4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1. Profil Perusahaan
PT. Wijaya Sentosa Food merupakan perusahaan yang memproduksi makanan khususnya mie kering yaitu mie telor. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan keluarga yang didirikan oleh Bapak Widyo Lesmono yang merupakan pemilik sekaligus menjabat sebagai direktur . Pada awal didirikannya, PT. Wijaya Sentosa Food masih berbadan hukum Commanditer Veonestchap atau disingkat CV. Namun pada tahun 1996, PT. Wijaya Panca Sentosa Food merubah status badan hukumnya menjadi PT atau Perseroan Terbatas. Perusahaan ini hanya berawal dari sebuah bangunan kantor dan pabrik. Namun karena perkembangan cukup pesat dari permintaan konsumen terhadap mie telor maka pada tahun1981 dibangun lagi sebuah pabrik yang kemudian diikuti pembangunan pabrik ketiga di tahun 1986. Sedangkan pada tahun 2003, perusahaan berusaha memperluas bangunan dan menambah produk baru sehingga memerlukan tempat untuk proses produksi, oleh karena itu didirikan lagi pabrik keempat dan gudang penyimpanan mie sebanyak dua bangunan. Akhirnya untuk memudahkan penyebutan lokasi pabrik, maka bangunan pabrik-pabrik ini disebut sebagai pabrik A (pabrik kedua), pabrik B (pabrik pertama), pabrik C (pabrik ketiga), dan pabrik D (pabrik keempat). Bangunan pabik A,B,dan C didirikan pada suatu lokasi yang sama dengan pusat kantor perusahaan pada luas area sebesar 9575 m² di Jl. Raya Keletek no 96A,Taman, Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan pabrik D dan dua gudang.
PT. Wijaya Panca Sentosa Food merupakan perusahaan manufaktur yang kegiatannya mengolah bahan-bahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi dengan menggunakan teknologi mesin sehingga mampu menghasilkan barang jadi yang siap untuk digunakan oleh masyarakat. Produk tersebut dikemas dan kemudian dipasarkan ke berbagai daerah di dalam negeri. Selain pasar domestik, PT. Wijaya Panca Sentosa Food juga menerima pesanan dari luar negeri dengan melakukan ekspor ke berbagai negara.
Produk yang ditawarkan oleh PT. Wijaya Panca Sentosa Food adalah produk barang konsumsi yaitu mie kering. Mie kering merupakan produk yang
berwujud fisik sehingga dapat dilihat, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan dan perlakuan fisik lainya atau yang disebut dengan barang. Perusahaan ini selalu mengutamakan kualitas dalam setiap produksinya, karena kualitas sebagian besar merupakan tolak ukur bagi konsumen untuk memutuskan apakah membeli atau tidak membeli produk tersebut, sehingga dengan kualitas yang baik dan tetap terjaga diharapkan konsumen menjadikan mie kering sebagai pilihan konsumsinya. Ditinjau dari aspek daya tahanya, mie kering merupakan produk yang tahan lama. Daya tahanya bisa mencapai 12 bulan atau setahun. Produk mie yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah mie keriting dan mie telor. Mie telor merupakan produk unggulan dari PT. Wijaya Panca Sentosa Food.
Mie telor yang dihasilkan oleh PT. Wijaya Panca Sentosa Food dibedakan dalam tiga macam yaitu mie telor bentuk potong kecil, mie telor bentuk potong sedang, dan mie telor bentuk potong lebar. Perbedaan tiga jenis bentuk potongan tersebut selain karena perusahaan ingin adanya diferensiasi produk, hal tersebut juga karena penggunaan tiap bentuk potongan mie disesuaikan dengan jenis masakan yang akan dibuat oleh konsumen, contohnya untuk membuat mie ayam digunakan bentuk potong kecil. Ketiga macam mie telor tersebut mempunyai merek dagang yang sama. Penentuan merek dagang produk yang dipasarkan merupakan salah satu teknik kebijakan produk yang mendasari strategi pemasaran. Merek dagang yang dipilih PT. Wijaya Panca Sentosa Food untuk mie telornya adalah “Kuda Menjangan”. Merek dagang Kuda Menjangan digunakan untuk produk mie telor unggulan, hal ini karena diharapkan konsumen mudah untuk mengingat bahwa produk-produk tersebut dihasilkan oleh satu perusahaan yang sama selain itu konsumen dapat lebih mudah mengenal dan menemukan produk tersebut kembali.
4.2. Analisa dan pembahasan hubungan struktur serta peran organisasi dengan strategi perusahaan
4.2.1. Analisa
Tujuan awal didirikanya PT. Wijaya Panca Sentosa Food adalah untuk memajukan dan memperkenalkan produk mie kering kepada gizi masyarakat di Indonesia. PT. Wijaya Panca Sentosa Food belum memiliki visi dan misi yang
terformalisasi. Namun seluruh manajer dan karyawan yang bekerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food telah diberikan arahan, tugas, dan tanggung jawab oleh Direktur untuk terus bekerja sama dengan baik sesuai dengan standar dan prosedur yang ada untuk menghasilkan produk yang mengutamakan kualitas sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen dan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Amanat dari Direktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food tersebut telah tertanam dan dilasanakan oleh seluruh karyawan hingga sekarang meskipun tidak ada visi, misi, dan tujuan yang terformalisasi. Hal ini disebabkan karena loyalitas karyawan yang telah mengabdi kepada direktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food untuk terus senantiasa bekerja dengan baik untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Dengan kondisi tersebut, PT. Wijaya Panca Sentosa Food memiliki kebijakan terhadap strategi perusahaan untuk perkembangan kedepanya yaitu menggunakan sistem efisiensi kerja dengan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mencapai target produksi perusahaan yang akan dipasarkan kepada konsumen.
PT. Wijaya Panca Sentosa Food belum memikirkan untuk melakukan ekspansi seperti yang telah dilakukan pada beberapa tahun yang lalu yaitu dengan menambah luas gudang dan pabrik serta penambahan teknologi mesin untuk produksi mie, namun memanfaatkan teknologi, mesin, dan kapasitas yang sudah ada. Kebijakan tersebut ditetapkan oleh direktur perusahaan karena dinilai efisiensi kerja merupakan faktor terpenting dalam mengelola organisasi serta untuk meningkatkan profit yang diinginkan.
PT. Wijaya Panca Sentosa Food sangat mengedepankan fungsi dan penggunaan struktur dalam sebuah organisasi. Struktur digunakan untuk menentukan tugas, tanggung jawab, dan wewenang dalam PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Penetapan struktur organisasi dilakukan oleh Direktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Kebijakan penetapan struktur tersebut berdasarkan proses operasional perusahaan. Struktur organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food dikatakan berbentuk garis karena wewenang mengalir dari pimpinan kepada bawahanya dan dari bawahanya mengalir ke bawahanya lagi dan sampai kepada pekerja di lapangan. Berikut adalah struktur organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food :
DIREKTUR Widyo Resmono WAKIL DIREKTUR Eri Santoso KEPALA PERSONALIA Lilik Hidayati KEPALA PRODUKSI Hendro Nirwan
KEPALA QC Haryono PENGAWAS PRODUKSI Manto Eddy
KEAMANAN Djoko Umar
TEHNIK Rokib
KEPALA KENDARAAN Puji Harjo
SALES dan PENJUALAN Ida Ira Ulfa Djuki Iljas Antok Harjono
PENGAWAS PRODUKSI Agus Edi Selamet Setyo Budi
TEHNIK Wahyudi
STRUKTUR ORGANISASI PT. WIJAYA PANCA SENTOSA FOOD Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food
Seluruh dan karyawan dan tenaga kerja yang ada di PT. Wijaya Panca Sentosa Food memiliki peran dalam setiap pekerjaanya yang dapat dilihat melalui tugas dan wewenang yang ada. Tugas, wewenang, dan tanggung jawab tiap-tiap bagian dalam struktur organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food adalah sebagai berikut :
A. Direktur
1. Memimpin dan bertanggung jawab terhadap kelancaran perusahaan.
2. Melakukan pengambilan keputusan dan kebijkasanaan yang efektif dan efisien bagi perusahaan.
3. Mengevaluasi dan mengkontrol hasil kerja dalam kegiatan perusahaan.
B. Wakil Direktur
1. Menggantikan peran dan tanggung jawab Direktur apabila berhalangan hadir ke perusahaan
2. Meminta pertanggung jawaban dari bagian personalia, produksi, dan quality control.
3. Mengevaluasi dan mengkontrol hasil kerja kegiatan produksi dan ketenagakerjaan perusahaan.
C. Kepala Bagian Personalia
1. Merekrut atau mencari sumber daya manusia yang berkualitas tinggi untuk ditempatkan pada posisi yang tepat di setiap bagian yang membutuhkan.
