• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III HASIL PENELITIAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

18

BAB III

HASIL PENELITIAN

3.1 Hasil Penelitian

Wawancara dilaksanakan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara yang terdiri dari Supervisor, Staf Import by Sea, dan Staf Import by Air yang bekerja di Departemen Impor PT. Tyfountex Indonesia. Dari 5 orang yang bekerja di Departemen tersebut, 3 orang diantaranya dijadikan informan karena mereka merupakan staf inti yang mengetahui seluk-beluk pekerjaan di Departemen tersebut. Informan kunci tersebut ialah supervisor Departemen Impor, staf import by sea, dan staf import by air. Dari ketiga informan kunci tersebut, Peneliti akan menggali informasi sedalam-dalamnya terkait penelitian yang berjudul “Efektivitas Kerja Staf Departemen Impor PT. Tyfountex Indonesia”. Berbagai informasi yang didapat, akan dianalisa oleh Peneliti berdasakan teori yang didapat dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

Pertama-tama, Peneliti membuat daftar pertanyaan wawancara yang telah didiskusikan terlebih dahulu oleh dosen pembimbing Tugas Akhir. Kemudian Peneliti membuat janji terlebih dahulu kepada para informan dan meminta kesediaan mereka untuk diwawancarai. Wawancara pertama kali dilaksanakan dengan Supervisor di Departemen Impor PT. Tyfountex Indonesia. Selanjutnya wawancara kedua dilaksanakan dengan Staf A selaku Staf Import by Sea di departemen yang sama. Terakhir, wawancara ketiga dilaksanakan dengan Staf B selaku Staf Import by Air di departemen tersebut.

(2)

19 3.1.1 Hasil Wawancara dengan Responden Supervisor di Departemen

Impor PT. Tyfountex Indonesia

Pertama-tama Peneliti akan memaparkan hasil wawancara yang pertama dengan responden Supervisor di Departemen Impor (X). Semua data hasil penelitian ini diuraikan berdasarkan pertanyaan penelitian sebagai berikut.

1. Apakah Job Description Anda?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Bahwa secara keseluruhan beliau memiliki tanggung jawab secara penuh untuk mengawasi kinerja para stafnya. Beliau melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil kerja para staf, sebelum hasil pekerjaan tersebut diserahkan ke pihak-pihak yang berkepentingan. Selain itu juga beliau juga ikut menangani staf yang bekerja bagian AP (Account Payable), sehingga terkadang beliau harus ke sana untuk mengecek pekerjaan stafnya.

2. Apakah jumlah pekerjaan yang dapat diselesailkan oleh staf di Departemen Impor PT. Tyfountex Indonesia sudah sesuai antara jumlahnya dengan yang ditugaskan? Ataukah malah sebaliknya, cenderung ada pekerjaan yang belum dapat diselesaikan tiap harinya sehingga menimbulkan tumpukan pekerjaan/menuntut waktu lembur?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Bahwa kesesuaian jumlah pekerjaan dengan yang ditugaskan itu bergantung pada bagaimana cara

(3)

20 penyelesaian pekerjaannya. Beliau berpendapat bahwa ada pekerjaan harian yang harus diselesaikan saat itu juga, atau tidak boleh tertunda.

Ketika peneliti menanyakan terkait intensitas waktu lembur staf di departemen ini, beliau berpendapat bahwa staf di Departemen ini tidak sering lembur. Beliau sebagai seorang Supervisor harus sigap dalam menyikapi berbagai hal misalnya apabila terjadi penumpukan pekerjaan pada hari tersebut, maka beliau harus mampu membagi- bagikan pekerjaan ke staf yang lainnya sehingga mereka tidak harus lembur hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya pada saat itu.

Adapun staf yang biasanya sering lembur ialah karyawan baru yang mana mereka secara pribadi menyadari bahwa mereka perlu banyak belajar agar mampu menguasai pekerjaan dengan cepat.

