JURNAL ILMIAH BINALITA SUDAMA MEDAN
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK PRATAMA TIARA MEDISTRA BANDAR SETIA DELI SERDANG (Sri Dhamayani, Indriati Lubis)
Rancang Bangun Setting Timr Pada Alat Suction Pump Menggunakan Seven Segment Berbasis MikrokontrollerAT89S51 (Tuful Juchri Siregar, Fretdin Mei Sihotang, Muhammad Rizwan)
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 0-5 TAHUN DI DUSUN I DESA SAMBI REJO KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG (Amidawati)
Faktor Yang mempengaruhi minat konsumen melakukan transaksi atau pembelian lensa kontak situs online pada masyarakat di kelurahan Tegal Sari Mandala II tahun 2020
(Roy Candra Nainggolan, Zulianti, Muhammad Bangun)
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD AEK KANOPAN KABUPATEN LABUHANBATU UTARA (SHARFINA YUSNA AMINY, AMBIA)
PENGARUH SARAPAN TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI SISWA DI SMK YAPIM SEI ROTAN (Kesya Nirma Lumbantobing)
Rancang Bangun Pewaktu Centrifuge Dengan Tampilan Seven Segment Berbasis Mikrokontroller AT89S51 (Berkat Panjaitan, Rizal Thalib, Zulfadly Abduh)
ANALISA PRINSIP KERJA FLOW SENSOR DALAM MENGETAHUI VOLUME TIDAL (VT) PADA MESIN ANASTESI VENTILATOR
(Hotromasari Dabukke)
VOLUME 5 NOMOR 1 MEI 2020
E-ISSN: 2716-4527
ISSN: 2541-1039
E-ISSN: 2716-4527
JURNAL ILMIAH BINALITA SUDAMA MEDAN
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK PRATAMA TIARA MEDISTRA BANDAR SETIA DELI SERDANG (Sri Dhamayani, Indriati Lubis)
Rancang Bangun Setting Timr Pada Alat Suction Pump Menggunakan Seven Segment Berbasis MikrokontrollerAT89S51 (Tuful Juchri Siregar, Fretdin Mei Sihotang, Muhammad Rizwan)
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 0-5 TAHUN DI DUSUN I DESA SAMBI REJO KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG (Amidawati)
Faktor Yang mempengaruhi minat konsumen melakukan transaksi atau pembelian lensa kontak situs online pada masyarakat di kelurahan Tegal Sari Mandala II tahun 2020
(Roy Candra Nainggolan, Zulianti, Muhammad Bangun)
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD AEK KANOPAN KABUPATEN LABUHANBATU UTARA (SHARFINA YUSNA AMINY, AMBIA)
PENGARUH SARAPAN TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI SISWA DI SMK YAPIM SEI ROTAN (Kesya Nirma Lumbantobing)
Rancang Bangun Pewaktu Centrifuge Dengan Tampilan Seven Segment Berbasis Mikrokontroller AT89S51 (Berkat Panjaitan, Rizal Thalib, Zulfadly Abduh)
ANALISA PRINSIP KERJA FLOW SENSOR DALAM MENGETAHUI VOLUME TIDAL (VT) PADA MESIN ANASTESI VENTILATOR
(Hotromasari Dabukke)
VOLUME 5 NOMOR 1 MEI 2020
ISSN: 2541-1039
JURNAL ILMIAH
BINALITA SUDAMA MEDAN
Diterbitkan oleh Yayasan Binalita Sudama Medan
Pelindung
Pembina Yayasan Binalita Sudama Medan Penasehat
Pengurus Yayasan Binalita Sudama Medan Penanggung jawab
Arya Novika Naulista Siregar, RO, M.Pd Pemimpin Redaksi
Berkat Panjaitan, S. Si, M. Pd Sekretaris Redaksi
Kesya Nirma Lumbantobing, S. Pd, M. Pd Bendahara
Sri Wida Harahap, S. Pd, M. Pd Tim Reviewer
1. Elvi Susanti Lubis, SKM, M.Kes 2. Widyawati, S. Kep, Ners. M. Kes 3. Riny Apriani, M.Kep
4. Roy Chandra Nainggolan, RO, SE,MM 5. Tuful Zucri Siregar, BE, ST, M. Ph 6. Sri Dhamayani, SKM, M. Kes 7. Havija Sihotang, S.Kep, Ns, M. Kep Tim Editor
