• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HASIL PENELITIAN PENELITIAN PEMBINAAN/PENINGKATAN KAPASITAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN HASIL PENELITIAN PENELITIAN PEMBINAAN/PENINGKATAN KAPASITAS"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

PENELITIAN PEMBINAAN/PENINGKATAN KAPASITAS

Judul Penelitian:

PENGARUH USABILITY, INFORMATION DAN SERVICE INTERACTION TERHADAP MINAT BELI PADA MUSLIMARKET.COM

Peneliti :

Nama : Rodame Monitorir Napitupulu NIP/NIDN : 198411302018012001/2030118403 ID Peneliti : 203011840302000

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUAN

TAHUN 2018

(2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kehidupan manusia saat ini sulit dipisahkan dari teknologi informasi dan internet. Dapat dikatakan bahwa seluruh aspek dalam kehidupan manusia kini bergantung pada seberapa cepat manusia mampu memperoleh informasi. Hal tersebut bukan hanya terjadi di Negara-negara maju seperti Jepang, Cina dan Amerika tetapi juga terjadi di Indonesia. Segala aktivitas kini tidak terlepas dari penggunaan internet. Internet menyediakan infrastruktur teknis yang memampukan kita online dan terhubung dengan masyarakat dunia dengan mengakses world wide web (www) dan saat menemukan apa yang dibutuhkan, kita bahkan dapat memesan barang atau jasa tersebut melalui website.

Keberadaan internet secara nyata telah memampukan konsumen melakukan transaksi pembelian produk atau jasa dari mana pun dan kapan pun. Internet telah mendobrak batasan ruang dan waktu. Tentu saja hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahan pola belanja masyarakat di Indonesia dari belanja langsung ke toko menjadi belanja online melalui website. Pengguna internet dunia per 31 Desember 2017 mencapai 2.119.060.152 orang dimana 48,7 % dari total pengguna internet dunia tersebut berasal dari Asia. Di Asia sendiri, Indonesia adalah Negara dengan

(3)

jumlah pengguna internet tertinggi ke-3 setelah Cina dan India1 . Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 1.1

Gambar 1.1 Negara dengan Jumlah Pengguna Internet Tertinggi di Asia

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa penetrasi internet di Indonesia cukup tinggi. Hal tersebut tentu akan sejalan dengan peningkatan transaksi belanja online melalui website di Indonesia. Semua bidang bisnis kini melakukan perubahan pemasaran produk atau jasanya yaitu pemasaran elektronik (e-marketing). Website adalah salah satu media yang sangat baik dan penting dalam e-marketing. Perusahaan dalam berbagai bidang bisnis kini membangun website dalam memasarkan produk atau jasanya termasuk bisnis syariah.

1 World Internet Users Statistic, Asia Internet User per 30 Desember 2017, diakses melalui https://www.internetworldstats.com/stats3.htm#asia pada tanggal 25 April 2018 pukul 15.08 WIB

772000000

462124989

143260000 118626672 0

100000000 200000000 300000000 400000000 500000000 600000000 700000000 800000000 900000000

Cina India Indonesia Jepang

Pengguna Internet

(4)

Website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi. 2 Pada dasarnya sebuah web terdiri dari banyak halaman dimana semuanya saling terhubung.

Hubungan tersebut dikenal dengan istilah hyperlink, sedangkan teks yang menjadi media penghubung dikenal dengan istilah hypertext. Jadi pada intinya, website berisi informasi yang dapat dilihat jika perangkat elektronik yang digunakan terhubung dengan internet. Dengan adanya internet, semua orang dapat mengelola informasi dari berbagai sumber yang tersedia di internet. 3

Proses pembelian dan penjualan produk atau jasa antara kedua belah pihak melalui internet dikenal dengan istilah e-commerce. Menurut Laudon dan Carol (2009), e-commerce adalah penggunaan internet dan website untuk bertransaksi bisnis. Sedangkan marketplace adalah istilah untuk fasilitator belanja online yang tidak memiliki inventarisasi barangnya sendiri. Dengan berbagai kesibukan masyarakat saat ini, bukan hanya masyarakat di kota besar saja tetapi juga seluruh wilayah hingga ke daerah mengalami kesulitan dalam membeli produk atau jasa langsung ke toko maka pelaku e-commerce maupun marketplace akan sangat berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Rata-rata pertumbuhan marketplace mendekati angka 100 % sedangkan e-commerce mancapai

2 Yuhefizar, HA Mooduto dan Rahmat Hidayat, Cara Mudah Membangun Website Interaktif Menggunakan Content Management System Joomla, Edisi Revisi, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2009), 2.

3 Wahana Komputer, Membangun Website Tanpa Modal, (Semarang: Penerbit ANDI, 2010), 1.

(5)

angka 289 % .4 Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan marketplace dan pelaku e-commerce di Indonesia sangat besar dan meningkat pesat.

Muslimarket.com adalah salah satu website belanja online muslim yang ada di Indonesia. Muslimarket.com merupakan website belanja online muslim terlengkap yang menyediakan berbagai kebutuhan seorang muslim mulai dari fashion, perabotan rumah tangga, kesehatan & kecantikan, gaya hidup, tas, sepatu, aksesoris, kebutuhan anak & bayi, batik dan perlengkapan ibadah. Selain itu muslimarket.com juga memberikan pelayanan bebas ongkos kirim dengan berbagai fasilitas pembayaran baik transfer maupun COD (cash on delivery) sehingga dapat memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi pembelian.

Muslimarket.com memiliki nama domain yang mudah diingat.

Selain itu, dengan mendengar nama muslimarket.com sebenarnya masyarakat yang memahami artinya sudah dapat membayangkan barang apa saja yang ditawarkan didalamnya, terlebih lagi ada kata ‘muslim’ yang menggambarkan bahwa semua kebutuhan seorang muslim dapat dibeli melalui website muslimarket.com. Itulah sebabnya keberadaan muslimarket.com di Indonesia seharusnya dapat menjadi e-commerce berbasis syariah terbaik di Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim tertinggi di dunia. Sayangnya, pada hasil pengamatan awal peneliti dengan wawancara pada beberapa pengguna internet yang

4 comScore MMX Multi-Platform, Juni 2017, Indonesia dalam https://business.idntimes.com/economy/yoshi/pertumbuhan-e-commerce-indonesia-1/full diakses 17 Desember 2017 pukul 15.47 WIB

(6)

pernah melakukan pembelian produk melalui muslimarket, terdapat kekecewaan terutama karena lambatnya respon dalam melayani konsumen.

Hal ini mengindikasikan bahwa website muslimarket belum sepenuhnya optimal dalam melayani kebutuhan konsumen.

Selain itu, banyaknya pelaku e-commerce dan marketplace di Indonesia yang juga memberikan penawaran produk seperti muslimarket.com menjadi penyebab tingginya persaingan e-commerce dan marketplace. Pelaku e-commerce maupun marketplace berbasis syariah bersaing ketat dengan pelaku e-commerce maupun marketplace non syariah.