2. Membuat peraturan perusahaan agar tidak terjadi tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan terutama pada sumber daya manusia yang ada.
3. Membuat laporan bulanan tentang jumlah sumber daya manusia perusahaan sebagai tenaga kerja harian maupun tenaga kerja bulanan kepada pihak wakil direktur.
D. Kepala Bagian Produksi
1. Mengkoordinir secara langsung kegiatan produksi dan mengawasi kegiatan produksi
2. Membuat rencana anggaran dan rencana kerja yang efektif dan efisien pada kegiatan produksi.
3. Mempersiapkan bahan baku yang dibutuhkan pada kegiatan produksi antara lain : tepung terigu, minyak, telur, garam dan bahan-bahan
E. Kepala Quality Control
1. Melakukan pengecekan kualitas dan mutu bahan baku produksi.
2. Melakukan pengendalian kelancaran dan kebersihan proses produksi.
3. Melakukan pengujian terhadap hasil produksi yang siap dijual dan dipasarkan.
F. Kepala Pembelian
1. Mengkoordinasi seluruh pembelian yang berhubungan dengan proses produksi dan operasional perusahaan.
2. Mencari supplier yang mampu memasok bahan baku yang terbagus dan sesuai dengan anggaran perusahaan.
3. Memberi laporan pembelian perusahaan kepada direktur.
G. Kepala Kendaraan
1. Memberi laporan pembelian peralatan dan perlengkapan yang berhubungan dengan transportasi perusahaan.
2. Mengkontrol dan merawat seluruh alat transportasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.
H. Bagian Sales dan Penjualan
1. Melakukan penjualan produk kepada agen dan pelanggan.
2. Melakukan perluasan pasar ke daerah-daerah diluar perusahaan.
3. Mengkontrol ketersediaan produk di distributor.
I. Bagian Pengawas Produksi
1. Membuat suatu progam kerja dalam kegiatan pada perusahaan.
2. Mengawasi kegiatan produksi
3. Melakukan pengawasan terhadap sumber daya manusia yang ada di perusahaan.
4. Membuat laporan dan evaluasi dari kegiatan kerja.
J. Bagian Tehknik
1. Mengkoordinir secara langsung, mencatat, dan megevaluai kegiatan produksi pada bagian tehknik.
2. Mengecek dan melaporkan kepada Kepala Bagian Produksi apabila ada perbaikan dan perawatan pada mesin-mesin produksi.
3. Mengontrol dan mengevaluasi kegiatan yang menyangkut perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasaran perusahaan.
K. Bagian Keamanan
1. Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan perusahaan.
2. Menjaga ketentraman dan kenyamanan para pekerja di perusahaan.
3. Membuat progam kerja pengawasan secara terperinci dalam setiap kegiatan dalam keamanan dan ketertiban perusahaan.
4. Mengawasi proses pengeringan mie pada oven yang masih berlanjut ketika waktu kerja bagian produksi sudah selesai.
5. Mencatat setiap pengunjung datang.
6. Mencatat keluar masuk kendaraan perusahaan baik yang bersifat pribadi maupun kendaraan pengiriman barang dalam suatu laporan pembukuan sebagai bahan pertimbangan laporan terhadap pimpinan perusahaan.
7. Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dari segala tindakan yang dapat merugikan perusahaan.
Di PT. Wijaya Panca Sentosa Food, tidak terdapat pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dalam pekerjaannya. Motivasi, kejujuran, dan tanggung jawab dalam bekerja merupakan modal utama bagi pekerja untuk bekerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Para pekerja mendapatkan instruksi secara lisan dari pimpinan mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan serta untuk bagian tenaga kerja produksi diberi arahan singkat mengenai penggunaan mesin-mesin yang ada di perusahaaan serta mendapatkan beberapa pengawasan yang dilakukan oleh Bagian pengawas produksi dan Kepala Produksi. Wakil Direktur pun turut serta dalam proses pengawasan karyawan di kantor agar pekerjaan yang dikerjakan sesuai dengan instruksi yang diberikan pimpinan sehingga dapat disebut keputusan berada pada tingkat organisasi atau sentralisasi.
Pada organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food, tidak terdapat dokumen tertulis yang berisi mengenai tugas, tanggung jawab, wewenang, dan jam kerja.
Karyawan dan tenaga kerja hanya mendapatkan instruksi secara lisan dari pimpinan perusahaan yang disalurkan melalui Kepala-kepala bagian dari masing-
masing pekerjaan di perusahaan. Instruksi tersebut harus dilakukan sebaik- baiknya oleh seluruh pekerja di perusahaan. Sehingga tidak dibutuhkanya peraturan tertulis, melainkan menggunakan peraturan secara lisan yang secara terus menerus sehingga tanpa peraturan tertulis karyawan dan tenaga kerja sudah mengetahuinya.
Menurut teori Richard L. Daft (2006, p.358) strategi organisasi sebagai rencana umum dari tindakan umum yang ditujukan untuk mencapai tujan jangka panjang perusahaan. Strategi organisasi terdiri dari tujuan organisasi, visi dan misi, serta rencana organisasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka PT. Wijaya Panca Sentosa Food tidak memiliki strategi organisasi . Fakta di lapangan, hanya terdapat tujuan organisasi saja. Sedangkan visi misi dan rencana organisasi belum dimiliki oleh PT. Wijaya Panca Sentosa Food.
Berdasarkan terori struktur organisasi menurut Richard L. Daft, struktur organisasi memiliki beberapa unsur yang terdiri dari spesialisasi kerja, rantai komando, rentang manajemen, sentralisasi atau desentralisasi, formalisasi, dan departementalisasi. Struktur yang merupakan kerangka kerja dimana dapat dilihat pembagian tugas dan pemanfaatan sumber daya. PT. Wijaya Panca Sentosa Food telah memiliki struktur organisasi yang digambar di papan tulis dan diletakan di ruang kerja karyawan. Spesialisasi kerja dibagi berdasarkan jenis pekerjaan yang ada di perusahaan. Sedangkan rentang manajemenya termasuk tinggi karena dapat dilihat dengan hierarki yang besar serta menggunakan sistem sentralisasi atau keputusan tertinggi berada pada tingkat atas organisasi. Rantai komando yang digunakan hanya berupa instruksi secara lisan dari pimpinan sehingga tidak diketemukannya formalisasi sebagai dokumentasi tertulis yang digunakan untuk mengarahkan dan mengontrol karyawan dalam pembagian tugas,wewenang, dan tanggung jawab. Departementalisasi pada PT. Wijaya Panca Sentosa Food menggunakan pendekatan struktur organisasi fungsional dengan pembagian karyawan dikelompokan bersama di departemen menurut keahlian dan aktifitas perusahaan. Namun beberapa jabatan masih dirangkap oleh orang yang sama.
Wakil direktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food juga merangkap sebagai kepala keuangan yang mengatur dan mengontrol arus kas perusahaan.
4.2.2. Pembahasan
Tanpa didukung oleh sebuah strategi perusahaan, maka struktur organisasi tidak dapat berjalan dengan baik. PT. Wijaya Panca Sentosa Food tidak memiliki visi dan misi perusahaan sebagai strategi perusahaan sehingga perusahaan tidak mengetahui arah dan tujuan kedepannya perusahaan. Jadi struktur organisasi tidak dapat dioptimalkan tanpa adanya strategi yang ditetapkan. Agar terjadi keselarasan antara dimensi strategi dan struktur, maka perlu adanya penetapan visi dan misi perusahaan sehingga kebijakan pada struktur organisasi dapat saling terkait dan saling mendukung dengan strategi perusahaan. Serta perlu adanya formalisasi dalam penetapan strategi dan struktur dengan tujuan mempermudah untuk mengetahui dan mengontrol jalanya perusahaan sesuai dengan penetapan strategi dan struktur yang ditentukan.