1. Romodhona Nuryadi, ST 2. Firli Aulia Rizki, A. Md 3. Vivi Wilyanti, Amd. TEM
4. Santhi Marlina Sidauruk, S. Kep, Ns
E-ISSN: 2716-4527
JURNAL ILMIAH
BINALITA SUDAMA MEDAN
VOL. 5 NO. 1 MEI 2020 E-ISSN 2716-4527
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK PRATAMA TIARA MEDISTRA BANDAR SETIA DELI SERDANG
Sri Dhamayani, Indriati Lubis ... 67 Rancang Bangun Setting Timr Pada Alat Suction Pump Menggunakan Seven Segment Berbasis MikrokontrollerAT89S51
Tuful Juchri Siregar, Fretdin Mei Sihotang, Muhammad Rizwan ... 75 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 0-5 TAHUN DI DUSUN I DESA SAMBI REJO KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG
Amidawati... 83 Faktor Yang mempengaruhi minat konsumen melakukan transaksi atau pembelian lensa kontak situs online pada masyarakat di kelurahan Tegal Sari Mandala II tahun 2020
Roy Candra Nainggolan, Zulianti, Muhammad Bangun... 91
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD AEK KANOPAN KABUPATEN LABUHANBATU UTARA
SHARFINA YUSNA AMINY, AMBIA ... 99 PENGARUH SARAPAN TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI SISWA DI SMK YAPIM SEI ROTAN
Kesya Nirma Lumbantobing ... 107 Rancang Bangun Pewaktu Centrifuge Dengan Tampilan Seven Segment Berbasis Mikrokontroller AT89S51
Berkat Panjaitan, Rizal Thalib, Zulfadly Abduh ... 115 D A F T A R I S I
ANALISA PRINSIP KERJA FLOW SENSOR DALAM MENGETAHUI VOLUME TIDAL (VT) PADA MESIN ANASTESI VENTILATOR
Hotromasari Dabukke, M. Si ... 123 PEDOMAN PENULISAN NASKAH JURNAL ILMIAH KESEHATAN BINALITA SUDAMA MEDAN ... 130
JURNAL ILMIAH BINALITA SUDAMA
Diterbitkan oleh Yayasan Binalita Sudama Medan
Jadwal Penerbitan
Terbit dua kali dalam setahun
Penyerahan Naskah
Naskah merupakan hasil penelitian dan kajian pustaka ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasikan/diterbitkan paling lama 5 (lima) tahun terakhir. Naskah dapat dikirim melalui e-mail atau diserahkan langsung ke Redaksi dalam bentuk rekaman Compact Disk (CD) dan Print-out 2 eksemplar, ditulis dalam MS Word atau dengan program pengolahan data yang kompatibel. Gambar, ilustrasi, dan foto dimasukkan dalam file naskah.
Penerbitan Naskah
Naskah yang layak terbit ditentukan oleh Dewan Redaksi setelah mendapat rekomendasi dari Mitra Bestari. Perbaikan naskah menjadi tanggung jawab penulis dan naskah yang tidak layak diterbitkan akan dikembalikan kepada penulis.
Alamat Redaksi
Jl. Gedung PBSI/ Jl. Pancing No.1 Pasar V Barat Medan Estate 20371
Telp. (061) 6620661, Fax. (061) 6620661
PENGANTAR REDAKSI
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga Jurnal Ilmiah Binalita Sudama ini dapat kami terbitkan.
Jurnal Ilmiah Binalita Sudama ini diterbitkan dalam rangka memberikan wadah bagi para dosen/mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang kesehatan.
Sebagai jurnal yang baru pertama diterbitkan, kami menyadari tentunya banyak sekali kekurangan baik dari segi tampilan maupun isinya. Karena itu kritik dan saran amat kami butuhkan demi perbaikan jurnal ini dikemudian hari.
Akhir kata semoga jurnal ini dapat memberi manfaat besar bagi dunia pendidikan, khususnya bidang kesehatan.