Itulah sebabnya website belanja online muslim seperti muslimarket.com harus meningkatkan dan memberdayakan website sebagai media pemasaran online yang efektif sehingga dapat meningkatkan jumlah konsumennya.

Muslimarket.com harus menampilkan website yang menarik dan mudah digunakan dan harus dapat menghilangkan ketidakbenaran informasi, ketertinggalan informasi, navigasi yang tidak sesuai, link rusak. Selain itu, harus mampu menjamin keamanan bertransaksi keuangan dan kecepatan respon dalam melayani konsumen. Itulah sebabnya, mengetahui pengaruh usability, information dan service interaction terhadap keputusan pembelian pada muslimarket.com sebagai e-commerce berbasis syariah di Indonesia menjadi penting untuk dilakukan.

(7)

B. Permasalahan

1. Identifikasi Permasalahan

Kemajuan bisnis syariah di Indonesia juga ditentukan oleh kemajuan pelaku bisnis syariah dalam memanfaatkan teknologi informasi dan internet.

Di era yang sudah serba canggih seperti sekarang ini, bisnis syariah juga merambah pada e-commerce. Perkembangan e-commerce berbasis syariah sendiri kini berkembang cukup baik di Indonesia. Hal tersebut tentu seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan internet. Website sebagai salah satu media pemasaran online dala berbisnis banyak dipilih karena berbagai keuntungan dan kelebihannya. Mulai dari kemudahan mengoperasikan website hingga keamanan dan jaminan produk sampai sesuai dengan diharapkan ikut meningkatkan faktor trust (kepercayaan) masyarakat Indonesia yang kini banyak menjadi online buyer (pembeli online).

Namun, sayangnya e-commerce berbasis syariah seperti muslimarket.com masih belum mampu meraih pasar dan bahkan belum cukup dikenal di masyarakat. Bahkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa pembeli online menunjukkan rasa kecewa karena website muslimarket.com dinilai belum optimal dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggannya. Padahal seharusnya sebagai salah satu e-commerce penyedia berbagai kebutuhan muslim terbaik di Indonesia mampu memikat hati pelanggan dan calon pembeli di berbagai pelosok Indonesia karena nama domainnya yang mudah diingat dan produk-produk

(8)

muslim yang ditawarkannya berkualitas serta tersedianya jaminan keamanan bertransaksi.

Muslimarket.com dituntut untuk tampil menarik dan mudah digunakan juga harus dapat menghilangkan ketidakbenaran informasi, ketertinggalan informasi, navigasi yang tidak sesuai, link rusak. Selain itu, harus mampu menjamin keamanan bertransaksi keuangan dan kecepatan respon dalam melayani konsumen sehingga dapat meningkatkan minat beli masyarakat di Indonesia. Muslimarket.com harus mampu berpacu dengan e-commerce lainnya yang menawarkan produk yang sama sebagai wujud upaya untuk memenangkan persaingan bisnis. Terutama karena muslimarket.com dinilai berpotensi untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Belum lagi, muslimarket.com adalah satu-satunya e-commerce yang juga memberikan layanan berzakat secara online yang bekerjasama dengan Baznas dan Dompet Dhuafa. Inilah

2. Batasan Permasalahan

Penelitian ini membatasi fokus penelitian pada 3 instrumen pengukur kualitas website (Webqual 4.0) yaitu: Usability, Information dan Service Interaction. Dimana responden penelitian adalah mereka yang sudah pernah mengakses muslimarket.com.

3. Rumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

(9)

1) Apakah terdapat pengaruh usability terhadap minat beli pada muslimarket.com?

2) Apakah terdapat pengaruh information terhadap minat beli pada muslimarket.com?

3) Apakah terdapat pengaruh service interaction terhadap minat beli pada muslimarket.com?

C. Tujuan

Sejalan dengan rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh usability terhadap minat beli pada muslimarket.com.

2. Untuk mengetahui pengaruh information terhadap minat beli pada muslimarket.com.

3. Untuk mengetahui pengaruh service interaction terhadap minat beli pada muslimarket.com.

D. Signifikansi

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pelaku bisnis berbasis syariah tentang pentingnya untuk memerhatikan kualitas website dimana website dimanfaatkan sebagai salah satu media pemasaran elektronik secara online atau disebut dengan e-marketing. E-commerce berbasis syariah harus mampu bersaing dengan e-commerce non syariah,

(10)

itulah sebabnya pada penelitian berbasis studi kasus di salah satu website belanja online muslim (www.muslimarket.com) ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesadaran e-commerce berbasis syariah terhadap perlunya e-marketing yang efektif melalui pemanfaatan website, sehingga dapat turut memajukan ekonomi dan bisnis Islam.

E. Sistematika Penulisan

Penelitian ini disusun dalam 5 bab, dimana setiap bab terbagi menjadi beberapa subbab agar lebih memudahkan dalam memahami hubungan bab yang satu dengan bab lainnya. Sistematik penulisan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan, berisi tentang latar belakang dan permasalahan sehingga penelitian menjadi penting untuk dilakukan. Selain itu juga berisi tentang tujuan, signifikansi dan sistematika penulisan.

Bab II Teori, berisi tentang kajian teori dan penelitian terdahulu yang menjadi landasan penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Teori- teori yang menjadi penguat keilmiahan penelitian ini.

Bab III Metode Penelitian, berisi tentang jenis penelitian, pendekatan penelitian, teknik penetapan responden dan teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini. Tahapan demi tahapan dijelaskan pada bab ini sehingga jelas alur penyelesaian masalah penelitian dengan metode analisis data yang dipergunakan.

(11)

Bab IV Hasil Penelitian, berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Pada bab ini, hasil akan digambarkan mulai dari gambaran karakteristik responden hingga hasil intepretasi analisis data yang dilakukan dalam menjawab tujuan penelitian.

Bab V Penutup, berisi tentang kesimpulan, implikasi dan saran.

(12)

BAB II TEORI A. Kajian Teori

a. E-commerce

E-commerce didefinisikan sebagai transaksi yang dilakukan melalui internet, baik itu berupa barang, jasa, informasi yang lainnya yang dapat ditransaksikan. 5 E-commerce meliputi: B2B (Business-to-Business), B2C (Business-to-Consumer) dan pengambilan informasi. 6 Sementara itu, ada juga yang mendefinisikan electronic commerce sebagai sebuah konsep yang sedang berkembang yang menggambarkan proses pembelian dan penjualan atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui telekomunikasi dan jaringan komputer termasuk internet. 7 Dimensi-dimensi e-commerce dapat dijelaskan melalui 3 dimensi yaitu:

produk, proses dan agen pengirima baik secara fisik maupun digital.