3. Bagaimana kualitas pekerjaan yang dihasilkan staf di Departemen ini?

Apakah tergolong sangat memuaskan, puas, cukup puas, atau tidak puas?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Beliau berpendapat bahwa sudah merasa puas terhadap kualitas kerja para stafnya di sini. Beliau mengatakan demikian karena masih ada salah satu hal yang menghambat hal tercapainya hal tersebut seperti kurangnya sumber daya manusia yang mempengaruhi banyak hal tentunya. Salah satu contohnya filling dokumen yang hingga saat ini menjadi pekerjaan yang dinomor terakhirkan sehingga seringkali terbengkalai. Terkait filling

(4)

21 seharusnya bisa saja dilakukan dengan tertib apabila jumlah pekerjaan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing sehingga tidak sering terjadi overload pekerjaan.

4. Seperti apa tingkat kesalahan dalam pekerjaan di Departemen ini?

Apakah tergolong kecil/sedikit, sedang, besar/banyak?

Adapun jawaban yang peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Bahwa tingkat kesalahan dalam pekerjaan di Departemen ini tergolong kecil, bisa dikatakan dibawah 5% karena kesalahan kerja di Departemen ini memang harus diminimalisir. Perlu diketahui bahwa pekerjaan di Departemen ini berhubungan dengan banyak pihak baik internal maupun eksternal, jadi kesalahan kecil pun akan berdampak diberbagai pihak. Kemudian bisa diamati bahwa di Departemen ini cukup banyak komunikasinya sehingga laporan maupun dokumen impor juga cukup banyak melalui proses pengecekan yang mana hal tersebut membantu dalam pengecekkan juga. Selain itu, beliau juga sering kali memberikan pelatihan kepada para stafnya terkait cara menjawab atasan atau telepon dari klien. Di sini para staf dibekali pengetahuan dan kemampuan untuk bicara, bernegosiasi, dan mempertahankan argument saat mereka berhadapan dengan atasan atau klien.

5. Apakah setiap pekerjaan yang diberikan dapat diselesaikan dengan tepat waktu? Apakah seringkali deadline suatu tugas harus diundur karena tidak terpenuhi ?

(5)

22 Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Menurut Ibu Sri, 95% pekerjaan harus diselesaikan dengan tepat waktu karena memang pekerjaan kami di sini seringkali overload dan akan berdampak dengan banyak pihak tentunya apabila salah satu dari kami tidak mampu menyelesaikannya dengan tepat waktu. Maka dari itu, terkadang beliau sebagai seorang Supervisor seringkali ikut mengerjakan pekerjaan stafnya karena kurangnya sumber daya manusia seperti yang dikemukakan diawal.

6. Apakah kehadiran staf sangat berpengaruh dalam penyelesaian pekerjaan di Departemen Impor PT. Tyfountex Indonesia? Apakah tergolong sedikit/jarang absen, sedang, atau sering absen? Apa sajakah alasan ketidakhadiran mereka?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Menurut beliau, kehadiran staf akan sangat berpengaruh tentunya karena jumlah pekerjaanya banyak tetapi sumber daya manusianya tergolong sedikit atau bisa dikatakan kurang.

Disamping itu, staf di Departemen ini tergolong jarang absen karena mereka menyadari konsekuensi apabila meninggalkan pekerjaanya.

Adapun alasan para staf tidak masuk biasanya dikarenakan sakit, cuti menikah, dan cuti keperluan pribadi. Hal yang lainnya seperti cuti pribadi, biasanya mereka sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari sehingga mereka bisa menyiapkan orang-orang yang kiranya bisa membantu menyelesaikan pekerjaan mereka.

(6)

23 7. Bagaimana penilaian tentang kemampuan kerja sama mereka? Apakah sudah baik atau masih perlu ditingkatkan lagi? Jika sudah baik, hal-hal apa sajakah yang menyebabkan hal tersebut? Jika belum terlalu baik, hal-hal apa saja yang menghambat kerja sama mereka?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Bahwa dari pengamatan beliau selama ini, para staf sudah mampu bekerja sama dengan baik. Beliau mengatakan demikian karena di sini para staf dituntut untuk bekerja secara profesional, tidak boleh mencampuradukan urusan pribadi dengan pekerjaan. Kemudian bisa diamati juga bahwa suasana kerja di sini sudah seperti keluarga, yang saling peduli satu sama lain. Selain itu para staf di sini juga saling membantu satu sama lain dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga tanpa sadar mereka menjadi akrab seperti keluarga.

