EVALUASI DIRI SEKOLAH
(EDS)
SDS RK MUTIARA BERSUBSIDI GUNUNGSITOLI
KECAMATAN GUNUNGSITOLI
KOTA GUNUNGSITOLI
2020/2021
1
ii
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, atas segala limpahan rahmat dan kasih-Nya, sehingga kami Tim Pengembang Sekolah (TPS) dapat menyelesaikan laporan hasil kerja dalam mengevaluasi delapan Standar Nasional Pendidikan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005.
Tim Pengembang Sekolah mengucapkan terimakasih kepada Ibu Pengawas TK/SD Kecamatan Gunungsitoli, Komite Sekolah, Bapak/Ibu Guru/Pegawai serta semua pihak yang telah membantu sehingga laporan ini bisa diselesaikan dengan baik.
Dengan laporan EDS ini diharapkan sekolah dapat berbenah diri dengan melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan kekuatan, kelemahan, peluang-peluang serta hambatan-hambatan yang dihadapi.
Harapan kedepan dengan EDS ini, sekolah dapat mengevaluasi kemajuan dan menentukan prioritas-prioritas yang diperlukan untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Gunungsitoli, Agustus 2020
1
DAFTAR ISI LAPORAN EVALUASI DIRI SEKOLAH
Halaman Pengesahan ... i Kata Pengantar ... ii Daftar Isi ... 1
1. STANDAR ISI
1.1 Kurikulum sudah sesuai dan relevan ... 4 1.2 Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik ... 7 2. STANDAR PROSES
2.1 Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar ... 10 2.2 RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik ... 12 2.3 Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat ... 14 2.4 Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik .. 16 2.5 Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan ... 18 3. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
3.1 Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan ... 21 3.2 Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat ... 24 4. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
4.1 Pemenuhan jumlah pendidik dari tenaga kependidikan sudah memadai ... 28 4.2 Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai ... 30 4.3 Kualifikasi pendidikan dan tenaga kependidikan sudah memadai ... 32 5. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
5.1 Sarana sekolah sudah memadai ... 35
5.2 Sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik... 39
2
6. STANDAR PENGELOLAAN
6.1 Kinerja pengelolaan sekolah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak ... 42
6.2 Rencana Kerja memiliki tujuan yang jelas dan perbaikan berkelanjutan ... 44
6.3 Rencana pengembangan sekolah/rencana kerja sekolah berdampak kepada peningkatan hasil belajar ... 46
6.4 Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid ... 49
6.5 Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan ... 51
6.6 Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah ... 53
7. STANDAR PEMBIAYAAN 7.1 Sekolah merencanakan keuangan sesuai standar ... 56
7.2 Upaya sekolah untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya ... 60
7.3 Sekolah menjamin kesetaraan akses ... 63
8. STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN 8.1 Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akademik maupun nonakademik ... 66
8.2 Penilaian berdampak pada proses belajar ... 70
8.3 Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka ... 72
PENUTUP ... 74
3
1. STANDAR ISI
Komponen Indikator
1.1. Kurikulum sudah sesuai dan relevan 1.1.1. Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP.
1.1.2. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran.
1.1.3. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu, rencana program remedial, dan pengayaan bagi siswa.
1.2. Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik 1.2.1. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
1.2.2. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
4 1. ISI
1.1 Kurikulum sudah sesuai dan relevan
1.1.1 Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
SK Tim Pengembangan Kurikulum.
Daftar hadir penyusunan Kurikulum.
Notulen Rapat.
Buku panduan kurikulum BSNP.
Kurikulum Dokumen I.
Sekolah memiliki Tim Pengembangan Kurikulum.
Dalam penyusunan kurikulum, Sekolah Melibatkan; Kepala Sekolah, Pendidik, Komite Sekolah dan tokoh masyarakat yang sesuai dengan panduan BSNP.
Kurikulum memuat 5 kelompok mata pelajaran didasarkan dengan 7 prinsip pengembangan dan 7 prinsip pelaksanaan.
Kurikulum direvisi dan disusun setiap tahunnya.
Kurikulum belum disosialisasikan pada warga sekolah dan pemangku kepentingan.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Kurikulum sekolah kami disusun dan dikembangkan sesuai dengan panduan BSNP dan menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum sekolah lainnya yang memiliki karakteristik yang sama.
Kurikulum sekolah kami disusun dan dikembangkan sesuai dengan panduan BSNP.
Kurikulum sekolah kami disusun mengikuti panduan yang disusun BSNP namun masih memerlukan pengembangan.
Kurikulum sekolah kami belum sepenuhnya mengikuti panduan yang disusun BSNP.
Rekomendasi:
Sekolah perlu mensosialisasikan dokumen kurikulum pada warga sekolah dan pemangku kepentingan.
5 1.1 Kurikulum sudah sesuai dan relevan
1.1.2 Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Kurikulum Dokumen I. Kurikulum Sekolah memuat muatan lokal dan Pengembangan Diri, yang
disesuaikan dengan karakteristik daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran.
Sekolah memiliki Program khusus Mulok dan Pengembangan Diri namun belum terintegrasi ke dalam Kurikulum.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Kurikulum sekolah kami disusun dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran yang terintegrasi dalam silabus setiap mata pelajaran serta menjadi rujukan kab/kota dalam pengembangan kurikulum lokal.
Kurikulum sekolah kami disusun dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran dalam silabus setiap mata pelajaran.
Kurikulum sekolah kami disusun dengan mempertimbangkan usia peserta didik dan kebutuhan pembelajaran.
Kurikulum sekolah kami disusun belum mempertimbangkan karakteristik daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran.
Rekomendasi:
Sekolah perlu mengintegrasikan program khusus mulok dan pengembangan diri ke dalam kurikulum.
6 1.1 Kurikulum sudah sesuai dan relevan
1.1.3 Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu, rencana program remedial, dan pengayaan bagi siswa.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Kurikulum Dokumen I.
Kalender Pendidikan.