Selenglapnya dapat dilihat pada Gambar 2.1 berikut ini: 8

5 Brian C. Satterlee, E-Commerce, A Knowledge Base, (Amerika Serikat: iUniverse.com Inc., 2001), 1.

6 Ibid 2.

7 Mamta Bhusry, E-Commerce, (New Delhi: Laxmi Publication Pvt, Ltd., 2002), 3.

8 Amir Manzoor, E-Commerce An Introduction, (Amerika Serikat: Lambert Academic Publishing, 2010), 4.

(13)

Gambar 2.1 Dimensi-Dimensi E-Commerce

Selanjutnya Manzoor mengelompokkan e-commerce menjadi beberapa kategori diantaranya adalah: 9

1. Business-to-Business (B2B) 2. Business-to-Consumer (B2C)

3. Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C) 4. Business-to-Government (B2G)

5. Consumer-to-Business (C2B) 6. Consumer-to-Consumer (C2C) 7. Business-to-Employee (B2E) 8. Government-to-Government (G2G) 9. Government-to-Business (G2B) 10. Government-to-Citizen (G2C)

9 Ibid, 8.

(14)

Perusahaan yang lama maupun yang baru dapat menyususn sebuah strategi konsep berbasis e-commerce. Strategi konsep untuk sektor e- commerce baru pada dasarnya dapat dijelaskan menjadi 2 jenis yaitu: 10 1. Perusahaan berupaya menciptkan sebuah produk atau jasa yang

benar-benar baru dimana sebuah teknologi baru dibutuhkan.

2. Perusahaan berupaya membuat sebuah eksekusi baru dari produk atau jsa yang telah ada sebelumnya misalnya: metode pengirimannya.

Diferensiasi adalah faktor kunci keberhasilan sebuah e-commerce baru.

11 Itulah sebabnya baik perusahaan lama maupun baru berkesempatan untuk memenangkan persaingan bisnis dengan strategi yang tepat.

Faktor-faktor keberhasilan kritis e-commerce dibagi menjadi 2 faktor yaitu: factor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor keberhasilan kritis e-commerce internal terdiri dari: 12

1. Jaminan Kualitas

Oleh karena pembeli tidak dapat melihat produk secara langsung maka jaminan kualitas menjadi penting ketika pembeli akan membeli produk tersebut. Hal ii menjadi kunci penting dalam e- commerce.

2. Pembelian Bantuan

10 Robert T. Plant, Ecommerce Formulation of Strategy, (Amerika Serikat: Prentice Hall, 2000), 5

11 Ibid, 5

12 Amir Manzoor, Op. Cit., 15.

(15)

Pembelian bantuan ini adalah dalam rangka meningkatkan jumlah produk dan jasa yang ditawarkan secara online misalnya dengan meningkatkan mekanisme penjualan, mesin pencarian (search engines), bantuan belanja online, jasa perantara dan tampilan dalam berbagai bahasa sehingga makin banyak penjual dan pembeli yang ingin bergabung menggunakan e-commerce.

3. Insentif Pembelian

Peningkatan e-commerce dapat memberikan banyak opsi inovasi, itulah sebabnya perusahaan sebaiknya memikirkan insentif apa yang diberikan kepada pelanggan ketika mereka membeli produk tersebut.

4. Peningkatan Kepercayaan dan Keamanan

Persepsi pelanggan terhadap privasi dan keamanan yang rendah, keduanya dapat menurunkan kepercayaan pelanggan terutama pada kategori e-commerce B2C da B2B. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kepercayaan dan keamanan agar pelangga mau bertransaksi.

5. Penanganan Informasi Pelanggan yang Efisien

Dengan semakin banyaknya informasi pelanggan yang terkumpul pada website e-commerce itu artinya perusahaan perlu menemukan cara untuk mengelol informasi tersebut degan efisien baik dengan menggunakan data warehouse, data mning dan agen intelijen secara

(16)

konstan terhadap pelanggan, sehingga dapat mengendalikan pemasaran dan aktivitas jasa.

6. Organisasi Inovatif

Diperlukan model bisnis baru dengan menggunakan teknologi informasi, karena jumlah model bisnis pada e-commerce tidak terbatas hanya pada imajinasi manusia saja.

7. Outsourcing

Outsourcing dapat dilakukan pada kegiatan utama seperti: distribusi, produksi dan sumber daya manusia. Outsourcing dapat membawa banyak keuntungan seperti mengurangi biaya dan menajdi lebih responsif terhadap perubahan pasar.

Sementara itu, faktor-faktor keberhasilan kritis e-commerce eksternal diantaranya adalah: 13

1. Penggunaan Internet

Faktor dominan yang memengaruhi pertumbuhan e-commerce di dunia adalah peningkatan jumlah pengguna yang terhubung dengan internet.

2. Perangkat Mobile dan Broadband

Semakin kekinian penetrasi broadband dan semakin kekinian penggunaan perangkat mobile juga akan meningkatkan e-commerce.

3. E-Retailer

13 Amir Manzoor, Op. Cit., 16.

(17)

Kehadiran e-retailer (pedagang eceran elektronik) adalah hal penting lainnya yang memengaruhi e-commerce.

4. Pembelian Jumlah Besar oleh Pembeli dan Penjual

Pembelian jumlah besar menjadi faktor dominan penentu keberhasailan sebuah usaha baru B2B. Karena pembelian jumlah besar mampu meningkatkan keuntungan, membuat pasar semakin efisien dan mengembangkan persaingan yang jujur dan kuat.

5. Persaingan

Pada e-commerce, mengurangi biaya pencarian dan meningkatkan kekuatan menawar pelanggan dapat mengurangi margin keuntungan jangka panjang bagi penjual karena meningkatkan jumlah transaksi.

Industri-industri akan memiliki persaingan yang tinggi dengan hambatan masuk yang rendah ketika akan bergabung di e- commerce.

6. Karakteristik Pelanggan

Pada pasar-pasar elektronis (e-market), pelanggan diperlukan untuk membuat seberapa besar usaha seperti: pencarian, analisis, dan pembuatan keputusan pembelian).

7. M-Commerce

Semakin meningkatnya pengguna telepon seluler yang diprediksi akan terus meningkat ke depannya, juga akan turut berperan dalam e-commerce.

8. Komunitas Virtual

(18)

Komunitas-komunitas virtual (maya) dapat meningkatkan aktivitas jual beli secara online. Komunitas-komunitas yang diatur secara professional dapat memfasilitasi e-commerce B2B dan B2C.

9. Sistem Pembayaran

Penggunaan e-cash (electronic cash) dan micropayment online sangat menarik dan dapat membuat sistem pembayaran B2B semakin baik. Sebuah standar internasional menjadi sebuah norma dan sistem tersebut dapat diimplementasikan pada skala besar sehingga pembayaran elektronik tersebut dalam diperluas secara global, memfasilitasi e-commerce.

10. Integrasi Teknologi

E-commerce B2B diharapkan dilanjutkan mendominasi bidang e- commerce di masa depan. Semakin banyak penjual semakin banyak pembeli dan semakin banyak jasa yang diharapkan muncul dan berkembang pesat. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (Informatioan and Communication Technology) adalah faktor kunci pertumbuhan e-commerce.

11. Undang-Undang E-commerce

Proses perundang-undangan berjalan lambat, terutama ketika beberapa Negara terlibat didalamya. Perkembangan perundang- undangan nonregulator menjadi faktor kunci pertumbuhan e- commerce dunia.