8. Apa pengertian efektivitas kerja menurut Anda?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Menurut beliau, efektivitas kerja adalah melakukan pekerjaan dengan tepat waktu dengan meminimalisir kesalahan kerja.

9. Apa saja indikator pengukur efektivitas kerja menurut Anda?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Bahwa indikator efektivitas menurut beliau ada dua indikator yaitu IQ tinggi dan kemampuan memahami

(7)

24 semua jenis pekerjaan dengan cepat. Beliau berpendapat demikian dengan harapan bahwa staf yang memiki IQ tinggi dengan harapan mereka mampu memahami pekerjaan dengan cepat sehingga mereka dapat meminimalisir tingkat kesalahan kerjanya.

10. Menurut penilaian Anda selaku Supervisor, bagaimana efektivitas kerja staf di Departemen Impor PT. Tyfountex Indonesia? Apakah tergolong sangat efektif, efektif, atau kurang efektif?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Beliau berpendapat bahwa di sini masih kurang efektif jika dibandingkan dengan jumlah pekerjaan yang ada.

Beliau mengatakan demikian dikarenakan kurangnya sumber daya manusia. Seringkali satu orang mengerjakan lebih dari satu pekerjaan atau bisa dikatakan bahwa satu orang sering mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya bukan menjadi tanggung jawabnya.

11. Menurut penilaian Anda selaku Supervisor, faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi efektivitas kerja staf di Departemen Impor PT.

Tyfountex Indonesia?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Beliau beragumen bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja staf di Departemen ini seperti sumber daya manusia serta sarana dan prasara (terutama komputer kerja) yang belum bisa dipenuhi. Menurut beliau, idealnya satu orang memegang satu unit komputer kerja sehingga akan lebih

(8)

25 efektif tentunya karena tidak harus mengganggu rekannya hanya untuk keperluan meminjam komputer kerja.

12. Menurut Anda, hal-hal apakah yang masih dapat diupayakan untuk meningkatkan efektivitas kerja staf Departemen Impor?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Supervisor di Dept. X yaitu: Menurut beliau, para staf di sini harus mempunyai banyak pegetahuan termasuk pengetahuan luar seperti peraturan ekspor-impor. Apabila seseorang tidak memahami pekerjaannya dengan baik, maka mereka pasti akan membuat banyak kesalahan. Dari pengalaman beliau, menghapal merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam kehidupan saat di dunia kerja. Selain itu, jumlah sumber daya manusia serta perbaikan sarana dan prasarana komputer juga masih perlu ditingkatkan kembali.

3.1.2 Hasil Wawancara dengan Staf Import by Sea dan Staf Import by Air di Departemen Impor PT. Tyfountex Indonesia

Wawancara kedua, Peneliti mewawancarai 2 responden staf dengan jabatan yang berbeda, namun masih dalam satu departemen.

Berikut ini adalah hasil wawancara dari responden Staf Import by Sea (A) dan responden Staf Import by Air (B) di Departemen Impor (Dept. X).

1. Apa sajakah job description Anda?

Adapun jawaban yang peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Menurut beliau, terdapat tiga job description di Import by Sea yaitu pekerjaan harian, mingguan, dan bulanan. Pekerjaan

(9)

26 harian yang dilakukan yaitu seperti cek email, membuat to do list, cek import shipping documents, cek dan konfirmasi PIB, dan menyiapkan GAN (Good Arrival Notice). Kemudian untuk pekerjaan mingguan, biasanya beliau membuat shipment status report. Sedangkan pekerjaan bulanan, beliau biasanya menyiapkan summary payment and journal untuk import statement dan PPH, menyiapkan laporan PPH, rekap nota tagihan, dan memeriksa dokumen PIB.