4.3. Analisa dan pembahasan koordinasi dan integrasi pekerjaan 4.3.1. Analisa
Proses koordinasi antar unit dalam organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food dimulai dari Direktur Perusahaan yang memberikan beberapa arahan dan gambaran kepada kepala bagian atau manajer-manajer di seluruh divisi-divisi perusahaan mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan sesuai dengan arahan yang diberikan. Kemudian kepala-kepala bagian tersebut bersama divisinya mengadakan rapat untuk mendiskusikan arahan yang diberikan oleh Direktur untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan suatu masalah. Meskipun tidak terdapat standar prosedur operasional perusahaan, namun seluruh karyawan dan tenaga kerja dituntut untuk bekerja dengan optimal sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Direktur. Seiring dengan berjalannya waktu, arahan tersebut sudah tertanam dalam setiap karyawan dan tenaga kerja sehingga permasalahan yang ada didalam organisasi dapat diminimalisasi serta menciptakan peran-peran oleh masing-masing karyawan dan tenaga kerja dalam organisasi untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasi.
Apabila muncul permasalahan yang ada dalam proses produksi dan operasional perusahaan, maka kepala-kepala bagian dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut sehingga proses produksi dan operasional dapat
berjalan dengan baik. Proses penanganan masalah tersebut dilakukan dengan melihat permasalahan yang muncul. Apabila masalah yang muncul dirasa mampu untuk diselesaikan oleh manajer, maka permasalahan tersebut tidak perlu sampai ke Direktur, namun Direktur tetap mendapatkan laporan mengenai permasalahan yang muncul serta penanganan yang dilakukan sehingga dapat menjadi pertimbangan oleh Direktur Perusahaan untuk menentukan kebijakan-kebijakan kedepannya agar tidak muncul permasalahan yang dapat mengganggu proses produksi dan operasional perusahaan. Sedangkan permasalahan yang tidak mampu diselesaikan oleh manajer, maka permasalahan tersebut langsung ditangani oleh Direktur Perusahaan kemudian Direktur Perusahaan memberikan arahan mengenai solusi yang harus dilakukan serta melakukan perubahan kebijakan agar permasalahan yang sama tidak muncul kembali.
Permasalahan yang sering muncul dalam proses produksi dan operasional perusahaan adalah masalah kedisiplinan karyawan, keterlambatan produksi, dan hasil produksi yang tidak sesuai dengan standar perusahaan. Hal ini disebabkan karena tenaga kerja yang dipekerjakan secara harian sehingga apabila terdapat pekerja yang tidak masuk bekerja, maka akan berdampak terhadap proses produksi yang dilakukan. Kendala tersebut menyebabkan tenaga kerja yang lain dituntut untuk saling mengisi kekosongan yang terjadi serta mengerjakan tugas dan tanggung jawab dari tenaga kerja yang tidak masuk bekerja. Berawal dari permasalahan kecil mengenai kedisiplinan karyawan membuat proses produksi tidak berjalan dengan baik dan maksimal. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kepala Personalia dan Kepala Produksi bekerja sama dan saling berkoordinasi untuk mengawasi dan mencegah ketidakdisiplinan dari tenaga kerja harian.
Dalam proses organisasi di perusahaan ini, sering terjadi silang pendapat dalam pengambilan keputusan dan penanganan masalah. Silang pendapat ini dapat memicu konflik yang dapat berdampak pada kinerja perusahaan. Namun melalui perbedaan pendapat ini, seluruh karyawan dan tenaga kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food selalu mengutamakan sistem musyawarah dalam mengatasi masalah yang ada. Permasalahan dan kendala yang ada di lapangan dilaporkan ke pada Kepala Personalia dan Kepala Produksi untuk dirundingkan terlebih dahulu penyelesaian masalahnya. Namun apabila tidak terjadi kesepakatan oleh kedua
Kepala ini, maka akan diadakan rapat dengan Direktur perusahaan untuk membahas permasalahan dan kendala yang ada sehingga tidak menimbulkan konflik. PT. Wijaya Panca Sentosa Food yang merupakan perusahaan keluarga dan sudah berdiri selama 40 tahun membuat tidak adanya faktor politik yang mempengaruhi proses organisasi. Dalam posisi manajemen di perusahaan, Direktur mengambil kebijakan untuk mengisi jabatan-jabatan di perusahaan dengan orang kepercayaan serta keluarga sehingga lebih bisa bekerja sama untuk memajukan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Beberapa perubahan di organisasi juga pernah terjadi untuk mengikuti perkembangan jaman yang ada.
Contohnya perubahan status badan hukum perusahaan yang semula berbentuk CV menjadi PT. Perubahan dalam penggunaan teknologi proses produksi dilakukan agar hasil produksi lebih maksimal. Dalam struktur perusahaanpun juga mengalami perubahan dengan penambahan bagian-bagian baru untuk mendukung bagian yang sudah ada agar pekerjaan menjadi lebih ringan dan lebih maksimal.
Perubahan tersebut diterapkan oleh direktur dan harus diikuti oleh seluruh karyawan di PT. Wijaya Panca Sentosa Food.
Proses produksi yang dilakukan PT. Wijaya Panca Sentosa food termasuk proses produksi terus menerus (Continous Process). Hal ini karena proses produksinya berlangsung secara terus menerus dan peralatan produksi yang digunakan disusun sesuai dengan urut-urutan menghasilkan produk tersebut.
Dalam produksinya, PT.Wijaya Panca Sentosa Food memiliki kebijakan untuk selalu memproduksi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Target tersebut dibuat agar PT. Wijaya Panca Sentosa Food memilki stock mie kering yang akan dijual di pasaran serta sebagai tolak ukur bagian produksi untuk menilai kinerja pada bagian Produksi. Prosedur proses produksi mie kering adalah sebagai berikut :
1. Pengecekan bahan-bahan utama dan bahan pembantu oleh Bagian Pengawas Produksi, kemudian hasil pengecekan tersebut
2. Melaporkan hasil pengecekan kepada Kepala Produksi untuk disusun menjadi sebuah laporan stock bahan yang siap untuk digunakan sebagai bahan produksi mie
3. Apabila bahan utama dan bahan pembantu tidak mencukupi untuk memproduksi mie sesuai dengan target yang ditetapkan oleh perusahaan, maka Kepala Produksi akan memberikan laporan kepada bagian Pembelian untuk membeli bahan baku pembuatan mie dengan persetujuan oleh Direktur perusahaan.
4. Pembelian bahan baku pembuatan mie kering sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
5. Bagian produksi perusahaan memproduksi mie sesuai dengan target yang ditetapkan oleh perusahaan dengan menggunakan bahan baku yang telah disediakan.
Untuk membuat produknya, PT. Wijaya Panca Sentosa Food membutuhkan bahan utama yaitu tepung terigu, telur, air, dan garam. Tepung terigu adalah bahan dasar dalam pembutan mie, faktor yang mempengaruhi tepung terigu adalah kandungan glutennya. PT. Wijaya Panca Sentosa Food menggunakan tepung terigu yang dipasok dari Bogasari dengan merek Kereta Kencana, tepung ini berjenis hard weat dengan kandungan protein yang tinggi serta kandungan mineral dan vitamin yang cukup. Tingginya protein yang terkandung menjadikan sifatnya mudah dicampur, daya serap airnya tinggi, elastis dan mudah digiling sehingga cocok untuk bahan pembuatan mie. Telur dipasok dari pasar Taman, selain karena lokasinya yang dekat dengan perusahaan, telur ini dianggap mempunyai kualitas yang bagus karena sudah tepilih dari supplier tersebut. Kuning telur merupakan pengemulsi yang baik yang bersifat mengembangkan adonan. Air yang digunakan berasal dari air PDAM, air ini berfungsi sebagai medai reaksi antara gluten dan karbohidrat, melarutkan bahan utama maupun bahan tambahan, dan membentuk sifat kenyal gluten. Sedangkan garam diambil dari supplier dari Kalianak. Penambahan garam ini berfungsi untuk memberi rasa, mengikat protein, memperkokoh tekstur mie, mencegah pertumbuhan bakteri yang merugikan dan membantu mengikat gluten dalam bentuk adonan.
Selain bahan utama, terdapat juga bahan pembantu yang mendukung proses produksi mie kering. Bahan pembantu adalah bahan-bahan selain bahan
baku, yang ditambahkan untuk membantu terlaksananya proses sehingga didapatkan produk yang sesuai dengan yang diharapkan. Bahan pembantu yang ditambahkan dalam pembuatan mie telor adalah kalium karbonat, natrium karbonat dan riboflavin. PT. Wijaya Panca Sentosa Food selalu disuplai oleh PT.
