BAB 4
ASPEK-ASPEK KESESUAIAN PASAR GEMOLONG 2
4.1 Gambaran Umum Kecamatan Gemolong
Gemolong merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sragen yang terletak di bagian ujung barat Kabupaten Sragen. Gemolong termasuk dalam kategori kecamatan yang memiliki fasilitas pelayanan sedang, dan merupakan kecamatan dengan hirarki II. Secara administratif Kecamatan Gemolong dengan wilayah yang luasnya 4.022,86 hektar merupakan pusat kegiatan kedua setelah Kecamatan Sragen (Kota Sragen). Berdasarkan data sensus penduduk pada tahun 2014, jumlah penduduk Kecamatan Gemolong sebanyak 51.138 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 1.271 jiwa per km².
Kecamatan Gemolong berdasarkan aksesibilitasnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk dapat menjadi pusat pelayanan di sebelah utara Bengawan Solo karena kedekatannya dengan kabupaten Sragen, Boyolali / Salatiga, Grobogan maupun Solo, serta karena secara geografis, letaknya berada di perempatan jalur vital jalan utama Solo Grobogan dan jalan alternatif utama Sragen – Salatiga / Semarang.
Kecamatan Gemolong mempunyai pertumbuhan sektor pertanian selalu menurun sedangkan sektor jasa selalu meingkat, hal ini disebabkan kondisi geografis Kecamatan Gemolong yang tidak sesuai untuk pertanian. Geliat pembangunan infrastruktur Kecamatan Gemolong yang bakal tumbuh menjadi perkotaan, relatif cepat. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sejumlah kantor perbankan, toko emas, showroom motor, toserba, dan plaza dibangun di Kecamatan Gemolong. Karakteristik masyarakat yang bergerak dalam usaha perdagangan dan jasa, ikut memacu pertumbuhan ekonomi dan percepatan pembangunan kota.
4.2 Gambaran Khusus Pasar Gemolong 2
Pada tahun 2000 silam, Pemerintah Kabupaten Sragen membangun sebuah pasar tradisional baru yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Gemolong yakni Pasar Gemolong 2.
Diberi nama Pasar Gemolong 2 agar warga sekitar maupun pelaku ekonomi dari luar wilayah lebih cepat mengenal pasar tersebut. Pembangunan Pasar Gemolong 2 dilatarbelakangi adanya penambahan aktivitas ekonomi di Pasar Gemolong Asri yang mengakibatkan kesemrawutan di lingkup Pasar Gemolong Asri.
Pasar Gemolong 1 atau juga dikenal dengan nama Pasar Gemolong Asri Terletak di Jl.
commit to user
lainnya karena bukanlah pasar tertutup. Pasar Gemolong dikelilingi kio memperjualbelikan barang sehingga
Pasar Gemolong 1 saat ini sudah dirasa kurang layak pakai, banyak sekali permasalahan yang ada di pasar ini. Permasalahan yang dihadapi yaitu akses untuk keluar masuk pasar sempit. Disana tidak ada pengaturan jalan masuk dan jalan keluar bagi pengunjung sehingga terlihat semrawut di setiap akses jalan, ditambah tidak hanya pejalan kaki yang masuk, melainkan ada beberapa kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang terkadang masuk untuk bongkar muat barang. Kondisi ini menyebabkan terganggunya lalu lintas pengunjung.
Jalan depan pasar tersebut juga digunakan sebagai tempat parkir, sehingga arus lalu lintas depan pasar menjadi macet serta para pejalan kaki merasa terganggu dengan kondisi seperti ini.
Pada saat sekarang ini, kondisi Pasar Gemolong 2 sangatlah memprihatinkan. Kondisi pasar yang diharapkan bisa
Gemolong ternyata tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Saat ini Pasar Gemolong 2 hanya dihuni oleh beberapa penjual dan didominasi dengan area permainan game bagi anak Selain itu, banyak kios yang dibiarkan mangkrak tanpa penggunaan sama sekali. Berikut contoh gambar kondisi kios yang mangkrak di area Pasar Gemolong 2.
Gambar 4.1 Kondisi Kios Mangkrak di Pasar Gemolong 2 Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2015
Disamping itu, untuk lebih jelasnya lingkup Kecamatan Gemolong.
lainnya karena bukanlah pasar tertutup. Pasar Gemolong dikelilingi kios kios yang juga memperjualbelikan barang sehingga aktivitas Pasar Gemolong tidak bisa terlihat dari luar.
saat ini sudah dirasa kurang layak pakai, banyak sekali permasalahan yang ada di pasar ini. Permasalahan yang dihadapi yaitu akses untuk keluar masuk pasar sempit. Disana tidak ada pengaturan jalan masuk dan jalan keluar bagi pengunjung sehingga semrawut di setiap akses jalan, ditambah tidak hanya pejalan kaki yang masuk, melainkan ada beberapa kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang terkadang masuk untuk bongkar muat barang. Kondisi ini menyebabkan terganggunya lalu lintas pengunjung.
an depan pasar tersebut juga digunakan sebagai tempat parkir, sehingga arus lalu lintas depan pasar menjadi macet serta para pejalan kaki merasa terganggu dengan kondisi seperti
Pada saat sekarang ini, kondisi Pasar Gemolong 2 sangatlah memprihatinkan. Kondisi menjadi salah satu penopang perekonomian di Kecamatan Gemolong ternyata tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Saat ini Pasar Gemolong 2 hanya
huni oleh beberapa penjual dan didominasi dengan area permainan game bagi anak Selain itu, banyak kios yang dibiarkan mangkrak tanpa penggunaan sama sekali. Berikut contoh gambar kondisi kios yang mangkrak di area Pasar Gemolong 2.
4.1 Kondisi Kios Mangkrak di Pasar Gemolong 2 Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2015
Disamping itu, untuk lebih jelasnya berikut peta lokasi Pasar Gemolong 1 dan 2 dalam lingkup Kecamatan Gemolong.
s kios yang juga Pasar Gemolong tidak bisa terlihat dari luar.
saat ini sudah dirasa kurang layak pakai, banyak sekali permasalahan yang ada di pasar ini. Permasalahan yang dihadapi yaitu akses untuk keluar masuk pasar sempit. Disana tidak ada pengaturan jalan masuk dan jalan keluar bagi pengunjung sehingga semrawut di setiap akses jalan, ditambah tidak hanya pejalan kaki yang masuk, melainkan ada beberapa kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang terkadang masuk untuk bongkar muat barang. Kondisi ini menyebabkan terganggunya lalu lintas pengunjung.
an depan pasar tersebut juga digunakan sebagai tempat parkir, sehingga arus lalu lintas depan pasar menjadi macet serta para pejalan kaki merasa terganggu dengan kondisi seperti
Pada saat sekarang ini, kondisi Pasar Gemolong 2 sangatlah memprihatinkan. Kondisi menjadi salah satu penopang perekonomian di Kecamatan Gemolong ternyata tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Saat ini Pasar Gemolong 2 hanya huni oleh beberapa penjual dan didominasi dengan area permainan game bagi anak-anak.