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Beliau juga berpendapat dengan hal yang serupa dengan responden Staf A terkait job description yaitu bahwa juga terdapat pekerjaan harian, mingguan, dan bulanan. Akan tetapi bedanya ialah beliau memiliki jenis pekerjaan tahunan yang harus dikerjakan. Pekerjaan harian beliau seperti cek email, laporan harian (daily facility), memeriksa dokumen yang datang, dan lain sebagainya.

Kemudian untuk pekerjaan mingguan L/C In Transit dan Kapas Outstanding. Untuk pekerjaan bulanan biasanya beliau menyiapkan summary payment untuk import by courier dan journal voucher, raw material, opening LC. Terakhir, untuk pekerjaan tahunan beliau melakukan budgetting dan insurance report.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki job description yang hampir sama.

Keduanya memiliki pekerjaan harian, mingguan, dan bulanan yang harus dikerjakan setiap periodenya. Perbedaannya hanya ada salah

(10)

27 satu jenis pekerjaan bulanan yang harus di kerjakan oleh Staf B di Dept. X.

2. Apakah jumlah pekerjaan yang diberikan sudah sesuai dengan kapasitas Anda dalam menyelesaikan pekerjaan? Ataukah sebaliknya, Anda merasa terlalu banyak pekerjaan/beban kerja terlalu besar?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Menurut beliau, job description yang ada sudah sesuai dengan porsinya dalam mengerjakan semua pekerjaan tersebut. Sejauh ini beliau belum merasa beban kerjanya terlalu besar, karena dibantu oleh Peneliti sebagai mahasiswa yang sedang magang di Departemen tersebut.

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Pendapat yang berbeda dikemukakan oleh responden Staf B. Beliau merasa bahwa saat ini banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan job description yang diutarakan saat beliau menandatangani kontrak kerjanya. Pada awalnya beliau diminta untuk menangani Import by Air, namun pada perkembangannya beliau turut membantu di bagian Import by Sea dan juga berperan sebagai asisten Supervisor. Menurut beliau semua mulai berubah karena Supervisor di Departemen Impor ini, tiba-tiba diminta juga untuk menangani bagian AP (Account Payable). Jadi, ketika Supervisor tidak ada di tempat, beliau harus mampu juga menangani pekerjaannya. Untuk beban kerja yang berlebihan, terkadang beliau juga merasakan beban kerjanya

(11)

28 terlalu tinggi ketika sedang benar-benar banyak pekerjaan sehingga terkadang harus membawa pulang pekerjaannya.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki pendapat yang berbeda. Responden Staf A menyatakan bahwa pekerjaan beliau saat ini sudah sesuai dengan porsinya, sedangkan responden Staf B mengungkapkan hal berbeda bahwa beliau merasa pekerjaannya melebihi job description yang diberikan diawal. Beliau merasa bahwa akhir-akhir ini beliau banyak mengerjakan pekerjaan yang bukan merupakan job description beliau.

3. Bagaimana kualitas pekerjaan yang Anda hasilkan? Apakah menurut anda, sering terjadi kesalahan/kekeliruan dalam penyelesaian suatu tugas kerja? Seberapa sering? Apakah penyebabnya?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Beliau berpendapat bahwa kualitas pekerjaan yang dihasilkan sudah cukup baik mengingat bahwa kondisi beliau yang masih termasuk kategori karyawan baru di Departemen Impor. Sejauh ini beliau merasa masih mampu menangani semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya tanpa membuat kesalahan yang fatal.

Kesalahan kerja pasti ada, namun banyak sedikitnya itu sulit untuk diukur karena beliau masih tergolong baru. Akan tetapi apabila harus berpendapat terkait hal tersebut, beliau masih sering melakukan

(12)

29 kesalahan karena masih tergolong baru dan masih harus banyak belajar tentunya.

Adapun jawaban yang peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Beliau mengemukakan bahwa sejauh ini pekerjaannya berjalan dengan lancar. Akan tetapi, beliau mengakui bahwa terkadang beliau kurang teliti dalam melaksanakan pekerjannya.