(19)

b. E-Marketing

Cara paling mudah untuk memahami e-marketing adalah memahami terlebih dahulu marketing (pemasaran). Pemasaran adalah proses dimana produk (barang dan jasa) dikembangkan dan dibawa ke pasar. 14 Terdapat 7 dasar pemasaran yang juga terkait dengan e-marketing, diantaranya adalah: 15

1. Citra Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki citra, baiknya citra akan sangat membantu meningkatkan pasar sehingga produk perusahaan juga semakin dikenal. Sebaiknya, citra negatif atau citra buruk perusahaan akan menghambat keberhasilan perusahaan.

2. Positioning

Ketika citra perusahaan sudah dapat didefinisikan, hal penting yang harus dimulai pada pemasaran produk perusahaan adalah positioning. Positioning berhubungan dengan citra produk.

3. Citra Perusahaan dan Positioning

Banyak orang merasa bingung dengan citra perusahaan dengan positioning, citra produk. Kebanyakan perusahaan menurunkan setidaknya sedikit bagian dari citra perusahaan ke citra produk mereka.

14 Ira S. Kalb, E-Marketing, what went wrong and how to do it right, (California: K&A Press, 2002), 6.

15 Ibid, 9.

(20)

Hal lainnya yang perlu diketahui terkait e-marketing adalah sistem informasi pemasaran (marketing information system). Dalam hal ini, sistem informasi pemasaran bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, melaporkan dan mengambil tindakan pada informasi pasar kritis dalam rangka medapatkan target pasar yaitu apa yang mereka inginkan dan untuk memastikan kepuasan pelanggan. Internet mungkin adalah alat yang paling efektif yang pernah ditemukan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi pasar. 16

Organisasi umum e-marketing dapat dilihat pada Gambar 2.2. Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa 4 poin penting yang memiliki peranan penting yaitu: Manajer Web/Online, Asisten Riset, Asisten Periklanan dan Riset Pemasaran. Beberapa perusahaan tugas pemasaran online dipisahkan dari saluran pemasaran lain dan aktivitas-aktivitas online dijalankan pada level Wakil Presiden. Terkadang di beberapa perusahaan diorganisasikan menurut garis produk. Copy writer, personalia grafis, fotografer dan yang lainnya terlibat dalam proses periklanan. Riset pemasaran kini berkembang ke dalam sistem informasi pemasaran dalam perusahaan yang berkembang.

16 Ibid, 12.

(21)

Gambar 2.2 Organisasi Umum E-Marketing Tujuan utama dari e-marketing adalah: 17

1. Menyediakan informasi dan atau mengumpulkan informasi dari pasar pada waktu yang ril atau berbasis waktu.

2. Meraih pasar yang lebih besar dengan cara yang yang efektif dan efisien.

3. Menciptakan suasana yang ramah, mengundang, terbuka dan meyakinkan pengunjung untuk kembali lagi untuk memuaskan keinginan dan hasratnya.

4. Memampukan pengunjung terhbung dengan website perusahaan lain untuk mampu memenuhi kebutuhan sehingga mendapatkan kepuasan.

5. Mengumpulkan pembelian produk termasuk jasa, ide dan produk intangible lainnya.

6. Memfasilitasi penjualan silang (cross-selling) ata penjualan barang dan jasa tambahan ketika pembeli membeli barang tertentu.

17 Ibid, 31.

(22)

7. Mengedukasi prospek, pelanggan dan public lainnya pada perusahaan dan produk.

8. Menciptakan daya tarik pada perusahaan dan produk.

9. Mendapatkan perhatian prospek.

10. Membuat proyek dengan gambar, kepribadian dan budaya yang diminati.

11. Membuat publik mengingat perusahaan, produk dan website.

12. Membuat publik menyimpan (bookmark) website. Membuat mereka menghabiskan waktu dan kembali lagi dan lagi.

13. Mengembangkan hubungan positif dengan target pasar dan anggota publik lainnya.

14. Menciptakan dan memperbaiki hubungan-hubugan dalam proses pemasaran.

15. Mengeliminiasi kesia-siaan dan inefisiensi dari proses pemasaran.

16. Mendiferensiasikan produk dan perusahaan dari persaingan.

17. Menebarkan benih sehingga jumlah yang dipanen meningkat yakni penjualan

18. Mengomunikasikan keuntungan-keuntungan dari produk dan perusahaan.

19. Membuat target pasar yang nyaman ketika mencari, membeli dan menggunakan produk perusahaan.

20. Menciptakan dan mendorong lahirnya ide, produk dan jasa baru.

21. Mendapatkan produk di tangan pelanggan dengan cara paling efektif.

(23)

22. Memberikan pelanggan apa yang mereka mau-nilai yang bagus.

23. Mengumpulkan umpan balik dari target pasar dan pengunjung website pada waktu yang ril.

24. Menciptakan pyramid word-of-mouth yang positif (viral marketing) tentang perusahaan dan produk.

25. Menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

c. Kualitas Website

Menurut Dorothea (2004), konsep kualitas harus bersifat menyeluruh, baik produk maupun prosesnya. Kualitas produk meliputi kualitas bahan baku dan barang jadi sedangkan kualitas proses meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi perusahaan manufaktur dan proses penyediaan jasa atau pelayanan perusahaan jasa. Itulah sebabnya kualitas sudah seharusnya dibangun sejak awal mulai dari penerimaan input hingga menghasilan output bagi pelanggannya. Menurut Rahmat (2010), website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi. Oleh karena itu kualitas website adalah kualitas dari sebuah website mulai dari input hingga output yang dirasakan pelanggan secara menyeluruh pada semua halaman web yang terdapat pada domain yang mengandung berbagai informasi yang dibutuhkan pelanggan.

d. Webqual 4.0

Adapun Webqual 4.0 menilai kualitas website dengan dilihat dari 3 kategori yaitu : usability, information quality dan service interaction

(24)

quality. Webqual 4.0 adalah penyempuranan dari Webqual 1.0, Webqual 2.0 dan Webqual 3.0 sehingga Webqual 4.0 adalah alat analisis kualitas website yang terbaru dibandingkan ketiga sebelumnya. Berikut adalah kategori dan pertanyaan-pertanyaan pada Webqual 4.0 18: Tabel 2.1 Kategori dan Pertanyaan pada Webqual 4.0

Kategori Pertanyaan-Pertanyaan pada Webqual 4.0 Usability

(kegunaan)

1. Saya mendapati website mudah untuk dipelajari dan dioperasikan

2. Interaksi saya dengan website jelas dan dapat dipahami

3. Saya mendapati website mudah dinavigasikan 4. Saya mendapati website mudah untuk

digunakan

5. Website memiliki tampilan yang atraktif 6. Website memiliki desain yang sesuai

7. Website mengandung nilai kompetensi (memiliki daya saing)

8. Website mampu menciptakan pengalaman yang positif bagi saya

Information (informasi)