Jadwal Pelajaran.
Jadwal kegiatan.
Sturktur Kurikulum sekolah memuat :
- 8 mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri.
- Memuat substansi mata pelajaran IPA dan IPS (TERPADU).
- Alokasi waktu satu jam pelajaran 35 menit.
- Tambahan jam pelajaran 4 jam / minggu.
- Minggu efektif dalam setahun 37 minggu.
Kurikulum Sekolah memuat Layanan pembelajaran, perbaikan, pengayaan, serta mengadakan Layanan Bimbingan belajar dan layanan perbaikan pembelajaran di luar Jam pelajaran.
Sekolah telah membuat program khusus untuk kegiatan remedial dan pengayaan Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Struktur kurikulum sekolah kami telah mengalokasikan waktu yang cukup bagi peserta didik agar dapat memahami konsep yang baru sebelum melanjutkan ke pelajaran berikutnya dengan selalu melaksanakan program remedial dan pengayaan yang sistematis untuk setiap peserta didik.
Struktur kurikulum sekolah kami telah mengalokasikan waktu yang cukup bagi peserta didik agar dapat memahami konsep yang baru sebelum melanjutkan ke pelajaran berikutnya dengan selalu melaksanakan program remedial dan pengayaan.
Struktur kurikulum sekolah kami kurang mengalokasikan waktu yang cukup bagi peserta didik agar dapat memahami konsep yang baru sebelum melanjutkan ke pelajaran berikutnya, sedangkan program remedial dan pengayaan kadang kala dilaksanakan.
Struktur kurikulum sekolah kami tidak mengalokasikan waktu yang cukup bagi peserta didik agar dapat memahami konsep yang baru sebelum melanjutkan ke pelajaran berikutnya, serta program remedial dan pengayaan belum pernah dilaksanakan.
Rekomendasi:
Sekolah perlu meningkatkan program khusus remedial dan pengayaan
7 1.2 Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik
1.2.1 Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
KTS Dokumen I.
Buku Piket Guru.
Jadwal Piket Guru.
Buku Catatan Kasus.
Sekolah menyelenggarakan kegiatan Bimbingan dan Konseling bagi semua peserta didik.
Sekolah belum memberikan bimbingan secara teratur dan berkesinambungan sesuai kebutuhan pengembangan peserta didik.
Kegiatan Bimbingan dan Konseling sudah terorganisir (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut).
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Sekolah kami menyediakan layanan dan bimbingan secara teratur dan berkesinambungan dalam memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi setiap peserta didik, baik yang terprogram dengan jelas maupun berdasarkan kasus per kasus sesuai kebutuhan peserta didik.
Sekolah kami memberikan bimbingan secara teratur dan berkesinambu-ngan serta menawarkan pelayanan konseling dalam memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
Sekolah kami masih sangat terbatas dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang memadai dalam memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
Sekolah kami belum mampu memberikan layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik.
Rekomendasi:
Sekolah perlu meningkatkan bimbingan secara teratur dan berkesinambungan sesuai kebutuhan pengembangan peserta didik.
Sekolah perlu lebih meningkatkan secara khusus program Bimbingan dan Konseling (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut).
8 1.2 Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik
1.2.2 Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
KTS Dokumen I Dalam Kurikulum Sekolah, Kegiatan Ekstra disesuaikan dengan bakat, minat, jenis
kelamin, dan,tingkat perkembangan (usia) peserta didik, serta budaya setempat meliputi : Pramuka, Volley, Atletik dan kerohanian.
Kegiatan ekstra kurikuler di sekolah telah terprogram secara maksimal (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Tindak lanjut).
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Sekolah kami menyediakan berbagai jenis kegiatan ekstra kurikuler yang disesuaikan dengan minat setiap peserta didik dan melibatkan masyarakat dalam pengembangan ekstra- kurikulernya.
Sekolah kami sudah menyediakan beberapa kegiatan ekstra-kurikuler bagi peserta didik yang sesuai dengan minat sebagian besar peserta didik.
Sekolah kami menyediakan kegiatan ekstra- kurikuler tetapi belum mengakomodir semua kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
Sekolah kami belum mampu memberikan kegiatan ekstra-kurikuler bagi peserta didik.
Rekomendasi:
Sekolah perlu mengembangkan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler Sekolah (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Tindak lanjut)
9
2. STANDAR PROSES
Komponen Indikator
2.1. Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar 2.1.1. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan KTS.
2.1.2. Pengembangan Silabus dilakukan guru secara mandiri atau berkelompok.
2.2. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik
2.2.1. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran.
2.2.2. RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik.
2.3. Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat
2.3.1. Siswa dapat mengakses buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran dengan mudah.
2.3.2. Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik.
2.4. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik
2.4.1. Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
2.4.2. Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi.
2.5. Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan
2.5.1. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
2.5.2. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas.
10 2. PROSES
2.1 Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar
2.1.1 Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar, Materi, Alokasi Waktu, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
KTS Dokumen II.
Panduan KTS.
Silabus kls 1 s/d 6 untuk 8 mata pelajaran.
Silabus Sekolah dikembangkan berdasarkan SI, SKL dan panduan yang sesuai dengan BNSP.
Silabus Sekolah memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, Kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar sebagai acuan pengembangan RPP.
Sekolah telah memiliki silabus untuk 8 mata pelajaran.
Sekolah belum memiliki Silabus untuk mata pelajaran Mulok dan Pengembangan diri.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Silabus kami telah sesuai dengan SK, KD, SKL, dan panduan serta telah mempertimbangkan situasi dan kondisi sekolah.
Silabus kami telah sesuai dengan SI, KD, SKL, dan panduan.
Sebagian silabus kami telah sesuai dengan SI, KD, SKL, dan panduan.
Silabus kami belum sesuai dengan SI, KD, SKL, dan panduan.
Rekomendasi:
Sekolah perlu membuat Silabus Mulok dan Pengembangan diri yang disesuaikan dengan buku pegangan guru serta kebutuhan peserta didik.