Selain itu, banyak kios yang dibiarkan mangkrak tanpa penggunaan sama sekali. Berikut
berikut peta lokasi Pasar Gemolong 1 dan 2 dalam
34
commit to user
41 4.3 Faktor Kesesuaian Pasar Gemolong 2
4.3.1 Lokasi Pasar Gemolong 2
4.3.1.1 Embrio Pasar Gemolong 2
Pada awalnya lahan yang saat ini digunakan sebagai Pasar Gemolong 2 merupakan lahan kosong perkerasan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai arena terbuka dan sekaligus sebagai arena olahraga. Banyak warga masyarakat sekitar yang melakukan aktivitas olahraga seperti lari pagi, senam atau sekedar berkumpul dengan yang lainnya di pagi atau sore hari. Di lahan tersebut dulunya juga terdapat sebuah gedung kecil untuk pertemuan, namun karena sudah tidak layak gedung tersebut dikosongkan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak narasumber Dinas Perdagangan SubDin Pasar Kabupaten Sragen, cikal bakal Pasar Gemolong 2 memang sudah ada namun dengan jumlah yang relatif kecil. Pada mulanya hanya ada pedagang kaki lima yang menjual bahan makan jadi untuk kepentingan di Pasar Gemolong Asri maupun untuk aktivitas perdagangan lain di sekitarnya. Lambat laun, dengan adanya perkembangan Pasar Gemolong Asri yang semakin padat, maka dibangunlah sebuah pasar baru sebagai bentuk perluasan Pasar Gemolong Asri yang terletak di area PKL tersebut.
Pasar Gemolong 2 merupakan pasar tradisional yang terletak di sekitar permukiman warga Kelurahan Gemolong. Keberadaan Pasar Gemolong 2 ini tidak dapat dipisahkan dengan Pasar Gemolong Asri, sebab pasar ini mulanya merupakan pasar pembantu untuk Pasar Gemolong Asri. Secara sosial, Pasar Gemolong 2 mempunyai letak yang strategis untuk daerah perdagangan. Hal ini disebabkan Pasar Gemolong 2 terletak berdekatan dengan terminal angkutan perdesaan yang juga berdekatan dengan Pasar Kecamatan (Pasar Gemolong Asri).
Embrio yang dimaksudkan adalah embrio-embrio yang berada di lokasi saat Pasar Gemolong 2 berada. Embrio pasar tidak serta merta pada seluruh cakupan area penelitian dikarenakan Pasar Gemolong 2 merupakan pasar kecamatan, sehingga lokasi embrio di tempat lain bisa aja itu merupakan embrio pasar lingkungan. Berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh masyarakat yaitu Ketua RT 02 dan Ketua RW 1, bisa digambarkan dalam peta mengenai embrio Pasar Gemolong 2 tersebut yaitu :
commit to user
43 4.3.1.2 Penyediaan Lahan Pasar Gemolong 2
Tapak lokasi Pasar Gemolong 2 menempati luas lahan kurang lebih 5.000 m2, dengan keadaan kontur tanah yang relatif datar dan kemiringan lahan yang relatif datar.
Pembangunan Pasar Gemolong 2 dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen diatas lahan milik Aset Pemerintah Daerah. Pembangunan pasar diatas lahan tersebut dilatarbelakangi oleh faktor dominan dekat dengan embrio pasar utama pasar Gemolong Asri. Komposisi penggunaan lahan di wilayah studi (areal Pasar Gemolong 2) di dominasi oleh penggunaan lahan-lahan terbangun dan kebanyakan digunakan untuk permukiman.
4.3.1.3 Status Lahan Pasar Gemolong 2
Status lahan di area Pasar Gemolong 2 sudah jelas merupakan lahan legal, karena lahan tersebut merupakan lahan milik Pemerintah Daerah yang dikelola oleh pemerintah sendiri. Sebelumnya lahan tersebut juga digunakan oleh pemerintah sebagai lahan tempat gedung dharma wanita. Karena sudah jarang dipakai dan dengan spekulasi tertentu pemerintah mengubah gedung tersebut menjadi lahan pasar yang sekarang ini adalah Pasar Gemolong 2 tersebut.
4.3.1.4 Karakteristik Jarak Lokasi Pasar Gemolong 2 dari Pergerakan Manusia Pasar Gemolong 2 termasuk ke dalam lokasi pusat kegiatan perekonomian Kecamatan Gemolong, dimana secara umum di sekitar Pasar Gemolong 2 tersebut terdapat juga kumpulan pedagang formal lain, terdapat terminal transportasi umum (terminal angkudes). Akan tetapi secara nyata, aktivitas perekonomian di samping- samping pasar sangat berbeda dengan Pasar Gemolong Asri yang di sekitarnya banyak aktivitas ekonomi pendukung lainnya, di sekitar Pasar Gemolong 2 merupakan rumah- rumah warga namun juga ada beberapa kegiatan ekonomi tidak dominan. Aktivitas ekonomi terlihat jelas di depan Pasar Gemolong 2 tepatnya di lokasi terminal angkutan perdesaan.
Sementara aktivitas yang banyak menimbulkan pergerakan banyk terdapat di sepanjang Jalan Sukowati, diman jalan tersebut merupakan jalan kolektor penghubung alternative Semarang – Surabaya. Di sepanjang jalan ini berderet pertokoan dan perkantoran sehingga banyak menyebabkan pergerakan masyarakat. Tidak jarang dalam waktu-waktu tertentu pada ruas jalan ini menjadi jalan yang sangat ramai dan cenderung macet karena banyaknya aktivitas yang beragam di sepanjang Jalan Sukowati.
Disamping itu di belakang Pasar Gemolong 1 juga terdapat RSUD dan terminal bus malam yang juga ramai dengan aktivitas masyarakat. RSUD menjadi magnet pagi
keberadaan Pasar Gemolong 1 karena dirasa dekat dengan kebutuhan pemanfaat RSUD.
