia.

Apakah nantinya Alibaba akan melakukan pendekatan

kerjasama atau mandiri dengan pesaing potensial di Asia?

MG: Alibaba sudah berinvestasi secara agresif di luar China dan kemungkinan akan terus melakukannya, terutama dengan bekal yang besar. Alibaba mampu mengakuisisi perusahaan teknologi mutakhir dan orang-orang berbakat di bidang engineering.

VL: Saya pikir di beberapa kawasan di Asia Tenggara, Alibaba akan melakukan pendekatan campuran yang kompetitif, dan juga pendekatan M&A (merger dan akuisisi) – ini adalah kesempatan yang baik untuk exit bagi beberapa startup. Di luar Asia, saya pikir Alibaba akan melakukan pendekatan mandiri untuk menciptakan B2B yang memungkinkan pedagang China terhubung dengan khalayak global.

Manakah industri utama Alibaba (pembayaran,

(14)

MG: Di Arbor Ventures, kami percaya bahwa Alibaba akan berekspansi ke Asia Tenggara di banyak ranah. Mereka baru-baru ini berinvestasi pada sektor logistik yakni di SingPost dan tentu saja Alipay juga akan berekspansi secara regional.

Baca juga: Sejarah Alibaba dalam 9 foto

VL: Saya pikir layanan B2B Alibaba.com memiliki peluang besar untuk bertumbuh cepat karena hanya melawan sedikit kompetisi. Saya rasa yang paling sulit untuk masuk Asia Tenggara adalah aplikasi chatting Laiwang – yang akan menghadapi persaingan serius dari WeChat, LINE, dan FB messenger.

Di negara Asia Tenggara manakah kemungkinan besar

Alibaba akan sukses?

MG: Ini tergantung pada segmen pasar apa yang dimasuki dan di negara mana. Ada beberapa pasar di Asia Tenggara yang cukup besar untuk berdiri sendiri dan membutuhkan usaha yang signifikan. Pasar tunggal terbesar adalah Indonesia dan sulit diabaikan untuk perusahaan seperti Alibaba.

VL: Indonesia, Thailand, dan Vietnam tampaknya akan menjadi peluang besar bagi Alibaba

. Indonesia karena ukuran pasarnya yang besar, Thailand karena pertumbuhan ecommerce-nya yang pesat sekarang, dan Vietnam karena memiliki pasar lokal kuat yang sulit dimasuki perusahaan asing, tapi saya pikir Alibaba akan mampu berekspansi dengan baik di Vietnam.

Apakah ada pelajaran relevan yang bisa diambil Alibaba

dari ekspansi global Rakuten?

MG: Saya pikir Rakuten telah belajar bahwa perbedaan budaya itu berpengaruh dan untuk itu, lokalisasi adalah hal yang penting. Ini adalah pelajaran serupa yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan internet di Amerika Serikat ketika mereka memasuki China. VL: Bekerjasama dengan penyedia solusi pembayaran lokal – jangan mencoba untuk

melakukannya sendiri. Membeli pemain global yang lebih besar yang dapat membantu dalam hal distribusi, kemitraan, dan akses ke pelanggan.

Seberapa mendesakkah Alibaba harus berekspansi?

Mengapa tidak beroperasi di China saja?

(15)

VL: Saya pikir tidak begitu mendesak, tapi saya rasa perusahaan Amerika Serikat ingin memiliki pertumbuhan agresif yang berkelanjutan. Alibaba bisa terus melakukan itu di China untuk sementara waktu, tetapi perusahaan ini perlu membuat langkah-langkah besar di pasar lain agar bisa bersaing dengan investor AS yang mendambakan pertumbuhan agresif dari tahun-ke-tahun yang umum bagi perusahaan teknologi. Inilah yang membuat Alibaba berekspansi entah ke sektor baru, lini produk baru, atau wilayah baru.

Baca juga: Berkat IPO, pendiri Alibaba jadi orang terkaya di China

Pendapat Khailee Ng

KhaiLee Ng, venture partner di 500 Startups, juga menyampaikan pendapatnya. Ia melihat bahwa IPO Alibaba merupakan keuntungan bagi ekosistem teknologi di Asia Tenggara secara keseluruhan. Ia mengatakan kepada Tech in Asia:

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...