• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Sampel Penelitian 4.1.1 PT. Asuransi Bina Dana Arta Tbk 4.1.1.1 Sejarah Singkat Perseroan

Didirikan pada tahun 1982, PT Asuransi Bina Dana Arta, merupakan anggota dari Dharmala Group, yang bergerak di bidang asuransi umum, yang terdiri dari asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor dan marin.

Perseroan ini terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak 6 Juli 1989 dengan harga IPO (Initial Public Offering) sebesar Rp 3,800,-. Pada tahun 2002, perusahaan ini memperoleh premi kotor (gross premium) sebesar Rp 169,82 miliar, atau peningkatan sebesar 45% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2001, sebesar Rp 169,74 miliar. Keuntungan bersih (net profit) meningkat dari Rp 1,86 miliar pada tahun 2001 menjadi Rp 10,3 miliar di tahun 2002.

Komposisi pemegang saham Perseroan pada per Agustus 2005 adalah ABN Amro Nominees Singapore (72.26%), Bony-Non Treaty Acct (10.76%), Great Transamerican Strand Investments Inc (8.44%), dan sisanya yang masing-masing dengan kepemilikan dibawah 5%.

(2)

Kantor pusat Perseroan berada di Wisma Dharmala Sakti Lt.8 Jl. Jend.

Sudirman Kav. 32, Jakarta.

4.1.1.2 Struktur Organisasi Perseroan

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:

Dewan Komisaris:

Effendy Herman : Presiden Komisaris Murniaty Kartono : Komisaris

Thio Gwan Po Micky : Komisaris (Independen) Harjono Darto : Komisaris (Independen) Dewan Direksi:

Suhanda Wiraatmadja : Presiden Direktur Candra Gunawan : Direktur

Rusdi Rusdianto : Direktur Doddy Syachroerodly : Direktur Herlani Sunardi : Direktur

Perseroan mempunyai karyawan tetap sejumlah 296 orang per akhir tahun 2004.

(3)

4.1.2 PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 4.1.2.1 Sejarah Singkat Perseroan

Didirikan pada tanggal 28 Mei 1982, perusahaan ini diberikan ijin oleh Menteri Kehakiman berdasarkan keputusan Menteri No. C2-1325- HT01-01 TH.82, pada tanggal 21 September 1982, dan diberikan ijin operasi No. KEP/633/MD/1983 oleh Menteri Keuangan pada 11 Februari 1983.

Kegiatan operasinya di bidang asuransi kerugian mencakup reasuransi kerugian. Perusahaan ini didirikan oleh Harapan Group, dimana grup konglomerat ini langsung bertindak sebagai agen penjualan produk Yamaha Motor dari Jepang, yang mengembangkan operasinya dengan cepat ke berbagai negara-negara asia, seperti Singapura dan Hong Kong.

Harapan Group dalam melakukan diversifikasi bisnisnya tidak hanya ke dalam bisnis pertukaran mata uang, tetapi juga ke perdagangan internasional, industri, dan pengembang properti. Grup ini juga mengontrol dua institusi keuangan, PT Bank Harapan Sentosa (Bank BHS) dan PT Bank Pasar Gunung Kencana (Bank Guna), dimana keduanya kemudian dilikuidasi. Keahliannya didalam bisnis asuransi diperoleh melalui bantuan bantuan teknis yang diberikan oleh Asia Insurance Co. Ltd. Hong Kong, dari saat perusahaan pertama kali didirikan pada tahun 1983 sampai akhir tahun 1998. Sejak tahun 1989, perusahaan ini telah dijalankan secara eksklusif oleh profesional-profesional asuransi Indonesia.

(4)

Sejak pertama kali didaftarkan ke dalam Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada 14 September 1990, dengan harga IPO Rp 4250,- per lembar sahamnya, delapan tahun kemudian pendiri perusahaan Perseroan ini menjual sebagian sahamnya kepada investor lokal dan asing. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 1998, perusahaan ini mengubah namanya menjadi PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (PT AHAP Tbk).

Pada tahun 2002, perusahaan Perseroan ini mengalami peningkatan kinerja dengan mencatatkan keuntungan bersih (net profit) sebesar Rp 2,704 miliar, dengan margin-nya naik tipis dari keuntungan bershi tahun sebelumnya sebesar Rp 2,201 miliar. Pendapatan premi bersih meningkat dari Rp 6,412 miliar menjadi Rp 10,098 miliar.

