BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahapan penting yaitu uji coba instrumen, uji coba terbatas dan uji Skla luas. Penelitian dilakukan selama 3 bulan yaitu bulan Februari, Maret dan bulan April.
Tabel 3.1 Rencana Kegiatan Penelitian
No Kegiatan
Bulan
Februari Maret April
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan & Observasi √
2 Uji Coba Terbatas √
3 Uji Skala Luas 1 √
4 Uji Skala Luas 2 √ √ √
5 Analisis Data √ √ √ √ √
6 Menarik Kesimpulan √ √
2. Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini dilaksanakan di tiga sekolah yaitu SMA Negeri, MA Negeri, dan MA swasta yang ada di wilayah kabupaten Cirebon yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Penelitian dilaksanakan di kelas XI pada semester genap tahuna ajaran 2016/2017.Penelitian akan di mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyusunan laporan selama tiga bulan yaitu bulan Februar, Maret, dan April 2017.
B. Subjek Penelitian
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh SMA/MA Negeri maupun swasta di Cirebon.Pengambilan sampel dilakukan dengan mencari antara SMA/MA Negeri dan swasta di Cirebon yang telah menerapkan Kurikulum 2013.Peneliti kemudian mengambil sampel hanya 3 sekolah SMA/MA untuk dijadikan penelitian.Teknik
29
pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan random sampling.Random sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber secara acak.
Berdasarkan hasil observasi dari beberapa sekolah yang peneliti kunjungi di Kabupaten Cirebon, hanya 3 SMA/MA yang bersedia dijadikan sampel penelitian , diantaranya SMAN 1 Karangwareng, MA Mafatihul Huda dan MAN 4 Kabupaten Cirebon. Jumlah responden dalam hal ini guru biologi SMA/MA kelas XI berjumlah 3 orang.
C. Metode Penelitian dan Desain Penelitian
Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data dan informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti (Deni Darmawan, 2014:127). Sedangkan pengertian metode penelitian menurut Sugiyono (2010) yaitu suatu cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Menurut Arikunto (2006:136), metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and development (R&D).menurutNana Syaodih Sukmadinata (2015:169) mendefinisikan penelitian dan pengembangan merupakan pendekatan penelitian untuk menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Jadi penelitian pengembangan merupakan metode untuk menghasilkan produk tertentu atau menyempurnakan produk yang telah ada serta menguji keefektifan produk tersebut.
Peneliti melakukan penelitian dan pengembangan penilaian otentik pada mata pelajaran biologi dengan materi sistem ekskresi.Tingkat kelayakan instrumen pengembangan penilaian otentik pada matapelajaran biologi dengan materi sistem ekskresi ini diketahui melalui validasi oleh ahli (dosen pembimbing) dan uji coba penggunaan pada siswa.Dalam hal ini peneliti mengembangkan penilaian autentik berdasarkan kinerja berbasis produk untuk meningkatkan literasi biologi siswa.
Borg & Gall dalam Sukmadinata (201: 169-170) memaparkan sepuluh langkah pelaksanaan stategi penilaian dan pengembangan yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian dan pengembangan data (research and information collecting) yang meliputi pengukuran kebutuhan, studi literature, penelitian dalam skala kecil, dan pertimbangan-pertinbangan dari skala nilai.
2. Perencanaan (planning) yaitu menyusun rencana penelitian, meliputi kemampuan- kemampuan yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan tujuan yang
hendak dicapai dengan penelitian tersebut, desain atau langkah-langkah penelitian, dan kemungkinan dalam lingkup terbatas.
3. Pengembangan darf produk (defelop preliminary form of product). Pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran, dan instrumen evaluasi.
4. Uji coba lapangan awal (preliminary field testing). Uji coba dilapangan pada satu sampai tiga sekolah dengan enam sampai dua belas subjek uji coba (guru). Selama uji coba pengamatan, wawancara dan pengedaran angket.
5. Merevisi hasil uji coba (main product revision).
6. Uji coba lapangan (main field testing). Melakukan uji coba yang lebih luas pada lima sampai lima belas sekolah dengan tiga puluh sampai dengan seratus orang subjek uji coba. Data kuantitatif penampilan guru sebelumnya dan sesudah menggunakan model ynag dicobakan dikumpulkan.
7. Penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan (operasional product revision).
8. Uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing). Dilaksanakan pada sepuluh sampai tiga uluh sekolah melibatkan empat puluh sampai dengan dua ratus subjek.
Pengujian dilakukan melalui angket, wawancara, observasi dan analisis hasilnya.
9. Penyempurnaan produk akhir (final product revision).
10. Diseminasi dan implementasi (diseminasi and implementation).
Prosedur penelitian yang dilakukan peneliti dalam pengembangan ini diadaptasi dari langkah-langkah pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall tersebut dengan pembatasan.Borg & Gall (dalam Sukmadinata, 2015:271) menyatakan bahwa dimungkinkan untuk membatasi penelitian dalam skala kecil, temasuk membatasi langkah penelitian.Penerapan langkah-langkah pengembangannya disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Mengingan keterbatasan waktu dan dana yang dimiliki oleh peneliti, maka langkah-langkah tersebut disederhanakan menjadi empat langkah pengembangan.
Langkah-langkah pengembangan yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:
1. Tahap pengumpulan data
Tahap pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran dilapangan. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara studi lapangan dan studi pustaka.
a. Studi lapangan dilakukan untuk mengetahui sudah sejauh mana pelaksanaan kurikulum 2013 dan sudah sejauh mana pelaksanaan penilaian asesmen otentik
dilakukan di sekolah, dan untuk mengetahui bagaimana cara guru menilai peserta didik, khususnya dalam penilaian sikap dan keaktifan peserta didik pada saat melakukan kegiatan evaluasi atau penilaian.
b. Studi pustaka mengenai teori yang berhubungan dengan penilian otentik, kurikulum 2013, dan literasi biologi serta mengenai materi sistem ekskresi yang akan di lakukan penilaian di akhir pertemuan.
2. Tahap perencanaan
Tahap perencanaan dimulai dengan melakukan penyusunan instrumen penilaian, berupa tabel perangkat assessment beserta kisi-kisi penilaian, yang terdiri dari penentuan kompetensi dasar, penyususnan Indikator, penentuan bukti dan jenis bukti, metode assessment yang akan digunakan, dan perangkat assessment berupa rubik penilaian.
3. Tahap pengembangan produk
Tahap pengembangan produk dimulai dengan pengujian instrumen yang telah dirancang, pengujian ini dilakukan ditiga sekolah yang berbeda yaitu di SMA Negeri, MA Negeri, dan di MA Swasta.Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan pada tiga jenjang sekolah yang berbeda tersebut.
4. Tahap validasi dan uji coba
Tahap validasi dan uji coba ini yaitu Instrumen yang telah di susun dan dibuat oleh peneliti kemudian dievaluasi dan divalidasi oleh ahli.Melalui tahap ini diperoleh data kelayakan produk dan saran dari ahli.Saran tersebut kemudian digunakan untuk revisi produk tahap awal atau tahap satu.Saran dari validasi kedua digunakan untuk revisi kedua.Hasil dari revisi tersebut kemudian digunakan untuk uji coba pada siswa.Hasil uji coba berupa tanggapan siswa terhadap teknik penilaian yang digunakan.
Perhitungan data kuantitatif menggunakan perhitungan nilai rata-rata yang diadaptasi dari Deni Darmawan, 2014:127:
̅=
Keterangan :
̅ : nilai rata-rata
: total skor jawaban validator n : jumlah validator
Untuk menentukan kelayakan produk maka hasil yang diperoleh dari perhitungan nilai rata-rata dicocokan dengan tabel di bawah ini:
Tabel 3.2Tabel Nilai Rata-Rata Kelayakan Produk
Nilai Rata-rata Keterangan
3.26-4.00 Baik (tidak perlu direvisi)
2.51-3.25 Cukup baik (perlu direvisi sebagian)
1.76-2.50 Kurang baik (revisi sebagian dan pengkajian ulang isi/materi) 1.00-1.75 Tidak baik (revisi total /diganti)
(Sumber:Sudjana, 2005) D. Teknik Pengumpulan Data
Instrumen penelitian disusun brdasarkan task (penugasan) dan rubics (kriteria penilaian) pada pelaksanaan penilaian autentik. Task berisi tentang tahapan-tahapan tugas yang harus dikerjakan siswa berdasarkan kriteria task yang ada dalam penilaian autentik.Rubics berisi tentang skor penilaian tugas autentik.