Secara keseluruhan selama beliau 2 tahun bekerja di sini, beliau tidak pernah melakukan kesalahan fatal dalam bekerja. Apabila beliau merasa kurang yakin, beliau terlebih dahulu menanyakan hal tersebut ke Supervisor di sini yang dianggap sebagai seseorang yang sangat memahami semua pekerjaan di Departemen ini. Disamping itu ada beberapa kesalahan yang beliau lakukan, akan tetapi tidak terlalu parah bahkan bisa dikatakan jarang. Beliau menambahkan bahwa untuk kesalahan fatal, sampai saat ini belum pernah terjadi dan tidak boleh sampai terjadi untuk ke depannya. Hal terpenting menurut beliau ialah ketelitian dalam bekerja dan jangan ragu bertanya apabila memang kurang yakin terhadap suatu hal.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki pendapat yang hampir sama. Kedua responden menyatakan bahwa keduanya sudah menghasilkan pekerjaan yang sudah cukup baik. Akan tetapi salah satu responden yaitu Staf B menyatakan bahwa meskipun pekerjaannya berjalan dengan lancar, beliau merasa kurang teliti dalam melaksanakan

(13)

30 pekerjaannya dan masih membutuhkan bimbingan. Disamping itu terkait dengan kesalahan kerja, keduanya masih sering melakukan kesalahan kerja, namun tidak terlalu parah bahkan fatal. Responden Staf A menyatakan bahwa beliau masih harus banyak belajar dan responden Staf B menambahkan bahwa hal yang terpenting dalam bekerja adalah ketelitian.

4. Apakah Anda selalu menyelesaikan pekerjaan Anda dengan tepat waktu?, Ataukah sebaliknya, sehingga seringkali pekerjaan hari ini tidak terselesaikan, atau sering minta pengunduran deadline? Apakah penyebabnya?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Bahwa sejauh ini beliau sudah mampu melakukan pekerjaannya dengan tepat waktu. Indikatornya ialah bahwa belum ada pekerjaan yang tertunda hingga saat ini dan bisa dikatakan bahwa beliau sudah mampu bekerja sesuai dengan job description yang diberikan. Disamping itu hal tersebut juga sudah menjadi rutinitas pekerjaan harian, mingguan, dan bulanan yang memang harus dilakukan oleh beliau.

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Bahwa sejak Supervisor di sini diminta untuk menangani bagian AP (Account Payable), beberapa pekerjaan di sini menjadi tidak tepat waktu. Hal ini lainnya, beliau pribadi merasa dibebani banyak pekerjaan yang bukan merupakan tanggung

(14)

31 jawabnya. Selain itu Departemen yang lainnya terkadang lambat dalam memproses data sehingga berdampak pada Departemen ini juga.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki jawaban yang cukup berbeda.

Responden Staf A merasa bahwa sejauh ini beliau sudah mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Sedangkan responden Staf B berpendapat berbeda bahwa terkadang beliau tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu yang dikarenakan banyak faktor seperti beban pekerjaan yang banyak maupun kiriman data yang lambat dari Departemen yang lainnya.

5. Apakah kehadiran Anda sangat berpengaruh dalam penyelesaian pekerjaan? Apakah tergolong sedikit/jarang absen, sedang, atau sering?

Apakah alasannya?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Menurut beliau kehadiran itu sangat penting dan sangat berpengaruh dan berdampak pada pekerjaannya. Apabila beliau tidak masuk, belum tentu orang yang menangani pekerjaanya akan melakukan pekerjaan tersebut dengan baik. Dalam hal ini, diperlukan serah terima yang baik agar orang tersebut mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Disamping itu, untuk tingkat kehadiran, sejauh ini selama 3 bulan beliau bekerja di sini, beliau belum pernah tidak masuk kerja. Dalam hal ini beliau berasumsi bahwa beliau

(15)

32 tergolong staf yang jarang tidak masuk kerja. Apabila beliau tidak masuk kerja itu dikarenakan sakit atau ijin untuk keperluan mendesak.