Medan, Mei 2020
Redaksi
99
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD AEK KANOPAN KABUPATEN
LABUHANBATU UTARA
Sharfina Yusna Aminy,Ambia, S.Kep, Ners, M.Kep, Meti Andiana
Prodi Ilmu Keperawatan ABSTACT
Nursing activity in a hospital consist of nursing management and clinical nursing. Nursing care itself is a park of clinical nursing in a hospital. Nurses as nursing care provider should be able to provide qualified nursing care service so that health service in a hospital can be enjoyed by patients. Each patient has different perception on the quality of healt service. If they feel satisfied with the quality of healt service, it means that the health service quality has met their wish and expectation; but, if their perception does not meet their expectation, they will. Feel unsatisfied with nurses who provide nursing care.
The research used descriptive correlation design in order to find out whether there was the correlation between the quality of nursing care service and the level of patients’ satisfaction in RSUD Aek Kanopan. The population was 49 patients in the patient wards of RSUD Aek Kanopan and 49 of them were used as the samples total.
The result of the research showed that 24 respondents (49,0%) were in moderate category in receiving qualified nursing care service, and 24 respondents (49,0%) felt satisfied with the nursing care service. Based on bivariate data analysis, it was found that the value of coefficient correlation was 1% with the significance value of 1% p<α (0.001) < 0.01) which indicated that Ho was rejected and Ha was accepted. It also indicated that there was significant correlation between the quality of nursing care service and the level of patients’ satisfaction in the inpatient wards of RSUD Aek Kanopan.
It is recommended that the management of the hospital improve the quality of nursing care service for the inpatient of RSUD Aek Kanopan
Keywords: Quality of Health Care, Terrace of Satisfaction PENDAHULUAN
Pelayanan kesehatan merupakan bentuk jasa yang disediakan oleh organisasi penyedia layanan kesehatan.
Perawat sebagai pemberi layanan asuhan mulai pada tingkat rumah tangga, puskesmas, maupun tingkat rumah sakit mempunyai peran yang sangat penting. Pada tingkat rumah sakit, perawat selalu berinteraksi dan berhubungan selama 24 jam dengan pasien.Pelayanan keperawatan ini menjadi penentu berkualitas tidaknya pelayanan kesehatan yang ada.
Pelayanan keperawatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketepatan perawat dalam memberikan pelayanan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana perawat mampu membina hubungan terapeutik dengan pasien (Asmuji, 2012).
Berdasarkan hasil survei dan pengamatan awal yang dilakukan oleh peneliti di RSUD Aek Kanopan diketahui bahwa kepuasan pasien yang berobat terhadap kinerja perawat RSUD Aek Kanopan masih kurang. Dari 15 responden pasien yang diwawancarai
100
oleh peneliti di RSUD Aek Kanopan, 12 responden diantaranya menyatakan bahwa perawat tidak bersedia setiap pasien memerlukan pertolongan, 13 responden menyatakan bahwa perawat tidak segera menghubungi dokter ketika terjadi sesuatu pada pasien, 8 responden mengeluhkan perawat yang tidak bersikap ramah ketika ditanya oleh pasien maupun keluarga pasien, 13 responden menyatakan bahwa kehadiran perawat tidak meningkatkan kepercayaan pasien dalam membantu proses penyembuhan pasien, 14 responden menyatakan perawat tidak pernah meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan pasien dan sebagian besar responden menyatakan bahwa perawat tidak pernah memberikan dorongan kepada pasien supaya cepat sembuh. Berdasarkan hasil survei awal tersebut dapat disimpulkan bahwa para pasien yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Aek Kanopan mengeluhkan mutu pelayanan asuhan keperawatan perawat RSUD Aek Kanopan.
METODE PENELITIAN
Penelitian yang digunakan dengan metode pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan keperawatan di RSUD Aek Kanopan.
Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani rawat inap interna di Rumah Sakit Aek Kanopan selama 1 Minggu yaitu pasien yang menjalani rawat Inap dari Tanggal
21 – 27 Maret 2016 yang berjumlah 49 orang.
Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani rawat inap interna di Rumah Sakit Umum Daerah Aek Kanopan dari bulan Agustus 2015 sampai dengan Maret 2016.