11 2.1 Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar
2.1.2 Pengembangan Silabus dilakukan guru secara mandiri atau berkelompok.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
KTS Dokumen II
Silabus Kelas 1 s/d 3 untuk 9 mata pelajaran.
Silabus Kelas 4 s/d 6 untuk 11 mata pelajaran.
Dalam Pengembangan silabus, Sekolah menggunakan panduan silabus yang disusun BNSP sebagai referensi.
Pengembangan Silabus untuk kelas 1 sampai dengan kelas 6 secara mandiri dilaksanakan oleh sekolah yang bekerjasama dengan seluruh dewan Guru.
Silabus jarang dikaji ulang setiap tahun.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Silabus kami telah dikaji dan dikembangkan secara teratur oleh guru secara mandiri yang berdampak pada peningkatan mutu peserta didik.
Silabus kami telah dikaji dan dikembangkan secara teratur oleh guru secara mandiri atau berkelompok.
Sebagian silabus kami telah dikaji dan dikembangkan secara teratur oleh guru secara mandiri atau berkelompok.
Silabus kami belum dikaji dan dikembangkan secara teratur oleh guru secara mandiri atau berkelompok.
Rekomendasi:
Sekolah perlu mengkaji ulang silabus secara rutin untuk disesuaikan dengan buku pegangan guru serta kebutuhan peserta didik
12
2.2 RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik
2.2.1 Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Silabus kelas 1 s/d 6.
Program Semester.
RPP kelas 1 s/d 6 tiap mata pelajaran.
Dalam penyusunan RPP, sekolah menggunakan prinsip-prinsip penyusunan RPP.
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.
RPP Sekolah di susun secara lengkap dan sistematis yang memuat : identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
RPP disusun untuk setiap KD dan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
RPP dirancang untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan/ program semester.
Beberapa guru sering mengkaji ulang RPP setiap tahun.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
RPP disusun oleh setiap guru untuk setiap kompetensi dasar berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran dan direview secara berkala untuk memastikan dampaknya pada peningkatan hasil belajar peserta didik.
RPP disusun oleh setiap guru untuk setiap kompetensi dasar berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran.
Sebagian guru menyusun RPP sendiri untuk setiap kompetensi dasar berdasarkan prinsip- prinsip perencanaan pembelajaran.
Guru tidak menyusun RPP sendiri.
Rekomendasi:
Sekolah perlu menfasilitasi perbaikan penyusunan dan pelaksanaan RPP untuk disesuaikan dengan buku pegangan guru serta kebutuhan peserta didik serta mengikut sertakan guru pada diklat-diklat
13
2.2 RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik
2.2.2 RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Silabus
Program Semester.
RPP
RPP Sekolah disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
RPP disusun dengan penentuan KKM/KBM dan pengadaan sarana-prasarana pembelajaran.
Hanya 23 orang dari 25 Guru di sekolah dalam menyusun RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan social, emosional, gaya belajar, serta kebutuhan siswa
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, Tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik serta direview oleh para ahli.
RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, Tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik.
RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya.
RPP tidak memperhatikan perbedaan individual peserta didik.
Rekomendasi:
Sekolah perlu mengkaji ulang silabus secara rutin untuk disesuaikan dengan buku pegangan guru serta kebutuhan peserta didik
14 2.3 Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat
2.3.1 Siswa dapat mengakses buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran dengan mudah.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Daftar Inventaris Buku.
Buku pegangan Siswa.
Buku Referensi.
Koleksi Buku Perpustakaan.
Pengadaan buku pegangan dan referensi siswa sesuai dengan pedoman buku BOS.
Sumber belajar yang tersedia di sekolah kami antara lain : buku teks pegangan siswa, buku referensi dan koleksi buku di perpustakaan.
Buku teks di sekolah cukup untuk satu buku per siswa untuk setiap mata pelajaran ( 1 : 1 )
Sebagian besar siswa belum memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Siswa sekolah kami menggunakan sumber belajar yang dibeli sendiri dan berbagai materi yang tersedia di perpustakaan sekolah dengan mudah untuk dipinjam dan dipakai di luar sekolah dalam kurun waktu tidak lebih dari satu minggu dan dapat diperpanjang, serta dapat mengakses buku sekolah elektronik (BSE) dan materi lain dari e-library sekolah.
Siswa sekolah kami menggunakan sumber belajar yang dibeli sendiri dan berbagai materi yang tersedia di perpustakaan sekolah dengan mudah untuk dipinjam dan dipakai di luar sekolah dalam kurun waktu tidak lebih dari satu minggu dan dapat diperpanjang, serta dapat mengakses buku sekolah elektronik (BSE).
Siswa sekolah kami menggunakan sumber belajar yang dimiliki sendiri dan beberapa buku teks yang tersedia di perpustakaan sekolah selama pelajaran berlangsung.
Siswa sekolah kami hanya menggunakan sumber belajar yang dimiliki sendiri.
Rekomendasi:
Sekolah dan para guru perlu memfasilitasi dan mendorong siswa untuk memanfaatkan sumber belajar dengan maksimal
15 2.3 Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat
2.3.2 Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Daftar Inventaris Buku.
Buku pegangan Guru.
Buku Pengayaan.
Buku Referensi.
Koleksi Buku Perpustakaan.
Selain buku teks pelajaran, guru juga menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lainnya.
Guru belum memanfaatkan secara maksimal dalam penggunaan perpustakaan sebagai sumber pembelajaran bagi siswa.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Guru-guru kami menggunakan berbagai jenis sumber dan media pembelajaran di sekolah serta memanfaatkan tempat belajar lain di luar sekolah dengan melibatkan siswa.
Guru-guru kami menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik.
Guru-guru kami sudah menggunakan sumber belajar lainnya selain buku pelajaran, namun hanya pada mata pelajaran tertentu.