3.3 Tabel Kriteria Task Penilaian Autentik
Kriteria Task Tahapan Tugas Penilaian Autentik
Tugas yang diberikan harus bermakna bagi siswa dan guru
Task yang diberikan kepada siswa berupa task penugasan pembuatan produk. Tugas pembuatan produk diantaranya:
1. Pembuatan produk berupa makalah 2. Pembuatan produk diagram alir 3. Pembuatan produk alat peraga 4. Pembuatan laporan diagram alir Pembuatan laporan alat peraga Tugas disusun bersama atau
melibatkan siswa
Task yang di tugaskan dikerjakan dengan cara berkelompok dan guru tetap memberikan bimbingan dan arahan.
Tugas tersebut menuntut siswa menemukan dan menganalisis informasi serta menarik
kesimpulan tentang hal tersebut
Siswa mencari dan menganalisis informasi berdasarkan bukti- bukti sehingga dapat menarik kesimpulan.
siswa dituntut untuk menggunakan pengetahuan sains, dalam mengidentifikasi pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti, dalam rangka memahami serta membuat keputusan yang berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas siswa.
Tugas tersebut meminta siswa untuk mengkomunikasikan hasil dengan jelas
Siswa mengkomunikasikan pengetahuan tentang sistem ekskresi pada manusia dalam bentuk produk dan mempresentasikannya.
E. Instrumen penelitian
Dalam penelitian ini, instrumen yang akan digunakan lebih mengarah pada penialaian atau hasil kinerja siswa sehingga dalam proses pembelajaran siswa dapat menghasilkan atau membuat suatu produk. Berikut adalah beberapa instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yang akan dilakukan oleh peneliti:
1. Rubik
Rubik ini berisi pilihan-pilihan kemungkinan jawaban siswa yang memiliki bobot nilai yang berbeda pada setiap pilihan jawaban.Rubik ini digunakan sebagai alat ukur untuk penilaian produk yang telah dihasilkan oleh siswa, rubik penilaian ini dapat mengukur penilaian autentik siswa.
2. Tes
Bentuk pengembangan instrumen tes ini adalah soal uraian yang sesuai dengan literasi biologi.Setiap pokok uji ini mengacu pada aspek kognitif.Kemampuan aspek kognitif yang digunakan adalah kemampuan pada tingkat analisis (C4), penerapan (C6), dan evaluasi (C5).Tes tertulis ini diberikan kepada siswa sebelum (pree test) dan setelah siswa menyelesaikan tugas pembuatan produk (post test) yang telah di tugaskan sebelumnya.
3. Angket
Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengupulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar diwialayah yang luas. Kusioner dapat berupa pernyataan/pertanyaan tertutup atau terbuka, dapat deiberikan kepada responden secara langsung ataupun tidak langsung (Sugiyono, 2008: 199).
Peneliti menggunakan angket/kuesiner ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai respon atau tanggapan peserta didik terhadap penerapan asessmen autentik berbasik produk untuk meningkatkan kemampuan literasi biologi siswa. Jenis kuesioner yang akan dipakai adalah kuesiner tertutup, dalam kuesioner ini tugas responden adalah memilih satu atau lebih kemungkinan-kemungkinan jawaban yang telah disediakan, jadi cara menjawab sudah diarahkan dan kemungkinan jawabannya sudah ditetapkan (Darmawan, Deni, 2014: 160), kuesioner ini menggunakan Rating Scale (skala bertingkat), yakni sebuah pertanyaan yang diikuti oleh jawaban yang
bertingkat-tingkat (Sugiyono, 2008: 199). Angket yang akan diberikan berjumlah 10 pernyataan mengenai pengaruh penilaian autentik terhadap karakter kreatif dan masing-masing butir pernyataan tersebut diikuti dengan empat alternative jawaban yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS).