Instrumet Penelitian
Metode pengumpulan data adalah cara peneliti untuk mengumpulkan data dalam penelitian yang menggunakan alat ukur untuk memperkuat hasil penelitian (Hidayat, 2010). Instrumen penelitian dalam bentuk kuesioner baku yang telah disusun oleh Asmuji (2012) terdiri dari 25 pertanyaan mutu pelayanan perawatan dan 20 pertanyaan tingkat kepuasan pasien rawat inap dengan score jawaban SS (sangat setuju 4), S (setuju 3), KS (kurang setuju 2), TS (tidak setuju 1) dengan nilai tertinggi 76-100, cukup 51-75, kurang 25-50.
Hasil pengukuran dari varibel mutu pelayanan keperawatan dihitung dengan menggunakan rumus:
Rentang kelas: Panjang Kelas = 25-100 = 75 = 25
Jumlah Kelas 3 3
Selanjutnya dikategorikan sebagai berikut:
a) Baik jika total skor jawaban kuesioner 76-100
b) Cukup jika total skor jawaban kuesioner 51-75
c) Kurang jika total skor jawaban kuesioner 25-50
Hasil pengukuran dari varibel kepuasan pasien dihitung dengan menggunakan rumus:
Rentang kelas: Panjang Kelas = 20-80 = 60 = 20
Jumlah Kelas 3 3
101
Dan hasil pengukuran variable kepuasan pasien dikategorikan sebagai berikut:
a) Sangat puas jika total jawaban kuesioner 61-80
b) Puas jika total jawaban kuesioner 41-60
c) Tidak puas jika total jawaban kuesioner 20-40
Adapun analisa data yang dilakukan adalah :
a .Analisa Univariat
Analisa univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi
data demografi, variabel independen mutu pelayanan asuhan keperawatan dan variabel dependen tingkat kepuasan pasien. Semua variabel dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensinya. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk melihat gambaran setiap variabel penelitian dengan menggunakan program komputerisasi (Hidayat, 2010).
Berikut adalah berbagai uji statistic yang dapat digunakan untuk analisa data : Variabel
I
Variabel II Jenis digunakan Uji Statistik
Katagorik Kategorik - Kai Kuadrat (Chi Square)
Kategorik Numerik - Uji TAnova
Numerik Numerik - Korelasi Hubungan
Regresi Logistik HASIL PENELITIAN
Tabel 1 Distribusi Data Responden Menurut data demografi di Rumah Sakit Umum Daerah Aek Kanopan (N=49) Tahun 2016
No Karakteristik Responden N %
1 Umur 25-35 tahun
> 35 tahun
14 35
28,5 71,5 2 Jenis Kelamin
Perempuan Laki-laki
32 17
65,3 34,7 3 Pendidikan
Tidak Sekolah SD
SLTP SLTA DIPLOMA
2 10 34 3 -
4,1 20,5 69,3 6,1 -
4 Ruang Rawatan
Zaal Laki-laki Kls III Pria Zaal Wanita Kls III Wanita Ruang Paru Kls I
Ruang Anak Kls II Ruang Isolasi
16 8 8 8 9
32,7 16,3 16,3 16,3 18,4 5 Lama rawatan
102
≤3hari
>3hari
30 19
61,2 38,8
Total 49 100
Hasil penelitian didapatkan bahwa distribusi data responden di Rumah Sakit Umum Daerah Aek Kanopan berdasarkan karakteristik umur, mayoritas berumur >35 tahun sebanyak 35 orang (71,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 32 orang (65,3%), berpendidikan SLTP sebanyak 34 orang (69,3%), responden mayoritas berada diruang perawatan zaal laki-laki 16 orang (32,7%) dan lama rawatan ≤ 3 hari sebanyak 30 orang (61,2%).
Distribusi Jawaban Responden terhadap Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatan Hasil jawaban responden terhadap mutu pelayanan asuhan keperawatan mencakup aspek penerimaan, aspek perhatian, aspek komunikasi, aspek tanggung jawab dan aspek kerjasama.
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden tentang Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Aek Kanopan Tahun 2016 (N= 49)
Jumlah
Mutu Pelayanan Keperawatan N %
Baik 9 18,4
Cukup 24 49,0
Kurang 16 32,7
Total 49 100
Hasil penelitian didapatkan bahwa jawaban responden tentang Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatan dapat dilihat bahwa mutu pelayanan keperawatan di RSUD Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara lebih banyak dengan cukup sebanyak 24 orang (49,0%), kurang 16 orang (32,7%) dan lebih sedikit dengan baik sebanyak 9 orang (18,4%).