Guru-guru kami sepenuhnya hanya bergantung pada buku-buku pelajaran saja dalam melakukan proses pembelajaran.
Rekomendasi:
Sekolah perlu menghimbau kepada Guru untuk memanfaatkan secara maksimal dalam penggunaan perpustakaan untuk membantu motivasi siswa sebagai sumber pembelajaran.
16
2.4 Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik
2.4.1 Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Silabus.
RPP.
Program Semester.
Lembar Observasi.
Supervisi Kepala Sekolah.
Disekolah, Guru melaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat.
Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Dalam proses pembelajaran 15 dari 25 orang guru belum menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi anak didik.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Guru-guru kami melaksanakan kegiatan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang sesuai dengan RPP yang disusunnya serta dijadikan acuan bagi guru-guru di sekolah lainnya.
Guru-guru kami melaksanakan kegiatan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan dan menantang sesuai dengan RPP yang disusunnya.
Sebagian guru-guru kami sudah konsisten melaksanakan kegiatan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan dan menantang sesuai dengan RPP yang disusunnya.
Guru-guru kami belum konsisten melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP yang disusunnya.
Rekomendasi:
Sekolah menfasilitasi guru untuk menggunakan metode PAKEM dan CTL, melalui mengikutsertakan mereka dalam diklat.
17
2.4 Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik 2.4.2 Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Silabus.
RPP.
Lembar Kegiatan Siswa
Guru di sekolah dalam pembelajaran telah menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.
Dalam pembuatan RPP guru belum menerapkan sistem eksplorasi, elaborasi, serta konfirmasi tetapi dalam pembelajaran secara tidak langsung telah mengelola kelas secara efektif dan memberi kesempatan yang sama kepada para siswa untuk melakukan eksplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfimasi.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Guru-guru kami tidak hanya memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi di setiap proses pembelajaran tetapi juga di luar proses pembelajaran.
Guru-guru kami memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi di setiap proses pembelajaran.
Guru-guru kami belum sepenuhnya konsisten memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi di setiap proses pembelajaran.
Guru-guru kami belum memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi di setiap proses pembelajaran.
Rekomendasi:
Sekolah perlu mengadakan kegiatan pemantapan dan penularan cara pembuatan RPP dengan aspek eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi agar guru-guru mengetahui kembali aspek- aspek pembuatan RPP dengan mengikut sertakan pada kegiatan diklat.
18
2.5 Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan
2.5.1 Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Program Supervisi.
Jadwal Supervisi.
Kepala Sekolah melakukan Supervisi proses pembelajaran melalui tahap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, dan konsultasi.
Sekolah telah melaksanakan supervisi penilaian hasil pembelajaran.
Sekolah telah melaksanakan sosialisasi dan penguatan tentang supervisi.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Proses pembelajaran di sekolah kami disupervisi dan dievaluasi mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran termasuk program tindak lanjut.
Proses pembelajaran di sekolah kami disupervisi dan dievaluasi mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
Proses pembelajaran di sekolah kami disupervisi dan dievaluasi hanya pada tahapan tertentu saja.
Proses pembelajaran di sekolah kami tidak disupervisi dan dievaluasi mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
Rekomendasi:
Sekolah perlu lebih meningkatkan supervisi penilaian hasil pembelajaran.
Sekolah perlu lebih memberikan penguatan tentang supervisi kepada Dewan Guru.
19
2.5 Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan
2.5.2 Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Program Supervisi.
Jadwal Supervisi.
Buku Tamu.
Pelaksanaan supervisi di sekolah dilakukan secara berkala oleh kepala sekolah dan Pengawas.
Hasil supervisi dan evaluasi proses pembelajaran selalu ditindaklanjuti dengan penguatan dan penghargaan bagi yang telah memenuhi standar, teguran yang bersifat mendidik bagi yang belum memenuhi standar, namun belum memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Supervisi dan Evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah, teman sejawat dan Pengawas serta melibatkan peserta didik.
Supervisi dan Evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas.
Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala oleh kepala sekolah dan pengawas tetapi tidak ditindaklanjuti.
Supervisi dan Evaluasi proses pembelajaran hanya dilakukan oleh pengawas.
Rekomendasi:
Sekolah perlu menfasilitasi program tindak lanjut dari hasil supervisi dan evaluasi melalui diklat kepada guru.
20
3. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
Komponen Indikator
3.1. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan 3.1.1. Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL.
3.1.2. Peserta didik memperlihatkan kemajuan sebagai pembelajar yang mandiri.
3.1.3. Peserta didik memperlihatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi.
3.2. Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat
3.2.1. Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik.
3.2.2. Sekolah mengembangkan keterampilan hidup.
3.2.3. Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat diterima.
21 3. KOMPETENSI LULUSAN
3.1 Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan
3.1.1 Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL/SKM.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
KTS Dokumen I
KKB Sekolah
SKL/SKM Sekolah
DAKOLNUM
Rekapitulasi Nilai Ujian Setiap tahun.
Nilai Raport.
Hasil belajar siswa di Sekolah dapat mencapai target yang telah ditetapkan pada KKM/KBM untuk setiap mata pelajaran dari setiap kelas.
Nilai rata-rata untuk setiap mata pelajaran untuk setiap kelas menunjukkan kenaikan yang lebih baik.
Hasil lulusan ujian dapat berhasil 100 % untuk setiap tahunnya, namun nilai cenderung tidak konsisten.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik melebihi standar kompetensi kelulusan, percaya diri, dan memiliki harapan yang tinggi dalam berprestasi.
Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan dalam SKL.
Peserta didik memperlihatkan prestasi belajar yang lebih baik, namun tidak konsisten.
Hasil belajar peserta didik masih di bawah SKL.
Rekomendasi:
Sekolah perlu menfasilitasi para peserta didik untuk dapat meningkatkan hasil belajar secara konsisten, melalui pemberian motivasi dan pengefektifan pembelajaran
22 3.1 Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan
3.1.2 Peserta didik memperlihatkan kemajuan sebagai pembelajar yang mandiri.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
KTS Dokumen I
RPP.