Seperti misalnya kebutuhan akan bekal makan bagi penungggu pasien di RSUD Gemolong. Disamping itu terminal bus malam juga menyebabkan adanya pergerakan, karena dekat dengan pasar yang bisa saja Pasar Gemolong 1 menjadi tempat alternative pilihan untuk membeli keperluan oleh-oleh bagi sebagian besar masyarakat.
Sepanjang jalan Citrosancakan (belakang Pasar Gemolong 1) juga merupakan area pergerakan yang banyak menarik kegiatan sosial maupun ekonomi lainnya sehingga lebih menghidupkan dan menonjolkan keberadaan Pasar Gemolong 1 dibandingkan dengan Pasar Gemolong 2.
Berikut peta persebaran pergerakan aktivitas yang terjadi sekitar Pasar Gemolong :
commit to user
4.3.1.5 Karakteristik Jarak Lokasi Pasar Gemolong 2 dari Pemanfaat
Berdasarkan hasil wawancara dengan Dinas Perdagangan Sub Dinas Pasar dengan diperkuat wawancara dengan Kepala Desa Gemolong (Dokumen perencanaan belum ditemukan oleh pihak terkait), Pasar Gemolong 2 dibangun diatas tanah dengan luas 5000 m2. Sementara berdasarkan monografi Kelurahan Gemolong, Pasar Gemolong 2 berada di wilayah Kelurahan Gemolong dengan luas wilayah 278,76 hektar dan jumlah penduduk sebesar 9.656 jiwa, maka bisa diperoleh kepadatan penduduk di kawasan Pasar Gemolong 2 yaitu sebesar 3.464 jiwa/km2. Kepadatan tersebut tergolong kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Kepadatan penduduk ini meningkat seiring dengan perkembangan isu yang muncul di area Kecamatan Gemolong dimana Pemerintah Kabupaten Sragen akan mempercepat wilayah pusat Kecamatan Gemolong sebagai areal perkotaan. Kepadatan penduduk di sekitar lokasi studi dapat dilihat dalam peta dibawah ini.
Pada mulanya Pasar Gemolong 2 merupakan pasar tradisioal yang juga menyediakan barang kebutuhan sehari-hari, namun saat ini kondisi Pasar Gemolong 2 telah banyak berubah. Pada kenyataannya, Pasar Gemolong 2 hanya digunakan beberapa kios sebagai tempat penjualan bahan pangan seperti beras dan juga pangan hewan ternak serta beberapa kebutuhan sandang khususnya bagi para remaja.
Dikarenakan barang yang diperjualbelikan terbatas, maka konsumen yang datang untuk berbelanja pun juga terbatas pada masyarakat sekitar Pasar Gemolong 2. Masyarakat lebih memilih pergi ke Pasar Gemolong Asri (Pasar Gemolong 1) yang lokasi berjarak 100 m dari Pasar Gemolong 2 dikarenakan disana barang yang diperjualbelikan sangat lengkap.
Berdasarkan survey lapangan dengan narasumber pedagang yang masih bertahan di Pasar Gemolong 2, pemanfaat pasar atau orang yang bisa membeli barang dagangannya adalah masyarakat sekitar nya dengan jarak rata-rata ± 500 m. Pemanfaat merupakan langganan yang sudah terbisaa membeli bahan pangan disana baik untuk konsumsi sendiri ataupun untuk konsumsi jual beli (warung makan). Sedangkan dari pedagang sandang remaja, pemanfaat adalah anak-anak usia sekolah rata-rata SMP dan SMA. Mereka biasanya datang setelah pulang sekolah dan tidak serta merta datang dari rumah untuk membeli barang kebutuhannya. Persebaran pemanfaat Pasar Gemolong 2 dapat dilihat dalam peta pada pembahasan jangkauan pelayanan pasar khususnya sub bahasan jumah penduduk terlayani.
commit to user
47 Berdasarkan hasil survey wawancara dengan pemanfaat pasar, rata-rata dari mereka tergolong masyarakat berpenghasilan sedang dan tinggi. Hal ini terlihat wajar karena sesuai dengan pekerjaan dari masing-masing pemanfaat pasar dimana sebagian besar dari pemanfaat pasar adalah pelaku bisnis di area pasar gemolong 1 dan juga PNS.
Sebagian besar pemanfaat pasar menggunakan alat transportasi pribadi berupa sepeda motor atau bahkan berjalan kaki karena faktor kedekatan lokasi.
Disamping hal tersebut diatas, beberapa kios di Pasar Gemolong 2 digunakan sebagai tempat penjualan jasa non kebutuhan sehari-hari. Aktivitas Pasar Gemolong 2 lebih dominan pada aktivitas permainan game serta di ruang ruang kosong digunakan sebagai tempat bongkar muat barang dagangan yang diperjualbelikan di Pasar Gemolong 1 (Pasar Gemolong Asri).
Sementara hal lain yang menjadi informasi tambahan dari Pasar Gemolong 2 adalah sumber barang yang diperjualbelikan di Pasar Gemolong 2. Berdasarkan hasil survey wawancara dengan para pedagang, barang yang diperjualbelikan rata-rata berasal dari lokasi yang sama antar satu pedagang dengan pedagang yang lainnya dengan catatan jenis yang sama.
Misalnya saja barang dagangan jenis pangan kebanyakan berasal dari Pasar Legi Solo, sedangkan barang sandang sebagian besar dari Pasar Klewer dan ada pula sebagian kecil yang berasal dari industry rumahan di daerah Masaran. Disamping itu ada pula yang berasal dari Pasar Depok Solo untuk jenis barang pakan hewan ternak dengan ditambah dari masyarakat sekitar Kecamatan Gemolong untuk barang dagangan jenis anyaman (kerajinan bambu) keranjang unggas.
Sementara jarak lokasi dari sumber barang dagangan tersebut yakni antara 20 – 30 km yang ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi, dimana perjalanan tersebut membutuhkan waktu kurang lebih selama 60 menit.