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap
Hasil jawaban responden yaitu pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Aek Kanopanterhadap tingkat kepuasan pasien mencakup tangibility (bukti fisik), reliability (handal), responsiveness (tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (perhatian).
Tabel 3 Distribusi Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Aek Kanopan Tahun 2016 (N=49)
No.
Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatan
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap
Jumlah p r
Sangat
Puas Puas Tidak
Puas
N % N % N % N %
1. Baik 3 6,1 4 8,2 2 1,8 9 18,3
2. Cukup 6 12,2 16 32,6 2 1,8 24 49,0 0,005 0,005 3. Kurang 0 0,0 4 8,2 12 10,1 16 32,7
Total 9 18,3 24 49,0 16 13,7 49 100,0
103
No Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap
N %
1 Sangat Puas 9 18,3
2 Puas 24 49,0
3 Tidak puas 16 32,7
Total 49 100
Hasil penelitian didapatkan distribusi tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Aek Kanopan mayoritas puas yaitu 24 orang (49,0%) dan minoritas sangat puas yaitu 9 orang (18,3%).
Analisis Bivariat
Tabel 4 Tabulasi Silang dan Korelasi Antara Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Aek Kanopan Tahun 2016 (N=49)
Hasil tabulasi silang antara mutu pelayanan asuhan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD Aek Kanopan diketahui bahwa dari 16 orang responden dengan kategori mutu pelayanan asuhan keperawatan kurang, mayoritas tingkat kepuasan dikategorikan tidak puas yaitu 12 orang (10,1%), dan minoritas puas yaitu 4 orang (8,2%). Dari 24 orang responden dengan kategori mutu pelayanan asuhan keperawatan cukup, mayoritas tingkat kepuasan dikategorikan puas terhadap asuhan keperawatan yaitu 16 orang (32,6%), dan minoritas tidak puas yaitu 2 orang (1,8%). Dari 9 orang responden dengan kategori mutu pelayanan asuhan keperawatan yang baik, mayoritas puas terhadap asuhan keperawatan yaitu 4 orang (8,2%), dan minoritas tingkat kepuasan dikategorikan tidak puas yaitu 2 orang (1,8%).
Pembahasan
Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Aek Kanopan
Dari hasil peneiltian menunjukkan bahwa mutu pelayanan
asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Aek Kanopan 49 orang, mayoritas responden menyatakan cukup berjumlah 24 orang (49,0%), 9 orang menyatakan baik (18,3%), dan 16 orang menyatakan kurang (32,7%).
Mayoritas responden yang menyatakan mutu pelayanan asuhan keperawatan cukup berpendidikan SLTA, dan lama rawatan rata-rata ≤ 3 hari.
Hasil penelitian diperoleh responden dengan mayoritas berpendidikan SLTP dan tergolong pendidikan taraf rendah, sehingga responden cenderung tidak banyak menuntut tidak banyak mengkritik, lebih banyak menerima karena tidak tahu apa yang dibutuhkannya, asal sembuh saja itu sudah cukup baginya Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Aek Kanopan.
Dari hasil penelitian tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Aek Kanopan ,dari 49 orang responden mayoritas responden menyatakan tingkat kepuasan pasien adalah puas berjumlah 24 orang (49,0%), 9 orang (18,3%) menyatakan sangat puas, dan 16 orang (32,7%) menyatakan tidak puas. Mayoritas berpendidikan SLTP, dan dirawat rata- rata ≤ 3 hari.
Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Husin (2006), bahwa pasien pada saat sekarang semakin memahami hak-hak mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga tidak jarang keluhan, harapan, laporan, atau bahkan tuntutan
104
mereka sampaikan sebagai bagian dari upaya untuk mempertahankan hak mereka sebagai penerima jasa pelayanan kesehatan. Perawat sebagai pemberi layanan kesehatan di rumah sakit diharapkan selalu ramah,bertabiat lembut, dapat dipercaya, terampil, cakap, dan memiliki tangung jawab moral yang baik.
Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan Ester (2009), dimana diantara 90 responden terdapat 30 orang (31,3%) yang tidak puas terhadap pelayanan asuhan keperawatan di salah satu rumah sakit di Semarang dan 66 orang (68,7%) responden mengatakan puas.