Hasil tugas/Pekerjaan Siswa
Sekolah mempunyai bentuk pembelajaran meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi bagi peserta didik dengan metode interaktif, inspiratif, menyenangkan dan menantang.
Peserta didik mampu menjadi pelajar yang mandiri, mereka selalu menyelesaikan tugas- tugas yang diberikan oleh Guru dengan tugas yang berpariasi.
Perolehan nilai tugas peserta didik menunjukkan peningkatan.
Sekolah belum menerapkan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran mandiri melalui lingkungan sekolah dan sekitar.
Sekolah menerapkan Pembelajaran mandiri hanya dalam mata pelajaran dan tugas dari mata pelajaran.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Peserta didik kami mengembangkan keterampilan berpikir logis, kritis, dan analititis serta mengembangkan kreatifitas mereka.
Peserta didik kami mampu menjadi pembelajar yang mandiri.
Sebagian peserta didik kami mampu menjadi pembelajar yang mandiri.
Peserta didik kami belum mampu menjadi pembelajar yang mandiri.
Rekomendasi:
Sekolah perlu menambahkan pembelajaran mandiri melalui lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat seperti kegiatan Pramuka, kunjungan edukasi, outbond, berlatih jualan, kegiatan gerejawi, pelayanan pada masyarakat, hari besar lainnya, dll.
23 3.1 Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan
3.1.3 Peserta didik memperlihatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Program pembiasaan.
Pajangan di Kelas.
Hasil karya Siswa.
Dokumentasi kegiatan Upacara dan Olahraga.
Bukti keikutsertaan siswa pada kegiatan lomba.
Sekolah mempunyai bentuk pembelajaran meningkatkan motivasi peserta didik dengan menerapkan siklus pembelajaran yang aktif, kreatif dan efektif dengan memajang hasil karya siswa.
Di sekolah semua peserta didik memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab melalui kegiatan upacara, olah raga dan kegiatan lainnya.
Di sekolah peserta didik memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
Di sekolah peserta memperoleh pengalaman mengekspresikan karya seni dan budaya dengan memajang hasil karya mereka di dinding kelas.
Di sekolah, peserta didik sebagian menggunakan pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Peserta didik kami memiliki motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi, serta mampu mengekspresikan diri dalam mengungkapkan pendapat mereka dengan jelas dan santun.
Peserta didik kami memiliki motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi.
Sebagian peserta didik kami memiliki motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi.
Peserta didik belum memiliki
motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi.
Rekomendasi:
Sekolah dan dewan guru perlu mendorong peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab, melalui kegiatan -kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan sosial lainnya
24 3.2 Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat 3.2.1 Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
KTS.
Program 7K.
Tata Tertib Sekolah.
Nilai Rapor Siswa.
Sekolah telah menyusun program pengembangan kepribadian peserta didik.
Secara garis besar program pengembangan kepribadian peserta didik meliputi: kegiatan terprogram (pelayanan konseling, ekstrakurikuler), kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladanan dan kegiatan penunjang.
Model pelaksanaan kegiatan pengembangan kepribadian peserta didik terintergrasi dengan mata pelajaran lainnya yang dilakukan pada saat di sekolah, di rumah maupun di masyarakat.
Hasil penilaian pengembangan kepribadian peserta didik dituangkan dalam laporan hasi belajar siswa (Rapor).
Dalam pelaksanaannya sekolah hanya melaksanakan pengembangan kepribadian peserta didik pada saat siswa berada di sekolah.
Di sekolah para peserta didik belum sepenuhnya memahami tentang makna disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras, dan perhatian kepada orang lain.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Peserta didik berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan di sekolah dan di tengah masyarakat luas. Mereka memiliki kemampuan secara pribadi dan sosial dan melakukan berbagai jenis kegiatan untuk keberhasilan pribadi dalam ruang lingkup yang lebih luas.
Peserta didik kami menunjukkan sikap yang baik di sekolah dan di tengah masyarakat luas, serta memahami tentang disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras, dan perhatian kepada orang lain.
Peserta didik kami menunjukkan sikap yang baik di sekolah dan di tengah masyarakat luas, akan tetapi mereka belum terlalu memahami tentang disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras, dan perhatian kepada orang lain.
Peserta didik kami menunjukkan sikap yang baik di sekolah.
Rekomendasi:
Sekolah perlu melaksanakan pengembangan kepribadian diri siswa secara maksimal dan bekerjasama dengan semua pihak ( Dewan guru, Komite Sekolah, serta Wali murid ).
Sekolah perlu menfasilitasi para peserta didik untuk memahami tentang makna disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras, dan perhatian kepada orang lain
25 3.2 Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat 3.2.2 Sekolah mengembangkan keterampilan hidup.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
KTS.
SKL/SKM.
Sekolah telah menyusun program pengembangan keterampilan hidup peserta didik.
Program kegiatan keterampilan hidup peserta didik di sekolah meliputi kegiatan penilaian pada setiap mata pelajaran (SKL) dan kegiatan ekstrakurikuler (kepramukaan, olahraga, seni musik, tari dan kerohanian).
Secara maksimal pelaksanaan hanya pada kegiatan penilaian setiap mata pelajaran (SKL) sedangkan untuk kegiatan ekstrakurikuler belum dilaksanakan secara maksimal.
Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah telah sesuai dengan minat para peserta karena tidak hanya tertumpu pada kegiatan olahraga saja.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Potensi dan minat peserta didik kami telah berkembang secara penuh melalui partisipasi mereka dalam berbagai jenis kegiatan serta memiliki kesempatan untuk mengembangkan rasa estetika selain keterampilan.
Sekolah kami menyediakan beragam kegiatan dan program keterampilan hidup sebagai bekal kehidupan di tengah-tengah masyarakat.
Sekolah kami menawarkan beberapa kegiatan ekstra kurikuler tetapi belum sesuai dengan minat peserta didik.