4.3.2 Aksesibilitas Pasar Gemolong 2
4.3.2.1 Ketersediaan Jaringan Jalan Lokasi Pasar
Secara umum, lokasi kawasan Pasar Gemolong 2 sulit dijangkau dari berbagai arah, hanya saja Pasar Gemolong 2 lebih mudah dijangkau khususnya bagi pengguna sepeda motor dan pejalan kaki. Hal ini disebabkan lokasi Pasar Gemolong 2 yang berada di sekitar permukiman warga serta berdekatan / bersebelahan dengan terminal angkutan perdesaan. Pasar ini menghadap ke selatan dengan akses terhadapnya yaitu sebagai berikut :
Timur : Jalan kampung melalui kompleks permukiman Selatan : Terminal angkutan setelah melalui Jl. Sukowati
Barat : Jalan kampong melalui kompleks permukiman Masjid Besar Gemolong Utara : Tidak ada akses
Kawasan studi Pasar Gemolong 2 tergolong dalam kategori sulit pencapainnya.
Hal ini dikarenakan letak pasar yang berada di tengah permukiman warga yang berbeda drastis dengan Pasar Gemolong Asri yang terletak persis di sebelah jalan kolektor kelas III (Jalan Sukowati) dimana jalan tersebut merupakan jalan alternatif Semarang – Surabaya (Data Leger Jalan DisHub).
Sementara jalan di depan Pasar Gemolong termasuk ke dalam kelas jalan lokal dengan lebar 5 meter dan kondisi jalan masih perkerasan bukan aspal hotmix. Kondisi jalan tersebut tidak memungkinkan untuk kendaraan besar masuk karena dikhawatirkan beban muatan terlalu besar sehingga akan cepat mempengaruhi kualitas jalan yang berakibat pada cepat rusaknya kondisi permukaan jalan. Sedangkan sirkulasi di jalan lokal menuju Pasar Gemolong 2 yaitu dua arah tanpa ada pembatas jalan.
Kondisi jalan di sekitar Pasar Gemolong 2 masih tergolong dalam kondisi baik dimana kondisi permukaan jalan masih rata tanpa adanya gerakan tanah yang menyebabkan kontur jalan menjadi bergelombang. Hal ini disebabkan karena adanya pembatasan kendaraan yang boleh masik melewati area jalan local di sekitar Pasar Gemolong 2.
Berikut peta jaringan jalan dan kondisi kondisi jalan eksisting Pasar Gemolong 1 dan Pasar Gemolong 2 dalam peta :
commit to user
4.3.2.2 Fasilitas Transportasi Umum
Sarana perangkutan yang bisa mengakses ke Pasar Gemolong 2 terbatas pada jenis kendaraan-kendaraan tertentu. Hal ini dikarenakan kelas jalan menuju Pasar Gemolong 2 yang hanya termasuk kedalam kelas lokal permukiman dengan kondisi perkerasan.
Berdasarkan wawancara dengan narasumber dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen kendaraan yang bisa masuk ke areal pasar yaitu kendaraan roda dua dan roda empat tertentu seperti mobil pik-up, colt, serta mobil pribadi. Kendaraan dengan muatan lebih dari 8000 kg tidak bisa masuk mengakses areal pasar. Kendaraan-kendaraan tersebut atau kendaraan muatan hanya bisa berhenti di areal terminal angkutan untuk melakukan bongkar muat.
Berdasarkan survey lapangan disertai wawancara dengan petugas pungutan harian di terminal angkutan, serta didukung dengan dokumen RUTR IKK Gemolong Tahun 2004, jumlah transportasi umum yang bisa melayani sampai ke Pasar Gemolong Asri dan tidak menutup kemungkinan sampai di Pasar Gemolong 2 yaitu sebanyak 47 armada.
Kondisi dari sebagian besar armada tidaklah dalam kondisi yang baik. Beberapa armada terlihat kusam dan kurang perawatan, hal ini Nampak terlihat dari tampilan fisik armada yang sudah berkarat dan kotor. Tidak sedikit tempat duduk dan dinding armada yang banyak coretan yang terkadang bagi sebagian orang bisa mengganggu pandangan visual saat menggunakan alat transportasi tersebut.
Berikut rincian dari 47 armada yang beroperasi di Jalan Sukowati yang juga melayani Pasar Gemolong 2 :
Tabel 4.1 Rincian Armada yang Melayani Pasar
NO ARMADA JUMLAH/HARI
1 Angkudes 12
2 Colt 15
3 Minibus Gemolong – Sragen 10
4 Minibus Solo - Plupuh 10
Jumlah 47
Sumber : RUTR IKK Gemolong Tahun 2004 disertai survey lapangan, 2015
commit to user
Gambar 4.2 JumlahSumber : RUTR IKK Gemolong Tahun 2004
Dari keseluruhan jumlah armada yang ada, tidak semua armada tersebut melewati atau bisa masuk ke jalan
mengakses yakni Angutan Umum P
angkutan yang beroperasi saat ini. Hanya ada sekitar 8
setiap harinya. Keseluruhan angkutan tersebut juga bukan merupakan 1 jalur trayek.
Ada 4 trayek yang dilayani oleh armada angkut
Keempat trayek tersebut merupakan jalur yang berbeda
masyarakat yang cenderung lokasinya jauh dari pusat Kecamatan Gemolong. Keempat jalur trayek tersebut diantaranya yaitu melayani jalur :
1. Gemolong – Kajog (Plupuh) PP 2. Gemolong – Nganti (Jenalas) PP 3. Gemolong – Brojol PP
4. Gemolong – Miri PP
Selain itu, di depan terminal angkutan (Jl. Sukowati) merupakan tempat pemberhentian bus sementara (berhenti sekitar 5 menit) dari arah Kota Sragen menuju Kota Sragen kembali. disamping itu, juga ada bus dari arah Solo menuju Plupuh yang juga berhenti sementara di depan terminal angkutan tersebut. Jadi masyarakat lebih mudah dan lebih dekat menuju ke areal Pasar Gemolong 2 dari arah Sragen atau arah Solo yang menggunakan kendaraan bus.
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Angkudes Colt
Jumlah dan Jenis Armada Melayani Area
Jumlah dan Jenis Armada Melayani Area Pasar per Hari RUTR IKK Gemolong Tahun 2004 disertai survey lapangan, 2015
Dari keseluruhan jumlah armada yang ada, tidak semua armada tersebut melewati atau bisa masuk ke jalan lokal Pasar Gemolong 2. Hanya ada satu jenis armada yang bia mengakses yakni Angutan Umum Perdesaan (ANGKUDES). Tidak banyak jumlah angkutan yang beroperasi saat ini. Hanya ada sekitar 8 – 12 armada angkutan beroperasi setiap harinya. Keseluruhan angkutan tersebut juga bukan merupakan 1 jalur trayek.