Aneka Kimia Industri Surabaya untuk kebutuhan bahan-bahan tersebut. Fungsi kalium karbonat untuk meningkatkan kekenyalan, riboflavin sebagai pewarna mie sedangkan natrium karbonat untuk meningkatkan kehalusan terkstur mie.
Setelah mie kering diproduksi, maka akan dilakukan proses pengemasan mie kering. Pengemasan pada mie telor dilakukan dengan cara terlebih dahulu memeriksa mie telor, apabila bentuk, berat, dan warna sudah sesuai dengan standar, maka mie langsung dimasukkan kedalam plastik dan kemasan ditutup dengan sealer. Adapun terdapat dua jenis pengemas yang digunakan yaitu pengemas primer dan pengemas sekunder. Pengemas primer adalah bahan pengemas yang langsung kontak dengan produk. Fungsi pengemas primer adalah untuk melindungi produk dari kontak luar serta memberikan informasi kepada konsumen tentang komposisi mie, cara pemasakan, tanggal kadaluarsa, dan produsen PT. Wijaya Panca Sentosa Food menggunakan kemasan plastik berbahan polypropilena (PP) dan polyester (PET) untuk mengemas mie telor.
Bahan pengemas tersebut berupa kemasan plastik, jadi sudah berlabel yang disuplai oleh PT. Simo Pandu Plastik (PT. Simpatik). Sedangkan pengemas sekunder adalah pengemas yang tidak kontak langsung dengan produk. Fungsi pengemas sekunder adalah untuk melindungi kemasan primer, memudahkan pada saaat pendistribusian dilakukan, serta memberikan informasi pada konsumen tentang jumlah dan kondisi produk (kuantitas dan kualitas). Bahan pengemas ini terbuat dari bahan box karton.
Melalui bahan baku dan prosedur proses produksi tersebut, maka bahan baku dapat diolah dan diproduksi menjadi mie kering. Proses produksi mie telor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Pencampuran
Tahap awal dalam pembuatan mie adalah pencampuran tepung terigu, garam, dan air kemudian dimasukan ke dalam mesin pengaduk. Tujuan pencampuran ini untuk membentuk adonan yang cukup kadar air dan mempunyai
struktur gluten yang dapat membentuk lembaran adonan yang baik pada proses pengepresan nantinya. Sekali proses produksi diperlukan tepung terigu ± 2500kg, telur ayam, garam, dan air secukupnya. Air yang diberikan tidak boleh terlalu banyak karena adonan akan lembek dan tidak boleh terlalu sedikit karena adonan akan mudah patah. Setelah bahan-bahan mie telor dimasukan ke dalam mesin pengaduk (mixer), maka langkah selanjutnya diaduk sampai menjadi adonan yang merata, lama proses ini kira-kira 10 sampai 15 menit dengan suhu 40-50 derajat celcius. Adonan yang terbentuk diharapkan lunak, halus, dan elastis. Lamanya waktu pengadukan menyebabkan adonan yang dihasilkan bersuhu tinggi sedangkan jika terlalu cepat maka adonan kurang homogen. Setelah proses pencampuran terpenuhi, maka adonan akan dimasukan dalam mesin feeder yang terletak di bawahnya yang merupakan satu rangkaian dengan mesin press.
b. Pemipihan
Setelah adonan menjadi merata, campuran tersebut dimasukan ke dalam mesin roll press. Tujuan pengepresan adalah untuk membentuk struktur gluten dengan arah yang sama secara merata sehingga lembaran adonan menjadi lembut dan elastis. Pada mesin roll press, adonan akan dibentuk menjadi lembaran- lembaran, dimana pada proses ini serat-serat gluten akan menjadi halus. Dengan melalui lima rangkaian mesin roll press yang tekanan roller-nya sudah diatur sedemikian rupa, akhirnya adonan akan membentuk lembaran yang halus, elastis, dan mempunyai lebar untaian 2-3 cm dengan ketebalan 1 mm.
c. Pemotongan
Proses pemotongan adalah suatu proses memotong lembaran adonan menjadi untaian mie yang panjang. Setelah melalui pemasakan awal, selanjutnya dipotong-potong secara melintang dengan panjang sekitar 20-30cm. Pemotongan bertujuan untuk membentuk mie dalam jumlah yang sesuai dengan standar dan membentuk morfologi mie.
d. Pengukusan
Untaian mie yang dihasilkan dari mesin roll press selanjutnya dimasukan ke dalam oven pengukus (konveyor) selama 1-2 menit dengan suhu 90-100º C.
Setelah keluar dari oven pengukus, untaian mie menjadi setengah matang dan tampak berwarna kuning pucat. Pada proses awal permukaan mie akan mengalami
pembasahan sehingga mie masih mudah putus namun pada tahap selanjutnya mie mengalami gelatinisasi melalui penyerapan panas dalam mie sehingga dihasilkan mie yang agak lentur. Tujuan pengukusan ini untuk memasak mie dengan sifat solid (kematangan mie yang baik), mempercepat proses rehidrasi atau pemasakan mie pada saat akan dikonsumsi serta mendapatkan mie yang tergelatinisasi sempurna sehingga menghasilkan mie bertekstur empuk dan elastis.
e. Pencetakan
Mie yang sudah dikukus didiamkan sebentar kemudian ditimbang dengan timbangan kecil seberat 100 gram. Setelah ditimbang, dimasukan ke dalam cetakan kemudian ditekan dengan balok penekan supaya pada waktu mie mengembang, mie masih dalam cetakan. Cetakan-cetakan dimasukan dalam rak oven, satu rak oven bisa berisi ± 150 cetakan. Pencetakan ini bertujuan untuk membentuk mie sesuai dengan standar berat dan ukuran yang sudah ditetapkan pada produk mie telor.
f. Pengeringan
Mie yang telah dicetak-cetak tersebut kemudia dioven selama ± 5 jam pada suhu 77-80º C. Satu oven dalam tiap kali proses bisa memuat 1500 cetakan mie. Pada prinsipnya, pengeringan ini yaitu mengeringkan mie dengan memberikan suhu panas sehingga kandungan air dalam mie akan menguap dan mie menjadi kering. Tujuan proses ini adalah untuk mengurangi kadar air dari mie, pemantapan pati yang tergelatinisasi dan membentuk mie kering yang renyah.
g. Pengemasan
Tujuan pengemasan adalah untuk menghindari kerusakan produk secara fisik dan biologis serta untuk menjamin keamanan produk selama pengangkutan dan penyimpanan sehingga dapat sampai ke konsumen dalam kondisi bagus.
Setelah 5 jam, kemudian mie tersebut dikemas dengan kemasan plastik dan siap untuk dipasarkan.
Selain prosedur proses produksi mie, di dalam PT. Wijaya Panca Sentosa Food juga terdapat prosedur pemesanan mie kering oleh konsumen. Prosedur pemesanan mie kering adalah sebagai berikut :
1. Pembeli melakukan pemesanan kepada bagian penjualan perusahaan.
2. Bagian penjualan memberikan laporan pesanan kepada Direktur perusahaan untuk dianalisa diterima atau tidaknya pesanan tersebut.
3. Setelah pesanan tersebut disetujui oleh Direktur perusahaan, maka bagian penjualan akan mengadakan rapat dengan bagian produksi untuk menentukan lama proses produksi mie tersebut untuk dikonfirmasikan kepada pembeli.
4. Proses produksi dilakukan sesuai dengan pesanan pembeli dan dengan batas waktu yang telah ditentukan.
Berdarkan teori proses organisasi menurut Hasibuan (2006, p.85), koordinasi menjadi bagian dari beberapa unsur sebagai pembentuk proses organisasi. Unsur tersebut antara lain : koordinasi, pengambilan keputusan, konflik, politik, dan perubahan. Koordinasi adalah tindakan seorang pimpinan untuk mengusahakan terjadinya keselarasan, antara tugas dan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan. Koordinasi pada PT. Wijaya Panca Sentosa Food berupa instruksi secara lisan dari pimpinan kemudian diberikan kepada kepala- kepala bagian kemudian kepala bagian akan mengkoordinasi bawahannya untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan instruksi lisan dari pimpinan dengan sebaik- baiknya. Koordinasi tersebut bertujuan untuk mengarahkan karyawan dan tenaga kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food untuk bekerja sesuai dengan prosedur yang ada demi mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan agar terjadi keselarasan antara tujuan dan proses organisasi. Formalisasi pada proses koordinasi tidak dapat ditemukan pada proses organisasi karena PT. Wijaya Panca Sentosa Food tidak memiliki SOP ( standar operasional prosedur) perusahaan dalam bentuk dokumen-dokumen tertulis. Proses organisasi pada PT. Wijaya Panca Sentosa Food belum sesuai dengan teori mengenai proses organisasi.