9. Menyediakan informasi yang akurat

10. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya 11. Menyediakan informasi yang tepat waktu 12. Menyediakan informasi yang relevan

18 Barnes, S dan Vidgen, R, “An Integrative Approach to the Assessment of E-Commerce Quality”, Journal of Electronic Commerce Research, Vol.3 No.3, 2002, hlm. 116

(25)

13. Menyediakan informasi yang mudah dipahami 14. Menyediakan informasi yang terperinci 15. Menyajikan informasi dengan format yang

sesuai Service

Interaction

(interaksi layanan)

16. Memiliki reputasi yang baik

17. Terasa aman dalam menyelesaikan berbagai transaksi

18. Data pribadi terjaga

19. Menciptakan rasa personalisasi 20. Menyampaikan rasa kebersamaan

21. Membuat semakin mudah berkomunikasi dengan perusahaan

22. Saya merasa yakin bahwa barang atau jasa yang dikirim sesuai dengan yang dijanjikan Diterjemahkan oleh peneliti (2017)

e. Minat Beli

Minat beli merupakan keinginan yang muncul dalam diri seorang konsumen terhadap suatu produk sebagai dampak dari suatu proses pengamatan dan pembelajaran konsumen tersebut terhadap produk yang telah diamati atau dipelajari. Minat beli adalah rangkaian dari proses keputusan pembelian konsumen. Minat beli sering juga disebut sebagai niat pembelian. Dalam melakukan suatu niat pembelian, konsumen dapat membuat hingga enam sub-decision diantaranya: pilihan produk, pilihan merek, pilihan penjual, jumlah pembelian, waktu pembelian dan metode pembayaran.

(26)

Sementara itu, dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, minat diartikan sebagai keinginan, kehendak dan kesukaan. 19 Abdurrahman Saleh menyatakan bahwa minat merupakan sutu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang. 20 Ada juga yang mendefinisikan minat sebagai kecenderungan dan keinginan yang besar terhadap sesuatu yang terdiri dari suatu campuran perasaan senang, harapan, perasaan tertarik, pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauan dan kecenderungan- kecenderungan yang lain yang mengarahkan individu kepada pilihan atau motif. 21 Minat juga menunjukkan suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh dan memaksa. 22 Oleh karena itu minat mempunyai hubungan yang erat dengan dorongan- dorongan, motif-motif dan respon-respon emosional. 23

Minat beli (niat beli) terhadap suatu produk timbul karena adanya dasar kepercayaan terhadap produk yang diiringi dengan kemampuan untuk membeli produk. 24 Selain itu, minat beli terhadap suatu produk juga dapat terjadi dengan adanya pengaruh dari orang lain yang dipercaya oleh calon konsumen. Minat beli juga timbul apabila seseorang

19 Sofiyah Ramdhani, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surabaya: Karya Agung, 2002), 400.

20 Abdul Rahman Saleh dan Muhib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam, (Jakarta: Kencana, 2004), 263.

21 Michael Amstrong, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Elex Komputindo, 2005), 53.

22 Komaruddin, Kampus Perbankan, (Jakarta: Grafindo, 2000), 94.

23 Handoko dan Basu Swastha, Manajemen Pemasaran Analisis Perilaku Konsumen, (Yogyakarta:

BPFE, 2014), 205.

24 Bilson Simamora, 2011, Riset Pemasaran (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2011), hlm.

106

(27)

sangat tertarik terhadap berbagai informasi seputar produk yang diperoleh melalui iklan, pengalaman orang lain yang telah menggunakannya dan kebutuhan mendesak terhadap produk tersebut.

Minat memiliki sifat dan karakter khusus sebagai berikut:25

1. Minat bersifat pribadi (individual), ada perbedaan antara minat seseorang dan orang lain.

2. Minat menimbulkan efek diskriminatif.

3. Erat hubungannya dengan motivasi, memengaruhi dan dipengaruhi motivasi.

4. Minat merupakan sesuatu yang dipelajari, bukan bawaan lahir dan dapat berubah tergantung pada kebutuhan, pengalaman dan mode.

Minat beli dapat diidentifikasi melalui indicator-indikator sebagai berikut:

26

1. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untk membeli produk.

2. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain.

3. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut.

Preferensi ini hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.

25 Umar Husein, Manajemen Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka, 2010), hlm. 45

26 Augusty Ferdinand, Metode Penelitian Manajemen, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2006), hlm. 129

(28)

4. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi timbulnya minat terhadap sesuatu, secara garis besar dikelompokkan menjadi 2 yaitu: yang bersumber dari dalam individu yang bersangkutan dan yang berasal dari luar. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:

1. Faktor Budaya

Kebudayaan dinilai paling fundamental dalam menentukan keinginan atau perilaku seseorang.

2. Faktor Sosial

Terdiri dari semua kelompok acuan yang mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung

3. Faktor Pribadi

Kepribadian menjelaskan ciri seperti: kepercayaan diri, perbedaan, kondisi sosial, kemampuan pembelaan diri dan kemampuan beradaptasi.

4. Faktor Psikologi

Termasuk didalamnya adalah kepercayaan dan sikap pendirian.

Kepercayaan adalah pikiran deskriptif yang dianut seseorang mengenai suatu hal. Sedangkan pendirian adalah evaluasi kognitif yang

(29)

menguntungkan, perasaan emosional, dan kecenderungan tindakan yang mapan dari seseorang terhadap suatu objek. 27

Faktor-faktor lainnya yang juga melatarbelakangi minat adalah:

1. Faktor Kebutuhan dari Dalam

Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan.

2. Faktor Motif Sosial

Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan dari lingkunga dimana dia berada.

3. Faktor Emosional

Faktor ini merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap sesuatu atau objek tertentu. 28

Model Webqual 4.0 terhadap minat beli diilustrasikan dalam Gambar 2.3 di bawah ini:

27 Philip Kotler, Manajemen Pemasaran di Indonesia, (Jakarta: Salemba Empat, 2000), 243.

28 Gito Sudarmo dkk, Perilaku Keorganisasian, (Yogyakarta: BPFE, 2000), 112.

(30)

H1 (+)

H2 (+)

H3 (+)

Gambar 2.3 Model Webqual 4.0 terhadap Minat Beli B. Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan analisis kualitas website sudah banyak dilakukan di Indonesia maupun di mancanegara.

Namun, analisis website pada pelaku e-commerce berbasis syariah masih terbatas. Penelitian terdahulu tersebut berasal dari jurnal, publikasi seminar nasional dan e-proceeding. Berikut adalah ringkasan dari beberapa penelitian terdahulu sebagai kajian pustaka pada penelitian ini :

Tabel 2. Ringkasan Penelitian Terdahulu Tahun 2015-2017 No. Nama

Peneliti dan Tahun

Judul Hasil Kesamaan

dengan Penelitian 1. Arifin,

Nugroho dan Hantono (2015)

Analisis kualitas layanan website Universitas

Hasanuddin dengan

Terdapat perbedaan (gap) antara persepsi aktual dan harapan ideal mahasiswa pada masing-masing

- Webqual 4.0 Usability

Information

Service Interaction

Minat Beli

(31)

metode Webqual 4.0 Modifikasi

dimensi kualitas layanan website.