Ada 4 trayek yang dilayani oleh armada angkutan yang berpangkat di terminal tersebut.
Keempat trayek tersebut merupakan jalur yang berbeda-beda arah
masyarakat yang cenderung lokasinya jauh dari pusat Kecamatan Gemolong. Keempat jalur trayek tersebut diantaranya yaitu melayani jalur :
Kajog (Plupuh) PP Nganti (Jenalas) PP Brojol PP
Miri PP
Selain itu, di depan terminal angkutan (Jl. Sukowati) merupakan tempat pemberhentian bus sementara (berhenti sekitar 5 menit) dari arah Kota Sragen menuju Kota Sragen kembali. disamping itu, juga ada bus dari arah Solo menuju Plupuh yang ntara di depan terminal angkutan tersebut. Jadi masyarakat lebih mudah dan lebih dekat menuju ke areal Pasar Gemolong 2 dari arah Sragen atau arah Solo yang menggunakan kendaraan bus.
Colt Minibus
Gemolong – Sragen
Minibus Solo - Plupuh
Jumlah dan Jenis Armada Melayani Area Pasar / Hari
JUMLAH ARMADA/
HARI
Armada Melayani Area Pasar per Hari , 2015
Dari keseluruhan jumlah armada yang ada, tidak semua armada tersebut melewati Pasar Gemolong 2. Hanya ada satu jenis armada yang bia Tidak banyak jumlah 12 armada angkutan beroperasi setiap harinya. Keseluruhan angkutan tersebut juga bukan merupakan 1 jalur trayek.
an yang berpangkat di terminal tersebut.
beda arah untuk melayani masyarakat yang cenderung lokasinya jauh dari pusat Kecamatan Gemolong. Keempat
Selain itu, di depan terminal angkutan (Jl. Sukowati) merupakan tempat pemberhentian bus sementara (berhenti sekitar 5 menit) dari arah Kota Sragen menuju Kota Sragen kembali. disamping itu, juga ada bus dari arah Solo menuju Plupuh yang ntara di depan terminal angkutan tersebut. Jadi masyarakat lebih mudah dan lebih dekat menuju ke areal Pasar Gemolong 2 dari arah Sragen atau arah
Jumlah dan Jenis Armada Melayani Area
JUMLAH ARMADA/
HARI
Pelayanan perangkutan yang berjalan di lokasi studi diantaranya yaitu : 1. Dari terminal angkutan perdesaan gemolong
Jalan kaki kurang lebih 2 menit, karena lokasi terminal berada di seberang Pasar Gemolong 2.
2. Dari perempatan gemolong
Jalan kaki atau menggunakan jasa becak atau juga menggunakan kendaraan pribadi kea rah timur kurang lebih 300 m menyusuri Jalan Sukowati Gemolong, kemudian melewati terminal angkutan atau bisa juga melalui jalan permukiman areal Masjid Besar Gemolong.
3. Dari Stasiun Salem Gemolong
Jalan kaki atau menggunakan jasa becak menelusuri jalan kampong Masjid Besar Gemolong ke arah timur kurang lebih 400 m.
4. Dari pemberhentian bus sementara (jl. Sukowati)
Langsung melewati terminal angkutan seperti halnya seperti tertera pada point 1 diatas.
Sementara berdasarkan data pengunjung yang hanya berlokasi di sekitar Pasar Gemolong 2, rute yang ditempuh yaitu dengan menyusuri jalan lingkungan yang berada persis di depan Pasar Gemolong 2 selama 5 – 10 menit dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan sepeda motor. Berikut rute perjalanan sarana perangkutan menuju Pasar Gemolong 2 digambarkan dalam peta :
commit to user
4.3.2.3 Kedekatan dengan Konsumen
Pasar Gemolong 2 yang terletak terpisah dan berseberangan dengan pasar induknya yakni Pasar Gemolong 1, membuat banyak warga masyarakat berfikir ulang untuk pergi menuju Pasar Gemolong 2. Ditambah kelengkapan barang yang diperdagangkan tidak selengkap di Pasar Gemolong 1 membuat warga enggan mengunjunginya.
Pasar Gemolong 2 yang diharapkan bisa menjadi pasar pembantu Pasar Gemolong 1 dengan cakupan area kecamatan seperti halnya Pasar Gemolong 1 ternyata hanya digunakan oleh sebagian kecil warga masyarakat di sekitar Pasar Gemolong 2.
Pemanfaat tersebut yakni seperti tertera dalam sub bahasan jumlah penduduk terlayani pada variabel jangkauan pelayanan pasar.
4.3.2.4 Ketersediaan Area Parkir
Area parkir merupakan sarana penunjang bagi keberlangsungan setiap aktivitas ekonomi. Merujuk pada kasus di area studi yaitu Pasar Gemolong 2 juga telah disediakan area parkir meski tidak sama luasan dengan kriteria yang sebenarnya. Area parkir yang disediakan terletak di belakang gedung BPR yaitu dengan luasan 55 m2. Kondisi area parkir cukup bagus dengan dasar lantai perkerasan menggunakan paving blok, namun terbuka tanpa atap. Sampai saat ini, area parkir tersebut masih dipergunakan sebagai lahan parkir meski Pasar Gemolong 2 tidak beroperasi normal.
Hanya saja, pengguna lahan parkir tersebut bukan saja dari Pasar Gemolong 2 melainkan juga digunakan oleh pengguna Pasar Gemolong 1.
4.3.3 Jangkauan Pelayanan Pasar Gemolong 2 4.3.3.1 Karakteristik Penduduk Terlayani
Secara umum distribusi penduduk pada kawasan studi Pasar Gemolong 2 tergolong padat yaitu dengan jumlah penduduk relatif banyak (daerah permukiman) selain juga di sekitar kawasan merupakan kawasan perdagangan jasa / komersial. Laju pertumbuhan penduduk pada kawasan studi cenderung naik karena populasi setempat kian tahun kian meningkat dikaenakan faktor isu perkembangan Kecamatan Gemolong sebagai perkotaan baru yang sedang berkembang. Berikut data jumlah penduduk di kawasan studi sejak Pasar Gemolong 2 diresmikan tahun 2000 silam.
Jumlah penduduk terlayani merupakan masyarakat yang tinggal di Kecamatan
commit to user
55 keterbatasan lahan di sekitar Pasar Gemolong 1. Akan tetapi pada kenyataan yang sebenarnya pelayanan Pasar Gemolong 2 hanya mampu melayani warga sekitar khususnya sebagian masyarakat RT 1 dan RT 2 (RW I) dengan jumlah penduduk ± 27 KK (rumah).