Hubungan Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatana dengan Tingkat Kepuasan Pasien di RSUD Aek Kanopan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan mutu pelayanan asuhan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD Aek Kanopandidapat bahwa pasien rawat inap yang merasa mutu pelayanan asuhan keperawatan baik cenderung puas atas layanan kesehatan tersebut.
Sebaliknya pasien rawat inap yang merasa mutu pelayanan asuhan keperawatan kurang cenderung tidak puas atas layanan kesehatan yang diberikan oleh perawat, sehingga terdapat hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD Aek Kanopan dengan p valeu=0,005, dimana p<α (0,005<0,05), maka Ho
ditolak Ha diterima (Hipotesis diterima).
Penelitian yang dilakukan oleh Wirawan (2007) tentang tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap asuhan keperawatan di sebuah rumah sakit di Jawa Timur diperoleh informasi, hanya 17% dari seluruh pasien rawat inap yang mengatakan puas terhadap asuhan keperawatan yang diterima, sedangkan 83% mengatakan
tidak puas. Penelitian tersebut juga memberikan informasi bahwa keluhan utama adalah terhadap pelayanan perawat, yakni perawat tidak mau berkomunikasi dengan pasien (80%), kurang perhatian (66,7%) dan tidak ramah (33,3%), dan penelitian Ester (2009) diantara 90 responden terdapat 30 orang (31,3%) yang tidak puas terhadap pelayanan asuhan keperawatan di salah satu rumah sakit di Semarang dan 66 orang (68,7%) responden mengatakan puas.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa mutu pelayanan asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Aek Kanopan, mayoritas responden menyatakan cukup (49,0%) dan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Aek Kanopan mayoritas responden menyatakan puas (49,0%).
Dari hasil penelitian ini juga didapatkan hasil koefisien korelasi antara mutu pelayanan asuhan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien adalah sebesar 0,005 dengan p Value<α (0,005<0,05) dengan taraf signifikansi 1% sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara mutu pelayanan asuhan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Aek Kanopan.
SARAN
Berkaitan dengan kesimpulan dari penelitian ini sebagaimana diuraikan di atas, maka penulis mengajukan beberapa saran yaitu:
Bagi Pelayanan Keperawatan
Kepada tenaga kesehatan hendaknya lebih meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan kepada pasien rawat inap sehingga diharapkan pasien akan memilih kembali rumah
105
sakit ini jika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Bagi tempat Penelitian Keperawatan Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian sejenis dengan sampel yang lebih banyak. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai mutu pelayanan asuhan keperawatan engan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap.
DAFTAR PUSTAKA
Admin, (2011).Hubungan Antara Pelayanan Keperawatan dengan Kepuasan Pasien Asma Rawat Inap,(http://kti-skripsi keperawatan.blogspot.com/201 1/11/hubungan-antara-
pelayanan-
keperawatan_10.html, diakses 10 november 2011
Asmuji.,(2012). Manajemen Keperawatan: Konsep dan Aplikasi, Jogjakarta: Ar-Ruzz.
Bustami,(2011). Penjaminan Mutu Pelayanan Kesehatan &
Askeptabilitasnya, Jakarta:
Erlangga.
Ester. 2009. Analisis Pengaruh Mutu Pelayanan Keperawatan Terhadap Kepuasan Klien Rawat Inap di Rsu Puri Asih Salatiga, Semarang:
Universitas Diponegoro Semarang
Hidayat, A, A.,(2010). Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif, Surabaya: Healt Books Publishing.
Husin, (2009).Pembinaan Sikap Profesional Perawat Dalam Pelayanan Keperawatan Di Rumah SakitSari Mulia Banjarmasin,Jogjakarta:
Universitas Gajah Mada
Mubarak, (2009). Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori Dan Aplikasi, Jakarta: salemba medika.
Muninjaya, (2011). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta:
ECG
Napitupulu, M. (2012). Pengruh Mutu
Pelayanan Asuhan
Keperawatan terhadap Kepuasan Pasienrawat Inap RSUD Dolok Sanggul, Medan:
USU
Notoatmodjo, Soekidjo,(2012). Promosi Kesehatan Dan Prilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.