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Bahwa kehadiran staf di Departemen ini sangat berpengaruh mengingat di sini hanya terdapat seorang Supervisor dan dua orang staf inti. Ketika Staf B tidak masuk kerja, Supervisor di sini harus membantu menangani pekerjaannya. Hal yang sama berlaku ketika responden Staf A tidak masuk, maka responden Staf B yang akan bertanggung jawab atas pekerjaannya. Selain itu seluruh staf di sini juga dituntut untuk memiliki wawasan yang luas. Mereka dituntut untuk mengetahui banyak hal termasuk mengetahui pekerjaan rekan kerjanya, sehingga mereka bisa membantu apabila rekan kerjanya berhalangan hadir. Alasan ketidakhadiran para staf biasanya dikarenakan sakit, hal mendesak, dan cuti. Apabila ingin mengambil cuti, beliau sudah mengomunikasikannya jauh-jauh hari sehingga memungkinkan untuk mempersiapkan seseorang yang akan bertanggung jawab atas pekerjaannya.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki jawaban yang serupa. Keduanya berpendapat bahwa kehadiran sangat penting di sini, ditambah lagi karena kurangnya sumber daya manusia. Responden Staf A berpendapat bahwa ketika beliau tidak masuk, belum tentu ada orang yang mampu menggantikan pekerjaannya. Pendapat serupa juga

(16)

33 diungkapkan oleh responden Staf B bahwa memiliki wawasan yang luas penting di Departemen merupakan hal yang penting ini agar para staf bisa mengetahui pekerjaan rekannya sehingga bisa saling membantu ketika ada salah satu rekannya yang tidak masuk kerja.

Selain itu terkait kehadiran kerja, kedua responden menyatakan bahwa keduanya rajin masuk kerja. Alasan keduanya tidak masuk kerja biasanya dikarenakan sakit atau ijin untuk keperluan pribadi yang mendesak.

6. Bagaimana penilaianan tentang kemampuan kerja sama Anda dan rekan-rekan Departemen ini? Apakah sudah baik atau masih perlu ditingkatkan lagi? Jika sudah baik, hal-hal apa saja yang menyebabkan hal tersebut? Jika belum terlalu baik, hal-hal apa saja yang menghambat kerja sama Anda dan rekan-rekan Departemen ini?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Bahwa sejauh ini hubungan beliau dengan rekan-rekan kerja sekitar berjalan dengan baik mengingat beliau masih dalam masa training. Rekan-rekan kerja sekitar sangat ramah dan bersedia membantu maupun menjawab ketidaktahuan beliau terkait pekerjaannya. Selain itu ada sedikit hambatan dalam berkomunikasi khususnya untuk penggunaan bahasa asing dengan Departemen lain sehingga terkadang beliau merasa masih perlu pelatihan untuk berkomunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.

(17)

34 Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Bahwa kerja sama di sini bisa dikatakan baik karena selama ini para staf bisa saling membantu dan mengingatkan satu sama lain. Mereka saling berkomunikasi terutama terkait kasus-kasus impor barang. Hal tersebut bertujuan agar setiap staf memiliki pengetahuan yang sama sehingga ketika atasan bertanya, mereka siap menjawab.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki jawaban yang hampir sama.

Keduanya menyatakan bahwa hubungan dengan rekan kerja sekitar sudah berjalan dengan dengan baik karena rekan kerja di sini saling peduli dan mau membantu satu sama lain. Selain itu, Responden Staf A menambahkan bahwa beliau masih terhambat dengan penggunaan bahasa asing yang menyulitkan beliau apabila ingin berkomunikasi dengan atasan.

7. Apakah pengertian efektivitas kerja menurut Anda?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Bahwa efektivitas kerja adalah menyelesaikan suatu pekerjaan dengan tepat waktu dan hasil kerjanya sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan.

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Bahwa efektiktivitas kerja adalah bagaimana kita bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat.