4.3.2. Pembahasan
Di PT. Wijaya Panca Sentosa Food sudah terdapat koordinasi untuk menyelaraskan kegiatan persusahaan agar dapat mencapai target yang ditetapkan.
Koordinasi hanya berdasarkan instruksi lisan dari pimpinan . Namun tidak
terdapat formalisasi dalam proses organisasi perusahaan. Tanpa adanya formalisasi dalam standar operasional prosedur perusahaan, proses koordinasi dalam organisasi tidak bisa berjalan dengan maksimal karena hanya sebatas dari arahan secara lisan dari pimpinan saja. Arahan secara lisan memiliki kelemahan yaitu karyawan dan tenaga kerja mudah untuk melupakan arahan yang diberikan oleh pimpinan. Apabila terdapat standar operasional perusahaan yang tertulis serta koordinasi yang terformalisasi, maka proses organisasi dapat berjalan dengan baik dan saling terkait dengan kebijakan-kebijakan perusahaan serta dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
4.4. Analisa dan pembahasan pemilihan dan penempatan sumber daya manusia
4.4.1. Analisa
PT. Wijaya Panca Sentosa Food merupakan industri skala besar dengan tenaga kerja sejumlah 357 orang. Tenaga kerja ini merupakan salah satu faktor produksi yang berperan penting dalam proses produksi. Kuantitas serta kualitas pekerja juga menjadi penentu kelancaran proses produksi selain faktor produksi yang lain. Sebagian besar (90%) tenaga kerja yang dipekerjakan adalah wanita.
Tenaga kerja wanita tersebut menangani seluruh proses produksi dan manajemen di kantor. Hal ini mempertimbangkan bahwa wanita lebih cermat dan teliti dalam menangani proses produksi maupun masalah perkantoran. Sedangakan sisanya atau 10% adalah tenaga kerja pria yang ditempatkan di bagian pengawasan dan perawatan mesin, pengangkutan dan distribusi maupun bagian keamanan. Dalam mengelola tenaga kerja yang besar tersebut, PT. Wijaya Panca Sentosa Food selalu mengutamakan kemampuan dan tanggung jawab tenaga kerja terhadap tugas yang ditentukan. Apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan, maka akan mendapatkan surat peringatan supaya kesalahan yang terjadi tidak terulang kembali dan merubah kinerja yang dapat dilihat dalam kesesuaian dan ketepatan hasil produksi.
Adanya jumlah tenaga kerja yang besar di perusahaan mempertimbangkan pesanan yang cukup banyak sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. Untuk kebijakan penambahan jumlah
tenaga kerja, Direktur perusahaan memberikan wewenang kepada manajer personalia untuk mencari karyawan yang sesuai untuk digunakan sebagai tenaga kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food melalui pemasangan pengumuman lowongan pekerjaan yang diletakan di depan pintu pagar Kantor PT. Wijaya Panca Sentosa Food dengan tujuan untuk menjaring tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar pabrik sehingga taraf hidup masyarakat dapat meningkat serta meningkatkan rasa kekeluargaan untuk bekerja sama memajukan perusahaan mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Lowongan tersebut digunakan untuk mencari kekosongan kebutuhan tenaga yang berhubungan langsung dengan proses produksi dan pengemasan. Sedangkan apabila terjadi kekosongan dalam level middle management, maka direktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food menentukan kebijakan dalam sistem perekrutan karyawan dengan mencari calon karyawan yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sumber perekrutan tersebut diperoleh melalui teman, kenalan, kerabat, dan saudara dari direktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food maupun manager-manager di PT. Wijaya Panca Sentosa Food sehingga sudah terjalin ikatan dan kepercayaan yang bermanfaat dalam proses-proses operasional. Hal itu diharapkan dapat memacu kinerja organisasi untuk dapat mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Namun, untuk bekerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food, calon-calon karyawan tersebut harus mampu melewati beberapa kualifikasi yang ditentukan oleh Direktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Kebijakan kualifikasi dalam proses penyeleksian calon karyawan tersebut dibedakan berdasarkan kebutuhan perusahaan. Untuk kualifikasi utama pada tenaga kerja yang berhubungan dengan proses produksi adalah pendidikan terakhir minimal harus lulus SMA. Kemudian proses penyeleksian selanjutnya akan dilihat berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh Kepala Personalia PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Dari hasil wawancara tersebut, Kepala Personalia lebih menekankan kepada semangat dan motivasi dari calon karyawan serta kejujuran dan sikap dari calon karyawan.
Setelah itu Kepala Personalia memberikan daftar calon karyawan yang memenuhi syarat untuk bekerja sebagai karyawan di PT. Wijaya Panca Sentosa Food untuk diwawancara kembali oleh Direktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food sebagai ujian
terakhir bagi calon-calon karyawan pilihan Kepala Personalia. Berbeda dengan penyeleksian karyawan yang akan bekerja sebagai manajer atau kepala bagian, pengawas serta bagian penjualan ,persyaratan yang harus dilalui adalah lulusan S1 dengan IPK minimal 3.00, pengalaman bekerja minimal 1 tahun, serta dilakukan interview yang akan dilakukan oleh Kepala Personalia dan Direktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Proses seleksi untuk bagian ini lebih diperketat karena tanggung jawab yang nantinya akan diberikan harus dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan kritetia kebutuhan perusahaan.
Karena penggunaan teknologi mesin dalam proses produksi, maka proses produksi tidak membutuhkan ketrampilan khusus sebagai persyaratan bagi calon karyawan yang ingin bekerja sebagai tenaga kerja bagian produksi dan pengemasan. Calon karyawan hanya diberikan pengarahan dan pengenalan mengenai cara menggunakan mesin, tanggung jawab, dan tugas yang harus dijalankan. Pengarahan dan pengenalan tersebut dilakukan oleh Kepala Pengawas Poduksi agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada sehingga kesalahan-kelasahan yang timbul dapat diminimalisasi. Di dalam PT. Wijaya Panca Sentosa Food, sistem penilaian karyawan dilakukan oleh Pengawas Produksi yang mengawasi seluruh proses produksi. Penilaian tersebut berdasarkan ketrampilan dan kesesuaian pekerjaan dengan standar perusahaaan. Tenaga kerja yang mengalami peningkatan kinerja akan tetap dipakai sebagai karyawan di PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Apabila terjadi kesalahan-kesalahan, maka pengawas akan memberikan surat peringatan untuk tidak mengulangi kesalahan serta memperbaiki kinerja. Jika surat peringatan tersebut telah mencapai tiga kali, maka Direktur PT. Wijaya Sentosa Food memiliki kebijakan untuk tidak menggunakan tenaga kerja tersebut atas laporan yang diberikan oleh Kepala Personalia dan Pengawas Produksi.
Jumlah hari kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food adalah enam hari kerja selama satu minggu. Hal ini berlaku untuk semua jenis pekerjaan. Namun untuk jam kerja terdapat sedikit perbedaaan, karena perusahaan mempertimbangkan keseimbangan mesin yang terjadi dan perlunya penanganan yang lebih cepat pada proses produksi sehingga untuk tenaga kerja produksi terdapat tiga pilihan masuk kerja. Sedangkan untuk tenaga kerja tak langsung atau
bagian kantor masuk kerja pada pilihan kedua. Pilihan jam kerja tersebut dapat dilihat pada tabel :
Pilihan Hari Kerja Istirahat I Senin-Jumat
Sabtu
07.00-15.00 07.00-12.00
11.00-12.00
II Senin-Jumat Sabtu
08.00-16.00 07.00-12.00
12.00-13.00
III Senin-Jumat Sabtu
06.00-14.00 06.00-11.00
10.00-11.00
Tabel 4.1 Jam kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food Sumber : PT. Wijaya Panca Sentosa Food (2013)
Jam kerja ini tidak berlaku untuk bagian keamanan. Satpam bekerja mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Terdapat dua shift yaitu pagi sampai sore dan sore sampai pagi berkutnya yakni pukul 18.00-06.00 WIB. Pada hari minggu satpam juga harus bertugas untuk menjaga dan mengawasi keamanan seluruh bangunan perusahaan. Sedangan pada saat ada tambahan pesanan yang mengakibatkan lembur pada bagian proses produksi, jam kerjanya ditambah sebanyak dua jam sehingga berakhir pada pukul 17.00 WIB. Penentuan kebijakan jam kerja ini dilakukan agar proses produksi dan operasional dapat berjalan dengan baik.