2. Syaifullah dan Soemantri (2016)

Pengukuran

kualitas website dengan

menggunakan Webqual 4.0 (studi kasus : CV. Zamrud Multimedia

Network)

Variabel interaksi pelayanan memiliki pengaruh yang paling

dominan terhadap

kepuasan konsumen.

- Webqual 4.0 - Analisis

Regresi Berganda

3. Rendi

Maulana dan Kezia

Kurniawati (2014)

Pengaruh kualitas e-service terhadap

minat beli

konsumen (studi kasus pada website Koren Denim)

Terdapat pengaruh signifikan kualitas e- service terhadap ketertarikan pembelian konsumen pada website Koren Denim

- Analisis deskriptif - Minat beli - Analisis

regresi

4. Nur Resky Sari (2017)

Pengaruh kualitas website terhadap minat beli pada toko online Lazada Indonesia

menggunakan analisis jalur

Kualitas website

berpengaruh terhadap minat beli secara signifikan

- Webqual 4.0 - Minat beli

5. Nugroho dan Sari (2016)

Analisis pengaruh kualitas website

Usability dan service interaction berpengaruh

- Webqual 4.0

(32)

Tokopedia terhadap kepuasan pengguna menggunakan metode Webqual 4.0

positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna.

- Analisis deskriptif

6. Astuti dan Sari (2016)

Analisis kualitas website lazada Indonesia

berdasarkan metode Webqual 4.0 dan pengaruhnya terhadap kepuasan pengguna

Ketiga variabel Webqual 4.0 (usability, information dan service interaction) berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pengguna website.

- Webqual 4.0 - Analisis

regresi berganda

7. Sastika (2016)

Analisis pengaruh kualitas website (Webqual 4.0) terhadap keputusan pembelian pada

website e-

commerce Traveloka

Variabel Webqual 4.0 berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

- Webqual 4.0

8. Ghafiki dan Setyorini (2017)

Pengaruh kualitas website terhadap keputusan

pembelian pada

Variabel kualitas website berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel

- Webqual 4.0 - Analisis

deskriptif

(33)

situs

bukalapak.com

usability memiliki pengaruh paling besar terhadap keputusan pembelian.

- Analisis regresi berganda

9. Burnirma dan Wardhana (2017)

Analisis kualitas website tiket.com

Kualitas aktual yang dirasakan belum bisa memenuhi kualitas ideal yang diinginkan pengguna website.

- Webqual 4.0

(34)

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dimana penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian berdasarkan prosedur statistik atau dengan cara lain dari kuantifikasi untuk mengukur variabel- variabel penelitian. Pendekatan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang identik dengan pendekatan deduktif, yaitu berangkat dari pemasalahan umum (teori) ke khusus 29.

Penelitian kuantitatif dilakukan dengan mengumpulkan angka dimana data yang berupa angka tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan suatu informasi ilmiah dibalik angka-angka tersebut.

Pada penelitian kuantitatif, ilmu diposisikan sebagai cara terbaik memeroleh pengetahuan. Ilmu dimaknai sebagai sumber pengetahuan yang paling objektif. 30

B. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmiah dimana pengetahuan yang diperoleh dari pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmiah dan dibangun di atas toeri tertentu. Teori tersebut berkembang melalui penelitian ilmiah yaitu penelitian yang sistematik dan terkontrol berdasar atas data empiris. Teori tersebut kemudia dapat diuji dalam hal keajegan dan

29 Asnawi, Nur dan Masyhuri, Metode Riset Pemasaran (Malang: UIN Maliki Press, 2011), 19

30 Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif, Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder, Edisi Revisi, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2011), 23.

(35)

kemantapan internalnya. Artinya jika penelitian diulang dengan langka- langkah yang sama pada keadaan yang sama maka akan diperolehlah hasil yang ajeg (konsisten) atau hampir sama dengan penelitian terdahulu. 31 C. Teknik Penetapan Responden

Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu: data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh hasil kuesioner elektronik yang dibagikan kepada masyarakat secara online. Sampel yang baik adalah yang lebih ekonomis dari tenaga, waktu dan biaya. 32 Itulah sebabnya sampel pada penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara elektronik unttuk menjangkau responden yang lokasinya jauh dari peneliti sehingga sebaran kuesioner menjadi lebih luas dan diharapkan lebih mewakili hasil penelitian.

Sampel dalam penelitian sekaligus sebagai responden penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan kriteria tertentu yaitu responden adalah mereka yang pernah membeli produk pada muslimarket.com. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu dimana pemilihan responden sebagai sampel dengan memilih orang yang benar-benar mengetahui atau memiliki kompetensi dengan topik penelitian kita. 33

a. Populasi

31 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2015), 6

32 Nanang Martono, Op. Cit, 82.

33 Nanang Martono, Loc. Cit, 79.

(36)

Dimana populasi adalah seluruh pengguna internet di Indonesia saat ini yaitu: 143.260.000 orang.

b. Sampel

Sedangkan jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin34 dengan tingkat kesalahan 10 %.

𝑛 = N

1 + N𝑒2 Dimana :

n : jumlah sampel

N: jumlah populasi

e: batas toleransi kesalahan (error tolerance)

Berdasarkan rumus tersebut, maka jumlah sampel pada penelitian ini adalah 99,99 atau dibulatkan menjadi 100 orang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, data dari instansi pemerintah atau swasta yang memiliki hubungan dengan fokus penelitian.

D. Teknik Analisis Data

Data yang telah terkumpul lalu kemudian diolah. Data yang berasal dari kuesioner elektronik penelitian akan terlebih dahulu diseleksi. Cara seleksinya adalah berdasarkan hasil uji validitas dan reliabiliasnya. Uji reliabilitas adalah pengujian untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan

34 Sevilla, Consuelo G. et. al (2007). Research Methods. Rex Printing Company. Quezon City.

(37)

reliabel dan handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara one shot (pengukuran sekali saja).

Disini pengukuran hanya dilakukan sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan ciri Cronbach Alpha > 0,60 Nunnaly.

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Pengukuran validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan corrected item-total correlation35. Kemudian data yang diperoleh akan dianalisis lebih lanjut dan komprehensif dengan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Pengolahan data akan dilakukan dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS versi 22.

a. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah metode dalam meneliti status kelompok, manusia, suatu objek, suatu set keadaan, suatu sistem pemikiran maupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Analisis deskriptif merupakan penggambaran suatu data yang akan dibuat sendiri maupun kelompok dimana penyajiannya dapat menggunakan pengukuran

35 Ghozali, Imam, Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Edisi ketiga, (Semarang:

Universitas Diponegoro), hlm. 49

(38)

tendensi sentral (mean, modus, median) dan pengukuran penyimpangan (range, standard deviation dan variance), juga dibahas tentang grafis dan diagram. Penelitian ini juga akan menggunakan analisis deskriptif untuk menjelaskan gambaran umum dari responden penelitian serta penilaian persepsi responden terhadap variabel yang diteliti.