Komposisi pemegang saham Perseroan pada per Agustus 2005 adalah Pt. Lautandhana Securindo (5.17%), Reksa Dana Suprasurya Maxima (6.13%), UBS AG, Singapore - UBS equities 209114 (28.93%), dan sisanya yang masing-masing dengan kepemilikan dibawah 5%.

Kantor pusat Perseroan berada di Jl. Balikpapan Raya No. 6, Jakarta.

4.1.2.2 Struktur Organisasi Perseroan

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:

Dewan Komisaris:

(5)

Budi S. Tanuwibowo : Presiden Komisaris S. Tanto Harjono : Komisaris

Dewan Direksi:

Sunyata Wangsadarma, MA : Presiden Direktur Susanto Kurnia : Direktur

Eng Tjiang, SE : Direktur

Perseroan mempunyai karyawan tetap sejumlah 82 orang per akhir tahun 2004.

4.1.3 PT. Asuransi Bintang Tbk 4.1.3.1 Sejarah Singkat Perseroan

PT Asuransi Bintang Tbk. didirikan pada tangal 17 Maret 1955 oleh beberapa tokoh terkemuka yang aktif dalam perang kemerdekaan.

Pendirinya adalah Idham, Soedarpo Sastrosatomo, Late Wibowo, late Pang Kay Lim, Ali Algadri, dan Roestam Moenaf. Mereka mendirikan perusahaan asuransi ini pada saat kegiatan ekonomi Indonesia masih berada di bawah dominasi asing dan enam bulan kemudian mereka mendirikan Bank Niaga.

Perusahaan ini menjadi perusahaan publik pada tanggal 29 November 1989, dengan harga IPO Rp. 7.950,- per lembar sahamnya.

BINTANG sekarang ini telah mengkonsolidasikan dirinya agar dapat lebih kompetitif dalam bisnis asuransi di Indonesia. Dengan profil baru sebagai

(6)

perusahaan terbuka sejak tahun 1989, Asuransi Bintang telah melebarkan sayapnya untuk dapat menyediakan jasa layanan melalui 11 kantor cabang dan 8 kantor perwakilan, dengan dukungan dari 311 karyawannya.

Perusahaan ini memasuki abad ke-21 dengan visi yang lebih mantap, menjadi pemain utama pada segmen konsumen pasar asuransi. Produk- produknya antara lain adalah Perisay Rumah Seisinya (asuransi rumah), Perisay Mobil Individual (asuransi kendaraan bermotor), dan Perisai Sehat Individual (asuransi kesehatan).

Pada tahun 2002, perusahaan ini mencatatkan keuntungan bersihnya (net profit) sebesar Rp 11,372 miliar, naik dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp130,071 miliar.

Komposisi pemegang saham Perseroan pada per Agustus 2005 adalah Srihana Utama (31,15%), Ngrumat Bondo Utomo (19,2%), Mega Global Investama (18,41%), Dana Harta Keluarga (7,42%), dan sisanya yang masing-masing dengan kepemilikan dibawah 5%.

Kantor pusat Perseroan berada di Jl. RS Fatmawati No. 32, Jakarta.

4.1.3.2 Struktur Organisasi Perseroan

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:

Dewan Komisaris:

Soedarpo Sastrosatomo : Presiden Komisaris B. Moenir Sjamsoeddin : Komisaris

(7)

Amir Abadi Jusuf : Komisaris

Indraningsih Wibowo : Komisaris (Independen) Angger P. Yuwono : Komisaris (Independen) Dewan Direksi:

Arianti Suliyanto, Ir : Presiden Direktur Djunaidi Mahari, SE : Direktur

Andrus Roestam Moenaf : Direktur Hotben Nainggolan : Direktur

Perseroan mempunyai karyawan tetap sejumlah 301 orang per akhir tahun 2004.

4.1.4 PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk 4.1.4.1 Sejarah Singkat Perseroan

Didirikan pada 1 April 1982, dan pada tahun 1986 membuka cabang pertamanya di Medan. Pada 15 Desember 1989, perusahaan ini didaftarkan sebagai perusahaan terbuka yang didaftarkan di BEJ. Pada tahun 1997, nama perusahaan ini dirubah menjadi PT BDNI Asuransi Tbk.