Tenaga kerja yang yang menggunakan pilihan III dalam bekerja adalah tenaga kerja yang berhubungan dengan mesin untuk produksi mie dan bagian tehnik mesin. Kebijakan ini bertujuan agar mesin yang akan digunakan sudah dipersiapkan lebih awal sebelum tenaga kerja bagian produksi masuk bekerja dan menggunakan mesin tersebut. Jadi waktu kerja dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Selain itu, kebijakan ini juga sebagai antisipasi apabila terjadi kerusakan pada mesin karena selalu dicek sebelum memulai produksi sehingga memudahkan untuk memperbaiki kerusakan yang ada apabila muncul kerusakan.
Sumber daya manusia merupakan seluruh orang yang terlibat yang bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, sumber daya perlu dikelola dan direncanakan dengan baik. Menurut teori Richard L. Daft
manusia terdiri dari perekrutan, pemilihan serta pelatihan dan pengembangan.
Selain itu, sumber daya manusia perlu dievaluasi untuk mengetahui kesesuaian kinerja dengan standar perusahaan. PT. Wijaya Panca Sentosa Food memiliki sistim perekrutan eksternal dengan cara memasang lowongan pekerjaan di depan pintu pagar pabrik untuk mengisi kebutuhan karaywan pada bagian-bagian tertentu dengan berbagai macam kriteria dan persyaratan untuk penyeleksian calon karyawan sehingga dapat ditemukan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, karyawan selalu diawasi oleh bagian pengawas agar kinerja karyawan tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Pengawasan tersebut bertujuan sebagai evaluasi kinerja karyawan. Menurut Hasibuan (2002, p.29), untuk terwujudnya pengorganisasian sumber daya manusia, diperlukan formalisasi di dalam sebuah organisasi melalui pembagian tugas atau pekerjaan. Realita di lapangan mengenai formalisasi pembagian tugas atau job description tidak nampak, namun terdapat fomalisasi mengenai peraturan perusahaan yang berisi tentang kewajiban pekerja, penempatan dan pemindahan pekerja, hari dan jam kerja, kerja lembur, serta tata tertib dan kewajiban karyawan. Peraturan perusahaan tersebut dibuat untuk meningkatkan kinerja karyawan serta mengurangi ketidak disiplinan yang sering muncul dari karyawan. Anallisa pada PT. Wijaya Panca Sentosa Food memiliki kesesuaian dan keterkaitan dengan teori sumber daya manusia oleh Richard L.
Daft (2006, p.156-170).
4.4.2. Pembahasan
Pemilihan dan penempatan tenaga kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food berdasarkan kebutuhan dari masing-masing aktifitas perusahaan. Kebijakan- kebijakan yang mengatur sumber daya manusia di PT. Wijaya Panca Sentosa Food dapat memacu perkembangan dari perusahaan karena terdapat beberapa kebijakan mengenai sistem perekrutan sumber daya manusia dan pemilihan sumber daya manusia serta peraturan perusahaan yang terformalisasi untuk mengenai ketenagakerjaan. Namun untuk mengembangkan sumber daya manusia, belum adanya sistem pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia. Hal ini disebabkan karena jenis
pekerjaan di PT. Wijaya Panca Sentosa Food tidak membutuhkan keahlian khusus. Hanya dibutuhkan ketrampilan dan keuletan dalam bekerja yang menjadi tolak ukur dalam penilaian kerja perusahaan. Dengan kebijakan-kebijakan tersebut, sumber daya manusia dapat ditempatkan di bagian produksi dan operasional perusahaan untuk dapat menunjang kebijakan-kebijakan yang lain.
4.5. Analisa dan pembahasan sistem pengukuran dan pemberian reward 4.5.1. Analisa
PT. Wijaya Panca Sentosa Food memberikan upah sebagai balas jasa atas pekerjaan yang diberikan pada karyawan borongan dan harian, sedangkan gaji merupakan balas jasa atas pekerjaan atau pikiran yang telah diberikan untuk kepentingan perusahaan dan biasanya diberikan setiap satu bulan sekali. PT.
Wijaya Panca Sentosa Food menerapkan upah sesuai dengan UMR ( Upah Minimum Regional) yaitu sebesar Rp. 1.720.000,-. Peningkatan upah pegawai berdasarkan lama kerja yakni setiap selama dua tahun dan kelipatannya, upah pegawai mengalami penambahan sebesar Rp. 5000,-. Upah ini berlaku untuk semua tenaga kerja baik tenaga kerja langsung maupun tenaga kerja tak langsung.
Namun tenaga kerja produksi, kenaikan upah terjadi setiap tahun dan akan berhenti pada tahun kelima. Maksimal bonus yang didapatkan adalah sebesar Rp 50.000,-. Sistem pembayaran upah atau gaji dibagi menjadi dua yaitu :
1. Tenaga Kerja Bulanan
Tenaga kerja bulanan termasuk para staff, manajerial, pengawasan, supir (bagian distribusi), dan satpam. Sistem pembayaran dilakukan satu bulan sekali pada awal bulan.
2. Tenaga Kerja Harian Tetap
Tenaga kerja yang temasuk golongan ini adalah tenaga kerja bagian produksi. Sistem pembayaranya dilakukan satu minggu sekali pada hari Sabtu.
Khusus untuk tenaga kerja proses produksi terdapat bonus setiap bulannya sebesar Rp 20.000,- apabila setiap bulan dapat bekerja secara penuh dan tidak pernah absen kerja. Sedangkan apabila ada tambahan pesanan yang mengakibatkan lembur pada bagian produksi, maka akan diberikan tarif upah
lembur sesuai dengan ketentuan dari Peraturan Mentri Tenaga Kerja yaitu 1/173 x gaji pokok. Untuk jam pertama adalah 1,5 x tarif upah lembur. Untuk jam-jam berikutnya adalah 2 x tarif upah lembur. Selain itu, terdapat juga kebijakan pemberian tunjangan jabatan kepada manajer-manajer di PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Perhitungan kebijakan tersebut adalah Rp 2.500,- s/d Rp 3.000,- per hari yang akan ditambahkan di gaji bulanan yang diterima. Kebijakan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan dan loyalitas karyawan
Kebijakan Perusahaan menyangkut keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja. Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan. Kesejahteraan tenaga kerja juga dapat berpengaruh terhadap produktivitas kerja tenaga kerja yang pada akhirnya adapat mempengaruhi produktivitas perusahaan. Untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, PT. Wijaya Panca Sentosa Food berusaha mewujudkannya dalam beberapa kebijakan, antar lain :
1. Memberi kebebasan pada tenaga kerja untuk melaksanakan ibadah.
2. Memberi asuransi kesehatan dan keselamatan pada setiap tenaga kerja berupa JAMSOSTEK.
3. Menyediakan obat-obatan untuk pertolongan pertama pada kecelakaan.
4. Memberi hari libur atau cuti secara bergiliran. Terdapat tiga macam cuti yang diberikan, yaitu :
a. Cuti tahunan, sebanyak 12 hari ( termasuk Hari Raya Idul Fitri) b. Cuti bulanan, selama 2 hari (khusus wanita menstruasi)
c. Cuti hamil, selama tiga bulan (khusus wanita)
5. Memberikan tunjangan hari raya kepada setiap tenaga kerja sebesar satu bulan gaji.
6. Memberikan bingkisan hari raya setiap tenaga kerja, berupa produk mie telor.
Selain upah, gaji, dan tunjangan, kondisi kerja juga mempengaruhi kinerja karyawan. Kondisi kerja merupakan hal yang penting karena sangat berpengaruh terhadap kenyamanan para pekerja saat bekerja yang secara tidak langsung menentukan tingkat produktivitas perusahaan. Oleh karena itu perusahaan
menentukan kebijakan untuk memperhatikan kondisi kerja yang sesuai dengan keadaan pekerja agar didapatkan hasil kerja yang optimal. meliputi :
Tempat kerja merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas kerja para tenaga kerja. Kebersihan dan fasilitas yang ada di lingkungan tempat bekerja berpengaruh pada kenyamanan saat para pekerja beraktivitas.