(18)

35 Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki jawaban serupa. Efektivitas kerja dapat diartikan melakukan suatu pekerjaan dengan cepat dan tepat sesuai dengan harapan perusahaan.

8. Apa sajakah yang menjadi indikator pengukur efektivitas kerja menurut Anda?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Bahwa menurut beliau, indikator pengukur efektivitas kerja ada dua yaitu ketepatan waktu dan ketepatan hasil.

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Bahwa indikator pengukur efektivitas kerja yang pertama ialah ketepatan waktu yaitu bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline tanpa ada kesalahan. Selain itu, indikator yang ketiga ialah kualitas atau hasil kerja yang memuaskan.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki jawaban yang hampir sama.

Indikator efektivitas menurut kedua responden mencakup ketepatan waktu, ketepatan hasil, dan kualitas kerja.

9. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas kerja Anda?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Bahwa beliau merasa kurang nyaman dengan komputer kerjanya saat ini. Beliau mengatakan demikian dikarenakan komputer kerjanya saat ini sudah tergolong tua sehingga kinerjanya

(19)

36 lambat dan seringkali mengalami kerusakan. Hal tersebut cukup menghambat beliau dalam mencapai efektivitas kerjanya. Sejauh ini beliau merasa terbantu dengan kehadiran Peneliti sebagai Mahasiswa Magang yang kebetulan membantu di bagian Import by Sea.

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Menurut beliau, faktor PMS (People, Machine, System) merupakan ketiga faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja Anda. Faktor pertama yaitu People maksudnya bahwa di Departemen Impor ini memang kekurangan sumber daya manusia untuk menangani berbagai pekerjaan yang ada. Faktor Machine yaitu kurangnya komputer kerja yang juga menjadi faktor yang tak kalah pentingnya untuk mengerjakan laporan sehingga tidak harus saling tunggu untuk meminjam komputer hanya untuk mengerjakan laporan.

Faktor yang terakhir ialah System, dimana perusahaan perlu untuk meningkatkan sistem komputernya untuk lebih terintegrasi satu sama lain.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki jawaban yang hampir sama dibeberapa bagian. Kedua responden menyatakan bahwa keduanya menginginkan untuk perbaikan pada fasilitas komputer kerja yang seringkali menghambat. Selain itu responden Staf B menambahkan bahwa kurangnya sumber daya manusia dan sistem yang lebih

(20)

37 terintegrasi dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas kerja karyawan di Departemen tersebut.

10. Apakah Anda merasa bahwa Anda sudah mencapai efektivitas kerja?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Beliau mengatakan bahwa beliau sudah mencapai efektivitas kerja karena beliau masih mampu melaksanakan semua pekerjaan yang ada. Selain itu juga sejauh ini beliau merasa bahwa beban pekerjaan yang ada belum terlalu banyak. Jadi beliau agak kesulitan untuk melakukan penilaian terkait efektivitas kerjanya karena menurut beliau, hal ini masih terlalu dini dilakukan melihat notabene beliau yang masih tergolong karyawan baru di Departemen ini.

Adapun jawaban yang peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Bahwa terdapat perbedaan pendapat responden Staf A, beliau merasa dirinya belum bisa mencapai efektivitas kerjanya. Hal tersebut dikarenakan ketidaktelitian beliau dalam pekerjaan sehingga beliau merasa kurang efektif dalam bekerja.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki jawaban yang cukup berbeda.

Responden Staf A berpendapat bahwa dirinya sudah mampu mencapai efektivitas kerja karena beliau merasa sudah mampu melaksanakan pekerjaan sesuai job description yang diberikan. Berbeda halnya responden Staf B yang berpendapat bahwa dirinya belum mampu

(21)

38 mencapai efektivitas kerja karena faktor ketidaktelitian beliau yang masih sering terjadi dalam melaksanakan pekerjaannya.

