“ KOMUNIKASI EFEKTIF “
HARI / TANGGAL : Kamis, 28 Juni 2018
WAKTU : 10.30 – 13.50
MATERI RAPAT : Pembahasan SKP 2
PEMIMPIN RAPAT : Ns. Hendro Turangan, S.Kep NOTULEN : Ns. Yufitha Kolly, S.Kep
PESERTA :
PELAKSANAAN RAPAT :
DOA PEMBUKAAN : Ns. Monique Burnama, S.Kep
DOA PENUTUP : Ns. Frangky Rumthe, S.Kep
DISKUSI :
1. Pemeriksaan diagnostik kritis ( diagnostik jantung ) dalam hal ini EKG yang difoto kemudian dikirimkan via aplikasi chatting merupakan komunikasi non verbal, apakah komunikasi seperti ini bisa dilakukan atau akan dihilangkan ?
Usul : Menambahkan komunikasi jenis ini kedalam regulasi (SK Direktur) 2. Pelaporan diagnostik jantung, bagaimana penulisan kriteria pelaporannya ?
Pokja AP bersama bidang terkait menetapkan kriteria kritis diagnostik jantung pelaporannya untuk dicantumkan. (MENUNGGU CP)
3. Mengenai hand-over ke ruang rawat inap menggunakan format SBAR lama atau format baru ?
- Pindah kemana saja, HARUS ADA hand over menggunakan komunikasi efektif SBAR.
- Tetap menggunakan format yang lama, disertai dengan SBAR ditulis dalam CPPT.
4. Hand-over ke ruang diagnostik, rekam medis pasien dibawa . SBAR ditulis dalam format RM 3.21 ( pengkajian mobilisasi paisen untuk pemeriksaan diagnostik/tindakan) - Pokja SKP akan mengusulkan klasifikasi SBAR dalam Form RM 3.21 untuk
penyusunan kembali form tersebut sesuai SBAR. (dibuat watermark)
5. Mengenai pelatihan komunikasi efektif antar PPA, akan dilakukan inhouse training.
6. Pokja MKE dan pokja SKP akan berkolaborasi untuk menyusun regulasi komunikasi efektif yang di dalamnya memuat mengenai komunikasi efektif antar PPA & komunikasi efektif PPA dengan pasien setelah CP terbit.
7. Penetapan besaran nilai kritis, menunggu CP. ( terkait SKP 2.1 dan AP 5.3.2 )
8. SBAR ditulis dalam CPTK, TBAK-nya di tulis dalam CPPT
Tanda tangan pemimpin rapat
Ns. Hendro Turangan, S.Kep