Kondisi kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food cukup baik ditinjau dari bangunan pabrik dan ruangan kantor yang cukup luas membuat para pekerja leluasa untuk bergerak, adanya kipas angin, ventilasi dan penerangan yang cukup membuat sirkulasi udara berjalan baik sehingga baik tenaga kerja produksi maupun kantor dapat bekerja dengan nyaman. Selain itu terdapat musholla untuk beribadah dan toilet untuk menunjang kebutuhan tenaga kerja. Namun terdapat fasilitas yang dirasa kurang diperhatikan yaitu di kantin dan tempat istirahat yang cukup sehingga ketika waktu istirahat para pekerja khusunya tenaga kerja produksi banyak yang keluar dari lingkungan perusahaan untuk membeli makanan dan minuman dan membawanya ke tempat kerja. Hal ini menyebabkan kurang tertibnya lingkungan di sekitar perusahaan karena terdapat banyak sekali penjual makanan dan minuman yang menjual makanan dan minuman kepada tenaga kerja PT. Wijaya Panca Sentosa Food.
Selain kondisi kerja, beberapa keuntungan-keuntungan juga didapatkan oleh tenaga kerja di perusahaan. Setiap tenaga kerja mendapatkan seragam yang harus digunakan pada saat bekerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Seragam ini diberikan secara cuma-cuma oleh perusahaan. Kebijakan ini diterapkan dengan tujuan agar seluruh tenaga kerja selalu bekerja dengan maksimal untuk PT.
Wijaya Panca Sentosa Food serta memudahkan untuk mengenali tenaga kerja PT.
Wijaya Panca Sentosa Food di areal dan lingkungan perusahaan. Seragam juga dapat meningkatkan motivasi tenaga kerja karena dengan adanya seragam, penampilan tenaga kerja menjadi lebih rapi dalam bekerja. Selain itu, di PT.
Wijaya Panca Sentosa Food juga diadakan rekreasi bersama yang diikuti oleh seluruh tenaga kerja serta konsumsi diberikan oleh PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Hal ini bertujuan supaya tenaga kerja lebih termotivasi untuk bekerja secara maksimal setelah diberikannya rekreasi tersebut.
Menurut teori dari Mulyadi (1998, p.434) dan Richard L. Daft (2006, p.
174-179), reward berbasis kinerja mendorong kinerja dan motivasi karyawan untuk dapat memenuhi tujuan organisasi. Sistem reward yang ada dalam organisasi memiliki beberapa jenis antara lain kebijakan gaji, promosi, bonus, kompensasi, serta imbalan kerja. Kesetaraan sistem gaji di PT. Wijaya Panca Sentosa Food berdasarkan Upah Minimum Regional kota Sidoarjo. Untuk kompensasi, PT. Wijaya Panca Sentosa Food memberikan beberapa tunjangan dan cuti kerja, keselamatan kerja karyawan. Mengenai promosi, PT. Wijaya Panca Sentosa Food mengutamakan pekerja lama dengan memperhatikan prestasi, potensi, loyalitas, dan masa kerjanya. Imbalan kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food berupa liburan atau rekreasi bersama seluruh karyawan perusahaan.
Terdapat kesesuaian antara kebijakan-kebijakan sistem reward di PT. Wijaya Panca Sentosa Food dengan teori sistem reward Richard L. Daft dan Mulyadi.
4.5.2. Pembahasan
Pengukuran dan pemberian reward pada PT. Wijaya Panca Sentosa Food memacu bagi seluruh karyawan dan tenaga kerja untuk terus meningkatkan kinerjanya. Hal ini dapat dilihat dari kebijakan-kebijakan mengenai sistem pemberian gaji dan upah sesuai dengan UMR kota Sidoarjo, pemberian bonus, pemberian tunjangan-tunjangan dan kompensasi, serta pengadaan fasilitas- fasilitas untuk digunakan oleh karyawan dan tenaga kerja. Secara tidak langsung, kebijakan-kebijakan tersebut memberikan motivasi bagi karyawan dan tenaga kerja untuk terus meningkatkan kinerjanya untuk mencapai instruksi yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Sehingga, kebijakan pada reward dapat memacu kebijakan-kebijakan lain di perusahaan.
4.6. Faktor Lain Yang Mempengaruhi Desain Organisasi Perusahaan 4.6.1. Lingkungan
Kondisi perekonomian negara Indonesia yang tidak menentu dan mengalami krisis menyebabkan beberapa harga barang menajdi melambung tinggi serta terjadi kelangkaan. Meskipun dampak dari perekonomian tidak banyak dirasakan oleh PT. Wijaya Panca Sentosa Food, namun permintaan pasar pada
produk mie kering mengalami penurunan sebesar 30%. Dengan melihat penurunan ini, maka PT. Wijaya Panca Sentosa Food melakukan kebijakan efisiensi kerja agar efek yang muncul tidak mempengaruhi proses produksi dan operasional perusahaan. Kebijakan tersebut berupa penetapan harga produk PT.
Wijaya Panca Sentosa Food yang tidak mengalami kenaikan dengan tujuan agar permintaan akan mie kering tetap berjalan dengan baik melalui harga yang stabil.
Dengan kebijakan tersebut, maka seluruh karyawan PT. Wijaya Panca Sentosa Food dituntut untuk terus bekerja dengan maksimal sesuai dengan prosedur yang ada dan mengutamakan kualitas dari produk yang menjadi tolak ukur konsumen.
Selain perekonomian yang mengalami gejolak, suku bunga bank yang meningkat ternyata tidak menjadi kendala bagi PT. Wijaya Panca Sentosa Food karena perusahaan ini tidak memiliki hutang sehingga PT. Wijaya Panca Sentosa Food dapat melakukan efisiensi kerja dengan seluruh aset yang dimiliki.
4.6.2. Teknologi
Penggunaan teknologi merupakan syarat khusus bagi sebuah perusahaan untuk dapat berkembang dan mengikuti perubahan yang ada. Di PT. Wijaya Panca Sentosa Food, penerapan teknologi sudah dilakukan, namun belum 100%.
Hal ini disebabkan karena pertimbangan pekerjaan yang ada di PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Penggunaan teknologi dapat dilihat melalui penggunaan mesin- mesin yang modern untuk menunjang proses produksi mie kering. Karena penggunaan mesin yang ada sekarang sudah modern, maka penambahan mesin baru ataupun penggantian mesin tidak dilakukan. Namun tidak menutup kemungkinan apabila muncul teknolgi-teknologi baru yang dapat meningkatkan kinerja produksi lebih dari kinerja mesin yang sudah ada. Mesin-mesin yang menunjang proses produksi PT. Wijaya Panca Sentosa Food adalah mesin adukkan dan mesin pemotong.
Untuk bagian administrasi, penggunaan komputer sebagai media untuk mempermudah proses administrasi dan keuangan perusahaan digunakan oleh beberapa karyawan terutama karyawan yang terlibat langsung dengan keuangan dan administrasi. Penggunaan teknologi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Selain itu, penggunaan teknologi juga bertujuan untuk
mengawasi dan mengontrol seluruh karyawan dan tenaga kerja yang ada di perusahaan. Pemasangan CCTV di setiap gudang, pabrik, dan kantor perusahaan berguna untuk mengontrol kinerja karyawan yang malas-malasan pada saat bekerja dan untuk memantau proses produksi yang dililakukan. Pemasangan CCTV ini juga dilakukan demi keamanan linkungan PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Untuk meningkatkan tingkat disiplin dari seluruh karyawan dan tenaga kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food, maka diterapkan penggunaan alat absensi yang menggunakan sidik jari dengan tujuan untuk mengontrol absensi karyawan dan tenaga kerja yang tidak masuk, mengontrol jam masuk, serta menghilangkan titip absen yang kebanyakan dilakukan oleh beberapa tenaga kerja apabila penerapan teknologi tidak dilaksanakan.
4.6.3. Budaya
PT. Wijaya Panca Sentosa Food yang merupakan perusahaan keluarga ini selalu mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan dalam setiap aktifitas perusahaan.
Kekeluargaan ini bertujuan agar seluruh karyawan dan tenaga kerja di PT. Wijaya Panca Sentosa Food saling bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi seperti sebuah keluarga sehingga konflik dan permasalahan dapat diminimalisasi.