Sekolah kami hanya menyediakan program pembelajaran yang terbatas dan belum bisa mengembangkan keterampilan lain yang dapat menjamin pencapaian potensi mereka secara penuh.
Rekomendasi:
Sekolah perlu lebih memaksimalkan pelaksanaan kegiatan pengembangan keterampilan hidup peserta didik sesuai dengan program yang telah dibuat.
Sekolah perlu lebih meningkatkan pengembangan ketrampilan hidup melalui penambahan kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai bakat dan minat peserta didik dan tidak hanya tertumpu pada satu kegiatan saja.
26 3.2 Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat
3.2.3 Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat diterima.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Kegiatan Pembiasaan Sekolah telah memprogramkan pengembangan nilai-nilai agama dan budaya yang sesuai dengan tahap perkembangan anak sekolah.
Sebagian peserta didik belum memiliki pengetahuan dalam penerapan nilai agama di kehidupan sehari-hari.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Peserta didik memahami dan menerapkan ajaran agama dan nilai- nilai budaya dalam kehidupan mereka sehari-hari secara konsisten baik di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat.
Peserta didik kami memahami ajaran agama dan nilai-nilai budaya serta mampu menerapkan dalam kehidupan mereka sehari- hari.
Peserta didik kami memiliki pengetahuan yang memadai mengenai agama mereka dan sudah mulai berusaha menerapkan dalam kehidupan sehari hari.
Peserta didik kami memiliki pengetahuan agama yang terbatas dan belum mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi:
Sekolah perlu memfasilitasi Peserta didik dalam peningkatan penerapan nilai agama dan budaya, dengan kegiatan pembiasaan di kehidupan sehari-hari dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan.
27
4. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Komponen Indikator
4.1. Pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai 4.1.1. Jumlah pendidik memenuhi standar.
4.1.2. Jumlah tenaga kependidikan memenuhi standar.
4.2. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai 4.2.1. Kualifikasi pendidik memenuhi standar
4.2.2. Kualifikasi tenaga kependidikan memenuhi standar 4.3. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai 4.3.1. Kompetensi pendidik memenuhi standar
4.3.2. Kompetensi tenaga kependidikan memenuhi standar
28 4. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
4.1 Pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai 4.1.1 Jumlah pendidik memenuhi standar.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
SK Guru.
SK Pembagian Tugas Mengajar.
Daftar Nama Guru.
Laporan Bulanan.
LKIS (Laporan Individu Sekolah).
Profil Sekolah.
Jumlah Tenaga Pendidik di Sekolah : - 1 orang Kepala Sekolah.
- 19 orang Guru Kelas - 1 orang guru TIK.
- 2 orang Guru Agama Katolik.
- 1 orang Guru Olahraga.
Guru Kelas di sekolah telah memenuhi standar minimal yang ditentukan.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Jumlah pendidik di sekolah kami sangat memadai untuk memberikan layanan pembelajaran dengan kualitas tinggi bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus.
Jumlah pendidik di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan
Jumlah pendidik di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Jumlah pendidik di sekolah kami belum memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Rekomendasi:
Sekolah perlu mengajukan ke Yayasan untuk penambahan Guru kelas yang sesuai dengan standar yang ditetapkan
29 4.1 Pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai
4.1.2 Jumlah tenaga kependidikan memenuhi standar.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
SK Pembagian Tugas Sekolah sudah memiliki tenaga kependidikan; Kepala Administrasi, Pengelola
perpustakaan, Petugas layanan khusus (Pesuruh, Penjaga Sekolah) Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Sekolah kami memiliki tenaga kependidikan dengan jumlah yang sangat memadai untuk memberikan layanan pendidikan dengan kualitas tinggi bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus.
Sekolah kami memiliki jumlah tenaga kependidikan yang memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Jumlah tenaga kependidikan di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Jumlah tenaga kependidikan di sekolah kami belum memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Rekomendasi:
Sekolah perlu mengajukan ke Yayasan untuk perekrutan Tenaga Kependidikan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan
30 4.2 Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai
4.2.1 Kualifikasi pendidik memenuhi standar.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
SK Kepala Sekolah.
SK Guru.
Ijazah Kepala Sekolah.
Ijazah Guru
Laporan bulanan.
Profil Sekolah.
Sertifikat Pendidik Kepala Sekolah.
Di sekolah, Kepala Sekolah berijazah S1 Kependidikan dan telah memiliki sertifikat pendidik.
Kualifikasi guru disekolah :
- 24 orang berijazah S1 kependidikan.
- 1 orang berijazah D2 kependidikan.
Dari 25 orang guru, hanya 1 orang pendidikannya D2.
Sebagian guru di sekolah belum mempunyai sertifikat pendidik Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Sekolah kami memiliki pendidik dengan kualifikasi yang sangat memadai dari standar yang ditentukan untuk memberikan pengalaman belajar dengan kualitas tinggi bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus.
Kualifikasi pendidik di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Kualifikasi pendidik di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan.
Kualifikasi pendidik di sekolah kami belum memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan.
Rekomendasi:
Sekolah perlu menghimbau dan memfasilitasi guru untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya ke jenjang yang memenuhi standar pendidikan.
Sekolah perlu memfasilitasi dan mengajukan nama-nama guru untuk berkompetensi menjadi guru profesional
31 4.2 Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai
4.2.2 Kualifikasi tenaga kependidikan memenuhi standar.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Ijazah Guru 1 orang guru tetap yang berijazah D2 Kependidikan.
Kualifikasi pendidik di sekolah beberapa telah memadai untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Sekolah kami memiliki tenaga kependidikan dengan kualifikasi yang sangat memadai untuk memberikan pengalaman belajar dengan kualitas tinggi bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus.