Berikut data pemanfaat (konsumen Pasar Gemolong 2) beserta pekerjaannya berdasarkan hasil survey lapangan oleh peneliti :
Tabel 4.2 rincian data pemanfaat (konsumen) Pasar Gemolong 2
No Nama Pekerjaan No Nama Pekerjaan
1 Ibu Zainal Catering 15 Mbak Ida Rental PS
2 Ibu Yeni Guru 16 Mbak Harni Rental PS
3 Ibu Lasmi Guru 17 Mbak Mif Pedagang
4 Ibu Umi Penjual makanan 18 Mbak Nur Pedagang
5 Ibu Joko Pedagang 19 Bapak Kamto Pensiunan
6 Ibu Husein Pensiunan 20 Bapak Kasno Pedagang
7 Ibu Jum Tidak bekerja 21 Bapak Sur Guru
8 Ibu Mar Guru 22 Bapak Ladi Guru
9 Ibu Bekti Guru 23 Mas Agung Pedagang
10 Ibu Elly Guru 24 Bapak Wagini Pedagang
11 Mbak Ita Rental PS 25 Bapak Marno Guru
12 Mbak Ndari Counter 26 Bapak Joko PNS
13 Mbak Rina Counter 27 Bapak Yon Pensiunan
14 Mbak Nita Salon Kecantikan Sumber : survey lapangan, 2015
Sementara itu, pemanfaat yang berasal dari sekolah-sekolah di sekitar Kecamatan Gemolong yakni beberapa siswa dari SMK Sakti, SMK Miri, STM Muh, SMP Muh dan SMK Slamet Riyadi. Sedangkan dibawah ini peta persebaran pemanfaat (konsumen Pasar Gemolong 2 beserta asal sekolah para pelajar yang berbelanja di Pasar Gemolong 2 :
commit to user
57 4.3.3.2 Jarak (Radius) Pengguna Pasar Gemolong 2
Kondisi Pasar Gemolong 2 yang sepi tidak menyurutkan tekad beberapa pedagang yang masih bertahan berjualan di kios Pasar Gemolong 2. Sampai saat ini hanya ada 11 kios pedagang yang bertahan. Diantara kesebelas pedagang tersebut diantaraya yaitu 3 pedagang memperjualbelikan kebutuhan sandang khusunya remaja, 2 pedagang beras, 4 pedagang pakan hewan ternak, 2 pedagang warung makan. Disamping pedagang-pedagang tersebut juga banyak digunakan sebagai kios game.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pedagang-pedagang tersebut diatas, pembeli atau pelanggan mereka adalah terbatas pada masyarakat yang tinggal berdekatan dengan area Pasar Gemolong 2. Jarak tempat tinggal pembeli ke lokasi Pasar Gemolong 2 hanya berkisar 100 - 500 meter. Berbeda hal nya dengan pedagang sandang remaja, bahwa target pasar mereka adalah usia remaja (SMP- SMA) maka biasanya pelanggan datang dari berbagai daerah khususnya wilayah Gemolong secara luas. Pelanggan biasanya mampir setelah pulang sekolah.
4.3.3.3 Waktu Tempuh Pengguna Pasar Gemolong 2
Waktu tempuh berkaitan erat dengan jarak pengguna pasar. Semakin jauh jarak pengguna, maka semakin banya pula waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan disamping ditambah dengan biaya transportasi yang ada. Pemanfaat Pasar Gemolong 2 yang ternyata hanya sebagian kecil masyarakat sekitar khusunya RT 1 dan RT 2 (RW I) hanya membutuhkan waktu tempuh perjalanan menuju lokasi Pasar Gemolong 2 dari tempat tinggal pelanggan hanya berkisar 10 – 15 menit dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor hanya membutuhkan waktu 5 menit. Tidak berbeda jauh dengan target anak sekolah yakni membutuhkan waktu hanya berkisar 5 – 10 menit dengan kendaraan bermotor. Meskipun target pasar adalah usia sekolah tetapi juga tidak menutup kemungkinan masyarakat sekitar mendatangi kios-kios tersebut.
Para pedagang di Pasar Gemolong 2 sudah hafal betul dimana para pelanggan-pelanggan itu tinggal, sehingga mereka bisa memastikan bahwa jarak dan waktu tempuh pemanfaat pasar itu merupakan data yang valid.
4.3.3.4 Moda Transportasi
Pembahasan moda transportasi hampir sama dengan pembahasan fasilitas transportasi umum pada variabel aksesibilitas pasar yakni jumlah dan varian armada yang melayani sampai pada Pasar Gemolong 2. Jumlah armada yang melayani sampai pada Pasar Gemolong 2 yakni terdapat 47 armada namun hanya ada satu varian yang bisa mengakses sampai pada depan Pasar Gemolong 2 yaitu varian jenis angkudes dengan pelayanan sampai pada desa-desa di area Kawedanan Gemolong.
4.4 Resume Data
Berdasarkan uraian data yang telah tersusun diatas, untuk lebih mempermudah dalam pemahaman data, maka dibuat matriks tabel resume hasil olahan data identifikasi variabel Pasar Gemolong 2 yaitu sebagai berikut.
4.4.1 Resume Data Identifikasi Variabel Lokasi Pasar Gemolong 2
Tabel 4.3 Resume Data Identifikasi Variabel Lokasi Pasar Gemolong 2
VARIABEL SUB
VARIABEL HASIL IDENTIFIKASI SKOR
LOKASI PASAR
Adanya embrio Terdapat beberapa PKL dalam jumlah yang relatif sedikit disamping adanya pasar induk Pasar Gemolong Asri
3
Penyediaan lahan
Lahan disediakan oleh pemerintah
3
Status lahan Legal milik Pemerintah Kabupaten Sragen 3
Lokasi yang menimbulkan pergerakan orang
Pasar Gemolong 2 berada diantara kegiatan ekonomi yang homogen dan relatif kecil yaitu
pertokoan atau warung warga 2
Lokasi dari pemanfaat pasar
Pemanfaat Pasar Gemolong 2 hanya masyarakat sekitar lokasi pasar yaitu masyarakat golongan menengah keatas
2
Sumber : Survey lapangan dan sekunder disertai analisis penulis, 2015
commit to user
Berdasarkan hasil resumediagram seperti tergambar dibawah ini :
Gambar 4.