Tahap-tahap pemeriksaan data sebelum dilakukan analisis regresi berganda adalah dengan beberapa uji yaitu 36:

1. Uji Normalitas Error: dapat dilakukan dengan melihat distribusi histogram, Normal PP Plot of Regression Standardized Residual dan pengujian hipotesis standardized residual melalui Unji Kolmogorov- Smirnov.

2. Uji Heteroskedastisitas: menggunakan metode grafik dimana jika pencaran data bbersifat acak dan tidak membentuk pola tertentu maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3. Uji Otokorelasi: dilakukan dengan uji Durbin Watson.

Tolak H0 jika

 Nilai d hitung atau nilai Durbin Watson Model lebih besar daripada nilai Durbin Watson table batas bawah (dL), yang berarti terdapat masalah otokorelasi positif (d > dL).

 Atau, nilai d hitung atau nilai Durbin Watson Model terletak di anatra nilai (4-dL < d < 4).

36 Yamin, Sofyan, Lien A. Rachmah dan Heri Kurniawan, Regresi dan Korelasi dalam Genggaman Anda: Aplikasi dengan Software SPSS, Eviews, MINITAB dan STATGRAPHICS, (Jakarta : Salemba Empat), hlm. 31

(39)

Terima H0 jika

 Nilai d hitung atau nilai Durbin Watson Model terletak di antara nilai (4-dL < d< 4).

4. Uji Multikolinearitas: jika nilai VIF > 10 menunjukkan adanya gejala multikolinearitas dan jika nilai Index melebihi 30 menunjukkan adanya gejala multikolinearitas.

b. Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi adalah analisis yang bertujuan untuk menunjukkan pengaruh matematis antara variabel respon dengan variabel penjelas.

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel usability (X1), information (X2) dan service interaction (X3) terhadap minat beli (Y), dengan persamaan regresi berganda sebagai berikut :

𝑌 = 𝛽0 + 𝑏1𝑋1 + 𝑏2𝑋2 + 𝑏3𝑋3 + 𝑒 Dimana :

Y = Variabel dependen (Minat Beli) a = Konstanta

b1; b2; b3 = Koefisien regresi X1 = Usability

X2 = Information

X3 = Service Interaction E = error

(40)

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian

Hasil penelitian dipaparkan dengan 2 bagian yaitu dimulai dari pemaparan gambaran karakteristik responden penelitian dan hasil analisis data.

Gambaran karakteristik responden dipaparkan dengan menggunakan grafik sehingga lebih mudah dalam memahaminya. Pada penelitian ini jumlah kuesioner elektronik yang telah diisi oleh responden dengan kurun waktu yang dijadwalkan, total ada sebanyak 102 buah. Namun karena ada 2 kuesioner elektronik yang isinya kurang lengkap maka tidak dipergunakan. Oleh karena itu, sesuai dengan ketetapan sampel pada penelitian maka jumlahnya tepat 100 responden.

Gambaran Karakteristik dan Perilaku Responden Penelitian

Berdasarkan Gambar 4.1, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian berdomisili di Sumatera Utara yakni sebanyak 35 orang lalu diikuti DKI Jakarta sebanyak 22 orang dan Jawa Barat sebanyak 17 orang. Sebaran domisili responden pada penelitian selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut ini.

(41)

Gambar 4.1 Sebaran Domisili Responden Penelitian

Berdasarkan Gambar 4.2, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian berjenis kelamin perempuan yakni sebanyak 75 orang, laki-laki sebanyak 25 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut ini.

Gambar 4.2 Jenis Kelamin Responden Penelitian

0 5 10 15 20 25 30 35 40

DI Aceh Sumut Bangka Belitung Pekanbaru Sumbar Sumsel DKI Jakarta Tangerang Jabar Jateng Jatim Bali

DI

Aceh Sumut Bangk

a Belitun

g

Pekan baru

Sumba

r Sumsel DKI Jakarta

Tanger

ang Jabar Jateng Jatim Bali

Series1 2 35 1 1 4 1 22 3 17 10 2 2

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Laki-Laki Perempuan

Laki-Laki Perempuan

Jumlah 25 75

(42)

Berdasarkan Gambar 4.3, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian berusia > 29 tahun yakni sebanyak 62 orang, diikuti oleh responden yang berusia 21-29 tahun sebanyak 31 orang lalu yang berusia < 20 tahun sisanya yakni 7 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut ini.

Gambar 4.3 Sebaran Usia Responden Penelitian

Berdasarkan Gambar 4.4, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian berprofesi sebagai karyawan swasta sebanyak 35 orang, diikuti oleh responden yang berprofesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebanyak 24 orang lalu yang berprofesi pelajar/mahasiswa, sisanya sebanyak 20 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.4 berikut ini.

0 10 20 30 40 50 60 70

< 20 Tahun 21-29 Tahun

> 29 Tahun

< 20 Tahun 21-29 Tahun > 29 Tahun

Jumlah 7 31 62

(43)

Gambar 4.4 Pekerjaan Responden Penelitian

Berdasarkan Gambar 4.5, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian yang berstatus menikah yakni sebanyak 61 orang, diikuti oleh responden yang berstatus belum menikah yakni sebanyak 39 orang.

Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.5 berikut ini.

Gambar 4.5 Status Responden Penelitian

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Ibu Rumah Tangga Karyawan Swasta Wiraswasta (Pengusaha) PNS Pelajar/Mahasiswa Akademisi

Ibu Rumah Tangga

Karyawan Swasta

Wiraswasta

(Pengusaha) PNS Pelajar/Maha

siswa Akademisi

Jumlah 9 35 5 24 20 7

0 10 20 30 40 50 60 70

Menikah Belum Menikah

Menikah Belum Menikah

Jumlah 61 39

(44)

Berdasarkan Gambar 4.6, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian memiliki tanggungan 1 orang yakni sebanyak 63 orang, diikuti oleh responden yang memiliki tanggungan sebanyak 2 orang yakni sebanyak 23 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.6 berikut ini.

Gambar 4.6 Jumlah Tanggungan Responden Penelitian

Berdasarkan Gambar 4.7, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian berpendidikan terakhir Sarjana (S1) yakni sebanyak 47 orang, diikuti oleh responden yang berpendidikan terakhir SLTA/SMA yakni sebanyak 30 orang lalu yang berpendidikan terakhir Pascsarjana (S2) sebanyak 19 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.7 berikut ini.

0 10 20 30 40 50 60 70

1 orang 2 orang 3 orang

> 3 orang

1 orang 2 orang 3 orang > 3 orang

Jumlah 63 23 8 6

(45)

Gambar 4.7 Pendidikan Terakhir Responden Penelitian

Berdasarkan Gambar 4.8, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian berpendidikan < Rp 2.500.000 yakni sebanyak 40 orang, diikuti oleh responden yang berpenghasilan Rp 2.500.000-Rp 5.000.000 yakni sebanyak 39 orang lalu yang berpendapatan > Rp 5.000.000 sebanyak 21 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.8 berikut ini.