Tahun 1999, namanya kembali diubah menjadi PT Asuransi Dayin Mitra Tbk, dan membuka cabangnya yang kesepuluh di Solo. Tahun 1999, hasil underwriting perusahaan mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 100 miliar.

Pada tahun 2000, perusahaan ini meluncurkan produk asuransi kendaraan bermotor yang baru “Permata Mobil”, dan juga pada tahun yang sama

(8)

perusahaan ini menggunakan e-commerce sebagai saluran distribusi alternatif dalam strategi pemasarannya, yang dimulai dengan asuransi kendaraan bermotor.

Pada tahun 2002, Perseroan ini meraih peningkatan keuntungan bersih setelah pajak dari Rp 9,126 miliar pada tahun 2001 menjadi Rp 11,257 miliar.

Komposisi pemegang saham Perseroan pada per Agustus 2005 adalah PT. Equity Development Investments Tbk. (73,92%), dan sisanya yang masing-masing dengan kepemilikan dibawah 5%.

Kantor pusat Perseroan berada di Wisma Diners Club Annex; Jl.

Jend. Sudirman Kav.34, Jakarta.

4.1.4.2 Struktur Organisasi Perseroan

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:

Dewan Komisaris:

Muhammad Zulkifli A. : Presiden Komisaris Bartholomeus S. : Komisaris

Tetty Lanawati Gozali : Komisaris

Goenawan Hadidjojo : Komisaris (Independen) Yugi Prayanto : Komisaris (Independen) Dewan Direksi:

Josef Goenawan Setyo : Presiden Direktur

(9)

Lisda Gandi Wijaya : Direktur Purnama Hadiwidjaja : Direktur

Sudibyo : Direktur

Perseroan mempunyai karyawan tetap sejumlah 233 orang per akhir tahun 2004.

4.1.5 PT. Asuransi Ramayana Tbk 4.1.5.1 Sejarah Singkat Perseroan

Perusahaan asuransi ini pertama kali didirikan pada tanggal 6 Agustus 1956, dengan nama PT Maskapai Asuransi Ramayana, dimana perusahaan ini bekerja sama dengan empat perusahaan reasuransi domestik an lebih dari 17 perusahaan reasuransi luar negeri, dan saat ini telah memiliki 19 cabang.

Perusahaan ini pertama kali dicatatkan di BEJ pada tanggal 19 Maret 1990, dengan harga IPO sebesar Rp 6.000 per lembar sahamnya.

Pendapatan bersih menurun sebesar Rp 5,786 miliar pada tahun fiskal 2002 untuk tutup tahun pada Rp 7.371 miliar.

Komposisi pemegang saham Perseroan pada per Juli 2005 adalah Syahril (21,63%), A Winoto Doeriat (21.3%), Ragam Venturindo (13,88%), Wirastuti Puntaraksma, S.H. (11,39%), Korean Reinsurance Company (10%), dan sisanya yang masing-masing dengan kepemilikan dibawah 5%.

(10)

Kantor pusat Perseroan berada di Jl. Kebon Sirih No. 49, Jakarta.

4.1.5.2 Struktur Organisasi Perseroan

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:

Dewan Komisaris:

Prof. Dr. J.B. Sumarlin : Presiden Komisaris Sadijono Harjokusumo : Komisaris

Ir. Widyanarso Doeriat, SE : Komisaris Dewan Direksi:

DR. A. Winoto Doeriat : Presiden Direktur Syahrir : Wakil Presiden Direktur Giri Pamengan, SE, AAAIK : Direktur

Addy Pramono, AAAIK : Direktur

Perseroan mempunyai karyawan tetap sejumlah 522 orang per akhir tahun 2004.