Berikut ini adalah Indikator respon siswa terhadap penugasan autentik (produk) pada tabel 3.4 berikut ini:
Tabel 3.4 Indikator Respon Siswa Pada Penugasan Asessmen Autentik (Produk)
No Indikator Respon
1 Menunjukan rasa ketertarikan terhadap tugas yang diberikan 2 Merasa penting terhadap proses pembelajaran yang diberikan 3 Merasa senang terhadap proses pembelajaran yang telah diberikan 4 Merasa senang terhadap tugas pembuatan produk yang telah diberikan
5 Proses diskusi kelompok dalam pengerjaan tugas produk yang telah diberikan 6 Kerjasama tim
7 Merasa lebih mudah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 8 Manfaat mengikuti proses pembelajaran
9 kemampuan penerapan hasil proses pembelajaran 10 Pengalaman pembelajaran lebih bermakna
F. Langkah-Langkah Pelaksanaan Penelitian
Proses penelitian dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir.
1. Tahap Persiapan
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap persiapan ini diuraikan sebagai berikut:
a. Kajian Literatur
Penelitian ini didahului dengan studi kepustakaan mengenai penilaian autentik mulai dari pengertian, sifat dan jenis, sampai pada perbandingan penilaian autentik dengan penilaian tradisional.
b. Analisis Materi
Materi yang digunakan dalam penelitian ini harus berhubungan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini berhungan dengan literasi sains yang menggunakan konsep sains, keterampilan proses, dan nilai dalam membuat keputusan sehari-hari.
c. Pengembangan Task dan Rubics
Pada tahap ini peneliti menyusun task (penugasan) yang akan diberikan kepada siswa dengan memperhatikan kriteria task pada penilaian autentik.
Setelah menyusun penugasan untuk siswa, peneliti menyusun rubik atau kriteria penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dari tugas yang sudah diberikan. Tugas autentik diberikan pada siswa secara bertahap.
d. Penyusunan Instrumen penelitian
Pada tahapan ini peneliti menyiapkan rubrik dan lembar observasi siswa untuk menilai hasil belajar siswa pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif, selain itu, eneliti menyiapkan angket dan pedoman wawancara untuk mendukung data penelitian
2. Tahap Pelaksanaan
Langkaah-langkah yang dilakukan pada tahap pelaksanaan ini diuraikan sebagai berikut:
a. Pelaksanaan Proses Tahap 1
Tema proses yang diberikan kepada siswa adalah berhubungan dengan literasi biologi dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini dibagi kedalam dua tahapan. Pada tahapan pertama siswa dituntut mencari pengetahuan dari lingkungan sekitar.
Dalam penyelesaiannya siswa diberikan Lembar Kerja Siswa (LKS).
b. Pelaksanaan Proses Tahap II
Pada pelaksanaan proses tahap dua, siswa dituntut mampu menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti, dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia.
c. Tahap Akhir
Pada tahap ini peneliti memperoleh data hasil penelitian. Seluruh hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis. Hasil penelitian tersebut kemudian dirujuk kembali dengan berbagai literature sehingga pada akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan mengenai penilaian autentik hasil belajar siswa pada literasi sains.
G. Teknik Pengolahan Data
Proses pengolahan data dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari proses penelitian ynag telah dilakukan sebelumnya, jenis dan sumber data dapat di jelaskan oleh tabel dibawah ini:
Tabel 3.5 Jenis dan Sumber Data
No Jenis Data Penelitian Sumber Data Penelitian
1. Penilaian autentik aspek kognitif Rubik dan lembar kerja siswa (LKS) 2. Penilaian autentik aspek
psikomotorik
Rubik, lembar kerja siswa (LKS), dan peer asesmen
3. Penilaian autentik aspek afektif Rubik, lembar kerja siswa (LKS), dan peer asesmen
4. Tanggapan siswa Angket
Analisis data dilakukan pada setiap tahap pengembangan yang meliputi pendefinisian, perancangan dan pengembangan dengan cara mendeskripsikan setiap hal yang dilakukan ditiap tahap tersebut. Pada data kulitatif yang didapatkan dari hasil wawancara dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan intensitas jawaban yang muncul.Sementara data kuantitatif hasil pengolahan data angket respon pengguna dilakukan interpretasi dengan mengubah data kuantitatif tersebut menjadi sebuah kriteria yang merujuk pada pernyataan keadaan atau kualitas.