Pada tabel 4.3 atau gambar
sebenarnya mengenai lokasi Pasar Gemolong 2.
beragam dari masing-masing sub
pada sub variabel terkait embrio, penyediaa
dengan skor sedang atu dua yaitu terdapat pada sub variabel lokasi pa dan pemanfaat pasar.
Skor tertinggi pada sub
nilai tertinggi karena pada kenyataannya, ketiga kondisi tersebut
terkuat dari Pasar Gemolong 2. Meski pembangunan Pasar Gemolong 2 berada diatas lahan terbangun yang telah ada sebelumnya, namun status dari lahan tersebut adalah legal milik pemerintah dan tidak dalam keadaan proses sengketa walaupun bangunan yang ada sudag tidak dipergunakan.
Skor terendah dicapai oleh dua sub
pergerakan dan pemanfaat pasar. Hal ini disebabkan kurangnya aktivitas pendukung di sekitar kawasan Pasar Gemolong 2, yang menyebabkan rendahnya pergerakan manusia
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5
Adanya embrio
Skor Penilaian
SKOR NILAI SUB VARIABEL LOKASI
Berdasarkan hasil resume tabel diatas, maka bisa digambarkan dalam bentuk diagram seperti tergambar dibawah ini :
Gambar 4.3 Skor Nilai Sub Variabel Lokasi Pasar Sumber : Analisis penulis, 2015
atau gambar diagram 4.3 diatas, dapat terlihat skor dari kondisi sebenarnya mengenai lokasi Pasar Gemolong 2. Variabel lokasi pasar memiliki skor yang masing sub variabel. Skor tertinggi yakni skor tiga dapat dilihat terkait embrio, penyediaan lahan dan statusnya. Terdapat pula kondisi dengan skor sedang atu dua yaitu terdapat pada sub variabel lokasi pasar dari
Skor tertinggi pada sub variabel embrio, penyediaan lahan dan statusnya mencapai pada kenyataannya, ketiga kondisi tersebut merupakan aspek terkuat dari Pasar Gemolong 2. Meski pembangunan Pasar Gemolong 2 berada diatas lahan terbangun yang telah ada sebelumnya, namun status dari lahan tersebut adalah legal k dalam keadaan proses sengketa walaupun bangunan yang ada
Skor terendah dicapai oleh dua sub variabel yakni terkait jarak lokasi dari pergerakan dan pemanfaat pasar. Hal ini disebabkan kurangnya aktivitas pendukung di asan Pasar Gemolong 2, yang menyebabkan rendahnya pergerakan manusia
Penyediaan
lahan Status lahan Lokasi
pergerakan orang
Lokasi dari pemanfaat
pasar Sub Variabel
SKOR NILAI SUB VARIABEL LOKASI
digambarkan dalam bentuk
diatas, dapat terlihat skor dari kondisi lokasi pasar memiliki skor yang . Skor tertinggi yakni skor tiga dapat dilihat Terdapat pula kondisi ar dari pergerakan
embrio, penyediaan lahan dan statusnya mencapai merupakan aspek terkuat dari Pasar Gemolong 2. Meski pembangunan Pasar Gemolong 2 berada diatas lahan terbangun yang telah ada sebelumnya, namun status dari lahan tersebut adalah legal k dalam keadaan proses sengketa walaupun bangunan yang ada
yakni terkait jarak lokasi dari pergerakan dan pemanfaat pasar. Hal ini disebabkan kurangnya aktivitas pendukung di asan Pasar Gemolong 2, yang menyebabkan rendahnya pergerakan manusia
Lokasi dari pemanfaat
pasar
NILAI
sehingga tidak bisa menarik warga masyarakat sebagai pemanfaat pasar untuk mengunjungi Pasar Gemolong 2.
4.4.2 Resume Data Identifikasi Variabel
Tabel 4.4 Resume Data Identifikasi Variabel
VARIABEL SUB
VARIABEL AKSESIBILITAS
PASAR
Ketersediaan jaringan jalan
Fasilitas transportasi umum
Kedekatan dengan konsumen
Ketersediaan area parkir
Sumber : Survey lapangan dan sekunder disertai analisis penulis, 2015
Berdasarkan hasil resume diagram seperti tergambar dibawah ini :
Gambar 4.4 0
0.5 1 1.5 2 2.5
Ketersediaan jaringan jalan
Skor Penilaian
SKOR NILAI SUB VARIABEL AKSESIBILITAS
menarik warga masyarakat sebagai pemanfaat pasar untuk mengunjungi Pasar Gemolong 2.
Resume Data Identifikasi Variabel Aksesibilitas Pasar Gemolong 2
Resume Data Identifikasi Variabel Aksesibilitas Pasar Gemolong 2 SUB
VARIABEL HASIL IDENTIFIKASI
Ketersediaan jaringan jalan
Berada di pinggir jalan lokal permukiman dengan lebar 6 m kondisi perkerasan bukan aspal hotmix
Fasilitas transportasi umum
Jumlah transportasi umum perhari ± 8 12 armada dengan variansi transportasi umum hanya angkutan umum perdesaan
Kedekatan dengan konsumen
Pemanfaat Pasar Gemolong 2 hanya masyarakat sekitar lokasi pasar yaitu dalam radius paling tinggi 1 km
Ketersediaan area parkir
Tersedia area parkir dengan luas 55 m vey lapangan dan sekunder disertai analisis penulis, 2015
Berdasarkan hasil resume tabel diatas, maka bisa digambarkan dalam bentuk diagram seperti tergambar dibawah ini :
4.4 Skor Nilai Sub Variabel Aksesibilitas Pasar Fasilitas transportasi
umum
Kedekatan dengan konsumen
Ketersediaan area parkir Sub Variabel
SKOR NILAI SUB VARIABEL AKSESIBILITAS
menarik warga masyarakat sebagai pemanfaat pasar untuk
Pasar Gemolong 2
Pasar Gemolong 2 SKOR Berada di pinggir jalan lokal
permukiman dengan lebar 6 m kondisi 2 Jumlah transportasi umum perhari ± 8 –
dengan variansi transportasi umum hanya angkutan umum 2 Pemanfaat Pasar Gemolong 2 hanya masyarakat sekitar lokasi pasar yaitu 2 Tersedia area parkir dengan luas 55 m2
2 vey lapangan dan sekunder disertai analisis penulis, 2015
digambarkan dalam bentuk
Ketersediaan area parkir
SKOR NILAI SUB VARIABEL AKSESIBILITAS
NILAI
commit to user
61 Pada tabel 4.4 atau gambar diagram 4.4 diatas, dapat diketahui skor yang relatif sama yakni skor sedang dari variabel aksesibilitas Pasar Gemolong 2. Keberadaan lokasi yang di tengah permukiman warga ini menjadikan Pasar Gemolong 2 mudah dijangkau oleh masyarakat meski hanya masyarakat sekitar pasar. Nilai sama yakni nilai 2 dikarenakan kondisi nyata di Pasar Gemolong 2 terkait dengan aksesibilitas kawasan khususnya aksesibilitas eksternal termasuk dalam kategori tolok ukur kurang sesuai dengan ketetapan teori yang relevan.