4.1.6 PT. Lippo General Insurance Tbk 4.1.6.1 Sejarah Singkat Perseroan

Perusahaan yang sebelumnya bernama PT Asuransi Brawidjaja ini didirikan di Jakarta pada tanggal 4 Februari 1964. Nama tersebut dirubah beberapa kali, dan yang sekarang ini merupakan yang terakhir. Produk- produk yang ditawarkan mencakup pelayanan di bidang automotif, all risk,

(11)

cash in safe, cash in transit, perampokan, kebakaran, liability, fidelity guarantee, dan kecelakaan. Asurasi automotif dan kesehatan merupakan kontributor paling utama dalam pendapatan premi kotor perusahaan per tahunnya, sebesar 35% dan 14% secara berurutan. Jaringan bisnisnya didukung oleh enam kantor cabang yang terletak di Surabaya, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, dan Solo. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan Perseroan ini bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang berafiliasi dengan Lippo Group dan firma-firma asuransi internasional lainnya, seperti Swiss Re, Munich Re and Union Re.

Pada tahun 2002, Lippo General Insurance memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp 6,446 miliar, yang sebenarnya merupakan penurunan dari tahun 2001 sebesar 62% atau dari Rp 10,452 miliar.

Komposisi pemegang saham Perseroan pada per Agustus 2005 adalah Pacific Asia Holding Ltd. (21.33%), PT.Lippo E-Net Tbk (19.8%), PT. Putra Jaya Adiswasthi (9,7%), PT.Grahaduta Wiramandiri (9,54%), PT. Dutakreasi Primamulia (9.33%), PT. Karyamitra Binasukses (9,2%), PT. Mitranusa Ekamulia (5.33%), dan sisanya yang masing-masing dengan kepemilikan dibawah 5%.

Kantor pusat Perseroan berada di Gd. Citra Graha Lt. 2 (208) Jl.

Gatot Subroto Kav. 35-36, Jakarta, dan kantor perwakilan berada di Gd Asuransi Lippo Pusat Perdagangan Pinangsia Blok I No. 30-35 Lippo Karawaci.

(12)

4.1.6.2 Struktur Organisasi Perseroan

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:

Dewan Komisaris:

Suhendra Atmadja : Presiden Komisaris Martoni Frans Tumbelaka : Komisaris

Timoer Soetanto : Komisaris (Independen) Dewan Direksi:

Ivan Setiawan Budiono : Presiden Direktur Hartono Tjahjana Gunadharma : Direktur

Johannes Mardikian Agus : Direktur Adhe Aurora Gultom : Direktur

Perseroan mempunyai karyawan tetap sejumlah 106 orang per akhir tahun 2004.

4.1.7 PT. Panin Insurance Tbk 4.1.7.1 Sejarah Singkat Perseroan

PT Panin Insurance Tbk., yang sebelumnya dikenal sebagai PT Pan Union Insurance Ltd., didirikan pada tahun 1973 dan memulai operasinya sebagai perusahaan asuransi umum. Perusahaan inilah yang kemudian

(13)

membentuk sebagai bagian dari grup bisnis Panin. Pada tahun 1983, Perseroan ini menjadi perusahaan publik untuk meningkatkan struktur modal dan pengembangan bisnisnya. Perusahaan juga mendaftarkan semua sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada tahun 1996, Perseroan ini melakukan stock split dari Rp 1.000 per sahamnya menjadi Rp 500 per sahamnya. Dengan tujuannya untuk melakukan konsolidasi struktur modalnya, Perseroan melakukan Limited Public Offering pada tahun 1989, 1996, 1998, dan tahun 1999, meningkakan paid- up capital Perseroannya menjadi Rp 593,38 miliar. Tahun 1999, Perseroan ini melakukan restrukturisasi investasinya dengan menjual saham PT Bank Panin Tbk kepada PT Panin Life Tbk, dan meningkatkan investasinya di PT Panin Life Tbk dari 62,37% menjadi 92,52%. Menurut keputusan yang telah disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 14 September 2001, dalam waktu 18 bulan Perseroan melakukan buy-back sahamnya sebesar 4.104.500 lembar yang senilai Rp 586 juta.

Keuntungan bersih perusahaan pada tahun 2002 meningkat 283.36% dibandingkan dengan pendapatnnya pada tahun 2001, dari sebesar Rp 13.789 juta menjadi Rp 52.862 juta pada tahun 2002.

Keuntungan bersihnya meningkat karena dari pendapatan investasinya yang meningkat 291.47%, dari Rp 12.819 juta di tahun 2001 menjadi Rp 50.183 juta di tahun 2002.