Pohan, I. S. (2006). Jaminan Mutu Layanan Kesehatan: Dasar- Dasar Penegertian Dan Penerapan, Jakarta: EGC Sabarguna, B.S.,(2008). Pemasaran
Pelayanan Rumah
Sakit,Jakarta: Sagung Seto.
Sugiyono,(2011). Satatistika Untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta Surya, (2003).Memahami Fenomena
Kepuasan Pasien Rumah Sakit Referensi Pendukung Untuk Mahasiswa, Akademik, Pimpinan, Organisasi, Dan Praktisi Kesehatan, Medan:
FKM USU
Syafrudin, (2011). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan untuk Bidan, Jakarta: Buku Kesehatan.
106
Triwibowo, C. (2012). Perizinan dan Akreditasi Rumah Sakit Sebuah
Kajian Hukum Kesehatan, Yogyakarta: Medical Book
PEDOMAN PENULISAN NASKAH JURNAL ILMIAH BINALITA SUDAMA
Tujuan Penulisan
Penerbitan Jurnal Ilmiah Keperawatan ditujukan untuk menginformasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang kesehatan.
Jenis Naskah
Naskah yang diajukan untuk diterbitkan dapat berupa: penelitian, tinjauan kasus, dan tinjauan pustaka. Naskah merupakan karya ilmiah asli dalam lima tahun terakhir dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Ditulis dalam bentuk baku (MS Word) dan gaya bahasa ilmiah , tidak kurang dari 20 halaman, tulisan times new roman ukuran 12 font, ketikan 1 spasi dan ukuran kertas A4. Naskah yang telah diterbitkan menjadi hak milik redaksi dan naskah tidak boleh diterbitkan dalam bentuk apapun tanpa persetujuan redaksi. Pernyataan dalam naskah sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Format Naskah
Naskah diserahkan dalam bentuk compact disk (CD) dan print-out 2 eksemplar. Naskah disusun sesuai format baku terdiri dari: judul naskah, nama penulis, abstrak, latar belakang, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftar pustaka.
Judul Naskah
Judul ditulis secara jelas dan singkat dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan isi pokok/variabel, maksimum 20 kata.
Nama Penulis
Meliputi nama lengkap penulis utama tanpa gelar dan anggota (jika ada), disertai nama institusi/instansi, alamat institusi/instansi, kode pos, PO Box, e-mail penulis, dan no telp.
Abstrak
Ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, dibatasi 200-300 kata dalam satu paragraph, bersifat utuh dan mandiri, tidak boleh ada referensi. Abstrak terdiri dari:latar belakang, tujuan , metode, hasil analisa statistik, dan kesimpulan, disertai kata kunci/keywords.
Latar Belakang
Berisi informasi secara sistematis/urut tentang:masalah penelitian, skala masalah, kronologis masalah, dan konsep solusi yang disajikan secara ringkas dan jelas.
Metode Penelitian
Berisi tentang: jenis penelitian, desain, teknik sampling dan jumlah sampel, karakteristik responden, waktu, tempat penelitian, instrument yang digunakan, serta uji analisis statistik disajikan dengan jelas.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian hendaknya disajikan secara berkesinambungan dari mulai hasil penelitian utama hingga hasil penelitian penunjang yang dilenkapi dengan pembahasan. Hasil dan pembahasan dapat dibuat dalam suatu bagian yang sama atau terpisah. Jika ada penemuan baru, hendaknya tegas dikemukakan dalam pembahasan.
Nama tabel/diagram/gambar/skema, isi beserta keterangannya ditulis dalam bahasa Indonesia dan diberi nomor sesuai dengan urutan penyebutan teks. Satuan pengukuran yang digunakan dalam naskah hendaknya mengikuti sistem internasional yang berlaku.
Simpulan dan Saran
Kesimpulan hasil penelitian dikemukakan secara jelas. Saran dicantumkan setelah kesimpulan yang disajikan secara teoritis dan secara praktis yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Daftar Pustaka
Sumber pustaka yang dikutip meliputi: jurnal ilmiah, tesis, disertasi, dan sumber pustaka lain yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Sumber pustaka disusun berdasarkan alfabetis, secara berurutan yaitu: nama, marga, tahun penerbitan pustaka, judul pustaka, edisi (jika ada), kota penerbit, dan nama penerbit, jumlah acuan minimal 10 pustaka.