Pimpinan memperlakukan tenaga kerja dan karyawan seperti layaknya keluarga sehingga loyalitas karyawan dan tenaga kerja dapat terjaga
4.6.4. Life Cycle
Melihat perkembangan jaman yang dituntut untuk serba cepat dan praktis, maka produk yang diproduksi oleh PT. Wijaya Panca Sentosa Food masih dapat bertahan di pasaran melalui kemudahan konsumen dalam mengolah produk mie kering. Mie menjadi pengganti nasi yang merupakan bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan manusia. Penyajian yang mudah,praktis, dan cepat menjadikan alasan pengkonsumsian mie kering. Beberapa rumah makan dan restaurant selalu memiliki menu yang menggunakan mie sebagai bahan dasar penyajian makanan. Untuk itu, PT. Wijaya Panca Sentosa Food menyediakan beberapa varian sehingga dapat memenuhi permintaan dari pasar akan kebutuhan mie sebagai makanan pokok.
4.7. Analisa Five Star Model
Analisa Five Star model digunakan untuk menganalisis kebijakan- kebijakan yang telah diterapkan pada PT. Wijaya Panca Sentosa Food.
Berdasarkan hasil eksaminasi pada PT. Wijaya Panca Sentos Food, maka dapat dilihat bahwa terdapat beberapa dimensi dari Desain Organisasi Five Star model yang tidak saling menunjang tidak ada keterkaitan, dan tidak adanya kebijakan- kebijakan yang diterapkan. Analisa tersebut dapat dilihat melalui gambar berikut :
strategi
sdm
rewards proses
struktur
Gambar 4.2 Desain Organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food
Garis putus-putus pada gambar menunjukan bahwa tidak terdapat keselarasan dan keterkaitan antara dimensi-dimensi yang ada. Sedangkan garis tebal menunjukan bahwa ada keterkaitan antar dimensi untuk saling menunjang terjadinya keselarasan.
Dalam dimensi strategi, tidak diketemukanya penentuan visi misi yang jelas dan terformalisasi sehingga proses organisasi tidak berjalan dengan baik karena hanya sebatas instruksi secara lisan yang dilakukan oleh Direktur perusahaan. Tanpa adanya penetapan visi dan misi perusahaan, maka seluruh karyawan dan tenaga kerja tidak akan mengetahui maksud dan arah tujuan yang akan dilakukan dalam aktifitas perusahaan. Sehingga dimensi strategi yang ada pada PT. Wijaya Panca Sentosa Food tidak terdapat keselarasan dan tidak menunjang kebijakan-kebijakan pada dimensi-dimensi yang lain.
Dimensi Struktur PT. Wijaya Panca Sentosa Food memiliki kebijakan- kebijakan yang menunjang dimensi yang lain karena dalam struktur organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food memiliki kebijakan-kebijakan yang ada dapat memacu perkembangan perusahaan. Struktur di dalam PT. Wijaya Panca Sentosa Food sudah berjalan dengan baik. Terdapat pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab serta penentuan struktur organisasi yang jelas dan terformalisasi.
Dimensi struktur tersebut didukung dengan kebijakan pada dimensi sumber daya manusia dan reward yang sudah selaras dan saling memiliki keterkaitan untuk memacu jalannya struktur organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food.
Pada dimensi proses juga tidak nampak sistem prosedur standar operasional prosedur perusahaan yang menjadi sebuah acuan dan landasan bagi karyawan dan tenaga kerja untuk melakukan aktifitas-aktifitas perusahaan.
Akibatnya proses organisasi hanya berdasarkan instruksi secara lisan dari Direktur tanpa adanya standar operasional prosedur perusahaan. Tanpa instruksi dari direktur, maka proses organisasi tidak dapat berjalan dengan baik. Untuk itu diperlukan kebijakan-kebijakan pada dimensi proses organisasi untuk menunjang kebijakan pada dimensi-dimensi yang lain.
Dimensi sumber daya manusia memiliki kebijakan-kebijakan yang mendukung dimensi-dimensi lain. Kebijakan tersebut dapat dilihat dari sistem perekrutan dan pemilihan sumber daya manusia untuk ditempatkan pada bagian produksi dan operasional perusahaan. Selain itu, terdapat formalisasi peraturan perusahaan mengenai ketenagakerjaan yang berfungsi untuk mengatur dan mengontrol sumber daya manusia.
Kebijakan pada dimensi reward memacu untuk peningkatan pada dimensi sumber daya manusia sehingga struktur dapat berjalan dengan baik. Terdapat kebijakan yang terformalisasi mengenai pemberian bonus, tunjangan, dan kompensasi yang jelas dan terformalisasi serta didukung oleh beberapa fasilitas- fasilitas perusahaan sehingga sumber daya manusia dapat meningkatkan kinerjanya.
Namun tanpa adanya kebijakan yang saling terkait pada dimensi strategi dan proses, maka tidak akan ada keselarasan yang menghubungkan lima dimensi desain organsiasi antara strategi, struktur, proses, sumber daya manusia, dan
reward yang merupakan tolak ukur berjalan dengan baik atau tidaknya sebuah desain organisasi perusahaan.
4.8. Alternatif Desain Organisasi
Berdasarkan hasil analisa kebijakan-kebijakan pada organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food pada dimensi strategi, struktur, proses, sumber daya manusia, dan reward dengan menggunakan analisa five star model, maka dapat dilihat bahwa belum adanya keselarasan pada dimensi-dimensi tersebut. Hanya terdapat keselarasan antara dimensi struktur dengan sumber daya manusia, struktur dengan reward dan reward dengan sumber daya manusia. Untuk itu diperlukan perubahan desain organisasi atau penyusunan desain organisasi ulang pada PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan tersebut, maka dapat dibentuk beberapa alternatif dalam mengatasi ketidakselarasan dalam kebijakan- kebijakan di organisasi PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Alternatif tersebut diantaranya :
1. Menentukan strategi organisasi berupa perumusan visi dan misi organisasi serta rencana organisasi untuk kedepannya karena PT. Wijaya Panca Sentosa Food belum memiliki visi dan misi perusahaan. Perumusan visi dan misi bertujuan sebagai arah dan maksud dari berdirinya sebuah perusahaan. Untuk itu perlu dirumuskan visi yang menunjukan tujuan, cita-cita atau impian PT. Wijaya Panca Sentosa Food yang ingin dicapai kedepannya. Misi menjadi alasan keberadaan dari PT. Wijaya Panca Sentosa Food. Misi menggambarkan nilai dan aspirasi perusahaan. Dengan adanya visi dan misi, maka aktifitas perusahaan dapat diarahkan untuk mencapai visi dan misi tersebut. Melalui visi dan misi, maka dapat dilihat tujuan kedepanya perusahaan. Agar visi dan misi dapat berjalan dengan baik, maka seluruh karyawan dan pekerja pada perusahaan harus mengetahui visi dan misi tersebut serta bekerja dengan baik untuk dapat mencapai tujuan perusahaan.
2. Menyusun standar operasional prosedur (SOP) perusahaan berupa gambar maupun tulisan mengenai prosedur atau tahapan dalam aktifitas
perusahaan. Penyusunan SOP ini bertujuan agar seluruh aktifitas perusahaan dapat berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada sehingga dapat meminimalkan permasalahan yang muncul dalam proses organisasi perusahaan. Dengan adanya SOP, maka aktifitas perusahaan berjalan berdasarkan SOP yang ada. SOP ini juga dapat menjadi tolak ukur untuk menilai kinerja dari karyawan dan tenaga kerja apakah pekerjaan yang telah dilakukan sesuai dengan SOP atau tidak, sehingga memudahkan perusahaan untuk melakukan penilaian terhadap karyawan dan tenaga kerja yang tidak mampu untuk bekerja dengan maksimal demi perkembangan dan kemajuan perusahaan. Di dalam proses produksi perusahaan, perlu adanya SOP berupa tahap-tahap dalam proses produksi.
Dengan adanya SOP tersebut, maka tenaga kerja produksi akan mengikuti alur dari SOP sehingga kendala-kendala dalam proses produksi dapat diminimalisasi.
3. Melakukan formalisasi pada seluruh dimensi-dimensi desain organisasi terutama pada dimensi strategi dan proses yang belum terjadi formalisasi.
Pelaksanaan formalisasi tersebut dengan membuat Dengan adanya formalisasi, maka akan mengurangi kesalahan yang terjadi akibat instruksi secara lisan yang memiliki kelemahan dalam mengingat-ingat instuksi lisan tersebut.