Komposisi pemegang saham Perseroan pada per Agustus 2005 adalah PT. Panincorp (24%), PT. Asuransi Multi Artha Guna (12.36%),

(14)

Crystal Chain Holdings Ltd. (11%), PT. Famlee Invesco (8%), Omnicourt Group Ltd. (5%), Crystal Chain Holdings Ltd. (5%), dan sisanya yang masing-masing dengan kepemilikan dibawah 5%.

Kantor pusat Perseroan berada di Panin Bank Plaza Lt. 6, Jl.

Palmerah Utara No. 52, Jakarta.

4.1.7.2 Struktur Organisasi Perseroan

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:

Dewan Komisaris:

Mu`min Ali Gunawan : Presiden Komisaris Fadjar Gunawan : Wakil Presiden Komisaris Akijat Lukito : Komisaris

Sjarif Ariffin : Komisaris (Independen) Jimmy Sukrisno : Komisaris (Independen) Dewan Direksi:

Suwirjo Josowidjojo : Presiden Direktur Syamsul Hidayat : Wakil Presiden Direktur Karel Fitrianto : Direktur

Perseroan mempunyai karyawan tetap sejumlah 86 orang per akhir tahun 2004.

4.1.8 PT. Panin Life Tbk

(15)

4.1.8.1 Sejarah Singkat Perseroan

Perseroan ini didirikan pada tanggal 19 Juli 1974, dengan nama PT Asuransi Jiwa Panin Putra, sebagai perseroan terbatas yang menangani asuransi jiwa. Pada tanggal 6 Oktober 1991, Perseroan ini mengganti namanya menjadi PT Panin Life. Kemudian pada tanggal 31 Maret 1998, nama perusahaan tersebut disahkan menurut hukum No.1 tahun 1995 menyangkut status perusahaannya sebagai Limited Liabilies Company menjadi PT Panin Life Tbk. Perseroan menerima izin usahanya sebagai perusahaan asuransi jiwa pada tanggal 24 Oktober 1974. Kebijakan pertama yang diulas pada tahun 1975, pada saat perusahaan mengatur sebuah kebijakan grup untuk karyawan Panin Group. Pada perjalanan operasinya, Perseroan ini menginvestasikan modalnya dibeberapa anak perusahaannya: PT Panin Banholdco (99,9%), PT Bank Pan Indonesia Tbk (21,95%), dan PT Asuransi Multi Guna Artha (9,90%).

Pendapatan bersihnya meningkat secara signifikasn dari Rp 3,597 miliar pada 2001 menjadi Rp 39,852 miliar pada tahun 2002. Pendapatan Perseroan meningkat juga sebesar 47,4% menjadi Rp 289 miliar.

Komposisi pemegang saham Perseroan pada per Agustus 2005 adalah PT. Panin Insurance Tbk. (51%), Mellon S/A Cundill Recovery FD (8%), dan sisanya yang masing-masing dengan kepemilikan dibawah 5%.

Kantor pusat Perseroan berada di Panin Bank Plaza Lt. 6, Jl.

Palmerah Utara No. 52, Jakarta.

(16)

4.1.8.2 Struktur Organisasi Perseroan

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:

Dewan Komisaris:

Mu`min Ali Gunawan : Presiden Komisaris Suwirjo Josowidjojo : Wakil Presiden Komisaris Lim Rudy Susanto : Komisaris (Independen) Dewan Direksi:

Fadjar Gunawan Chandra : Presiden Direktur Tri Djoko Santoso : Wakil Presiden Direktur Andrianto Hadrian : Direktur

Perseroan mempunyai karyawan tetap sejumlah 375 orang per akhir tahun 2004.

4.2 Hasil Pengujian Korelasi

Untuk menguji hubungan antar variabel, maka dilakukan pengolahan data dengan uji korelasi melalui SPSS. Berikutnya berdasarkan output SPSS dengan menggunakan analisis Pearson correlation, maka didapatkan hasil koefisien korelasi masing-masing untuk imbal hasil saham dan risiko Risiko Saham sebagai berikut:

4.2.1 PT. Asuransi Asuransi Bina Dana Arta, Tbk.

Hasil uji korelasi melalui perhitungan SPSS dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Hasil Uji Korelasi PT. Asuransi Asuransi Bina Dana Arta, Tbk

(17)

Imbal Hasil Volatilitas Pearson Correlation 0.690 -0.641 Sig. (2-tailed) 0.129 0.170

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Risk Based Capital

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.585 -0.023 Sig. (2-tailed) 0.223 0.966

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Asset

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation -0.275 0.185 Sig. (2-tailed) 0.597 0.725

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Equity

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation -0.126 -0.574 Sig. (2-tailed) 0.812 0.234

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Current Ratio

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi)

4.2.2 PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk.

Hasil uji korelasi melalui perhitungan SPSS dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.2. Hasil Uji Korelasi PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk.