1. Analisis uji kelayakan instrumen
Analisis data dilakukan untuk menilai sesuai atau tidaknya produk yang dihasilkan sebagai instrumen penilaian autentik oleh guru. Untuk uji kelayakan, kesesuaian dan kemanfaatan produk oleh ahli materi, konstruksi dan bahasa, yaitu memiliki jawaban “sangat baik”, “baik”, “kurang baik”, dan “tidak baik”/ “sangat sesuai”, “sesuai”, “kurang sesuai”, dan “tidak sesuai”. Revisi dilakukan dengan para ahli memberikan saran khusus terhadap penilaian autentik yang dibuat.
Teknik analisis untuk masing-masing data penelitian dilaksanakan menggunakan instrumen penilaian dengan menjumlahkan skor yang diperoleh kemudian dibagi dengan jumlah skor maksimal kemudian hasilnya dikalikan dengan banyaknya pilihan jawaban. Skor penilaian dari setiap pilihan jawaban ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.6 Pensekoran Pada Angket Uji Kelayakan, Kesesuaian Isi, Kemudahan dan Kemanfaatan Untuk Setiap Pertanyaan
Pilihan jawaban Pilihan jawaban Pilihan jawaban Pilihan jawaban Skor
Sangat baik Sangat sesuai Sangat mudah Sangat bermanfaat 4
Baik Sesuai Mudah Bermanfaat 3
Kurang baik Kurang sesuai Kurang mudah Kurang bermanfaat 2 Tidak baik Tidak sesuai Tidak mudah Tidak bermanfaat 1
(Sugiyono, 2008:93)
Penilaian total dapat dicari dengan menggunakan rumus:
Skor penilaian
Tabel 3.7 Jenjang Kriteria Kualitas Analisis Data Berdasarkan Skor
Nilai Kriteria
3,26 – 4,00 Sangat Baik
2,51 – 3,25 Baik
1,76 – 2,50 Kurang baik (Revisi)
1,00 – 1,75 Tidak baik (Revisi total)
(Sugiyono, 2008) 2. Uji Validitas
Menurut Arikunto (2015: 85) sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium. Teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson, yaitu :
√ Dimana :
= koefisien korelasi antara variable X dan variable Y, dua variable yang dikorelasikan (Arikunto, 2015: 87).
Pedoman untuk memberikan kriteria validitas pada korelasi product mometn adalah sebagai berikut:
Tabel 3.8 Pedoman Kriteria Validitas
Angka Korelasi Makna Korelasi
0,00 – 0,20 Sangat rendah
0,20 – 0,40 Rendah
0,40 – 0,60 Cukup
0,60 – 0,80 Tinggi
0,80 – 1, 00 Sangat tinggi
(Arikunto, 2006:173) 3. Uji Reliabilitas
Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan.Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap.Maka pengertian reliabilitas tes, berhubungan dengan masalah ketetapan
hasil.Atau seandainya hailnya berubah-ubah, perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti (Arikunto, 2015: 100).
Riduwan (2005: 102) untuk menguji reliabilitas tes menggunakan rumus Spearman Brown, yaitu:
Dengan :
= reliabilitas instrumen
= korelasi Product Moment antara belahan (ganjil-genap) Tebel 3.9 Pedoman Kriteria Releabilitas
Angka Korelasi Makna Korelasi
0,00 0,20 Sangat rendah
0,20 0,40 Rendah
0,40 0,60 Cukup
0,60 0,80 Tinggi
0,80 1, 00 Sangat tinggi
(Arikunto, 2006) 4. Data Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif
a. Lembar Kerja Task Studi Literatur
1) Menghitung jumlah skor siswa berdasarkan kriteria penilaian (rubrik) untuk lembar kerja task studi literatur kemudan dihitung presentase nilai dengan cara:
Nilai Hasil Belajar Siswa
2) Mengkategorikan persen penilaian berdasarkan kriteria penilaian (rubrik) menggunakan skala kategori kemampuan siswa seperti tabel 3.7 dibawah ini:
Tabel 3.10 Skala Kategori Kemampuan Siswa
No. Skala Kemampuan Kategori
1. 86% - 100% Sangat Baik
2. 76% - 85% Baik
3. 60% - 75% Cukup
4. 55% - 59% Kurang
5. ≤ 54% Kurang Sekali
(Sugiyono, 2008)
3) Menghitung persen jumlah siswa dalam setiap kategori dengan cara:
Persen yang dicari
b. Tes Tertulis (uraian)