Kualifikasi pendidik di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Kualifikasi tenaga kependidikan di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Kualifikasi tenaga kependidikan di sekolah kami belum memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Rekomendasi:
Sekolah perlu menghimbau Tenaga kependidikan agar dapat meningkatkan kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan standar
32 4.3 Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai
4.3.1 Kompetensi pendidik memenuhi standar.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Sertifikat Kepala Sekolah.
Daftar penilaian guru dan pegawai (DP3).
Daftar Hadir Guru
Kepala Sekolah di sekolah telah memenuhi standar kompetensi pendidik.
Guru di sekolah telah memenuhi standar kompetensi pendidik.
Belum semuanya Guru disekolah mampu menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Sekolah kami memiliki pendidik dengan kompetensi yang sangat memadai untuk memberikan pengalaman belajar dengan kualitas tinggi bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus.
Kompetensi pendidik di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Kompetensi pendidik di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Kompetensi pendidik di sekolah kami belum memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Rekomendasi:
Sekolah perlu memfasilitasi peningkatan kompetensi guru dalam hal menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dengan mengikut sertakan dalam diklat.
33 4.3 Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai
4.3.2 Kompetensi tenaga kependidikan memenuhi standar
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Daftar Hadir guru dan pegawai
Observasi hasil kerja di lapangan.
Sekolah memfungsikan guru honorer yang berkompetensi sebagai guru/tenaga pendidik.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Sekolah kami memiliki tenaga kependidikan dengan kompetensi yang sangat memadai untuk memberikan pengalaman belajar dengan kualitas tinggi bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus.
Kompetensi pendidik di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Kompetensi tenaga kependidikan di sekolah kami sudah memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Kompetensi tenaga kependidikan di sekolah kami belum memadai sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Rekomendasi:
Sekolah perlu meningkatkan kompetensi pendidik melalui pelatihan yang memenuhi standar
34
5. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Komponen Indikator
5.1. Sarana sekolah sudah memadai 5.1.1. Sekolah memenuhi standar terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya.
5.1.2. Sekolah memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam rombongan belajar.
5.1.3. Sekolah memenuhi standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk buku pelajaran.
5.2. Sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik 5.2.1. Pemeliharaan bangunan dilaksanakan secara berkala sesuai dengan persyaratan standar 5.2.2. Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi kemudahan kepada
peserta didik yang berkebutuhan khusus.
35 5. SARANA DAN PRASARANA
5.1 Sarana sekolah sudah memadai
5.1.1 Sekolah memenuhi standar terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
SKT / SPT.
Daftar Inventaris Barang.
Laporan Bulanan.
Denah Sekolah
Daftar Jumlah Siswa
Lahan :
- Sekolah telah memiliki Surat keterangan tanah yang disahkan dari kecamatan.
- Luas tanah 6.570 m2 dan luas bangunan 1134 m2.
Bangunan Gedung.
- Rasio dan Luas lantai bangunan sekolah telah memenuhi standar.
- Bangunan gedung sekolah dilengkapi dengan ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
- Bangunan gedung Sekolah dilengkapi jaringan listrik dengan daya 12.000 Watt.
Kelengkapan Sarana dan Prasarana.
- Ruang Kelas di sekolah sebanyak 19 Kelas dengan luas dan rasio/peserta didik memenuhi standar.
- Mempunyai 1 buah ruang perpustakaan.
- Mempunyai 1 buah ruang uks dengan ukuran memenuhi standar.
- Mempunyai 6 buah jamban dengan ukuran memenuhi standar.
- Tempat bermain/berolahraga di sekolah memenuhi standar.
Sekolah telah memiliki sertifikat hak atas tanah dan memiliki ijin mendirikan bangunan.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Sekolah kami memiliki bangunan gedung yang ukuran, ventilasi, dan kelengkapan lainnya melebihi ketentuan dalam SNP.
Sekolah kami memenuhi SNP terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya.
Sekolah kami memenuhi SPM terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya.
Sekolah kami belum memenuhi SPM terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya.
Rekomendasi:
Sekolah perlu membuat sertifikat hak atas tanah dan perlu memiliki ijin mendirikan bangunan kepada pemerintah kabupaten.
Sekolah perlu mengajukan penambahan ruang kepala Sekolah, guru dan Gudang kepada pemerintah.
36 5.1 Sarana sekolah sudah memadai
5.1.2 Sekolah memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam rombongan belajar.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Profil Sekolah.
Daftar Jumlah Siswa perkelas.
Laporan Bulanan.
Sekolah memiliki 19 rombongan belajar dengan jumlah siswa 686 orang.
Jumlah peserta didik : - Kelas I – A = 35 orang - Kelas I – B = 36 orang - Kelas I – C = 36 orang - Kelas II – A = 32 orang - Kelas II – B = 32 orang - Kelas II – C = 32 orang - Kelas II – D = 29 orang - Kelas III – A = 34 orang - Kelas III – B = 35 orang - Kelas III – C = 35 orang - Kelas IV – A = 38 orang - Kelas IV – B = 37 orang - Kelas IV – C = 37 orang - Kelas V – A = 39 orang - Kelas V – B = 41 orang - Kelas V – C = 39 orang - Kelas VI – A = 40 orang - Kelas VI – B = 36 orang - Kelas VI – C = 43 orang -
Jumlah peserta didik di Sekolah dalam setiap rombongan belajar melebihi dari batas maksimum yang telah ditentukan yaitu SNP 28, SPM 32 peserta didik dalam 1 kelas
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Jumlah peserta didik di dalam rombongan belajar kami lebih kecil dari yang ditetapkan dalam SNP, agar
Sekolah kami memenuhi SNP dalam hal jumlah peserta didik pada setiap rombongan
Sekolah kami memenuhi SPM dalam hal jumlah peserta didik pada setiap rombongan belajar.
Sekolah kami belum memenuhi SPM dalam hal jumlah peserta didik pada
37 dapat lebih meningkatkan mutu proses
pembelajaran.
belajar. setiap rombongan belajar.