Imbal Hasil Volatilitas Pearson Correlation -0.651 -0.608 Sig. (2-tailed) 0.161 0.200

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Risk Based Capital

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi) Pearson Correlation -0.779 -0.760 Sig. (2-tailed) 0.068 0.080

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Asset

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi) Return On Equity Pearson Correlation -0.787 -0.768

(18)

Sig. (2-tailed) 0.063 0.075

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.948 0.964 Sig. (2-tailed) 0.004 0.002

N 6 6

Current Ratio

Hasil uji (p-value<0.05) Signifikan Signifikan (Ada korelasi) (Ada korelasi)

4.2.3 PT. Asuransi Bintang Tbk

Hasil uji korelasi melalui perhitungan SPSS dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.3. Hasil Uji Korelasi PT. Asuransi Bintang Tbk

Imbal Hasil Volatilitas Pearson Correlation -0.434 -0.478 Sig. (2-tailed) 0.390 0.338

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Risk Based Capital

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.352 0.417 Sig. (2-tailed) 0.494 0.410

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Asset

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.356 0.430 Sig. (2-tailed) 0.488 0.395

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Equity

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation -0.396 -0.445 Sig. (2-tailed) 0.438 0.377

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Current Ratio

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi)

4.2.4 PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk

(19)

Hasil uji korelasi melalui perhitungan SPSS dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.4. Hasil Uji Korelasi PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk

Imbal Hasil Volatilitas Pearson Correlation 0.736 0.950 Sig. (2-tailed) 0.095 0.004

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Signifikan Risk Based Capital

(Tidak ada

korelasi) (Ada korelasi) Pearson Correlation 0.553 0.885 Sig. (2-tailed) 0.255 0.019

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Signifikan Return On Asset

(Tidak ada

korelasi) (Ada korelasi) Pearson Correlation 0.719 0.961

Sig. (2-tailed) 0.107 0.002

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Signifikan Return On Equity

(Tidak ada

korelasi) (Ada korelasi) Pearson Correlation 0.786 0.617 Sig. (2-tailed) 0.064 0.192

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Current Ratio

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi)

4.2.5 PT. Asuransi Ramayana Tbk

Hasil uji korelasi melalui perhitungan SPSS dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.5. Hasil Uji Korelasi PT. Asuransi Ramayana Tbk

Imbal Hasil Volatilitas Pearson Correlation -0.317 -0.672 Sig. (2-tailed) 0.540 0.144

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Risk Based Capital

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.647 0.152 Sig. (2-tailed) 0.165 0.773

N 6 6

Return On Asset

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan

(20)

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.263 -0.204 Sig. (2-tailed) 0.614 0.698

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Equity

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation -0.267 -0.624 Sig. (2-tailed) 0.609 0.186

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Current Ratio

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi)

4.2.6 PT. Lippo General Insurance Tbk

Hasil uji korelasi melalui perhitungan SPSS dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.6. Hasil Uji Korelasi PT. Lippo General Insurance Tbk

Imbal Hasil Volatilitas Pearson Correlation -0.425 -0.425 Sig. (2-tailed) 0.400 0.400

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Risk Based Capital

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.869 0.658 Sig. (2-tailed) 0.025 0.156

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Signifikan Tidak signifikan Return On Asset

(Ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.867 0.613 Sig. (2-tailed) 0.025 0.196

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Signifikan Tidak signifikan Return On Equity

(Ada korelasi) (Tidak ada korelasi) Pearson Correlation -0.121 0.435 Sig. (2-tailed) 0.820 0.388

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Current Ratio

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi)

(21)

4.2.7 PT. Panin Insurance Tbk

Hasil uji korelasi melalui perhitungan SPSS dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.7. Hasil Uji Korelasi PT. Panin Insurance Tbk