1) Menghitung jumlah skor siswa berdasarkan kriteria penilaian untuk tes tertulis kemudian dihitung presentase nilainya dengan cara:
Nilai hasil belajar siswa
2) Mengkategorikan persen penilaian berdasarkan kriteria penilaian (rubric) menggunakan skala kategori kemampuan siswa seperti pada tabel 3.5 diatas 3) Menghitung persen jumlah siswa dalam setiap kategori dengan cara:
Persen yang dicari
5. Data Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa Aspek Psikomotorik
1) Menghitung jumlah skor siswa berdasarkan kriteria penilaian untuk aspek psikomotorik kemudian dihitung presentase nilainya dengan cara:
Nilai Hasil Belajar Siswa
2) Mengkategorikan persen penilaian berdasarkan kriteria penilaian (rubrik) menggunakan skala kategori kemampuan siswa seperti pada Tabel 3.5 di atas 3) Menghitung persen jumlah siswa dalam setiap kategori dengan cara:
Persen yang dicari
6. Data Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa Aspek Afektif
1) Menghitung jumlah skor siswa berdasarkan kriteria penilaian untuk aspek afektif kemudian dihitung presentase nilainya dengan cara:
Nilai Hasil Belajar Siswa
Nilai Hasil Belajar Siswa
2) Mengkategorikan persen penilaian berdasarkan kriteria penilaian (rubrik)
menggunakan skala kategori kemampuan siswa seperti pada tabel 3.5 di atas 3) Menghitung persen jumlah siswa dalam setiap kategori dengan cara:
Persen yang dicari
7. Data Hasil Angket Siswa
a. Mentabulasi jawaban angket
b. Menghitung persentase jawaban siswa untuk setiap pertanyaan angket dengan cara persentase jawaban angket =
c. Melakukan interpretasi terhadap jawaban angket dengan cara membuat penafsiran.Penafsiran interpretasi angket sebagai berikut:
Tabel 3.11 Skala Kategori Jawaban Angket Siswa
No Presentase Siswa Menjawab “Ya” Kategori
1. 81% - 100% Sangan Baik
2. 61% - 80% Baik
3. 41% - 60% Cukup
4. 21% - 40% Kurang
5. 0 – 20% Sangat Kurang
(Sugiyono, 2008) 8. Analisis Uji instrumen tes
Uji instrumen dilakukan untuk menguji kelayakan suatu instrumen, uji instrumen yang dilakukan pada penelitian ini yaitu uji validitas tes dan uji realibilitas tes.Uji ini dilakukan dengan menggunakan software anates.Adapun langkah-langkah tersebut diantaranya:
a) Buka program anates : klik star >> all program >> anates >> anates v4 b) Pilih tombol jalan anates pilihan ganda atau uraian
c) Pada kolom file klik “ buka file baru” untuk analisis baru
d) Pada kolom informasi jawaban, isikan jumlah subjek dan jawaban butir soal, kemudian klik ok.
e) Setelah itu tuliskan masing-masing nama peserta berikut jawaban peserta tes.
Untuk uraian masukan skor ideal.
f) Enter dan selesai. Kemudian pilih dan “ kembali kemenu utama”.
g) Pada kolom penyekoran pilih “olah semua otomatis”
Teknis analisis data peneliti menggunakan teknik analisis data kuantitatif, teknik ini dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas, dan reliabilitasinstrumen yan digunakan.
Adapun prosedur penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut :
Gambar 3.1 Alur Langkah-Langkah Penelitian Studi Pendahuluan
Studi Empiris (Kondisi Lapangan)
Studi Pustaka (referensi tentang penelitian dan pengembangan).
Desain Produk
Pengembangan Task dan Rubric
Penyusunan Instrumen
Vaildasi desain produk oleh tim ahli Biologi
Perbaikan instrument task dan rubik
Uji produk kelompok terbatas
Analisis data hasil uji coba dengan menggunakan software microsoft excel dan SPSS
Revisi Produk
Uji Coba Pemakaian
Uji Coba Lapangan 1 Uji Coba Lapangan 2
Revisi Produk Tahap akhir
Produk Akhir berupa Instrumen Asesmen Autentik Untuk Meningkatkan Literasi Biologi Siswa
Tahap Perencanaan
Tahap Pengembangan Produk
Tahap Validasi dan Uji coba
Tahap Pengumpulan Data