Gambar 4.8 Pendapatan per Bulan Responden Penelitian

0 10 20 30 40 50

SLTP/SMP SLTA/SMA Diploma Sarjana (S1) Pasca Sarjana (S2) Doktoral (S3)

SLTP/SMP SLTA/SMA Diploma Sarjana (S1) Pasca Sarjana (S2)

Doktoral (S3)

Jumlah 2 30 1 47 19 1

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

< Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 - Rp 5.000.000

> Rp 5.000.000

< Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 - Rp

5.000.000 > Rp 5.000.000

Jumlah 40 39 21

(46)

Berdasarkan Gambar 4.9, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian memiliki pengeluaran per bulan < Rp 2.500.000 yakni sebanyak 88 orang, diikuti oleh responden yang memiliki pengeluaran per bulan Rp 2.500.000-Rp 5.000.000 yakni sebanyak 11 orang, lalu yang memiliki pengeluaran per bulan > Rp 5.000.000 sebanyak 1 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.9 berikut ini.

Gambar 4.9 Jumlah Pengeluaran per Bulan Responden Penelitian Berdasarkan Gambar 4.10, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian memiliki pengeluaran per bulan untuk internet Rp 50.000 - Rp 100.000 yakni sebanyak 50 orang, diikuti oleh responden yang memiliki pengeluaran per bulan untuk internet Rp100.000 - Rp 150.000 yakni sebanyak 44 orang, lalu yang memiliki pengeluaran per bulan < Rp 50.000 sebanyak 6 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.10 berikut ini.

0 20 40 60 80 100

< Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 - Rp 5.000.000

> Rp 5.000.000

< Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 - Rp

5.000.000 > Rp 5.000.000

Jumlah 88 11 1

(47)

Gambar 4.10 Jumlah Pengeluaran untuk Internet per Bulan Responden Penelitian

Berdasarkan Gambar 4.11, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian memiliki akses internet dari rumah/tempat kerja/warung internet yakni sebanyak 70 orang, diikuti oleh responden yang memiliki akses internet dari rumah yakni sebanyak 17 orang, lalu yang memiliki akses internet dari tempat kerja sebanyak 9 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.11 berikut ini.

Gambar 4.11 Kepemilikian Akses Internet Responden Penelitian

0 10 20 30 40 50 60

< Rp 50.000 Rp 50.000 - Rp 100.000 Rp 100.000- Rp 150.000

< Rp 50.000 Rp 50.000 - Rp 100.000 Rp 100.000- Rp 150.000

Jumlah 6 50 44

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Dari Rumah Dari Tempat Kerja Dari Warung Internet Dari Rumah/Tempat Kerja/Warung

Internet

Dari Rumah Dari Tempat Kerja Dari Warung Internet

Dari Rumah/Tempat

Kerja/Warung Internet

Jumlah 17 9 4 70

(48)

Berdasarkan Gambar 4.12, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian mengakses internet 2 kali atau lebih dalam sehari yakni sebanyak 96 orang, diikuti oleh responden yang penelitian mengakses internet sekali dalam sehari yakni sebanyak 2 orang, lalu yang penelitian mengakses internet sekali dua hari sebanyak 1 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.12 berikut ini.

Gambar 4.12 Frekuensi Akses Internet

Berdasarkan Gambar 4.13, diketahui bahwa latar belakang penggunaan internet mayoritas responden penelitian adalah mencari informasi yakni sebanyak 36 orang, diikuti oleh latar belakang penggunaan internet mengisi waktu senggang yakni sebanyak 22 orang, lalu latar belakang penggunaan internet mencari hiburan (game, musik, nonton film, dll) sebanyak 18 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.13 berikut ini.

0 20 40 60 80 100 120

2 kali atau lebih dalam sehari Sekali dalam sehari Sekali dua hari Kurang dari sekali dalam seminggu

2 kali atau lebih

dalam sehari Sekali dalam sehari Sekali dua hari Kurang dari sekali dalam seminggu

Jumlah 96 2 1 1

(49)

Gambar 4.13 Latar Belakang Penggunaan Internet Responden Penelitian Berdasarkan Gambar 4.14, diketahui bahwa frekuensi pembelian produk secara online mayoritas responden penelitian jarang yakni sebanyak 36 orang, diikuti oleh frekuensi pembelian produk secara online sering yakni sebanyak 32 orang, lalu frekuensi pembelian produk secara online sangat jarang sebanyak 27 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.14 berikut ini.

Gambar 4.14 Frekuensi Pembelian Produk Secara Online

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Mengisi waktu senggang Mencari informasi Bersosialisasi di dunia maya (chatting,

facebook, dll)

Mencari hiburan (game, musik, nonton film, dll)

Belanja online

Mengisi waktu senggang

Mencari informasi

Bersosialisasi di dunia maya

(chatting, facebook, dll)

Mencari hiburan (game,

musik, nonton film, dll)

Belanja online

jumlah 22 36 16 18 8

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Sangat Jarang Jarang Sering Sangat Sering

Sangat Jarang Jarang Sering Sangat Sering

jumlah 27 36 32 5

Gambar

Gambar 1.1 Negara dengan Jumlah Pengguna Internet Tertinggi di  Asia
Gambar 2.1 Dimensi-Dimensi E-Commerce
Gambar 2.2 Organisasi Umum E-Marketing  Tujuan utama dari e-marketing adalah:  17
Tabel 2. Ringkasan Penelitian Terdahulu Tahun 2015-2017  No.  Nama
+7

Referensi

Dokumen terkait

2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 Jumlah Ketenagaan Penyuluhan Pertanian yang Ditingkatkan Kualitas dan Kuantitasnya(Orang) Persentase (%) Jumlah Kegiatan yang

Ia juga boleh ditakrifkan sebagai satu sistem politik yang memberi peluang kepada rakyat membentuk dan mengawal pemerintahan negara (Hairol Anuar 2012). Dalam hal

Adalah sebuah fakta bahwa jumlah perempuan di dunia ini lebih banyak dari

(BOS) based on instruction and technical in aspects of application, distribution, and stakeholders engagement in planning, forming, and reporting of BOS in SMA Negeri 37

Kelompok Kerja Jasa Konsultansi Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Lamandau mengumumkan pemenang seleksi sederhana untuk Pekerjaan Pengawasan Rehabilitasi /

Saudara dianjurkan untuk membawa Berkas Dokumen Asli yang berkenaan dengan data isian sebagaimana yang telah saudara sampaikan pada Dokumen Penawaran Admnistrasi,

Menurut Syed Ahmad Hussein (1996) terdapat beberapa rumusan dan hipotisis utama yang timbul dari kajian-kajian ini yang dijadikan panduan am kepada mereka yang berminat untuk

Setiap blok penyimpanan di gudang ini hanya menampung satu jenis produk dan satu tanggal kadaluarsa, sehingga penempatan barang harus di blok yang kosong dan tidak