Imbal Hasil Volatilitas Pearson Correlation -0.216 -0.584 Sig. (2-tailed) 0.680 0.224

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Risk Based Capital

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.725 0.303 Sig. (2-tailed) 0.103 0.560

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Asset

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.622 0.206 Sig. (2-tailed) 0.187 0.695

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Equity

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation -0.067 -0.299 Sig. (2-tailed) 0.899 0.566

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Current Ratio

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi)

4.2.8 PT. Panin Life Tbk

Hasil uji korelasi melalui perhitungan SPSS dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.8. Hasil Uji Korelasi PT. Panin Life Tbk

Imbal Hasil Volatilitas Pearson Correlation -0.210 -0.569 Sig. (2-tailed) 0.690 0.238

N 6 6

Risk Based Capital

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan

(22)

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.190 -0.260 Sig. (2-tailed) 0.719 0.619

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Asset

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.159 -0.274 Sig. (2-tailed) 0.764 0.599

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Return On Equity

(Tidak ada korelasi)

(Tidak ada korelasi) Pearson Correlation 0.039 0.123 Sig. (2-tailed) 0.941 0.816

N 6 6

Hasil uji (p-value<0.05) Tidak signifikan Tidak signifikan Current Ratio

(Tidak ada

korelasi) (Tidak ada korelasi)

4.3 Pembahasan Hasil Pengujian Korelasi

Berdasarkan hasil uji korelasi di atas, maka didapatkan gambaran umum pada tabel kesimpulan berikut ini:

Tabel 4.9. Pembahasan Hasil Uji Korelasi Terhadap Imbal Hasil Saham

Uji korelasi terhadap Imbal Hasil Saham Risk Based

Capital Return On

Assets Return On

Equity Current Ratio

PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk X X X X PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk X X X

PT Asuransi Bintang Tbk X X X X PT Asuransi Dayin Mitra Tbk X X X X PT Asuransi Ramayana Tbk X X X X PT Lippo General Insurance Tbk X X

PT Panin Insurance Tbk X X X X

PT Panin Life Tbk. X X X X

Signifikan (Ada korelasi) = Tidak Signifikan (Tidak ada korelasi) = X

Tabel 4.10. Pembahasan Hasil Uji Korelasi Terhadap Risiko Risiko Saham

(23)

Uji korelasi terhadap Imbal Hasil Saham Risk Based

Capital Return On

Assets Return On

Equity Current Ratio

PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk X X X X PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk X X X

PT Asuransi Bintang Tbk X X X X PT Asuransi Dayin Mitra Tbk X

PT Asuransi Ramayana Tbk X X X X PT Lippo General Insurance Tbk X X X X PT Panin Insurance Tbk X X X X

PT Panin Life Tbk. X X X X

Signifikan (Ada korelasi) = Tidak Signifikan (Tidak ada korelasi) = X

Dari tabel hasil korelasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Variabel-variabel dalam penelitian ini seperti risk based capital, return on assets, return on equity, dan current ratio, hampir sebagian besar tidak mempunyai hubungan atau tidak ada korelasi dengan imbal hasil saham pada kedelapan sampel yang diujikan. Hubungan ini dapat dilihat dari tingkat signifikansinya. Tingkat signifikansi yang dipilih adalah sebesar 5% sehingga apabila tingkat signifikansi variabel di bawah 5%, maka variabel tersebut mempunyai hubungan atau ada korelasi dengan imbal hasil saham.

Variabel-variabel dalam penelitian ini seperti risk based capital, return on assets, return on equity, dan current ratio, hampir sebagian besar tidak mempunyai hubungan atau tidak ada korelasi dengan risiko saham. Hubungan ini dapat dilihat dari tingkat signifikansinya. Tingkat signifikansi yang dipilih adalah sebesar 5% sehingga apabila tingkat

(24)

signifikansi variabel di bawah 5%, maka variabel tersebut mempunyai hubungan atau ada korelasi dengan risiko Risiko Saham.

4.4 Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda

Untuk hasil pengujian regresi antara variabel dependen dan variabel independen, yang memasukkan semua rasio-rasio dari seluruh sampel perusahaan asuransi secara bersamaan untuk mendapatkan apakah terdapat pengaruh atau tidaknya terhadap imbal hasil dan risiko sahamnya.