Rekomendasi:
Sekolah perlu meminimalisir rombongan belajar agar sesuai dengan Standar yang telah ditentukan
38 5.1 Sarana sekolah sudah memadai
5.1.3 Sekolah memenuhi standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk buku pelajaran.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Daftar inventaris Barang.
Buku Koleksi di perpustakaan.
Buku pegangan Guru
Buku pegangan Siswa.
Buku referensi.
Laporan bulanan
Setiap ruang kelas tersedia papan tulis 1 buah, 1 buah lemari untuk penyimpanan buku pegangan siswa.
Jumlah Buku pelajaran untuk siswa 1:1 setiap mata pelajaran.
Jumlah buku referensi sebanyak 30 judul.
Jumlah buku pegangan guru sebanyak 87 judul.
Koleksi perpustakaan masih kekurangan media pembelajaran lainnya, CD Pembelajaran, KIT Bahasa, KIT IPA, KIT MATEMATIKA, GLOBE, PETA, GAMBAR PAHLAWAN.
Untuk alat dan sumber belajar yang sifatnya permainan / olahraga belum memenuhi standar yang telah ditentukan
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Sekolah kami memiliki alat dan sumber belajar yang melebihi dari ketetapan dalam SNP yang digunakan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran.
Sekolah kami memiliki dan menggunakan alat serta sumber belajar sesuai dengan SNP.
Sekolah kami memiliki dan menggunakan alat serta sumber belajar sesuai dengan SPM.
Sekolah kami belum memiliki dan menggunakan alat serta sumber belajar sesuai dengan SPM.
Rekomendasi:
Sekolah perlu menyediakan peralatan sumber belajar siswa yang sifatnya permainan/olahraga sesuai dengan standar.
39 5.2 Sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik
5.2.1 Pemeliharaan bangunan dilaksanakan secara berkala sesuai dengan persyaratan standar.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
RAPBS
Laporan DAK 2020
Pelaksanakan perbaikan/pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang sifatnya memerlukan dana yang besar telah dilaksanakan oleh pemerintah pada tahun 2019.
Pelaksanaan perbaikan/pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang sifatnya ringan sekolah menganggarkan sesuai dengan standar pengelolaan keuangan BOS dengan memperhatikan prioritas dan urutan penggunaan dana sesuai pedoman buku BOS.
Program perbaikan / pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah masih bersifat spontan belum terprogram dengan baik.
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Pemeliharaan bangunan di sekolah kami dilaksanakan secara rutin melebihi waktu yang ditetapkan dalam SNP dan catatan pemeliharaan terekam dengan baik.
Pemeliharaan bangunan di sekolah kami dilaksanakan secara berkala sesuai dengan SNP.
Pemeliharaan bangunan di sekolah kami baru melakukan pemeliharaan rutin seperti kebersihan ruangan.
Pemeliharaan bangunan di sekolah kami tidak dilaksanakan secara rutin.
Sebagian gedung sekolah kami di bawah standar, harus diperbaiki dan dibersihkan atau diganti.
Rekomendasi:
Sekolah perlu membuat program perbaikan/pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah secara berkesinambungan.
40 5.2 Sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik
5.2.2 Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi kemudahan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus.
Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik
Profil Sekolah
Denah Sekolah
Bukti fisik letak bangunan Sekolah.
Kemudahan Akses :
- Sekolah mudah dijangkau oleh seluruh peserta didik.
- Ruang perpustakaan terletak di bagian sekolah yang mudah dijangkau oleh peserta didik.
- Ruang pimpinan mudah dicapai/dijangkau oleh guru dan tamu sekolah.
Keamanan lahan sekolah terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa.
Kenyamanan sekolah dalam keadaan: bersih, tertib, rindang, indah, dan sehat
Bangunan gedung Sekolah belum dilengkapi sistem proteksi pasif dan /atau proteksi aktif untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan petir.
Sekolah sudah terproteksi dari gangguan keamanan dari luar (sudah memiliki pagar yang kokoh dan berpintu.
Sekolah tidak terkena dari pencemaran udara dan kebisingan di luar sekolah.
Bangunan gedung belum mampu meredam getaran dan kebisingan yang mengganggu proses pembelajaran
Tahapan Pengembangan
Tahap Ke 4 Tahap Ke 3 Tahap Ke 2 Tahap Ke 1
Pemeliharaan bangunan di sekolah kami dilaksanakan secara rutin melebihi waktu yang ditetapkan dalam SNP dan catatan pemeliharaan terekam dengan baik.
Pemeliharaan bangunan di sekolah kami dilaksanakan secara berkala sesuai dengan SNP.
Pemeliharaan bangunan di sekolah kami baru melakukan pemeliharaan rutin seperti kebersihan ruangan.
Pemeliharaan bangunan di sekolah kami tidak dilaksanakan secara rutin.
Sebagian gedung sekolah kami di bawah standar, harus diperbaiki dan dibersihkan atau diganti.
Rekomendasi:
Sekolah perlu membuat program perbaikan/pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah secara berkesinambungan.
41
6. STANDAR PENGELOLAAN
Komponen Indikator
6.1. Kinerja pengelolaan sekolah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak
6.1.1. Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan.
6.1.2. Pengelolaan sekolah menunjukkan adanya kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.
6.2. Rencana kerja sekolah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan baik
6.2.1. Sekolah merumuskan rencana kerja dengan tujuan yang jelas untuk peningkatan dan perbaikan berkelanjutan.
6.2.2. Sekolah mensosialisasikan rencana kerja yang berbasis tujuan untuk peningkatan dan perbaikan berkelanjutan kepada warga sekolah dan pihak-pihak yang berkepentingan.
6.3. Rencana Pengembangan Sekolah/Rencana Kerja Sekolah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar
6.3.1. Rencana Kerja tahunan dinyatakan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah (renstra)
6.3.2. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar
6.3.3. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi diri dengan memfokuskan pada peningkatan hasil belajar
6.4. Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid 6.4.1. Sekolah mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan
6.4.2. Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif, dan dapat diakses