11. Apakah Anda merasa kesulitan dalam mencapai efektivitas kerja?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Bahwa beliau belum merasa kesulitan untuk mencapai efektivitas kerjanya dikarenakan beliau sudah mampu mengerjakan pekerjaannya sesuai job description yang diberikan. Selain itu juga beliau mengungkapkan bahwa beliau dibantu dalam menyelesaikan pekerjaannya oleh Peneliti sebagai Mahasiswa Magang di Departemen tersebut.

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Beliau merasa tidak kesulitan dalam mencapai efektivitas kerjanya. Apabila beliau memiliki banyak pekerjaan yang mengharuskan lembur, beliau akan membawa pulang pekerjaannya dan mengerjakannya di rumah. Selain itu beliau menambahkan bahwa untuk pekerjaan yang tidak sesuai dengan job description, beliau merasa tidak masalah dengan hal tersebut selama masih mampu untuk mengerjakannya.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki jawaban yang sama. Kedua responden menyatakan bahwa keduanya tidak merasa kesulitan untuk mencapai efektivitas kerjanya dikarenakan keduanya merasa masih mampu untuk melaksanakan pekerjaanya dengan baik.

(22)

39 12. Menurut Anda, hal-hal apakah yang masih dapat diupayakan untuk

meningkatkan efektivitas kerja Anda?

Adapun jawaban yang Peneliti peroleh dari responden Staf A di Dept. X yaitu: Menurut beliau ada hal-hal yang perlu ditingkatkan untuk mendukung efektivitas kerja seperti pengantian komputer kantor dan penambahan jumlah printer. Beliau berpendapat demikian karena komputer kerja yang digunakan saat ini tergolong kurang upgrade sehingga kinerja lambat. Sedangkan printer, beliau seringkali harus mengantri untuk print dokumen maupun laporan-laporan yang dibutuhkan pada saat itu.

Adapun jawaban yang peneliti peroleh dari responden Staf B di Dept. X yaitu: Bahwa ketelitian dari dirinya sendiri merupakan salah satu faktor yang harus ditingkatkan untuk mencapai efektivitas kerjanya. Selain itu, peningkatan sumber daya manusia di Departemen ini juga diperlukan karena volume pekerjaannya yang tergolong cukup tinggi.

Berdasarkan kedua jawaban responden diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua responden memiliki jawaban yang cukup beragam.

Responden Staf A berpendapat bahwa untuk meningkatkan efektivitas kerjanya diperlukan pengantian komputer dan penambahan jumlah printer. Kemudian responden Staf B menambahkan bahwa peningkatan sumber daya manusia diperlukan di Departemen ini mengingat volume pekerjaan yang cukup tinggi.

Referensi

Dokumen terkait

RPTRA sudah mampu menarik minat warga untuk datang ke sana dan responden berpendapat bahwa taman ini lebih baik dari sebelumnya karena beragam fasilitas yang

Kondisi yang tidak stabil hasil tangkapan mendukung untuk dilakukannya penelitian mengenai analisis finansial usaha perikanan tangkap udang menggunakan trammel net di

Maksimalnya haid 15 hari Dan jika lebih maka kembali Pada suci dan haid yang terakhir Samakan jamnya suci yang akhir Darah tak sampai dua puluh empat Jikalau bersih wajiblah

Kendala dalam penelitian tentang implementasi kebijakan alih fungsi lahan pertanian yaitu adanya rencana pemerintah Kota Tangerang yang ingin melakukan revisi

Perlakuan akuntansi pada produk Takaful Pendidikan untuk premi tahun pertama dialokasikan pada rekening kewajiban manfaat polis masa depan (dana tabarru’) dan

Keuntungan krn pembebasan utang, kecuali sampai dgn jumlah tertentu ditetapkan dgn PP (PP No.130 Tahun 2000) Keuntungan krn selisih kurs mata uang asing, selisih lebih karena

Status gizi berhubungan signifikan dengan aktivitas fisik anak sekolah dasar. Kekurangan gizi berpotensi untuk terjadinya aktivitas fisik yang kurang lincah dan

Untuk mencapai tujuan dari PMU tersebut, pemerintah memperluas program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke jenjang yang lebih tinggi yakni Sekolah Menengah dengan