Hasil uji regresi melalui perhitungan SPSS dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.11. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Imbal Hasil Saham Terhadap Semua Sampel Perusahaan Asuransi

Uji Regresi Linier Berganda Uji Anova / F-test

Signifikansi 0.501 Signifikansi berdasarkan p-value = 0.05 Lebih besar

Hasil Uji Tidak signifikan

Uji Hipotesis Terima H0 Kesimpulan hasil uji

Tidak terdapat persamaan regresi linier berganda

Dengan hasil perhitungan Anova (0.501) yang menunjukkan hasil yang lebih besar dari uji signifikansi p-value (0.05), maka hasil hipotesis uji regresi linier berganda untuk sampel terhadap imbal hasil sahamnya adalah menerima H0, atau dapat ditarik kesimpulan bahwa dari kinerja keuangan sampel

(25)

perusahaan asuransi yang diwakilkan dalam rasio-rasio tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap imbal hasil sahamnya. Sesuai dengan tahapan uji regresi berganda pada Gambar 3.2, dimana jika hasil Anova lebih besar dari p-value, maka tidak dapat membentuk persamaan regresi dan menghentikan pengujian regresi linier berganda.

Tabel 4.12. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Risiko Terhadap Semua Sampel Perusahaan Asuransi

Uji Regresi Linier Berganda Uji Anova / F-test

Signifikansi 0.924 Signifikansi berdasarkan p-value = 0.05 Lebih besar

Hasil Uji Tidak signifikan

Uji Hipotesis Terima H0 Kesimpulan hasil uji

Tidak terdapat persamaan regresi linier berganda

Dengan hasil perhitungan Anova (0.924) yang menunjukkan hasil yang lebih besar dari uji signifikansi p-value (0.05), maka hasil hipotesis uji regresi linier berganda untuk sampel terhadap risiko sahamnya adalah menerima H0, atau dapat ditarik kesimpulan bahwa dari kinerja keuangan sampel yang diwakilkan dalam rasio-rasio tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap risiko.

Sesuai dengan tahapan uji regresi berganda pada Gambar 3.2, dimana hasil Anova lebih besar dari p-value, maka tidak dapat membentuk persamaan regresi dan menghentikan pengujian regresi linier berganda.

(26)

4.5 Pembahasan Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda

Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda tersebut di atas, maka didapatkan gambaran umum untuk hasilnya adalah, tidak terdapat pengaruh dari kinerja keuangan perusahaan asuransi terhadap imbal hasil dan risiko sahamnya.

Gambar

Tabel 4.2. Hasil Uji Korelasi PT.  Asuransi Harta Aman Pratama Tbk.
Tabel 4.3. Hasil Uji Korelasi PT. Asuransi Bintang Tbk
Tabel 4.4. Hasil Uji Korelasi PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk
Tabel 4.6. Hasil Uji Korelasi PT. Lippo General Insurance Tbk
+5

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya tradisi weh-wehan membuat generasi ini belajar cara berkomunikasi dengan orang lain untuk melestarikan tradisi yang ada disekitar mereka. Tradisi yang sudah

Larutan angkak beras merah dan teh dapat digunakan sebagai pewarna alternatif preparat basah batang tumbuhan dikotil dan monokotil.. Intensitas penyerapan zat warna

menggunakan model konvensional penulis menggunakan pembelajaran biasa saat ini ternyata hasilnya kurang memuaskan, karena kekeliruan dalam memandang proses

Objek penelitian ini adalah SMK Muhammadiyah 3 Surakarta dan SMK Muhammadiyah 4 Surakarta, kedua lembaga pendidikan ini sama-sama menjalankan sistem perkaderan

Berdasarkan hal tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan paket pelatihan keterampilan berpikir kritis adalah suatu proses merancang, mengembangkan, dan mevalidasi

Dan apabila kualIts8 listrik mikrohidm (PLTMH) kincir air bukanlah rnerupakan partimbangan utama karana diasumikan bahwa energi listrik yang dihasilkan hanyalah digunakan

Bila pengkayaan disesuaikan dengan spesifikasi bahan bakar bola yang digunakan di HTR-10 China, yakni 17%, maka desain neutronik teras perangkat kri- tik reaktor temperatur

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan D (penambahan vitamin mix 3 % dari jumlah pakan) memberikan hasil terbaik untuk