4.4.3 Resume Data Identifikasi Variabel Jangkauan Pelayanan Pasar Gemolong 2
Tabel 4.5 Resume Data Identifikasi Variabel Jangkauan Pelayanan Pasar Gemolong 2
VARIABEL SUB
VARIABEL HASIL IDENTIFIKASI SKOR
JANGKAUAN PELAYANAN PASAR
Jumlah penduduk
Hanya sedikit penduduk terlayani, karena masyarakat lebih memilih ke Pasar Gemolong Asri yang lebih lengkap dibandingkan dengan Pasar Gemolong 2. Jumlah penduduk terlayani hanya berkisar 27 KK (rumah).
2
Jarak (radius) pengguna
Pemanfaat Pasar Gemolong 2 hanya masyarakat sekitar lokasi pasar yaitu dalam radius paling tinggi 1 km
2
Waktu tempuh Pemanfaat Pasar Gemolong 2 hanya masyarakat sekitar lokasi pasar yaitu dalam radius paling tinggi 1 km dengan waktu tempuh jalan kaki 10 - 15 menit dan menggunakan kendaraan pribadi 5 menit
3
Moda transportasi
Jumlah transportasi umum perhari ± 8 – 12 armada dengan varian transportasi umum : angkutan umum perdesaan.
2
Sumber : Suvey lapangan dan sekunder disertai analisis penulis, 2015
Berdasarkan hasil resume diagram seperti tergambar dibawah ini :
Gambar 4.5 Skor Nilai Sub Variabel Jangkauan Pelayanan Pasar
Pada tabel 4.5 atau gambar diagram 4.5 oleh sub variabel waktu tempuh
pemanfaat hanya berada di sekitar lokasi Pasar Gemolong 2 yaitu 0 km dan memiliki waktu tempuh perjalanan 5
Skor terendah dicapai oleh tiga sub
jarak (radius) pengguna serta moda transportasi. Hal tersebut kembali dikarenakan adanya faktor pemanfaat pasar yang tidak
Sementara sub variabel moda transportasi sama seperti ba
pada sub variabel fasilitas umum transportasi. Sub variabel moda transportasi memiliki sub definisi yaitu terkait jumlah armada dan varian armada yang masing
memiliki skor maksimal dan minimal yaitu 3 dan 1.
untuk sub variabel moda transportasi yang diperoleh d 0
0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5
Jumlah penduduk
Skor Penilaian
SKOR NILAI SUB VARIABEL JANGKAUAN
Berdasarkan hasil resume tabel diatas, maka bisa digambarkan dalam bentuk diagram seperti tergambar dibawah ini :
Skor Nilai Sub Variabel Jangkauan Pelayanan Pasar Sumber : Analisis penulis, 2015
atau gambar diagram 4.5 diatas, dapat terlihat skor tertinggi dicapai variabel waktu tempuh. Waktu tempuh memiliki skor tertinggi dikarenakan pemanfaat hanya berada di sekitar lokasi Pasar Gemolong 2 yaitu 0 km dan memiliki waktu tempuh perjalanan 5 – 10 menit dengan berjalan kaki.
Skor terendah dicapai oleh tiga sub variabel yang lainnya terkait jumlah penduduk, jarak (radius) pengguna serta moda transportasi. Hal tersebut kembali dikarenakan adanya faktor pemanfaat pasar yang tidak bisa memanfaatkan Pasar Gemolong 2.
ub variabel moda transportasi sama seperti bahasan sebelumnya yaitu pada sub variabel fasilitas umum transportasi. Sub variabel moda transportasi memiliki sub definisi yaitu terkait jumlah armada dan varian armada yang masing
imal dan minimal yaitu 3 dan 1. Sehingga dapat di
moda transportasi yang diperoleh dari rata-rata sub definisi jumlah Jumlah penduduk Jarak (radius)
pengguna
Waktu tempuh Moda transportasi Sub Variabel
SKOR NILAI SUB VARIABEL JANGKAUAN PELAYANAN
digambarkan dalam bentuk
Skor Nilai Sub Variabel Jangkauan Pelayanan Pasar
diatas, dapat terlihat skor tertinggi dicapai aktu tempuh memiliki skor tertinggi dikarenakan pemanfaat hanya berada di sekitar lokasi Pasar Gemolong 2 yaitu 0 km dan memiliki
yang lainnya terkait jumlah penduduk, jarak (radius) pengguna serta moda transportasi. Hal tersebut kembali dikarenakan
memanfaatkan Pasar Gemolong 2.
hasan sebelumnya yaitu pada sub variabel fasilitas umum transportasi. Sub variabel moda transportasi memiliki sub definisi yaitu terkait jumlah armada dan varian armada yang masing-masing
Sehingga dapat dipeoleh nilai 2 sub definisi jumlah Moda transportasi
SKOR NILAI SUB VARIABEL JANGKAUAN
NILAI
commit to user
63 Jumlah armada transportasi termasuk dalam kategori sesuai karena dalam jumlah berapapun armada tersebut, berarti sudah ada yang melayani Pasar Gemolong 2. Berbeda dengan jumlah armada, varian armada termasuk dalam kategori tidak sesuai. Hal ini dikarenakan varian armada yang melayani sampai ke Pasar Gemolong 2 hanya ada satu jenis yakni angkutan umum perdesaan (angkudes). Armada-armada yang lain hanya sebatas melewati Jl. Sukowati dimana jalan tersebut merupakan jalan kolektor tepat Pasar Gemolong Asri berada.
Sub variabel jumlah penduduk juga mempunyai skor tengah 2 dikarenakan jumlah penduduk terlayani termasuk dalam kategori pelayanan kurang dari 50.000 jiwa, dimana jumlah penduduk terlayani oleh Pasar Gemolong 2 adalah hanya ± 27 KK (rumah).